Claim Missing Document
Check
Articles

KUAT TEKAN DAN PERMEABILITAS BETON POROUS DENGAN VARIASI UKURAN AGREGAT Khonado, Monica Fransisca; Manalip, Hieryco; Wallah, Steenie E.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 3 (2019): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton Porous atau beton yang menggunakan sedikit pasir atau tidak sama sekali merupakan inovasi beton ramah lingkungan, karena jika digunakan sebagai concrete pavement maka dapat membiarkan air mengalir melewati beton sehingga mengurangi air tergenang dan kontaminasi aliran air serta dapat mengisi kembali persediaan air tanah. Namun beton porous memiliki kuat tekan yang rendah karena memiliki banyak pori. Dalam penelitian ini, diuji sejumlah sampel dengan komposisi variasi ukuran agregat beton porous yang berbeda-beda untuk mendapatkan beton porous dengan hasil kuat tekan yang optimum namun dapat dialiri air dengan efektif juga. Ada 4 variasi yang diuji, yakni variasi 1 dengan komposisi 55% agregat lolos saringan 1/2" namun tertahan saringan 3/8” dan 45% agregat lolos saringan nomor 4 namun tertahan saringan nomor 8, kemudian variasi 2 dengan 55% agregat lolos saringan 1/2" namun tertahan 3/8” dan 45% agregat  lolos saringan 3/8” namun tertahan nomor 4, variasi 3 terdiri dari 100% agregat lolos saringan 1/2" namun tertahan saringan 3/8”, dan yang terakhir ada variasi 4 yang terdiri dari 55% agregat lolos saringan 1/2" namun tertahan 3/8” dan 45% agregat lolos saringan 3/4" namun tertahan 1/2".Variasi 4 adalah variasi beton porous dengan hasil kuat tekan yang optimum, yakni 15,517 MPa pada usia beton 28 hari. Variasi ini adalah variasi dengan komposisi ukuran agregat terbesar diantara ke 4 variasi yang ada, sehingga dapat dilihat bahwa semakin besar ukuran agregat dalam campuran, maka semakin tinggi hasil kuat tekannya.Sedangkan untuk variasi campuran beton porous yang efektif dialiri air atau dengan permeabilitas optimum adalah Variasi 3 yang memiliki komposisi ukuran agregat yang seragam dengan nilai permeabilitas 2,322 cm/detik. Dapat dilihat bahwa semakin seragam ukuran agregat dalam campuran, maka semakin tinggi nilai permeabilitasnya karena rongga atau pori dari beton akan semakin besar dan banyak. Kata kunci: beton porous, kuat tekan, permeabilitas
STUDI MENGENAI PENGARUH PENEMPATAN DAN LUASAN VOID TERHADAP STRUKTUR BANGUNAN TAHAN GEMPA YANG MEMILIKI DINDING GESER SIMETRIS Alow, Grace Ruth; Wallah, Steenie E.; Dapas, Servie O.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 4 (2019): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penempatan dan luasan void pada struktur bangunan dapat membuat struktur menjadi tidak simetris terhadap pusat massanya dan menimbulkan efek torsional, serta mempengaruhi simpangan, sehingga perlu dilakukan studi mengenai penempatan dan luasan void terhadap perilaku struktur terlebih pada struktur bangunan tahan gempa yang memiliki dinding geser simetris. Penelitian parametrik dilakukan pada model struktur bangunan 10 lantai dengan dinding geser simetris dan diberikan variasi luasan dan posisi void yang seragam dari lantai 1 sampai dengan lantai 9 untuk dianalisis.  Evaluasi dilakukan terhadap periode struktur dan perilaku struktur yang meliputi simpangan struktur dan efek torsional struktur. Hasil analisis dan evaluasi memperlihatkan bahwa penempatan void yang tidak simetris pada struktur bangunan dapat menyebabkan efek torsional pada struktur dan mempengaruhi simpangan struktur. Untuk mengurangi efek torsional yang terjadi, sebaiknya model void ditempatkan pada titik pusat massa. Luasan void memberikan pengaruh yang lebih terlihat pada simpangan struktur, dimana semakin besar void semakin kecil simpangan dan juga mempengaruhi ragam gerak struktur. Semakin besar void semakin kecil periodenya.   Kata kunci: Void, Dinding Geser, Simpangan, Efek Torsional, Periode Struktur
PENGARUH VARIASI SUHU PADA PERAWATAN ELEVATED TEMPERATURE TERHADAP KUAT TEKAN DAN KUAT TARIK BELAH BETON Kullit, Vanessa Irena; Wallah, Steenie E.; Tamboto, Winny J.; Pandaleke, Ronny
JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 7 (2013): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perawatan beton (curing) adalah prosedur setelah pengecoran yang dilakukan untuk menjaga beton selama proses hidrasi berlangsung agar kekuatan beton yang diinginkan dapat tercapai. Dalam pekerjaan konstruksi seringkali dibutuhkan beton yang memiliki kekuatan awal yang tinggi untuk mempercepat waktu pengerjaan sehingga perawatan beton yang digunakan adalah perawatan beton pada elevated temperature.Penelitian ini dilakukan untuk melihat pengaruh variasi suhu pada perawatan elevated temperature terhadap kuat tekan dan kuat tarik belah beton, juga untuk melihat perilaku kuat tekan dan kuat tarik belah beton menurut umur beton.Dari hasil penelitian didapatkan nilai kuat tekan dan kuat tarik belah beton terhadap benda uji silinder 10/20 cm yang dirawat dengan perawatan elevated temperature dengan 3 variasi suhu yaitu 40°C, 50°C dan 60°C. Berdasarkan perawatan yang dilakukan hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa semakin tinggi suhu yang digunakan maka nilai kuat tekan dan kuat tarik belah yang dihasilkan pada umur muda beton akan semakin tinggi sedangkan nilai kuat tekan dan kuat tarik belah yang dihasilkan pada umur 28 hari akan semakin rendah.Kata kunci: beton, elevated temperature, kekuatan, perawatan
ANALISIS PORTAL BERTINGKAT DENGAN ELEVASI LANTAI BERBEDA MENGGUNAKAN METODE CONSISTENT DEFORMATION DAN SLOPE DEFLECTION Salonde, Yustina Yuliana Ria; Manalip, Hieryco; Wallah, Steenie E.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 7 (2016): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengetahuan mengenai nilai Bidang Gaya Dalam (BGD) pada suatu struktur merupakan hal yang paling mendasar. Nilai BGD akan sangat mempengaruhi terhadap perlakuan struktur yang akan diberikan pada struktur tersebut. Jenis struktur yang ditinjau dalam penelitian ini adalah Portal Bertingkat dengan Elevasi Lantai Berbeda yang memiliki tiga tingkat dengan dua bentang dan tiga bentang. Struktur tersebut akan dianalisis dengan menggunakan Metode Consistent Deformation cara Potong dan Slope Deflection dengan bantuan Program Maple untuk mendapatkan nilai-nilai reaksi ujung, rotasi, dan translasi. Selain itu, dalam penelitian ini juga ditinjau pengaruh perbedaan elevasi lantai terhadap nilai momen pada kolom. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa Hasil Perhitungan menggunakan Metode Consisten Deformation Cara Potong dan Slope Deflection menghasilkan nilai reaksi ujung, rotasi dan translasi yang presentase selisihnya jauh dibawah 1% ( Pada penelitian ini tidak melebihi 1.213E-06 ). Perubahan ketinggian elevasi lantai mengakibatkan perubahan momen pada portal khususnya pada kolom pendek. Semakin kecil perbedaan elevasi lantai, semakin besar momen yang bekerja pada kolom tersebut. Kata Kunci : Portal bertingkat, Elevasi Lantai berbeda, nilai gaya-gaya dalam, metode consistent deformation, metode slope deflection.
ANALISIS KAPASITAS BALOK BETON BERTULANG DENGAN LUBANG PADA BADAN BALOK Manuhua, Yacob Yonadab; Wallah, Steenie E.; Dapas, Servie O.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 7 (2015): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konstruksi gedung bertingkat biasanya membutuhkan jaringan utilitas seperti saluran kabel listrik, perpipaan, kabel telepon, pendingin ruangan dan lain-lain. Biasanya jaringan ini ditempatkan pada ruang diatas plafon atau dipasang menempel pada balok. Penempatan ini dapat mengurangi  tinggi  ruangan pada bangunan, sehingga diperlukan alternatif desain yang diantaranya dengan memanfaatkan ruang-ruang pada balok struktur. Balok beton bertulang dengan lubang pada badan balok berfungsi sebagai struktur yang menahan dan menyalurkan beban-beban yang bekerja di atasnya,tetapi juga berfungsi sebagai pendukung utilitas. Selain itu, web openings pada balok dapat meminimalisasi tinggi atau space dari ruang, juga akan mereduksi volume beton yang digunakan serta lebih rapi. Pada penelitian ini akan dikaji balok beton dengan tumpuan jepit-jepit dengan lubang pada badan balok yang ditempatkan pada daerah seperempat bentang, dengan variasi panjang lubang, tinggi lubang serta luas lubang.Capaian dari penelitian ini adalah melihat fenomena balok beton bertulang akibat pembuatan lubang pada badan balok dengan mengkaji nilai tegangan normal, nilai tegangan geser, nilai momen lentur, nilai gaya geser dan nilai lendutan akibat balok berlubang yang dibandingkan dengan balok tidak berlubang. Dari hasil pengujian yang dilakukan, diperoleh terjadi kenaikan nilai tegangan, nilai momen, nilai geser di sekitar daerah perlubangan. Seiring bertambah besar panjang dan tinggi lubang, maka nilai tegangannya pun semakin besar. Lendutan semakin bertambah seiring dengan bertambah besarnya variasi lubang ataupun penambahan beban. Hasil menunjukkan ukuran lubang 10cm x 10 cm dan 15 cm x 15 cm nilai lendutannya lebih kecil daripada lendutan balok utuh. Mengingat kenaikan nilai kapasitas pada daerah perlubangan, diperlukan perkuatan struktur  berupa pemasangan tulangan disekitar lubang. Kata Kunci : Lubang pada Balok, Kapasitas Balok, Web Openings
ANALISIS STRUKTUR BETON BERTULANG KOLOM PIPIH PADA GEDUNG BERTINGKAT Limbongan, Steven; Dapas, Servie O.; Wallah, Steenie E.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 8 (2016): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perencanaan ataupun disain merupakan suatu faktor yang sangat menentukan untuk menjamin kekuatan dan keamanan suatu struktur bangunan, bangunan dengan beban yang besar juga membutuhkan struktur penopang yang juga besar, sehingga mampu menahan beban yang ada. Kolom dengan dimensi cukup besar akan memberikan dampak ukuran ruangan yang menjadi semakin kecil. Hal ini dapat menyebabkan fungsi ruangan menjadi terganggu. Sedangkan jika kolom terlalu kecil, ukuran ruangan menjadi lebih besar, tetapi belum tentu kuat untuk menahan beban yang ada. sebagai alternatif dibuat kolom pipih dengan tebal mengikuti lebar ukuran dinding agar masalah pengurangan luas ruangan yang telah direncanakan teratasi. Dari hasil analisis model dengan variasi tebal yaitu 15cm, 20cm, dan 25cm, serta variasi tinggi tiap lantainya yaitu 3m, 3.2m, dan 3.5m menunjukkan bahwa ketebalan dinding 15cm mempunyai tinggi lantai optimal yang dihasilkan kecil dibandingkan dengan tebal dinding 25cm yang mempunyai tinggi lantai yang lebih besar, namun dari beberapa pertimbangan tebal 20cm dianggap sebagai pilihan yang ekonomis. Selain itu hasil analisis struktur kolom, menunjukkan bahwa kolom termasuk kolom panjang atau langsing terlihat dari rasio kelangsingannya (40,93 > 22) serta kolom mengalami perilaku tertekuk.   Kata kunci : disain, dimensi kolom pipih, tinggi antar tingkat, bangunan bertingkat, kolom panjang, perilaku kolom
STUDI ASSESSMENT KERENTANAN GEDUNG FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS SAMRATULANGI MANADO MENGGUNAKAN METODE PUSHOVER ANALYSIS Dalo, Yohanes Debrito; Handono, Banu Dwi; Wallah, Steenie E.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 9 (2019): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Performance Based Earthquake Engineering (PBEE) merupakan trend terbaru perencaan maupun evaluasi bangunan terhadap gempa. Performance Based Earthquake Engineering (PBEE) dilakukan untuk memperkirakan kondisi inelastis bangunan saat terjadi gempa untuk mendapatkan level kinerjanya. Bangunan Gedung Fakultas Hukum Universitas Sam Ratulangi Manado sesuai dengan gambar kerja yang ada. Bangunan merupakan bangunan eksisting beton bertulang dengan ketinggian 13 lantai dan tinggi total bangunan 56 m dengan lebar 21 m yang akan di evaluasi berdasarkan konsep PBEE. Analisis pushover (build-in pada program SAP2000) berdasarkan ATC – 40 (capacity spectrum method) dimana kondisi kerusakan (damage states) dikategorikan dalam berbagai level, FEMA – 356 dan FEMA – 440 (displacement coefficient method) merupakan metode dengan memodifikasi respon elastic linier sistem struktur sehingga diperoleh perpindahan yang disebut sebagai target perpindahan. Dari Hasil penelitian didapat nilai perpindahan maksimum 0,998 m dan gaya geser maksimum 3017866,5 kg untuk arah X dan untuk arah Y nilai perpindahan maksimum 0,728 m dan gaya geser maksimum 2590323,88. Dari hasil evaluasi struktur FEMA 356 dan ATC 40 maka level kinerja struktur bangunan tinjauan berada pada batas antara Life Safety (LS) – Collapse Prevention (CP). Kata Kunci: Pushover analysis, Level kinerja, Kerentanan, Keruntuhan
PERBANDINGAN KUAT TEKAN MENGGUNAKAN HAMMER TEST PADA BENDA UJI PORTAL BETON BERTULANG DAN MENGGUNAKAN MESIN UJI KUAT TEKAN PADA BENDA UJI KUBUS Sumajouw, Angga Josua; Pandaleke, Ronny E.; Wallah, Steenie E.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 11 (2018): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton merupakan salah satu bahan konstruksi yang banyak digunakan di Indonesia. Maka perlu adanya pengendalian mutu beton sebagai indikator yang memperlihatkan apakah mutunya terpenuhi atau tidak. Pada struktur bangunan bangunan yang sudah jadi data-data spesifik mengenai mutu beton sulit didapatkan. Diperlukan alat yang cukup representatif untuk mengetahui tingkat kekuatan bangunan tersebut. Salah satu metode pengujian tanpa merusak struktur (non-destruktif), adalah metode hammer test.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kekuatan tekan beton menggunakan hammer test pada benda uji portal beton bertulang dan mesin uji kuat tekan pada benda uji kubus berukuran 15x15x15 cm. Pengujian  dilakukan pada beton berumur 7, 14, dan 28 hari.Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai kuat tekan beton hasil hammer test pada benda uji portal beton bertulang berumur 7, 14, dan 28 hari berturut-turut adalah 17.31, 23.04, 31.01 MPa untuk portal sisi A dan 17.21, 22.89, 29.81 MPa untuk portal sisi B. Untuk nilai kuat tekan hasil hammer test pada benda uji kubus berturut- turut adalah 13.97, 16.95, 23.27 MPa. Sedangkan nilai kuat tekan dengan menggunakan mesin uji kuat tekan  berturut-turut adalah 19.55, 25.23, 29.52 MPa.Secara keseluruhan nilai kuat tekan yang diperoleh dalam penelitian ini terutama pengujian menggunakan hammer test pada benda uji kubus mendapatkan rata-rata hasil yang jauh lebih rendah dari pengujian lainnya, karena kestabilan dari benda uji tidak terjaga pada saat pengujian dilakukan. Perbandingan rata-rata hasil pengujian menggunakan hammer test pada benda uji portal beton bertulang dan mesin uji kuat tekan pada benda uji kubus menunjukan hasil yang relatif sama.Kata Kunci: Kuat tekan, hammer test, mesin uji kuat tekan.
DESAIN STRUKTUR BALOK BETON PRATEGANG UNTUK BANGUNAN INDUSTRI Kojongian, Alexandro Mark; Dapas, Servie O.; Wallah, Steenie E.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 11 (2018): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jenis konstruksi bangunan di Indonesia memiliki jenis yang beragam. Ada bangunan gedung untuk rumah tinggal, gedung sekolah, rumah sakit, hotel, toko, perkantoran, gedung olah raga dan gedung untuk bangunan industri atau pabrik. Pada dasarnya, seluruh bangunan ini memiliki komponen struktur balok. Jarang terlihat bangunan industri di Indonesia menggunakan material beton prategang untuk mendesain suatu bangunan industri. Sebagian besar sekarang ini menggunakan material baja, tetapi juga menggunakan baja komposit ataupun beton bertulang. Padahal, Jika dilihat dari perkembangan sekarang ini, material beton prategang bukanlah suatu hal yang baru lagi. Pada umumnya balok pada bangunan industri dirancang memiliki bentang yang cukup panjang dan dalam perencanaannya menggunakan balok beton bertulang yang mempunyai dimensi yang cukup besar sehingga menimbulkan berat sendiri yang cukup besar pula. Oleh karena itu penulis ingin memberikan alternatif dengan menggunakan material beton prategang, sehingga dapat dibandingkan dan dapat diketahui mana balok yang lebih efektif digunakan. Hal ini mendasari penulisan tugas akhir untuk merencanakan element balok bangunan industri dengan material balok prategang. Dalam perencanaan ini Balok 1 akan memakai 14 kabel dalam satu selongsong dengan jumlah 5 selongsong, maka luas selongsong 5 x 54.7 x 14 = 3829 mm2 , Balok 2 menggunakan 15 kabel dalam satu selongsong dengan jumlah 5 selongsong, maka luas selongsong 5 x 54.7 x 15 = 4102.5 mm2 dan balok 3 memakai 12 kabel dalam satu selongsong dengan jumlah 6 selongsong, maka luas selongsong 6 x 54.7 x 12 = 3938 mm2 Kata Kunci : Balok Prategang, Bangunan Industri
PENGARUH JUMLAH SEMEN DAN FAS TERHADAP KUAT TEKAN BETON DENGAN AGREGAT YANG BERASAL DARI SUNGAI Intan Sari, Rosie Arizki; Wallah, Steenie E.; Windah, Reky S.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 1 (2015): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton merupakan suatu komposit dari bahan yang terdiri dari agregat halus, agregat kasar, air, semen atau bahan lain yang berfungsi sebagai bahan pengikat hidrolis dengan atau tanpa menggunakan bahan tambahan. Bahan-bahan tersebut kemudian dicampur dengan komposisi tertentu yang telah ditentukan sehingga menghasilkan beton yang bermutu, awet, mudah dikerjakan, ekonomis dan mempunyai kekuatan yang tinggi. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan proporsi campuran yang memberikan kekuatan tekan optimum serta mempelajari bagaimana pengaruh variasi Faktor Air Semen (FAS) dan jumlah semen terhadap kuat tekan beton. Benda uji yang dibuat adalah kubus yang berukuran 150 x 150 x 150 mm dengan variasi Faktor Air Semen (FAS) 0,4 ; 0,5 ; dan 0,6 sedang proporsi jumlah semen bervariasi dari 350kg, 400kg, 450kg, dan 500kg. Benda uji kubus diuji dengan beban tekan pada saat berumur 28 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Faktor Air Semen (FAS) optimum berada pada FAS 0,4 dan dengan jumlah semen 350kg, yaitu sebesar 37,05MPa. Kuat tekan tersebut memenuhi persyaratan beton mutu normal dengan nilai kuat tekan kurang dari 42MPa pada umur 28 hari. Kata kunci: beton, kuat tekan, faktor air semen, jumlah semen.
Co-Authors Abdul Ahad Ghifar Ente Adrian David Tumelap, Adrian David ADRIANA KARUNDENG Alow, Grace Ruth Andre Kusuma Putra B.V Rangan Banu Dwi Handono, Banu Dwi Berly A. Kalembiro Berny Andreas Engelbert Rumimper Bonny M. M. Ointu Braien Octavianus Majore, Braien Octavianus Chandra Hansun Tanudjaja Christian Eko Wior, Christian Eko Christoffel Tanauma Christy Nathalie Brenda Turambi, Christy Nathalie Brenda Dalo, Yohanes Debrito Diane Sumendap Djwantoro Hardjito Dody M.J. Sumajouw Ellen J. Kumaat Febrianti Kumaseh, Febrianti Femmy Nurul Akbar Feraldy F. X. Wongkar Filia Eunike Sofia Paat Fillino Erwinsyah Franky G. T. Mamuaja Freddy Jansen Gabriel Bridges Rerungan Grevardo Febrigiano Laheba Griebel H. Rompas Gumalang, Stevanny H. Manalip Handy Yohanes Karwur Hanock Tanudjaja Harahap, John. Th. Hendrico J. Waraba Herawaty Riogilang Hieryco Manalip Hizkia Yehezkiel Mamesah Janre Henry Mentang Jorry D. Pangouw Kaat, Brandon Christofer Kembuan, Patricia Khonado, Monica Fransisca Kojongian, Alexandro Mark Kosakoy, Merry N. M. Laily, Rivaldo Lelyani Kin Khosama Lerry M. N. Gerung Liando, Frinsilia Jaglien Lucia Lefrandt Lukar, Stevania Elisabeth Claudia M. J. Paransa Malino, Leonardus Mamesah, Yoshua Immanuel Manalip, H Manossoh, Gevin Brave Marthin D. J. Sumajouw Marthin D. J. Sumajouw Marthin Dody Josias Sumajouw Merry N. M. Kosakoy Mielke R. I. A. J. Mondoringin, Mielke R. I. A. J. Mikael Lumban Batu, Mikael Miza, Sisilia Dwi Sartika Mondoringin, Mielke R. I. A. Muhammad Q. Minabari Nelwan, Intan Tiara Ni Ketut Suputri Novi Angjaya Ondang, Celien Quinli Pandegiroth, Yonathan Papulele, Fernando Willem Gamaliel Pati, Maria Sari Pesik, Estty Rodianti Potalangi, Jessen G. Prijantoro, Johanes P. E. Prins, Muhammad Immalombassi Putra, Riski Yendrawan Reky S. Windah Reky S. Windah Rico Daniel Sumendap, Rico Daniel Ronny E. Pandaleke Ronny E. Pandaleke Ronny Pandaleke Rosie Arizki Intan Sari Ruddy Tenda Rudolvo Wenno Sandea Rerung Sandri Linna Sengkey Sembiring, Andrew Yeheskiel Servie O. Dapas Servie O. Dapas Sesty E. J. Imbar Sharon Ruth Toreh, Sharon Ruth Slat, Ventje Berty Soentpiet, Bill Johan Sondakh, Chichilya S.P. Steven Limbongan, Steven Sumajouw, Angga Josua Sumajouw, M. D.J Sumampouw, Franco Michael Takapente, Giano N. O. Tambingon, Fiki Riki Tampi, Jeanicha Christiani Tandiono, Million Tenda, Rudy Theyni J. Korompis Tjoanto, Roynaldo Vanessa Irena Kullit Vilty Stilvan Karundeng, Vilty Stilvan Wakkary, Satya Eliazer Donatus Winny J. Tamboto Yacob Yonadab Manuhua, Yacob Yonadab Yustina Yuliana Ria Salonde, Yustina Yuliana Ria