Claim Missing Document
Check
Articles

A Cross-Sectional Study of Depression, Insomnia, and Quality of Life Level among Community-Dwelling Older Adults Bahtiar, Bahtiar; Nopriyanto, Dwi; Muda, Iskandar; Fitriani, Nurlaila; Hasan, Muhammad Kamil Che
Jurnal Berita Ilmu Keperawatan Vol. 18 No. 2 (2025): July
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bik.v18i2.8680

Abstract

Older adults with depression and insomnia had increased, which affected their quality of life. This study investigates the correlation between depression and insomnia in older adults and their quality of life (QoL). This study used a quantitative descriptive method with a cross-sectional approach among 215 older adults in Indonesia, utilizing the Geriatric Depression Scale Short Form, insomnia rating scale, and WHO-QoL Bref for QoL assessment. The study was using the Spearman Correlation Test and multiple linear regression. The results show that depression is unrelated to physical, psychological, social, or ecological QoL. Insomnia was related to QoL of physical health (r = 0.138, p = 0.04) and QoL of psychological health (r = 0.140, p = 0.03), but insomnia was not associated with QoL of social health (r = 0.120, p = 0.06) or environmental health (r = 0.05, p = 0.38). Furthermore, the regression hierarchy analysis found that insomnia was the most dominant variable affecting the QoL on physical health (β = 0.17). There is a notable correlation between rates of insomnia and physical and psychological QoL that has essential implications for the health status and well-being of older adults. This finding suggests that nursing intervention may be necessary to address sleep disorders among older persons.
EDUKASI PENCEGAHAN, RESIKO PENULARAN, PERAWATAN DAN TERAPI KOMPLEMENTER AKUPRESUR PENYAKIT TUBERKULOSIS PADA PELAKU RAWAT PEREMPUAN (CAREGIVER) KELUARGA LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LEMPAKE KOTA SAMARINDA Bahtiar, Bahtiar; Khumaidi, Khumaidi; Muda, Iskandar; Nopriyanto, Dwi
Jurnal Pengabdiaan Masyarakat Kasih (JPMK) Vol 5 No 2 (2024): April
Publisher : JPMK : Jurnal Pengabdian Masyarakat Kasih Published by Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jpmk.v5i2.437

Abstract

Indonesia saat ini mengalami peningkatan jumlah kasus Tuberkulosis (TBC) sehingga menduduki peringkat kedua di dunia. Salah satu kelompok usia yang rentan dan beresiko terkena TBC adalah lansia. Lansia saat ini dominan dirawat di rumah oleh pelaku rawat (caregiver) perempuan. Hal ini berimplikasi pada beban ganda yakni tugas dan tanggung jawab merawat lansia dan keluarganya. Beban perempuan akan semakin bertambah akibat dari kondisi penyakit TBC lansia. Oleh karena itu, tim pengabdian masyarakat melakukan edukasi pencegahan, resiko penularan, perawatan dan terapi komplementer akupresur penyakit tuberkulosis pada pelaku rawat perempuan (caregiver) keluarga lansia. Pelaksanaan pengabdian masyarakat dilakukan pada tanggal 17 September 2023 di kelurahan Lempake kota Samarinda. Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan selama 1 (satu) hari yang dibagi menjadi dua sesi yaitu sesi pendidikan kesehatan tentang penyakit tuberkulosis, cara penularan, faktor resiko dan cara perawatannya. Selanjutnya, dilanjutkan dengan sesi kedua berupa demonstrasi dan simulasi intervensi terapi komplementer akupressur untuk mengatasi gejala-gejala yang dirasakan penderita TB. Peserta diberikan daftar pertanyaan (pre-test) sebelum materi dimulai. Evaluasi kegiatan diberikan daftar pertanyaan yang sama (post-test). Hasil edukasi mengenai penyakit TBC didapatkan peningkatan pengetahuan keluarga lansia dimana hasil pre-test didapatkan rerata nilai sebesar 2,5 sedangkan rerata nilai hasil post-test sebesar 4,5. Kesimpulan dari kegiatan ini mampu meningkatkan pengetahuan tentang pencegahan, resiko penularan, perawatan penyakit tuberkulosis dan keterampilan akupresur untuk mengatasi gejala yang dirasakan orang dengan tuberkulosis. Edukasi dan peningkatan keterampilan pada keluarga lansia mengenai penyakit TBC dan terapi akupressur diharapkan diimplementasikan secara berkala oleh petugas kesehatan.
Hubungan Kualitas Tidur Dengan Tingkat Insomnia Pada Lansia Binaan PSTW Nirwana Puri Kota Samarinda Kalimantan Timur bahtiar, bahtiar; Ramadania, Riska; Nopriyanto, Dwi; Nur, Syukma
Alauddin Scientific Journal of Nursing Vol 5 No 1 (2024): MEI
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/asjn.v5i1.45506

Abstract

Sleep quality refers to the ease of initiating and maintaining sleep, the duration of sleep, and any discomfort experienced during sleep or upon awakening. Insomnia, a common issue among the elderly, hinders their ability to sleep. The objective of this study was to establish the correlation between sleep quality and the degree of insomnia among the senior residents receiving assistance at the Nirwana Puri Social Tresna Werdha Home (PSTW) in Samarinda City, East Kalimantan. A cross-sectional research survey approach was employed to collect data from a sample of 52 older individuals. The Pittsburgh Sleep Quality Index tool was utilized to assess sleep quality, while the Insomnia Rating Scale was employed to gauge the severity of insomnia. The data analysis in this study employed the Chi-Square test. The findings indicated a significant correlation between sleep quality and the severity of insomnia in the elderly (p=0.002). The relationship between sleep quality and the level of insomnia in the elderly at PSTW Nirwana Puri Samarinda City is evident. Consequently, healthcare professionals must devise therapies to address sleep issues in older individuals in order to enhance their quality of life.
Pemberdayaan Guru Menerapkan Seft (Spiritual Emotional Freedom Technique) untuk Murid Perokok di SMKN 6 Samarinda Samsugito, Iwan; Nopriyanto, Dwi; Nur, Syukma Rhamadani faizal; Riyani, Siti
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i8.14340

Abstract

ABSTRAK Pemerintah sudah memberlakukan peraturan tentang kawasan tanpa rokok (KTR) serta  Upaya berhenti merokok (UBM) yang diterapkan di puskesmas namun Upaya ini belum mampu menurunkan prevalensi remaja yang merokok. Remaja menjadi perokok dapat disebabkan mengikuti teman akan agar dapat diterima di lingkungannya, pengetahuan dan iklan rokok. Berhenti merokok dapat dilakukan dengan Teknik Spritual Emotional Freedom Technique (SEFT). Pengabdian pada Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan keterampilan guru teknik terapi metode SEFT untuk menghentikan kebiasaan merokok murid SMKN 6 Samarinda dengan Metode   ceramah dan praktek. Hasil yang diperoleh dari pengabdian Masyarakat ini didapatkan  guru dapat mempraktekan SEFT sesuai prosedur sebanyak 15 (75 %) dan 5 (25 %) dengan bimbingan dan respon murid setelah terapi 90 % mengalami perubahan saat merokok seperti rasa rokok pahit, hambar, pahit dan sakit kepala, pahit dan mual, mual dan muntah dan tenggorokan terasa gatal. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah guru mampu mempraktekan metode SEFT untuk menerapi murid yang merokok. Kata Kunci: Guru, SEFT, Murid Perokok  ABSTRACT The government has implemented regulations regarding smoking-free areas and smoking cessation efforts are implemented in community health centers. Still, these efforts have not been able to reduce the prevalence of teenagers who smoke. Adolescents becoming smokers can be caused by following friends to be accepted in their environment, knowledge, and cigarette advertising. Quitting smoking can be done with the Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT). This Community Service aims to provide teachers with skills in SEFT method therapy techniques to stop the smoking habit of students at SMKN 6 Samarinda using lecture and practice methods. The results obtained from this community service showed that teachers were able to practice SEFT according to procedures as many as 15 (75%) and 5 (25%) with guidance and student responses after therapy, 90% experienced changes when smoking such as the taste of cigarettes being bitter, bland, bitter and headaches, bitter and nauseous, nausea and vomiting and itchy throat. This activity concludes that the teacher can practice the SEFT method to treat students who smoke Keywords: Teacher, SEFT, Smoking Students
Hubungan Karateristik Mahasiswa Terhadap Kemampuan Empati Mahasiswa Keperawatan: Studi Cross Sectional Nopriyanto, Dwi; Regina, Dea Tri; Bahtiar, Bahtiar; Faizal Nur, Syukma Rhamadani; Ahmad, Erwan; Samsugito, Iwan; Kusumaningsih, Dewi
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 6 (2025): Volume 7 Nomor 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i6.17729

Abstract

ABSTRACT Empathy plays an important role in interpersonal relationships and improves communication skills. Empathy plays an important role in providing quality care, and it is important for nursing students and the nursing profession to develop. Nursing students not only need to acquire technical skills but also have interpersonal skills. This study aims to determine the relationship between student characteristics and nursing students' empathy abilities. The research design is descriptive analytical with a Cross-Sectional approach. This study involved students of the Diploma of Nursing study program, Faculty of Medicine, Mulawarman University, semesters 2, 4, and 6 totaling 189 students using a total sampling technique. Bivariate analysis using the Chi-Square test with SPSS version 25. The results of the study explained that the majority of students had good empathy skills (61.9%), and there was no significant relationship between student characteristics such as gender, age, semester, reasons for choosing to study nursing and close friends with students' empathy skills. But parents' jobs have a significant relationship with students' empathy skills (p <0.05). The conclusion is that the findings show that nursing students have good empathy skills, but need further improvement. These results make nursing educators pay more attention to the development of empathy skills of nursing students, increasing the level of empathy is useful in improving health care standards. Keywords: Characteristics, Empathy Ability, Nursing Students  ABSTRAK Empati memiliki peran penting dalam hubungan interpersonal serta meningkatkan kemampuan komunikasi. Empati memainkan peran penting dalam memberikan perawatan berkualitas,  dan penting bagi mahasiswa keperawatan dan profesi keperawatan untuk dikembangkan. Mahasiswa keperawatan bukan hanya perlu memperoleh keterampilan secara teknis tetapi juga memiliki ketrampilan hubungan antar manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan karateristik mahasiswa terhadap kemampuan empati mahasiswa keperawatan. Desaian penelitian adalah diskriptif analitik dengan pendekatan Cross-Sectional. Penelitian ini melibatkan mahasiswa prodi D3 Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman semester 2, 4, dan 6 berjumlah 189 mahasiswa dengan menggunakan teknik total sampling. Analisa bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan SPSS versi 25. Hasil penelitian dijelaskan bahwa mayoritas mahasiswa memiliki kemampuan empati baik (61.9%), dan tidak ada hubungan yang signifikan antara karateristik mahasiswa seperti jenis kelamin, usia, semester, alasan memilih kuliah keperawatan dan teman dekat dengan kemampuan empati mahasiswa. Tetapi pekerjaan orang tua memiliki hubungan yang signifikan dengan kemampuan empati mahasiswa (p<0.05). Kesimpulan mendapatkan temuan menunjukkan bahwa mahasiswa keperawatan mempunyai kemampuan empati yang baik, tetapi perlu peningkatan lebih lanjut. Hasil ini membuat pendidik keperawatan lebih memperhatikan pengembangan kemampuan empati mahasiswa keperawatan, meningkatkan tingkat empati bermanfaat dalam meningkatkan standar perawatan kesehatan. Kata Kunci: Karateristik, Kemampuan Empatik, Mahasiswa Keperawatan
Co-Authors Ahmad Abdul Ghofar Abdulloh AHMAD, ERWAN Aisyah Rahma Alhawaris Aminuddin, Muhamad Anik Puji Rahayu Asmiranda Adelia P Bahtiar Bahtiar Bahtiar Bahtiar Bayu Ahya Dinata Darazat, Zakiyah Dea Tri Regina Dewi Kusumaningsih Dewi Kusumaningsih Dzulhijjania, Nadya Armanur Islamy Eka Trismiyana Enda Maimia Taesa Allison Faisal Nur, Syukma Ramadhani Faizal Nur, Syukma Rhamadani Febrianto, Iqbal Fitriani, Dewi Nur Fitriani, Eva Ida Ayu Kade SW Ida Ayu Kade SW Ida Widiastuti Ika Rizki Cahyani Iskandar Muda Iskandar Muda Isma Zul Abdillah Jaya Iwan Samsugito Khumaidi Khumaidi Krisna, Dimas Adi Kristanto, Eka Yudha M Kapriliansyah M. Arifki Zainaro Marshanda, Indriani Mayasari, Mutia Mayusef Sukmana Mayusef Syukmana Miharja, Ediyar Muhammad Aminuddin, Muhammad Muhammad Aminudin Muhammad Bagas Prayoga Muhammad Ihfan Dian Fatoni Muhammad Kamil Naedy Ariady Nanda Sukma Diati Naomi Theresia Angkeli Nida Alifah Syaikhah Novita Sari Novita Sari Nur, Syukma Nur, Syukma Rahmadhani Faizal Nur, Syukma Rhamadani Faizal Nurlaila Fitriani Nurliana Sari Puspa Sari, Rita Puspasari, Rita Rahmawati, Fani Rahmayanti Rahmayanti Ramadania, Riska Ramadhana, Zhahrah Regina, Dea Tri Rhamadani Faizal Nur, Syukma Riana Puryanti Rita Puspa Sari Rita Puspasari Rita Sari Riyani, Siti Ruminem Ruminem Ruminem Ruminem Ruminem, Ruminem Samsugito, Iwan Sari, Rita Puspa Sholichin Sholichin Sholichin Sholichin Sholichin Sholichin, Sholichin Siti Rahmadhani Siti Riyani Syahrun Syukma Ramadhani Faisal Nur Syukma Rhamadani Faizal Nur Syukma Rhamadani Faizal Nur Syukma Rhamadani Faizal Nur Talia Inkasari Timmy Emelia Widiastuti, Ida Ayu Kade Sri Zonet Dwi Lembayung