Claim Missing Document
Check
Articles

Workshop Pembuatan Massage Oil Aromaterapi dan Pijat Bayi sebagai Bekal Swamedikasi bagi Anggota Forum Kota Sehat (FKS) Kota Pekalongan: Workshop on Homemade Aromatherapy Massage Oil Preparation and Infant Massage Tutorial for Self-Medication among Members of the Healthy City Forum of Pekalongan City Indonesia Ermawati, Nur; Oktaviani, Nila; Yuniarsih, Sri Mumpuni
DARMADIKSANI Vol 5 No 1 (2025): Edisi Juni
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v5i1.7250

Abstract

Forum Kota Sehat (FKS) merupakan sarana penyaluran aspirasi masyarakat di Kota Pekalongan guna mendukung Program Kota Sehat. Salah satu upaya yang dilakukan dengan menerapkan budaya serta gaya hidup sehat, melalui penggunaan medikasi herbal. Pengobatan yang menggunakan tanaman obat termasuk dalam kategori pengobatan mandiri (swamedikasi). Swamedikasi tidak terbatas hanya pada penggunaan obat modern, tetapi juga dapat melibatkan obat herbal. Salah satu masalah kesehatan yang bisa diatasi dengan swamedikasi adalah batuk pilek atau selesma (common cold). Pada bayi, batuk pilek sering kali menimbulkan kekhawatiran bagi orangtua, sehingga mereka sering membawa bayi ke dokter. Namun, anak yang mengalami batuk pilek sering kali rewel dan sulit diberi obat. Oleh karena itu, diperlukan alternatif terapi untuk mendukung proses penyembuhannya. Alternatif terapi yang dapat membantu meredakan gejala batuk pilek adalah pijat. Manfaat pijat pada bayi salah satunya dapat mengurangi tingkat infeksi nosokomial, termasuk di antaranya batuk pilek. Minyak pijat (massage oil) dapat digunakan sebagai media dalam terapi pijat untuk meningkatkan efektivitas terapi. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan pelatihan pembuatan massage oil aromaterapi dan teknik pijat pada bayi. Metode yang digunakan meliputi diskusi permasalahan mitra dan observasi lapangan, memetakan lokasi kegiatan, edukasi dan pelatihan, serta evaluasi kegiatan. Kegiatan ini melibatkan 30 peserta dari anggota FKS tingkat kelurahan, kecamatan, dan kota. Kegiatan  ini berjalan lancar dan memperoleh respons positif dari kelompok mitra yang dibuktikan dengan persentase presensi dan antusiasme peserta dalam sesi penyampaian materi, diskusi dan tanya jawab, hasil praktik membuat sediaan dan teknik pijat bayi, serta respons positif peserta dalam kuesioner. Luaran kegiatan ini berupa produk massage oil aromaterapi, buku saku, dan artikel ilmiah yang diterbitkan pada jurnal nasional terakreditasi. Disarankan agar pelatihan ini dilakukan secara berkelanjutan dengan cakupan materi yang lebih luas untuk meningkatkan kemandirian masyarakat dalam perawatan kesehatan berbasis herbal.                                                                                            The Forum Kota Sehat (F KS), or Healthy City Forum, functions as a platform for the citizens of Pekalongan City to express their aspirations and support for the local government's the Healthy City Program. One of its key initiatives is promoting a healthy lifestyle and cultural practices, including the use of herbal remedies. Treatments utilizing medicinal plants are categorized as self-medication, which is not limited to modern pharmaceuticals but also encompasses traditional herbal approaches. A common health issue that can be managed through self-medication is the common cold. In infants, colds and coughs often raise concerns among parents, who frequently consult physicians. However, administering medication to infants can be challenging due to fussiness and resistance. This situation highlights the need for complementary therapies to support the healing process. One such therapy is infant massage, which has been shown to help alleviate cold symptoms. The benefits of infant massage include reducing the risk of nosocomial infections, such as the common cold. To enhance the effectiveness of massage, aromatherapy massage oil or balm can be used as a supportive medium. This community service aimed to share information and provide hands-on training on the formulation of aromatherapy massage oils and infant massage techniques. The methods employed included field observation, site mapping, information sharing session, and practical workshops. The program was carried out successfully and received positive feedback from the partner community. Participant engagement was evident during question-and-answer sessions, formulation exercises, and infant massage demonstrations. A total of 30 participants from FKS representatives at the sub-district, district, and city areas took part in the program. The outcomes of this initiative included the production of aromatherapy massage oil, a pocket guidebook, and a scientific article published on a nationally accredited journal. It is recommended that similar training be conducted continuously with broader material coverage to enhance community self-reliance in herbal-based health care.
FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN LILIN AROMATERAPI DARI MINYAK ATSIRI JAHE DAN LEMON DENGAN MINYAK JELANTAH SEBAGAI BASIS Nur Ermawati; Sari, Erika Fadillah
Jurnal Pharmacopoeia Vol 2 No 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/jp.v2i1.362

Abstract

Minyak jelantah mengandung senyawa yang menjadi pemicu penyakit kanker dan minyak goreng ini menjadi tidak layak untuk dipakai sebagai bahan makanan. untuk mengatasi permasalahan ini dapat dilakukan pemanfaatan kembali limbah minyak jelantah, seperti pembuatan produk non pangan contohnya memanfaatkan minyak jelantah sebagai basis lilin. Saat ini Lilin Aromaterapi seringkali digunakan, hal itu dikarenakan tidak membutuhkan energi listrik dan hemat energi. Bahan alam yang dipakai untuk aromaterapi ialah jeruk lemon dan rimpang jahe yang digabungkan dengan tujuan supaya memperkaya aroma lilin dan meningkatkan efek terapi. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan bahwa limbah bisa dipakai sebagai basis dan aromaterapi dapat digunakan sebagai relaksasi tubuh. Penelitian ini mempergunakan metode experimental yang dilakukan dengan dua tahap. Langkah pertama yaitu dengan pengujian basis dengan kombinasi minyak jelantah : asam stearat dengan perbandingan 500ml:250gr (FI), 150ml:50gr (FII), 20ml:25gr (FIII). Tahap kedua pembuatan sediaan lilin aromaterapi dan uji evaluasi sediaan lilin, meliputi uji organoleptis penampakan lilin secara keseluruhan, uji evaluasi titik leleh, uji evaluasi waktu bakar, uji evaluasi tingkat kesukaan sediaan lilin aromaterapi, uji evaluasi efek terapi yang dihasilkan terhadap sediaan lilin aromaterapi dengan penambahan kombinasi minyak jahe dan lemon dengan  konsentrasi 2%:2% (FI), 2,5%:3% (FII), 3%:4% (FIII).  Minyak jelantah dapat diformulasikan sebagai campuran basis lilin dengan perbandingan minyak jelantah: asam stestearat (15ml : 25 gr), pada  formula ke III lilin aroma yang dihasilkan dari kombinasi minyak jahe dan minyak jeruk lemon dapat digunakan sebagai terapi relaksasi.Perbedaan konsentrasi  dari kombinasi minyak atsiri jahe dan lemon berpengaruh terhadap kesukaan pada responden.
FORMULASI DAN EVALUASI SIFAT FISIK SEDIAAN FACIAL WASH GEL EKSTRAK BUAH TOMAT (Solanum lycopersicum L.) DENGAN VARIASI CARBOPOL SEBAGAI GELLING AGENT Wulandari, Ovinsa Rizki; Ermawati, Nur
Jurnal Pharmacopoeia Vol 3 No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/jp.v3i1.572

Abstract

Buah tomat (Solanum lycopersicum L.) mengandung zat tomatin yang bersifat sebagai anti inflamasi serta antibakteri sehingga dapat menyembuhkan jerawat. Buah tomat juga mengandung metabolit sekunder alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin. Facial wash gel merupakan salah satu sediaan yang digunakan untuk mencuci muka. Basis gel yang sering digunakan adalah carbopol karena dengan konsentrasi kecil yaitu 0,5% - 2% dapat menghasilkan sediaan gel yang jernih dengan viskositas yang tinggi. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi carbopol sebagai gelling agent yang paling baik menghasilkan sediaan facial wash gel yang stabil dan memenuhi persyaratan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan zat aktif ekstrak buah tomat (Solanum lycopersicum L.) sebanyak 3 % yang dihasilkan melalui proses maserasi dengan variasi konsentrasi (formula I carbopol 1%, formula II, carbopol 1,5% , serta formula III  carbopol 2%  Lalu dilakukan uji evaluasi sifat fisik yang meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji viskositas, uji daya sebar, uji daya lekat, uji daya busa dan uji iritasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh variasi konsentrasi dari carbopol sebagai gelling agent terhadap sifat fisik sediaan facial wash gel. Formula yang paling baik dalam menghasilkan sediaan facial wash gel yaitu formula III dengan konsentrasi carbopol sebesar 2% dilihat dari uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji viskositas, uji daya lekat, uji daya busa dan uji iritasi yang sudah memenuhi persyaratan.  
Gambaran Pemahaman Masyarakat Dalam Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga di Desa Pacar Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan Heni, Heni Setyorini; Nur Ermawati; Ali Mansyur
Pena: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol. 39 No. 1 (2025): PENA MARET 2025
Publisher : LPPM Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Family medicinal plants are plants cultivated at home that have medicinal properties. That use of TOGA is generally for general treatment such as coughs and stomachaches. Planting medicinal plants in the yard, in addition to being used for medicine, can also be used well as a decoration for the yard. This study aims to determine the description of understanding in the use of family medicinal plants in Pacar Village, Tirto District, Pekalongan Regency. The method used to collect data in this study was purposive sampling, and the questionnaire used in this study consisted of several semi-open questions, namely multiple choice and essay. The results of this study showed that all respondents had undergone treatment using TOGA, as many as 51% of respondents used TOGA to treat flu/cough, the treatment period 1 week or even more than 1 week with an effectiviness level reaching 85%. The majority of respondents who used ginger were 51%, lemongrass 18%, and turmeric 14%. Information about TOGA was partly obtained from social media 41%, and family inheritance from generation to generation as much as 39%. The most commonly used part of TOGA is the rhizome 75%, and the safety of use is safe is used properly. Most respondents get TOGA by buying it and the rules for using it are 2-3 times a day, by processing it by boiling, slicling, and grating. Keywords : Pacar Village, Benefits of TOGA, Purposive sampling
SEDIAAN KRIM PELEMBAB EKSTRAK AIR BUAH SEMANGKA (CIRULLUS LANATUS) Safitri, Nadia Indah; Ermawati, Nur; Oktaviani, Nila
BENZENA Pharmaceutical Scientific Journal Vol 1 No 01 (2022): BENZENA Pharmaceutical Scientific Journal
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/benzena.v1i01.2101

Abstract

Buah semangka (Citrullus lanatus) merupakan salah satu buah-buahan yangdapat digunakan sebagai pelembab untuk kulit karena mengandung zatkarbohidrat jenis gula-gulaan yaitu sukrosa, glukosa dan fruktosa. Ekstrak airbuah semangka efektif sebagai pelembab pada konsentrasi 30%. Emulgatornonionik (tween 80 dan span 80) dipilih karena sifatnya yang tidak toksiksehingga aman terutama untuk kulit sensitif dan tidak mengiritasi kulit sertadapat menyeimbangkan kerja molekul hidrofil dan lipofil sehingga dapatmenghasilkan sistem emulsi yang stabil. Tujuan dari penelitian ini adalah untukmengetahui karakteristik fisik sediaan krim pelembab eksrak air buah semangka (Citrulllus lanatus) dengan emulgator tween 80 dan span 80. Jenis penelitian ini adalah deskriptif eksperimental dengan bahan utama buahsemangka. Bahan kemudian disari dan diuapakan di thermostat waterbath pada suhu 80°C hingga diperoleh ekstrak kental. Sediaan krim dibuat menjadi 3formula dengan konsentrasi Tween 80-Span 80 yaitu F1 2%, F2 3%, F3 4%. Dilakukan uji sifat fisik pada sediaan (uji organoleptis, iritasi, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, viskositas) dan uji stabilitas fisik digunakan denganmetode sentrifugasi. Data hasil uji sifat fisik dan uji stabilitas fisik krimdikumpulkan dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa formula II dengan kombinasi emulgator tween 80 dan span 80 3% memenuhi persyaratan karakterisasi fisik sediaan krim yang baik sedangkan formula I tidak memenuhi syarat daya sebar yang baik yaitu diperoleh hasil 4,63 cm dan formulaIII tidak memenuhi persyaratan uji viskositas yang baik yaitu diperoleh hasil 49,33 dPa.s. Krim formula II merupakan formula terbaik dilihat dari hasil uji sifatfisikokimia dan iritasi yang memenuhi kriteria sediaan krim.
PREFERENSI MASYARAKAT DALAM PEMILIHAN OBAT TRADISIONAL DAN OBAT SINTETIK DI APOTEK KIMIA FARMA JALAN IMAM BONJOL KOTA PEKALONGAN Kismiyar, Kismiyar; Ermawati, Nur
BENZENA Pharmaceutical Scientific Journal Vol 1 No 02 (2022): BENZENA PHARMACEUTICAL SCIENTIFIC JOURNAL
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/benzena.v1i2.2473

Abstract

Obat tradisional adalah bahan atau ramuan bahan yang berupa bahan tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sediaan sarian (galenik) atau campuran dari bahan tersebut yang secara turun menurun telah digunakan untuk pengobatan berdasarkan pengalamannya. Obat sintetik adalah obat modern yang dibuat dari bahan sintetik  yang diolah secara modern. Preferensi diartikan sebagai pilihan suka atau tidak suka oleh seseorang terhadap suatu produk, barang atau jasa yang dikonsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui preferensi masyarakat dalam pemilihan obat tradisional dan obat sintetik di Apotek Kimia Farma Imam Bonjol Kota Pekalongan.Penelitian ini dilakukan secara deskriptif kuantitatif. Observasi melalui survei dengan pengumpulan data berupa kuesioner. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara accidental sampling dengan menggunakan kuesioner pada 100 responden untuk mendapatkan data usia, jenis kelamin, pekerjaan, pendidikan, suku, status pernikahan, serta pendapatan.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa preferensi responden terhadap obat tradisional sebesar 27% dan preferensi terhadap obat sintetik sebesar 73%. Faktor yang paling mempengaruhi pemilihan obat tradisional adalah faktor sosial, sedangkan faktor yang mempengaruhi pemilihan obat sintetik adalah faktor ekonomi.
TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG PENGGUNAAN OBAT TRADISIONAL DI DESA LANDUNGSARI KECAMATAN PEKALONGAN TIMUR KOTA PEKALONGAN aulia, risti; Ermawati, Nur
BENZENA Pharmaceutical Scientific Journal Vol 2 No 02 (2023): BENZENA PHARMACEUTICAL SCIENTIFIC JOURNAL
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/benzena.v2i02.3746

Abstract

Latar bekalang : Indonesia merupakan negara kepulauan yang terletak di daerah tropis serta memiliki keanekaragaman hayati yang melimpah dan dapat digunakan sebagai bahan baku obat. Pengetahuan masyarakat tentang pengobatan tradisional dengan pemanfaatan tanaman herbal merupakan salah satu warisan budaya turun temurun dari nenek moyang kepada generasi berikutnya.Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat tentang penggunan obat tradisional di Desa Landungsari Kecamatan Pekalongan Timur Kota Pekalongan.Metode :Jenis penelitian ini menggunakan penelitian observasional yang bersifat deskriptif dengan pendekatan metode kualitatif. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan purposive sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat RW 14 di Desa Landungsari Kota Pekalongan yang berjumlah 1,754 orang dan sampel yang dipilih dalam penelitian ini sebanyak 95 responden. Analisis data penelitian ini bersifat deskriptif dengan pengukuran analisis data menggunakan Skala Guttman.Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat tentang penggunaan obat tradisional di Desa Landiungsari dari ketiga tingkatan yaitu baik, cukup dan kurang. Tingkat pengetahuan baik 39 responden (41,0%), tingkat pengetahuan cukup 47 responden (49,5%) dan tingkat pengetahuan kurang 9 responden (9,5%). Rata rata tingkat pengetahuan masyarakat RW 14 di Desa LandungsariKesimpulan : Tingkat pengetahuan masyarakat tentang penggunaan obat tradisional di Desa Landungsari Kecamatan Pekalongan Timur Kota Pekalongan dapat disimpulkan bahwa rata rata tingkat pengetahuan masyarakat RW 14 Desa Landungsari adalah cukup.Kata kunci: Pengetahuan, Obat Tradisional, Masyarakat.
GAMBARAN PENGETAHUAN MASYARAKAT DALAM PENGGUNAAN TANAMAN OBAT KELUARGA (TOGA) DI DESA WONOREJO KECAMATAN WONOPRINGGO KABUPATEN PEKALONGAN Nisa, Dhurotun; Ermawati, Nur
BENZENA Pharmaceutical Scientific Journal Vol 3 No 01 (2024): BENZENA PHARMACEUTICAL SCIENTIFIC JOURNAL
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/benzena.v3i01.4026

Abstract

TOGA merupakan beberapa jenis tanaman obat pilihan yang dapat ditanam di perkarangan rumah atau lingkungan rumah. Tanaman obat yang dipilih biasanya tanaman yang dapat dipergunakan untuk pertolongan pertama untuk penyakit ringan seperti demam dan batuk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan masyarakat dalam penggunaan tanaman obat keluarga di Desa Wonorejo Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan.Jenis penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan membagikan kuesioner kepada responden tentang gambaran pengetahuan masyarakat dalam penggunaan tanaman obat keluarga (TOGA).Hasil penelitian gambaran pengetahuan masyarakat di Desa Wonorejo tentang penggunaan tanaman obat keluarga (TOGA) yaitu responden yang pernah menggunakan sebanyak 100%, penyakit/kondisi yang penangananya menggunakan tanaman obat keluarga yaitu flu dan batuk sebanyak 39%, jangka waktu pengobatan 3 hari dan 1 minggu masing-masing 39%, tingkat efektifitas sebanyak 86%, jumlah jenis tanaman obat keluarga 1 jenis tanaman sebanyak 60%, jenis tanaman obat keluarga yang digunakan yaitu jahe sebanyak 34%, sereh sebanyak 16% , kencur 14%, kunyit 12%, sumber informasi dari media sosial sebanyak 49% dan warisan keluarga sebanyak 35%, bagian dari tanaman obat yaitu rimpang sebanyak 68%, keamanan penggunaan yaitu aman jika digunakan secara tepat sebanyak 51% dan aman karena tidak ada efek samping sebanyak 49%, sumber mendapatkan tanaman yaitu sebanyak 55% membeli, cara penggunaan dan aturan penggunaan yaitu 1-3 kali dalam sehari, takaran dan cara pembuatannya yaitu sesuai kebutuhan masing-masing dengan cara dibakar, direbus dan ditumbuk. Kata kunci : Desa wonorejo, tanaman obat keluarga,  perkarangan. 
Edukasi Pemanfaatan Tanaman Herbal Jahe sebagai Obat Tradisional Penyakit Hipertensi pada Masyarakat Desa Ngadirejo Kecamatan Reban Kabupaten Batang: Community Health Education on the Use of Ginger for Hypertension Herbal Remedy in Ngadirejo Village of Reban District Batang Regency Efrilia, Erin; Endriyatno, Nur Cholis; Dimas Wahyu, Aditya; Ermawati, Nur; Zakki, Muhammad; Kinantaka, Adam; Marsha Lena, Rensisca; Anissa Azahra, Samira; Reza Agustyne, Amelia
DARMADIKSANI Vol 5 No 4 (2025): Edisi Desember
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v5i4.8331

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi dan menjadi penyebab utama kematian akibat penyakit kardiovaskular. Edukasi mengenai pencegahan dan pengelolaan hipertensi sejak dini sangat penting dilakukan, terutama kepada masyarakat pedesaan yang memiliki keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan. Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat desa Ngadirejo, kecamatan Reban, kabupaten Batang, tentang hipertensi serta pemanfaatan jahe (Zingiber officinale) sebagai tanaman herbal tradisional yang berpotensi membantu menurunkan tekanan darah. Metode pelaksanaan mencakup penyampaian materi edukatif, diskusi interaktif, praktik pembuatan minuman herbal dari jahe, serta pemeriksaan tekanan darah secara gratis. Pengukuran efektivitas kegiatan dilakukan melalui pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan pemahaman peserta, dengan lebih dari 80% peserta menjawab benar pada post-test dibandingkan hanya 20–40% pada pre-test. Peserta juga antusias dalam praktik pembuatan ramuan jahe, menunjukkan ketertarikan pada solusi alami dan lokal. Edukasi ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat, khususnya dalam pengelolaan hipertensi dengan pendekatan herbal. Kegiatan ini juga membuka peluang untuk pengembangan program lanjutan, seperti pelatihan budidaya tanaman herbal. Diharapkan edukasi serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan untuk mendukung upaya preventif terhadap hipertensi di tingkat komunitas.
DAMPAK STRATEGI KOPING PADA CUSTOMER SATISFACTION DI INSTALASI FARMASI RAJAL RSUD KRATON PEKALONGAN Sri Suwarni; Ferika Indrasari; Siti Sofiani; Nur Ermawati
Indonesian Journal of Health Research Innovation Vol. 2 No. 4 (2025): Indonesian Journal of Health Research Innovation
Publisher : Yayasan Menawan Cerdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64094/9faeyd85

Abstract

Proses menunggu obat di Instalasi Farmasi Rawat Jalan sering membuat pasien merasa tidak nyaman, stress, cemas, dan gelisah. Waktu tunggu yang terlalu lama, antrean yang tidak jelas, kurangnya informasi mengenai proses pelayanan, serta kondisi ruangan yang padat bisa memengaruhi suasana hati pasien. Kondisi ini berdampak besar pada tingkat kepuasan pasien yang menjadi perhatian utama manajemen dalam meningkatkan kualitas pelayanan di rumah sakit. Kepuasan pasien diukur menggunakan metode Serqual pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak dari strategi koping terhadap Customer Satisfaction di Instalasi Farmasi Rawat Jalan RSUD Kraton Pekalongan. Penelitian kualitatif menggunakan metode survei untuk mengukur indeks kepuasan pasien di Instalasi Farmasi Rawat Jalan dengan instrumen servqual kuisioner setelah penerapan strategi koping. Populasi penelitian mencakup seluruh pasien yang menggunakan layanan di Instalasi Farmasi Rawat Jalan, sampel diambil menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel 100 responden pasien. Teknik analisis data dengan statistik frequency untuk mengetahui sebaran data dan suasana jawaban responden. Hasil menelitian menunjukkan penerapan strategi koping untuk memperkecil rasa stres pasien saat menunggu obat, hasil Customer Satisfaction menunjukkan bahwa masih ada 16,40% pasien yang tidak puas dengan pelayanan farmasi. Hal ini menunjukkan bahwa strategi koping yang digunakan belum bisa mengatasi semua penyebab ketidakpuasan. Analisis dimensi kepuasan menunjukkan bahwa dimensi Jaminan (Assurance) memiliki persentase kepuasan terendah, diikuti oleh dimensi Empati, Daya Tanggap (Responsiveness), dan Bukti Fisik (Tangibles). Dimensi Keandalan (Reliability) memiliki capaian tertinggi dengan nilai 94%, artinya pasien umumnya merasa pelayanan farmasi konsisten, akurat, dan bisa dipercaya dalam proses penyerahan obat. Kinerja yang baik pada aspek ini menunjukkan bahwa proses teknis pelayanan, seperti ketepatan pengambilan obat dan kejelasan informasi. Nilai rendah pada dimensi Jaminan dan Empati menunjukkan bahwa strategi koping yang digunakan belum bisa meningkatkan rasa aman, kepercayaan, dan kenyamanan pasien saat menunggu obat secara keseluruhan. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa pelayanan farmasi telah memenuhi harapan pasien dengan penerapan strategi koping sebesar 83,60%. Evaluasi terus dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan mengurangi keluhan serta rasa tidak nyaman saat menunggu di masa depan, melalui peningkatan sarana dan prasarana pendukung.