Claim Missing Document
Check
Articles

AnalisisPenggunaan Fly Ash Sebagai Filler Pada High Strength Self Compating Concrete Terhadap Kuat Tarik Lentur Ni Ketut Suputri; Steenie E. Wallah; Marthin D. J. Sumajouw
TEKNO Vol. 21 No. 86 (2023): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v21i86.52817

Abstract

High strength self compacting concrete (HSSCC) merupakan campuran beton dengan mutu tinggi yang memiliki kemampuan memadat sendiri tanpa bantuan alat pemadat atau mesin vibrator. Inovasi beton dengan memanfaatkan limbah sebagai filler (bahan pengisi) dapat membantu mengurangi permasalahan lingkungan akibat limbah. Fly ash memiliki kadar bahan semen yang tinggi dan mempunyai sifat pozzolanic, yaitu dapat bereaksi dengan semen saat proses hidrasi dan membentuk senyawa yang bersifat mengikat pada temperatur normal dengan tambahn air. Pada penelitian ini akan dibuat variasi fly ash sebagai filler dengan persentase 0%, 1%, 2%, dan 3%. Serta penggunaan admixture superplasticizer dengan konsentrasi 1,6%. Merujuk pada standarisas, pengujian beton segar meliputi, slump flow, l-shape box, dan v-funnel. Kuatan tekan dan kuat tarik lentur beton telah ditetapkan pada umur beton 28 hari. Nilai kuat tekan maksimum terbesar yang dihasilkan adalah pada variasi persentase 3% yaitu 58,10 Mpa dan nilai kuat tekan dalam variasi 0% yaitu 26,27 MPa, 1% yaitu 44,36 MPa, dan 2% yaitu 52 MPa. Kuat tarik lentur terbesar terdapat pada persentase fly ash 3% yaitu 6,46 MPa. Kata kunci: high strength self compacting concrete, fly ash, filler, slump, kuat tarik lentur
Perencanaan Struktur Beton Bertulang Gedung Hotel 6 Lantai Dengan Denah Berbentuk “L” Muhammad Q. Minabari; Ronny E. Pandaleke; Steenie E. Wallah
TEKNO Vol. 22 No. 87 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i87.53679

Abstract

Dalam merencanakan struktur gedung bertingkat dengan bentuk tidak beraturan, misalnya denah bangunan berbentuk I, U, L, dan sebagainya, dimana bentuk bangunan yang tidak beraturan atau asimetris tersebut memiliki titik berat yang letaknya tidak berada tepat di tengah bangunan, terlebih bangunan berada di wilayah dengan resiko kegempaan yang tinggi, sangat penting untuk dilakukan perencanaan sebaik mungkin dengan memperhitungkan faktor ketahanan gempa. Struktur gedung yang direncanakan adalah struktur beton bertulang dengan denah bangunan berbentuk “L” yang merupakan gedung hotel, terdiri dari 6 lantai kerja, dengan panjang bangunan 34,00 m, lebar 39,00 m, dan tinggi 24,00 m yang terletak di kota Manado, Sulawesi Utara, dengan nilai SDS dan SD1 di kota Manado adalah sebesar 0,748 dan 0,563. Jenis tanah yang dikategorikan berdasarkan hasil sondir tanah adalah jenis tanah sedang, dimana termasuk di dalam kategori desain seisimik “D”, sehingga direncanakan komponen struktur menggunakan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK). Pemodelan dan analisis struktur menggunakan Software. Berdasarkan hasil analisis, desain, dan kontrol terhadap struktur gedung beton bertulang yang mengalami ketidakberaturan struktur telah memenuhi persyaratan. Komponen struktur dengan penulangannya dapat menahan gaya lentur dan gaya geser yang bekerja pada penampang, dan telah mengikuti persyaratan pendetailan dalam SRPMK untuk mendapatkan struktur yang bersifat daktail. Sehingga untuk persyaratan perencanaan bangunan menggunakan sistem rangka pemikul momen khusus telah terpenuhi. Kata kunci: perencanaan struktur, beton bertulang, ketidakberaturan, SRPMK
Respon Dinamis Struktur Gedung 6 Lantai Fakultas Hukum Universitas Sam Ratulangi Manado Akibat Beberapa Percepatan Gempa Franky G. T. Mamuaja; Reky S. Windah; Steenie E. Wallah
TEKNO Vol. 22 No. 88 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i88.56498

Abstract

Perilaku struktur adalah suatu hal yang mengacu pada respons dan interaksi sebuah struktur terhadap beban-beban yang bekerja padanya, seperti gaya gravitasi, beban hidup, dan gempa bumi. Ini mencakup deformasi, perpindahan, dan redistribusi gaya internal dalam struktur saat dipengaruhi oleh beban-beban tersebut. Skripsi ini mempelajari perilaku struktur gedung Fakultas Hukum 6 lantai di Universitas Sam Ratulangi Manado menggunakan beberapa percepatan gempa. Metode analisis dinamik digunakan untuk mengevaluasi respon struktur terhadap gempa bumi. Karena tidak adanya data rekaman percepatan gempa di Kota Manado, digunakanlah data percepatan gempa dari daerah lain yang memiliki karakteristik gempa yang sema jika terjadi gempa di Kota Manado. Data rekaman gempa yang digunakan adalah data gempa Northridge, Landers dan Denali. Hasil analisa dari penelitian ini berupa perbandingan tabel dan grafik Base Shear, Displacement, Velocity dan Acceleration dari beberapa data percepatan gempa yang digunakan. Dari beberapa data gempa yang digunakan, gempa Northridge merupakan gempa yang paling berdampak pada gedung. Hasil analisis diharapkan dapat memberikan wawasan yang berguna dalam perencanaan dan perbaikan struktur bangunan yang lebih tangguh terhadap gempa bumi. Kata kunci: respom dinamik struktur gedung, Fakultas Hukum, Universitas Sam Ratulangi Manado, respons dinamik, percepatan gempa, analisis dinamik, simulasi respons struktural, ketahanan terhadap gempa
Desain Shear Wall Pada Gedung Bertingkat (Studi Kasus Bangunan 6 Lantai Fakultas Hukum Universitas Sam Ratulangi Manado) Feraldy F. X. Wongkar; Reky S. Windah; Steenie E. Wallah
TEKNO Vol. 22 No. 88 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i88.56698

Abstract

Struktur bangunan tahan gempa merupakan hal yang perlu diterapkan pada bangunan-bangunan yang berada didaerah yang sering terjadinya gempa. Sulawesi Utara lebih tepatnya di Manado merupakan daerah rawan gempa yang perlu diterapkan struktur tahan gempa ini, terutama pada bangunan yang memiliki banyak tingkat. Gedung hukum 6 lantai yang akan dibangun di Universitas Sam Ratulangi Manado menerapkan sistem ganda dalam upaya mengurangi dampak jika terjadinya gempa. Penelitian ini memberikan pemahaman tentang bagaimana mendesain shear wall yang sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) yang terbaru. Hasil eksperimen dan analisis numerik menunjukan bahwa letak dari shear wall mempengaruhi tahanan suatu bangunan terhadap gempa. Perbedaan penempatan shear wall mempengaruhi jarak simpangan antar lantai saat terjadinya gempa. Penelitian ini menunjukkan bahwa dalam merencanakan sistem struktur bangunan yang tahan gempa, penempatan atau letak yang strategis dari elemen-elemen struktur yang berfungsi dalam menahan gempa sangat penting. Dengan demikian, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi landasan dalam perencanaan shear wall yang sesuai standart pada bangunan-bangunan bertingkat selanjutnya. Kata kunci: gempa, dinding geser, simpangan, SNI
STUDI KOMPARASI KINERJA GEDUNG BERTINGKAT SISTEM GANDA RANGKA PEMIKUL MOMEN KHUSUS DAN MENENGAH DI KOTA MANADO Abdul Ahad Ghifar Ente; Marthin Dody Josias Sumajouw; Steenie Edward Wallah
PADURAKSA: Jurnal Teknik Sipil Universitas Warmadewa 53-65
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik dan Perencanaan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/pd.12.1.6134.53-65

Abstract

Seismic designs for high-rise buildings in the city of Manado, are generally designed using a special reinforced concrete moment frames, but looking at the requirements of SNI 1726-2019 in the city of Manado with seismic design category D, multi-storey building plans can be designed using a dual systems with intermediate moment frames by paying attention to the building height limit of 48 meters. This study will compare the planning efficiency of a dual systems with intermediate moment frames to that of a dual systems with special moment frames in terms of dimensions, details of reinforcement and structural performance with a building height not exceeding 48 meters. The building simulation has a building length and width of 35 x 25 meters, then the height between floors is 4 meters with a building height of 16 meters (Low Rise Building/LRB), 32 meters (Middle Rise Building/MRB) and 48 meters (High Rise Building/HRB). The ratio of the longitudinal reinforcement area of the beam elements in the double system of intermediate moment frames is not more efficient than the double system of special moment bearing frames with the respective efficiency levels in the HRB, MRB and LRB models being -13.33%, -12.95% and -5.00%. Comparison of area of transverse reinforcement of column elements Double Intermediate Moment Resisting Frames are more efficient than Special Moment Bearing Double Systems with their respective efficiency levels in the HRB model. MRB and LRB is 18.35%. 19.47% and 34.68%. Comparison of structural performance in the Dual Intermediate Moment Resisting Frame system is more efficient than the Special Moment Resisting Double Frame System with an efficient rate of 22.85% for each model HRB, MRB and LRB. 20.95% and 12.63% in the X direction and 25.43%. 21.89% and 17.97% in the Y direction.
Co-Authors Abdul Ahad Ghifar Ente Adrian David Tumelap, Adrian David ADRIANA KARUNDENG Alow, Grace Ruth Andre Kusuma Putra B.V Rangan Banu Dwi Handono, Banu Dwi Berly A. Kalembiro Berny Andreas Engelbert Rumimper Bonny M. M. Ointu Braien Octavianus Majore, Braien Octavianus Chandra Hansun Tanudjaja Christian Eko Wior, Christian Eko Christoffel Tanauma Christy Nathalie Brenda Turambi, Christy Nathalie Brenda Dalo, Yohanes Debrito Diane Sumendap Djwantoro Hardjito Dody M.J. Sumajouw Ellen J. Kumaat Febrianti Kumaseh, Febrianti Femmy Nurul Akbar Feraldy F. X. Wongkar Filia Eunike Sofia Paat Fillino Erwinsyah Franky G. T. Mamuaja Freddy Jansen Gabriel Bridges Rerungan Grevardo Febrigiano Laheba Griebel H. Rompas Gumalang, Stevanny H. Manalip Handy Yohanes Karwur Hanock Tanudjaja Harahap, John. Th. Hendrico J. Waraba Herawaty Riogilang Hieryco Manalip Hizkia Yehezkiel Mamesah Janre Henry Mentang Jorry D. Pangouw Kaat, Brandon Christofer Kembuan, Patricia Khonado, Monica Fransisca Kojongian, Alexandro Mark Kosakoy, Merry N. M. Laily, Rivaldo Lelyani Kin Khosama Lerry M. N. Gerung Liando, Frinsilia Jaglien Lucia Lefrandt Lukar, Stevania Elisabeth Claudia M. J. Paransa Malino, Leonardus Mamesah, Yoshua Immanuel Manalip, H Manossoh, Gevin Brave Marthin D. J. Sumajouw Marthin D. J. Sumajouw Marthin Dody Josias Sumajouw Merry N. M. Kosakoy Mielke R. I. A. J. Mondoringin, Mielke R. I. A. J. Mikael Lumban Batu, Mikael Miza, Sisilia Dwi Sartika Mondoringin, Mielke R. I. A. Muhammad Q. Minabari Nelwan, Intan Tiara Ni Ketut Suputri Novi Angjaya Ondang, Celien Quinli Pandegiroth, Yonathan Papulele, Fernando Willem Gamaliel Pati, Maria Sari Pesik, Estty Rodianti Potalangi, Jessen G. Prijantoro, Johanes P. E. Prins, Muhammad Immalombassi Putra, Riski Yendrawan Reky S. Windah Reky S. Windah Rico Daniel Sumendap, Rico Daniel Ronny E. Pandaleke Ronny E. Pandaleke Ronny Pandaleke Rosie Arizki Intan Sari Ruddy Tenda Rudolvo Wenno Sandea Rerung Sandri Linna Sengkey Sembiring, Andrew Yeheskiel Servie O. Dapas Servie O. Dapas Sesty E. J. Imbar Sharon Ruth Toreh, Sharon Ruth Slat, Ventje Berty Soentpiet, Bill Johan Sondakh, Chichilya S.P. Steven Limbongan, Steven Sumajouw, Angga Josua Sumajouw, M. D.J Sumampouw, Franco Michael Takapente, Giano N. O. Tambingon, Fiki Riki Tampi, Jeanicha Christiani Tandiono, Million Tenda, Rudy Theyni J. Korompis Tjoanto, Roynaldo Vanessa Irena Kullit Vilty Stilvan Karundeng, Vilty Stilvan Wakkary, Satya Eliazer Donatus Winny J. Tamboto Yacob Yonadab Manuhua, Yacob Yonadab Yustina Yuliana Ria Salonde, Yustina Yuliana Ria