Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Pharmascience

Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Rasionalitas Penggunaan OAINS dalam Mengatasi Nyeri secara Swamedikasi di Masyarakat Imel Ramelia Hudaya; Indah Laily Hilmi; Salman Salman
Jurnal Pharmascience Vol 10, No 1 (2023): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v10i1.14596

Abstract

Setiap tahun, diperkirakan sebanyak 20% populasi dunia mengalami nyeri. Berdasarkan penelitian pada tahun 2012 di Amerika, setiap harinya terdapat sebanyak 86,6 juta jiwa orang dewasa yang mengalami nyeri akut dan sebanyak 25,5 juta jiwa mengalami nyeri kronis. Terapi menggunakan obat-obatan adalah salah satu upaya yang dapat mengurangi atau mengatasi nyeri. Obat anti inflamasi non-steroid (OAINS) merupakan salah satu obat yang paling sering digunakan dalam tatalaksana nyeri. Penggunaan OAINS yang kurang tepat akan menimbulkan banyak efek samping yang dapat berpotensi berakibat fatal dan justru dapat membuat seseorang mengalami masalah medis akibat efek samping yang lebih berat dibandingkan dengan masalah medis utamanya. Penulisan artikel review ini dimaksudkan untuk melihat pengaruh tingkat pengetahuan masyarakat dalam penggunaan OAINS terhadap rasionalitas penggunaannya secara swamedikasi di beberapa populasi masyarakat dengan metode studi literatur yang diambil dari berbagai jurnal nasional maupun internasional. Berdasarkan hasil studi literatur tersebut didapatkan hasil bahwa tingkat pengetahuan masyarakat dalam penggunaan OAINS secara swamedikasi memiliki hubungan dengan rasionalitas penggunaannya. Kata Kunci: OAINS, Tatalaksana Nyeri, Pengetahuan, Efek Samping, Swamedikasi  It is estimated that 20% of the world's population experience pain every year. Based on American research in 2012, there are 86.6 million adults who experience acute pain every day and as many as 25.5 million people experience chronic pain. Drugs therapy is one of the efforts that can reduce or overcome pain. Non-steroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs) are one of the most commonly used drugs in pain management. Inappropriate use of NSAIDs will cause many side effects that can be potentially fatal and can actually make a person experience medical problems due to side effects that are more severe than the main medical problem. This review article was written to see the effect of the level of public knowledge in the use of NSAIDs on the rationality of their use by self-medication in several population groups using the literature study method taken from various national and international journals. Based on the results of the literature study, it was found that the level of public knowledge in the use of NSAIDs independently has a relationship with the rationality of their use.
Evaluasi Tingkat Kepatuhan Konsumsi Obat pada Pasien Hipertensi Rawat Jalan di Rumah Sakit Dewi Sri Karawang Menggunakan Metode MMAS-8 Tsani Arsy Mura; Indah Laily Hilmi; Salman Salman
Jurnal Pharmascience Vol 10, No 1 (2023): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v10i1.14075

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu problematika di bidang kesehatan di seluruh dunia dan menjadi faktor risiko utama penyakit kardiovaskular. Tingkat kepatuhan minum obat pada penderita hipertensi di Jawa Barat sebanyak 55,12% rutin minum obat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi tingkat kepatuhan pasien hipertensi dalam mengkonsumsi obat antihipertensi di rumah sakit Dewi Sri Karawang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan teknik sampling purposive sampling dengan pendekatan prospektif. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Dewi Sri Karawang dalam jangka waktu Februari – April 2022. Pada penelitian ini diperoleh hasil 137 sampel pasien hipertensi dengan  tiga kategori kepatuhan konsumsi obat anti hipertensi. Hasil penelitian ditemukan sebanyak 90 pasien. Karakteristik pasien yang terlibat dalam penelitian ini cenderung wanita sebanyak 54%, usia 41-50 tahun sebanyak 46,0%, dan pekerjaannya sebagai karyawan sebanyak 35%. Tingkat kepatuhan penggunaan obatnya beragam, di mana 90 pasien (65,7%) berada pada tingkat kepatuhan sedang, 40 pasien (29,2%) pada tingkat kepatuhan rendah, dan 7 pasien (5,1%) pada tingkat kepatuhan tinggi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan obat antihipertensi pada pasien rawat jalan di Rumah Sakit Dewi Sri Karawang berada di kategori kepatuhan sedang. Kata Kunci: Konsumsi Obat, Hipertensi, MMAS-8, Tingkat Kepatuhan, Kardiovaskular Hypertension is a health problem worldwide and is a major risk factor for cardiovascular disease. The prevalence of hypertension continues to increase, it is estimated that people with hypertension in 2025 will reach 29% of the number of adults worldwide. In West Java, hypertension sufferers reached 39.60%, which is the province with the second largest percentage of hypertension cases, with a compliance rate of 55.12% of patients taking the medication regularly. While in Karawang itself, based on data obtained from the West Java Health Office, the number of people with hypertension for ages over 15 years in 2019 reached 606,946 people. The purpose of this study was to evaluate the compliance level of hypertensive patients in consuming antihypertensive drugs at Dewi Sri Hospital, Karawang. This study uses a descriptive-analytic method with a prospective purposive sampling technique. This research was conducted at Dewi Sri Karawang Hospital in the period from February to April 2022. In this study, the results of 137 samples of hypertensive patients were found in three categories of adherence to antihypertensive drug consumption. A total of 90 patients (65.7%) had moderate adherence, 40 (29.2%) had low adherence, and 7 patients (5.1%) had high adherence. Based on the results of the study, it can be concluded that patients at Dewi Sri Karawang Hospital are in the category of moderate compliance.