Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH BAHAN TAMBAHAN TERHADAP KARAKTERISTIK MEKANIK BETON TAILING Tamboto, Winny J.; Sumajouw, Marthin D. J.; Wallah, Steenie E.
TEKNO Vol 9, No 55 (2011): JURNAL TEKNO-SIPIL
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Campuran beton dengan menggunakan tailing sebagai bahan bangunan merupakan suatu langkah maju dalam industri konstruksi. Limbah (tailing) yang dihasilkan dari pengolahan tambang emas berpengaruh buruk terhadap lingkung-an. Pemakaian tailing dalam campuran beton dapat mengurangi limbah tambang. Tailing terdiri butiran halus sehingga pada penelitian ini tailing dipakai sebagai bahan substitusi semen. Sesuai hasil analisis, komposisi kimia tailing terdiri dari 55% silica, 15% alumina, 8% kapur. Maksud penelitian untuk mendapatkan campuran beton tailing dengan bahan tambahan superplasticizer sehingga meng-hasilkan beton dengan kuat tekan rencana 25 MPa. Campuran beton dibuat dengan variasi tailing 5%, 10%, 15% dan 20% dari berat semen. Untuk setiap persentase tailing diberi variasi superplasticizer 0.5%, 1%, 1.5% dan 2% dari berat semen. Ditinjau sifat mekanik beton tailing dengan superplasticizer pada pengujian kuat tekan, kuat tarik lentur dan modulus elastisitas. Pengujian kuat tekan dilakukan pada umur 3, 7, 14 dan 28 hari, pengujian kuat tarik lentur dan modulus elastisitas dilakukan pada 28 hari. Pemakaian tailing pada campuran beton mengurangi nilai kuat tekan dibandingkan dengan nilai kuat tekan beton tanpa tailing, demikian pu-la pada pengujian kuat tarik lentur untuk setiap penambahan tailing kuat tarik lentur beton berkurang.Hasil penelitian menunjukkan campuran beton dengan tailing 5% dan superplasticizer 2%, kuat tekannya melebihi kuat tekan rencana.Kata kunci : tailing, bahan tambahan, kuat tekan
EVALUASI PANJANG PENYALURAN TERHADAP KUAT LENTUR BALOK BETON BERTULANG DENGAN VARIASI MUTU BETON Manossoh, Gevin Brave; Pangouw, Jorry D.; Wallah, Steenie E.
TEKNO Vol 14, No 66 (2016): JURNAL TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton bertulang merupakan gabungan dari dua jenis bahan : beton polos, yang memiliki kekuatan tekan yang tinggi namun kuat tarik yang rendah , dan batangan batangan baja yang ditanamkan didalam beton dapat memberikan kekuatan tarik yang diperlukan. Kuat tarik beton biasanya 8%-15% dari kuat tekan beton,  kekuatan tarik didalam tarik adalah suatu sifat yang penting yang mempengaruhi perambatan dan ukuran dari retak didalam struktur. Sebuah balok yang diberi beban akan mengalami deformasi, dan oleh sebab itu timbul momen-momen lentur sebagai perlawanan dari material yang membentuk balok tersebut terhadap beban luar. Sedangkan Panjang penyaluran dapat didefinisikan sebagai panjang minimum dari tulangan  terbenam yang diperlukan sehingga tulangan dapat diberikan tegangan mencapai titik leleh ditambah jarak ekstra untuk menjamin kekuatan dari batang. Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh panjang penyaluran terhadap kuat lentur balok beton bertulang. Dalam penelitian ini  perawatan dilakukan selama 7 hari dengan menggunakan benda uji balok 150x150x800 m. Variasi mutu beton yang diambil adalah 20 MPa, 25 MPa, 30 MPa. Variasi panjang penyaluran terhadap mutu beton yaitu bengkokan/kait 135o pada tulangan tanpa kait (dengan lewatan 10d), dan tulangan utuh. Diameter  tulangan tetap untuk semua benda uji.Total benda uji sebanyak 9 benda uji. Hasil pengujian menyatakan bahwa perbandingan antara variasi panjang penyaluran terhadap mutu beton yaitu variasi panjang penyaluran terhadap mutu beton dengan bengkokan/kait 135ᵒ memiliki nilai lebih besar dari tulangan tanpa kait (dengan lewatan 10d) dan tulangan utuh. Kata kunci : beton bertulang, panjang penyaluran, kuat tarik lentur
ANALISIS PENGHUBUNG GESER BALOK KOMPOSIT PRACETAK DENGAN PLAT BETON Sumampouw, Franco Michael; Wallah, Steenie E.; Ointu, Bonny M. M.; Dapas, Servie O.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 7 (2018): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Struktur beton pracetak banyak digunakan karena dapat dikerjakan dengan cepat, tepat dan efisien namun masih diperlukan komponen beton cast in situ contohnya plat sehingga balok dan plat harus disambungkan dengan penghubung geser agar struktur menjadi struktur komposit. Pada struktur komposit terdapat gaya geser horizontal yang timbul selama pembebanan. Penggunaan elemen komposit harus memiliki tahanan terhadap geser yang cukup pada bidang singgung agar tidak terjadi slip antara balok dan plat beton. Mekanisme transfer tegangan geser antara beton dipengaruhi oleh kekasaran dari permukaan, tahanan tekan dari beton dengan mutu yang lebih rendah, serta jumlah penghubung geser (shear connector). Analisis yang digunakan didasarkan pada Tata Cara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung menurut SNI 2847-2013. Balok Komposit beton pracetak dan plat beton dimodelkan dalam balok dengan perletakan jepit-jepit dengan panjang bentang 4 meter dan plat selebar balok dengan penghubung geser (shear connector) berupa takikan dari balok beton dengan variasi bentuk, tinggi dan lebar. Tahapan analisis data menggunakan bantuan perangkat lunak Structure Analysis Program (SAP2000).  Hasil analisis memperlihatkan bahwa penghubung geser (shear connector) memberikan pengaruh terhadap elemen balok, dalam menahan gaya geser yang terjadi antara balok pracetak dan plat beton. Penghubung geser yang ditakikan pada plat dengan bentuk yang berbeda walaupun memiliki luas penghubung geser dan jumlah penghubung geser yang sama akan menghasilkan tegangan yang berbeda. Penghubung geser pada balok komposit pracetak dan plat beton dengan bentuk persegi panjang merupakan penghubung geser yang paling efisien dilihat dari tegangan-tegangan dan lendutan yang dihasilkan.  Kata kunci: balok komposit, penghubung geser (shear connector), beton pracetak
PENGARUH VARIASI LUAS PIPA PADA ELEMEN BALOK BETON BERTULANG TERHADAP KUAT LENTUR Tandiono, Million; Manalip, H.; Wallah, Steenie E.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 2 (2017): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Balok beton bertulang sebagai elemen struktur yang cukup besar perannya dalam memikul beban, terutama untuk memikul beban lentur. Dimensi penampang balok beton bertulang akan mempengaruhi balok tersebut dalam peranannya memikul beban lentur. Terkadang dijumpai ada-nya pemasangan pipa pada elemen balok yang mempengaruhi balok tersebut dalam peranannya memikul beban lentur.Pada skripsi ini akan membahas pengaruh variasi luas penampang pipa pada elemen balok dan batas maksimum besar dimensi luas penampang pipa yang dapat dipasang pada elemen balok.Untuk pengkajian kuat lentur, dimensi benda uji balok beton bertulang yang digunakan berukuran (150x150x600) mm tanpa pipa, (150 x 150 x 600) mm dengan diameter pipa 1/2”, (150 x 150 x 600) mm dengan diameter pipa 1” dan (150 x 150 x 600) mm dengan diameter pipa 1 1/2”, dengan diameter tulangan utama yang digunakan adalah Ø8. Untuk pengujian kuat tekan menggunakan benda uji kubus berukuran (150x150x150) mm dengan kuat tekan rencana 20 MPa. Dari hasil penelitian diperoleh kuat tekan rata-rata sebesar 25,594 MPa. Kuat lentur rata-rata diperoleh adalah pada benda uji A (150 x 150 x 600) mm tanpa pipa = 6,367 MPa, B (150 x 150 x 600) mm dengan pipa ½” = 5,192 MPa,  C (150 x 150 x 600) mm dengan pipa 1” = 3,798 MPa, D (150 x 150 x 600) mm dengan pipa 1½” = 1,972 MPa. Dari hasil hubungan antara kuat lentur dengan variasi luas penampang pipa  pada dimensi benda uji menunjukan bahwa semakin besar dimensi pipa pada benda uji, maka kuat lentur yang dihasilkan akan semakin kecil. Kata Kunci : Balok beton Bertulang, Variasi Luas Penampang Pipa, Kuat Lentur, Lubang pada balok
STUDI KOMPARASI DISAIN STRUKTUR BANGUNAN BERTINGKAT AKIBAT GEMPA PADA 5 KOTA DI INDONESIA Prins, Muhammad Immalombassi; Dapas, Servie O.; Wallah, Steenie E.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 7 (2017): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lahan yang semakin terbatas menyebabkan pembangunan gedung bertingkat dipilih sebagai alternatif untuk memenuhi kebutuhan manusia yang meningkat. Perencanaan bangunan harus dilakukan secara teliti dan seksama menggunakan peraturan terbaru yaitu SNI 2847:2013 dan SNI 1726:2012.Perencanaan struktur terdiri dari 20 lantai yang berfungsi sebagai perhotelan dengan konstruksi beton bertulang menggunakan SRPMK. Ditinjau dari balok, kolom, HBK dan pelat pada lima kota di Indonesia yaitu Pontianak, Balikpapan, Batam, Yogyakarta dan Palu. Bangunan direncanakan diatas tanah sedang dan berada pada KDS A sampai KDS E. Pembebanan terdiri dari beban mati, beban hidup dan beban gempa. Perencanaan elemen struktur menggunakan SNI 2847:2013 dengan mutu beton, fc’ 30 MPa, mutu tulangan baja,  fy 240 MPa untuk diameter tulangan lebih kecil atau sama dengan 10 mm, fy 400 MPa untuk diameter tulangan lebih besar dari 10 mm. Analisis beban gempa menggunakan SNI 1726:2012. Analisis struktur menggunakan bantuan program ETABS.Hasil perencanaan struktur berupa perhitungan dimensi penampang serta tulangan lentur dan geser balok arah memanjang maupun melintang, tulangan memanjang dan geser kolom, hubungan balok-kolom (HBK) dan tulangan pokok dan susut pelat lantai dan atap.  Kata Kunci : SRPMK, ETABS, Beton Bertulang, HBK, Gempa
PENGARUH PEMBEBANAN TERHADAP HASIL PENGUJIAN HAMMER TEST PADA KOLOM BETON BERTULANG Sembiring, Andrew Yeheskiel; Wallah, Steenie E.; Ointu, Bonny M. M.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 2 (2019): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hammer Test adalah pengujian mutu beton yang bersifat tidak merusak (non destructive test), hammer test bekerja dengan cara memukul permukaan beton yang akan di uji kemudian dari aksi tersebut akan di dapatkan nilai akibat dari pemantulan balik dari piston yang di pukulkan tadi, selanjutnya dari nilai pukulan balik tadi akan di olah menjadi data kuat tekan beton. Pada pengujian hammer test yang di lakukan pada bangunan beton bertulang, di dapati nilai karakteristik beton yang cenderung di anggap lebih tinggi jika di bandingkan dengan rata-rata kuat tekan beton yang biasanya di gunakan untuk merencanakan sebuah bangunan.Dari fenomena yang terjadi tersebut, peneliti menganggap hal itu bisa terjadi di akibatkan oleh beton yang sudah menjadi bangunan & sudah di bebani akan menjadi lebih kaku, sehingga nilai angka pantul beton yang didapat dari pengujian Hammer test menjadi lebih tinggi yang kemudian menyebabkan nilai kuat tekan beton menjadi lebih tinggi, tetapi hal itu juga belum bisa di pastikan karena pengujian hammer test biasanaya di lakukan jauh setelah bangunan tersebut selesai di buat sehingga nilai kuat tekan awal yang di uji di laboratorium biasanya sudah tidak ada.Pada penelitian ini di buat benda uji berupa kolom beton bertulang dengan ukuran penampang 15cm x 15cm dengan tinggi 100cm dan benda uji silinder ber diameter 10cm dan tinggi 20cm yang akan di bandingkan nilai kuat tekan dari masing-masing benda uji tersebut. Kemudian benda uji kolom beton bertulang juga akan di beri beban dan kemudian akan di lihat dan di bandingkan nilai kuat tekan dari kolom berdasarkan tiap variasi beban. Selain beban posisi pengujian juga di variasikan pada sepanjang sisi kolom, dimana di sepanjang sisi kolom di bagi menjadi 6 segmen untuk kemudian di uji dan di bandingkan.Kemudian hasilnya di dapat nilai kuat tekan beton menggunakan Hammer Test sudah menunjukan nilai  yang lebih tinggi dari hasil yang di dapat dari pengujian Compression Machine meskipun dengan tanpa penambahan beban, perbedaan kuat tekan yang di dapat sekitar 1MPa – 2 MPa. Pada penambahan beban juga di dapat hasil yang adalah berpengaruh yaitu penambahan beban mempengaruhi nilai angka pantul sehingga menaikkan hasil nilai kuat tekan yang di dapat menggunakan Hammer Test. Dan untuk variasi posisi pengujian di dapat posisi paling bawah yang memiliki nilai kuat tekan terbesar. Kata kunci : Mutu Beton, Hammer Test Kolom, Pembebanan, Kolom
PENGUJIAN MODULUS ELASTISITAS PADA BETON DENGAN MENGGUNAKAN TRAS SEBAGAI SUBSTITUSI PARSIAL AGREGAT HALUS Lukar, Stevania Elisabeth Claudia; Pandaleke, Ronny E.; Wallah, Steenie E.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 1 (2020): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi dan pembangunan struktur bangunan teknik sipil merupakan dua hal yang saling berkaitan. Beton juga mempunyai beberapa kelebihan salah satunya adalah mampu memikul beban tekan sehingga penggunaannya semakin meningkat tetapi pemenuhan akan bahan baku beton semakin berkurang. Salah satu alternatifnya penggunaan material Pasir dengan cara mengganti sebagian agregat halus dengan tras yang merupakan batuan gunung berapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai kuat tekan dan nilai modulus elastisitas. Benda uji berupa silinder 10 cm x 20 cm. Mutu yang di targetkan adalah 25 MPa dengan persentase campuran beton 0%, 5%, 10%, 15%. Pengujian kuat tekan dan modulus elastisitas pada beton substitusi parsial agregat halus menggunakan tras di lakukan pada umur 7, 14, 28 dengan berat volume beton normal 2117,26 – 2233,31 kg/mᶾ. Nilai kuat tekan mengalami peningkatan sebanding dengan umur. Nilai kuat tekan rata-rata pada umur 7 hari 17.55 MPa, sementara umur 14 hari rata-rata 23.90 MPa serta kuat tekan pada beton umur 28 hari rata-rata diperoleh 29.08 MPa, Pada umur 28 hari nilai modulus rata-rata tras 0% 25614.6 MPa, Pada 5% 25376.2 MPa, Pada 10% 22534.4 MPa, Dan pada 15% 18155.4 MPa. Nilai modulus elastisitas menurun sesuai penambahan bahan pengganti sebagian agregat halus. Kata Kunci: Pasir, Tras, Kuat Tekan, Modulus Elastisitas
PERILAKU MEKANIS BETON SERAT DENGAN KOMBINASI KAWAT BENDRAT DAN DRAMIX 3D Prijantoro, Johanes P. E.; Wallah, Steenie E.; Dapas, Servie O.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 12 (2018): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dewasa ini pemakaian beton sangat berkembang pesat pada kegiatan konstruksi. Tetapi beton memiliki kelemahan pada sifat yang getas dan kuat tarik yang rendah. Salah satu alternatif bahan tambah yang digunakan yang bersifat fisik adalah serat baja (steel fiber). Serat baja memiliki sifat yang baik dalam hal kuat tariknya. Dalam penelitian ini digunakan kawat bendrat dan dramix 3D. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan kombinasi kawat bendrat dan dramix 3D terhadap perilaku mekanis beton yaitu, kuat tekan dan kuat tarik belah beton. Variasi penambahan serat 0% bendrat 1% dramix 3D , 1% bendrat 0% dramix 3D, 0.25% bendrat 0.75% dramix 3D, 0.75% bendrat 0.25% dramix 3D,  0.5% bendrat 0.5% dramix 3D dari berat agregat kasar .Dari hasil penelitian diperoleh Presentase tertinggi kuat tarik beton serat terhadap beton non serat terdapat pada kombinasi campuran 0.75% bendrat dan 0.25% dramix 3D (BSIV) dengan presentase peningkatan sebesar 10.17% dengan nilai kuat tarik belah Fsp = 3.15 MPa. Presentase tertinggi kuat tekan beton serat terhadap beton non serat terdapat pada kombinasi campuran 0.5% bendrat dan 0.5% dramix 3D (BSV) dengan presentase peningkatan sebesar 14.59% dengan nilai kuat tekan fc = 28.52 MPa. Kata Kunci: Beton Serat, Kawat Bendrat, Dramix 3D, Kuat Tekan, Kuat Tarik Belah
RESPON DINAMIS BANGUNAN BERTINGKAT BANYAK DENGAN SOFT FIRST STORY DAN PENGGUNAAN BRACED FRAMES ELEMENT TERHADAP BEBAN GEMPA Nelwan, Intan Tiara; Wallah, Steenie E.; Dapas, Servie O.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 3 (2018): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Struktur bangunan bertingkat yang dibebani gempa akan mengalami simpangan lateral. Semakin tinggi struktur maka semakin besar simpangan lateral yang terjadi, apalagi jika struktur tersebut memiliki kekakuan kolom tingkat dasar yang lebih kecil (soft first story). Simpangan lateral tersebut dapat mengakibatkan momen guling struktur bangunan menjadi besar sehingga menyebabkan keruntuhan struktur. Untuk mencegah kondisi tersebut, maka kekakuan lateral struktur perlu diperbesar. Salah satu cara untuk memperbesar kekakuan lateral struktur adalah dengan menggunakan Braced Frames Element (Elemen Pengaku Portal).Pemodelan struktur yaitu berupa bangunan bertingkat banyak beton bertulang dengan denah 18 m x 18 m, struktur 25 tingkat, dengan tinggi 8 meter untuk lantai dasar, dan 3 meter untuk tiap lantai diatasnya. Struktur dimodelkan tanpa penambahan bracing dan dengan penambahan variasi tipe bracing (Diagonal bracing, X-bracing, dan Inverted V bracing) yang ditempatkan pada bentang tengah vertikal di sisi luar bangunan. Analisa simpangan lateral struktur tanpa dan dengan Braced Frames Element akan menggunakan analisa gempa dinamis yaitu Spektrum Respon (Response Spectrum). Analisa dinamis yang dilakukan dengan bantuan software ETABS, menunjukan bahwa nilai simpangan horisontal maksimum akibat beban gempa statis dan beban gempa dinamis, adalah sebagai berikut: Model A 71,7 mm dan 68,7 mm, Model B 56,6 mm dan 61,1 mm, Model C 55,8 mm dan 60,3 mm, Model D 55,8 mm dan 60,3 mm, Model E 70,4 mm dan 60,6 mm, Model F 70,5 mm dan 60,6 mm. Penggunaan Braced Frames Element pada struktur dapat mengurangi respon (simpangan lateral) dari struktur tanpa harus memperbesar dimensi dari kolom, dimana simpangan lateral maksimum yang dihasilkan akan menjadi lebih kecil.Kata kunci: bangunan bertingkat, beton bertulang, beban gempa, bracing, simpangan, soft story, ETABS.
PENGARUH DINDING PADA LANTAI DASAR TERHADAP DISPLACEMENT PADA BANGUNAN SET-BACK DAN NON SET-BACK Mamesah, Yoshua Immanuel; Manalip, Hieryco; Wallah, Steenie E.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 8 (2019): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasangan bata ini seringkali diabaikan dalam perencanaan struktur bangunan dan pengaruh terhadap kekakuan dan kekuatan struktur tidak diperhitungkan dalam analisis dan disain struktur. Pasangan dinding bata hanya dinggap sebagai beban gravitasi dan keberadaannya diasumsikan tidak mempengaruhi kekakuan dan kekuatan struktur bangunan. Akan tetapi bangunan yang menggunakan pasangan dinding bata memiliki kekakuan struktur yang besar. Banyak bangunan yang secara arsitektur memiliki nilai estetika tinggi yang pada umnya menjadi pilihan para arsitek dalam mendisain suatu bangunan. Kebanyakan dari bangunan-bangunan seperti ini memiliki struktur yang tidak beraturan diantaranya juga bangunan-bangunan dengan set-back.Penelitian dilakukan pada pemodelan struktur bangunan Set Back dan Non-Setback dengan menggunakan dinding pengisi dan tanpa dinding pengisi pada lantai dasar. Bangunan set-back di variasikan pada 4 model, yaitu model B, model C model D dan model E .Kemudian dilakukan analisis menggunakan program SAP2000.Dan untuk parameter yang ditinjau pada penelitian ini adalah mengetahui displacement yang terjadi pada tiap pemodelan struktur bangunan tersebut serta perbandingan antara bangunan yang menggunakan dinding pengisi dan tanpa dinding pengisi.Dari hasil penelitian tersebut diperoleh displacement terbesar terdapat pada bangunan dengan rasio tinggi bagian set-back terhadap bagian bawah terbesar yaitu model E1 sebesar 30,231 mm dan E2 sebesar 30,4877 mm. Dalam hal ini menunjukkan bahwa Semakin besar rasio tinggi bagian set-back terhadap bagian bawah maka akan semakin besar displacement yang terjadi. Bangunan yang memiliki set-back akan mengalami kenaikan displacement yang signifikan pada satu tingkat diatas penempatan set-back tersebut dan yang terbesar pada model D2 sebesar 28,3074 pada tingkat 5 Bangunan yang menggunakan dinding pengisi akan membuat struktur bangunan lebih kuat pada bangunan dengan menggunakan dinding pengisi (Model E1) terhadap bangunan tanpa dinding pengisi (Model E2) maka displacement akan mengalami perbedaan sebesar 22,01%. Kata Kunci: Bangunan Bertingkat, Set Back, Displacement, Dinding Pengisi, Masonri
Co-Authors Abdul Ahad Ghifar Ente Adrian David Tumelap, Adrian David ADRIANA KARUNDENG Alow, Grace Ruth Andre Kusuma Putra B.V Rangan Banu Dwi Handono, Banu Dwi Berly A. Kalembiro Berny Andreas Engelbert Rumimper Bonny M. M. Ointu Braien Octavianus Majore, Braien Octavianus Chandra Hansun Tanudjaja Christian Eko Wior, Christian Eko Christoffel Tanauma Christy Nathalie Brenda Turambi, Christy Nathalie Brenda Dalo, Yohanes Debrito Diane Sumendap Djwantoro Hardjito Dody M.J. Sumajouw Ellen J. Kumaat Febrianti Kumaseh, Febrianti Femmy Nurul Akbar Feraldy F. X. Wongkar Filia Eunike Sofia Paat Fillino Erwinsyah Franky G. T. Mamuaja Freddy Jansen Gabriel Bridges Rerungan Grevardo Febrigiano Laheba Griebel H. Rompas Gumalang, Stevanny H. Manalip Handy Yohanes Karwur Hanock Tanudjaja Harahap, John. Th. Hendrico J. Waraba Herawaty Riogilang Hieryco Manalip Hizkia Yehezkiel Mamesah Janre Henry Mentang Jorry D. Pangouw Kaat, Brandon Christofer Kembuan, Patricia Khonado, Monica Fransisca Kojongian, Alexandro Mark Kosakoy, Merry N. M. Laily, Rivaldo Lelyani Kin Khosama Lerry M. N. Gerung Liando, Frinsilia Jaglien Lucia Lefrandt Lukar, Stevania Elisabeth Claudia M. J. Paransa Malino, Leonardus Mamesah, Yoshua Immanuel Manalip, H Manossoh, Gevin Brave Marthin D. J. Sumajouw Marthin D. J. Sumajouw Marthin Dody Josias Sumajouw Merry N. M. Kosakoy Mielke R. I. A. J. Mondoringin, Mielke R. I. A. J. Mikael Lumban Batu, Mikael Miza, Sisilia Dwi Sartika Mondoringin, Mielke R. I. A. Muhammad Q. Minabari Nelwan, Intan Tiara Ni Ketut Suputri Novi Angjaya Ondang, Celien Quinli Pandegiroth, Yonathan Papulele, Fernando Willem Gamaliel Pati, Maria Sari Pesik, Estty Rodianti Potalangi, Jessen G. Prijantoro, Johanes P. E. Prins, Muhammad Immalombassi Putra, Riski Yendrawan Reky S. Windah Reky S. Windah Rico Daniel Sumendap, Rico Daniel Ronny E. Pandaleke Ronny E. Pandaleke Ronny Pandaleke Rosie Arizki Intan Sari Ruddy Tenda Rudolvo Wenno Sandea Rerung Sandri Linna Sengkey Sembiring, Andrew Yeheskiel Servie O. Dapas Servie O. Dapas Sesty E. J. Imbar Sharon Ruth Toreh, Sharon Ruth Slat, Ventje Berty Soentpiet, Bill Johan Sondakh, Chichilya S.P. Steven Limbongan, Steven Sumajouw, Angga Josua Sumajouw, M. D.J Sumampouw, Franco Michael Takapente, Giano N. O. Tambingon, Fiki Riki Tampi, Jeanicha Christiani Tandiono, Million Tenda, Rudy Theyni J. Korompis Tjoanto, Roynaldo Vanessa Irena Kullit Vilty Stilvan Karundeng, Vilty Stilvan Wakkary, Satya Eliazer Donatus Winny J. Tamboto Yacob Yonadab Manuhua, Yacob Yonadab Yustina Yuliana Ria Salonde, Yustina Yuliana Ria