Claim Missing Document
Check
Articles

PENERAPAN PRONASI DAN SEMI FOWLER TERHADAP PENINGKATAN SATURASI OKSIGEN PADA PASIEN COVID-19 Batubara, Khairunnisa
JOURNAL HEALTH OF EDUCATION Vol 3 No 2 (2023): OKTOBER
Publisher : Universitas Audi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62611/jhe.v3i2.170

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh efektivitas posisi pronasi dansemi fowler terhadap saturasi oksigen pada pasien pneumonia COVID-19 di Rumah SakitIslam Jakarta Cempaka Putih. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan teknikanalisis data quasi eksperimen dengan two-group preintervensi-postintervensi design. Hasilanalisis bivariat dengan uji T menunjukkan nilai Sig. P ≥ 0,05 ditemukan rerata sebelum dansesudah melakukan posisi prone adalah 97% dan rerata pre-intervensi dan post-intervensidilakukan posisi semi fowler adalah 95% terhadap saturasi oksigen. Kadar nilai perbedaansaturasi oksigen ini dipengaruhi oleh usia jenis kelamin, IMT dan HB sehingga hasilnyaberpengaruh pada perbedaan prosisi pronasi lebih efektif dari semi fowler dengan kriteriapeningkatan saturasi oksigen di atas nilai standar oximeter, di mana pemberian intervensipronasi pada pasien COVID-19 lebih efektif dari semi fowler dengan kriteria peningkatansaturasi oksigen diatas 95%. Simpulan, ada perubahan berbeda saturasi oksigen sebelum dansesudah dilakukan posisi pronasi maupun semi fowler pada pasien pneumonia COVID19 diRumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih.
PENERAPAN POSISI ORTHOPNEIC UNTUK MENGATASI KETIDAKEFEKTIFAN POLA NAFAS PADA PASIEN DENGAN ASMA BRONKHIAL Batubara, Khairunnisa
JOURNAL HEALTH OF EDUCATION Vol 3 No 1 (2023): APRIL
Publisher : Universitas Audi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62611/jhe.v3i1.171

Abstract

Menurut World Health Organization (WHO) diperkirakan terdapat 300 juta orangmenderita asmabronkhial, tahun 2025 diperkirakan jumlah pasien asma bronkhial mencapai400 juta. Data dari berbagai negara menunjukan bahwa prevelensi penyakit asma bronkhialberkisar antara 1-8%. Asmabronkhial merupakan masalah yang cukup tinggi di RSU MayjenH.A Thalib Kabupaten Kerinci. Orthopneic merupakan adaptasi dari posisi fowler tinggi,klien duduk di tempat tidur atau sampingtempat tidur dengan meja yang menyilang di atastempat tidur (Poltekes Kemenkes Maluku, 2011: 74). Tujuan dari penulisan ini adalah untukmengetahui hasil penerapan posisi orthopneic untukmengatasi ketidakefektifan pola nafaspada Tn.M dan Tn.R dengan Asma Bronkhial di RuangParuRSU Mayjen H.A ThalibKabupaten Kerinci. Sumber data objektif dan subjektif yang diperolehmelalui wawancara,observasi, pemeriksaan fisik. Masalah yang sama ditemkan pada kedua kliendengan masalahketidakefektifan pola nafas yang berhubungan dengan dispnea. Implementasi yangdilakukandengan penerapan posisi orthopneic untuk mengatasi ketidakefektifan pola nafas, tindakaniniditerapkan pada hari pertama klien dirawat dan dilakukan selama tiga hari setelah hariketigamasalah ketidakefektifan pola nafas yang dirasakn klien Tn.M dan Tn.R dapatberkurang. Diharapkanbagi penulis dapat dijadikan bahan perbandingan antara tinjauan teoridengan kasus. Bagi institusi pendidikan dapat bahan acuan pendidikan kepada mahasiswa/idalam memberikan asuhankeperawatan dan bagi rumah sakit dapat dijadikan sebagaipedoman dan tuntutan dalammemberikanasuhan keperawatan pada klien Asma Bronkhial diRumah Sakit Umum Mayjen H.AThalibKabupaten Kerinci.
PENGARUH PERAWATAN DAERAH PEMASANGAN INFUS TERHADAP KEJADIAN PHLEBITIS DI RS KOTA KISARAN Batubara, Khairunnisa
JOURNAL HEALTH OF EDUCATION Vol 2 No 2 (2022): OKTOBER
Publisher : Universitas Audi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62611/jhe.v2i2.172

Abstract

Flebitis adalah peradangan pada pembuluh darah vena yang disebabkan oleh iritasikimia atau mekanis. Ini terlihat dengan adanya area merah, nyeri dan bengkak di atausepanjang lokasi tusukanpembuluh darah. Faktor yang mempengaruhi flebitis adalah umur,jenis penyakit, area pemasangan, durasi pemasangan penggantian kateter, frekuensipenggantian balutan dan jenis cairan. Sementara itu, yang paling banyak Faktor yangdominan adalah lama pemasangan kateter dan pengobatan yang dilakukan di dalam daerahinfus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perawatan tempat infus terhadappenyakit kejadian flebitis. Penelitian ini dilakukan di RSUD Kota Kisaran. Penelitian inidesain adalah eksperimen semu. Jumlah penduduknya 144 orang. Sampel diambil denganmenggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 20 orang. Instrumen yangdigunakan adalah an lembar observasi tanda flebitis dan lembar observasi perawatan infus.Penyajian data dilakukan dengan metode univariat dan bivariat Tes 2-Independen denganMann-Whitney. Ada efek pengobatan infus dengan kejadian flebitis. Perawat disarankanuntuk meningkatkan kualitas agar dapat membantu meningkatkan layanan perawatanintravena untuk mengurangi kejadian flebitis. Karena pengobatan infus tidak dilakukan,dimana tindakan pengobatan dapat mengurangi kejadiannya infeksi nosokomial pada pasiendengan nilai P 0,046.
EFEKTIVITAS PEMASANGAN KATETER DENGAN MENGGUNAKAN JELLY YANG DIMASUKKAN KE URETRA DAN JELLY YANG DIOLESKAN PADA SELANG KATETER TERHADAP RASA NYERI PASIEN DI INSTALASI GAWAT DARURAT RSUD Batubara, Khairunnisa
JOURNAL HEALTH OF EDUCATION Vol 2 No 2 (2022): OKTOBER
Publisher : Universitas Audi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62611/jhe.v2i2.173

Abstract

Tindakan pemasangan kateter adalah suatu tindakan yang bertujuan untukmengeluarkan atau mengalirkan urin dari kandung kemih. Tindakan pemasangan dapatdilakukan pada kasus kedaruratan, misalnya dengan pasien retensi urin karena obstruksisaluran kemih atau pasien yang tidak darurat, misalnya untuk pasien yang memerlukanobservasi atau pemantauan keseimbangan cairan, yaitu cairan yang masuk dan keluar padatubuh pasien. Tujuan Penulisan: Untuk mengetahui perbedaan efektivitas pemasangan kateterdengan menggunakan jelly yang dipasang ke dalam uretra dan jelly yang dioleskan di kateterterhadap rasa nyeri pasien di ruang Instalasi Gawat Darurat RSUD Kabupaten Bekasi. Jenispenelitian ini adalah eksperimen menggunakan desain quasi eksperimen. Jumlah sampel 30responden yang dilakukan dengan two group post test only design. Analisa penelitian inimenggunakan uji Mann Withney. Dari hasil penelitian mengetahui efektivitas pemasangankateter dengan menggunakan jelly yang dimasukkan ke urtera dan jelly yang dioleskan padaselang kateter terhadap respon nyeri pasien didapatkan hasil 18.50 dimana nilai mean rank<0,05, Adanya efektivitas pada pemasangan kateter dengan menggunakan jelly yangdimasukkan ke uretra yang dimana menunjukan hasil lebih baik dalam mengurangi responnyeri pasien dibandingkan dengan pemasangan kateter dengan jelly yang dioleskan padaselang kateter.
EFEKTIVITAS PEMBERIAN POSIS SEMI FOWLER PADA PESIEN TUBERCULOSIS PARU DENGAN GANGGUAN KEBUTUHAN OKSIGENASI Batubara, Khairunnisa
JOURNAL HEALTH OF EDUCATION Vol 2 No 1 (2022): APRIL
Publisher : Universitas Audi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62611/jhe.v2i1.174

Abstract

Posisi semi fowler merupakan posisi setengah duduk dengan membentuk sudut 15-45°. Penerapan posisi semi fowler pada pasien Tuberculosis Paru mampu mengatasi masalahkesulitan pernapasan dan membuat pasien merasa nyaman.Tujuan penelitian dari studi kasuspenerapan posisi semi fowler adalah meningkatkan kemampuan bernafas 2 pasien agarmampu meningkatkan kemandirian posisi semi fowler secara mandiri. Metode penelitian inistudi kasus deskriptif yang menggambarkan penerapan posisi semi fowler pada 2 respondendengan gangguan kebutuhan dasar oksigenasi di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar. Hasilstudi kasus penelitian yang di dapatkan adalah telah di lakukan penerapan posisi semi fowlerpada pasien Tn. D dan Tn. A dan di dapatkan kedua masalah pasien teratasi. Kesimpulan daripenilitian ini adalah posisi semi fowler sangat efektif untuk di lakukan karena dapatmengurangi sesak napas yang di alami oleh klien dan dapat membuat klien merasa nyaman.Kesimpulan terjadi penurunan tanda dan gejala Tuberculosis Paru pada kedua responden danmeningkatkan kemampuan dalam menerapkan posisi semi fowler secara mandiri.
HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DENGAN NYERI RHEUMATOID ARTHRITIS PADA LANSIA DI PANTI SOSIAL Batubara, Khairunnisa
JOURNAL HEALTH OF EDUCATION Vol 1 No 2 (2021): OKTOBER
Publisher : Universitas Audi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62611/jhe.v1i2.175

Abstract

Rheumatoid Arthritis merupakan suatu penyakit inflamasi sistemik kronik denganmanifestasi utama poliartritis progresif dan melibatkan seluruh organ tubuh pada manusia.Individu yang mengalami Rheumatoid Arthritis akan mengalami gejala yaitu inflamasi,kekakuan sendi, hambatan gerak persendian, terbentuknya nodul - nodul pada kulit diatassendi yang akan teraba lebih hangat dan bengkak sehingga akan mempengaruhi lansia dalammelakukan aktivitas kehidupan sehariharinya. Diketahuinya hubungan aktifitas fisik dengannyeri Rheumatoid Arthritis pada lansia. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain penelitiancross sectional. Sampel pada penelitian ini adalah lansia yang berjumlah 30. Penelitiandilaksanakan pada tanggal 15 Oktober – 11 Desember 2019 di Panti Sosial Palembang. Datatelah dianalisa menggunakan deskripsi statistik dan Fisher Exact Test . Didapatkan aktifitasfisik baik yaitu 17 responden (56,7%) dan aktifitas fisik tidak baik yaitu 13 respoden(43,3%). Lansia yang mengalami nyeri Rheumatoid Arthritis yaitu 19 responden (63,3%) danyang tidak mengalami nyeri Rheumatoid Arthritis yaitu 11 resonden (36,7%). Ada hubunganantara aktifitas fisik dengan nyeri Rheumatoid Arthritis dengan nilai p-value = 0,001.Diharapkan petugas kesehatan dapat meningkatkan stimulasi aktivitas fisik lansia denganRheumatoid Arthritis secara rutin untuk mengurangi nyeri dan memberikan pendidikankesehatan tentang pentingnya aktivitas fisik terhadap pencegahan dan pengobatan nyeriRheumatoid Arthritis.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERSONAL HYGIENE PADA ANAK SEKOLAH DASAR Batubara, Khairunnisa
JOURNAL HEALTH OF EDUCATION Vol 1 No 1 (2021): APRIL
Publisher : Universitas Audi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62611/jhe.v1i1.176

Abstract

Anak usia sekolah dasar merupakan masa tumbuh kembang yang baik, sehinggadiperlukan pengawasan terhadap kesehatannya khususnya personal hygiene. Personalhygiene sangat penting bagi anak karena seringkali anak terkena penyakit akibat tidakmemperhatikan personal hygiene. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor–faktor yang berhubungan dengan personal hygiene pada anak usia 9–12 tahun di KelurahanKalanganyar Wilayah Kerja Puskesmas Pancur tahun 2018. Penelitian ini menggunakandesain Cross Sectional. Populasi penelitian ini adalah semua anak usia 9–12 tahun yangberada di Kampung Kalanganyar dengan jumlah sampel 73 responden yang diambil secaratotal sampling. Pengumpulan data primer menggunakan kuesioner dan wawancara. Analisisdata dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi square. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa sebanyak 30,1% kurang baik dalam melakukan personal hygiene, 38,4%memiliki pengetahuan kurang, 42,5% memiliki sikap negatif dan 72,6% tidak terpapar aksesmedia sosial. Hasil uji hubungan menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikanantara pengetahuan dengan personal hygiene (Pv=0,623), ada hubungan antara sikap(Pv=0,032) dan akses media sosial (Pv=0,044) dengan personal hygiene pada anak usia 9–12tahun. Diharapkan anak menerapkan pola hidup bersih dan sehat yang baik danmengulangnya terus menerus.
The Effect Of Honey Administration On Hemoglobin Levels Of Pregnant Women Trimester II Br Sianturi, Marta Imelda; Sinaga, Elvipson; Batubara, Khairunnisa
Jurnal EduHealth Vol. 13 No. 02 (2022): Jurnal eduHealth, Periode Oktober - December, 2022
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.106 KB)

Abstract

During pregnancy, there are many problems experienced by pregnant women, one of which is anemia in pregnancy which is characterized by low Hb levels. Anemia in pregnant women can cause increased problems in pregnancy and childbirth. Pregnant women who have anemia will be very at risk of the birth of premature babies. Based on the results of a survey at the Chainny Rhamawan clinic, there were 20 anemic second trimester pregnant women. The purpose of this study was to determine the effect of honey administration on increasing Hb levels of pregnant women in the second trimester. Research method using experimental research method with group pretest-posttest design-. The sampling technique is Purposive so that a sample of 10 people is obtained. The instruments used are from documentation and inform concent sheets. The analysis was performed with paired t-tests. The results of the study obtained the effect of honey administration on the Hb levels of mothers in the second trimester with a p-value of 0.002 and this - value of <0.05. So giving honey to mothers regularly can increase the Hb levels of pregnant women, therefore midwives can provide information to pregnant women about the benefits of honey in pregnancy.
E-Leaflet-Based HIV/AIDS Education and Adolescent Knowledge Hamalding, Hermawati; Makmur, Fadilla; Sumiati, Sumiati; Batubara, Khairunnisa
Journal of Applied Nursing and Health Vol. 7 No. 2 (2025): Journal of Applied Nursing and Health
Publisher : Chakra Brahmanda Lentera Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55018/janh.v7i2.368

Abstract

Background: HIV/AIDS continues to be a threat to public health worldwide, including in Indonesia, particularly among the elderly population, who are particularly vulnerable to the risks associated with inadequate knowledge and information access. Purpose: This study aims to understand the impact of e-leaflet media on Adolescent understanding about HIV/AIDS Methods: The study's design uses a quantitative approach with a quasi-experimental methodology and a single-group pretest-posttest design. With a one-group pretest-posttest design and inclusion criteria that included being between the ages of 15 and 18, registered as active students, eager to participate, and able to read and comprehend Indonesian, 62 teenagers in all were chosen at random to join in the quasi-experiment. Students who did not finish the questionnaire or were enrolled in other HIV/AIDS education programs were excluded. A knowledge questionnaire regarding HIV/AIDS with 15 multiple-choice and true/false items served as the tool. Three experts used Aiken's V to examine the content validity of this questionnaire, which was adapted and adjusted from Ministry of Health recommendations and prior research material. Results: The results showed that the instrument was valid, with results >0.85. The Kuder-Richardson 20 (KR-20) method was used for reliability testing, and the results showed a high dependability rating of 0.78. Three steps were used to obtain the data: the pretest, the intervention (digital e-leaflets), and the posttest five days later. The Wilcoxon Signed Rank Test data analysis revealed a significant difference (p <0.001), suggesting that e-leaflet media education was successful in raising adolescents' awareness of HIV/AIDS prevention. Kurnia Jaya Persada University's Health Research Ethics Committee has approved this study, and prior to participation, each subject gave their informed consent. Conclusion: Based on these results, e-leaflets are a useful educational tool that should be incorporated into adolescent health promotion initiatives in order to stop the early spread of HIV/AIDS
Hubungan Peran Dosen Pengampu Mata Kuliah dengan Motivasi Belajar Mahasiswa Program Studi Sarjana Keperawatan Harahap, Rahmat Ali Putra; Laia, Teorida; Sinaga, Elvipson; Batubara, Khairunnisa; Siallagan, Romauli E. G
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 10 (2023): Volume 3 Nomor 10 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v3i10.11276

Abstract

ABSTRACT Nursing education is an important process that every nurse must go through. For this reason, the first and most important step in the process of nursing professionalism in Indonesia is to organize nursing education as professional education. To educate the nation's life, the role of lecturers is needed to help parents in terms of knowledge, especially cognitive and facilitate the development of individual potential to be able to carry out self-actualization. One of the noble duties carried out by lecturers is not only to teach students but to encourage them to learn more. The purpose of this research is to find out the relationship between the role of the lecturer in charge of the course and the learning motivation of undergraduate nursing students at Audi Indonesia University. This research is a descriptive analytic study with a cross sectional approach. Data collection was carried out using total sampling technique with a sample size of 85 undergraduate nursing students. The study showed that the role of lecturers in nursing was in the very good category of 87.1%. The learning motivation of undergraduate nursing students at Audi Indonesia University is 63.5% of respondents in the high category. There is a significant relationship between the role of lecturers and the learning motivation of undergraduate nursing students at Audi Indonesia University (p value 0.001). Keywords : The Role of Subject Lecturers, Student Learning Motivation   ABSTRAK Pendidikan keperawatan merupakan satu proses penting yang harus dilalui oleh setiap perawat. Untuk itu langkah yang paling awal dan penting dilakukan dalam proses profesionalisme keperawatan di Indonesia adalah menata pendidikan keperawatan sebagai pendidikan  professional. Untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, diperlukannya peran dosen membantu orang tua dalam hal pengetahuan terutama kognitif dan memfasilitasi berkembangnya potensi individu untuk bisa melakukan aktualisasi diri. Salah satu tugas mulia yang diemban dosen tidak hanya untuk mengajar mahasiswa tetapi lebih mendorong mereka untuk belajar. Peneliti ini bertujuan untuk mengetahui hubungan peran dosen pengampu mata kuliah dengan motivasi belajar mahasiswa sarjana keperawatan Universitas Audi Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian sedkriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan data dilakukan dengan teknik total sampling dengan jumlah sampel 85 mahasiswa sarjana keperawatan. Penelitian menunjukkan peran dosen sarjana keperawatan berada pada kategori sangat baik sebanyak 87,1%. Motivasi belajar mahasiswa sarjana keperawatan Universitas Audi Indonesia sebanyak 63,5% responden berada pada kategori tinggi. Ada hubungan bermakna antara peran dosen dan motivasi belajar mahasiswa sarjana keperawatan (p value 0,001). Kata Kunci: Peran Dosen Pengampu Mata Pelajaran, Motivasi Belajar Mahasiswa
Co-Authors Afrilia, Putri Alviyanti, Dina Amelia Dini Anggraini Silalahi Ardiyansyah, Ridho Astuti Rofida Billa, Salsa Bitcar Bitcar Bitcar, Bitcar Br Sianturi, Marta Imelda Br. sianturi, Marta Imelda Bustami Syam Chartean, Neza Dian Anggri Yanti Dina Florenza Laowo Dwi Wahyuni Eka Agustina, Eka Elvipson Sinaga Elvipson Sinaga Empraninta, Hanna Ester Fatima Ura Pabanne Fazilla, Rina Ginting, Wira Maria Harahap, Rahmat Ali Putra Henrianto Karolus Siregar Heri Chandra Hermawati Hamalding, Hermawati Idris, Syamsul Ismuntania Ivana Aprilia Pehopu Joni Siagian Julita, Sri Kartika Khalis, Naila Khoiroh, Isbatul Laia, Teorida Legawati , Sri Legawati Limbong, Putri Rahmadani Br. Lubis, Febi Annisa Makmur, Fadilla Marta Imelda Br Sianturi Naiya, Sarah Neza Chartean Nia Daniaty Siburian Nurul Fadhilah Oktary, Nuraisyah Pane , Efi Irwansyah Pangaribuan, Santa Maria Panjaitan, Alya Azra Panjaitan, Tia Ariska Purba, Anita Sri Gandaria Putri Rahmadani Br. Limbong Putri, Zaenab R. Sri Rezeki Rahmat Ali Putra Harahap Rahmat Ali Putra Harahap Reh Malem br Karo Resmi Pangaribuan Rezeki , R. Sri Rinawati R, Rinawati Rinawati Rinawati Risyida Isnaini Siregar Romauli E.G. Siallagan Romauli Siallagan Romauli Siallagan Samsinar Butar Samsinar Butar Butar Sapuri, Dahlia Siagian, Joni Siallagan, Romauli E. G Siallagan, Romauli Ervanny Goria Silalahi, Amelia Dini Anggraini Silvia Silvia Sinaga, Elvipson Sinaga, Wanto Sinurat, Jhon Patar Sirait, Nasywa Azra Zeina Siregar, Ismuntania Sri Eka Wahyuni Sri Legawati Sri Wahyuni Sri Wahyuni Sri Wahyuni Sri Wahyuni Siregar Sri Wahyuni Siregar Sumiati Sumiati Suwanda, Azlan Syafrinanda, Virgina Syamsul Idris Telova, Yurizki Vira, Icha Tirani Yanti, Dian Anggri Yenny Yenny