Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS TATANIAGA PUPUK BERSUBSIDI DI KABUPATEN MADIUN Muhammad Fajar Ismail; Iwan Setiawan; Muhamad Nurdin Yusuf
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 12, No 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v12i2.9193

Abstract

Proses tataniaga cukup transparan dan sederhana, tetapi kenyataanya banyak ditemukan berbagai macam permasalahan di dalam tataniaga pupuk bersubsidi di Kabupaten Madiun, seperti kelangkaan pupuk yang dialami oleh petani, hal ini ditandai dengan Harga Eceran Tertinggi pupuk bersubsidi yang ditetapkan pemerintah melonjak naik ditingkat petani. Oleh karena itu peneliti tertarik mengkaji tataniaga pupuk bersubsidi, margin tataniaga pupuk bersubsi dan efisiensi tataniaga pupuk bersubsidi di lokasi penelitian Kabupaten Madiun. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui proses, menganalisis margin dan efesiensi tataniaga pupuk bersubsidi organik dan anorganik di Kabupaten Madiun. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan metode pendekatan. Berdasarkan hasil penelitian, tata niaga pupuk bersubsidi dari distributor hingga ke petani di Kabupaten Madiun.Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa terdapat satu pola penyaluran tata niaga pupuk bersubsidi yaitu distributor ke kios resmi penyalur pupuk bersubsidi kemudian ke kelompok tani dan dijual kepada petani sebagai konsumen akhir. Margin tertinggi pada tata niaga pupuk bersubsidi terdapat pada pupuk Phonska, lalu pupuk Urea, dan pupuk ZA sebesar Rp.100,-/kg. Tingkat efesiensi tertinggi pada distributor pupuk organik dengan perolehan nilai efesiensi sebesar 2,5. Dalam rangka menunjang efektifitas tata niaga pupuk bersubsidi, perlu kiranya pemangkasan alur agar (1) Guna efektifitas mendapatkan pupuk bersubsidi, petani yang telah tergabung di kelompok tani dapat menjemput langsung jatah pupunya ke penyalur yang ditunjuk, (2) Kelompok tani lebih proaktif berkomunikais dengan kios penyalur, terutama disaat menjelang musim tanam, (3) Dipertahankannya subsidi pupuk untuk petani, (4) Ditambahkannya angka subsidi pupuk untuk petani, dan (5) Untuk efektifitas tanam dan mengurangi keperluan pupuk, petani dapat bercocok tanam dengan pola tumpangsari.
STRATEGI PEMASARAN GULA KELAPA DI DESA KARANGSARI KEC PADAHERANG KAB PANGANDARAN Dasman - Dasman; Muhamad Nurdin Yusuf; Tiktiek Kurniawati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 12, No 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v12i2.17964

Abstract

DASMAN. 2024. STRATEGI PEMASARAN GULA KELAPA DI DESA KARANGSARI, KECAMATAN PADAHERANG, KABUPATEN PANGANDARAN. MUHAMAD NURDIN YUSUF dan TIKTIEK KURNIAWATI. Gula kelapa merupakan salah satu pemanis yang berasal dari pengolahan nira kelapa. Produksi gula kelapa yang dihasilkan oleh UMKM Jawa Barat sebesar 86.340 ton/2023 dan Kabupaten Padaherang sebesar 470 ton/2023. Desa Karangsari merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Padaherang, perajin gula kelapa di Desa Karangsari masih dalam skala rumah tangga. Permasalahan yang dialami oleh para perajin yaitu pengolahannya masih tradisional, jangkauan pemasarannya sempit dan kurangnya pembukuan oleh karena itu perlu diketahui strategi yang tepat untuk dapat memasarkan gula kelapa secara maksimal sehingga para perajin memperoleh keuntungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor internal dan eksternal yang ada dalam pemasaran gula kelapa serta untuk mengetahui strategi pemasaran yang ada dalam pemasaran gula kelapa di Desa Karangsari. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus, dengan data primer dan data sekunder. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah purposive dengan jumlah responden sebanyak 7 orang dengan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal yang menjadi kekuatan yaitu bahan baku nira melimpah, penjualan produk mudah dan kualitas produk baik, dan kelemahan yaitu manajemen pembukuan kurang, pengolahan masih sederhana dan tradisional, belum ada kegiatan promosi dan jangkauan pemasaran masih sempit. Untuk faktor eksternal yaitu peluang yaitu pemasaran yang luas, adanya event dan pameran lokal, banyaknya pengepul dan pemasaran dengan pemanfaatan media digital, dan ancaman yaitu iklim atau cuaca buruk, pesaing, dan keterbatasan pengetahuan teknologi. Alternatif strategi yang dapat diterapkan yaitu strategi SO dengan strategi optimalisasi dan peningkatan volume produksi, optimalisasi dukungan pemerintah dan pengenalan media digital. Kata Kunci: Gula Kelapa, Faktor Eksternal, Faktor Internal, Strategi
Strategi Pemberdayaan Petani Jagung Akibat Perubahan Iklim di Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis Ivan Sayid Nurahman; Iwan Setiawan; Eka Purna Yudha; Muhamad Nurdin Yusuf
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 12, No 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v12i2.23319

Abstract

Climate change causes rainfall in most parts of Indonesia to decrease. Climate change means farmers are no longer able to use local knowledge to predict climate, thereby reducing the level of corn commodity productivity. Cijeungjing District is one of the corn production centers in Ciamis Regency, which is affected by climate change due to rain-fed agriculture. This research aims to determine the adaptation strategies of corn farmers in response to climate change, and to analyze appropriate strategies for empowering these farmers. This research uses a qualitative research method with a descriptive approach carried out through observation, interviews, and documentation. The research subjects included corn farmers who were recruited through snowball sampling. The Miles and Huberman data analysis model is used for data analysis. The results show that local farmers have implemented adaptation strategies for corn farmers due to climate change, namely: 25 percent of farmers changed planting times, 10 percent of farmers changed crop varieties, and 65 percent of farmers left their land fallow. Relevant empowerment strategies include: introduction of corn varieties that are resistant to extreme climatic conditions; development of efficient irrigation systems and soil conservation to overcome the problems of drought and soil erosion due to climate change; training and counseling for farmers to implement agricultural practices that are environmentally friendly and adaptive to climate change; and institutional support that facilitates corn farmers' access to the information, resources, and technology needed to deal with climate change.
Co-Authors Abdurohman, Raiza Rahayu Adam Nurhusaeni Ade Dini Ade Epa Apriani aden bayu raspati Agit Purnama Agus Yuniawan Isyanto Ahmad Nurul Qomar Amalia, Lidya Nur Andi Maulana Andi Nugroho Ane Novianty Ane Novianty Aneu Yulianeu Ani Tamara Anisa Puspitasari Anisa Puspitasari Anisa Puspitasari, Anisa Apregian, Cipto Fauzi Aprilia, Lenny Intan Arie Surtiadi Asep Dudu Zakil M Asep Taopik Asti Mulia, Asti Mulia Avrilia, Lenny Intan Azis Hakim Aziz, Saepul Aziz Azizah, Shane Rahma Azrul Syachruloh Benidzar M. Andrie Benidzar Muhamad Andrie Bintang Gentzora Budi Setia budi setia Carkini Carkini Dadi Dadi Dani Lukman Hakim Dasman - Dasman Daud Hoerudin Dede Abdul Rozak Dede Rohman Dede Saepul Anfal Dede Tatang Dedi Fitriadi Dedi Herdiansah Sujaya Deni Irawan Devi Oktavina Putri Didin Chaerudin Dini Rochdiani Dona Setia Umbara Dudin Aliyudin Eka Purna Yudha Ekis Aura Cahya Elan Darisman Elhamida Rezkia Amien Elsa Tiani Nuryana Devis Erwin Erwin fadiel permadi gojali Fanani, Muharram Ardan Fanky Soehyono Fauzan Hamdan Febrini Eka Putri Fitria Ulfah Gara Nugrahana Gilang Permana Gunari, Hendri Harisma Fajar Setiawan Hasbi Assidiki Herdiyandi Herdiyandi Ida Hadianti Ifan Nur Sopyan Inding Supriadi Irawan, Asep - Isma Zakiatul Huda Iwan Setiawan Iwan Setiawan Iwan Sugianto Jenal Mustopa Junaedi, Faozan Bahar Kamila Nurhayati Kurnia, Aceng Lestari, Gita Indah Lies Sulistyowati M Eka Supratman Mala Nurjanah Maman Hilman Marwan Panca Subekti Mauladi, Muhamad Arif Rizki Mela Rahmawati Melia Dianty Mia Kurniasih Apriliani Miswarudin, Sukron Mochamad Arief Rizki Mauladi Mochammaad Ikhsan Zarkasyie Mohamad Arief Setiawan MUBAROK, ALFIAN SIDQI Muhamad Arif Rizki Mauladi Muhammad Fajar Ismail Mustopa Mustopa Nanda Aini Damayanti Nandang Hendri Purnama Narulita, Hani Nazmudin, Adid Nelin Aguslina Nisa Aprilianti Noor, Trisna Isnan Novaris, Erfin Novianty, Ane Nugraha, Dadan Ramdani Nurjaman, Hasnan Habib Nurlina Harli Nurul Rozaki Nuryadin, M Alif Nuryadin, Muhamad Alif Ogi Suprayogi Pawitri Tri Lestari Popi Puspita Putra, Gilar Ardaya Rachmawati, Jeti Rahmat Gunawan Rajab Subagja Rana Komala Randie Andriawan Ratih Ambarsari Resti Fauzia Rian Kurnia Rian Kurnia, Rian Rian Supriatna Ridwan Nisfi Syabana Rima Permatasari Riski Ramadani Riyadi, Ali Sopiyan Riza Rizki Anshory Rizqi Primaputra Saepul Aziz Saepuloh Saepuloh Samuel Lantip Wicaksono Sandi Asmara Santi Rahayu Sapto Kuncoro Sari, Tina Septiawan Septiawan Setia, Budi SETIAWAN, IWAN Sidiq, Muhamamad Rejib Simbolon, Loyn Soetoro Soetoro Soetoro Soetoro sri ayu andayani, sri ayu Sri Hayati Sri Mulyati Sudarman Sudarman Sudrajat Sudrajat Sudrajat sudrajat Sukma Wibowo Sukmasari, Miftah Dieni Surman Surman Suryana Suryana Susilo Talidobe Tatang Nurjaman Tiktiek Kurniawati Triana Febrianti Trisna Insan Noor Wiguna, Reza Winda Rahmawati Wulan Priantika Yayat Hidayat Yogi Rosdiawan Yuda Yulian Yulianeu, Aneu Yuniawan Isyanto, Agus - Yus Rusman Yus Rusman Yus Rusman Yuyun Ari Trisnawati