Claim Missing Document
Check
Articles

KUAT TEKAN DAN KUAT TARIK BELAH BETON GEOPOLYMER BERBASIS ABU VULKANIK Takapente, Giano N. O.; Wallah, Steenie E.; Manalip, H.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 9 (2018): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sampai saat ini beton menjadi keunggulan tersendiri dalam berbagai pembangunan, dapat dilihat dari campuran beton yang terdiri dari agregat kasar, agregat halus, dan Semen Portland yang bisa dengan mudah didapatkan untuk membangun berbagai infrastruktur yang ada, dan dapat dilihat kebutuhan material ini juga terus meningkat dari tahun ke tahun seiring meningkatnya kebutuhan sarana dan prasarana manusia . Tapi tanpa disadari dalam proses produksi Semen Portland terjadi pelepasan karbon dioksida (CO2) ke atmosfer, yang sebanding dengan jumlah semen yang diproduksi, Hal ini tentu dapat meruskan lingkungan.Untuk itu perlu adanya material pengganti yang bisa mencegah efek buruk dari produksi Semen Portland tersebut yang dapat merusak lingkungan. Beton Geopolymer menjadi salah satu alternatif yang baik untuk mencegah masalah yang diakibatkan oleh penggunaan Semen yang kurang ramah lingkungan dalam proses produksinya. Dalam penelitian kali ini beton geopolymer dibuat tanpa menggunakan Semen sebagai bahan pengikat, dan sebagai pengganti digunakan Abu Vulkanik (AV) yang mengandung Silika (SiO2) relatif tinggi yang dapat bereaksi dengan cairan alkalin untuk menghasilkan bahan pengikat (binder). Pada penelitian ini  dilakukan dua pengujian yaitu kuat tekan dengan metode pengujian berdasarkan SNI 1974:2011 dan kuat tarik dengan metode pengujian berdasarkan SNI 03- 2491-2002 belah yang di uji pada umur 7 dan 28 hari. Material yang digunakan adalah Abu Vulkanik (AV) dari Gunung Soputan yang berasal dari Sulawesi Utara, sodium silikat, sodium hidroksida dengan konsentrasi 14M, dan Superplasticizer SikaCim dan benda uji yang digunakan adalah ukuran 10/20 cm, dengan metode curing time 24 jam menggunakan oven pada suhu 60°C, 90°C, 110°C.Untuk hasil kuat tekan dan kuat tarik belah curing temperature 60°C dan 90°C tidak ada hasil dikarenakan beton belum mengeras pada kondisi suhu 60°C dan 90°C. Dari semua hasil pengujian hanya di dapat hasil pengujian kuat tekan dan kuat tarik belah pada curing temperature 110°C dengan, nilai rata-rata kuat tekan beton umur 7 hari 10.8725 MPa, kuat tekan beton umur 28 hari 12.4025 MPa dan kuat tarik belah beton umur 28 hari sebesar 1.795 MPa. Kata kunci : beton geopolymer, abu vulkanik, kuat tekan, kuat tarik belah
EVALUASI PENGGUNAAN DINDING GESER PADA BANGUNAN RUKO (STUDI KASUS: RUKO HASH INN) Turambi, Christy Nathalie Brenda; Wallah, Steenie E.; Dapas, Servie O.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 9 (2016): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada struktur bangunan tinggi, dinding geser yang ditempatkan secara simetris akan sangat efisien dalam menahan beban lateral. Bangunan ruko dalam studi kasus penelitian ini mengindikasikan penggunaan dinding geser yang kurang memperhatikan faktor penempatan sehingga perlu dievaluasi. Dalam penulisan ini, bangunan ruko Hash Inn Manado yang terdiri dari 5 lantai dan memiliki dinding geser akan dievaluasi dan diberikan variasi-variasi model untuk dianalisis. Variasi model didasarkan pada penambahan elemen kaku yang memberikan kekakuan secara terpusat dan terdistribusi pada beberapa titik. Sedangkan evaluasi dilakukan terhadap periode struktur dan kinerja batas layan. Dari hasil analisis dan evaluasi diperoleh bahwa struktur ruko Hash Inn tidak memenuhi syarat aman periode izin. Variasi-variasi model yang ada memperlihatkan penambahan kekakuan pada struktur secara efektif dapat mereduksi efek torsional apabila elemen kaku ditambahkan secara terpusat pada area dengan nilai simpangan paling besar. Dalam hal ini, Model A4 merupakan model struktur yang disarankan karena dapat mereduksi efek torsional secara efektif dan juga memenuhi syarat aman periode struktur dan kinerja batas layan. Kata Kunci : Dinding Geser, Distribusi Kekakuan, Simpangan, Periode, Kinerja Batas Layan
DESAIN PRAKTIS PELAT KONVENSIONAL DUA ARAH BETON BERTULANG Kembuan, Patricia; Wallah, Steenie E.; Dapas, Servie O.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 9 (2018): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desain pelat beton bertulang dibuat berdasarkan standar yang berlaku. Suatu tabel desain praktis pelat adalah tabel desain yang mudah digunakan di lapangan dan dapat dijadikan bahan acuan para enginer sipil. Pelat yang ditinjau adalah pelat beton bertulang konvensional dua arah berdasarkan SNI 2847: 2013, dengan menggunakan metode desain langsung untuk menghitung Momen-momen lentur. Hasilnya dibandingkan dengan hasil analisa struktur dengan software SAP v.14. Hasil analisa menggunakan metode desain langsung dan software yang ada, mempunyai trend yang sama, meskipun nilainya tidak akan sama persis. Program MS Excel digunakan sebagai alat bantu dalam menghitung desain pelat dengan beberapa variasi. Parameter yang divariasikan adalah ukuran bentang, ukuran balok dan kolom, beban hidup, f’c, dan fy. Hasil yang diperoleh berupa nilai momen lentur dan jarak tulangan, yang dituangkan dalam bentuk tabel-tabel desain.  Kata kunci : Desain, Pelat, Metode desain langsung, Momen lentur
PERHITUNGAN INTER STORY DRIFT PADA BANGUNAN TANPA SET-BACK DAN DENGAN SET-BACK AKIBAT GEMPA Rumimper, Berny Andreas Engelbert; Wallah, Steenie E.; Windah, Reky S.; Dapas, Servie O.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 6 (2013): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pada bangunan dengan set-back terjadi perbedaan simpangan yang cukup signifikan antar lantai-lantai yang berbatasan dengan set-back tersebut. Perbedaan massa dan kekakuan yang signifikan itu menyebabkan terjadinya konsentrasi gaya-gaya yang ekstrim pada lantai tersebut. Besarnya simpangan lateral dan potensi kerusakan bangunan mempunyai hubungan yang sangat kuat yang akan mengakibatkan terjadinya kerusakan pada bagian set-back tersebut. Simpangan dihitung menggunakan respon spektrum dengan menganggap struktur berada pada kondisi tanah keras wilayah gempa V Indonesia. Dalam analisa diambil 2 tipe/model struktur (dua dimensi) yaitu struktur bangunan dengan dan tanpa set-back. Struktur terbuat dari material beton yang dimodelkan sebagai bangunan penahan geser (shear building). Dari hasil analisa yang dilakukan diperoleh bahwa simpangan struktur pada bangunan dengan set-back seperti pada contoh aplikasi adalah lebih kecil dari pada simpangan struktur pada bangunan tanpa set-back, sedangkan pada bangunan dengan set-back terjadi inter story drift (simpangan antar tingkat) yang cukup ekstrim antara lantai yang berbeda massa dan kekakuannya dan pada bangunan tanpa set-back tidak terjadi, karena massa dan kekakuan tiap lantai adalah sama. Kata kunci: set-back, respon spektrum, inter story drift.
PENGARUH PEMANFAATAN CANGKANG KEONG SAWAH SEBAGAI SUBSTITUSI AGREGAT HALUS (PASIR) DITINJAU TERHADAP KUAT TEKAN BETON Putra, Riski Yendrawan; Wallah, Steenie E.; Pandaleke, Ronny E.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 11 (2019): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penggunaan limbah cangkang keong sawah  sebagai bahan substitusi pasir terhadap kuat tekan beton. Menggunakan benda uji bentuk silinder berdiameter 10 cm, tinggi 20 cm. Beton CKS sebagai substitusi agregat halus, dengan variasi 0%, 5%, 10%, 15%, 20%, 25%, dan30% dari volume agregat halus. Jumlah benda uji 84 silinder, dengan setiap variasi 12 silinder. Pengetesan kuat teakn beton dilakukan pada umur 7 hari, 14 hari, dan 28 hari. Mutu beton yang direncanakan adalah f’c = 25 Mpa. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa beton dengan campuran bahan subtitusi cangkang keong sawah mengalami kenaikan kuat tekan beton hingga 9.03%. sehingga berdasarkan penelitian yang dilakukan penggunaan limbah CKS sebagai bahan substitusi pasir dengan persentase yang tepat terbukti dapat meningkatkan kuat tekan beton. Kata Kunci : Cangkang keong sawah, Substitusi, Agregat Halus, Kuat Tekan Beton
ANALISIS PUSHOVER PADA BANGUNAN DENGAN SOFT FIRST STORY Mamesah, Hizkia Yehezkiel; Wallah, Steenie E.; Windah, Reky S.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 4 (2014): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketidakberaturan konfigurasi bangunan dalam perencanaan struktur tidak dapat dihindari, termasuk ketidakberaturan kekakuan tingkat lunak yang terjadi pada lantai pertama bangunan. Melihat pengaruh desain tersebut terhadap gempa bumi, salah satu metode analisis yang digunakan adalah analisis Pushover. Analisis Pushover atau analisis beban dorong statik merupakan suatu analisis untuk mengetahui perilaku keruntuhan bangunan terhadap gempa. Penelitian dilakukan menggunakan program SAP2000 untuk mengetahui berapa besar gaya maksimum yang dapat ditahan struktur serta besar perpindahan maksimum struktur. Melalui program SAP2000 dapat diketahui pula level kinerja struktur bangunan tersebut. Tipe struktur bangunan yang dimodelkan berupa bangunan non soft story, soft first story 1 dan soft first story 2. Bangunan terbuat dari beton bertulang, jarak bentang 6 meter, dengan ketinggian 10 lantai, tinggi tiap lantai 4 meter, dengan variasi ketinggian lantai dasar 6 meter untuk soft first story 1 dan 7 meter untuk soft first story 2. Penelitian mengacu pada SNI 1726-2012 , FEMA-356 dan ATC-40. Kata kunci: analisis pushover, soft first story, level kinerja, keruntuhan, SAP2000
PERBANDINGAN NILAI KAPASITAS BEBAN MAKSIMUM BETON BERTULANG KOLOM UTUH DENGAN KOLOM YANG DIPERKUAT MENGGUNAKAN CHEMICAL ANCHOR Papulele, Fernando Willem Gamaliel; Wallah, Steenie E.; Pandaleke, Ronny E.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 8 (2017): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kolom beton bertulang adalah batang tekan vertikal dari rangka struktur yang memikul beban dari balok. Kolom merupakan suatu elemen struktur tekan yang memegang peranan penting dari suatu bangunan, sehingga keruntuhan pada suatu kolom merupakan lokasi kritis yang dapat menyebabkan runtuhnya (Collapse) lantai yang bersangkutan dan juga runtuh total (Total Collapse) seluruh Ada bermacam inovasi perkuatan struktur saat ini yang telah di teliti antara lain adalah memperpendek bentang dari struktur dengan beton maupun baja, memperbesar dimensi daripada beton (Concrete Jacketing), menambah plat baja, melakukan eksternal pretressing, dll.Pada penelitian ini yang menjadi benda uji adalah kolom beton bertulang ukuran 100mm x 100mm x 350mm yang diperbesar (Metode Concrete Jacketing) menjadi 150mm x 150mm x 350mm diperkuat menggunakan Chemical Anchor dan   Kolom Ukuran 100mm x 100mm x 350mm yang diperbesar tanpa menggunakan Chemical Anchor. Pengujian dilakukan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh Chemical Anchor terhadap Kapasitas Beban Maksimum pada kolom. Pada model benda uji kolom cor utuh memiliki nilai kapasitas beban aksial hasil analitis lebih kecil 143,816 kN (12,168 %) dari hasil uji lab. Kemudian untuk kolom Jacketing dengan Chemical Anchor nilai kapasitas beban aksial hasil analitis lebih besar 5,444 kN (0,549 %) dari hasil uji lab. Selanjutnya untuk kolom Jacketing tanpa Chemical Anchor nilai kapasitas beban aksial hasil analitis lebih besar 117,784 kN (13,413 %) dari hasil uji lab. Kata kunci : Kolom Beton Bertulang, Concrete Jacketing, Chemical Anchor
KUAT TARIK BELAH BETON GEOPOLYMER BERBASIS ABU TERBANG (FLY ASH) Putra, Andre Kusuma; Wallah, Steenie E.; Dapas, Servie O.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 7 (2014): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton yang tersusun dari komposisi utama agregat kasar, agregat halus, air, dan Semen Portland (SP) menjadi material yang sangat penting dan banyak digunakan untuk membangun berbagai infrastruktur, namun dalam proses produksi Semen Portland terjadi pelepasan karbon dioksida (CO2) yang cukup besar ke atmosfir yang dapat merusak lingkungan, untuk itu diperlukan material lainnya sebagai pengganti Semen Portland untuk digunakan pada pembuatan beton. Beton Geopolymer merupakan salah satu alternatif untuk mengatasi masalah penggunaan semen yang kurang ramah lingkungan dalam proses produksinya. Dalam penelitian ini beton geopolymer dibuat tanpa menggunakan semen sebagai bahan pengikat, dan sebagai pengganti digunakan abu terbang (fly ash) yang mengandung silika dan alumina yang akan bereaksi dengan cairan alkalin untuk menghasilkan bahan pengikat (binder). Pada penelitian ini kuat tarik beton pada umur tujuh hari diuji melalui tes kuat tarik belah. Material yang digunakan adalah abu terbang (fly ash) asal PLTU Amurang, sodium silikat, sodium hidroksida dengan konsentrasi 8M, dan Superplastisizer Viscocrete-10. Benda uji yang digunakan adalah silinder ukuran 10/20 cm, dengan metode curing menggunakan oven dengan variasi curing time 4, 8, 12, dan 24 jam masing-masing 6 sampel. Nilai maksimum rata-rata kuat tarik belah beton geopolymer berbasis fly ash dalam penelitian ini sebesar 1,685 MPa didapatkan pada variasi curing time 24 jam menggunakan oven dengan umur saat tes 7 hari. Dan jika dibandingkan dengan kuat tekannya menghasilkan nilai . Dari variasi curing time tersebut dapat dilihat bahwa semakin lama curing time maka semakin besar kuat tarik yang dihasilkan. Kata kunci: beton geopolymer, fly ash, beton ramah lingkungan, kuat tarik belah, curing time
EVALUASI PANJANG PENYALURAN TERHADAP KUAT LENTUR BALOK BETON BERTULANG Tumelap, Adrian David; Wallah, Steenie E.; Pandaleke, Ronny
JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 3 (2015): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton bertulang merupakan gabungan dari dua jenis bahan : beton polos, yang memiliki kekuatan tekan yang tinggi namun kuat tarik yang rendah , dan batangan batangan baja yang ditanamkan didalam beton dapat memberikan kekuatan tarik yang diperlukan. Kuat tarik beton biasanya 8%-15% dari kuat tekan beton,  kekuatan tarik didalam tarik adalah suatu sifat yang penting yang mempengaruhi perambatan dan ukuran dari retak didalam struktur. Sebuah balok yang diberi beban akan mengalami deformasi, dan oleh sebab itu timbul momen-momen lentur sebagai perlawanan dari material yang membentuk balok tersebut terhadap beban luar. Sedangkan Panjang penyaluran dapat didefinisikan sebagai panjang minimum dari tulangan  terbenam yang diperlukan sehingga tulangan dapat diberikan tegangan mencapai titik leleh ditambah jarak ekstra untuk menjamin kekuatan dari batang. Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh panjang penyaluran terhadap kuat lentur balok beton bertulang. Pada penelitian perawatan dilakukan selama 7 hari dengan menggunakan Benda uji yang digunakan adalah balok 150x150x600 mm, dengan Variasi lewatan/penyaluran pada 5db , 10 db, 15 db dan Pengujian ini menggunakan variasi diameter tulangan untuk setiap masing-masing benda uji. Sehingga total benda uji sebanyak 9 benda uji. Hasil pengujian menyatakan bahwa Nilai kuat tarik lentur pada beton dengan variasi tulangan dan variasi lewatan mengalami kenaikan  yaitu semakin panjang lewatan maka nilai kuat tarik lentur yang dihasilkan semakin besar pula. Kata Kunci : Beton Bertulang , Panjang Penyaluran , Kuat Tarik Lentur
STUDI PERBANDINGAN RESPONS DINAMIK BANGUNAN BERTINGKAT BANYAK DENGAN VARIASI TATA LETAK DINDING GESER Majore, Braien Octavianus; Wallah, Steenie E.; Dapas, Servie O.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 6 (2015): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bangunan bertingkat banyak adalah salah satu solusi pembangunan terhadap kurangnya lahan. Pada bangunan bertingkat banyak, terdapat beberapa jenis sistem struktur yang bertujuan untuk meningkatkan kekakuan lateral dalam menahan beban gempa, salah satunya adalah kombinasi antara rangka kaku dan dinding geser. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh variasi tata letak dinding geser terhadap nilai simpangan horisontal yang terjadi akibat beban gempa. Dinding geser diposisikan bervariasi pada daerah inti bangunan dan pada daerah bagian luar bangunan. Struktur dianalisa secara tiga dimensi menggunakan software ETABS, dengan pemodelan berupa bangunan bertingkat banyak beton bertulang dengan denah 30 m x 30 m, struktur 25 tingkat, dengan tinggi 4 meter untuk tiap lantainya. Struktur dibuat menjadi 9 model, Model A hingga Model I, dengan penempatan shearwall yang berbeda-beda untuk tiap modelnya. Dari analisa struktur yang dilakukan pada ETABS, dihasilkan nilai simpangan horisontal maksimum akibat beban gempa statis dan beban gempa dinamis, yaitu: Model A 122,4 mm dan 62,4 mm, Model B 268,9 mm dan 120,9 mm, Model C 262,3 mm dan 118,1 mm, Model D 261,5 mm dan 118,2 mm, Model E 268,1 mm dan 120,7 mm, Model F 298,1 mm dan 135,6 mm, Model G 121,6 mm dan 60,9 mm, Model H 141 mm dan 70,5 mm, Model I 1168,6 mm dan 736,5 mm. Dapat disimpulkan bahwa struktur dengan dinding geser yang ditempatkan pada daerah pusat massa bangunan menghasilkan nilai simpangan horisontal yang lebih kecil daripada struktur dengan dinding geser yang ditempatkan pada daerah bagian luar denah struktur. Kata kunci: bangunan bertingkat, beban gempa, dinding geser, simpangan, ETABS.
Co-Authors Abdul Ahad Ghifar Ente Adrian David Tumelap, Adrian David ADRIANA KARUNDENG Alow, Grace Ruth Andre Kusuma Putra B.V Rangan Banu Dwi Handono, Banu Dwi Berly A. Kalembiro Berny Andreas Engelbert Rumimper Bonny M. M. Ointu Braien Octavianus Majore, Braien Octavianus Chandra Hansun Tanudjaja Christian Eko Wior, Christian Eko Christoffel Tanauma Christy Nathalie Brenda Turambi, Christy Nathalie Brenda Dalo, Yohanes Debrito Diane Sumendap Djwantoro Hardjito Dody M.J. Sumajouw Ellen J. Kumaat Febrianti Kumaseh, Febrianti Femmy Nurul Akbar Feraldy F. X. Wongkar Filia Eunike Sofia Paat Fillino Erwinsyah Franky G. T. Mamuaja Freddy Jansen Gabriel Bridges Rerungan Grevardo Febrigiano Laheba Griebel H. Rompas Gumalang, Stevanny H. Manalip Handy Yohanes Karwur Hanock Tanudjaja Harahap, John. Th. Hendrico J. Waraba Herawaty Riogilang Hieryco Manalip Hizkia Yehezkiel Mamesah Janre Henry Mentang Jorry D. Pangouw Kaat, Brandon Christofer Kembuan, Patricia Khonado, Monica Fransisca Kojongian, Alexandro Mark Kosakoy, Merry N. M. Laily, Rivaldo Lelyani Kin Khosama Lerry M. N. Gerung Liando, Frinsilia Jaglien Lucia Lefrandt Lukar, Stevania Elisabeth Claudia M. J. Paransa Malino, Leonardus Mamesah, Yoshua Immanuel Manalip, H Manossoh, Gevin Brave Marthin D. J. Sumajouw Marthin D. J. Sumajouw Marthin Dody Josias Sumajouw Merry N. M. Kosakoy Mielke R. I. A. J. Mondoringin, Mielke R. I. A. J. Mikael Lumban Batu, Mikael Miza, Sisilia Dwi Sartika Mondoringin, Mielke R. I. A. Muhammad Q. Minabari Nelwan, Intan Tiara Ni Ketut Suputri Novi Angjaya Ondang, Celien Quinli Pandegiroth, Yonathan Papulele, Fernando Willem Gamaliel Pati, Maria Sari Pesik, Estty Rodianti Potalangi, Jessen G. Prijantoro, Johanes P. E. Prins, Muhammad Immalombassi Putra, Riski Yendrawan Reky S. Windah Reky S. Windah Rico Daniel Sumendap, Rico Daniel Ronny E. Pandaleke Ronny E. Pandaleke Ronny Pandaleke Rosie Arizki Intan Sari Ruddy Tenda Rudolvo Wenno Sandea Rerung Sandri Linna Sengkey Sembiring, Andrew Yeheskiel Servie O. Dapas Servie O. Dapas Sesty E. J. Imbar Sharon Ruth Toreh, Sharon Ruth Slat, Ventje Berty Soentpiet, Bill Johan Sondakh, Chichilya S.P. Steven Limbongan, Steven Sumajouw, Angga Josua Sumajouw, M. D.J Sumampouw, Franco Michael Takapente, Giano N. O. Tambingon, Fiki Riki Tampi, Jeanicha Christiani Tandiono, Million Tenda, Rudy Theyni J. Korompis Tjoanto, Roynaldo Vanessa Irena Kullit Vilty Stilvan Karundeng, Vilty Stilvan Wakkary, Satya Eliazer Donatus Winny J. Tamboto Yacob Yonadab Manuhua, Yacob Yonadab Yustina Yuliana Ria Salonde, Yustina Yuliana Ria