Claim Missing Document
Check
Articles

Perilaku Mekanis Beton Menggunakan Batuan Vulkanik (Batu Angus dan Batu Apung) Wakkary, Satya Eliazer Donatus; Pandaleke, Ronny E.; Wallah, Steenie E.
TEKNO Vol 17, No 71 (2019): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dewasa ini pemakaian beton sangat berkembang pesat pada kegiatan konstruksi, meningkatnya jumlah penduduk juga menyebabkan meningkatnya kebutuhan akan sumber daya alam dalam hal ini adalah agregat pembentuk beton. Pada suatu daerah tertentu sulit untuk menemukan agregat seperti kerikil yang menjadi pengisi agregat dalam beton. Untuk itu perlu dilakukan penelitian untuk memanfaatkan sumber daya lokal sebagai pengganti agregat kasar dan halus pembentukan beton. Salah satunya adalah Desa Silian kecamatan Tombatu Minahasa Tenggara Provinsi Sulawesi Utara. Di desa Silian terdapat gunung aktif yaitu gunung Soputan. Letusan dari gunung soputan mengeluarkan lahar dan mengeras menjadi batu dan dikenal dengan nama Batu Angus. Batu angus memiliki deposit yang cukup besar namun karena karakteristik dan sifat teknisnya belum banyak diinformasikan sehingga pemanfaatanya masih terbatas. Sehubungan dengan hal tersebut maka dilakukan penelitian untuk memperjelas potensinya sebagai bahan bangunan dalam menunjang pembangunan di daerah desa silian dan kabupaten Minahasa Tenggara pada umumnya. Besar butir batu angus yang digunakan sebagai agregat kasar dibatasi pada fraksi butir 19.05-4.75 mm dan untuk batu apung digunakan sebagai agregat halus pada fraksi butir lolos 4.75 mm, komposisi campuran beton non pasir dibuat dengan variasi perbandingan antara semen dan agregat kasar dan agregat halus adalah 1 : 2 : 3. Dari masing-masing perbandingan volume semen-agregat dibuat benda uji 20 silinder dengan dimensi diameter 100 mm dan tinggi 200 mm. Benda uji digunakan untuk mengetahui pengaruh sifat dasar batu angus dan batu apung dalam menentukan sifat teknis beton. Dari hasil penelitian dihasilkan beton dengan berat volume 1729.5 kg/m³ dan dapat diklasifikasikan dalam jenis beton ringan struktural, dari penelitian didapat kuat tekan beton rata-tara pada umur 7 hari 13.47 MPa, kuat tekan rata-tara beton pada umur 14 hari 15.39 MPa, kuat tekan rata-tara beton pada umur 28 hari 18.84
ANALISIS KERUNTUHAN GEDUNG BERTINGKAT AKIBAT BEBAN GEMPA DAN BEBAN ANGIN DENGAN METODE PUSHOVER Potalangi, Jessen G.; Manalip, Hieryco; Wallah, Steenie E.
JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING Vol 10, No 1 (2020): JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perbedaan perilaku beban gempa dan beban angin merupakan permasalahan yang harus diperhatikan dalam perencanaan gedung bertingkat sehingga analisis dinamis diperlukan dengan mempertimbangkan bentuk dan lokasi struktur. Indikasi keruntuhan elemen dapat terjadi seiring bertambahnya beban lateral. Analisis Pushover merupakan analisis perilaku keruntuhan struktur dimana beban ditingkatkan bertahap sampai melampaui kapasitas maksimum.Pada penelitian ini dilakukan pemodelan struktur gedung 12 lantai (Gedung Fakultas Hukum Unsrat Manado) dengan berdasarkan gambar dan detail struktur dengan Kategori gedung SRPMK. Analisis didasarkan pada data uji tanah lokasi tinjauan (SPT) mengacu pada SNI 1726:2012 dan peta angin wilayah Indonesia yang mengacu pada HB212-2002 Asian-Pasific Region. Metode pushover dioperasikan lewat software ETABS nonlinear version 9.7.4 yang menganalisis beban struktur akibat gempa, angin maupun kombinasi keduanya.Hasil penelitian menunjukkan kapasitas, kinerja, dan keefektifan beban lateral struktur gedung bertingkat. Keseluruhan analisis digambarkan dengan mekanisme pushover berupa kemampuan maksimal struktur sampai keruntuhan, sendi plastis kritis, besar displacement-drift dan respon struktur.Berdasarkan penelitian diperoleh nilai gaya geser dan displacement terbesar yaitu akibat beban gempa (18397,877 KN; 0,584 m), beban angin (2332,929 KN; 0,037 m), dan beban kombinasi gempa-angin (16511,850 KN; 0,587 m). Struktur lebih efektif memikul beban gempa daripada beban kombinasi gempa-angin atau beban angin. Kontribusi Beban angin tidak terlalu signifikan sehingga akibat beban angin termasuk tidak efektif. Secara keseluruhan kinerja struktur pada penelitian ini masih dalam tingkat Immediate occupancy namun baik akibat beban gempa dan kombinasi gempa-angin mempunyai potensi keruntuhan struktur pada lantai 2 dan 3 sementara beban angin tidak.  Kata Kunci:, Pushover, Gempa, Angin, Kombinasi, Kapasitas, Keruntuhan, Kinerja
SIFAT MEKANIK DAN PERMEABILITAS BETON POROUS DENGAN SUBSITUSI FLY ASH TERHADAP SEMEN Ondang, Celien Quinli; Wallah, Steenie E.; Windah, Reky S.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 4 (2020): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton porous adalah suatu jenis beton yang memiliki sifat porositas tinggi yang memungkinkan untuk dapat dilewati air. Beton porous dapat dilewati air karena berpori atau memiliki celah diantara agregat (NRMCA, 2004). Namun, kuat tekan beton porous lebih rendah dari beton normal. Menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 18 Tahun 1999 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun menyebutkan bahwa fly ash dikategorikan sebagai bahan B3, hal ini menyebabkan banyak masalah lingkungan dan kesehatan. Sehingga memerlukan pengelolaan agar tidak menimbulkan masalah seperti pencemaran udara, atau perairan, dan penurunan kualitas ekosistem.Penelitian ini akan menguji 5 variasi beton porous, yakni variasi 1 dengan subsitusi 0% fly ash terhadap semen, variasi 2 dengan subsitusi 5% fly ash terhadap semen, variasi 3 dengan subsitusi 10% fly ash terhadap semen, variasi 4 dengan subsitusi 15% fly ash terhadap semen, dan variasi 5 dengan 20% fly ash terhadap semen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kuat tekan optimum beton porous diperoleh pada Variasi 2 yaitu 13,733 MPa pada beton usia 28 hari. Komposisi Variasi 2 terdiri atas 55% agregat lolos saringan 1/2” namun tertahan saringan 3/8” dan 45% agregat lolos saringan 3/4" namun tertahan saringan 1/2", dengan subsitusi fly ash sebanyak 5% terhadap sebagian semen. Sedangkan untuk variasi campuran beton porous yang efektif mengalirkan air namun memiliki kekuatan yang cukup kuat dari 5 variasi komposisi yang diuji adalah Variasi 2 dengan penggunaan subsitusi 5% fly ash terhadap sebagian semen diperoleh kuat tekan 13,733 MPa dan permeabilitas 3,068 cm/dtk.  Kata kunci: Beton porous, kuat tekan, permeabilitas.
KAJIAN KUAT TEKAN BETON DAN KUAT TARIK BAJA TULANGAN GEDUNG TEKNIK ARSITEKTUR DAN ELEKTRO UNIVERSITAS SAM RATULANGI MANADO PASCA KEBAKARAN Wior, Christian Eko; Wallah, Steenie E.; Pandaleke, Ronny
JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 4 (2015): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gedung perkuliahan Teknik Arsitektur dan Elektro yang ada di Universitas Sam Ratulangi Manado mengalami kebakaran pada hari Rabu, 05 Maret 2014. Temperatur yang tinggi saat terjadi kebakaran memiliki pengaruh yang besar terhadap material beton maupun baja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekuatan sisa dari beton dan baja tulangan serta mengidentifikasi kerusakan yang terjadi. Data yang diperlukan untuk mengetahui kekuatan sisa dari beton dan baja tulangan didapat melalui survei lapangan, uji lapangan dan uji laboratorium, ada  4 (empat) macam pengujian yang dilakukan yakni Pengamatan Visual Struktur, pengujian Palu Beton (Schmidt Hammer Test), Kuat Tekan Beton Inti (Core Drill Test) dan uji kuat tarik Baja Tulangan. Hasil Evaluasi Schmidt Hammer Test memperlihatkan telah terjadi degradasi kekuatan beton dan suhu panas kebakaran yang tidak merata pada semua tempat menyebabkan ketidakseragaman kekuatan sisa beton pasca kebakaran serta berkurangnya kuat tekan  yang sangat signifikan sampai 74% dibandingkan dengan kuat tekan hasil Hammer Test pada kolom yang tidak terbakar, sedangkan hasil tes tekan beton benda uji Core Drill menunjukan mutu beton (fc’) berkisar antara 5,99 - 26,10 MPa, selain itu dari pengujian tarik baja tulangan memperlihatkan tegangan leleh baja tulangan berkisar antara 450 – 530 MPa untuk tulangan polos berdiameter 10, sedangkan untuk tulangan polos berdiameter 16 berkisar antara 390 – 484 MPa dan berdasarkan hasil pemeriksaan dilapangan maupun di laboratorium dapat disimpulkan tingkat kerusakan yang terjadi tergolong Kerusakan Sedang. Kata kunci: pasca kebakaran, pengujian, kekuatan sisa
KUAT TEKAN BETON DENGAN BAHAN TAMBAH SERBUK KACA SEBAGAI SUBSTITUSI PARSIAL SEMEN Karwur, Handy Yohanes; Tenda, Ruddy; Wallah, Steenie E.; Windah, Reky S.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 4 (2013): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKTeknologi beton telah berkembang sejak ditemukannya beton prategang pada beberapa dekade lalu yang diikuti oleh berbagai penelitian untuk meningkatkan kinerja bahan bangunan. Penelitian tersebut dilakukan dengan memperhatikan pemilihan material pembentuk beton sampai pada substitusi material lainnya, dengan memperhatikan adanya limbah kaca baik yang berasal dari industri ataupun pembongkaran bangunan dan dari rumah tangga dalam jumlah besar, berkemungkinan dimanfaatkan sekaligus sebagai alternatif solusi permasalahan lingkungan yang dapat diakibatkan oleh limbah kaca. Serbuk kaca diharapkan berfungsi sebagai filler karena memiliki potensi sebagai material pozzolan. Perencanaan campuran beton menggunakan Metode ACI 211.1 – 91 yang dimodifikasi.Penelitian ini menggunakan kaca dengan variasi penggunaannya 0%, 6%, 8%, 10%, 12%, dan 15% dengan kode secara berurutan sebagai berikut kaca – 0%, kaca – 6%, kaca – 8%, kaca – 10%, kaca – 12%, kaca – 15%. Pengujian dilakukan terhadap berat volume dengan menggunakan benda uji silinder 10/20 cm untuk umur 1 hari dan kuat tekan beton untuk umur 7, 14, dan 28 hari.Berat volume untuk semua variasi penggunaan serbuk kaca termasuk beton normal. Beton dengan nilai kuat tekan tertinggi dicapai pada komposisi serbuk kaca 10% sedangkan nilai kuat tekan terendah di dapat pada komposisi kaca 15%.Kata kunci : serbuk kaca, berat volume, kuat tekan, limbah kaca
KUAT TARIK LENTUR BETON GEOPOLYMER BERBASIS ABU TERBANG (FLY ASH) Paat, Filia Eunike Sofia; Wallah, Steenie E.; Windah, Reky S.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 7 (2014): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini membahas tentang beton geopolymer berbasis abu terbang (fly ash). Fly ash yang digunakan adalah produk sampingan industri yang dihasilkan dari pembakaran batu bara pada PLTU Amurang. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan kuat tarik lentur beton geopolymer melalui pengujian di laboratorium. Metode pengujian yang digunakan adalah System Two Point Loading Test pada benda uji balok dengan ukuran 10cm x 10cm x 50cm. Produk penelitian yang telah dilakukan adalah grafik hubungan antara kuat tarik lentur beton terhadap curing time dengan variasi waktu 4 jam, 8 jam, 12 jam dan 24 jam pada temperatur 60°C dengan menggunakan oven. Dari grafik tersebut dapat dilihat bahwa, nilai kuat tarik lentur meningkat seiring dengan lamanya curing time. Kuat tarik lentur maksimum terjadi pada curing time selama 24 jam. Kata kunci : beton geopolymer, fly ash, curing time, kuat tarik lentur.
PERENCANAAN STRUKTUR BETON BERTULANG GEDUNG KULIAH 5 LANTAI Liando, Frinsilia Jaglien; Dapas, Servie O.; Wallah, Steenie E.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 4 (2020): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Struktur bangunan bertingkat banyak rawan terhadap gaya lateral, terutama akibat beban gempa. Perencanaan struktur gedung bertingkat di daerah dengan potensi kegempaan yang tinggi perlu dilakukan dengan memperhitungkan beban lateral akibat gempa tersebut. Kota Manado termasuk daerah dengan potensi kegempaan yang cukup tinggi.  Oleh karena itu perencanaan Gedung Kuliah Fakultas Teknik Unsrat Manado yang berlantai 5 akan dilakukan dengan memperhitungkan aspek kegempaan tersebut agar struktur bangunan tahan terhadap gempa.Perencanaan meliputi komponen struktur gedung beton bertulang menggunakan metode sistem rangka pemikul momen khusus (SRPMK), serta mengacu pada peraturan SNI 2847-2019 dan SNI 1726-2019. Pemodelan, analisis, dan desain struktur menggunakan bantuan program ETABS 2017.Berdasarkan hasil analisis dan perencanaan yang dilakukan pada bangunan gedung ruang kuliah 5 lantai Fakultas Teknik Unsrat Manado, dimensi elemen-elemen struktur yang direncanakan (balok 350 x 650 mm, 300 x 400 mm, 200 x 350 mm dan kolom 500 x 500 mm, 400 x 400 mm) telah memenuhi kriteria penampang untuk sistem rangka pemikul momen khusus (SRPMK), yaitu Strong Column Weak Beam, tahan terhadap geser dan telah memenuhi syarat–syarat pendetailan untuk mendapatkan struktur yang bersifat daktail. Kata kunci: struktur, beban gempa, SRPMK, daktail, gaya lateral, ETABS
KUAT TEKAN MORTAR DENGAN MENGGUNAKAN ABU TERBANG (FLY ASH) ASAL PLTU AMURANG SEBAGAI SUBSTITUSI PARSIAL SEMEN Wenno, Rudolvo; Wallah, Steenie E.; Pandaleke, Ronny
JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 5 (2014): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mortar merupakan campuran yang digunakan dalam pekerjaan bangunan non structural. Semen digunakan sebagai bahan ikat utama dalam pembuatan mortar. Pada proporsi tertentu nilai kuat tekan mortar justru menunjukkan penurunan kuat tekan. Salah satu cara memperbaiki kekuatan tekan mortar adalah dengan mensubstitusikan suatu bahan ke dalam semen. Dalam penelitian ini digunakan abu terbang (fly ash) sebagai bahan substitusi parsial semen pada mortar. Metodologi penelitian menggunakan metode eksperimental di laboratorium. Benda uji yang digunakan untuk pemeriksaan kuat tekan adalah kubus 5cm x 5cm x 5cm dengan proporsi campuran 1Pc:3Ps, 1Pc:4Ps dan 1Pc:5Ps. Dari proporsi campuran ini masing-masing benda uji disubstitusikan abu terbang (fly ash) sebanyak 0%, 5%, 10%, 15%, 20% dan 25% sebagai parsial semen, dan proporsi campuran 1Pc:8Ps benda uji disubstitusikan abu terbang (fly ash) pada kadar optimum dari ketiga proporsi campuran sebelumnya. Pengujian kuat tekan dilakukan pada umur perawatan mortar 7, 14 dan 28 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kuat tekan optimum proporsi 1Pc:3Ps, 1Pc:4Ps dan 1Pc:5Ps berturut-turut sebesar 27,71 MPa, 21,98 MPa dan 14,91 MPa, didapat dari campuran dengan substitusi parsial semen menggunakan abu terbang (fly ash) sebanyak 15%, 5% dan 15%. Pada proporsi 1Pc:8Ps didapat kuat tekan optimum dari campuran dengan substitusi parsial semen dengan abu terbang (fly ash) sebanyak 15%. Kuat tekan mortar yang menggunakan abu terbang (fly ash) sebagai substitusi parsial semen diperoleh f’c optimum = 6,18 MPa dibandingkan dengan yang tidak menggunakan abu terbang (fly ash) f’c minimum = 4,6 MPa. Kuat tekan kondisi optimum mengalami kenaikan sebesar 25,57% dari kuat tekan tanpa menggunakan abu terbang (fly ash) sebagai substitusi parsial semen. Kata kunci: mortar, kuat tekan, abu terbang (fly ash), substitusi parsial.
PENGARUH JARAK SENGKANG TERHADAP KAPASITAS BEBAN AKSIAL MAKSIMUM KOLOM BETON BERPENAMPANG LINGKARAN DAN SEGI EMPAT Kumaseh, Febrianti; Wallah, Steenie E.; Pandaleke, Ronny
JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 9 (2015): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kolom beton bertulang merupakan elemen penting dalam suatu struktur bangunan. Karena kolom merupakan batang tekan vertikal yang meneruskan beban dari struktur atas bangunan (balok, pelat, dll) ke bagian sturuktur bawah, yaitu pondasi. Sengkang didistribusikan merata terhadap panjang total tulangan longitudinal kolom dengan jarak tertentu. Jarak sengkang maksimum dibatasi oleh diameter tulangan longitudinal, & diameter tulangan sengkang. Sedangkan jarak sengkang minimum dibatasi oleh ukuran agregat kasar maksimum. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi & mengetahui pengaruh jarak sengkang terhadap kapasitas beban aksial maksimum kolom beton berpenampag lingkaran & segi empat dengan melakukan studi eksperimental di Laboratorium. Pengujian dilakukan pada benda uji kolom berpenampang lingkaran dengan diameter 150 mm, & tinggi 500 mm, dan kolom berpenampang segi empat dengan panjang 150 mm, lebar 150 mm, dan tinggi 500 mm dengan 3 tipe jarak sengkang yaitu 55 mm, 100 mm, dan 145 mm. Pengujian kuat tekan beton dilakukan pada beton polos silinder 150 x 300 mm. Tulangan longitudinal yang digunakan adalah , dan tulangan sengkang . Hasil pengujian pada umur beton 28 hari untuk kolom berpenampang segi empat pada jarak sengkang 55 mm diperoleh nilai rata-rata kapasitas beban aksial kolom, P1 sebesar 639,9 kN, dan kuat tekan beton, sebesar 27,74 MPa. Kemudian pada jarak sengkang 100 mm terjadi pertambahan sebesar 16,06% dan pertambahan sebesar 1,98%. Selanjutnya pada jarak sengkang 145 mm terjadi penurunan sebesar 19,32% dan sebesar 14,89%. Kemudian untuk hasil pengujian kolom berpenampang lingkaran diperoleh nilai rata-rata kapasitas beban aksial kolom, P4 sebesar 442,867 kN, dan kuat tekan beton, f’c4 sebesar 24,53 MPa. Selanjutnya pada jarak 100 mm terjadi pertambahan sebesar 0,94%, dan pertambahan sebesar 9,11%. Pada jarak sengkang 145 mm terjadi pertambahan sebesar 2,54%, dan penurunan sebesar 1,13%. Sehingga untuk penelitian ini belum diperoleh pengaruh yang signifikan dari jarak sengkang terhadap kapasitas beban aksial maksimum kolom berpenampang lingkaran dan segi empat. Kata Kunci: jarak sengkang, kapasitas beban aksial maksimum kolom, kuat tekan beton
OPTIMASI JARAK ANTAR DUA BANGUNAN GEDUNG BERTINGKAT YANG BERSEBELAHAN DENGAN MEMPERHITUNGKAN PENGARUH GEMPA The, Femmy; Sumajouw, Marthin D. J.; Wallah, Steenie E.; Windah, Reky S.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 1 (2012): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Benturan  dapat  terjadi  pada  dua  bangunan  gedung  bertingkat  yang  bersebelahan  apabila jarak antar dua bangunan tersebut lebih kecil dari simpangan maksimum yang terjadi akibat beban  gempa.    Benturan  menimbulkan  gaya-gaya  dalam  tambahan  pada  elemen  struktur yang  terakumulasi  dengan  gaya-gaya  dalam  akibat  beban  dinamik  itu  sendiri  sehingga mengakibatkan kerusakan pada struktur. Untuk  itu diperlukan optimasi  jarak pemisah antar dua bangunan gedung bertingkat yang bersebelahan, agar benturan dapat dihindari.  Analisa dilakukan pada model bangunan penahan geser bertingkat 2  (dua)  sampai dengan bertingkat  10  (sepuluh)  dengan  material  beton  bertulang.  Simpangan  horisontal  struktur diperoleh  menggunakan  analisa  respon  spektrum  untuk  tanah  keras  di  wilayah  gempa  VI (enam)  Indonesia. Hasil analisa menunjukkan bahwa  syarat batas ultimit untuk  jarak antar dua  bangunan  yang  bersebelahan  0,008  kali  tinggi  bangunan  agar  tidak  terjadi  benturan (efek Pounding) pada dua bangunan tersebut. Kata  kunci  :  benturan  antar  gedung,  gempa,  jarak  antar  bangunan,  optimasi  jarak    pemisah, respons spectrum, simpangan horisontal
Co-Authors Abdul Ahad Ghifar Ente Adrian David Tumelap, Adrian David ADRIANA KARUNDENG Alow, Grace Ruth Andre Kusuma Putra B.V Rangan Banu Dwi Handono, Banu Dwi Berly A. Kalembiro Berny Andreas Engelbert Rumimper Bonny M. M. Ointu Braien Octavianus Majore, Braien Octavianus Chandra Hansun Tanudjaja Christian Eko Wior, Christian Eko Christoffel Tanauma Christy Nathalie Brenda Turambi, Christy Nathalie Brenda Dalo, Yohanes Debrito Diane Sumendap Djwantoro Hardjito Dody M.J. Sumajouw Ellen J. Kumaat Febrianti Kumaseh, Febrianti Femmy Nurul Akbar Feraldy F. X. Wongkar Filia Eunike Sofia Paat Fillino Erwinsyah Franky G. T. Mamuaja Freddy Jansen Gabriel Bridges Rerungan Grevardo Febrigiano Laheba Griebel H. Rompas Gumalang, Stevanny H. Manalip Handy Yohanes Karwur Hanock Tanudjaja Harahap, John. Th. Hendrico J. Waraba Herawaty Riogilang Hieryco Manalip Hizkia Yehezkiel Mamesah Janre Henry Mentang Jorry D. Pangouw Kaat, Brandon Christofer Kembuan, Patricia Khonado, Monica Fransisca Kojongian, Alexandro Mark Kosakoy, Merry N. M. Laily, Rivaldo Lelyani Kin Khosama Lerry M. N. Gerung Liando, Frinsilia Jaglien Lucia Lefrandt Lukar, Stevania Elisabeth Claudia M. J. Paransa Malino, Leonardus Mamesah, Yoshua Immanuel Manalip, H Manossoh, Gevin Brave Marthin D. J. Sumajouw Marthin D. J. Sumajouw Marthin Dody Josias Sumajouw Merry N. M. Kosakoy Mielke R. I. A. J. Mondoringin, Mielke R. I. A. J. Mikael Lumban Batu, Mikael Miza, Sisilia Dwi Sartika Mondoringin, Mielke R. I. A. Muhammad Q. Minabari Nelwan, Intan Tiara Ni Ketut Suputri Novi Angjaya Ondang, Celien Quinli Pandegiroth, Yonathan Papulele, Fernando Willem Gamaliel Pati, Maria Sari Pesik, Estty Rodianti Potalangi, Jessen G. Prijantoro, Johanes P. E. Prins, Muhammad Immalombassi Putra, Riski Yendrawan Reky S. Windah Reky S. Windah Rico Daniel Sumendap, Rico Daniel Ronny E. Pandaleke Ronny E. Pandaleke Ronny Pandaleke Rosie Arizki Intan Sari Ruddy Tenda Rudolvo Wenno Sandea Rerung Sandri Linna Sengkey Sembiring, Andrew Yeheskiel Servie O. Dapas Servie O. Dapas Sesty E. J. Imbar Sharon Ruth Toreh, Sharon Ruth Slat, Ventje Berty Soentpiet, Bill Johan Sondakh, Chichilya S.P. Steven Limbongan, Steven Sumajouw, Angga Josua Sumajouw, M. D.J Sumampouw, Franco Michael Takapente, Giano N. O. Tambingon, Fiki Riki Tampi, Jeanicha Christiani Tandiono, Million Tenda, Rudy Theyni J. Korompis Tjoanto, Roynaldo Vanessa Irena Kullit Vilty Stilvan Karundeng, Vilty Stilvan Wakkary, Satya Eliazer Donatus Winny J. Tamboto Yacob Yonadab Manuhua, Yacob Yonadab Yustina Yuliana Ria Salonde, Yustina Yuliana Ria