Claim Missing Document
Check
Articles

KESTABILAN SOLUSI NUMERIK SISTEM BERDERAJAT KEBEBASAN TUNGGAL AKIBAT GEMPA DENGAN METODE NEWMARK (Studi Kasus: Menghitung Respons Bangunan Baja Satu Tingkat) Rompas, Griebel H.; Wallah, Steenie E.; Windah, Reky S.; Dapas, Servie O.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 1 (2015): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode Newmark merupakan salah satu prosedur numerik yang biasa digunakan untuk menganalisa respon struktur terhadap beban gempa. Metode ini mempunyai dua parameter penting yaitu β dan , yang menetapkan variasi dari percepatan terhadap selang waktu dan menentukan karakteristik kestabilan dan akurasi dari metode tersebut. Apabila dipakai nilai γ = dan β = , artinya digunakan prinsip metode percepatan rata-rata. Sedangkan apabila dipakai nilai γ = dan β = , maka digunakan prinsip metode percepatan linear. Dan seperti metode numerik yang lain pada umumnya, kedua prinsip ini masing-masing juga mempunyai tingkat kestabilan dan akurasi yang berbeda-beda. Kestabilan dan ketelitian/akurasi proses numerik akan terjaga apabila dipakai nilai selang waktu (Δt) yang relatif kecil. Tujuan dari penelitian ini adalah mencari seberapa kecil nilai Δt yang harus digunakan untuk mendapatkan respon struktur yang stabil dan akurat. Struktur dimodelkan menjadi sistem berderajat kebebasan tunggal (SDOF) dan dikenakan beban impuls setengah gelombang sinus. Perhitungan respons menggunakan kedua prinsip di atas, masing-masing dilakukan variasi untuk nilai Δt dan periode (T). Prosedur ini dilakukan dengan bantuan program MS Excel. Hasil perhitungan menunjukkan untuk rata-rata prosentase perbedaan nilai hasil simpangan ≤ 1 %, kurang lebih diperlukan rata-rata nilai Δt = 0,007 T bila menggunakan prinsip percepatan linear, dan Δt = 0,005 T bila menggunakan prinsip percepatan rata-rata. Dengan kata lain, metode percepatan linear lebih efisien dalam mendapatkan hasil yang akurat dibandingkan metode percepatan rata-rata. Sebaliknya, metode percepatan linear mempunyai syarat nilai Δt tertentu agar proses numerik dapat dikatakan stabil (conditionally stable). Ketika digunakan Δt > 0,551 T respons yang dihasilkan oleh metode percepatan linear semakin lama semakin besar seiring pertambahan waktu meskipun adanya efek redaman dan ciri khas dari beban impuls dimana respons yang dihasilkan seharusnya semakin lama semakin kecil. Metode ini dapat dikatakan stabil ketika digunakan Δt < 0,551 T. Sedangkan metode percepatan rata-rata tetap stabil untuk berapa pun nilai Δt yang digunakan. Kata kunci : Metode Newmark, SDOF, kestabilan dan akurasi numerik
TINGKAT PENCEMARAN UDARA CO AKIBAT LALU LINTAS DENGAN MODEL PREDIKSI POLUSI UDARA SKALA MIKRO Sengkey, Sandri Linna; Jansen, Freddy; Wallah, Steenie E.
JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING Vol 1, No 2 (2011): JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pencemaran udara memberi dampak negatif bagi kesehatan manusia akibat polutan yang dikeluarkan oleh kendaraan bermotor. Dari beberapa jenis polutan yang dihasilkan, CO merupakan salah satu polutan yangpaling banyak yang dikeluarkan oleh kendaraan bermotor. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya konsentrasi CO yang dikeluarkan oleh lalu lintas kendaraan bermotor khususnya di ruas jalan Sam Ratulangi Manado. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu melalui survei dan observasi lapangan.Analisis data dilakukan dengan menggunakan pemodelan polusi udara skala mikro. Untuk menentukan persentase CO yang ditimbulkan oleh lalu lintas yaitu dengan membandingkan hasil perhitungan pemodelandengan hasil pengukuran udara ambient. Hasil penelitian menunjukan bahwa besarnya konsentrasi gas CO akibat lalulintas di ruas jalan Sam Ratulangi Manado berkisar 7242.99 μg/m3 sampai 15577,07 μg/m3, belum melampaui ambang batas baku mutu udara ambient nasional. Dari jumlah polutan CO yang ada di udara, 80,22% - 92,00% berasal dari kendaraan bermotor.Kata Kunci : kendaraan bermotor, polutan, CO
BERAT MINIMUM STRUKTUR Pandegiroth, Yonathan; Tenda, Rudy; Wallah, S. E.
JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING Vol 6, No 3 (2016): JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThe building structure were built by beam elements and column elements. In addition to the factors of strength and rigidity ensure the safety of the structure, the basic principles that should be getting attention in the calculation of the structure is the economic factor is realized through cross-sectional dimensions of the structural elements. Capacity utilization of the full cross-section, will becomes the basic point section design process more realistic because the load can be set appropriately and furthermore, the safety factor can be set as well. The case studies of minimum weight of the structure in the form of the structure has a geometrical regular-shaped portal is simple with a static load centralized, dimensions of the structural elements of the profile shape-I restricted to only two (2) types of each of the columns and beams, cross sectional plastic caused only by bending and normal (influence other body force the ignored / not reviewed), the weight of the structure is the total weight of all the structural elements in the form of beam elements and column elements, the objective function and barrier function is a linear function.The result of the calculation of minimum weight of test structures without the influence of the normal force: 200 kN with a correction effect of the normal force: 209,87 kN. Minimum weight of structure increase of 4,93%, the beam section dimension: I-beam 140x66 and column section dimension: H-rolled 125x60.The conclusion that can be drawn is the result of the calculation of the minimum weight of the structure to an increase in weight of the structure after there is a correction to the normal force due to weight function involve the effect of the bending moment does not include the influence of other body forces such as normal-shear-torque.Keywords:minimum weight, strength, rigidity,safety factor, normal forceAbstrakStruktur bangunan dibentuk oleh elemen balok dan elemen kolom. Selain faktor-faktor kekuatan dan kekakuan yang menjamin keamanan struktur, prinsip dasar lainnya yang harus mendapatkan perhatian dalam perhitungan struktur adalah faktor ekonomis diwujudkan melalui dimensi penampang elemen-elemen struktur. Pemanfaatan kapasitas penampang secara penuh, menjadi titik dasar proses desain penampang yang lebih realistis karena beban dapat ditetapkan secara tepat dan selanjutnya, faktor keamanan dapat ditetapkan pula.Studi kasus berat minimum struktur berupa struktur memiliki geometri regular berbentuk portal sederhana dengan beban statis terpusat, dimensi elemen struktur bentuk profil-I dibatasi hanya 2 (dua) tipe masing-masing untuk kolom dan balok, plastifikasi penampang diakibatkan hanya oleh lentur dan normal (pengaruh gaya dalam lainnya diabaikan/tidak ditinjau), berat struktur adalah total berat seluruh elemen struktur berupa elemen balok dan elemen kolom, fungsi obyektif dan fungsi pembatas adalah fungsi linier.Hasil perhitungan berat minimum struktur uji tanpa pengaruh gaya normal : 200 kN dengan koreksi pengaruh gaya normal : 209,87 kN adalah selisih kenaikan berat minimum sebesar 4,93 %, dimensi penampang balok : I-beam 140x66 dan dimensi penampang kolom : H-rolled 125x60.Kesimpulan yang bisa diambil adalah hasil perhitungan berat minimum struktur adanya kenaikan berat struktur setelah ada koreksi terhadap gaya normal karena fungsi berat hanya memasukkan pengaruh momen lentur tidak memasukan pengaruh gaya dalam lain berupa normal-geser-torsi.Kata kunci : berat minimum, kekuatan, kekakuan, faktor keamanan, gaya normal
ANALISIS PREDIKSI SEBARAN PERJALANAN PENUMPANG KAPAL LAUT MELALUI PELABUHAN LAUT PENGUMPAN DI KEPULAUAN HALMAHERA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL GRAVITY Sumendap, Diane; Wallah, Steenie E.; Lefrandt, Lucia
JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING Vol 3, No 2 (2013): JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan perkotaan Tobelo merupakan daerah transit yang paling ramai dilalui orang dari berbagai wilayah dalam pulau Halmahera. Meningkatnya perjalanan baik itu menuju (tarikan) ataupun meninggalkan (bangkitan) kawasan perkotaan Tobelo akan berdampak langsung terhadap sarana dan prasarana transportasi termasuk pelabuhan laut Tobelo. Agar supaya pengembangan pelabuhan sebagai supply menjadi terencana dengan baik yang dihitung berdasarkan kebutuhan pergerakan (demand) maka perlu memprediksi besarnya kebutuhan pergerakan yang terjadi melalui pelabuhan laut Tobelo dengan melakukan analisis prediksi sebaran perjalanan penumpang kapal laut melalui pelabuhan laut Tobelo.Penelitian ini meninjau sebanyak 9 zona daerah pelabuhan yang ada di Kepulauan Halmahera. Tujuan penelitian adalah untuk memprediksi sebaran perjalanan yang ditimbulkan oleh bangkitan/ tarikan pada masa mendatang/tahun rencana. Metode yang digunakan untuk menyelesaikan Trip Distribusi adalah dengan menggunakan persamaan/model regresi linier tunggal dan regresi linier berganda yang akan menghasilkan persamaan bangkitan/tarikan terbaik dalam menghitung besarnya bangkitan/tarikan.Hasil analisis prediksi sebaran perjalanan penumpang kapal laut melalui pelabuhan laut pengumpan di Kepulauan Halmahera memberikan hasil bahwa 1). model bangkitan perjalanan yang terbaik adalah Y = 3325,592 + 0,297.X1, 2). Pada tahun rencana terjadi peningkatan arus perjalanan rata-rata setiap zona sebesar 1,21078 (dari 157.245 pada masa sekarang menjadi 190.388 pada masa mendatang, 3). Peningkatan perjalanan yang paling siginifikan terjadi pada rute Buli-Tobelo yaitu 11.105 perjalanan pada tahun 2010 (masa sekarang) dan meningkat menjadi 28.191 pada tahun 2020 (tahun rencana/masa depan). Berdasarkan hasil penelitian ini maka pengembangan prasarana laut diprioritaskan pada pelabuhan laut Tobelo dan pelabuhan Laut Buli. Peningkatan kapasitas, frekuensi pelayanan khusus untuk rute Tobelo-Buli dan rute Tobelo-Morojaya agar ditingkatkan dari 2 kali pergerakan frekuensi kapal dalam seminggu menjadi 3 kali pergerakan frekuensi kapal dalam seminggu.Kata kunci: sebaran pergerakan, bangkitan, tarikan, regresi, trip distribusi
Analisa Struktur Cara Kekakuan: Sebagai Alat Bantu Alternatif Dalam Perhitungan Stuktur Harahap, John. Th.; Sumajouw, M. D.J; Wallah, S. E.
JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING Vol 6, No 3 (2016): JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Analysis of a frame structure is necessary for evaluation of how large is the structural response of applied load. In general, the understanding of Stiffness Method were done by using simple structure example. As the number of structural dimensions increases which could be represented by the number of joint and element, will required the use of adequate sophisticated computers and other application of computation. One of the most popular computation application is MS Excel. The aims of this research are to make an alternative MS Excel oriented structural analysis tool and to make comparison of the computation output with other program available in the market. Otomatization in the computation of stiffness method by MS Excel oriented will make the analysis steps which consist of numerical processes, now could be display on the sheets so that we could verify its validity according to the structural theory. This transparant computational processess will alleviate the confidency of the computational out put and in the practice, it is appropriate to be use for educational purpose or as the comparison to the other output using other application program. Computation output of six types of frame structures using this alternative tools give less significance output so that it would be conclude that thoh alternative tool could be used. The transparancy of the computation were appropriate to be used in the learning processess and also it could be used as the comparison tools to the other available structural analysis application. Key words : stiffness method, frame structures,transparancy,element stiffness,structure stiffness ABSTRAK Analisis struktur rangka dimaksudkan untuk mengetahui besar respons struktur terhadap beban. Pemahaman metode kekakuan dalam perkuliahan, umumnya dilakukan dengan memakai contoh struktur sederhana. Meningkatnya ukuran struktur yang direpresentasikan oleh banyaknya titik kumpul dan elemen batang, mengharuskan pemakaian komputer dan aplikasi perhitungan yang sesuai. Salah satu aplikasi populer untuk menghitung ialah MS Excel. Tujuan yang ingin dicapai dengan penelitian ini membuat alat bantu alternatif analisis struktur berorientasi MS Excel dan melakukan perbandingan hasil perhitungan dengan output aplikasi lain yang sudah ada di pasaran. Otomatisasi perhitungan cara kekakuan berorientasi MS Excel membuat. tahapan analisis yang bentuk fisiknya merupakan pengolahan angka, tampil pada sheet sehingga dapat diperiksa kebenarannya sesuai dengan teori. Proses perhitungan yang transparan meningkatkan kepercayaan atas hasil perhitungan dan dalam praktek, cocok digunakan dalam edukasi atau sebagai pembanding terhadap output aplikasi lainnya. Hasil perhitungan enam jenis struktur rangka dengan program bantu alternatif dengan program aplikasi lain, memberikan perbedaan yang sangat kecil sehingga dapat disimpulkan bahwa output program bantu alternatif, dapat digunakan. Transparansi perhitungan merupakan alasan program bantu alternatif cocok digunakan dalam proses perkuliahan dan sebagai alat pembanding dari aplikasi analisis struktur yang lain. Kata kunci : metode kekakuan , struktur rangka,transparansi,kekakuan elemen, kekakuan struktur Jurnal Ilmiah Media Engineering Vol.6 No.3, September 2016 (529-534) ISSN: 2087-9334530 
PENGARUH KADAR AIR DAN SUPERPLASTICIZER PADA KEKUATAN DAN KELECAKAN BETON GEOPOLIMER MEMADAT SENDIRI BERBASIS ABU TERBANG Gumalang, Stevanny; Wallah, S E; Sumajouw, M. D.J
JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING Vol 6, No 3 (2016): JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractEenvironmental issues that caused by the production of portland cement and the development needs of the concrete casting technology, where in the last few decade scientists has started to do research and development of fly ash based - self compacting geopolymer concrete. Fly ash based - self compacting geopolymer concrete is a concrete which made of geopolymer material (fly ash) that combined with aggregate without using of portland cement. It is must have workability criteria of self compacting concrete (SCC). To get SCC’s required workability, it needs addition of extra water to the mixture of geopolymer concrete. But with the addition of extra water, the mixture of fresh geopolymer concrete could undergo dispersion and segregation, also might be affect to the chemical binding of geopolymer material. So, it needs admixture material such as superplasticizer which serves to increase workability of fresh geopolymer concrete although the amount of water content is reduced. From the description above, the author conducted a study that aims to determine the extent of the influence of water and superplasticizer on the workability and compressive strength of fly ash based -self compacting geopolymer concrete.Fly ash based- Self Compacting Geopolymer Concrete planned as follows, Fly ash (Class F) in dry condition; coarse and fine aggregates in a SSD condition; Sodium Hydroxide’s concentration is 14M; Alkaline / Fly Ash Ratio is 0.8; Doses of Viscocrete-10 are 0%, 1%, 2% and 3%; Extra Water / Fly Ash ratio are 0, 0.2, 0:25, 0.3, and 0,32; curing in an oven for 48 hours at temperature 70 °C.The maximum slump flow value according to EFNARC for Self Compacting Concrete is 67 cm that obtained on the addition of 3% superplasticizer and the ratio of extra water / fly ash is 0.3. Filling ability and viscosity specified in the V-Funnel test is 9.50 seconds. The test results of passing ability using the L-shaped box shows blocking ratio H2 / H1 is 0.83 seconds. Extra Water on Geopolymer Concrete provide significant impact on the slump flow value. Addition of extra water 0.3 is already getting slump flow value required by EFNARC for self compacting concrete ( 67 cm > 65 cm). The optimum composition in terms of qualified workability of Self Compacting Concrete and compressive strength are obtained on the addition of 3% superplasticizer and 0.3 extra water ratio. They give slump flow value at 67 cm and an average compressive strength of 16.28 MPa. So that in this composition, the concrete can be categorized as fly ash based - self compacting geopolymer concrete. The maximum compressive strength obtained on the mixing without extra water which is gives an average 30.55 MPa.Keywords: water content, superplasticizer, workability, compressive strength, Self Compacting Geopolymer Concrete
UJI TARIK BETON MUTU TINGGI Gerung, Lerry M. N.; Sumajouw, Marthin D. J.; Wallah, Steenie E.
JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING Vol 2, No 4 (2012): JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada umumnya disain tegangan tarik atau tekan hanya berpatokan pada satu dimensi saja yaitu dimensi aturan standar. Pada prakteknya struktur beton memiliki dimensi yang berbeda-beda dan berbeda pula dengan dimensi aturan standar. Penelitian ini bertujuan untuk, menentukan hubungan antara kuat tarik lentur dan kuat tekan beton mutu tinggi, menentukan hubungan antara kuat tarik belah dan kuat tekan beton mutu tinggi, menentukan hubungan antara kuat tarik lentur dan kuat tarik belah beton mutu tinggi.Metode yang digunakan adalah penelitian eksperimental. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut: mengumpulkan data awal, meriset lokasi material, melakukan penelitian material yang meliputi gradasi, berat jenis, absorbsi, berat volume, keausan, dan kadar air, mendisain komposisi campuran dengan metode ACI 211.4R-93, melakukan disain campuran cara coba-coba jika metode ACI tidak terpenuhi, melakukan uji tekan kubus 15x15x15 cm, melakukan uji silinder 15/30 cm, melakukan uji lentur balok 5 x 5 x 20 cm. 7 x 7 x 28 cm. 10 x 10 x 40 cm. dan 15 x 15 x 60, melakukan uji tarik belah silinder 10/15 cm, analisa data hasil uji coba untuk kemudian ditampilkan dalam bentuk tabel, gambar, dan laporan serta kesimpulan yang relevan dan yang terakhir yaitu Dokumentasi.Hasil pengujian tegangan tarik lentur beton mutu tinggi di pengaruhi oleh dimensi penampang yaitu semakin besar penampang, semakin kecil tegangan tarik lentur yang dapat dipikulnya. Hubungan kuat tarik lentur dan kuat tekan beton mutu tinggi bervariasi menurut dimensi baloknya yang besarnya adalah kuat tarik lentur berbanding lurus secara polinomial dengan koefisien k dan kuat tekan beton yang diakarkan. Hubungan kuat tarik belah dan kuat tekan beton mutu tinggi pada penelitian ini adalah Kuat tarik belah berbanding lurus dengan kuat tekan beton yang diakarkan. Hubungan kuat tarik lentur dan kuat tarik belah beton mutu tinggi adalah Kuat tarik lentur berbanding lurus secara polinomial dgn kuat tarik belah beton.Kata kunci: tegangan tarik, tegangan tekan, beton mutu tinggi, kuat tarik lentur, kuat tarik belah, kuat tekan
Kajian Kapasitas Gelagar Beton Bertulang Berdasarkan Sistem Pembebanan BMS 1992 dan SNI 2005 Sumendap, Rico Daniel; Wallah, Steenie E.; Paransa, M. J.
TEKNO Vol 13, No 64 (2015): JURNAL TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam membangun suatu jembatan harus direncanakan untuk mampu memikul beban baik beban hidup maupun beban mati.Guna menyeragamkan pengambilan nilai beban maka muncul beberapa metode pembebanan. Dalam skripsi ini diambil metode pembebanan Bridge Management System (BMS 1992) dan SNI T-02-2005 sebagai objek penelitian.Untuk mengetahui besarnya perbedaan beban dari kedua metode pembebanan ini, hal tersebut kemudian ditinjau terhadap struktur bangunan atas jembatan yang menggunakan beton bertulang dengan bentang 8m sampai 30m. Perbedaan momen yang dihasilkan oleh kedua metode pembebanan ini  kemudian dihubungkan terhadap perencanaan tulangan lentur gelagar yang menggunakan mutu beton (fc’) 30MPa, mutu baja (fsy) 240Mpa dan dimensi gelagar tertentu. Selain untuk mengetahui besarnya perbedaan dari kedua metode pembebanan ini, dalam skripsi ini juga merencanakan tulangan diafragma, plat lantai, dan gelagar jembatan pada bentang L = 8m, L = 12m, L = 16m, L = 20m, serta menghitunga kapasitas dari masing-masing dimensi gelagar terhadap bentang jembatan yang dihitung berdasarkan metode pembebanan SNI 2005 dan BMS 1992. Adapun dimensi gelagar yang digunakan adalah b = 40cm, b = 45cm, b = 50cm, b = 60cm, b = 70cm, b = 80cm dengan perbandingan tinggi gelagar terhadap lebar gelagar adalah 3/2. Hasil menunjukkan momen yang dihitung dengan metode pembebanan SNI 2005 lebih besar dari BMS 1992 yaitu 0.37% sampai 0.54%. Dalam perhitungan kapasitas gelagar perbedaan ini sangat kecil pengaruhnya bahkan pada kondisi tertentu tidak berarti.   Kata kunci : BMS 1992, SNI 2005, kapasitas gelagar
Modulus Elastisitas Beton Geopolymer Pada Perawatan Temperatur Ruangan Tampi, Jeanicha Christiani; Wallah, Steenie E.; Manalip, Hieryco
TEKNO Vol 17, No 73 (2019): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton geopolymer merupakan beton ramah lingkungan yang di buat tanpa menggunakan semen dan sebagai gantinya digunakan fly ash yang merupakan limbah hasil pembakaran batu bara pada pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Dari segi perawatan beton geopolymer membutuhkan temperatur relative tinggi untuk mempercepat proses polimerisasi. Melihat kondisi dari sifat mekanik beton geopolymer pada suhu ruangan lambat untuk mencapai kekuatannya maka ada kebutuhan menambahkan bahan seperti semen untuk meningkatkan reaksi polimerisasi, dalam hal ini jika beton geopolymer mencapai kekuatan yang sama pada suhu ruangan dan suhu tinggi maka produksi semen akan berkurang dan pemanfaatan fly ash akan meningkat. Pada penelitian ini dilakukan pengujian modulus elastisitas beton geopolymer dan dilakukan perawatan menggunakan temperatur ruangan, dan akan dilakukan penambahan semen sebesar 2.5%, 5%, 7.5%, dan 10% dari berat fly ash. Dari hasil laboratorium, diperoleh nilai modulus elastisitas beton geopolymer meningkat pada setiap bertambahnya presentase semen. Nilai modulus elastisitas tertinggi didapat pada umur 28 hari dengan variasi penambahan semen 10% dari berat fly ash.
Kuat Tarik Belah Beton Dengan Menggunakan Tras Pada Berbagai Prosentase Sebagai Substitusi Parsial Agregat Halus Kaat, Brandon Christofer; Wallah, Steenie E.; Mondoringin, Mielke R. I. A.
TEKNO Vol 17, No 73 (2019): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam penelitian ini digunakan tras sebagai pengganti agregat halus. Material ini mengandung senyawa yang dapat memperkuat beton. Oleh karena itu, penggunaan tras untuk substitusi agregat halus dalam campuran beton dapat dipertimbangkan. Menggunakan benda uji bentuk silinder berdiameter 10 cm, tinggi 20 cm. Beton tras sebagai substitusi agregat halus, dengan variasi 0%, 5%, 10%, 15%, 20%, 25% dari berat agregat halus pasir. Mutu beton rencana adalah 25 MPa. Jumlah total benda uji adalah 48 silinder, setiap variasi 8 silinder. 4 silinder untuk pengujian kuat tekan dan 4 silinder untuk pengujian kuat tarik belah. Pengujian kuat tekan dan kuat tarik belah beton dilakukan pada umur 28 hari. Dari hasil penelitian, substitusi tras terhadap agregat halus dapat meningkatkan kuat tekan dan kuat tarik belah beton. Untuk kuat tekan optimum terdapat pada variasi tras 10% yaitu sebesar 26,05 atau mengalami kenaikkan kekuatan sebesar 2,28%. Untuk kuat tarik belah optimum terdapat pada variasi tras 10% yaitu sebesar 3,20 MPa atau mengalami kenaikkan kekuatan sebesar 16,56% dari beton normal.
Co-Authors Abdul Ahad Ghifar Ente Adrian David Tumelap, Adrian David ADRIANA KARUNDENG Alow, Grace Ruth Andre Kusuma Putra B.V Rangan Banu Dwi Handono, Banu Dwi Berly A. Kalembiro Berny Andreas Engelbert Rumimper Bonny M. M. Ointu Braien Octavianus Majore, Braien Octavianus Chandra Hansun Tanudjaja Christian Eko Wior, Christian Eko Christoffel Tanauma Christy Nathalie Brenda Turambi, Christy Nathalie Brenda Dalo, Yohanes Debrito Diane Sumendap Djwantoro Hardjito Dody M.J. Sumajouw Ellen J. Kumaat Febrianti Kumaseh, Febrianti Femmy Nurul Akbar Feraldy F. X. Wongkar Filia Eunike Sofia Paat Fillino Erwinsyah Franky G. T. Mamuaja Freddy Jansen Gabriel Bridges Rerungan Grevardo Febrigiano Laheba Griebel H. Rompas Gumalang, Stevanny H. Manalip Handy Yohanes Karwur Hanock Tanudjaja Harahap, John. Th. Hendrico J. Waraba Herawaty Riogilang Hieryco Manalip Hizkia Yehezkiel Mamesah Janre Henry Mentang Jorry D. Pangouw Kaat, Brandon Christofer Kembuan, Patricia Khonado, Monica Fransisca Kojongian, Alexandro Mark Kosakoy, Merry N. M. Laily, Rivaldo Lelyani Kin Khosama Lerry M. N. Gerung Liando, Frinsilia Jaglien Lucia Lefrandt Lukar, Stevania Elisabeth Claudia M. J. Paransa Malino, Leonardus Mamesah, Yoshua Immanuel Manalip, H Manossoh, Gevin Brave Marthin D. J. Sumajouw Marthin D. J. Sumajouw Marthin Dody Josias Sumajouw Merry N. M. Kosakoy Mielke R. I. A. J. Mondoringin, Mielke R. I. A. J. Mikael Lumban Batu, Mikael Miza, Sisilia Dwi Sartika Mondoringin, Mielke R. I. A. Muhammad Q. Minabari Nelwan, Intan Tiara Ni Ketut Suputri Novi Angjaya Ondang, Celien Quinli Pandegiroth, Yonathan Papulele, Fernando Willem Gamaliel Pati, Maria Sari Pesik, Estty Rodianti Potalangi, Jessen G. Prijantoro, Johanes P. E. Prins, Muhammad Immalombassi Putra, Riski Yendrawan Reky S. Windah Reky S. Windah Rico Daniel Sumendap, Rico Daniel Ronny E. Pandaleke Ronny E. Pandaleke Ronny Pandaleke Rosie Arizki Intan Sari Ruddy Tenda Rudolvo Wenno Sandea Rerung Sandri Linna Sengkey Sembiring, Andrew Yeheskiel Servie O. Dapas Servie O. Dapas Sesty E. J. Imbar Sharon Ruth Toreh, Sharon Ruth Slat, Ventje Berty Soentpiet, Bill Johan Sondakh, Chichilya S.P. Steven Limbongan, Steven Sumajouw, Angga Josua Sumajouw, M. D.J Sumampouw, Franco Michael Takapente, Giano N. O. Tambingon, Fiki Riki Tampi, Jeanicha Christiani Tandiono, Million Tenda, Rudy Theyni J. Korompis Tjoanto, Roynaldo Vanessa Irena Kullit Vilty Stilvan Karundeng, Vilty Stilvan Wakkary, Satya Eliazer Donatus Winny J. Tamboto Yacob Yonadab Manuhua, Yacob Yonadab Yustina Yuliana Ria Salonde, Yustina Yuliana Ria