Claim Missing Document
Check
Articles

PENENTUAN ALOKASI PESANAN BAHAN BAKU DENGAN INTEGRASI METODE FUZZY-TOPSIS DAN MULTI CHOICE GOAL PROGRAMMING DI PT. DJARUM KUDUS Diana Puspita Sari; Darminto Pujotomo; Roosita Maryani
Simetris: Jurnal Teknik Mesin, Elektro dan Ilmu Komputer Vol 6, No 2 (2015): JURNAL SIMETRIS VOLUME 6 NO 2 TAHUN 2015
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.753 KB) | DOI: 10.24176/simet.v6i2.462

Abstract

ABSTRAK PT. Djarum Kudus mengalami keterlambatan bahan baku dan terdapat bahan baku yang defect, salah satunya yaitu bahan baku penunjang kemasan yaitu plat bos. Plat bos memiliki performansi yang buruk dibandingkan dengan bahan baku lainnya serta memiliki dampak bagi perusahaan yaitu salah satunya dapat terjadi putus produksi. Di mana supplier untuk bahan baku plat bos yaitu supplier A, B, C, dan D. Oleh karena itu perlu dilakukan penentuan prioritas supplier untuk menentukan alokasi pesanan kepada supplier guna mendapatkan bahan baku yang berkualitas dan tidak mengalami keterlambatan pengiriman bahan baku. Permasalahan pengambilan keputusan yang optimal yaitu dalam menentukan prioritas supplier dan alokasi order. Untuk mengatasi permasalahan tersebut dalam penelitian ini menggunakan integrasi metode fuzzy-TOPSIS dan MCGP (Multi Choice Goal Programming). Kriteria tertinggi pertama adalah kriteria ketepatan waktu, kriteria tertinggi kedua adalah kriteria kualitas, dan kriteria tertinggi ketiga adalah kriteria kapasitas produksi dan kriteria yang terendah adalah kriteria lokasi. Hasil urutan prioritas pemilihan supplier didapat dari metode fuzzy-TOPSIS dengan urutan prioritas supplier C, D, A, dan B dan alokasi pesanan didapat dari pengolahan data dengan menggunakan metode MCGP. Kata kunci: bahan baku, alokasi pesanan, kriteria, fuzzy-TOPSIS, MCGP.
EVALUASI KINERJA THIRD PARTY LOGISTIC (3PL) PENGIRIMAN LOKAL DENGAN METODE AHP DAN TOPSIS DI PT. APAC INTI CORPORA Diana Puspita Sari; Nia Budi Puspitasari; Cahya Farradita Sulistya
Simetris: Jurnal Teknik Mesin, Elektro dan Ilmu Komputer Vol 8, No 2 (2017): JURNAL SIMETRIS VOLUME 8 NO 2 TAHUN 2017
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.865 KB) | DOI: 10.24176/simet.v8i2.1365

Abstract

Evaluasi kinerja Third Party Logistic (3PL) merupakan salah satu faktor penting untuk meningkatkan kinerja logistik suatu perusahaan. Untuk itu perlu dilakukan evaluasi untuk meningkatkan pelayanan yang diberikan, demi terciptanya kepuasan pelanggan secara maksimal. PT Apac Inti Corpora saat ini memiliki 12 3PL yang bekerjasama dalam pengiriman lokal. Namun, selama ini belum terdapat adanya metode penilaian khusus untuk mengevaluasi kinerja 3PL perusahaan. Dengan tidak adanya evaluasi kinerja 3PL tersebut, terdapat adanya beberapa masalah dalam pengiriman yang menyebabkan adanya klaim dari customer dan bertambahnya jam kerja karyawan gudang karena kedatangan armada yang tidak tepat waktu. Untuk itu pada penelitian ini dilakukan evaluasi kinerja 3PL dengan menggunakan metode AHP untuk didapatkan bobot kepentingan kriteria yang digunakan dalam evaluasi dan metode TOPSIS untuk mendapatkan rangking kinerja 3PL yang optimal bagi perusahaan. Selanjutnya akan diberikan usulan model penilaian untuk evaluasi kinerja 3PL pengiriman lokal agar dapat digunakan dalam evaluasi selanjutnya. Model evaluasi yang diusulkan tersebut berdasarkan bobot kepentingan kriteria dari metode AHP dengan rating penilaian dengan skala Likert 1-5. Berdasarkan hasil skor dan rating keseluruhan dapat ditentukan kategori kinerja masing-masing 3PL yang selanjutnya dapat ditindaklanjuti oleh PT AIC sesuai dengan kategori penilaian yang diperoleh. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa urutan tingkat kepentingan dari bobot kriteria terbesar yakni ukuran dan kualitas aset tetap, ketepatan waktu pengiriman, kinerja operasional, dan kualitas pelayanan. Dari hasil TOPSIS dan usulan model penilaian yang diberikan didapatkan bahwa 3PL yang memiliki peringkat pertama dengan kategori penilaian kinerja “di atas rata-rata” adalah PT Bakti Jaya, sedangkan untuk peringkat terakhir dengan kategori penilaian kinerja “butuh peningkatan” adalah PT Satyamitra Anugerah Sejahtera.
ANALISIS PENYEBAB CACAT MENGGUNAKAN METODE FMEA DAN FTA PADA DEPARTEMEN FINAL SANDING PT EBAKO NUSANTARA Diana Puspita Sari; Klara F. Marpaung; Tjioe Calvin; Mellysa Mellysa; Naniek U. Handayani
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2018): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 9 2018
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.716 KB)

Abstract

Perusahaan harus dapat memberikan produk dengan kualitas yang baik untuk mendapatkan kepuasan pelanggan. Produk yang berkualitas adalah produk yang sesuai dengan spesifikasi yang disyaratkan atau distandarkan tanpa cacat. PT Ebako Nusantara merupakan industri manufaktur yang bergerak dalam bidang furniture yang berlokasi di kawasan industri terboyo, Semarang. Area produksi terbagi menjadi area 1 meliputi penyortiran bahan baku, pengeringan dan penyimpanan kayu di lumberyard dan area 2 merupakan proses penghalusan akhir pada Departemen Final Sanding, pengecatan di departemen finishing, pemberian busa pada departemen upholstery, pemasangan hardware pada departemen fitting dan packing. Dalam proses produksi pada PT Ebako Nusantara masih terdapat banyak produk cacat atau tidak sesuai dengan spesifikasi barang sehingga menyebabkan rework. Untuk menyelesaikan masalah ini digunakan metode Failure Mode Effect and Analysis (FMEA) untuk mengetahui jenis cacat yang terjadi dan dampak yang ditimbulkan dari cacat tersebut. Kemudian digunakan metode Fault Tree Analysis (FTA), untuk mengetahui akar penyebab masalah dari cacat yang terjadi. Setelah dilakukan perhitungan menggunakan FMEA, berdasarkan nilai RPN tertinggi didapatkan cacat yang yang harus mendapatkan prioritas adalah  wavesurface, cacat oversanding, cacat cuttermark, cacat gluermark dan cacat scratch. Kemudian dilakukan analisis menggunakan metode FTA didapatkan akar akar penyebab dari cacat wave surface adalah kualitas sumber daya manusia yang rendah, tidak adanya alat bantu yang mampu membuat pekerjaan operator teliti, sirkulasi udara yang kurang baik, beberapa peralatan yang digunakan tidak ergonomis dan pikiran operator terpengaruhi oleh target atau evaluasi Kata kunci : cacat, failure mode effect and analysis, fault tree analysis
UPAYA PERBAIKAN KUALITAS LAYANAN PADA INSTALASI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT MUHAMMADIYAH ROEMANI DENGAN METODE SERVQUAL DAN TRIZ Diana Puspita Sari; Andry Harmawan
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2014): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 5 2014
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Semakin meningkatnya kesadaran masyarakat dan tingkat pendidikan, maka tuntutan masyarakat terhadap layanan yang berkualitas juga semakin tinggi, termasuk didalamnya adalah layanan yang diberikan rumah sakit. Layanan yang berkualitas ini dapat diukur dari tingkat kepuasan pelanggannya. Instalasi Rawat Jalan (IRJ) RSM Roemani merupakan bagian yang paling banyak melayani pasien dibanding bagian lainnya. Saat ini, IRJ RSM Roemani mendapat kritikan dari pelanggan mengenai turunnya kualitas layanan yang diberikan. Dengan banyaknya keluhan dari pelanggan, mendorong RSM Roemani untuk melakukan evaluasi kualitas layanannya, serta melakukan perbaikan agar dapat mencapai kepuasaan pelanggan. Metode yang digunakan untuk menganalisa  masalah yang terjadi terkait dengan kualitas layanan adalah SERVQUAL, sedangkan untuk memecahkan masalahnya digunakan metode TRIZ. Hasil penelitian menunjukkan terdapat tujuh variabel yang menjadi masalah karenan terjadi kesenjangan antara persepsi dengan ekspektasi pelanggan. Hal ini menunjukkan bahwa layanan IRJ RSM Roemani belum mampu memenuhi harapan pelanggan. Berdasarkan hasil analisis dengan metode TRIZ, solusi usulan perbaikan kualitas layanan IRJ RSM Roemani yaitu perbaikan alur layanan, memasang papan informasi pada tempat-tempat strategis yang berisikan petunjuk layanan serta informasi terkait layanan yang terjadi, mempercayakan layanan kesehatan pada petugas medis (perawat dan dokter) yang professional serta berpengalaman di bidangnya untuk membentuk brand image masyarakat, menyediakan sistem pendaftaran elektronik untuk pasiennya serta menggunakan sistem pencarian obat elektronik, dan penambahan tempat duduk ruang tunggu serta memperbaiki sistem penyimpanan rekam medis. Kata kunci:kualitas layanan, servqual, TRIZ
ANALISIS KEPUASAN PELANGGAN PADA BENGKEL CS KNALPOT SEMARANG DENGAN METODE SERVICE QUALITY (SERVQUAL) DAN IMPORTANCE-PERFORMANCE ANALYSIS (IPA) Mayang Delima; Diana Puspitasari
Industrial Engineering Online Journal Vol 6, No 2 (2017): wisuda periode april 2017
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.214 KB)

Abstract

Dalam  usaha melayani kebutuhan pelanggan, bengkel CS Knalpot Semarang selalu ingin meningkatkan kualitas pelayanannya. Dengan banyaknya kompetitor yang ada membuat bengkel CS Knalpot harus dapat mempertahankan pelanggan yang dimilikinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas jasa dan kepuasan konsumen bengkel CS Knalpot Semarang. Penelitian ini dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada 30 pelanggan bengkel. Hasil kuesioner tersebut dianalisis dengan menggunakan metode SERVQUAL dan IPA. Terdapat 5 dimensi yang diukur yaitu tangibles, reliability, responsiveness, assurance, dan emphaty. Berdasarkan hasil penelitian, usulan perbaikan yang diberikan kepada bengkel CS Knalpot adalah melakukan cat ulang pada dinding-dinding bengkel agar bengkel telihat lebih bersih, rutin melakukan kegiatan bersih-bersih dan penataan kembali knalpot maupun peralatan yang lain agar terlihat rapi, serta menambahkan fasilitas penunjang seperti ruang tunggu yang dilengkapi dengan TV, majalah, dan kipas angin sehingga konsumen tidak merasa bosan ketika menunggu perbaikan pada knalpot mobilnya. Abstract Customer Satisfaction Analysis in CS Knalpot Workshop Semarang using Service Quality (SERVQUAL) and Importance-Performance Analysis Method . In an effort to serve the needs of customer, CS Knalpot Semarang workshop always want to improve its quality. With so many competitors CS Knalpot workshop should be able to retain their customers. This research target is to know the quality of services workshop and customer satisfaction at CS Knalpot Semarang. This research did by spreading questionnaires to 30 workshop customers. The results of those questionnaires were analyzed using SERVQUAL and IPA method. There are 5 dimensions that measured are tangibles, reliability, responsiveness, assurance, and empathy. According to the result of this research, the proposed improvements provided to CS Knalpot are to repainting the walls of the workshop to make it more cleaner, doing cleaning up activities routinely and rearrangement muffler or other equipment to make it look tidy, and also adding supporting facilities such as a waiting room which equipped with TV, magazines, and  fan so that the customers would not feel bored while waiting their car muffler repair.
ANALISA STATISTIK MELT INDEX DAN DENSITY PADA PRODUK UF-1810 SERIES DENGAN METODE STATISTICAL PROCESS CONTROL PADA LLDPE PLANT PT. CHANDRA ASRI PETROCHEMICAL Faisal Adi Nugroho; Diana Puspitasari; Darminto pujotomo
Industrial Engineering Online Journal Vol 4, No.2 Tahun 2015
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (892.01 KB)

Abstract

Industri petrokimia merupakan salah satu jenis usaha yang memiliki kebutuhan tinggi, terlebih lagi pada industri pengolahan barang kebutuhan rumah tangga dengan bahan dasar plastik. Kebutuhan bahan jenis plastik dapat dipenuhi melalui pengolahan bijih plastik dengan jenis LLDPE (Linear Low Density Polyethylene). PT. Chandra Asri Petrochemical sebagai perusahaan petrokimia terbesar di Indonesia merupakan pemasok utama kebutuhan LLDPE, namun demikian PT. Chandra Asri Petrochemical mengalami kendala berupa seringnya off-grade produk setidaknya satu kali dalam dua minggu. Oleh sebab itu dalam penelitian ini akan difokuskan untuk mengetahui penyebab terjadinya ketidaksesuaian yang terjadi pada produk LLDPE dengan menggunakan peta kendali x-bar dan Hotelling’s T2 Control Charts. Penggunaan alat bantu tersebut bertujuan untuk mengetahui kapabilitas proses (Cpk) dari Melt Index dan Density sebagai karakteristik pengukur kualitas produk LLDPE. Hasil dari penelitian menunjukkan nilai Cpk pada Melt Index sebesar 0.96 dengan sigma sebesar 2.26 dan nilai Cpk pada Density sebesar 1.56 dengan sigma sebesar 2.27 menunjukkan bahwa kapabilitas proses dalam produksi LLDPE masih belum cukup baik. Rentang pergantian grade produk yang dipersingkat akan mengurangi kemungkinan terjadinya defect (off-grade).  AbstractThe Petrochemical industry is one of the company that have a high needs, especially in consumer goods industry with the plastic raw material. The plastics needs could be completed by plastic ore processing with the LLDPE (Linear Low Density Polyethylene). PT. Chandra Asri Petrochemical as the biggest petrochemical company in Indonesia having obstacle with the off-grade product occurred at least once in two weeks. This research focused on knowing the agent of the discrepancy in LLDPE product using the x-bar charts and Hotelling’s T2 Control Charts. The control charts aimed to know the process capability (Cpk) from the Melt Index and Density as a characteristic for assessing the LLDPE quality. The result of this research shows that the Cpk from Melt Index is 0.96 with 2.26 sigma and the CPk of Density is 1.56 with 2.27 sigma shows that the capability process in producing LLDPE is not good enough. The range of product grade changeover should be reduced to decrease the probability of product defect (off-grade).
OPTIMALISASI PENEMPATAN PROSES PREPARATION PADA DIVISI PEMBUATAN KULKAS DENGAN MEMPERTIMBANGKAN METODE ALGORITMA DIJKSTRA PADA PT HARTONO ISTANA TEKNOLOGI Andy Williams Maruhum T; Diana Puspitasari
Industrial Engineering Online Journal Vol 6, No 3 (2017): wisuda periode juli 2017
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (611.438 KB)

Abstract

Meningkatnya suatu kapasitas suatu produksi berbanding lurus dengan perubahan layout lantai produksi dalam sebuah pabrik. Perubahan layout untuk menambah kapasitas produksi terjadi pada PT Hartono Istana Teknologi dengan menambah mesin Printing untuk divisi Kulkas. Dampak dari penambahan mesin printing baru menyebabkan stasiun kerja preparation yang awalnya di gedung preparation lantai 1 dekat dengan mesin printing harus dipindah menjadi di gedung Preparation lantai dua atau Gedung N3. Pemindahan lokasi stasiun kerja preparation harus optimal dari segi jarak, waktu dan frekuensi pengiriman. Jika sebuah stasiun kerja yang lokasi nya berjauhan dengan lokasi stasiun kerja lainnya, maka dapat menyebabkan waktu pengiriman akan semakin lama dan dapat menyebabkan terjadinya bottleneck di stasiun kerja lainnya. Pada penelitian ini, untuk mengoptimalkan pemilihan lokasi yang akan djiadikan sebagai tempat untuk stasiun kerja preparation yaitu algoritma djikstrak. Algoritma djikstrak akan memperhitungkan jarak perpindahan yang paling minimum. Berdasarkan perhitungan algoritma Djikstrik, lokasi paling optimum yaitu berada di gedung N3 dengan total penggunaan forklift selaama 29,80 menit. Tetapi berdasarkan  perancangan workplace di gedung N3 untuk stasiun preparation, maka frekuensi pemindahan jadi dua kali lebih banyak dari pada lokasi preparation di gedung preparation lantai dua dikarenakan tempat yang tidak terlalu luas. Sehingga lokasi optimal baik dari segi penggunaan forklift dan juga waktu pengiriman beserta lokasi yang dapat memenuhi raw material dan sub assembly yaitu di gedung preparation lantai 2. Optimization Selecting Of Preparation Process In Refrigerator Division Using Dijkstra Algorithm In PT Hartono Istana Teknologi. Increasing a capacity of a production is directly proportional to changes in the floor layout of production in a factory. Changed a layout of the shop floor to increase a production capacity occurred in PT Hartono Istana Teknologi with adding machine Fridge Printing division. The impact for addition of a new printing machine in building preparation at first floor is to move the preparation stations into the second floor in the preparation building or N3 Building. Relocated the preparation stations  have  to be optimal in a distance, time and frequency of delivery. If a work station is to far with another work stations, it can make the delivery time will longer and a bottleneck in the other work stations. In this study, to selected the optimum location for work stasion of preparation is Dijkstra Algorithm. Dijkstra algorithm will accounting the minimum distance for the transfer. Based on the calculation of Dijkstra Algorithm, N3 building is the optimum location with 29,80 minutes for forklift time. But based on the design of workplace in the building N3 for preparation station, the frequency of transfer is two times more than at the preparation location at preparation building because is not enough space.. Based on the forklift utility and delivery time for transfer the raw material and sub assembly, thus the optimum location at second floor of preparation building
Analisis Efektifitas Mesin Berdasarkan Perhitungan Nilai Overall Equipment Effectiveness pada Mesin Pembuat Rokok ( Single Procession Unit 02 dan Single Procession Unit 03 ) di PT Djarum Abdrizal Oktafianto; Diana Puspita Sari
Industrial Engineering Online Journal Vol 6, No 4 (2017): wisuda periode oktober 2017
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (624.562 KB)

Abstract

PT. Djarum merupakan perusahaan yang bergerak dalam industri rokok . Produk andalan yang diproduksi dalam skala besar adalah brand LA Bold. Dalam pembuatan produk tersebut, menggunakan mesin SPU 02 dan SPU 03, peran mesin yang digunakan sangat vital. Pentingnya peran tersebut membuat mesin dituntut untuk selalu optimal dalam menjalankan fungsinya. Setelah dilakukan observasi, PT Djarum telah mampu mencapai target produksi, tetapi sebenarnya kemampuan operasional mesin bisa melampaui target tersebut.. Hal tersebut menunjukkan ada indikasi bahwa terdapat faktor-faktor yang menyebabkan mesin bekerja secara tidak efektif , Oleh karena itu akan dilakukan evaluasi penerapan Total Productive Maintenance (TPM) dengan menggunakan nilai Overall Equipment Effectiveness (OEE) sebagai indikator serta mencari penyebab ketidakefektifan dari kedua mesin tersebut dengan melakukan perhitungan Six Big Losses untuk mengetahui faktor yang berpengaruh dari keenam faktor Six Big Losses yang ada.   ABSTRACT    Analysis of Machine Effectivity Based on Value Calculation of Overall Equipment Effectiveness on Cigarette Machine (Single Procession Unit 02 and Single Procession Unit 03) in PT Djarum PT. Djarum is a company engaged in the cigarette industry. Major products that are produced on a large scale are the LA Bold brand. In making these products, using SPU 02 and SPU 03 machines, the role of the machine used is vital. The importance of these roles make the machine is required to always be optimal in carrying out its function. After the observation, PT Djarum has been able to achieve the production target, but actually the operational capability of the machine can exceed the target. It shows there are indications that there are factors that cause the machine to work ineffectively, therefore it will be evaluated the application of Total Productive Maintenance (TPM) by using the Overall Equipment Effectiveness (OEE) value as an indicator and searching for the cause of the ineffectiveness of the two machines by performing the calculation of Six Big Losses to determine the influencing factors of the six existing Six Big Losses factors.
Perancangan Standard Operating Procedures dan Work Instruction pada Aktivitas Produksi Area 1 PT Ebako Nusantara Semarang Muthiah Hanifah; Sriyanto Sriyanto; Diana Puspita Sari
Industrial Engineering Online Journal Vol 4, No 4 (2015): Wisuda Oktober Tahun 2015
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.019 KB)

Abstract

Standardization of quality control system has become a major issue in the face of global challenges. One part of quality control system is to create a quality control with quality documentation. PT Ebako Nusantara is a company that engaged in manufacture of high-end furniture that produce garden furniture and indoor furniture which market their products in eksport area. At production division, PT Ebako Nusantara is divided into two areas, first area is wood processing to-be a semi-product and second area is finishing and delivery process. Based on these impact shows how important application of standardization in operation production process, for it is necessary to build a quality management system in the form of a clear quality documentation in veneer department of PT Ebako Nusantara. Main goal of this research based on company needs in quality documentation, it is done with system improment through the design of Standard Operating Procedure (SOP) and Work Instruction (WI). Quality documentation developed through observation and interviews with relevant stakeholder of PT Ebako Nusantara. Apart of the process is carried out also identifying company business process. Result of this research are 1 quality manual, 7 SOP, and 9 WI at first floor of production level. SOP has been verified by management of PT Ebako Nusantara. Improvement of defect form for each sub-department and implementation of control document are proposed as improvements to production process of PT Ebako Nusantara.  ABSTRAKStandarisasi sistem manajemen mutu telah menjadi isu utama dalam menghadapi tantangan global. Salah satu bagian dari sistem manajemen mutu adalah menciptakan adanya pengendalian kualitas dengan dokumentasi mutu. PT Ebako Nusantara merupakan perusahaan yang bergerak dibidang high end furniture yang memproduksi garden furniture dan indoor furniture yang memasarkan produknya dalam pasar ekspor. Dalam produksinya, area 1 banyak menghasilkan waste dan cacat selama pengerjaan. Kesalahan dalam pengerjaan, dan variasi kerja menjadi penyebab dari munculnya waste dan cacat tersebut. Berdasarkan dampak tersebut menunjukkan betapa pentingnya penerapan standarisasi dalam pengoperasian proses produksi, untuk itu perlu dibangun suatu sistem manajemen mutu berupa dokumentasi mutu yang jelas pada departemen veneer PT Ebako Nusantara. Tujuan penelitian ini berdasarkan kebutuhan perusahaan dalam pendokumentasian mutu, maka dilakukan dengan perbaikan sistem melalui perancangan Standard Operating Procedure (SOP), dan Work Instruction (WI) dalam pembangunan sistem ini. Dokumenatsi mutu disusun melalui hasil pengamatan dan wawancara dengan pihak terkait PT Ebako Nusantara. Selain itu tahapan juga dilakukan dengan mengidentifikasi proses bisnis perusahaan. Hasil akhir penelitian ini berupa perancangan 1 manual mutu, 7 SOP dan 9 WI pada bagian area 1 lantai produksi. Prosedur mutu yang dibuat telah diverifikasi dengan pihak manajemen PT Ebako Nusantara. Perbaikan form defect untuk masing-masing sub departemen dan pelaksanaan dokumen kontrol merupakan usulan perbaikan bagi proses produksi PT Ebako Nusantara.
ANALISIS RANTAI NILAI UNTUK MENENTUKAN STRATEGI DAYA SAING PRODUK MANISAN CARICA DIENG Bibit Setyo Pambudi; Diana Puspita Sari; Ary Arvianto
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 2, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Carica merupakan buah khas daerah yang dihasilkan di daerah dieng dan tidak mudah ditemukan di daerah lain. Dengan tanah yang subur dan iklim yang mendukung, carica memiliki potensi yang besar untuk dieksplorasi. Industri pengolahan buah  carica menjadi manisan carica saat ini sudah cukup berkembang. Tetapi masih banyak kekurangan dalam industri manisan carica yang menyebabkan daya saing terhadap produk sejenis sangat rendah. Penelitian ini bertujuan untuk memahami tahapan dan kondisi dari rantai nilai (value chain) produk manisan carica yang selanjutnya akan digunakan untuk menentukan strategi untuk meningkatkan daya saing industri manisan carica. Analisis value chain memandang perusahaan sebagai salah satu bagian dari rantai nilai produk. SWOT digunakan untuk mengetahui gambaran umum mengenai kondisi industri carica. Sedangkan diamond porter digunakan untuk mendapatkan penjelasan yang lebih detail mengenai faktor kondisi (input), kondisi permintaan, industri terkait dan pendukung, dan konteks persaingan dan strategi perusahaan. Selanjutnya dilakukan survei pasar untuk mengetahui penilaian konsumen terhadap kinerja dan ekspektasi dari 14 indikator dari variabel kepuasan pelanggan. Importance-performance analysis dan customer satisfaction index (CSI) digunakan untuk mengetahui indikator yang perlu diprioritaskan untuk mendapatkan perbaikan kinerjanya. Masih terdapat banyak masalah mulai pada tahap petani carica, produsen, dan juga retail berdasarkan hasil dari analisis kondisi rantai nilai. Dengan mengacu pada permasalahan tersebut, ditentukan strategi yang bisa diterapkan untuk meningkatkan daya saing industri carica. Integrasi horizontal dan vertikal dalam rantai nilai sangat diperlukan untuk menunjang ketahanan dan daya saing industri manisan carica. Kerjasama antar produsen, antara produsen dengan petani, dan produsen dengan retail akan membuat industri ini semakin berkembang dengan pesat. Peran pihak-pihak dari luar rantai nilai carica seperti lembaga penelitian, lembaga permodalan dan juga pemerintah sangat diharapkan bisa membantu mengembangkan industri carica.  Abstract Carica is typical of the region fruit that produced in the Dieng and not easily found in other areas. With fertile soil and favorable climate, carica has great potential to be explored. Carica fruit processing industry that produce candied carica is currently developed enough. But there are still many shortcomings in the carica confectionery industry leading competitiveness of similar products is very low. This study aims to understand the stages and conditions of the carica confectionery products value chain which would then be used to define strategies to enhance industrial competitiveness candied carica. Value chain analysis view the company as one part of the product value chain. SWOT is used to determine a general overview of the condition of carica industry. While the porter diamond is used to obtain a more detailed explanation of the factor (input) condition, demand conditions, related and supporting industries, and the context of competition and corporate strategy. Subsequently conducted a market survey to determine consumer ratings of performance and expectations from the 14 indicators of customer satisfaction variables. Importance-performance analysis and customer satisfaction index (CSI) is used to determine which indicators should be prioritized to obtain performance improvements. There are still many problems start at the stage of carica farmers, manufacturers, and also retails based on the results of the analysis of the value chain condition. using reference to the issue, that determined the strategy could be applied to enhance industrial competitiveness carica. Horizontal and vertical integration in the value chain is needed to support the resistance and competitiveness of the carica confectionery industry. Cooperation between producers, between producers with farmers, and between manufacturers with retails will make the industry growing by leaps and bounds. The role of external parties of carica value chain such as research institutions and government capital is more expected to help develop the carica industry.  
Co-Authors Abdrizal Oktafianto Achmad Farizal Imanudin Adi Luhung Pekerti, Adi Luhung Afdi, Zihramna Agnes Kusumawati Ahmad Muzakki Ahmad Rusdiansyah Alkaisi, Fariez Andre Audi Havid Andry Harmawan Andry Harmawan Andy Tri Hermawan Andy Williams Maruhum T Aprilia Dian Tresnaningrum Arfan Backhtiar Arfan Bakhtiar Ariani Putri Winanda, Ariani Putri Arien Dewi Rakhmawati Aries Susanty Arif Martanto Ary Arvianto Atika Novilia Utami Ayu Febrina A Ayu Mei Wulandari Aziz Nurrochman Bambang Purwanggono Belinda Fitria Nugraheni Bibit Setyo Pambudi Cahya Farradita Sulistya Darminto Pujotomo Debora Agustina Desmond Ryan Khrisnanda Dian Tri Kusuma Ningrum Dwi Aprianto Nugroho Dyah Ika Rinawati Dyah Ika Rinawati Dyah Lintang Dyah R. Rasyida Erika Rosmawati Hutabarat Erwin Pujiyatmoko Eva Octaria Siregar Evelyn Evelyn Fahrudin Fahrudin Faisal Adi Nugroho Faisal Adi Nugroho, Faisal Adi Fatrin Muljadi Fatrin Muljadi Felix Pandan Nugrahanto W Firdaus, Rafli Faisal Fitri, Anggun Okta Friska Finalia Sitohang Fuzie Priatamphatie, Fuzie Gifari, Akbar Romadhona Gisha Navitasari Grace Olivia Hanifah Fitri Izzati Hapsari, Chaterine Alvina Prima Hariz Setyawan Hendy Tantono Heny Puspasri Herry Suliantoro Heru Prastawa Hery Suliantoro Ikhada Fatati Irawan, Dhindi Oxiana Irene Eka Putri Khalwa Nur Faiqoh Kharisma Ningrum Klara F. Marpaung L.Tobing, Yineka Oktaviyanti Lakshita Pritandari M. Mujiya Ulkhaq Marudut Mujur Masruroh, Anisa Zakiyatul Maximilian T. Tutuarima Mayang Delima Mega Inayati Rif’ah Mellysa Mellysa Mochammad Agung Wibowo Muhamad Firman Prayogi Muhammad Baihaqi Muhammad Fauzan Marantama Raharjo Muhammad Iqbal Fasa Muhammad Rezza Kurniawan Muhammad Taufik Aditya Mukhammad Faizal Ridho, Mukhammad Faizal Muthiah Hanifah Naniek U. Handayani Naniek Utami Handayani Nartadhi, Rizal Luthfi Nartadhi, Rizal Luthfi Naufal, Teuku Reyhan Naurah Witriannisa Nia Budi Puspitasari Novie Susanto Paramestha, Dominico Laksma Pradhana, Claudha Alba Pratiwi, Icha Putri Puji Handayani Kasih Purnawan Adi Wicaksono Putra Pratama, Fernadiksa Rasta Radhit Pamungkas Oetomo Raditya Rahman Rahma, Atheea Annisa Rahmad Agustian Tambunan Rani Rumita Ranjani, Elvri Ratih Hapsari Mawantika Renaldi, Stellya V. Ria Dwi Lisyanti Riandika Windiasari Rifda Ilahy Rosihan Rifqi, Abid Masluhir Rohim, Ainun Nur Roosita Maryani Roosita Maryani, Roosita Sari Aji Dwijayanti Sari Veronica Jantitya Satria, Yoga Septiana Puji Lestari Seto Ari Kusumo Siahaan, Yessyca Efirani Siti Umiyatun Sri Hartini Sri Hartini Sri Hartini Hartini Sriyanto Sriyanto Sulistya, Cahya Farradita Susatyo Nugroho W.P Susatyo Nugroho W.P. Susatyo Nugroho W.P. Susatyo Nugroho WP Tjioe Calvin Tri Setyo Wicaksono Tri Setyo Wicaksono Wandhansari Sekar Jatiningrum Widharto, Yusuf Widharto, Yusuf Winda Rahmawati Wiwik Budiawan Wiwik Budiawan Yudhistira Ardana, Yudhistira Yusuf Widharto Zahra, Lutfia