Claim Missing Document
Check
Articles

PERBANDINGAN NILAI KUAT TARIK LANGSUNG DAN TIDAK LANGSUNG PADA BETON YANG MENGGUNAKAN FLY ASH Kosakoy, Merry N. M.; Wallah, Steenie E.; Pandaleke, Ronny
JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 7 (2017): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton dapat didefinisikan sebagai bahan bangunan dan konstruksi yang sifat-sifatnya dapat ditentukan terlebih dahulu dengan mengadakan perencanaan dan pengawasan yang teliti terhadap bahan-bahan yang dipilih. Kuat tarik beton bervariasi antara 9% sampai 15% dari kuat tekannya, Kuat tarik merupakan sifat penting yang mempengaruhi ukuran beton dan seberapa besar retak yang terjadi. Selain itu, kuat tarik dari batang beton diketahui selalu akan mengurangi jumlah lendutan.Pengujian kuat tarik beton dapat dilakukan dengan tiga cara, pertama uji tarik langsung dimana sebuah batang beton diberi gaya aksial tarik sampai batang beton runtuh, cara yang kedua dikenal dengan istilah tarik Brazilien, yaitu pembelahan silinder oleh suatu desakan kearah diameternya untuk mendapatkan apa yang disebut kuat tarik belah,cara yang ketiga ialah melalui percobaan lentur yang paling sering digunakan dalam menentukan kekuatan tarik beton dimana beban diterapkan yang selanjutnya dapat dihitung dengan rumus balok biasa. Komposisi campuran ditambahkan  Abu terbang (Fly Ash) sebesar 15% dari berat semen. Dari hasil penelitian dihasilkan beton dengan berat volume 2517 kg/m³ dan dapat diklasifikasikan dalam jenis beton normal, dari penelitian didapat kuat tekan beton 41.28 MPa, dengan kuat tarik langsung 3.15 MPa, kuat tarik belah 3.67 MPa, dan kuat tarik lentur 7.30 MPa. Kata kunci : tarik langsung, tarik tidak langsung, Fly Ash.
PERENCANAAN GEDUNG TRAINING CENTER KONSTRUKSI BETON BERTULANG 4 LANTAI DI KOTA MANADO Laily, Rivaldo; Sumajouw, Marthin D. J.; Wallah, Steenie E.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 9 (2019): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perencanaan struktur bangunan tahan gempa sangat penting di Indonesia. Terlebih khusus juga di daerah yang mempunyai tingkat resiko kegempaan yang tinggi. Jika terjadi bencana alam seperti gempa yang merupakan salah satu beban lateral, maka struktur di atasnya akan mengalami pergerakan secara vertikal maupun secara lateral. Pergerakan vertikal relatif kecil pada umumnya, sedangkan pergerakan lateral akan memberikan beban lateral kepada struktur yang dapat menyebabkan struktur runtuh. Sehingga, perencanaan bangunan Training Center ini  akan direncanakan komponen struktur gedung beton bertulang yang tahan gempa dengan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) dan juga direncanakan model struktur gedung beton bertulang sesuai dengan peraturan SNI yang berlaku.Struktur gedung yang akan direncanakan memiliki 4 lantai, dengan panjang bangunan 50,4 m, lebar 14 m, tinggi 14,4 m dan letaknya berada di kota Manado. Komponen struktur atas (upper structure) yang akan direncanakan yaitu balok, kolom, pelat dan untuk komponen struktur bawah (lower structure) yang akan direncanakan yaitu pondasi. Beban yang akan dihitung dalam perencanaan bangunan ini yaitu beban mati, beban hidup, dan juga beban gempa. Perhitungan beban mati dan beban hidup mengikuti persyaratan dari SNI 1727-2013. Beban gempa akan dianalisis secara statik dan dinamis dan mengikuti persyaratan dari SNI 1726-2012. Pemodelan dan analisis struktur akan memakai program ETABS dengan pemodelan 3D.Berdasarkan hasil analisa dan desain yang telah dilakukan, “strong column weak beam” telah bekerja menyebar di sebagian besar lantai. Komponen struktur dengan penulangannya dapat menahan gaya lentur dan gaya geser yang bekerja pada penampang, dan telah mengikuti persyaratan pendetailan dalam SRPMK untuk mendapatkan struktur yang bersifat daktail. Sehingga untuk persyaratan perencanaan bangunan menggunakan sistem rangka pemikul momen khusus telah terpenuhi.Kata kunci : Perencanaan Bangunan, Beton Bertulang, SRPMK, ETABS.
PERILAKU MEKANIS HIGH STRENGTH SELF COMPACTING CONCRETE DENGAN PENAMBAHAN ADMIXTURE “BETON MIX” TERHADAP KUAT TARIK LENTUR Miza, Sisilia Dwi Sartika; Wallah, Steenie E.; Mondoringin, Mielke R. I. A. J.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 11 (2019): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

High Strength Self Compacting Concrete (HSSCC) merupakan salah satu alternatif untuk mengatasi masalah-masalah yang sering terjadi dalam pembangunan konstruksi beton. Pemadatan dengan mengguanakan ­alat penggetar (vibrator) pada struktur dengan tulangan yang rapat, seringkali mengalami masalah karna beton tidak dapat mengalir dengan baik. Pemadatan yang tidak baik menghasilkan pula beton yang tidak bagus mutunya. HSSCC yang merupakan beton yang dapat memadat sendiri dan bermutu tinggi yang memiliki kemampuan mengisi ruang, melewati tulangan yang rapat dan memiliki workabilitas yang baik. Agar dapat mengalir dengan baik, HSSCC diberikan bahan tambahan admixture superplasticizer. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku mekanis HSSCC dengan penambahan admixture superplasticizer beton mix, yang meliputi  kuat tekan, kuat tarik lentur, slump flow, l-shaped box test dan v-funnel. Komposisi yang digunakan didapatkan dengan trial mix. Hasil uji kuat tekan yang didapat pada umur 28 hari pada persentase 0% adalah 57,62 MPa, persentase 1,5% yaitu 47,18 MPa, persentase 1,6% yaitu 51,95 MPa dan persentase 1,7% yaitu 49,12 MPa. Uji kuat tarik lentur terbesar dengan umur 28 hari didapatkan pada persentase beton mix 1,7% dengan nilai 7,71 MPa.  Kata Kunci: HSSCC, Superplasticizer, Slump Flow, L-Shaped Box, V-Funnel
RESPON DINAMIS BANGUNAN BERTINGKAT BANYAK DENGAN VARIASI TATA LETAK OUTRIGGER Pesik, Estty Rodianti; Wallah, Steenie E.; Handono, Banu Dwi
JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 3 (2018): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berbagai sistem desain dan metode perencanaan telah dikembangkan untuk meningkatkan kekakuan lateral dalam menahan beban gempa pada bangunan tingkat tinggi seperti, moment resisting frames, shear wall-frame systems, core and outrigger systems, framed-tubes, tube-in-tube, bundled tubes, truss tubes without interior columns, modular tubes. Dalam sistem-sistem tersebut dipilih core and outrigger systems, karena sistem ini dianggap paling efektif digunakan untuk bangunan dengan ketinggian 40 lantai dibandingkan dengan sistem yang hanya menggunakan core atau shear wall-frame system.Pemodelan dimensi bangunan berupa struktur beton bertulang dengan denah 49 m x 49 m, struktur 40 tingkat dengan tinggi 3 meter untuk tiap tingkatnya. Elemen struktur: balok 45 cm x 75 cm, kolom lt. 1-10, 120 cm x 120 cm, kolom lt. 11-20, 110 cm x 110 cm, kolom lt. 21-30, 100 cm x 100 cm, kolom lt. 31-40, 90 cm x 90 cm, tebal pelat 17 cm, tebal core wall 50 cm, outrigger menggunakan profil baja H-Beam 350 mm x 350 mm. Struktur dianalisis dengan pembebanan gempa dinamis menggunakan Response Spektrum dan gempa statis menggunakan Equivalent Static Load. Struktur dianalisa secara tiga dimensi menggunakan software ETABS.Dari penelitian ini dihasilkan penempatan outrigger yang berkontribusi besar terhadap pengurangan simpangan yaitu pada ½ dan ¾ dari tinggi bangunan. Dimana lokasi tersebut mampu mereduksi simpangan sebesar 12,27% untuk gempa dinamis. Kata kunci: bangunan tingkat tinggi, outrigger, beban gempa, simpangan, ETABS.
MODULUS ELASTISITAS BETON GEOPOLYMER BERBASIS FLY ASH DARI PLTU AMURANG Soentpiet, Bill Johan; Wallah, Steenie E.; Manalip, H.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 7 (2018): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton adalah material konstruksi yang umum digunakan untuk saat ini. Beton merupakan hasil pencampuran dari air, semen, agregat halus, agregat kasar, serta bahan tambahan lainnya. Namun saat ini, dampak dari produksi semen pada  lingkungan sudah cukup mengkhawatirkan karena dapat meningkatkan kadar karbon dioksida di atmosfer. Untuk itulah dilakukan riset-riset demi meminimalisir penggunaan semen pada beton. Salah satu riset terbaru adalah mengenai beton geopolymer, yakni beton tanpa menggunakan semen. Sebagai gantinya, digunakan fly ash atau abu terbang, yang merupakan sisa pembakaran batu bara pada pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Dalam Penelitian ini, dilakukan pengujian modulus elastisitas dari beton geopolymer dengan fly ash yang berasal dari PLTU Amurang untuk mendapatkan gambaran yang baik mengenai karakteristik tersebut. Hasil penelitian menunjukkan nilai modulus elastisitas beton geopolymer yang didapat dari pengujian laboratorium secara signifikan lebih rendah daripada nilai modulus elastisitas yang didapat dari pendekatan rumus SNI, Sehingga modifikasi rumus SNI dilakukan untuk mendekati nilai hasil pengujian dari laboratorium. Rumus modifikasinya adalah  untuk umur 7 hari,  untuk umur 28 hari. Jika memperhitungkan berat volume beton (untuk beton dengan berat volume (wc) antara 1440 dan 2560 kg/m3), maka rumusnya adalah Ec =  untuk umur 7 hari, dan   untuk umur 28 hari. Kata kunci : "Beton Geopolymer", "Modulus Elastisitas"
PENGARUH KECEPATAN PEMBEBANAN DAN DIMENSI BENDA UJI TERHADAP KUAT TEKAN BETON Laheba, Grevardo Febrigiano; Wallah, Steenie E.; Tanudjaja, Hanock; Imbar, Sesty E. J.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 3 (2013): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kekuatan material menjadi tinjauan yang penting karena dibutuhkan pada perencanaan desain struktur. Pengujian laboratorium diperlukan untuk menentukan seberapa besar kekuatan material melalui berbagai metode pengujian. Prinsip pengujian kekuatan adalah pembebanan terhadap sampel benda uji pada skala tertentu di laboratorium untuk mendapatkan kekuatan maksimum. Pengujian dapat dilakukan dalam berbagai kondisi, jenis dan skala, beban maupun benda uji.Pengaruh kecepatan pembebanan terhadap kuat tekan beton untuk beberapa ukuran benda uji diteliti dalam penelitian ini. Kecepatan pembebanan divariasikan dari 10-100 MPa/menit. Pengujian dilakukan menggunakan mesin uji tekan hidraulik dengan kecepatan pembebanan manual. Pengukuran kecepatan pembebanan dengan menggunakan stopwatch dan video recording.Hasil-hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kecepatan tinggi, semakin besar kecepatan pembebanan maka semakin besar pula kuat tekannya. Pada kecepatan pengujian standar (ASTM C39/C39M), pengujian berbagai variasi dimensi ukuran kubus memperlihatkan pengaruh yang kecil terhadap kuat tekan. Selisih kuat tekan antar variasi dimensi benda uji ini semakin meningkat seiring kenaikan kecepatan pembebanan yang diaplikasikan. Terlihat sedikit peningkatan kuat tekan pada kecepatan sangat rendah. Korelasi tersebut mengarah pada kesimpulan tentang adanya suatu “kecepatan transisi” yang merupakan nilai kecepatan pembebanan dimana selisih kuat tekan antar variasi dimensi yang terjadi bernilai minimum.Kata kunci: Dimensi Benda Uji, Kecepatan Pembebanan, Kuat Tekan Beton
PENERAPAN METODE SCHMIDT HAMMER TEST DAN CORE DRILLED TEST UNTUK EVALUASI KUAT TEKAN BETON PADA RUANG IGD RSGM UNSRAT GUNA ALIH FUNGSI BANGUNAN Karundeng, Vilty Stilvan; Wallah, Steenie E.; Pandaleke, Ronny
JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 4 (2015): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Balai pengobatan Rumah Sakit Gigi dan Mulut sebelumnya digunakan sebagai tempat perkuliahan. Gedung perkuliahan ini sudah sangat tua dan tidak memiliki data awal perencanaan. Sesuai dengan PP No.36 tahun 2005 tentang Peraturan Pelaksanaan UU No.28 tahun 2002 mengenai Bangunan Gedung, bahwa setiap bangunan yang beralih fungsi sudah selayaknya untuk dilakukan pemeriksaan dan mendapatkan rekomendasi bahwa gedung yang ada masih layak untuk beroperasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kuat tekan beton dengan menggunakan metode Schmidt Hammer Test pada balok, kolom dan plat serta Core Drilled Test hanya pada plat lantai. Benda uji hasil coring kemudian diuji kuat tekan beton di laboratorium Konstruksi dan Material Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi. Hasil pengujian kuat tekan rata-rata sampel Core Drilled Test pada plat lantai sebesar 24.76 MPa, sedangkan Schmidt Hammer Test pada kolom 25.45 MPa, balok 26.35 MPa dan plat 25.84 MPa dengan koefisien variasi pada kolom 23.82%, balok 16.37 % dan plat 39.60%. Perhitungan 85% dari kuat tekan rata-rata benda uji lebih dari 17 MPa dan memenuhi persyaratan beton struktural. Koefisien variasi hasil pengujian Schmidt Hammer Test > 6% yang menunjukkan tingkat keseragaman yang kurang baik. Hasil pengujian ini dapat dievaluasi berdasarkan peraturan yang ada dan bisa dijadikan data awal untuk evaluasi struktur selanjutnya. Kata kunci : Kuat Tekan, Schmidt Hammer Test, Core Drilled Test.
OPTIMASI TINGGI PEMOTONGAN LUBANG HEKSAGONAL PADA CASTELLATED BEAM Toreh, Sharon Ruth; Wallah, Steenie E.; Dapas, Servie O.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 7 (2015): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Baja banyak digunakan untuk bangunan bertingkat tinggi maupun bangunan yang berbentang lebar. Namun karena harga material baja relatif mahal maka diperlukan upaya untuk dapat memperoleh desain konstruksi baja yang lebih ekonomis dan dapat meminimalisir penggunaan bahan baja tersebut. Adanya teknologi las listrik pada konstruksi baja, memungkinkan untuk pembuatan castellated beam (balok kastela) yang tujuannya meminimalisir penggunaan bahan baja. Castellated beam memiliki karakteristik yang cukup menguntungkan karena dengan lebar profil yang lebih tinggi (dg), menghasilkan momen inersia dan section modulus yang lebih besar sehingga lebih kuat dan kaku bila dibandingkan dengan profil asalnya. Selain itu, mampu memikul momen lebih besar dengan tegangan izin yang lebih kecil. Pada penelitian ini akan dikaji profil castellated beam dengan tumpuan jepit-jepit dengan variasi tinggi pemotongan dengan lebar pemotongan tetap dengan bentang sebesar 8 meter dan beban terpusat berada di tengah bentang sebesar 10 kN. Dari hasil penelitian yang dilakukan, diketahui bahwa terjadi kenaikan nilai tegangan, nilai momen dan nilai geser di sekitar lubang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin besar tinggi pemotongan castellated beam memperbesar kemungkinan terjadinya kegagalan profil pada daerah sekitar lubang khususnya yang terletak dekat perletakan sehingga disarankan untuk menggunakan pengaku disekitar lubang. Kata kunci: balok kastela, momen inersia, section modulus, profil baja, lubang
KUAT TEKAN BETON GEOPOLYMER DENGAN PERAWATAN TEMPERATUR RUANGAN Tambingon, Fiki Riki; Sumajouw, Marthin D. J.; Wallah, Steenie E.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 9 (2018): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton adalah material konstruksi yang sangat populer di kalangan masyarakat. Material beton yang kita kenal memiliki campuran air, semen, agregat kasar, dan agregat halus. Bahan pengikat beton adalah semen. Pada tahun-tahun belakangan ini pemakaian semen di dunia mencapai 2,3 juta ton pertahun itu berarti 2,3 juta ton karbon dioksida telah dilepaskan ke atmosfir hal ini akan berdampak buruk bagi kehidupan manusia yaitu pencemaran lingkungan. Untuk mengurangi pemakaian semen di dunia maka para peneliti ahli bidang konstruksi beton mencari solusi untuk mengurangi penggunaan semen atau tidak memakai semen pada beton. Saat ini para peneliti telah mendapat solusi untuk beton yang tidak memakai semen yaitu beton geopolymer. Beton geopolymer membutuhkan perawatan elevated temperatur suhu tinggi untuk mencapai sifat mekanik yang baik dari beton geopolymer. Di Indonesia pembuatan beton kebanyakan langsung di kerjakan di lapangan untuk itu beton geopolymer masih belum teraplikasikan pembuatannya di lapangan karena kekuatan yang kecil pada suhu ruangan dan belum mempunyai acuan perencanaan sifat mekanik beton, maka perlu menambahkan bahan pozzolan seperti semen untuk mengoptimalkan kekuatan beton geopolymer di temperatur ruangan, jika hal ini berhasil maka penggunaan semen Portland akan berkurang. Pada penelitian ini dilakukan penambahan semen pada beton geopolymer untuk meningkatkan kekuatan beton pada perawatan temperatur ruangan tanpa perawatan pada temperatur tinggi (elevated temperatur). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kuat tekan beton meningkat pada perawatan temperatur ruangan saat penambahan semen yang diuji pada umur 28 hari sebesar 77. 79%. Kekuatannya berkisar 18-20 MPa pada umur 7 hari dan 20-25 MPa pada umur 28 hari. Pada perawatan temperatur tinggi nilai kuat tekan naik secara signifikan, kekuatannya berkisar 38-51 MPa pada umur 7 hari perawatan elevated temperature selama 24 jam pada suhu 90°C. Kata kunci: geopolymer, semen, temperatur ruang, elevated temperatur, kuat tekan
PEMERIKSAAN KUAT TEKAN DAN KUAT TARIK LENTUR BETON SERAT KAWAT BENDRAT YANG DITEKUK DENGAN VARIASI SUDUT BERBEDA Malino, Leonardus; Wallah, Steenie E.; Handono, Banu Dwi
JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 6 (2019): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton merupakan bahan konstruksi yang sering dijumpai pada struktur bangunan. Beton mempunyai kelemahan yaitu mempunyai kuat tarik yang rendah dan bersifat getas. Beberapa peneliti telah melakukan eksperimen dengan menambahkan bahan tambah yang bersifat kimiawi ataupun fisikal pada adukan beton. Salah satu alternatif bahan tambah yang digunakan untuk penelitian ini yang bersifat fisikal adalah Kawat Bendrat. Kawat Bendrat merupakan material terpilih karena disamping mempunyai faktor penguat beton, kawat bendrat juga merupakan bahan yang ekonomis dan mudah diperoleh. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan kawat bendrat yang kedua ujungnya ditekuk dengan variasi sudut berbeda terhadap kuat tekan dan kuat tarik lentur. Panjang Kawat Bendrat yang digunakan adalah 60 mm dan diameter 1 mm. Persentase penambahan serat kawat bendrat kedalam campuran beton adalah 0%, 0.25%, 0.50%, 0.75% dan 1.00% terhadap berat benda uji dengan 3 variasi sudut berbeda (kawat lurus, ditekuk 45o, ditekuk 90o). Dari hasil penelitian, nilai kuat tekan beton dan kuat tarik lentur terbesar didapat pada variasi tekuk dan persentase yang sama yaitu pada variasi tekuk 45o persentase penambahan kawat bendrat 0.50%.  Nilai kuat tekan beton sebesar 28.573 MPa atau mengalami kenaikan kekuatan 2,62% dari beton tanpa tambahan kawat bendrat dan nilai kuat tarik lentur beton sebesar 8,173 MPa atau mengalami kenaikan kekuatan 16.974% dari beton tanpa tambahan kawat bendrat. Kata Kunci: Bahan Tambah, Kawat Bendrat, Kuat Tekan, Kuat Tarik Lentur
Co-Authors Abdul Ahad Ghifar Ente Adrian David Tumelap, Adrian David ADRIANA KARUNDENG Alow, Grace Ruth Andre Kusuma Putra B.V Rangan Banu Dwi Handono, Banu Dwi Berly A. Kalembiro Berny Andreas Engelbert Rumimper Bonny M. M. Ointu Braien Octavianus Majore, Braien Octavianus Chandra Hansun Tanudjaja Christian Eko Wior, Christian Eko Christoffel Tanauma Christy Nathalie Brenda Turambi, Christy Nathalie Brenda Dalo, Yohanes Debrito Diane Sumendap Djwantoro Hardjito Dody M.J. Sumajouw Ellen J. Kumaat Febrianti Kumaseh, Febrianti Femmy Nurul Akbar Feraldy F. X. Wongkar Filia Eunike Sofia Paat Fillino Erwinsyah Franky G. T. Mamuaja Freddy Jansen Gabriel Bridges Rerungan Grevardo Febrigiano Laheba Griebel H. Rompas Gumalang, Stevanny H. Manalip Handy Yohanes Karwur Hanock Tanudjaja Harahap, John. Th. Hendrico J. Waraba Herawaty Riogilang Hieryco Manalip Hizkia Yehezkiel Mamesah Janre Henry Mentang Jorry D. Pangouw Kaat, Brandon Christofer Kembuan, Patricia Khonado, Monica Fransisca Kojongian, Alexandro Mark Kosakoy, Merry N. M. Laily, Rivaldo Lelyani Kin Khosama Lerry M. N. Gerung Liando, Frinsilia Jaglien Lucia Lefrandt Lukar, Stevania Elisabeth Claudia M. J. Paransa Malino, Leonardus Mamesah, Yoshua Immanuel Manalip, H Manossoh, Gevin Brave Marthin D. J. Sumajouw Marthin D. J. Sumajouw Marthin Dody Josias Sumajouw Merry N. M. Kosakoy Mielke R. I. A. J. Mondoringin, Mielke R. I. A. J. Mikael Lumban Batu, Mikael Miza, Sisilia Dwi Sartika Mondoringin, Mielke R. I. A. Muhammad Q. Minabari Nelwan, Intan Tiara Ni Ketut Suputri Novi Angjaya Ondang, Celien Quinli Pandegiroth, Yonathan Papulele, Fernando Willem Gamaliel Pati, Maria Sari Pesik, Estty Rodianti Potalangi, Jessen G. Prijantoro, Johanes P. E. Prins, Muhammad Immalombassi Putra, Riski Yendrawan Reky S. Windah Reky S. Windah Rico Daniel Sumendap, Rico Daniel Ronny E. Pandaleke Ronny E. Pandaleke Ronny Pandaleke Rosie Arizki Intan Sari Ruddy Tenda Rudolvo Wenno Sandea Rerung Sandri Linna Sengkey Sembiring, Andrew Yeheskiel Servie O. Dapas Servie O. Dapas Sesty E. J. Imbar Sharon Ruth Toreh, Sharon Ruth Slat, Ventje Berty Soentpiet, Bill Johan Sondakh, Chichilya S.P. Steven Limbongan, Steven Sumajouw, Angga Josua Sumajouw, M. D.J Sumampouw, Franco Michael Takapente, Giano N. O. Tambingon, Fiki Riki Tampi, Jeanicha Christiani Tandiono, Million Tenda, Rudy Theyni J. Korompis Tjoanto, Roynaldo Vanessa Irena Kullit Vilty Stilvan Karundeng, Vilty Stilvan Wakkary, Satya Eliazer Donatus Winny J. Tamboto Yacob Yonadab Manuhua, Yacob Yonadab Yustina Yuliana Ria Salonde, Yustina Yuliana Ria