Claim Missing Document
Check
Articles

Upaya Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Mengimplementasikan Pendidikan Akhlak Bagi Generasi Z Rukhuddin Maulana Fakhrur Rizal; Rosichin Mansur; Khoirul Asfiyak
VICRATINA Vol 4, No 6 (2019)
Publisher : Vicratina : Jurnal Ilmiah Keagamaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.503 KB)

Abstract

This study aims to: 1) Describe the moral picture of students in Mts Hasyim Asyari Kota Batu; 2) What are the factors that support and hinder the implementation of moral education in Mts Hasyim Asyari Kota Batu; 3) What is the effort of Islamic religious education teachers in implementing moral education for generation Z in the Mts Hasyim Asyari Kota batu. This research was carried out because it was sad to see the morals of the generation born where the technology was advanced because they had been affected by the negative effects of the development of the era. The results of this study indicate that: 1) Most children in the past in terms of behavior or behavior to the teacher is still fairly good. Because the teaching methods provided by teachers or old-age parents are more disciplined especially in terms of educating. Another case in the current generation of children, they seem like spoiled and complacent by the rapid development of the times. Where technology has developed rapidly and some parents sometimes give less attention to their children because they may be too busy at their respective jobs. From this lack of attention and control of parents to children, this usually causes the current generation to be less good. 2) Supporting factors in the implementation of moral education in Mts Hasyim Asyari Kota Batu, Mrs. Khamida explained that the success of an institution is not supported by one side only. This means that the success of an institution in supporting the implementation of moral education can be assessed not only from the success of a teacher in pursuing moral education alone, but also the success of parents as a more important role in forming student behavior in the family environment. In the formation of morals, more precisely done since as early as possible so that the application of moral education can run well and later the child can have akhlakul karimah as expected. 3) Even though the teacher has tried his best so that the implementation of moral education can run well, it would be better here that the role of parents as their child educators in the family sphere must also try to support so that the implementation of moral education for their children can run well and is expected a child can be a person of moral character as expected.
Pelatihan Merancang dan Mengembangkan Mulitimedia Pembelajaran Interaktif untuk Guru di SD Negeri Bajangan Kabupaten Pasuruan Arief Ardiansyah; Khoirul Asfiyak
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 13, No 3 (2022): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v13i3.5781

Abstract

Media pembelajaran merupakan komponen utama dari kegiatan pembelajaran di kelas. Salah satu format media pembelajaran yang sering digunakan adalah berformat multimedia. Multimedia pembelajaran telah banyak digunakan sebagai media pembelajaran di kelas. Keefektifannya dalam meningkatkan hasil belajar siswa juga terbukti di berbagai literatur-literatur penelitian. Akan tetapi, masih banyak di berbagai sekolah yang belum mampu mengembangkan dan menerapkan pembelajaran berbasis multimedia tersebut. Alasannya karena kurangnya pengetahuan dan keterampilan guru dalam mengembangkannya, tidak tersedianya sarana untuk menerapkannya, dan tidak adanya pelatihan-pelatihan yang khusus untuk melatih pengembangan multimedia pembelajaran. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pelatihan merancang dan mengembangkan multimedia pembelajaran interaktif untuk guru di SD Negeri Bajangan Kabupaten Pasuruan. Pelatihan ini diikuti oleh sebelas orang guru. Hasil akhir dari pelatihan adalah multimedia pembelajaran interaktif yang dikembangkan oleh guru. Pada akhir kegiatan, pengabdi memberikan kuesioner untuk mengetahui tingkat kepuasan para guru selama mengikuti kegiatan. Secara keseluruhan, guru merasa puas terhadap kegiatan pelatihan yang diadakan.
Pelatihan Merancang dan Mengembangkan Multimedia Pembelajaran untuk Guru di SD Negeri Bajangan Kabupaten Pasuruan Ardiansyah, Arief; Asfiyak, Khoirul
Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement Vol 1 No 2 (2020): Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement
Publisher : LP2M INSURI Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/amalee.v1i2.368

Abstract

Multimedia learning has been widely used as a medium of learning in the classroom as its effectiveness in improving student learning outcomes. However, there are still many schools unable to develop and implement it, due to the lack of knowledge and skills of teachers in developing it, the unavailability of means to implement it, and the absence of special training to develop it. This program aims to provide training in designing and developing interactive learning multimedia for teachers at Bajangan Elementary School, Pasuruan Regency. Using the guided tutorial method which is directly guided by an expert trainer, found that the final result of the training is that the teachers are able to develop multimedia interactive learning independently in accordance with the characteristics of their field of study. The evaluation process, by visiting the school one week after the training activities and by looking at multimedia learning programs, shows that the program has been successfully developed by the teachers. Keywords: development, instructional multimedia, teacher, training. Abstrak Pembelajaran multimedia telah banyak digunakan sebagai media pembelajaran di kelas karena efektivitasnya dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Namun, masih banyak sekolah yang tidak dapat mengembangkan dan mengimplementasikannya, karena kurangnya pengetahuan dan keterampilan guru, tidak tersedianya sarana, dan tidak adanya pelatihan khusus untuk mengembangkannya. Program ini bertujuan untuk memberikan pelatihan dalam merancang dan mengembangkan multimedia pembelajaran interaktif untuk para guru di Sekolah Dasar Bajangan, Kabupaten Pasuruan. Menggunakan metode tutorial terbimbing yang dipandu langsung oleh pelatih ahli, didapati bahwa melalui pelatihan ini para guru dapat mengembangkan pembelajaran interaktif multimedia secara mandiri sesuai dengan karakteristik bidang studi mereka. Proses evaluasi, dengan mengunjungi sekolah satu minggu setelah kegiatan pelatihan dan dengan melihat program pembelajaran multimedia, menunjukkan bahwa program tersebut telah berhasil dikembangkan oleh para guru. Kata Kunci: guru, multimedia pembelajaran, pelatihan, pengembangan.
JARH WA TA’DIL : SEBUAH PEMODELAN TEORI KRITIK PERIWAYATAN HADIS NABAWI Khoirul Asfiyak
JAS : Jurnal Ahwal Syakhshiyyah Vol 1 No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Ahwal Syakhshiyyah (JAS)
Publisher : Fakultas Agama Islam UNISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jas.v1i1.2701

Abstract

Sejak awal kemunculannya ilmu Jarh wa Ta’dilini melahirkan banyak gugatan di kalangan ulamaterutama menyangkut aspek metodologisnya hingga  aspek etika moral, termasuk dasar legalitas kritik secara syar’iy.Praktek tajrih dan ta’dil ini sering memunculkan fenomena perbedaan penilaian di kalanganahli kritik hadis. Betapapun para ulama telah menyusun kaidah atau teori khusus untuk menyelesaikan setiap perbedaan penilaian, namun tetap menyisakan persoalan besar dalam proses penilaian kredibilitas perawi. Hal-hal itulah yang dikaji dalam tulisan ini. Sejatinya penelitian ini termasuk jenis penelitian metode kajian dengan menggunakan pendekatan penelitian kualitatif yang teknik analisis datanya meminjam teori Analisis Isi. Sehingga persoalan yang menjadi core tulisan ini akan dianalisis berdasarkan prosedur baku yang terdapat dalam teknik Analisis Isi.Kesimpulan akhir dari kajian ini adalah ilmu jarh Wa Ta’dil ini merupakansebuah upaya metodologis kritik yang paling orisinil dan genuine yang pernah dilahirkan oleh ilmuwan muslim pada generasi awal Islam. Sekalipun sempat menjadi keberatan sebagian ulama dilihat dariaspek metodologis hingga pada aspek etika moral,namun pada akhirnya dasar legalitas kegiatan kritik pada kepribadian seorang perawi ini bisa dijawab secara tuntas oleh para muhaddisin.Hal ini didukung oleh seperangkat bukti pembenar baik berupa tradisi yang berasal dari Rasulullah atau dasar wahyu ataupun mencontoh preseden yang ditinggalkan oleh para shahabat.Betapapun penilaian ilmu Jarh Wa Ta’dil ini seringkali memuncukan fenomena perbedaan penilaian antar ulama Ahli kritik hadis, namun para muhaddisin ahli kritik hadis sudah membekali dirinya dengan seperangkat piranti metodologis untuk menyelesaikan setiap perbedaan pendapat yang mengemuka. Sehingga pada akhirnya ilmu Jarh Wa Ta’dil ini memiliki tempat tersendiri dalam khazanah keilmuan Islam dan menjadi metode verifikasi hadis paling handal dalam memilah dan memilih sebuah riwayat bisa dinyatakan valid ataukah tidak.  Kata kunci:Jarh wa Ta’dil, Teori kritik, Hadis Nabawi.
MEMELIHARA TURATS FIQH ISLAM DI DUNIA PESANTREN (MERAMBAH FIQH LOKAL-TRADISIONAL MENUJU HUKUM ISLAM YANG UNIVERSAL) Khoirul Asfiyak
JAS : Jurnal Ahwal Syakhshiyyah Vol 1 No 2 (2019): Jurnal Ilmiah Ahwal Syakhshiyyah (JAS)
Publisher : Fakultas Agama Islam UNISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jas.v1i2.4911

Abstract

Artikel ini secara garis besarnya membahas pertama, tentang perubahan paradigma lembaga pesantren dari lembaga tradisional menjadi lembaga yang open-minded terhadap perubahan global di sekitarnya, kedua, upaya pesantren dalam menginternalisasi nilai-nilai syariah sebagai modal awal bagi perubahan paradigma itu menuju perubahan yang lebih baik lagi dan ketiga, upaya pesantren mendiagnosa beragam tantangan pengembangan kajian fiqhiyah di era virtual ini. Ketiga persoalan itu muncul sebagai akibat upaya otokritik terhadap dunia pesantren yang sudah memiliki usia yang tua dalam perannya memajukan kajian keagamaan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat namun peran dan kontribusinya masih belum maksimal. Penelitian ini termasuk penelitian metode kajian atau yang biasa dikenal sebagai penelitian library research yang lebih mengedepankan kajian berupa gagasan konseptual daripada mengamati gejala-gejala yang muncul di kehidupan nyata. Oleh karena penelitian ini berupa kajian pada gagasan konseptual, maka persoalan akan didekati lewat serangkaian analisis logis dan argumentatif dengan pendekatan analisis isi. Kesimpulan dari kajian ini menunjukkan bahwa pesantren sudah mulai menggeliat dari keterpurukannya mengkaji tema-tema tradisional menuju pada gagasan-gagasan baru yang lebih aktual, selian itu pesantren juga sudah mulai mengenali beragam potensi dirinya untuk menjawab beragam tantangan kontemporer yang terjadi di era revolusi 4.0 ini. Kata kunci: Fiqh Islam, Dunia Pesantren,Hukum Islam Universal.
IKHTILAF al-FUQAHA : STUDI TENTANG AKAR PERBEDAAN PEMIKIRAN HUKUM ISLAM khoirul asfiyak
JAS : Jurnal Ahwal Syakhshiyyah Vol 2 No 1 (2020): Jurnal Ilmiah Ahwal Syakhshiyyah (JAS)
Publisher : Fakultas Agama Islam UNISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jas.v2i1.6822

Abstract

Sejarah Islam telah mewariskan sebuah peninggalan khasanah intelektual yang teramat berharga, yaitu pemikiran fiqh yang sangat kaya akan sentuhan filosofis dan hikmah kesyariahan. Para ulama telah dengan sangat produktif menuliskan gagasan intelektualnya di seputar pemikiran hukum (legal opinion) pada awal-awal puncak gemilang peradaban Islam abad 2 – 3 Hijriyah. Oleh karena sangat produktifnya para ulama masa itu dalam upaya memahami pesan-pesan Syari’ yang termuat dalam al qur’an maupun al-Hadis, imbasnya umat sekarangpun mewarisi pula sejumlah perbedaan pendapat yang dihasilkan dari dialektika hukum Islam yang terjadi kala itu. Sehingga umat merasa inferior untuk bisa bersatu pendapat dalam platform yang sama atau dalam menemukan kalimatun sawa yang mampu mengikis sekecil apapun bentuk dan ragam varian perbedaan pendapat tersebut. Dari titik inilah tulisan ini akan disajikan. Di sisi lain, sejatinya penelitian ini termasuk jenis penelitian metode kajian dengan menggunakan pendekatan penelitian kualitatif yang teknik analisis datanya meminjam teori Analisis Isi. Sehingga persoalan yang menjadi core tulisan ini akan dianalisis berdasarkan prosedur baku yang terdapat dalam teknik Analisis Isi. Kesimpulan akhir dari kajian ini adalah bahwa terdapat beragam akar perbedaan pendapat di antara para ulama itu terutama sekali hal itu disebabkan oleh : Perbedaan pendapat yang diakibatkan oleh eksistensi Nash, Perbedaan pendapat akibat penggunaan qaidah ushuliyah maupun qaidah fiqhiyyah, perbedaan daya intelektualitas masing-masing ulama, dan Perbedaan metode istinbathiyah dalam menginstinbathkan hukum.
PRAKTEK SIDANG CEPAT DI LUAR ATURAN HUKUM ACARA PERDATA DEMI EFISIENSI PENYELESAIAN PERKARA DI PENGADILAN AGAMA KOTA MALANG zainul majdi; Khoirul Asfiyak; Moh. Muslim
JAS : Jurnal Ahwal Syakhshiyyah Vol 2 No 2 (2020): Jurnal Ilmiah Ahwal Syakhshiyyah (JAS)
Publisher : Fakultas Agama Islam UNISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jas.v2i2.8712

Abstract

Background: the Religius courts of Malang city is a Judicial Instution that intended for Muslims in seeking justice because Malang Including areas with high cases than that was the background of rapid trial in addition it is also influenced by deficiencies related to limited courtroom and a small number of judges and in the trial practice there is something new, namely the trial process by examining two direct witnesses without being summoned one by one and related to the legal status of the decision in a speedy hearing, it is valid and legally binding. Methods: In this study using descriptive research with qualitative methods that are more inclined to the analysis. The data collection process was carried out in several ways, namely by Interviewing, Documentation and Observation with 4 research subjects. Results: The results of the study showed that there was a fast trial practice in the Malang Religious Court related to the background, practice and legal status of the verdict in the trial with the fast system. Conclusions: the conclusions include the reasons behind the quick trial, their practice and the legal status of the decisions in them.Keywords: Background, Practice, Legal Status of the Verdict in a quick trial
MENELISIK AKAR PENYEBAB KEKERASAN GENDER PADA MASYARAKAT PETANI PELADANG KECAMATAN GEDANGAN KABUPATEN MALANG Khoirul Asfiyak
JAS : Jurnal Ahwal Syakhshiyyah Vol 3 No 1 (2021): Jurnal Ilmiah Ahwal Syakhshiyyah (JAS)
Publisher : Fakultas Agama Islam UNISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jas.v3i1.11046

Abstract

Gender-based violence often occurs in social life both in urban areas and in rural areas. The government has been trying to reduce the rate of this gender based crime. However, incidents like this have always been repeated in various places in Indonesia. In Malang regency, gender-based violence often occurs with all the contributing factors. This incident is interesting to study, especially in relation to the factors behind the incident and various forms of gender violence experienced by women in Malang regency. In order to answer these questions, this research was constructed using a descriptive qualitative approach. Research data obtained from the results of field studies or observations, interviews and documentation studies. The research data were condensed as suggested by Miles, Hubberman and Saldana to obtain maximum validity of meaning. The results of the study present data that the factors causing gender-based violence in Malang district are: Factors of Lack of Fulfillment of the Family Economy, Suspicion of Infidelity, Village Community Traditions for Early Marriage, Gender Bias Opinion or Interpretation of Religion and Misogyny Culture in Village Communities, The forms of gender violence that often occur in Malang Regency society are physical, symbolic, domestic, public and economic violence
STUDI NETNOGRAFI TENTANG GANGGUAN GAMOPHOBIA PADA DIABETISI TIPE-2 DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM Khoirul Asfiyak
JAS : Jurnal Ahwal Syakhshiyyah Vol 4 No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Ahwal Syakhshiyyah (JAS)
Publisher : Fakultas Agama Islam UNISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jas.v4i1.15722

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang gangguan gamophobia pada penyandang diabetes tipe-2 terutama berkaitan dengan faktor penyebab munculnya gamophobia dan pandangan hukum Islam mengenai fenomena gamophobia. Penelitian tentang gamophobia di Indonesia sangat sedikit dan belum ada satupun yang membahas keterkaitan antara gamophobia dengan diabetisi tipe-2.  Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan memanfaatkan metode netnografi  yang locus penelitiannya adalah medsos berplatform grup facebook khusus membahas diabetes dan permasalahannya.  Hasil penelitian menyimpulkan bahwa kondisi kesehatan dan psikologis para diabetsisi tipe-2 yang mengalami gangguan gamophobia tidak terkontrol dan mengalami depresi. Faktor penyebab gangguan gamophobia diabetisi tipe-2 adalah ketakutan tidak bisa menjalankan fungsinya dengan baik sebagai suami dan kepala keluarga karena didera ketakutan penyakitnya semakin parah dan berujung komplikasi. Pada akhirnya Islam membolehkan seseorang menunda perkawinan dikarenakan adanya faktor penghambat untuk melaksanakan perkawinannya itu
THE EXISTENCE AND PROBLEMATICS OF ISLAMIC LAW POST-PANDEMI COVID-19 Khoirul Asfiyak
JAS : Jurnal Ahwal Syakhshiyyah Vol 4 No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Ahwal Syakhshiyyah (JAS)
Publisher : Fakultas Agama Islam UNISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jas.v4i2.18921

Abstract

The purpose of this paper is to describe the epistemological approach used in the Fiqh Pandemic format, and examine the features of Islamic law and mapping the problems that will be faced by Islamic law in the post-pandemic co-19 period. Research in this context has not been carried out by many Muslim scholars in Indonesia. Therefore, this paper is very feasible as an initial stage in initiating the theory of pandemic fiqh. This research method is part of what is called library research in which the data sources are obtained from books, articles and other sources. The results of the study conclude that the epistemological approach that can be used in the idea of ​​forming pandemic fiqh is to rely on reading normative texts that are relevant to the concept of emergency conditions and the use of several fiqhiyah qaidah which are also related to emergency conditions. As well as combined with modern legal theory developed by Western thinkers. Meanwhile, the problems faced by Islamic law after the Covid-19 pandemic are various challenges regarding contemporary social problems, contemporary and adaptive alternative epistemological ideas, provision of human resources (mujtahid or ijtihad expert scholars), implementation of maqashid al sharia, formulation of buildings pandemic fiqh and thematic fiqh formulation. Keywords: Problems, Islamic Law, Fiqh Pandemic   EKSISTENSI DAN PROBLEMATIKA HUKUM ISLAM (FIQH AL JA’IHAH) POST-PANDEMI COVID-19 Abstrak Tujuan dari tulisan ini adalah untuk mendeskripsikan pendekatan epistemologis yang digunakan dalam format Fiqh Pandemi, dan mengkaji keistimewaan hukum Islam dan pemetaan masalah-masalah yang akan dihadapi oleh hukum Islam pada masa post-pandemi covid-19. Penelitian dalam konteks ini belum banyak dilakukan oleh sarjana muslim di Indonesia. Oleh karena itu tulisan ini sangat layak dilakukan sebagai tahap awal dalam menggagas teori fiqh pandemi. Metode penelitian ini adalah bagian dari apa yang disebut sebagai penelitian kepustakaan yang sumber data nya diperoleh dari buku, artikel dan sumber-sumber lainnya. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa pendekatan epistemologis yang bisa digunakan pada gagasan pembentukan fiqh pandemi adalah bersandar pada pembacaan pada teks-teks normatif yang relevan dengan konsep kondisi dharurat dan pemanfaatan beberapa qaidah fiqhiyah yang juga berkaitan dengan kondisi dharurat. Serta dikombinasi dengan teori hukum modern yang dikembangkan oleh pemikir Barat. Sedangkan problem-problem yang dihadapi hukum Islam pasca pandemi covid-19 adalah beragam tantangan mengenai problem sosial yang bersifat kontemporer, gagasan epistemologi alternatif yang bersifat kontemporer dan adaptatif, penyediaan sumberdaya manusia (mujtahid atau ulama ahli ijtihad), implementasi maqashid al syariah, perumusan bangunan fiqh pandemi dan perumusan fiqh tematik. Kata kunci: Problematika, Hukum Islam,  Fiqh Pandemi
Co-Authors Abd Razaq An-nafa`i Abdul Qadir Assagaf Abdul Rahman Haq al Alif Ach. Faisol Adi Sudrajat Ahmad Mudzakkir Ainus Said Alfian Wahyudi Ali Akbar Ruhullah Muhammadi Anggraheni, Ika Annisaa Ningrum Abdillah Anwar Sa'dullah Anwar Sa’dullah Anwar Sa’dullah Arief Ardiansyah Ayuni Lestari, Niken Azhar Haq Bahroin Budiya Baiq Wahdaniyah Binti Khoirun Ni'mah Binti Nur Aini Chalimatus Sa’dijah Dendi Kuswanto Dwi Ari Kurniawati Dwi Wasilah Wati Dzulfikar Rodafi Eko Nasrulloh Eriskha Nur Subihatin Nisa’ Ertanti, Devi Wahyu Faisol Amin Fakhrudin, Syafrizal Faridatus Sa’adah Faridatus Sa’adah Fathurrahman Alfa Fita Mustafida Ghea Lintang Amour Vanryan Hanum Farahdiva Harun Albaritsi Hilda Ulil Aidiyah Muhid Humaidi Humaidi Ibnu Jazari Ika Ratih Sulistiani Imam Safi’i Indah Savira Dorojatul Hikmah Indhra Musthofa Ismail S. Arsyad Iswawan Sulaiman Jazari Kafihatul Jalaliyah Lailatil Faiqoh Lailiyatur Rohmah Lintang Yahya Liyatus Zahroh Lutfia Sefta Bramastia M Badrun Tamam M. Anwar Fuadi M. Faqih Mardhiah Abidahtus Farida Mar’atus Sholikah Mas Imam Roji Ma’rufa, Hanif Meylinda Rosyidah Moch Eko Nasrulloh Moh Murtadho Moh. Muslim Muh. Imam Mutaqin Muhammad Amrul Afifi Muhammad Firdausi Muhammad Hanief Muhammad Jefri Muhammad Mualimur Rifqi Muhammad Nafis Muhammad Sahlan Alhanani Hamid Muhammad Sulistiono Muslim, Moh Mutiara Sari Dewi Mutoharoh Mutoharoh Nabila Maya Dalillah Nova Elda Nur Hasan Nurfatah Zulmi Arif Rahman Nuril Khausumah Nursya’baniyah Nurdin Nurul Fidiyanti Nurul Hidayati Nurul Izza Husain Nuuril Huda Afrina Putri Wahyuni Rachmad Arif Ma’ruf Rina Husnul Qotimah Riyadu Sholikhah Rosichin Mansur Rukhuddin Maulana Fakhrur Rizal Shahila Nur Azizah Shinta Margaretta Shofiatul Jannah Sinta Dewi Nur Aviva Siti Masruchah Siti Sa’adatul Kutsiyah Sofiatul Mukarromah Syahrul Permana Syaiful Hidayat Syella Noverawati KS Wahyudi Setiawan Wirdatul Istiqomah Wulan Nur Diana Yorita Febry Lismanda Yuli Fitriani Yulia Kristanti Yuliatiningsih Yuliatiningsih Zahrah Salsabila zainul majdi Zuhkhriyan Zakaria