Claim Missing Document
Check
Articles

Strategy for Safe Passenger Transport during the COVID-19 Pandemic: From Review to Recommendation Retno Rusdjijati; Sumarno Adi Subrata; Zulfikar Bagus Pambuko; Muji Setiyo; Marcin Noga
Automotive Experiences Vol 5 No 2 (2022)
Publisher : Automotive Laboratory of Universitas Muhammadiyah Magelang in collaboration with Association of Indonesian Vocational Educators (AIVE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1141.069 KB) | DOI: 10.31603/ae.6593

Abstract

The COVID-19 pandemic caused a large-scale disruption to countries worldwide particularly in road traffic changes and people mobility. To respond to this, a titanic amount of published studies had investigated those concerns. However, a study describing mitigation efforts relating to this pandemic in the transportation sector is scarce. On the other hand, the lack of coordination between transportation authorities, public transport operators, and passengers triggers complex issues including the accumulation of passengers at bus stations that potentially increase virus transmission. For this reason, this article intends to investigate and establish strategies for safe passenger transport. The finding of the article presented four basic strategies as follows: First, a coordinated response among stakeholders and government is needed to develop comprehensive policies. Second, coordinated demand management is required to maintain a balance between government policies and citizen demands. Third, provide health education on Personal Protective Equipment (PPE) to public transport crews. Fourth, protecting the passengers and maintaining trust in public transport services. Additionally, it is recommended to provide adequate infrastructure, perform regular check-ups (i.e. assessing body temperature before entering public transportation), provide up-to-date COVID-19 health alert, and implement health protocol. Also, when this pandemic is over, the use of fuel-based transportation needs to be reduced, especially for short trips. To optimize this strategy, the role of government and health authorities on the policy side is crucial. Also, a good response from public transport operators and passengers is the key to defeat the COVID-19 pandemic in the transportation area.
Increasing the role of women's farmer groups in Tempursari Village, Candimulyo, Magelang, through a culinary business based on banana and taro processing Retno Rusdjijati; Alfian Syarifuddin; Oesman Raliby Al Manan; Agus Suprapto
Community Empowerment Vol 6 No 11 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.573 KB) | DOI: 10.31603/ce.5545

Abstract

Banana and taro are two of the many plants that grow in Tempursari Village. These commodities will have a low selling value if traded directly. As a result, a processed food diversification strategy is required to increase the economic value of these plants, such as processed chips with flavor variants based on the intended target market. The mentoring activity was carried out with the participation of 20 participants, who were representatives from two hamlets. Outreach activities, training, practice, and mentoring are all part of the implementation process. Based on these activities, the outcomes of processed food products, particularly banana chips and taro chips, have the potential to provide an alternative method of increasing the economy by utilizing abundant natural resources.
Pendampingan Peningkatan Kualitas Kesehatan dan Keselamatan Kerja Pengrajin Pahat Batu di Desa Sedayu, Muntilan, Magelang Puji Sulistyaningsih; Heniyatun Heniyatun; Retno Rusdjijati
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 11th University Research Colloquium 2020: Bidang Pengabdian Masyarakat
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (576.429 KB)

Abstract

Pekerja pahat batu di Desa Sedayu, Muntilan, Magelang mempunyai resiko pekerjaan yang tinggi terhadap kesehatan dan keselamatan kerjanya. Paparan kebisingan yang tinggi dari mesin-mesin penggergaji batu, paparan debu, dan sikap kerja yang tidak ergonomis merupakan sumber dari kejadian kecelakaan kerja dan Penyakit Akibat Kerja. Resiko tersebut didukung oleh kesadaran yang rendah mengenakan Alat Pelindung Diri (APD). Para pekerja juga belum menjadi peserta BPJS Kesehatan maupun BPJS Ketenagakerjaan. Jika terjadi kasus kecelakaan kerja atau Penyakit Akibat Kerja cenderung mengobati sendiri, karena tidak mampu mengeluarkan banyak biaya untuk berobat. Oleh karena itu, dilakukan pendampingan melalui kegiatan sosialisasi tentang arti penting BPJS Ketenagakerjaan dan pemberian bantuan APD untuk membantu mengatasi permasalahan yang dihadapi. Kegiatan pendampingan yang dilaksanakan selama tiga bulan ini menghasilkan capaian 1) sebanyak 38 orang pekerja dari 50 orang pekerja yang didampingi, menjadi anggota BPJS Ketenagakerjaan dan 2) ke 50 pekerja yang didampingi berkenan mengenakan APD selama bekerja, yang berupa googles untuk melindungi mata, masker untuk melindungi pernafasan, dan ear muff untuk melindungi telinga. Diharapkan kegiatan pendampingan yang telah dilakukan dapat meningkatkan kualitas kesehatan dan keselamatan para pekerja pahat batu, sehingga produktivitas mereka semakin meningkat dari waktu ke waktu.
Perancangan Alat Pengupas Salak dengan Pendekatan Ergonomi Engineering Siswanto Siswanto; Eko Muh Widodo; Retno Rusdjijati
Borobudur Engineering Review Vol 1 No 1 (2021): Ergonomic Engineering and Production Industry
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/benr.3164

Abstract

Home industry Ngudi Luhur Kaliurang adalah industri rumahan yang mengolah aneka makanan ringan yang berbahan baku salak. Prose produksi melalui serangkaian proses dari proses pengupasan, proses pemisahan daging dengan biji salak, proses penggorengan, proses penirisan, dan proses pengemasan. Proses pegupasan masih manual dengan menggunakan tangan tanpa alat bantu, sehingga sering terjadi kecelakaan kerja seperti tangan terluka karena tergores kulit salak. Di samping itu, kapasitas pengupasan menghasilkan sebesar 5,07 menit/2kg dan output standarnya sebesar 23,53 kg/jam. Oleh karena itu, perlu dilakukan perancangan alat pengupas salak mekanis yang mampu membantu pekerja dalam proses pengupasan salak dan mampu mengurangi keluhan yang dialami pekerja serta meningkatkan kapasitas produksi. Perancangan dengan menggunakan prinsip-prinsip ergonomi yang meliputi utility, comfortable, flexibility, safety, dan aesthetic. Alat pengupas salak mekanis yang dirancang mempunyai spesifikasi tinggi alat 93,49 cm, panjang handle penekan 75,92 cm dan diameter handle penekan 4,16 cm. Waktu baku dan output standar yang dihasilkan sebesar 4,64 menit/2kg dan output standarnya sebesar 25,97 kg/jam. Alat pengupas yang dirancang dapat meningkatkan output standar yang dihasilkan sehingga terjadi peningkatan produktivitas sebesar 10,37%. Tangan pekerja terhindar dari goresan kulit salak yang kasar dan berduri, sehingga proses pengupasan salak dapat dilakukan dengan mudah dan meningkatkan kenyamanan kerja.
Meminimalkan Keluhan Subyektif Pekerja Pembelah Tahu Pada Industri Kerupuk Tahu Retno Rusdjijati; Charly Billy Talarima; Oesman Raliby Al Manan
Borobudur Engineering Review Vol 2 No 1 (2022): Industrial Engineering and Emission Control
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/benr.6880

Abstract

Postur kerja para pekerja pembelah tahu pong pada industri kecil krupuk tahu Larasta, Magelang pada umumnya termasuk kategori janggal atau tidak alamiah karena menyebabkan bagian-bagian tubuh tidak berada atau bergerak menjauhi posisi alamiah. Postur kerja janggal tersebut antara lain duduk pada kursi pendek sehingga kaki menekuk pada jangka waktu lama dan tangan menggantung karena menggunting tahu pong. Hasil wawancara awal terhadap 3 orang pekerja menyatakan bahwa mereka sering mengalami rasa sakit pada bagian punggung, pinggang, pinggul belakang, dan bahu. Kondisi ini bisa beresiko menyebabkan gangguan muskuloskeletal disorders (MSDs) yaitu gangguan pada otot skeletal karena otot menerima beban statis secara berulang dan terus-menerus dalam jangka waktu lama yang akan menyebabkan keluhan berupa kerusakan pada sendi, ligament, dan tendon. Guna menentukan jenis-jenis dan tingkat keluhan subyektif pada para pekerja, maka akan dilakukan penelitian lebih lanjut agar dapat ditentukan solusi untuk mengurangi keluhan-keluhan tersebut. Metode yang digunakan untuk menganalisis postur kerja para pekerja pembelah tahu pong menggunakan Nordic Body Map (NBM) dan Rapid Entire Body Asssessment (REBA).Jumlah sampel pekerja yang dianalisis sebanyak 9 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa punggung merupakan bagian tubuh yang sering dikeluhkan sakit oleh sampel. Frequency indeks sebesar 88,33% dan severity indeks 26,66% yang termasuk kategori beresiko tinggi (skor 16). Selanjutnya hasil analisis dengan REBA menunjukkan bahwa skor pada posisi duduk pada dingklik adalah 8 yang termasuk kategori sangat berbahaya, dan cenderung dapat menyebabkan cedera; skor pada posisi duduk di lantai adalah 4 yang termasuk kategori beresiko rendah. Oleh karena diperlukan perbaikan terhadap fasilitas kerja agar postur kerja menjadi alamiah atau tidak janggal, sehingga pekerja menjadi nyaman dalam bekerja dan keluhan-keluhan subyektif berkurang. Perbaikan tersebut berupa penambahan bantal sebagai alas duduk pada para pekerja yang duduk di lantai. Posisi ini setelah dianalisis dengan metode REBA, diperoleh skor 2 yang berarti posisi kerja tersebut tidak berbahaya.
KESIAPAN SERTIFIKASI HALAL PADA TEMPAT DAN RUMAH PEMOTONGAN AYAM Nur Kholis; Abdillah Ahsan; Meita Veruswati; Retno Rusdjijati; Karina Mariz; Ardhini Risfa Jacinda; Adela Miranti Yuniar; Althof Endawansa; Fitri Kurnia Rahim
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol. 13 No. 02 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jikbh.v13i02.533

Abstract

Sebagai negara berpenduduk mayoritas Muslim, status halal atas berbagai produk dan jasa turut menjadi kebutuhan bagi masyarakat Indonesia, seiring dengan semakin meningkatnya kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap produk ramah muslim. Dalam kasus ayam, persoalan halal atau haram sudah muncul sejak subsistem agribisnis hulu, namun penelitian ini berfokus pada subsistem pemroses pasok ayam melalui pemetaan pemangku pelaku usaha dan pemangku kepentingan terkait di bidang pemrosesan ayam pada Tempat Pemotongan Ayam (TPA) dan Rumah Pemotongan Ayam (RPA) yang merupakan titik kritis dalam sertifikasi halal, mengidentifikasi kesiapan sertifikasi halal pada bidang pemrosesan ayam serta mengkaji tantangan, hambatan, dan berbagai faktor yang berhubungan dengan sertifikasi halal, serta memberikan saran dan rekomendasi pemecahan masalah dan implikasi untuk kesiapan sertifikasi halal bagi pelaku usaha dan pemangku kepentingan terkait yang diselenggarakan melalui serangkaian proses wawancara dan FGD. Hasil penelitian pada TPA dan RPA di empat lokasi yaitu Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta menunjukkan bahwa TPA dan RPA siap dan telah mengikuti sertifikasi halal, baik bagi juru sembelihnya maupun pada produk yang mereka hasilkan.
Pioneering of mocaf flour business in Tempursari village, Candimulyo, Magelang regency Retno Rusdjijati; Muhammad Rajif Ghany; Ari Sativanto; Rezqi Maulana Akhsan; Zhawung Dio Saputra; Rozi Rahmansyah Riyan Purfita
Community Empowerment Vol 7 No 8 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/ce.6847

Abstract

One of the business activities being initiated by the Women Farmers Group (KWT) in Tempursari Village, Candimulyo District, Magelang Regency is the production of mocaf flour. Mocaf stands for modified cassava flour which is flour made from cassava. This business was initiated, considering that cassava production in Tempursari Village is abundant and only sold fresh at low prices, so that it can increase the selling value. In order to start this business, KWT has been assisted by 2 units of production machines in the form of a pulverizing machine and a flour machine and have also been trained in the process of making mocaf flour. However, this business has not been developed seriously, KWT members are more focused on the various chips business that was initiated previous year. In order to motivate KWT members to immediately develop a mocaf flour business, we employ the mentoring activities as a real action. The result of PPMT activity is the engineering of the grater tool with the addition of a knife, assistancing in making mocaf flour, designing packaging and logos, and helping product promotion through social media.
Developing local food with taro cultivation in Tempursari Village, Candimulyo, Magelang Retno Rusdjijati; Alfian Syarifuddin; Oesman Raliby Al Manan; Agus Suprapto
Community Empowerment Vol 7 No 11 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/ce.7980

Abstract

Local food is created and developed in accordance with the potential, resources, and local culture of the area. As a result, the type, quantity, and quality of local food products will vary depending on the regional conditions. Tempursari Village has a fairly high diversity of food where 8 types of taro grow there. The taro cultivation activity was attended by 20 members of the Mekar Sari Farmers Association. The implementation stages include village potential surveys, discussions with farmer groups, cultivation training, plant maintenance, monitoring and evaluation. The results of these activities are able to increase land productivity so as to provide an alternative in improving the economy of farmer groups as a way of diversifying food by optimally utilizing land resources which provides a positive value for farmer income.
Evaluasi Ketercapaian Standar Penjaminan Mutu Penelitian Di Program Studi D3 Mesin Otomotif Universitas Muhammadiyah Magelang Dengan Metode Indeks Muji Setiyo; Budi Waluyo; Saifudin; Bagiyo Condro Purnomo; Suroto Munahar; Noto Widodo; Retno Rusdjijati
Jurnal Penjaminan Mutu Vol 4 No 01 (2018)
Publisher : UHN IGB Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.642 KB) | DOI: 10.25078/jpm.v4i1.397

Abstract

In the past decade, the general method for measuring the performance of research and scientific publications in a Study Program at a Higher Education is by the Rough Value (Nilai Kasar, NK) calculated per three years. This value is derived from the accreditation instrument. In fact, the calculation of the performance of research and scientific publications with NK cannot represent an annual performance. Therefore, this paper presents a new method for calculating research and scientific publications performance with an index (IP-PS and IPub-PS), which is calculated annually. An example of quality measurement practice in the Automotive Diploma Program of Universitas Muhammadiyah Magelang. As a result, calculations with IP-PS and IPub-PS are more likely to present real conditions per year than using NK.
Level of Financial Literacy of Women Informal Sector Workers on Welfare and Professionalisme Naura Nazihah; Retno Rusdjijati; Rochiyati Murniningsih
Jurnal Analisis Bisnis Ekonomi Vol 20 No 2 (2022): July-December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/bisnisekonomi.v20i2.8351

Abstract

Women dominate informal sector workers, as their working hours are irregular and do not require expertise and skills based on specialized formal education. The problem faced by workers is the level of welfare and professionalism that is not optimal. There are still many who live in poverty and do not work wholeheartedly. Likely influenced by low financial literacy. Therefore, this study aims to examine the influence of welfare and professionalism on financial literacy. The Stratified Random Sampling method was used to determine the sample and 487 respondents were obtained. The research data obtained were then processed using multiple linear regression SPSS. The hypothesis testing method uses a significance level of 5%. The results showed that well-being has a simultaneous effect on financial literacy. Professionalism simultaneously affects financial literacy
Co-Authors Abdul Hakim, Hary Abidah Ardelia Belva Fithriyah Adela Miranti Yuniar Adi Santoso Agus Setiawan Agus Setiawan Agus Setyowidodo Agus Setyowidodo agus suprapto Ahsan, Abdillah Ainunnizah, Windy Al Manan, Oesman Raliby Al-Manan, Oesman Raliby Alfian Syarifuddin Althof Endawansa Amadhea Arinta Kusuma Putri Andreas Pandiangan Andreas Pandiangan Aprilia Devi Indriani Ardhini Risfa Jacinda Ari Sativanto Arizal Arizal Arizal Arizal Astuti, Nanda Widia Awaluddin Setya Aji Awaluddin Setya Aji Bagiyo Condro Purnomo Bambang Pujiarto Budi Waluyo Budi Waluyo Chandra, Nedy Charly Billy Talarima Chrisna Bagus Edhita Praja Chrisna Bagus Edhita Praja Daffa Adi Praditama Daffa Adi Praditama Didin Saepudin Diesyana Ajeng Pramesti Doddy Ardjono Doddy Ardjono Eko Muh Widodo Eko Muh Widodo Enty Nur Hayati Eny Boedi Oerbawati Eny Boedi Orbawati Fadhilla, Nida Muna Fika Agus Tina Fitri Kurnia Rahim Fitria Hidayati, Fitria Fungky Dyan Pertiwi Hakim, Hary Abdul Hary Abdul Hakim Heni Setyowati Esti Rahayu Heniyatun Hidayat, Imron Wahyu Hidayat, Rafli Ilham Habibi, Ilham Imron Rosyidi Imron Rosyidi, Imron Iqbal Ramadhan, Iqbal Jefri Permadi Kanthi Pamungkas Sari Kanthi Pamungkas Sari Karina Mariz Kartika Wijayanti Kolakoti, Aditya Kusuma, Novi M Imron Rosyidi M. Imron Rosyidi Marcin Noga Marlina Kurnia Mayang Aprelia Meita Veruswati Ming-Hsi, Sung Moehamad Aman Muh Widodo, Eko Muhammad Prasetyo Wicaksono Muhammad Prasetyo Wicaksono Muhammad Rajif Ghany Mujafar, Achmat Muji Setiyo Muji Setiyo Mukhtar Hanafi Nanda Ferdiansyah Naura Nazihah Nazihah, Naura Nia Kurniati Bachtiar Ningsih, Rochiyati Murni Noto Widodo Noto Widodo Nugroho Agung Prabowo Nur Kholis Nurhidayat, Linggarjati Rudyan Nurhidayat, Linggarjati Rudyan Oesman Raliby Oesman Raliby Oesman Raliby Oesman Raliby Oesman Raliby Oesman Raliby Al Manan Oesman Raliby Al Manan Prasetyo, Ilham Adi Puji Sulistyaningsih Purnomo, Tuessi Ari Putri Rayhandita Rezqi Maulana Akhsan Rifa’i, Affan Rifky Ismail Rochiyati Murniningsih, Rochiyati Rochman, Muhamad Latifur Rohmah, Rosyida Izzati Rozi Rahmansyah Riyan Purfita Saifudin Saifudin Satria Nugraha, Yogi Setyabudi, Agung Sigit Prabowo Sigit Sulistio, Tri Silvia, Dinda Siswanto Siswanto Siti Noor khikmah Sumarno Adi Subrata Suroto Munahar Syafadi, Kusumaatma Syafitri, Mellanda Ayu Tri Anggoro Istianto Tsabita, Azza Salma Utami, Mita Veni Soraya Dewi Wachiddin, Wachiddin Yogi Satria Nugraha Yun Arifatul Fatimah Zhawung Dio Saputra Zulfikar Bagus Pambuko