Claim Missing Document
Check
Articles

Trek Kaleci Penggunaan Media Trek Kaleci Untuk Meningkatkan Kemampuan Konsep Berhitung Siswa Nirwan Hadiansyah; Rostina Sundayana
Jurnal Padegogik Vol 6 No 2 (2023): Jurnal Padegogik, July 2023
Publisher : LPPM Universitas Advent Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35974/jpd.v6i2.3146

Abstract

The background of this research is the results of the repetition of mathematics lessons in class III students at SDN 4 Cigedug at the end of semester 1 of the 2021/2022 academic year. Only 55% of grade III students whose grades exceed the KKM. The lack of ability to understand the concept of multiplication and division in students is one of the factors in obtaining these scores. The use of instructional media is expected to be able to improve students' ability to understand mathematical concepts, one of which is the kaleci track. Trek kaleci is a mix between Trek (racing track) and kaleci (marbles). Trek Kaleci is also an acronym for Math Practice using Kaleci. The purpose of this study was to analyze the improvement of students' numeracy concept skills through the use of the Kalali Track learning media on multiplication and division of simple numbers. This study uses a qualitative method, with research instruments in the form of essay tests and interviews with an orientation towards improving students' numeracy concept abilities and the use of Trek Kaleci media. Grade III students at SDN 4 Cigedug are the sample used in this study. Based on the results of the analysis, the average value of students' numeracy concept ability was 9.2 out of 12, with a percentage of 76%. Then based on the results of the questionnaire analysis interviewing students, a positive response was received with a percentage of 91% of students enjoying learning mathematics using Trek Kaleci.
Perbandingan Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa antara Problem Based Learning dan Inquiry Learning Putri, Neng Intan Purnama; Sundayana, Rostina
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 1 No. 1 (2021): Maret
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v1i1.887

Abstract

Keterampilan komunikasi matematis merupakan keterampilan dasar yang harus dimiliki siswa. Fakta menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi matematis siswa masih rendah. Diperlukan upaya untuk meningkatkan kemampuan komunikasi matematis, antara lain model Problem Based Learning dan model Pembelajaran Inkuiri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan kemampuan komunikasi matematis siswa dengan model Pembelajaran Berbasis Masalah dan model Pembelajaran Inkuiri, menganalisis kualitas peningkatan, dan menganalisis sikap siswa terhadap kedua model tersebut. Metode penelitian adalah eksperimen semu. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X salah satu SMA Negeri di Garut, dengan sampel sebanyak 34 siswa di kelas X MIPA 8 sebagai model Problem Based Learning dan 34 siswa di kelas X MIPA 9 dengan model Pembelajaran Inkuiri. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa kemampuan komunikasi matematis siswa dengan model Problem Based Learning lebih baik daripada model Pembelajaran Inkuiri, kualitas peningkatan keterampilan komunikasi matematis siswa dengan model Problem Based Learning tinggi dan model Pembelajaran Inkuiri sedang. dan respon siswa terhadap model Problem Based Learning cukup dan model Pembelajaran Inkuiri baik. Mathematical communication skills are the basic skills that students must have. The facts show that students' mathematical communication skills are still low. Efforts are needed to improve mathematical communication skills, including the Problem Based Learning model and the Inquiry Learning model. This study aims to analyze the comparison of students 'mathematical communication skills with the Problem Based Learning model and the Inquiry Learning model, to analyze the quality of the improvement, and to analyze the students' attitudes towards the two models. The research method is quasi-experimental. The population was all students of class X one of the public high schools in Garut, with a sample of 34 students in class X MIPA 8 as the Problem Based Learning model and 34 students in class X MIPA 9 with the Inquiry Learning model. The research concludes that students 'mathematical communication skills with the Problem Based Learning model are better than the Inquiry Learning model, the quality of the improvement in students' mathematical communication skills with the Problem Based Learning model is high and the Inquiry Learning model is moderate, and the student's response to the Problem Based Learning model is sufficient and the Inquiry Learning model is good.
Penerapan Model Pembelajaran Problem Posing dan Direct Instruction dalam Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Iswara, Eris; Sundayana, Rostina
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 1 No. 2 (2021): Juli
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v1i2.897

Abstract

Penelitian dilatarbelakangi pada permasalahan rendahnya kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Sebagai alternatif pemecahan permasalahan, dilakukan penelitian dengan penerapan model pembelajaran Problem Posing dan Direct Instruction dalam pembelajaran matematika. Tujuan penelitian menganalisis peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang belajar dengan model pembelajaran Problem Posing dan Direct Instruction. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan populasi seluruh siswa kelas XI SMA Negeri di Garut. Sampel dipilih berdasarkan teknik purposive sampling, dan diperoleh dua kelas sebagai sampel penelitian. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes kemampuan pemecahan masalah matematis. Berdasarkan hasil analisis secara statistik diperoleh kesimpulan bahwa peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang belajar dengan model pembelajaran Problem Posing lebih baik dari model pembelajaran Direct Instruction. Model pembelajaran Problem Posing direkomendasikan untuk mengembangkan kemampuan pemecahan matematis siswa. The research was motivated by the problem of the low mathematical problem-solving ability of students. As an alternative to solving problems, research was conducted by applying the Problem Posing and Direct Instruction learning model in learning mathematics. The purpose of this research is to analyze the improvement of students' mathematical problem-solving abilities who study with Problem Posing and Direct Instruction learning models. The research method used is quasi-experimental with a population of all students of class XI SMA Negeri in Garut. The sample was selected based on the purposive sampling technique, and two classes were obtained as research samples. The research instrument used was a mathematical problem-solving ability test. Based on the results of statistical analysis, it was concluded that the improvement of students' mathematical problem-solving abilities who studied with the Problem Posing learning model was better than the Direct Instruction learning model. The Problem Posing learning model is recommended to develop students' mathematical solving abilities.
Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa dengan Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation dan Team Quiz Ditinjau dari Kemandirian Belajar Anggraeni, Nenden Saniyyah; Sundayana, Rostina
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 1 No. 3 (2021): November
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v1i3.950

Abstract

Pentingnya kemampuan komunikasi matematis menjadi latar belakang penelitian ini. Diperlukan model pembelajaran yang tepat untuk meningkatkan kemampuan komunikasi matematis misalnya model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation dan Team Quiz. Tujuan penelitian mengkaji perbedaan kemampuan komunikasi matematis siswa dengan kedua model pembelajaran tersebut. Penelitian berbentuk kuasi eksperimen dengan desain the nonequivment control group design. Populasi yaitu seluruh siswa kelas X salah satu SMK di Garut, dengan sampel dua kelas. Instrumen berbentuk tes kemampuan komunikasi matematis dan angket kemandirian belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan kemampuan komunikasi matematis siswa pada kedua kelas hanya terjadi pada kemandirian belajar sedang. Adapun kualitas peningkatannya, untuk kelas Group Investigation, semua kualitas peningkatannya memiliki interpretasi sedang. Sedangkan untuk kelas Team Quiz, ditinjau dari kemandirian belajar rendah dan sedang memiliki interpretasi rendah, sedangkan untuk kemandirian belajar tinggi memiliki interpretasi sedang. The importance of mathematical communication skills is the background of this research. An appropriate learning model is needed to improve mathematical communication skills, such as the Group Investigation and Team Quiz cooperative learning models. The purpose of the study was to examine the differences in students' mathematical communication skills with the two learning models. The research is a quasi-experimental design with a nonequivalent control group design. The population is all students of class X of one of the SMK in Garut, with a sample of two classes. The instrument is in the form of a mathematical communication ability test and a student learning independence questionnaire. The results showed that the difference in students' mathematical communication skills in the two classes only occurred in moderate learning independence. As for the upgrade quality, for the Group Investigation class, all the upgrade qualities have a moderate interpretation. As for the Team Quiz class, in terms of low and medium learning independence, it has a low interpretation, while for high learning independence it has a medium interpretation.
Kemampuan Komunikasi Matematis pada Materi Kubus dan Balok Berdasarkan Kemandirian Belajar Siswa Hakiki, Sufi Nur; Sundayana, Rostina
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 2 No. 1 (2022): Maret
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v2i1.1088

Abstract

Pada umumnya kemampuan komunikasi matematis siswa di Indonesia masih tergolong rendah, hal ini ditunjukkan oleh banyaknya siswa yang masih kesulitan dalam mengerjakan soal-soal berupa gambar, grafik, dan lain-lain. Salah satu faktor yang berpengaruh terhadap kemampuan komunikasi matematis siwa adalah kemandirian belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan komunikasi matematis pada materi kubus dan balok berdasarkan kemandirian belajar. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IX tahun ajaran 2020/2021 yang berada di Perumahan OMA Indah, yang berjumlah 3 orang dengan menggunakan teknik purposive sampling. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket kemandirian belajar, tes kemampuan komunikasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan kemandirian tinggi memiliki kemampuan komunikasi matematis yang lebih baik daripada siswa dengan kemandirian sedang dan rendah. Selain itu, siswa dengan kemandirian sedang memiliki kemampuan komunikasi matematis lebih baik daripada siswa dengan kemandirian rendah. In general, the mathematical communication skills of students in Indonesia are still relatively low, this is indicated by the number of students who still have difficulty in working on problems in the form of images, graphs, and others. One of the factors that affect the ability of mathematical communication shiva is the independence of learning. This research aims to find out the mathematical communication skills on cube and beam materials based on learning independence. The type of research used in this research is qualitative research. The subjects in the study were class IX students of the 2020/2021 school year who were at OMA Indah Housing, which amounted to 3 people using purposive sampling techniques. The data collection techniques used are learning independence questionnaires, communication skills tests, interviews, and documentation. The results showed that students with high independence had better mathematical communication skills than students with moderate and low independence. In addition, students with moderate independence have better mathematical communication skills than students with low independence.
Kemampuan Representasi Matematis Siswa SMP Berdasarkan Self-Efficacy Siswa Azkiah, Firza; Sundayana, Rostina
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 2 No. 2 (2022): Juli
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v2i2.1099

Abstract

Kemampuan representasi matematis penting dimiliki siswa. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kemampuan representasi matematis siswa SMP berdasarkan self-efficacy dengan dimensi generality, level dan strenght. Subjek penelitian kualitatif deskriptif ini terdiri dari tiga orang siswa kelas VII di Desa Cibunar. Data dikumpulkan melalui observasi, tes, dan wawancara. Data dianalisis dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa representasi matematis pada siswa yang memenuhi ketiga dimensi self-efficacy belum mampu memenuhi indikator membuat model matematis dari permasalahan yang diberikan dan menyajikan kembali data atau informasi representasi ke representasi diagram, grafik, atau tabel. Dua siswa yang memenuhi dua dimensi self-efficacy sama-sama hanya mampu mencapai satu indikator kemampuan representasi matematis yaitu menggunakan diagram sebagai fasilitas penyelesaiannya. Hal ini menunjukkan self-efficacy berpengaruh pada kemampuan representasi matematis. The ability to mathematical representation is important for students to have. This study aims to describe the mathematical representation ability of junior high school students based on self-efficacy on the dimensions of generality, level, and strength. This study uses a descriptive qualitative approach with the subject of three seventh-grade students in Cibunar Village. Data were collected through observation, tests, and interviews. The data were analyzed in the stages of data reduction, data presentation, and concluding. The results showed that the mathematical representation ability of students who met the three dimensions of self-efficacy had not been able to meet the indicators of making mathematical models of the problems given and presenting data or information representations to diagrams, graphs, or table representations. Two students who meet the two dimensions of self-efficacy are both only able to achieve one indicator of mathematical representation ability, namely using diagrams as a solution facility. This shows that self-efficacy affects the ability of mathematical representation.
Literature review: Implementation of realistic mathematics education on mathematical representation skills Lestari, Liya; Maryati, Iyam; Sundayana, Rostina; Afriansyah, Ekasatya Aldila
Math Didactic: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8 No 1 (2022): Januari - April 2022
Publisher : Universitas PGRI Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33654/math.v8i1.1753

Abstract

Riset ini didasarkan atas kemampuan representasi siswa yang masih lemah sebab proses belajar mengajar tidak secara maksimal mengikutsertakan siswa untuk mengotak-atik benda di lingkungan sekitar sebagai proses awal untuk menguasai konsep matematika. Adapun tujuan riset ini adalah melakukan kajian literatur terkait dengan implementasi RME terhadap kemampuan representasi matematis siswa menggunakan metode yang SLR (Systematic Literature Review), yang didasarkan pada penelitian terdahulu yang relevan mengenai RME dan kemampuan representasi matematis. Dari pencarian menggunakan kata kunci, ditemukan sebanyak 28 artikel terkait. Kemudian, artikel-artikel tersebut dipilih 12 artikel jurnal yang memiliki topik penelitian relevan yang ter-indeks Google Scholar, Sinta 2, Sinta 3, dan Sinta 5. Artikel-artikel yang diperoleh, merupakan hasil dari pencarian data di base Google Scholar dan Mendeley. Hasil riset mengungkapkan bahwa analisis implementasi RME pada kemampuan representasi matematis efektif digunakan.
Ilhametics conjecture: The root system of modern mathematics Robbani, Ilham Ali; Maulana, Redi; Nugraha, Regar Esa; Sumartini, Tina Sri; Puspitasari, Nitta; Sundayana, Rostina
Math Didactic: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8 No 2 (2022): Mei - Agustus 2022
Publisher : Universitas PGRI Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33654/math.v8i2.1810

Abstract

Saat ini matematika merupakan salah satu cabang ilmu pengetahuan yang sangat relevan dengan perkembangan zaman. Hal ini dikarenakan matematika merupakan ilmu yang mendasar dan merupakan cikal bakal perkembangan ilmu-ilmu lainnya khususnya teknologi dan informasi. Namun perkembangan tersebut menjadi dorongan bagi kita untuk terlibat dalam perkembangan matematika saat ini. Apalagi dengan motivasi masyarakat Indonesia juga harus kreatif dan menciptakan inovasi tentang matematika. Maka dengan itu terciptanya konsep Ilhametika. Merupakan konsep yang terdiri dari teknik berhitung, permainan hingga dugaan matematika. Konsep ini diharapkan dapat menjadi penyemangat bagi perkembangan ilmu matematika dan motivasi bagi semua untuk terus berkarya di bidangnya masing-masing. Pada artikel ini akan diperkenalkan suatu konjektur matematika yang bernama sistem akar modern. Sistem akar modern merupakan sistem yang terinspirasi dari akar tumbuhan. Dalam hal ini ada beragam sub pembahasan yang membahas beragam konsep yang terkait dengan konjektur ini.
The relationship between students' self-efficacy and mathematical problem-solving abilities Mudzakin, Fikri; Sundayana, Rostina; Sumartini, Tina Sri; Afriansyah, Ekasatya Aldila
Math Didactic: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8 No 2 (2022): Mei - Agustus 2022
Publisher : Universitas PGRI Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33654/math.v8i2.1845

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi hubungan antara self-efficacy matematis dengan kemampuan pemecahan masalah matematis. Penelitian ini menggunakan metode survei yang dikombinasikan dengan teknik analisis korelasi. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMP Negeri. Sampel penelitian menggunakan teknik purposeful random sampling pada siswa kelas VIII SMP Kelas A. Pengumpulan data menggunakan metode survei kuesioner, dan analisis kuantitatif data dilakukan dengan menggunakan rumus korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan adanya kaitan antara self-efficacy matematis siswa dengan kemampuan pemecahan masalah matematis.
Literature review: The effectiveness of using a realistics mathematic education approach on students' mathematics connection abilities Latifah, Yusi; Maryati, Iyam; Sundayana, Rostina; Afriansyah, Ekasatya Aldila
Math Didactic: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8 No 3 (2022): September - Desember 2022
Publisher : Universitas PGRI Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33654/math.v8i3.1957

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kemampuan koneksi matematis siswa yang masih rendah karena siswa belum memahami konsep matematika dan hubungannya dalam kehidupan sehari-hari dan keterkaitannya dengan bidang lain. Penelitian ini bertujuan unruk mengidentifikasi efektivitas pendekatan realistics mathematic education (RME) terhadap kemampuan koneksi matematis siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah SLR (Systematic Literature Review), yang didasarkan pada penelitian terdahulu yang relevan mengenai RME dan kemampuan koneksi matematis siswa. Dari pencarian menggunakan kata kunci, ditemukan sebanyak 21 artikel terkait. Kemudian, artikel-artikel tersebut dipilih 7 artikel jurnal yang memiliki topik penelitian relvan. Artikel-artikel yang diperoleh, merupakan hasil dari pencarian data di base Google Scholar dan Mendeley. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa analisis keefektifan pendekatan realistics mathematic education (RME) terhadap kemampuan koneksi matematis sangat efektif digunakan.
Co-Authors Afriansyah, Eka Aldila Agah Nugraha Al-Siyam, Egi Al-Siyam, Egi Ali Usman, Ali Amirah, Eva Anggraeni, Nenden Saniyyah Arnisya, Melinda Fahriani Asep Hidayat Azizah, Gina Nur Azkiah, Firza Basuki Basuki Cahyani, Rika Chyntia, Chyntia Cindy Elsa Parani Ciski, Dina Damayanti, Desi Deddy Sofyan Deddy Sofyan, Deddy Dede Kurniadi Dewi, Ranti Santika Egi Al-Siyam Ekasatya Aldila Afriansyah Elfania Kartini Eris Iswara Fajar, Pipih Nurul Firmawatie, Ai Ahnae Gani Arrijal, Ahmad Hadiansyah, Nirwan Hakiki, Sufi Nur Hilman Firmansyah, Hilman Hilman, Shinta Indriawati Hoerudin, Endin Imas Komariah Imas Komariah, Imas Irena Puji Luritawaty Iswara, Eris IYAM MARYATI Jejen Jejen, Jejen Kartina, Tina Kusumah, Reni Risnawati Latifah, Yusi Leni Maulani Leni Maulani, Leni Lesmana, Andi Lestari, Liya Lisna, Yusi Yusnita Juwita Maharani, Renita Putri Masripah, Imas Siti Maulana, Redi Maya Sari Mudzakin, Fikri Mulyadi, Redi Muthmainnah, Maulidya Nabilah Citra Amalia Ulfa Nenden Saniyyah Anggraeni Neng Intan Purnama Putri Nirwan Hadiansyah Nita Puspitasasri Nitta Puspitasari Noordina, Mega Achdisty Nugraha, Agah Nugraha, Agah Nugraha, Regar Esa Nur Azizah, Gina Nurbani, Tri Nurdiansyah, Samsul Nuryadin, Rully Parani, Cindy Elsa Pitriyani Pitriyani Puji Lestari Puspitasari, Nitta Puspitasari, Rista Putri, Neng Intan Purnama Rahma, Nazwa Aulia Ranti Santika Dewi Reni Nuraeni Reni Nuraeni, Reni Robbani, Ilham Ali Rudi Sutrio Salam, Mutiara Samsul Nurdiansyah sari putri Silvi Uswatun Nisa Siti Sadiah Solihat, Deti Farida Sufi Nur Hakiki Sukanto Sukandar Madio Sumia, Sumia Sumiarelati, Sumia Suryadi, Yopi Teni Sritresna Tina Sri Sumartini, Tina Sri Undang Indrajaya Wartini, Tini Yohana, Anggraeni Yayu Zahra, Salma Nur Zhesi, Zhesi