Claim Missing Document
Check
Articles

Penggunaan Alat Peraga Sebagai Upaya Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Dalam Memahami Konsep Bentuk Aljabar Pada Siswa Kelas VIII Di SMPN 2 Pasirwangi Nugraha, Agah; Sundayana, Rostina
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 3 No. 3 (2014): September
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v3i3.317

Abstract

The results showed the existence of differences in the ability to understand the form of algebraic operations/between the lesson that students using props with which do not use props (tcounting > ttable, price tcounting =3,486, price ttable = 2,686). Test results showed that the normalized gain an average increase in the learning outcomes of the experimental class is middle category (g= 0,619) and control class is low category (g = 0,415). Based on the supporting data in the form of observation and question form, assisted learning props more enjoyable and easier to understand. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan kemampuan dalam memahami bentuk/operasi aljabar antara siswa yang pembelajarannya menggunakan alat peraga dengan yang tidak menggunakan alat peraga (thitung > ttabel, harga thitung = 3,486, harga ttabel = 2,686). Hasil uji gain ternormalisasi menunjukkan bahwa rata-rata peningkatan hasil pembelajaran dari kelas eksperimen berkatagori sedang (g = 0,619) dan kelas kontrol berkatagori rendah (g = 0,415). Berdasarkan data pendukung berupa observasi dan angket, pembelajaran dengan dibantu alat peraga lebih menyenangkan dan mudah dipahami.
Kaitan antara Gaya Belajar, Kemandirian Belajar, dan Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa SMP dalam Pelajaran Matematika Sundayana, Rostina
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 2 (2016): Mei
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v5i2.372

Abstract

Pada umumnya kemandirian belajar dan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa SMP masih rendah. Guru sebagai pelaksana kegiatan belajar mengajar, menjadi faktor utama yang menjadi penyebab masalah tersebut terjadi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan guru adalah menciptakan suasana belajar yang cocok dengan jenis gaya belajar siswa (auditorial, visual, ataupun kinestetik), sehingga diharapkan tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 2 Tarogong Kidul kelas IX pada tahun ajaran 2015-2016 semester ganjil. Metode penelitian yang digunakan berupa penelitian eksplanatif komparatif-asosatif. Dari hasil penelitian terungkap bahwa: 1) Tidak terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematik, antar siswa ditinjau dari jenis gaya belajarnya. 2) Tidak terdapat perbedaan tingkat kemandirian belajar matematika antar siswa ditinjau dari gaya belajarnya. 3) Kemandirian belajar siswa mempengaruhi tingkat kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Dari hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa setiap siswa, baik yang mempunyai gaya belajar auditorial, visual, ataupun kinestetik mempunyai tingkat kemandirian belajar dan kemampuan pemecahan masalah matematik yang sama. Selain itu, diketahui pula bahwa semakin tinggi tingkat kemandirian belajar siswa, maka semakin tinggi pula kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. In general, independent learning and problem-solving ability mathematics junior high school students is still low. Teachers practice teaching and learning activities, the main factor that causes the problem from happening. One of the efforts that teachers can do is to create a learning environment that matches the kind of student learning styles (auditory, visual, or kinesthetic), so hopefully learning objectives can be achieved effectively. This research was conducted in Tarogong South Junior High School 2 class IX in odd semester of school year 2015-2016. The method used in the form of comparative research explanation associative. From the results of the study revealed that: 1) There is no difference in mathematical problem-solving skills, among students in terms of the type of learning style. 2) There is no difference in the level of independence of learning mathematics among students in terms of learning styles. 3) Independence of student learning affects the level of students' mathematical problem-solving ability. From the results of these studies indicate that each student, both of which have auditory learning style, visual, or kinesthetic have this level of independent learning and problem-solving skills the same mathematical. In addition, it is also known that the higher the level of independence of student learning, the higher the students' mathematical problem-solving ability.
Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis dan Sikap Siswa terhadap Model Pembelajaran Kooperatif Tipe AIR dan Probing-Prompting Nur Azizah, Gina; Sundayana, Rostina
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 3 (2016): September
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v5i3.420

Abstract

Matematika masih dianggap sulit bagi kebanyakan siswa. Hal itu menyebabkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa masih rendah. Salah satu penyebabnya adalah penerapan model pembelajaran yang kurang tepat. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji perbedaan pencapaian dan kualitas peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis serta sikap siswa antara siswa yang mendapatkan model pembelajaran kooperatif tipe Auditory Intellectually Repetition (AIR) dengan tipe Probing-Prompting. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuasi eksperimen. Instrumen yang digunakan berbentuk soal uraian, angket, dan lembar observasi. Materi yang digunakan adalah Persamaan Linear Dua Variabel (PLDV). Populasi penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas VIII di SMPN 2 Garut tahun ajaran 2015/2016 dengan sampel kelas yang dipilih yaitu kelas VIII-D dan kelas VIII-E dengan jumlah masing-masing 36 siswa. Dari hasil penelitian, diperoleh kemampuan awal dan kemampuan akhir siswa menghasilkan pencapaian kemampuan pemecahan masalah matematis yang sama, namun peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis pada kelas AIR mendapatkan peningkatan yang sedang, sedangkan pada kelas Probing-Prompting mendapatkan peningkatan yang tinggi. Adapun sikap siswa terhadap kedua model pembelajaran menghasilkan respon yang sama yaitu tergolong baik.
Perbedaan Kemampuan Komunikasi Matematis antara Siswa yang Mendapatkan Model Pembelajaran Learning Cycle 5E dengan Student Teams Achievement Division Maulani, Leni; Sundayana, Rostina
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 6 No. 2 (2017): Mei
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v6i2.443

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan komunikasi matematis dan peningkatannya antara siswa yang mendapatkan model pembelajaranLearning Cycle 5Edengan STAD. Populasi pada penelitian ini adalahsiswa kelasVIII di MTs Al-Musthofa tahun ajaran 2015/2016 yang terdiri dari empat kelas dengan jumlah siswa 141 orang. Sampel diambil 63 siswa dari dua kelas, yaitu: kelas VIII-B menggunakan model pembelajaran Learning Cycle 5Edan kelas VIII-D menggunakan model pembelajaran STAD.Instrumen yang digunakan yaitu tes kemampuan komunikasi matematis, angket skala sikap, dan lembar observasi.Hasil penelitian untuk data tes akhir dan Gain Ternormalisasi diperoleh bahwa terdapat perbedaan kemampuan komunikasi dan peningkatannya antara siswa yang mendapatkan model pembelajaran Learning Cycle 5E dengan STAD, dengan kualitas peningkatan keduanya berinterpretasi sedang.Sikap siswa yang mendapatkan model pembelajaran Learning Cycle 5Edan STAD menunjukan sikap dengan interpretasi baik. The research aim is to find the difference of mathematical communication ability and the improvement between students who get Learning Cycle 5E learning model with Student Teams Achievement Division (STAD). The population of the research were 8th grade students at MTs Al-Musthofa academic year 2015/2016 from four classes with total participants were 141 students. The sample took from 63 students from two classes, there were: VIII-B class that using Learning Cycle 5E learning model dan VIII-D class that using STAD learning model. The instrument was the mathematical communication ability test, attitude scale questionnaires and observations sheets. The result of the research of the final test and Normality Gain were that was the difference of mathematical communication ability and the improvement between students who get Learning Cycle 5E learning model with STAD, with the improvement quality of both learning model interpreted average. The student attitude of both learning model results interpreted good.
Meningkatkan Aktivitas Belajar Matematika Siswa Dengan Menggunakan Media Domat Komariah, Imas; Sundayana, Rostina
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 6 No. 3 (2017): September
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v6i3.455

Abstract

Sebagian besar siswa SMP menganggap bahwa matematika merupakan mata pelajaran yang sulit dipelajari dan membosankan. Salah satu penyebabnya adalah karena matematika bersifat abstrak serta pemilihan metode pembelajaran yang kurang tepat. Hal ini menjadi tantangan bagi para guru matematika untuk dapat menggunakan media pembelajaran yang dapat melibatkan siswa secara aktif belajar matematika, sehingga para siswa merasa senang belajar matematika. Tujuan dari penelitian tindakan kelas ini adalah untuk mengetahui apakah penggunaan media permainan DOMAT dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa kelas IX-A SMP Negeri 2 Tarogong Kidul. Adapun hasil penelitian ini adalah pada siklus I belum menunjukkan tercapainya indikator keberhasilan yang ditetapkan, yaitu jumlah siswa yang aktif sebanya 75% (27 orang). Artinya, pelaksanaan tindakan pada siklus pertama belum berhasil dan harus dilanjutkan ke siklus berikutnya dengan perbaikan tindakan yang dianggap menjadi penyebab ketidakberhasilan. Pada siklus II sudah menunjukkan tercapainya indikator keberhasilan yang sudah ditetapkan, yaitu jumlah siswa yang aktif pada setiap pertemuan 75%. Artinya, pelaksanaan tindakan pada siklus II sudah berhasil. Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa penggunaan media permainan domat merupakan salah satu cara atau strategi untuk meningkatkan aktivitas siswa dalam pembelajaran matematika. Most junior high school students consider that math is a difficult subject to learn and bore. One reason is that mathematics is abstract and the choice of less precise learning method. It is a challenge for math teachers to be able to use instructional media that can involve students actively learning math, so that students feel happy learning math. The purpose of this classroom action research is to find out whether the use of DOMAT game media can improve the learning activity of grade IX-A students of SMP Negeri 2 Tarogong Kidul. The result of this study is that in cycle I has not shown the achievement of the established success indicators, i.e. the number of active students is 75% (27 people). That is, the implementation of the action in the first cycle has not been successful and should proceed to the next cycle with the improvement of the action considered to be the cause of the unsuccessfulness. In the second cycle has shown the achievement of a predetermined success indicator, i.e. the number of students who are active at each meeting 75%. That is, the implementation of action in cycle II has been successful. Thus, it can be concluded that the use of domat game media is one way or strategy to increase student activity in learning mathematics.
Perbandingan Desain Pembelajaran ASSURE dan PPSI untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis dan Kemandirian Belajar Sundayana, Rostina
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 8 No. 1 (2019): Januari
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v8i1.542

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peningkatan kemampuan pemecahan masalah dan kemandirian belajar matematika siswa kelas VII dengan menggunakan desain pembelajaran ASSURE. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen, dengan desain kelompok kontrol pretes-postes. Pada kelompok kontrol, digunakan desain pembelajaran yang sedang berjalan yaitu desain Prosedur Pengembangan Sistem Instruksional (PPSI).Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri di Kabupaten Garut yang mencakup sekolah level bawah, tengah, dan atas.Dari masing-masing level tersebut, diambil sampel sebanyak tiga kelompok yaitu kelompok eksperimen 1 (siswa yang mendapat desain pembelajaran ASSURE dengan model Problem Based Learning/A-PBL); kelompok eksperimen 2 (siswa yang mendapat desain pembelajaran ASSURE dengan model Discovery Learning/A-DL) dan kelompok kontrol (siswa yang mendapat desain PPSI dengan model pembelajaran PBL dan DL). Dengan menggunakan teknik analisis data ANOVA, Kruskal-Wallis, Uji Tukey HSD, dan uji Perbandingan Berganda diperoleh kesimpulan dari hasil penelitian ini, secara umum bahwa: peningkatan kemampuan pemecahan masalah dan kemandirian belajar matematika siswa yang mendapat desain pembelajaran ASSURE lebih baik dari siswa yang mendapat PPSI.
Perbedaan Peningkatan Kemampuan Komunikasi Matematis dan Self-Confidence antara Siswa yang Mendapatkan DL dan PBL Dewi, Ranti Santika; Sundayana, Rostina; Nuraeni, Reni
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 9 No. 3 (2020): September
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v9i3.629

Abstract

Rendahnya kemampuan komunikasi matematis dan Self Confidence siswa berpengaruh terhadap prestasi dalam pembelajaran matematika. Perlu upaya untuk meningkatkan kemampuan komunikasi dan Self Confidence siswa salah satunya dengan menggunakan model Discovery Learning dan Problem Based Learning. Tujuan penelitian untuk menganalisis perbedaan peningkatan kemampuan komunikasi matematis dan Self Confidence antara siswa yang mendapatkan model Discovery Learning dan Problem Based Learning. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan populasi seluruh siswa kelas X SMA Negeri 2 Garut. Sampel pada penelitian ini sebanyak dua kelas yaitu X MIPA 1 sebagai kelas eksperimen 1 sebanyak 35 siswa yang mendapat model Discovery Learning dan X MIPA 2 sebagai kelas eksperimen 2 sebanyak 33 siswa yang mendapat model Problem Based Learning. Instrumen penelitian yang digunakan berupa tes uraian dan angket skala Bandura. Berdasarkan hasil analisis secara statistik diperoleh kesimpulan bahwa terdapat perbedaan peningkatan kemampuan komunikasi matematis antara siswa yang mendapatkan model Discovery Learning dan Problem Based Learning serta terdapat perbedaan peningkatan Self Confidence antara siswa yang mendapatkan model Discovery Learning dan Problem Based Learning.
Kemampuan Berpikir Kritis Matematis serta Habits Of Mind Menggunakan Model Inquiry Learning dan Model Creative Problem Solving Nurdiansyah, Samsul; Sundayana, Rostina; Sritresna, Teni
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 10 No. 1 (2021): Januari
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v10i1.644

Abstract

Kemampuan berpikir kritis matematis dan Habits of Mind merupakan salah satu kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh siswa. Fakta menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis matematis dan Habits of Mind siswa masih rendah. Diperlukan upaya untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis dan Habits of Mind siswa salah satunya menggunakan model Inquiry Learning dan model pembelajaran Creative Problem Solving. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis perbedaan kemampuan berpikir kritis matematis dan Habits of Mind antara siswa yang mendapatkan model Inquiry Learning dengan Creative Problem Solving. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan populasi seluruh siswa kelas X SMA Negeri 11 Garut. Sampel pada penelitian ini sebanyak dua kelas yaitu kelas X-MIPA 5 sebanyak 35 siswa sebagai kelas eksperimen I yang mendapat model Inquiry Learning dan kelas X-MIPA 6 sebanyak 35 siswa sebagai kelas eksperimen II yang mendapat model pembelajaran Creative Problem Solving. Instrumen penelitian yang digunakan berupa tes uraian dan angket skala Likert. Berdasarkan hasil analisis secara statistik diperoleh kesimpulan bahwa terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis matematis dan Habits of Mind antara siswa yang mendapatkan model Inquiry Learning dengan Creative Problem Solving. Untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis dan Habits of Mind, model Inquiry Learning cocok digunakan. Mathematical Critical Thinking Skills and Habits of Mind are some of the basic abilities that students must have. The fact shows that the Mathematical Critical Thinking Skills and Habits of Mind are still low. Efforts are needed to improve the Mathematical Critical Thinking Skills and Habits of Mind, one of them using the Inquiry Learning and the Creative Problem-Solving learning. The purpose of this research was to analyze the differences in Mathematical Critical Thinking Skills and Habits of Mind between students who get the Inquiry Learning model with Creative Problem Solving. The research method used a quasi-experimental with a population of all class X of SMAN 11 Garut. Sample consisted of two classes, class X Science 5 by 35 students as the first experimental class, which got Inquiry Learning model, and class X Science 6 by 35 students as the second experimental class which got Creative Problem-Solving learning model. The research instrument used a description test and a Likert scale questionnaire. Based on the results of statistical analysis, it is found that there are differences in Mathematical Critical Thinking Skills and Habits of Mind between students who get the Inquiry Learning model with Creative Problem Solving. To improve mathematical critical thinking skills and Habits of Mind, the Inquiry Learning model is suitable.
Analyzing Students’ Errors in Solving Trigonometric Problems Using Newman’s Procedure Based on Students’ Cognitive Style Sundayana, Rostina; Parani, Cindy Elsa
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 12 No. 1 (2023): January
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i1.762

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kesalahan yang dilakukan siswa yang memiliki gaya kognitif field dependent dan field Independent dalam menyelesaikan soal trigonometri berdasarkan prosedur Newman. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Pengumpulan data menggunakan tes GEFT (group embedded figure test), tes trigonometri, dan wawancara. Subjek penelitian ditentukan dengan purposive sampling dan dipertimbangkan berdasarkan beberapa kriteria, yaitu; (1) siswa berada pada kategori gaya kognitif field dependent atau field Independent , (2) siswa memiliki kemampuan komunikasi yang baik (berdasarkan informasi dari guru dan pengamatan dilapangan). Teknik analisis data dilakukan dengan tiga tahapan yaitu reduksi data, penyajian data, dan pembuktian serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan siswa tertinggi pada kesalahan penarikan kesimpulan untuk siswa dengan jenis gaya kognitif yang berbeda. Berbeda dengan siswa dengan gaya kognitif field dependent , siswa dengan gaya kognitif field Independent tidak ada yang melakukan kesalahan membaca, sedangkan salah satu siswa dengan gaya kognitif field dependent masih ada yang melakukan kesalahan membaca. Penyebab kesalahan-kesalahan tersebut pada umumnya yaitu kebiasaan tidak menuliskan penyelesaian soal sesuai konteks yang diminta soal, kurang teliti, kurang memahami situasi masalah, dan kurang berlatih soal-soal terutama soal bentuk cerita. The purpose of this study was to find out the errors made by students with field dependent and field independent cognitive styles in solving trigonometry problems based on Newman procedure. This descriptive study used a qualitative approach. The data collection techniques involved the GEFT test (group embedded figure test), trigonometry tests, and interviews. The participants were determined by purposive sampling and considered based on several criteria, namely; (1) students were categorized into field defender or field independent cognitive style, (2) students demonstrated good communication skills (based on the information from the teacher and field observations). The data analysis technique was carried out in three stages, namely data reduction, data presentation, and verification and drawing conclusions. The results showed that the students' errors were the highest in drawing conclusions for students with different types of cognitive styles. In contrast to the students with the field defender cognitive style, the students with the field independent cognitive style did not make any reading errors, while one of the students with the field dependent cognitive style still made reading errors. The reasons of these errors in general were the student’s habit, in which they did not write the solution to the problem being asked, conduct the process thoroughly, understand the problem situation, and do exercises, especially about the form of the story.
Effectiveness of Community Service Activities in Increasing Teacher Insight and Motivation in the Use of Geogebra-Based Learning Media in Mathematics Learning Puspitasari, Nitta; Sofyan, Deddy; Sundayana, Rostina; Afriansyah, Eka Aldila; Ciski, Dina; Zhesi, Zhesi; Damayanti, Desi; Lesmana, Andi
Indonesian Journal of Community Empowerment (IJCE) Vol 4 No 01 (2023): Indonesian Journal of Community Empowerment (February)
Publisher : Fakultas Kewirausahaan Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35899/ijce.v4i01.698

Abstract

The usefulness of mathematics in the 21st century is increasingly felt by society. Therefore, mathematics is increasingly needed by everyone and by society as a whole. In the current industrial era 4.0, there is interaction between humans and machines, especially computers. One computer application that can be used in mathematical problems is GeoGebra. GeoGebra is dynamic software for mathematics, contains interconnected Geometry and Algebra features, and is very helpful in understanding and facilitating the teaching and learning process of mathematics. The aim of this research is to find out how mathematics teachers perceive the use of GeoGebra-based learning media in mathematics learning. The research method is descriptive qualitative. The research population was all teachers from an educational foundation in Pamengpeuk District, Garut Regency, participants in a workshop on the use of GeoGebra-based learning media in mathematics learning. This workshop activity is a community service activity. The results of this research conclude that community service activities through workshops on the use of GeoGebra-based learning media in mathematics learning are effective in increasing teachers' insight and motivation to use the GeoGebra application in mathematics learning.
Co-Authors Afriansyah, Eka Aldila Agah Nugraha Al-Siyam, Egi Al-Siyam, Egi Ali Usman, Ali Amirah, Eva Anggraeni, Nenden Saniyyah Asep Hidayat Azizah, Gina Nur Azkiah, Firza Basuki Basuki Chyntia, Chyntia Cindy Elsa Parani Ciski, Dina Damayanti, Desi Deddy Sofyan Deddy Sofyan, Deddy Dede Kurniadi Dewi, Ranti Santika Egi Al-Siyam Ekasatya Aldila Afriansyah Elfania Kartini Eris Iswara Fajar, Pipih Nurul Hadiansyah, Nirwan Hakiki, Sufi Nur Hilman Firmansyah, Hilman Hilman, Shinta Indriawati Imas Komariah Imas Komariah, Imas Irena Puji Luritawaty Iswara, Eris IYAM MARYATI Jejen Jejen, Jejen Kusumah, Reni Risnawati Latifah, Yusi Leni Maulani Leni Maulani, Leni Lesmana, Andi Lestari, Liya Lisna, Yusi Yusnita Juwita Masripah, Imas Siti Maulana, Redi Maya Sari Mudzakin, Fikri Mulyadi, Redi Muthmainnah, Maulidya Nabilah Citra Amalia Ulfa Nenden Saniyyah Anggraeni Neng Intan Purnama Putri Nirwan Hadiansyah Nita Puspitasasri Nitta Puspitasari Noordina, Mega Achdisty Nugraha, Agah Nugraha, Agah Nugraha, Regar Esa Nur Azizah, Gina Nurbani, Tri Nurdiansyah, Samsul Nuryadin, Rully Parani, Cindy Elsa Pitriyani Pitriyani Puji Lestari Puspitasari, Nitta Puspitasari, Rista Putri, Neng Intan Purnama Ranti Santika Dewi Reni Nuraeni Reni Nuraeni, Reni Robbani, Ilham Ali Rudi Sutrio Samsul Nurdiansyah sari putri Silvi Uswatun Nisa Siti Sadiah Solihat, Deti Farida Sufi Nur Hakiki Sukanto Sukandar Madio Sumia, Sumia Sumiarelati, Sumia Suryadi, Yopi Teni Sritresna Tina Sri Sumartini, Tina Sri Undang Indrajaya Wartini, Tini Zahra, Salma Nur Zhesi, Zhesi