Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Sosialisasi Pendidikan Demokrasi pada Pemilih Pemula Irma Irayanti; Ipandang Ipandang; Ahmadi Ahmadi; Maulana Malik Ibrahim; Abdul Wahid
Dedication : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 2 (2022)
Publisher : LPPM Universitas PGRI Argopuro Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/dedication.v6i2.814

Abstract

Tahun 2024, Indonesia akan memasuki tahun pesta demokrasi sebagai sumber kekuatan politik yang mengakomodir kedaulatan rakyat demi keterwakilan yang adil. Pemilih pemula merupakan “hal yang seksi” yang diperebutkan oleh partai politik. Oleh karena itu, sasaran pengabdian masyarakat ini adalah siswa kelas XII SMA yang baru akan memiliki pengalaman pertama dalam memilih. Metode yang digunakan adalah sosialisasi langsung ke sekolah sasaran yakni SMAN 13 Konawe Selatan. Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman terkait pemilu baik syarat maupun implikasi pelaksaan pemilihan umum bagi para siswa yang memiliki hak suara.Sosialisasi ini merupakan ajang untuk menambah pengetahuan para siswa dalam menghadapi demokrasi di Indonesia utamanya pada pemilihan umum yang akan mereka hadapi untuk pertama kalinya.
PEMANFAATAN LIMBAH SABUT KELAPA SEBAGAI UPAYA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN PESISIR Ahmadi Ahmadi; Irma Irayanti; Cokro Adi Pradana; Anindita Sry Ayulestari; Oping Oping
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v7i1.1397

Abstract

Mayoritas mata pencaharian masyarakat Boeara adalah nelayan, petani, dan pengusaha kopra. Kelurahan Boeara dianugerahkan kekayaan alam yang melimpah yakni pohon kelapa yang dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai mata pencarian seperti kopra. Namun sayang, sabut kelapa hanya menjadi limbah di Boeara. Sabut kelapa hanya dibuang dan dibakar begitu saja tidak di manfaatkan. Selain dapat meningkatkan pendapatan masyarakat pemberdayaan ini juga diharapkan dapat mengurangi limbah sabut kelapa. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat terutama kepada perempuan pesisir sehingga dapat menambah nilai ekonomis dari limbah sabuk kelapa tersebut. Pengabdian ini menggunakan Metode Asset Based Community-driven Development (ABCD) yang fokus utamanya adalah pemberdayaan masyarakat dengan pengembangan aset yang mereka miliki dan masyarakat sebagai pelaku utama yang akan mengarahkan kepada perubahan dan penentu keberhasilan dari kegiatan pengabdian. Dengan pendekatan ini masyarakat menjadi learning community karena segala pembangunan dimulai dari dalam diri masyarakat sendiri sebagai partner bersama mahasiswa-mahasiswi untuk perubahan lebih baik yang berkelanjutan. Hasil dari pengabdian kepada masyarakat adalah dapat meningkatkan nilai jual limbah sabut kelapa setelah dibuat menjadi pot bunga dan berbagai produk yang memiliki nilai jual tinggi jika dipasarkan, seperti pot bunga, anyaman tali tambang, dan bahan baku interior, sehingga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat setempat terutama pada perempuan pesisir.  Abstract. The majority of Boeara people's livelihoods are fishermen, farmers, and copra entrepreneurs. The Boeara Village is bestowed with abundant natural wealth, namely coconut trees which are used by the community as a livelihood such as copra. But unfortunately, coconut coir only becomes waste in Boeara. Coconut coir is just thrown away and burned just like that, not used. Besides being able to increase the income of the community, empowerment is also expected to reduce coconut coir waste. This service activity aims to provide education to the community, especially to coastal women so that they can add economic value from the coconut belt waste. This service uses the Asset Based Community-driven Development (ABCD) method whose main focus is community empowerment by developing the assets they own and the community as the main actors who will lead to change and determine the success of community service activities. With this approach, the community becomes a learning community because all development starts from within the community itself as a partner with students for sustainable better change. The result of community service is that it can increase the selling value of coconut coir waste after it is made into flower pots and various products that have high selling value when marketed, such as flower pots, woven rope, and interior raw materials, so that it can increase the income of the local community, especially in coastal women.
Children See, Children Do: Pendidikan Karakter Berbasis Nilai Moral Pancasila Irma Irayanti; Dadang Sundawa
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v7i3.4362

Abstract

Minat terhadap pendidikan karakter meningkat, namun belum cukup untuk membuktikan efektivitas dari upaya pendidikan karakter di berbagai jenis dan budaya sekolah dalam membangun peradaban yang berkarakter dan menjunjung nilai moral Pancasila di Indonesia. Artikel ini menguraikan sebuah studi di beberapa Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah khususnya di kelas rendah yakni kelas 1 dan 2 di Bandung dan Kendari. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif yang mencoba menjelaskan dan menguji konsep keteladanan Aristotelian melalui  pendekatan teori pembelajaran sosial Albert Bandura melalui observasi dan wawancara mendalam pada 15 orang partisipan guru.  Artikel ini diharapkan memberikan kontribusi pada pengembangan pendidikan karakter di Indonesia dengan mengadopsi pendekatan kebajikan nilai moral anak sesuai karakter moral Pancasila melalui keteladanan sesuai konsep childreen see, childreen do. 
Implementasi Karakter Integritas Berbasis Budaya Sekolah pada Peserta Didik Usia Dini Lisa Retnasari; Muh Isnain Pratomo; Irma Irayanti; Anif Istianah; Hariyanti Hariyanti; Beti Indah Sari
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 4 No. 1 (2023): Juli
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v4i1.161

Abstract

Budaya sekolah merupakan sarana yang dapat dimaksimalkan dalam implementasi karakter. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi karakter integritas pada peserta didik berbasis budaya sekolah dan faktor pendukung dan penghambat impementasi karakter integritas berbasis budaya sekolah di SD Muhammadiyah Boarding School Prambanan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis penelitian deskriptif dengan subjek penelitian antara lain kepala sekolah, guru kelas, dan peserta didik SD Muhammadiyah Boarding School Prambanan pemilihan subjek menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan aktivitas pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi karakter integritas berbasis budaya melalui 3 tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tahap perencanaan dimana kepala sekolah dan seluruh pihak terkait membuat perencanaan yang tercantum di dalam kurikulum sekolah, tahap pelaksanaan dilakukan melalui 3 lapisan budaya sekolah yaitu lapisan artefak fisik dan non fisik, lapisan nilai dan keyakinan, dan lapisan asumsi, dan tahap evaluasi melihat dan menilai sikap dan kemampuan peserta didik dalam melaksanakan berbagai kegiatan yang menunjang karakter integritas. Faktor pendukungnya yaitu sumber daya manusia, lingkungan sekolah, sarana dan prasarana, dan orangtua. Faktor penghambat komunikasi, latar belakang peserta didik yang berbeda, dan pergaulan peserta didik.
Phenomena of Identity Politics in Indonesia: Interaction Analysis between Religion and Ethnicity in West Sumatera Risnaldi Ibrahim; Mohammad Agus Yusoff; Asrinaldi Asrinaldi; Julio Tomas Pinto; Irma Irayanti
International Journal of Multidisciplinary Research of Higher Education Vol 6 No 4 (2023): (October) Theme Social Science, Education and Science
Publisher : Islamic Studies and Development Center in Collaboration With Students' Research Center Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/ijmurhica.v6i4.143

Abstract

In 2024 Indonesia will again hold General Elections. This national political succession has become a magnet for all Indonesian people to talk about it in conversations in various public spaces. Interestingly, the public discussion of each candidate who advances in the general election is inseparable from the religious and ethnic background that will determine the people's choice of a candidate. The problem that arises is that religious and ethnic issues tend to cause hostility among potential supporters. This study aims to analyze how identity politics, especially religion and ethnicity, influences people's choice of a candidate. This research uses qualitative methods with phenomenological and ethnographic approaches. Sources of data are taken from various communication theories, mass psychology, political communication theory, and results of analysis of various previous research results that examine these issues and problems in different contexts and issues. All the findings in this study will be discussed in an interesting way and based on phenomena that occur in society.
Analysis of the Role and Constraints of Field Supervisors in Kampus Mengajar Program at School Hariyanti Hariyanti; Gigieh Cahya Permady; Anif Istianah; Saepudin Kartasasmita; Filma Alia Sari; Irma Irayanti
JED (Jurnal Etika Demokrasi) Vol 9, No 2 (2024): JED (Jurnal Etika Demokrasi)
Publisher : Universitas of Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jed.v9i2.14192

Abstract

This paper aims at  describing the role and identify the obstacles encountered by field supervisors in Kampus Mengajar  program from Batch 3, 4, 5, and 6. The research was conducted in Riau Province with the main informants, namely several DPLs assigned to several elementary schools in Riau province in addition to the students participating in Kampus Mengajar , the research was conducted in the time span of February 2022-December 2023.The research data were collected through interviews and documentation studies. The data analysis technique uses the miles and Huberman model which consists of data collection, verification and data reduction, conclusion drawing. The triangulation technique uses data source triangulation. The results of the study found that there are several roles of DPL, namely (1) communicator, in this role DPLs are required to always coordinate with the Education office and target schools to explain the usefulness and smooth running of Kampus Mengajar  program; (2) facilitator, meaning facilitating students to discuss with each other about the design, implementation and evaluation of Kampus Mengajar  program and; (3) mentor, meaning guiding students to follow the program according to the direction of the ministry but still be able to innovate and develop creativity for the success of the program. The obstacles encountered by DPLs are (1) the remote location of the target schools; (2) Kampus mengajar students who do not obey the rules, making it difficult for DPL positions; (3) the honorarium for Kampus Mengajar program which is compensated and sometimes late in disbursement.
Kajian Filosofis: Islam Dan Negara Pancasila Pratama, Finsa Adhi; Irayanti, Irma
JPK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan) Vol 7, No 1 (2022): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jpk. v7.n1.2022.pp37-45

Abstract

Diskursus Islam dan Negara Pancasila selalu menjadi tema yang menarik dan spekulatif. Ini dapat dimaklumi mengingat Islam menjadi agama yang banyak mempengaruhi pola berfikir bangsa Indonesia. Tak seperti negara sekuler, Islam tidak mengenal pemisahan antara nilai agama dengan politik. Sehingga kehadiran Pancasila selalu dikaitkan dengan nilai keislaman dan menghubungkannya dengan konsep Negara Islam (Negara Madinah). Sehingga fokus diskusi artikel ini adalah persoalan bagaimana Islam dan Pancasila berbicara mengenai negara serta mencari titik temu antara Islam (Negara Madinah) dan Negara Pancasila. Penelitian ini merupakan penelitian pustaka (library research) yang menggunakan model penelitian pemikiran. Kepustakaan menjadi sumber primer dalam penetian ini. Analisis data penelitian menggunakan metode penelitian filosofis. Persinggungan Islam dan Negara Pancasila adalah keduanya memiliki nilai religius yang kuat yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhan dan kehidupan sosialnya. Hal yang paling menonjol adalah baik Islam (Negara Madinah) maupun Negara Pancasila sama-sama mengunakan asas syuro’ (musyawarah) dalam pemutusan kebijakan, prinsip syuro sangat menjunjung tinggi kepentingan rakyat dalam bingkai maslahat. Islam (Negara Madinah) sangat menghargai kemajemukan, tidak membedakan hak dan kewajiban antar sesama warga negara dan hal ini selaras dengan kelima sila dalam Pancasila.Philosophical Studies: Islam and the Pancasila State. The islamic discourse and the Pancasila State has always been an interesting and speculative theme. This is understandable to consider that Islam as a religion that influences the mindset of the Indonesian nation a lot. Unlike the secular state, Islam does not recognize the separation between religious and political values. Therefore, the presence of Pancasila is always associated with Islamic values and connects them with the concept of an Islamic State. The focus of this article's discussion is the issue of how Islam and Pancasila talk about the state and finding common ground between the State of Medina and the State of Pancasila. This research is a library research that uses a thought research model. The literature is the primary source in this research. Analysis of research data using philosophical research methods. The intersection of Islam and the Pancasila state is that both have strong religious values that regulate human relations with God and their social life. The most prominent thing is that both Islam (the State of Medina) and the State of Pancasila use the principle of syuro' (deliberation) in making policy decisions. The principle of syuro’ highly upholds the interests of the people in the frame of benefit. Islam (the State of Medina) highly upholds pluralism, does not distinguish rights and obligations among these fellow citizens and this is in line with the five precepts of Pancasila
Phenomena of Identity Politics in Indonesia: Interaction Analysis between Religion and Ethnicity in West Sumatera Ibrahim, Risnaldi; Yusoff, Mohammad Agus; Asrinaldi, Asrinaldi; Pinto, Julio Tomas; Irayanti, Irma
International Journal of Multidisciplinary Research of Higher Education Vol 6 No 4 (2023): (October) Theme Social Science, Education and Science
Publisher : Islamic Studies and Development Center in Collaboration With Students' Research Center Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/ijmurhica.v6i4.143

Abstract

In 2024 Indonesia will again hold General Elections. This national political succession has become a magnet for all Indonesian people to talk about it in conversations in various public spaces. Interestingly, the public discussion of each candidate who advances in the general election is inseparable from the religious and ethnic background that will determine the people's choice of a candidate. The problem that arises is that religious and ethnic issues tend to cause hostility among potential supporters. This study aims to analyze how identity politics, especially religion and ethnicity, influences people's choice of a candidate. This research uses qualitative methods with phenomenological and ethnographic approaches. Sources of data are taken from various communication theories, mass psychology, political communication theory, and results of analysis of various previous research results that examine these issues and problems in different contexts and issues. All the findings in this study will be discussed in an interesting way and based on phenomena that occur in society.
Internalisasi Nilai-Nilai Pancasila di Persekolahan untuk Memperkokoh Rasa Kebangsaan Anak Hariyanti, Hariyanti; Irayanti, Irma; Cahya Permady, Gigieh; Istianah, Anif; Karta Sasmita, Saepudin; Alia Sari, Filma
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 4 No. 2 (2023): Desember
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v4i2.206

Abstract

Indonesia merupakan negara multikultural, yang tergambar dari semboyan negara, “bhinneka tunggal ika”. Kebhinnekaan tersebut potensial menimbulkan  konflik jika tidak disikapi dengan bijak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui nilai-nilai pancasila di Persekolahan untuk memperkokoh rasa kebangsaan anak. Artikel ini menggunakan metode literature review dalam menganalisis masalah dan mencarikan solusinya. Pengumpulan data dilakukan melalui kajian literatur berupa teori-teori dan hasil penelitian mengenai permasalahan terkait. Temuan penelitian menelusuri bahwa Negara majemuk seperti indonesia (negara kebangsaan) hanya bisa bertahan kalau kemajemukan itu dihormati. Perbedaan hendaknya tidak dijadikan kelemahan dalam membangun persatuan Indonesia justru merupakan modal sosial yang menjadikan negara Indonesia bersifat khas dan unik di mata dunia jika dikelola dengan baik. Di Indonesia, kebersamaan nilai terungkap dalam pancasila sehingga pancasila sebagai dasar dan ideologi negara merupakan perekat yang menyatukan perbedaan dalam realitas sosial yang ada. Pendidikan kewarganegaraan (PKn) merupakan solusi dalam mencegah terjadinya konflik yang dilatarbelakangi oleh keberagamaan. PKn sebagai pendidikan multikultural berperan menginternalisasikan nilai-nilai Pancasila, yang dikenal sebagai dasar dan ideologi negara. Pancasila merupakan bagian integral dalam Pendidikan kewarganegaraan yang berfungsi membentuk warga negara yang baik, cerdas, toleran, pluralis dan humanis.
Identifikasi Kendala dan Upaya Membenahi Rumah Pintar Pemilu sebagai Sarana Belajar Kepemiluan Sedari Dini Hariyanti, Hariyanti; Cahya Permady, Gigieh; Kartasasmita, Saepudin; Irayanti, Irma
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 5 No. 1 (2024): Juli
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v5i1.514

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kegiatan Rumah Pintar Pemilu (RPP) sebagai sumber belajar kepemiluan dan demokrasi sejak dini serta identifikasi dan kendala untuk membenahinya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Penentuan informan penelitian melalui teknik non probability sampling dengan teknik purposive sampling. Adapun informan penelitian yakni komisioner KPU serta sekolah sasaran sosialiasi RPP yang terdiri dari beberapa TK dan sekolah dasar di kota pekanbaru. Teknik pengujian keabsahan data menggunakan triangulasi sumber data. Temuan penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa kendala dalam pelaksanaan RPP sebagai sarana belajar kepemiluan, yakni (1) keterbatasan ruang; (2) minimnya sosialisasi RPP kepada prapemilih; (3) kendala waktu, sebab sekolah memiliki kalender akademik yang kadang tidak sesuai dengan jadwal sosialisasi RPP KPU; (4) ketiadaan kerjasama pengembangan RPP dengan pihak terkait seperti guru di sekolah. Adapun Upaya kedepan yang dapat dilakukan adalah permintaan fasilitasi gedung kepada pemerintah daerah mengingat umumnya gedung-gedung KPU berada pada asset pemerintah daerah, menjalin kerjasama dengan sekolah sehingga guru-guru dapat melakukan kunjungan berkala ke RPP maupun pengelola RPP yang melakukan kunjungan ke sekolah guna sosialisasi RPP.