Claim Missing Document
Check
Articles

EVALUASI PERBANDINGAN BENDA UJI BERBENTUK HOLLOWBRICK TERHADAP SILINDER Mentang, Janre Henry; Pangouw, Jorry D.; Khosama, Lelyani Kin; Wallah, Steenie E.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 4 (2014): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hollow-brick merupakan elemen bahan bangunan yang digunakan sebagai fungsi dinding dimana keberadaannya hanya sebagai sekat. Berdasarkan bahan pembentuk, hollow-brick memiliki peranan dalam penambah kekakuan lateral suatu bangunan. Penelitian dilakukan untuk mengevaluasi kekuatan tekan terhadap ukuran benda uji hollow-brick. Penelitian menggunakan metode eksperimental di laboratorium berupa pembuatan benda uji hollow-brick, silinder dan kubus dengan variasi campuran yang dibuat adalah 1 Portland Cement (PC) : 4 pasir : 8 abu batu : 0,6 tras, selanjutnya 1 : 5 : 7 : 0,6;  1 : 6 : 6 : 0,6;  1 : 7 : 5 : 0,6;  1 : 8 : 4 : 0,6. Hasil penelitian menunjukan berat volume rata-rata hollow-brick kode campuran  VC.2, VC.3, VC.4, VC.5 berturut-turut sebesar 1608 kg/m3, 1593 kg/m3, 1611 kg/m3, 1627 kg/m3. Pemadatan benda uji hollow-brick jauh lebih padat dibandingkan benda uji lain sehingga menghasilkan kuat tekan lebih besar yakni kuat tekan pada umur 28 hari benda uji hollow-brick berkisar 3,39 - 5,10 MPa, silinder berkisar 0,92 – 2,04 MPa, dan kubus berkisar 0,74 – 1,05 MPa. Perbedaan cara pemadatan setiap benda uji menghasilkan beda kuat tekan besar. Persentase kuat tekan hollow-brick terhadap benda uji lain menunjukkan perbedaan yang sangat besar dimana persentase hollow-brick terhadap benda uji silinder umur 28 hari antara 219 – 391% dan persentase hollow-brick terhadap kubus umur 28 hari antara 415 – 538%. Klasifikasi mutu berdasarkan SK SNI S-04-1989-F yaitu menunjukan variasi campuran VC.1 tergolong pada mutu II sebagai tingkat mutu tertinggi dibandingkan variasi campuran  VC.3 VC.4 VC.5 tergolong pada mutu III dan VC.2 tergolong pada mutu IV sebagai tingkat mutu terendah. Kata kunci: Hollow-brick, Silinder, Kubus, Kuat Tekan
EFISIENSI PENGGUNAAN DINDING GESER UNTUK MEREDUKSI EFEK TORSI PADA BANGUNAN YANG TIDAK BERATURAN Lumban Batu, Mikael; Dapas, Servie O.; Wallah, Steenie E.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 1 (2016): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perencanaan bangunan bertingkat membutuhkan elemen pengaku seperti dinding geser yang dapat digunakan untuk meredam goyangan pada bangunan akibat beban lateral. Dinding Geser berfungsi juga sebagai struktur bangunan yang ikut memikul gaya-gaya beban yang bekerja pada balok dan kolom sekitarnya. Peletakan dinding geser yang tepat pada suatu denah bangunan bertingkat, dapat membantu mereduksi nilai simpangan pada bangunan tersebut. Untuk meninjau pengaruh letak dinding geser pada suatu bangunan telah dicoba 8 variasi model struktur dengan posisi dinding geser yang berbeda beda. Model sturktur yang ditinjau adalah struktur dengan ketidekberaturan horisontal. Dari 8 variasi model yang telah dicoba, model dengan letak atau posisi dinding geser pada pusat massa bangunan merupakan model struktur yang paling baik. Dinding geser yang terletak pada pusat massa bangunan menjadi variasi model paling baik karena jenis dinding geser ini dekat dengan wilayah inti bangunan yang menjadi poros putaran bangunan. Kata Kunci : Dinding Geser,  Peletakan dinding geser, Simpangan, Bangunan Bertingkat
PERHITUNGAN GAYA GESER PADA BANGUNAN BERTINGKAT YANG BERDIRI DI ATAS TANAH MIRING AKIBAT GEMPA DENGAN CARA DINAMIS Erwinsyah, Fillino; Windah, Reky S.; Dapas, Servie O.; Wallah, Steenie E.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 3 (2013): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengaruh gempa pada struktur bangunan biasanya dimodelkan dengan terjadinya gaya geser yang bekerja pada dasar bangunan yang disebut sebagai gaya geser dasar (base shear). Besarnya gempa yang bekerja sangat mempengaruhi gaya geser dasar yang terjadi pada struktur bangunan. Apalagi jika struktur bangunan memiliki kekakuan kolom yang besar.Struktur bangunan yang memiliki variasi nilai kekakuan kolom karena bertumpu pada kemiringan tanah tertentu dan berada pada wilayah gempa 5 menurut SNI dengan kondisi tanah lunak dianalisa dengan menggunakan metode spektrum respon untuk mengetahui gaya geser yang terjadi pada struktur bangunan tersebut.Dari hasil analisa dapat disimpulkan bahwa pada struktur bangunan yang memiliki kekakuan kolom paling besar, biasanya pada saat gempa akan memikul gaya geser yang paling besar.Kata kunci: Gaya geser, kemiringan tanah
PENGARUH PERAWATAN DAN UMUR TERHADAP KUAT TEKAN BETON GEOPOLIMER BERBASIS ABU TERBANG Wallah, Steenie E.
JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING Vol 4, No 1 (2014): JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan beton geopolimer berbasis abu terbang merupakan salah satu alternatif solusi yang dapat mengurangi pemakaian semen portland sebagai bahan pengikat utama yang digunakan untuk membuat beton saat ini yang memberikan kontribusi yang cukup signifikan terhadap emisi gas karbondioksida ke atmosfir. Pemakaian abu terbang yang merupakan limbah dari proses pembakaran batu baru sebagai material asal juga memberikan nilai tambah tersendiri terhadap beton geopolimerberbasis abu terbang.Paper ini melaporkan hasil studi terhadap beton geopolimer berbasis abu terbang yang dibuat dengan menggunakan abu terbang sebagai material asal, sodium hidroksida dan sodium silikat sebagai aktivator dan agregat yang biasa digunakan dalam campuran beton, dengan fokusnya adalahuntuk melihat pengaruh jenis perawatan serta umur beton terhadap salah satu sifat mekanis beton yaitu kuat tekannya. Tipe perawatan yang diterapkan adalah perawatan beton pada temperatur ruang, perawatan pada temperatur di atas temperatur ruang (elevated temperature) serta kombinasi antara perawatan pada elevated temperature dan perendaman dalam air. Umur beton yang diamati adalah sampai dengan jangka waktu maksimal 3 tahun.Hasil-hasil yang didapat menunjukkan bahwa tipe perawatan sangat mempengaruhi perkembangan kekuatan tekan beton, dimana perawatan pada temperatur ruang menghasilkan beton dengan perkembangan kekuatan yang lebih lambat terutama pada umur-umur muda sampai dengan 3 bulan. Sedangkan perawatan pada elevated temperature yaitu pada temperatur 60oC selama 24 jam menunjukkan bahwa kekuatan tekan beton yang diharapkan dapat dicapai setelah proses perawatanselesai. Tidak terjadi peningkatan kekuatan tekan yang berarti setelah umur 3 bulan untuk beton geopolimer dengan perawatan pada temperatur ruang. Demikian juga untuk perawatan pada elevated temperature maupun kombinasi dengan perendaman dalam air tidak terjadi peningkatan kuat tekan yang berarti setelah proses perawatan pada elevated temperature selesai.Kata kunci: abu terbang, umur, elevated temperature, geopolimer, perawatan
PENGARUH KEHALUSAN SEMEN TERHADAP PENINGKATAN KEKUATAN MORTAR Slat, Ventje Berty; Sumajouw, M. D.J; Wallah, S. E.
JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING Vol 6, No 3 (2016): JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractSlurry density which is determined by the number of cavities / micro pores in the cement paste will reduce the strength to withstand loads on an element due to a reduction in the broad field of contact . Estrangement between aggregate and paste will causes micro cracks and result in crack propagation . Therefore, it is very important to reduce the number of pores in mortar and improve the hydration of cement more perfect . Effective method to overcome the problem of gap graded grainwhich serves as an adhesive as well as the use of granular cement filler is finer than standard cement The smaller cement granules will produce better hydration process .The aimed this study are to investigate the effect of fineness of cement in the mortar with a modified fineness method. The composition of the fineness of cement used are vary between 200 Standard , 400 , 500 and 600 m2 / kg . Specimens used have dimension of 50 × 50 × 50 mm and be tested at ages 3 , 7 , 14 and 28 days in order to get the compressive strength. In this study,ratio of cement to sand is 1 to 2.75 with water to cement ratio of 0.485. Type of cement used is the type of PCC ( Portland Composite Cement ) commonly used in IndonesiaResults indicate that the fineness of cement affects the mechanical properties of concrete and workability .Keywords:cement fineness , compressive strength . type of cement, mechanical properties, workabilityAbstrakKepadatan adukan ditentukan dengan banyaknya rongga/pori-pori mikro dalam pasta semen akan mengurangi kekuatan menahan beban pada suatu elemen karena terjadinya pengurangan luas bidang kontak. Kerenggangan antara agregat dan pasta menyebabkan terjadinya retak mikro dan mengakibatkan perambatan retak. Oleh karena itu menjadi sangat penting untuk mengurangi jumlah pori-pori pada mortar dan meningkatkan hidrasi semen yang lebih sempurna. Metode yang efektif mengatasi masalah kesenjangan gradasi butiran yang berfungsi sebagai perekat juga sebagai pengisi adalah penggunaan butiran semen yang lebih halus dari semen standar. Butiran semen yang lebih kecil akan menghasilkan proses hidrasi yang lebih baik.Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengaruh kehalusan semen pada mortar dengan metode modifikasi kehalusan. Komposisi kehalusan semen yang digunakan bervariasi antara 200, Standard, 400, 500 dan 600 m2/kg. Spesimen yang digunakan berukuran 50×50×50 mm dan diuji pada usia 3, 7, 14 dan 28 hari untuk mendapatkan nilai kuat tekan. Perbandingan semen dan pasir adalah 1 berbanding 2,75 dengan nilai faktor air semen 0.485 digunakan dalam penelitian ini. Jenis semen yang digunakan adalah tipe PCC (Portland Composite Cement) yang umum digunakan di Indonesia.Hasil menunjukkan bahwa kehalusan semen sangat berpengaruh terhadap sifat mekanis beton serta workability.Kata kunci : Kehalusan semen, kuat tekan. type semen, sifat mekanis, workability
PENGARUH KONDISI PERAWATAN PADA KEKUATAN DAN STRUKTUR MIKRO BETON MEMADAT SENDIRI DENGAN VOLUME ABU TERBANG TINGGI Sondakh, Chichilya S.P.; Manalip, H; Wallah, S.
JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING Vol 6, No 3 (2016): JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract In the process of normal concrete casting is often to experience constraints due to the distance between the reinforcement is too dense, so it can resulting segregation. Therefore the last few years started to develop Self Compacting Concrete (SCC). SCC is a concrete that is able to solidify themselves with fairly high of slump. In contrast to normal concrete, the composition of cement that needed in the mix design of SCC more than the normal concrete’s. This is also often used as research to find an additives for cement replacement which is appropriate to the nature and characteristics of the cement itself. Fly ash is a waste remnants of coal combustion, an inorganic oxide material that have forming properties such as cement and high water binding capacity. So that the fly ash become a potential material to replace cement in high volume (more than 50%). To obtain the desired strength of concrete there are several factors that must be considered, one of which is the concrete curing. So the researchers conducted a study that aims to observe the effect of curing to the strength and microstructure of High Volume Fly Ash Self Compacting Concrete. Mix design of concrete used with the following composition (1) The volume of coarse aggregate approximately 50% of the volume of solid material, in this study use 40%; (2) The volume of fine aggregate approximately 40% of the volume of mortar, in this study use 48%. (3) water cementitious ratio is 0.72. (4) superplasticizer 2.5%. The volume of fly ash are 0%, 50%, 60% and 70%. Curing is done with 4 ways: Elevated Temperature in the oven for 24 hours in a temperature of 90 ° C and 60 ° C, immersion curing, and without curing. The results showed that the slump flow values increase along with the amount of volume replacement of cement with fly ash. In 60% and 70% of fly ash volume were qualified of self compacting concrete is over 65 cm. The maximum average compressive strength is found at 50% fly ash by mass is on without curing (17.30 MPa). Based on the results of SEM and EDS, It discovery that the higher temperature of treatment indicated a reduction of calcium and silica. So that the reduced of the elements calcium and silica showed reduced the major compounds builder of concrete strength.Keywords: Curing, Compressive Strength, Microstructure, High Volume Fly Ash-Self Compacting Concrete
ANALISIS TEORITIS STRUKTUR PERKUATAN PONDASI TELAPAK PADA BANGUNAN GEDUNG UNTUK BANGUNAN ALIH FUNGSI DENGAN MENGGUNAKAN SAP 2000 Karundeng, Adriana; Manalip, Hieryco; Wallah, Steenie E.
JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING Vol 11, No 1 (2021): JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bangunan bertingkat dengan beton bertulang sebagai bagian dari struktur dan konstruksinya sangat rawan terhadap keruntuhan jika tidak direncanakan dengan baik. Karna itu dalam perencanaan bangunan alih fungsi sangat penting untuk menganalisa kekuatan struktur utama mulai dari struktur kolom, balok dan pondasi pendukungnya untuk memastikan bahwa bagian–bagian dari sistem struktur ini sanggup dan mampu mendukung beban tambahan, menyokongnya dan menyalurkan beban ke tanah dengan aman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kapasitas daya dukung maksimum pondasi terhadap beban yang bekerja termasuk penambahan beban dari Ruko 3 lantai menjadi Hotel 6 lantai dan menentukan desain struktur perkuatan atau perbaikan struktur pondasi. Hasil perhitungan SAP 2000 didapat Beban Aksial (P) 286220,32 kN dan Momen (M) 3664,92 kN/m dimana kapasitas daya dukung pondasi maksimum tidak mampu menahan beban yang bekerja akibat penambahan beban. Dengan dimensi pondasi eksisting 160 x 160 x 40 cm hasil perhitungan daya dukung tanah netto 1118.05 kN/mm2 dimana daya dukung tanah lebih kecil 822 kN/mm2. Pondasi mampu memikul geser satu arah (Vu1) 268.33 kN dan Vc 466.67 kN, sementara hasil perhitungan Vc 350 kN yang artinya lebih besar dari Vu1. Pondasi tidak mampu menahan geser dua arah (Vu2) 2194.50 kN (Pers. 3) dan hasil perhitungan Vc = 1645.88 kN. Kata kunci: Alih Fungsi Bangunan, Perkuatan Pondasi, SAP 2000.
PERBANDINGAN KUAT TEKAN ANTARA BETON DENGAN PERAWATAN PADA ELEVATED TEMPERATURE & PERAWATAN DENGAN CARA PERENDAMAN SERTA TANPA PERAWATAN Angjaya, Novi; Kumaat, Ellen J.; Wallah, Steenie E.; Tanudjaja, Hanock
JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 3 (2013): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perawatan beton/curing adalah usaha yang dilakukan untuk mencegah kehilangan air pada beton segar dan membuat kondisi suhu didalam beton berada pada suhu tertentu segera setelah beton dicor. Salah satu cara perawatan beton yaitu dengan meningkatkan temperatur sehingga dapat mempercepat pencapaian kuat tekan beton dan mempersingkat waktu perawatan.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh dari beberapa metode perawatan yaitu perawatan perendaman, perawatan oven 1 hari tanpa perendaman, perawatan oven 1 hari dengan perendaman, dan tanpa perawatan terhadap kuat tekan beton.Dari hasil penelitian didapatkan kuat tekan beton terhadap benda uji silinder 10/20 cm, berdasarkan 4 perilaku yang diterapkan, pada umur 3 hari perawatan oven 1 hari tanpa perendaman menghasilkan nilai kuat tekan yang paling tinggi dan pada umur 28 hari perawatan dengan perendaman menghasilkan nilai kuat tekan tertinggi.Kata kunci : perawatan, kuat tekan, perendaman, oven, beton
ANALISA PORTAL GABLE MENGGUNAKAN METODE CONSISTENT DEFORMATION, SLOPE DEFLECTION DAN MOMENT DISTRIBUTION Tanudjaja, Chandra Hansun; Wallah, Steenie E.; Windah, Reky S.; Tamboto, Winny J.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 2 (2013): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perhitungan yang paling dasar untuk perencanaan suatu struktur bangunan adalah mencari besar gaya-gaya dalam yang bekerja pada struktur tersebut. Jika perhitungan tersebut dilakukan secara manual sangat rumit. Seiring dengan perkembangan kemajuan teknologi, maka penggunaan komputer membuat perhitungan dapat menjadi lebih mudah. Struktur yang ditinjau dalam penelitian ini adalah Portal Gable dengan Satu Arah Goyangan dan Portal Gable dengan Dua Arah Goyangan. Metode-metode yang dipakai dalam menganalisa adalah Consistent Deformation Method (Cara Utuh dan Cara Potong) dan Slope Deflection Method dengan bantuan program Maple, serta Moment Distribution Method dengan bantuan spreadsheed Microsoft Excel. Metode-metode ini dipilih karena ketiganya sama-sama menggunakan cara eksak, dimana kemungkinan error yang terjadi sangat kecil yaitu hanya disebabkan oleh round of error (ROE) yaitu kesalahan oleh pembulatan atau pemotongan desimal dan banyaknya proses penyelesaian persamaan. Dengan memasukkan sembarang nilai beban vertikal, bentang, tinggi kolom dan kekakuan pada program untuk setiap portal gable, bisa diperoleh besarnya gaya-gaya ujung elemen dan rotasi serta translasi di titik simpul sampai dengan bidang gaya dalam. Perbandingan hasil perhitungan gaya-gaya ujung, rotasi dan translasi pada CDM, SDM dan MDM sangat dekat yakni berbeda tidak melebihi 2.5E-05%. Pada CDM Cara Utuh kemungkinan error yang terjadi bisa sedikit lebih besar karena jumlah persamaan yang harus diselesaikan jauh lebih banyak. Kata kunci: portal gable, gaya gaya dalam, consistent deformation method, slope deflection method, moment distribution method
PENGUJIAN KUAT TEKAN BETON GEOPOLIMER DENGAN PENAMBAHAN SEMEN PUTIH PADA PERAWATAN SUHU RUANG Tjoanto, Roynaldo; Wallah, Steenie E.; Handono, Banu Dwi
JURNAL SIPIL STATIK Vol 9, No 4 (2021): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton geopolimer adalah suatu material konstruksi yang relatif baru dikembangkan tetapi menawarkan berbagai kelebihan dibandingkan dengan beton konvensional yang menggunakan semen Portland. Beton geopolimer ini sama sekali tidak menggunakan semen portland. Salah satu kelebihan beton geopolimer selain tahan terhadap api adalah dapat mengurangi polusi udara, sedangkan kekurangannya ialah dalam membuatnya sedikit rumit dari beton konvensional. Pada penelitian ini meskipun beton geopolimer tidak menggunakan semen seutuhnya maka dalam penelitian ini akan dilakukan penambahan semen putih pada beton geopolimer untuk membuat kuat tekan beton meningkat pada perawatan temperatur ruangan.Pada penelitian ini dilakukan penambahan semen Portland putih dengan variasi penambahan semen putih 0%, 5%, 10%, dan 15% terhadap total berat fly ash. Benda uji yang digunakan berbentuk silinder 10/20 cm dengan umur pengujian 7 hari dan 28 hari. Perawatan beton geopolimer dilakukan dengan perawatan suhu ruang dan perawatan temperatur dengan suhu 90˚C.Hasil penelitian nilai kuat tekan beton geopolimer pada perawatan suhu ruang mengalami kenaikan 37.19% dari umur beton 7 hari ke 28 hari yang kekuatan pada 7 hari berkisar 16.68 - 22.8 MPa dan 21.64 – 29.87 MPa untuk umur 28 hari. Pada perawatan elevated temperature 90˚C nilai kuat tekan tidak ada perubahan signifikan yang berkisar 25.69 - 27.93 MPa umur beton 7 hari dan 27.04 – 27.79 MPa untuk umur beton 28 hari Kata Kunci: Beton Geopolimer, Semen Putih, Kuat Tekan, Temperatur Ruang
Co-Authors Abdul Ahad Ghifar Ente Adrian David Tumelap, Adrian David ADRIANA KARUNDENG Alow, Grace Ruth Andre Kusuma Putra B.V Rangan Banu Dwi Handono, Banu Dwi Berly A. Kalembiro Berny Andreas Engelbert Rumimper Bonny M. M. Ointu Braien Octavianus Majore, Braien Octavianus Chandra Hansun Tanudjaja Christian Eko Wior, Christian Eko Christoffel Tanauma Christy Nathalie Brenda Turambi, Christy Nathalie Brenda Dalo, Yohanes Debrito Diane Sumendap Djwantoro Hardjito Dody M.J. Sumajouw Ellen J. Kumaat Febrianti Kumaseh, Febrianti Femmy Nurul Akbar Feraldy F. X. Wongkar Filia Eunike Sofia Paat Fillino Erwinsyah Franky G. T. Mamuaja Freddy Jansen Gabriel Bridges Rerungan Grevardo Febrigiano Laheba Griebel H. Rompas Gumalang, Stevanny H. Manalip Handy Yohanes Karwur Hanock Tanudjaja Harahap, John. Th. Hendrico J. Waraba Herawaty Riogilang Hieryco Manalip Hizkia Yehezkiel Mamesah Janre Henry Mentang Jorry D. Pangouw Kaat, Brandon Christofer Kembuan, Patricia Khonado, Monica Fransisca Kojongian, Alexandro Mark Kosakoy, Merry N. M. Laily, Rivaldo Lelyani Kin Khosama Lerry M. N. Gerung Liando, Frinsilia Jaglien Lucia Lefrandt Lukar, Stevania Elisabeth Claudia M. J. Paransa Malino, Leonardus Mamesah, Yoshua Immanuel Manalip, H Manossoh, Gevin Brave Marthin D. J. Sumajouw Marthin D. J. Sumajouw Marthin Dody Josias Sumajouw Merry N. M. Kosakoy Mielke R. I. A. J. Mondoringin, Mielke R. I. A. J. Mikael Lumban Batu, Mikael Miza, Sisilia Dwi Sartika Mondoringin, Mielke R. I. A. Muhammad Q. Minabari Nelwan, Intan Tiara Ni Ketut Suputri Novi Angjaya Ondang, Celien Quinli Pandegiroth, Yonathan Papulele, Fernando Willem Gamaliel Pati, Maria Sari Pesik, Estty Rodianti Potalangi, Jessen G. Prijantoro, Johanes P. E. Prins, Muhammad Immalombassi Putra, Riski Yendrawan Reky S. Windah Reky S. Windah Rico Daniel Sumendap, Rico Daniel Ronny E. Pandaleke Ronny E. Pandaleke Ronny Pandaleke Rosie Arizki Intan Sari Ruddy Tenda Rudolvo Wenno Sandea Rerung Sandri Linna Sengkey Sembiring, Andrew Yeheskiel Servie O. Dapas Servie O. Dapas Sesty E. J. Imbar Sharon Ruth Toreh, Sharon Ruth Slat, Ventje Berty Soentpiet, Bill Johan Sondakh, Chichilya S.P. Steven Limbongan, Steven Sumajouw, Angga Josua Sumajouw, M. D.J Sumampouw, Franco Michael Takapente, Giano N. O. Tambingon, Fiki Riki Tampi, Jeanicha Christiani Tandiono, Million Tenda, Rudy Theyni J. Korompis Tjoanto, Roynaldo Vanessa Irena Kullit Vilty Stilvan Karundeng, Vilty Stilvan Wakkary, Satya Eliazer Donatus Winny J. Tamboto Yacob Yonadab Manuhua, Yacob Yonadab Yustina Yuliana Ria Salonde, Yustina Yuliana Ria