Claim Missing Document
Check
Articles

Pelanggaran Prinsip Kesantunan pada Tuturan Humor dalam Acara “Ini Talkshow” Nia Astuti; Bernadus Wahyudi Joko Santoso
Aliterasi: Jurnal Pendidikan, Bahasa, dan sastra Indonesia Vol. 1 No. 2 (2021): Vol. 1 No. 2 (2021): Maret | Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Sastra |
Publisher : Publisher: Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.687 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelanggaran prinsip kesantunan yang terdapat pada tuturan humor dalam acara “Ini Talkshow”. Subjek penelitian ini adalah penggalan percakapan humor dalam program acara Ini Talkshow, sedangkan objek penelitian adalah pelanggran prinsip kesantunan dengan mengunakan kajian sosiopragmatik. Kajian sosiopragmatik adalah suatu kajian yang menitikberatkan pada penggunaan bahasa di dalam sebuah masyarakat budaya di dalam situasi sosial tertentu. Pengumpulan data dilakukan dengan metode simak yang dilanjutkan dengan teknik simak bebas libat cakap dan disertai dengan teknik rekam dan teknik catat. Metode analisis data pada penelitian ini adalah metode padan pargmatik dengan teknik hubung banding menyamakan. Selain menggunakan metode padan, penelitian ini juga menggunakan metode agih dengan teknik lanjutan yaitu teknik ganti. Berdasarkan hasil penelitian, Dalam menciptakan tuturan yang humor, penutur dalam acara “Ini Talkshow” melakukan pelanggaran prinsip kesantunan.
Ilocution Speaking Action in Advertising Persuasion Discourse on Spotify/TINDAK TUTUR ILOKUSI DALAM WACANA PERSUASI IKLAN DI SPOTIFY Fina Nabilah Layaliya; Bernadus Wahyudi Joko Santoso
Al-Mudarris: Journal Of Education Vol 5, No 2 (2022): edisi OKTOBER
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/al-mudarris.v5i2.1014

Abstract

One example of the use of language is in advertising. In advertising, the use of language is an important aspect for the success of advertising. Sentences in advertising language can be included in the study of speech acts. Speech acts are related to discourse because in their complete form, discourse can be in the form of text, both written and spoken. Therefore, in examining Spotify's advertising discourse, speech act analysis can be used as a knife of study. This study uses a qualitative approach and is a qualitative descriptive study. In collecting data, the method used in this research is the method of listening. The basic technique used is the tapping technique and the next technique is the note-taking technique. While at the data analysis stage using the equivalent method. In the matching method, the technique used is the Determining Element Sorting (PUP) technique.
Jenis dan Fungsi Alih Kode dan Campur Kode dalam Wacana Khotbah Jumat di Kabupaten Tegal Jawa Tengah Mohamad Rizal Taryono; B. Wahyudi Joko Santoso
CAKRAWALA LINGUISTA Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 Number 1 July 2023
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/cling.v6i1.4397

Abstract

Tujuan penelitian ini ialah menemukan jenis dan fungsi alih kode dan campur kode dalam wacana khotbah Jumat (Kh.J) di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Data penelitian ini berupa penggalan wacana Kh.J di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Sementara itu, sumber data penelitian ini berupa wacana Kh.J di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah dengan bahasa pengantar bahasa Indonesia. Dalam penelitian ini, teknik penyediaan data yang digunakan adalah teknik rekam, teknik simak bebas libat cakap (SBLC), dan teknik catat. Sementara itu, metode dan teknik analisis data yang digunakan adalah metode padan referensialdan teknik baca markah. Metode padan referensial digunakan untuk menganalisis data yang berupa kode Arab. Sementara itu, teknik baca markah digunakan untuk menganalisis data yang berupa kode Indonesia. Berdasarkan hasil analisis data, temuan penelitian ini dikemukakan sebagai berikut. Jenis alih kode dan campur kode dalam wacana Kh.J di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, meliputi alih kode ekstern dari bahasa Indonesia ke bahasa Arab; campur kode ke luar dari bahasa Indonesia ke bahasa Arab; dan campur kode ke dalam dari ragam baku ke ragam nonbaku. Di sisi lain, jenis campur kode berdasarkan tataran kebahasaan dalam wacana Kh.J di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, terdiri atas campur kode ke luar yang berwujud kata; campur kode ke dalam yang berwujud kata; campur kode ke luar yang berwujud frasa; dan campur kode ke luar yang berwujud ungkapan atau klausa. Sementara itu, alih kode dan campur kode dalam wacana Kh.J di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah juga dapat diidentifikasi fungsi-fungsinya. Adapun fungsi alih kode dalam wacana Kh.J di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, meliputi mengungkapkan rasa syukur; meyakinkan; mengajak atau memberi nasihat; memuliakan; melarang; dan memohon perlindungan. Sementara itu, fungsi campur kode dalam wacana Kh.J di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, meliputi mengganti topik; fungsi fatis; mendoakan; menyatakan janji; dan menyebut istilah. 
MODUS, KALA, DAN ASPEK PADA WACANA IKLAN PRODUK WANITA DALAM MAJALAH ONLINE Nadia Putri Godtomo; Wahyudi Joko Santoso
Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 9, No 3 (2024): LINGUISTIK: Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/linguistik.v9i3.588-603

Abstract

Penelitian ini menganalisis penggunaan modus (mode), kala (temps), dan aspek (aspect) dalam wacana iklan produk wanita yang dimuat di majalah online berbahasa Prancis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan memahami bagaimana system verba bahasa Prancis tersebut digunakan untuk mempengaruhi persepsi dan keputusan konsumen. Data penelitian berupa penggalan-penggalan wacana iklan produk wanita yang dipublikasikan di beberapa majalah online www.nocibe.fr. Metode analisis yang digunakan adalah teknik dasar sadap lalu dilanjutkan dengan teknik lanjutan yaitu tenik catat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modus yang dominan adalah modus imperatif (mode impératif) sering digunakan untuk memberikan perintah atau ajakan langsung kepada pembaca, sementara modus indikatif digunakan untuk memberikan informasi atau klaim tentang produk. Kala yang dominan adalah kala kini, yang memberikan kesan bahwa manfaat produk dapat dirasakan secara langsung. Aspek yang sering muncul adalah aspek belum selesai (inaccompli) yang digunakan untuk menekankan proses penggunaan produk dan aspek sudah selesai (accompli) yang menekankan hasil atau keberhasilan penggunaan produk. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan modus (mode), kala (temps), dan aspek (aspect) dalam iklan produk wanita berbahasa Prancis dirancang secara strategis untuk meningkatkan daya tarik iklan, membangun kepercayaan konsumen, dan mendorong penggunaan produk secara berkelanjutan.
Workshop Introduction to Transivity System Analysis in Narrative Texts for Students Santoso, Bernadus Wahyudi Joko; Hasyim, Mohamad Yusuf Ahmad; Pujitriherwanti, Anastasia; Wijaya, Veronica
Jurnal Abdimas Vol 27, No 2 (2023): December 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/abdimas.v27i2.48772

Abstract

The competence to analyze students' language is essential and needs to be improved from year to year. So far, in the syntax course, students have only been trained to analyze functions, categories, and semantic roles. The analysis of transitivity has yet to be provided because the language analysis using the Systemic Functional Linguistics (SFL) approach is more complex compared to structural-semantic analysis (functions, categories, and semantic roles). Therefore, this community service aims to introduce the transitivity system to Foreign Language Department students at the Faculty of Language and Arts, Semarang State University, and Indonesian Language Teaching Department students at IAIN Syekh Nurjati Cirebon in short narrative texts. Thus, the effort to improve students' ability to analyze narrative texts with the SFL approach is well-targeted and occurs at the right time, which is before they take Discourse Analysis courses. This community service activity was conducted over two days. On day 1, the team provided a general workshop on the topic, explaining that language in SFL theory can perform three metafunctions: the ideational function, interpersonal function, and textual function. On day 2, the community service students were guided to analyze the seven transitivity elements in narrative texts step by step. The result of this community service is that, on average, students' achievement levels in analyzing the transitivity system in non-narrative texts (independent clauses) are better than in narrative texts. However, the difference is not too significant because it is likely that narrative texts are more complex than SFL analysis of free sentences.
Public Image of Ganjar Pranowo on the News in @Oposisicerdas.com and @Tribunnews.com Twitter Accounts Jingga, Jingga; Rustono, Rustono; Santoso, Bernadus Wahyudi Joko
Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 12 No 3 (2023): December 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/seloka.v12i3.71600

Abstract

Critical discourse analysis (CDA) on Ganjar Pranowo’s pulic image is interesting to do because in CDA, discourse not understood as a language study but used to convey the ideology to influence readers. This research aims to find Ganjar Pranowo's public image in the news on @Oposisicerdas.com and Tribunnews.com Twitter accounts. This research uses the Norman Fairclough CDA method. The data source is discourse on @Oposisicerdas.com and @Tribunnews.com Twitter accounts from March to May 2023. The results of this study revealed Ganjar Pranowo's public image on @Oposisicerdas.com and Tribunnews.com Twitter accounts. Ganjar Pranowo's news construction on Twitter accounts @Oposisicerdas.com and @Tribunnews.com is in the form of interpretation of the discourse production process, discourse dissemination, and text consumption. Socio-cultural practices in Ganjar Pranowo's reporting on @Oposisicerdas.com and @Tribunnews.com are influenced by situational, institutional, and social aspects. This finding can cultivate sosial media news reader to be wiser in capturing information.
Standar Tekstualitas Wacana dalam Berita Online CNN Indonesia “Riwayat Hantu Golput dan Ancaman di Pemilu 2024” Wafiq, Chici Al; Santoso, Bernadus Wahyudi Joko; Rustono, Rustono
HUMANIKA Vol 30, No 2 (2023): December
Publisher : Faculty of Humanities, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/humanika.v30i2.59232

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan bagaimana standar tekstualitas wacana berita online CNN Indonesia yang berjudul “Riwayat Hantu Golput dan Ancaman di Pemilu 2024”. Penelitian ini menggunakan metode deksriptif kualitatif. Teknik analisis data yang digunakan ialah metode agih. Dalam menganalisis, peneliti menggunakan teori de Beaugrande dan Dressler mengenai tujuh standar yang membuat sebuah teks dianggap dapat diterima atau tidak dapat diterima dari segi tekstualitas. Hasil penelitian menunjukkan adanya ketujuh standar tekstualitas pada wacana berita yang dikaji. Terdapatnya kohesi yang terdiri atas pengulangan, paralelisme, pro-form, ellipsis, konjungsi koordinatif, konjungsi subordinatif, dan konjungsi korelatif. Koherensi pada wacana yang selaras, hubungan logis, dan terurai dengan baik. Intensionalitas dan keberterimaan yang dapat dilihat dengan sikap penghasil teks yang dihasilkan bersifat konstitutif (wajib) untuk mencapai teks yang kohesif dan koheren sehingga dapat diterima oleh pembaca, dengan mengakses berita, komentar, serta terdapatnya maksim kuantitas, maksim kualitas, dan maksim relasi. Selain itu, terdapat pula informasi yang beragam dengan situasional yang terlihat berkategori selusur politik sesuai kondisi saat ini mendekati pemilu, serta adanya intertekstualitas dalam wacana tersebut dikarenakan adanya faktor-faktor pengetahuan dan informasi mengenai golput dan pemilu yang mengedepankan pengetahuan pembaca, sehingga pembaca dapat menikmati dan menghasilkan respon.  Dengan demikian, wacana tersebut dapat dinyatakan memiliki ketujuh standar tekstualitas yang menjadikan wacana tersebut menjadi komunikatif.
KONSTRUKSI REALITAS PADA MEDIA MASSA DETIK.COM DALAM BERITA SEPUTAR PENDAFTARAN CALON PRESIDEN 2024-2029 PASANGAN PRABOWO-GIBRAN Ayudia, Alda Marsya; Santoso, Wahyudi Joko; Rustono, Rustono
Basastra Vol 13, No 1 (2024): BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bss.v13i1.54108

Abstract

Penelitian ini secara khusus mengambil media massa Detik.com sebagai objek penelitian untuk mengkaji kontruksi realitas politik yang dibangun dalam pembingkaian berita yang disajikan seputar pendaftaran pencalonan pasangan Prabowo-Gibran sebagai capres dan cawapres 2024. Secara metodologis penelitian ini mengambil desain penelitian deskriptif kualitatif. Secara teoretis, digunakan analisis framing tipe Pan dan Kosicki untuk membedah artikel berita sebagai objek kajian. Setelah dilakukan pembedahan dan analisis terhadap dua buah artikel berita Detik.com mengenai pemberitaan pendaftaran capres-cawapres pasangan Prabowo-Gibran, ditemukan bahwa berita (1) Ucapan Selamat Anies dan Ganjar untuk Prabowo-Gibran yang Daftar ke KPU, dan (2) KPU Digugat Rp 70,5 Triliun Usai Terima Pendaftaran Prabowo-Gibran telah dikonstruksi dengan realitas kenyataan yang sebenarnya terjadi. Media Detik.com mengonstruksi berita sesuai dengan latar belakang polemik dan permasalahan sebagai informasi yang ingin disampaikan. Dalam aplikasinya, berita yang disajikan berfungsi dan bertujuan sebagai cermin, filter, dari kejadian atau realitas kenyataan di lapangan, serta pada berita kedua juga berfungsi sebagai forum informasi yang menuntun masyarakat untuk memiliki pendapat atau ruang pemikiran terhadap masalah yang dibahas. Berita yang konstruksi menampilkan keinformatifan tingkat dua dan tiga yang didukung dengan latar informasi yang nyata serta pemilihan leksikon dan gambar yang tepat. 
Discourse Structure and Code Types in Friday Sermons in Tegal Regency, Central Java Taryono, Mohamad Rizal; Rustono, Rustono; Joko Santoso, Bernadus Wahyudi
Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 12 No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/seloka.v12i1.65012

Abstract

The Friday Sermon (Kh.J) as an oral discourse has a distinctive discourse structure because it consists of two discourse parts, each with its own structure. Additionally, Kh.J is a unique monologue discourse because the speakers in the Friday sermon are two individuals, the preacher (khatib) and the caller to prayer (muazin). This study aims to discover and analyze the discourse structure and code types in Kh.J in Tegal Regency, Central Java. The data collection techniques used in this study are recording technique, simak bebas libat cakap technique (SBLC), and note-taking technique. Meanwhile, referential equivalence method and marking analysis technique are used for data analysis. Based on the results of the data analysis, the following conclusions can be drawn. The discourse structure of Kh.J in Tegal Regency, Central Java, consists of two discourse parts that form a complete discourse, namely the first Kh.J and the second Kh.J. The structure of the first Kh.J includes opening greetings, azan, tahmid, syahadat, selawat, wasiat takwa, speech of greetings, recitation of the Qur’an or hadis, hopes, and prayers. On the other hand, the structure of the second Kh.J consists of tahmid, syahadat, selawat, wasiat takwa, and closing prayer. The codes used in the Kh.J discourse in Tegal Regency, Central Java, include the Indonesian code in the form of the Bahasa Indonesia and the Arabic code in the form of the Arabic language.
Speech Acts Types and Psychological Development by Perpetrators and Victims of Sexual Abuse in France: A Psycholingforensic’s Perspective Dhiba, Arry Devy Farah; Santoso, Bernadus Wahyudi Joko
Eralingua: Jurnal Pendidikan Bahasa Asing dan Sastra Vol 8, No 2 (2024): ERALINGUA
Publisher : Makassar State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/eralingua.v8i2.62797

Abstract

Abstract. This research examines the relationship between the psychological personalities of perpetrators and victims of sexual abuse in France according to Sigmund Freud's psychoanalytic theory through speech acts delivered by perpetrators and victims in forensic linguistics based on John Searle's speech act theory. Freud's theory emphasizes the dynamics between id, ego, and superego as well as psychosexual personality in psychological development. In this case, there is a statement that has an important meaning in a person's psychological development. Forensic linguistics utilizes language analysis in a legal context, while Searle's speech act theory classifies utterances into assertive, directive, commissive, expressive, and declarative. This research on sexual abuse cases committed by priests in France uses a qualitative descriptive approach to analyze the transcript of the suspect's interrogation through expert psychiatry and the victim's testimony through interviews with French online media journalists uploaded through the RMC Youtube Channel on January 13, 2020. The results show that speech acts in a legal context can significantly affect the psychological state of individuals (suspects and victims). This interdisciplinary approach combines key concepts from psychoanalysis and linguistics that show how language as a communication tool can influence and shape the psychological dynamics of individuals in accordance with the theories of Searle and Freud. This research aims to contribute to a more comprehensive understanding of the interaction between linguistic and psychological factors in a forensic context, with practical implications for a more humanistic approach in the justice system.Keywords: Speech Act, Psychology, Forensic Linguistics, Sexual Abuse
Co-Authors Amalia, Rezky Martha Anastasia Pudjitriherwanti Andy Moorad Oesman Antonius Nesi Ar, Zulkarnain Ayudia, Alda Marsya Azizah, Eva Noor Berliana, Nova Burhanudin, Muhamad Chandra Ali Ma'sum Conny Handayani Darwati Darwati Dedy Hendry Dewi, Shelvia Sandra Dhanu Priyo Widodo Dhiba, Arry Devy Farah Diah Vitri Widayanti Dwi Astuti Evika Widya Puspita Fadilah, Siti Nur Fathur Rokhman Fawziyyah, Safynatul Fina Nabilah Layaliya Gallant Karunia Assidik Godtomo, Nadia Putri Hakim, Rosyid Nur Hapsari, Eva Wresni Hari Bakti Mardikantoro Haryadi Haryadi Haryadi - Hasyim, Mohamad Yusuf Ahmad Heru susanto Isfaidah Nur Anjani Jati Kurniawan, Mikael Jingga, Jingga Lisda Nurjaleka Mei Anjar Kumalasari Mimi Mulyani Mohamad Rizal Taryono Murtiasih Murtiasih Nadia Putri Godtomo Nia Astuti Nugraheni, Silvia Oti Nurpadillah, Veni Octavhia, Aji Naramita Parwaningtiyas, Anung Anindita Pawarta, Edmandus Hari Pratama, Farhan Iqbal Pujitriherwanti, Anastasia Putri Darma Zahra Putri Yanuarita Sutikno Rachman, Kufita Rahmania, Sofi Aulia Ramiyati Ramiyati Riza, Luqman Nur Rochman, Muh. Nur Rustono - Rustono Rustono Rustono Rustono Ruth Silvia Sinaga Samosir, Ricky Fhernando Saraswati, Chintia Ellisa Saraswati, Evita Setianingrum, Reni Dyah Kaeksi Setiyani Setiyani Sri Rejeki Urip Subyantoro Suhud Aryana Suprihatin Suprihatin Taryono, Mohamad Rizal Tati Sri Uswati Teni Okty Handayani Theda Priskila Ann Thessa Dyah Kusumaningrum Utami, Febi Putri Veronica Wijaya, Veronica Wafiq, Chici Al Widiyastuti, Vica Widowati, Auliya Wulandari, Fiki Yunita Kartika Sari, Yunita Kartika Yusep Ahmadi F