Claim Missing Document
Check
Articles

USULAN PROGRAM PERAWATAN DENGAN METODE RELIABILITY CENTERED MAINTENANCE (RCM) II PADA MESIN MANUGRAPH CITY-LINE Radhit Pamungkas Oetomo; Bambang Purwanggono; Diana Puspitasari
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 2, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada PT. Masscom Graphy, perusahaan percetakan tertua dan terbesar di Kota Semarang, mengalami kerugian yang disebabkan tingkat breakdown yang tinggi. Penelitian ini membahas mengenai program perawatan mesin Manugraph City-line dengan tujuan meningkatkan nilai reliability sehingga mampu mengurangi kerugian-kerugian yang terjadi pada perusahaan. Metode yang digunakan adalah Reliability Centered Maitenance (RCM II) karena berfungsi menentukan maintenance task yang optimal berdasarkan konsekuensi modus kegagalan dan konteks operasi pada sistem tersebut. Hasil penilaian risiko dengan Risk Priority Number (RPN) terhadap 32 modus kegagalan menunjukkan bahwa komponen kritis yang perlu mendapatkan prioritas utama perhatian adalah bearing pada unit auto paster rusak yang mendapatkan nilai RPN 32, kemudian brush pada unit auto paster dan packing blanket yang sudah aus/rusak dengan nilai RPN 24. Untuk modus bearing dan cutting knife yang rusak pada unit auto paster memiliki konsekuensi operasional diberikan kegiatan scheduled discard task dengan waktu maintenance optimal (TM) masing-masing 648 dan 2108 jam, agar tindakan tersebut menjadi technically feasible untuk menurunkan konsekuensi kerusakan. Nilai waktu TM yang diperoleh untuk mencegah kerusakan pada komponen bearing 4906 dan cutting knife lebih kecil dari nilai mean time to failure (MTTF), yang menunjukkan bahwa waktu maintenance optimal akan berusaha untuk menghindari terjadinya kerusakan fungsi komponen sebelum kerusakan terjadi.
PENENTUAN EOQ SPARE PART YANG OPTIMAL DENGAN PENDEKATAN FUZZY NON-LINEAR GOAL PROGRAMMING Eva Octaria Siregar; Diana Puspitasari
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 4, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT Kubota Indonesia memiliki tujuan ingin meminimalkan investasi dana persediaan di gudang, meminimalkan biaya - biaya yang timbul akibat adanya persediaan tersebut, dan memaksimalkan tingkat persediaan di gudang agar tidak terjadi kekurangan kebutuhan spare part tetapi tingkat persediaan ini diharapkan tidak sampai mengganggu perputaran kotak – kotak persediaan di gudang. Untuk itu dibutuhkan kebijakan untuk menentukan jumlah pemesanan yang ekonomis atau optimal agar ketiga tujuan tersebut tercapai. Tujuan – tujuan ini mengandung aspek yang berbeda atau bahkan bertentangan. Sehingga untuk mencari titik temu yang optimal dari tujuan - tujuan tersebut digunakanlah metode goal programming. Dalam penentuan jumlah kuantitas optimal atau ekonomis beberapa parameter mungkin tidak diketahui secara pasti atau didefinisikan dalam arti fuzzy. Untuk pertimbangan ketidakpastian dalam penentuan jumlah kuantitas pemesanan digunakan metode fuzzy non-linear goal programming
Penilaian Resiko dan Perencanaan Jadwal Inspeksi Boiler dengan Metode Risk Based Inspection di PT Indonesia Power UBP Semarang Rifda Ilahy Rosihan; Diana Puspitasari Puspitasari; Rani Rumita
Industrial Engineering Online Journal Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Boiler merupakan salah satu mesin yang penting dalam industri pembangkit listrik. Fungsi boiler yakni mengubah air menjadi uap yang kemudian digunakan untuk menggerakkan turbin untuk menghasilkan energi listrik. Boiler pada PT. Indonesia Power UBP Semarang diketahui seringkali mengalami kerusakan berupa kebocoran pipa. Akibat dari kebocoran pipa mengakibatkan timbulnya resiko berupa bahaya kebakaran dan mengakibatkan mesin tidak dapat beroperasi. Untuk mengurangi adanya kegagalan dan mengurangi tingkat resiko pada boiler dibutuhkan suatu perencanaan inspeksi yang melihat dari tingkat resikonya. Teknik penjadwalan inspeksi yang sesuai dengan kondisi boiler adalah Metode Risk Based Inspection. Resiko dapat diartikan dalam dua hal yakni kemungkinan kegagalan dan konsekuensi kegagalan. Kemungkinan kegagalan didasarkan pada jenis kerusakan yang terjadi pada peralatan. Karena boiler pada unit ini mengalami kerusakan berupa korosi thinning, maka dilakukan perhitungan berupa penjumlahan dari sembilan modul Technical Module Subfactor pada peralatan dengan melihat nilai dari laju korosi pada peralatan. Nilai kemungkinan kegagalan pada pipa adalah “1” Konsekuensi kegagalan didasarkan pada luas area yang terkena dampak akibat adanya kebocoran boiler. Perhitungan ini didasarkan pada sistem deteksi, sistem isolasi, tekanan, dan suhu pada peralatan. Pada pipa boiler, nilai konsekuensi kegagalannya adalah “C”. Hasil dari perhitungan konsekuensi dan kemungkinan kegagalan adalah peringkat resiko pada pipa boiler, yaitu medium risk. Setelah itu, menentukan rencana inspeksi yang optimal pada pipa boiler. Untuk menentukan perencanaan waktu inspeksi pada boiler menggunakan standar DNV (Det Norske Veritas). Jadwal inspeksi yang sesuai dengan tingkat resiko pada pipa dan standar DNV adalah 2 tahun. The Boiler is one of the important machines in the power plant. Boiler functions is turning water into steam which is then used to drive a turbine to produce electrical energy. Boiler at PT. Indonesia Power UBP Semarang known often suffered damage in the form of a pipe leak. As a result of leakage pipes result in a risk of fire hazard, and result in the machine cannot operate. To reduce the presence of failure and reduce the level risk of the boiler, it need inspection planning that viewed from the level of risk levels and equipment inquiries. Inspection scheduling techniques that comply with the conditions of the boiler is Risk Based Inspection method. Risk can be defined in two things, there are the possibility of failure and the consequences of failure. The possibility of failure based on the type of damage that occurs in the equipment. Because the boiler on these units suffered damage in the form of corrosion thinning, then carried out the calculation of the sums of nine modules Technical Module Subfactor on equipment by looking at the value of the rate of corrosion on equipment. The value of the possibility of failure on the pipe is “1” Consequence of failure based on the affected area due to the leakage of boilers. This calculation is based on a system detection, System isolation, pressure, and temperature on the equipment. On the pipe of the boiler, the consequences of failure are “C”. The result of the calculation of consequences and likelihood of failure is risk rank on the boiler pipes, that is medium risk. After that, determining optimal inspection plans on the boiler pipes. To determine the time planning of inspections on boilers by using DNV (Det Norske Veritas) standard. Inspection planning based on the level risk of the pipes and DNV standard is 2 years.
PERANCANGAN FASILITAS DAN PERENCANAAN INVESTASI PEMBUATAN STASIUN KERJA PEWARNAAN BATIK CAP (Studi Kasus Pada UKM Batik di Kauman – Kota Pekalongan) Mega Inayati Rif’ah; Diana Puspitasari; Dyah Ika Rinawati
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 4, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini pemerintah sedang gencar-gencarnya mendukung pertumbuhan dan perkembangan UKM, dan Batik merupakan produk kebudayaan (artefac) bangsa Indonesia yang telah diwariskan secara turun temurun sejak zaman dahulu. Pekalongan merupakan kota batik dan memiliki banyak industri kecil sejak dahulu. Berdasarkan beberapa penelitian sebelumnya, hasil produksi batik cap di Pekalongan mengalami kondisi increasing return to scale, yang artinya masih ada peluang untuk meningkatkan produksi batik melalui peningkatan efisiensi. Penelitian ini dilakukan di salah satu UKM Batik di Pekalongan, UKM Batik Sidoluhur. Saat ini UKM tersebut menggunakan jasa outsourcing untuk proses pewarnaan colet dan perintangan warna. Setelah diteliti ternyata hal ini mengakibatkan lamanya manufacturing lead time (MLT). Sehingga kemudian penelitian ini berusaha meningkatkan efisiensi proses produksinya dengan cara merancang stasiun kerja untuk proses pewarnaan colet dan perintangan warna serta menilai investasinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stasiun kerja yang dibutuhkan adalah seluas 128 m2, dan perencanaan investasi berdasarkan metode NPW menunjukkan nilai keuntungan investasi Rp 30.621.710, berdasarkan metode IRR tingkat pengembaliannya 19% (> BI Rate 5,75%), dan berdasarkan metode PP jangka waktu pengembalian nilai investasi ini adalah 2 tahun
USULAN PERBAIKAN PROSES PADA LINI PRODUKSI 18 BAGIAN JAHIT PT. STAR FASHION UNGARAN MENGGUNAKAN METODE LEAN SIX SGIMA Naurah Witriannisa; Diana Puspitasari
Industrial Engineering Online Journal volume 3,nomor 4,tahun 2014
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.123 KB)

Abstract

Perkembangan industri yang tumbuh pesat membuat banyak perusahaan harus bekerja lebih ekstra untuk dapat memenangkan persaingan yang ada. PT. Star Fashion Ungaran (SFU) merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam industri garmen. Berdasarkan hasil value stream mapping, pada proses produksi di PT. SFU  masih ditemukan beberapa jenis pemborosan (waste) seperti banyak produk cacat (defect), waiting time, dan unnecessary motion. Pendekatan yang digunakan dalam penyelesaian masalah ini adalah lean six sigma dengan metode DMAI (tanpa tahap control). Dapat diketahui bahwa efisiensi proses produksi di PT. SFU saat ini adalah 65% sedangkan standar institut perawatan Jepang mengatakan bahwa efisiensi proses yang baik adalah di atas 95%. Kemudian tingkat sigma yang ada di perusahaan sebesar 3,75 dimana target yang diharapkan adalah mencapai enam sigma. Hasil tersebut masih jauh dari apa yang diharapkan sehingga perlu adanya perbaikan. Pertama yang harus dilakukan adalah analisis akar penyebab masalah dengan diagram fishbone kemudian dilakukan improve dengan metode 5S. Jika usulan perbaikan diterapkan pada PT. SFU maka dapat diestimasi bahwa terjadi peningkatan kecepatan proses produksi menjadi 84% dan peningkatan nilai sigma menjadi 3,94. AbstractDevelopment of the industry makes companies have to work extra to win the competition. PT. Star Fashion Ungaran (SFU) is one of company that works in the garment industry. Based on the value stream mapping, the production processes at PT. SFU still found some types of waste like defect products, waiting time, and unnecessary motion. The approach used in the solution of this problem is a lean six sigma with methods DMAI (without phase control). It is known that the efficiency of production processes at PT. SFU is 65%, while Japan’s standard of Institute of Plant Maintenance said that good PCE is above 95%. The sigma level in the company is 3,75 which the target is to achieve six sigma. The results are still far from what is expected so that company need for improvement. The first to do is root-cause analysis with fishbone diagram then do improve with the 5S method. If the recommendation is applied to the PT. SFU then it can be estimated that an increase in the production process efficiency to 84% and increase the value of sigma to 3,94. 
PEMILIHAN STRATEGI PEMASARAN DENGAN MENGGUNAKAN DEMATEL, ANP, DAN TOPSIS (Studi Kasus Hotel Sahid Plaza) Belinda Fitria Nugraheni; Diana Puspita Sari
Industrial Engineering Online Journal Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Strategi pemasaran merupakan salah satu bagian yang paling penting dalam meningkatkan keuntungan setiap hotel, termasuk Hotel Sahid Plaza. Dikarenakan strategi pemasaran dapat menarik minat konsumen/ pelanggan untuk menginap di suatu hotel. Pemilihan strategi pemasaran yang tidak tepat akan mengakibatkan penurunan tingkat penghunian kamar yang mengakibatkan penurunan keuntungan hotel. Sehingga dapat dikatakan, pemilihan strategi yang tidak tepat dapat menyebabkan kerugian pada hotel. Selama ini, pemilihan strategi pemasaran Hotel Sahid Plaza dengan menggunakan metode trial error dimana setiap 2 bulan akan dievaluasi hasil dari strategi yang telah dilakukan, apabila tidak memenuhi target maka strategi tersebut akan dihentikan. Oleh karena itu, perlu adanya suatu proses pemilihan strategi pemasaran Hotel Sahid Plaza dengan melihat kriteria-kriteria yang mempengaruhi dalam proses pemilihan strategi pemasaran dengan mengintegrasikan Decision Making Trial and Evaluation Laboratory (DEMATEL), Analytical Network Process (ANP) dan Technique for Others Reference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS). DEMATEL digunakan untuk mengetahui hubungan antar kriteria sebagai dasar pembuatan kerangka ANP, kemudian ANP digunakan untuk menentukan bobot kepentingan yang menjadi dasar pemilihan strategi menggunakan TOPSIS. Berdasarkan perhitungan dengan menggunakan metode-metode tersebut, diketahui bahwa strategi yang terpilih adalah strategi segmentasi.            AbstractMarketing strategy is one of the most important in improving the profitability of hotel, including Hotel Sahid Plaza. Because of marketing strategies can attract the interest of consumers/customers to stay at a hotel. Selection of inappropriate marketing strategy will result in a decrease in the level of residential room which resulted in decreased profits. So, the selection of an inappropriate strategy can lead to losses for the hotel. During this time, the selection of marketing strategy at Hotel Sahid Plaza using method of trial an error. Every 2 months that marketing strategies will be evaluated as the result of a strategy that has been done, if it doesn't reach the target then it will be terminated. Therefore, the need for a process of selection of the Plaza Hotel Sahid marketing strategy by looking at criteria that influence in the election process by integrating marketing strategy Decision Making of Trial and Evaluation Laboratory (DEMATEL), Analytical Network Process (ANP) and the Technique for Others Reference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS). DEMATEL used to figure out the relationships between the criteria as the basis for the creation of a framework of the ANP, ANP is used to determine weight as the basic election strategy using TOPSIS. Based on calculations by using these methods, it is known that the selected strategy is segmentation strategy.
PENGUKURAN KUALITAS PELAYANAN BENGKEL MOBIL MENGGUNAKAN METODE INTEGRASI AHP-SERVQUAL (Studi Kasus PT. Nasmoco Gombel Semarang) Ayu Mei Wulandari; Diana Puspitasari
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 4, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengukuran kualitas pelayanan bengkel mobil Nasmoco Gombel Semarang diperlukan karena banyaknya keluhan yang dirasakan oleh pengguna jasa bengkel. Pengukuran kualitas selain dimaksudkan untuk mengukur tingkat kepuasan pelanggan, namun juga untuk mengetahui dimensi kualitas yang masih lemah dan membutuhkan peningkatan sehingga dapat dilakukan perbaikan demi menjaga kepuasan pelanggan. Metode yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah metode integrasi AHP-Servqual. Metode ini merupakan pengembangan metode AHP untuk mengukur dimensi kualitas Servqual dan tingkat kepuasan pelanggan diukur berdasarkan perbandingan ekspektasi dan persepsi pelanggan (P/E). Kualitas jasa dinilai berdasarkan lima dimensi: reliability, responsiveness, empathy, assurance, dan tangibles. Data didapatkan melalui survai tehadap 97 responden pengguna jasa bengkel Nasmoco Gombel Semarang. Penelitian menunjukkan bahwa indeks kepuasan pelanggan (P/E) bengkel Nasmoco Gombel bernilai 4,5904; artinya Nasmoco Gombel sudah mampu memberikan pelayanan memuaskan, yang sedikit melebihi ekspektasi pelanggan. Dimensi assurance merupakan dimensi yang memiliki indeks kepuasan paling rendah (4,0532). Terdapat 3 indikator pada dimensi ini yang akan diberikan usulan perbaikan karena mempunyai nilai indeks dibawah nilai P/E, yaitu: (1) Pemberitahuan ketika terjadi keterlambatan penanganan bernilai 3,8264; (2) Kecepatan servis bernilai 3,2529; dan (3) Kecepatan kedatangan suku cadang ketika tidak tersedia bernilai 2,8612.
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU PERPINDAHAN KONSUMEN PT. POS INDONESIA SEMARANG Ratih Hapsari Mawantika; Diana Puspita Sari; Susatyo Nugroho W.P.
Industrial Engineering Online Journal Vol 4, No 4 (2015): Wisuda Oktober Tahun 2015
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (598.327 KB)

Abstract

PT. Pos Indonesia merupakan BUMN yang bergerak dalam bidang jasa kurir, jasa keungan, jasa logistik, jasa retail dan properti. Salah satu target pencapaian PT. Pos Indonesia adalah mendapatkan kembali pangsa pasar. Namun dari tahun 2012-2014 terjadi fluktuasi total pelanggan paket untuk retail/individu di PT. Pos Indonesia di.seluruh Kota Semarang. Total pelanggan paket mengalami penurunan sebesar 12,74% pada tahun 2013-2014. Penurunan ini diindikasikan karena adanya konsumen yang beralih/berpindah menggunakan jasa kurir swasta. Didukung dengan hasil kuesioner pendahuluan yang menyatakan konsumen masih tidak puas dan akan menggunakan jasa kurir swasta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel-variabel perpindahan terhadap perilaku perpindahan konsumen. Metode yang digunakan adalah Regresi Linier Berganda. Teknik pengambilan data penelitian ini dengan menyebarkan kuesioner sebanyak 120 sampel ke konsumen yang pernah menggunakan PT. Pos Indonesia dan jasa kurir swasta di Kota Semarang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel lokasi menunjukkan bahwa variabel lokasi memiliki pengaruh paling besar terhadap perilaku perpindahan konsumen, sehingga rekomendasi yang diberikan diantaranya menambah titik layanan agen pos dan memperpanjang jaringan ages pos, meningkatkan promosi secara langsung dan tidak langsung.    ABSTRACT PT. Pos Indonesia is a State-Owned Enterprises that is engaged in courier services, the financial services, logistics services, retail and property services. One of the targets achievement of PT. Pos Indonesia is regaining market share. But there are fluctuations in total customers for retail/individual package service from 2012-2014. Total customers decreased by 12,74% from 2013 to 2014. This decline is indicated customers switching and use private courier services. Supported by the results of a preliminary questionnaire that states consumers are still not satisfied and will use the services of a private courier. This study aims to determine effect of switching variables on consumer behavior. The method used is Multiple Linear Regression. Modes of data collection is by distributing questionnaires to 120 consumers who had used the PT. Pos Indonesia service and private courier services in Semarang.The resulth showed that location has the strongest effect on consumer swicthing behavior, so the recommendations that given such as adding the number of postal agents and expanding the network of postal agents, improving the promotion directly and indirectly. 
PENILAIAN KINERJA KARYAWAN DAN USULAN PEMBERIAN REWARD KARYAWAN MENGGUNAKAN FUZZY ANP DAN RATING SCALE PADA DEPARTEMEN STP PRODUCTION PT. MEKAR ARMADA JAYA Khalwa Nur Faiqoh; Diana Puspita Sari
Industrial Engineering Online Journal Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penilaian kinerja karyawan merupakan salah satu bagian yang penting bagi perusahaan untuk menetapkan tindakan kebijakan selanjutnya. Dengan penilaian kinerja karyawan, berarti para bawahan mendapat perhatian dari atasan sehingga mendorong bawahan bersemangat kerja, asalkan proses penilaiannya jujur dan objektif serta ada tindak lanjutnya. Begitu juga pada PT.Mekar Armada Jaya yang harus melihat dan memberi perhatian pada aspek sumber daya manusia ini. Belum adanya metode yang pasti di PT.Mekar Armada Jaya menyebabkan penilaian kinerja karyawan masih bersifat subjektif. Departemen stamping production bagian sub assembly merupakan salah satu bagian yang perlu adanya penilaian kinerja karyawan yang bersifat objektif karena departemen dengan jumlah karyawan terbanyak sehingga persaingan kerja di departemen tersebut ketat. Dalam penelitian ini,  penilaian kinerja karyawan menggunakan metode fuzzy ANP untuk mendapatkan bobot dari kriteria – kriteria yang mempengaruhi penilaian kinerja karyawan di PT. Mekar Armada Jaya berdasarkan kamus kompetensi spencer. Yang didapatkan 5 kriteria dengan 11 kompetensi sebagai faktor penilaian kinerja karyawan  Kemudian menggunakan metode rating scale untuk melakukan penilaian kinerja karyawan sehingga diperoleh total score dari masing – masing karyawan. Dengan diperoleh total score tersebut, diberikan usulan rata – rata kenaikan gaji karyawan sebesar16%. ABSTRACT Employee performance appraisal is one part that is important for companies to assign next policy action. With employee performance assessment, meaning the subordinate got the attention of his superiors and so encourage them eager to work, provided that the assessment process to be honest and objective as well as any follow-ups. PT.Mekar Armada Jaya pay attention to this human resources aspect. PT. MAJ didn’t have definite method to assess employee performance. Stamping production departments the sub assembly is one part that is need for employee performance assessment that is objective is the Department with the largest number of employees working in the Department so that the competition is very tight. In this study, employee performance assessment using fuzzy ANP method to get the weights of the criteria that affect employee performance assessment in PT Mekar Armada Jaya based on spencer competency. Acquired competence with 11 criteria 5 as a factor employee performance. Then, assessment rating scale method is used to conduct employee performance assessment so that obtained the total score of each. With the total score obtained, given the proposed calculation of employee salary increases based on performance assessment results to employees. From this study the average of increasing salary is 16%.
THE USE OF KRALJIC’S PURCHASING PORTFOLIO MODEL AS A PROCUREMENT STRATEGY OF LEARNING FACILITIES DIPONEGORO UNIVERSITY Lakshita Pritandari; Hery Suliantoro; Diana Puspita Sari
Industrial Engineering Online Journal Vol 7, No 3 (2018): WISUDA PERIODE JULI 2018
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (830.718 KB)

Abstract

Kegiatan pengadaan merupakan proses meliputi penyediaan barang maupun jasa yang dibutuhkan dengan jumlah dan kualitas yang diinginkan, berasal dari sumber yang sesuai, dikirim ke tempat yang dituju dengan harga yang tepat. Strategi pengadaan meliputi seluruh proses seperti penentuan kebutuhan, sampai dengan perumusan kontrak hingga pembelian. Sampai saat ini, kegiatan pengadaan pada fasilitas pembelajaran UNDIP tidak memiliki panduan strategi pengadaan yang tepat. Strategi pengadaan fasilitas pembelajaran UNDIP dinilai belum berjalan secara efektif karena adanya masalah keterlambatan, kurang fleksibelnya kemampuan penyedia dalam memenuhi kebutuhan serta hubungan kontrak dengan penyedia yang tidak disesuaikan dengan kebutuhan dan risiko item pengadaan. Penilaian akan dihitung menggunakan analytic hierarchy process (AHP). Hasil dari AHP tersebut dapat diolah dan dilakukan plotting ke dalam Kraljic’s Matrix. Dimensi yang digunakan yaitu supply risk yang dinilai menggunakan AHP serta expenditure yang didapat dari data pembelanjaan item pengadaan pada tahun 2017. Hasil pemetaan kemudian akan menjadi rekomendasi strategi pengadaan, mulai dari karakteristik supplier, tipe hubungan dan tipe kontrak dengan supplier, strategi operasional, serta rekomendasi. Kelompok item pengadaan kuadran strategic berupa referensi elektronik dan provider internet, memiliki risiko serta nilai pembelanjaan yang tinggi.  Kelompok item pengadaan dalam kuadran bottleneck berupa alat praktikum khusus serta pembuatan aplikasi sistem memiliki risiko pasokan tinggi namun nilai pembelanjaan yang rendah. Kelompok item pengadaan kuadran routine berupa bahan baku praktikum 1, bahan baku praktikum 2, jasa penyewaan, jasa konveksi, jasa akomodasi, jasa boga, alat praktikum umum, serta pembelian dan maintenance sistem memiliki risiko dan nilai pembelanjaan yang rendah. Kelompok item pengadaan kuadran leverage berupa barang elektronik, mebelair, jasa  transportasi serta jasa cetak/jilid memiliki risiko pasokan rendah namun nilai pembelanjaan yang tinggi.  ABSTRACTThe use of Kraljic’s Purchasing Portfolio Model as a procurement strategy of learning facilities Diponegoro University. Procurement activities are processes that include the provision of goods or services required by the amount and quality desired, coming from the appropriate source, sent to the destination with the right price. Procurement strategy covers all processes such as determining needs until purchasing. But until now UNDIP doesn’t have a strategic procurement guide, especially for the learning facilities. The strategy that’s being used until now is considered to be ineffective due to delays, lack of flexibility and contractual relationships with providers that are not tailored to the needs and risks of procurement items. Assessment will be calculated using analytic hierarchy process (AHP). The results of AHP can be processed and plotted into Kraljic's Matrix. The result of mapping will be used as a recommendation of procurement strategy, ranging from supplier characteristics, type of relationship and type of contract with suppliers, operational strategies, and recommendations. Groups of procurement items in strategic quadrants in the form of electronic references and internet providers, considered have high risks and high expenditure. Groups of procurement items in bottlenecks quadrant in the form of specialized practicum tools as well as the manufacture of system applications have a high supply risk but expenditure. Groups of procurement items in the routine quadrant in the form of raw materials practicum 1, raw materials laboratory 2, rental services, convection services, accommodation services, catering services, general practicum tools, as well as purchasing and maintenance systems have the risk and value of low shopper. Group of procurement items in leverage quadrants in the form of electronic goods, furniture, transportation services and print / binding services have low supply risk but high expenditure.
Co-Authors Abdrizal Oktafianto Achmad Farizal Imanudin Adi Luhung Pekerti, Adi Luhung Afdi, Zihramna Agnes Kusumawati Ahmad Muzakki Ahmad Rusdiansyah Alkaisi, Fariez Andre Audi Havid Andry Harmawan Andry Harmawan Andy Tri Hermawan Andy Williams Maruhum T Aprilia Dian Tresnaningrum Arfan Backhtiar Arfan Bakhtiar Ariani Putri Winanda, Ariani Putri Arien Dewi Rakhmawati Aries Susanty Arif Martanto Ary Arvianto Atika Novilia Utami Ayu Febrina A Ayu Mei Wulandari Aziz Nurrochman Bambang Purwanggono Belinda Fitria Nugraheni Bibit Setyo Pambudi Cahya Farradita Sulistya Darminto Pujotomo Debora Agustina Desmond Ryan Khrisnanda Dian Tri Kusuma Ningrum Dwi Aprianto Nugroho Dyah Ika Rinawati Dyah Ika Rinawati Dyah Lintang Dyah R. Rasyida Erika Rosmawati Hutabarat Erwin Pujiyatmoko Eva Octaria Siregar Evelyn Evelyn Fahrudin Fahrudin Faisal Adi Nugroho Faisal Adi Nugroho, Faisal Adi Fatrin Muljadi Fatrin Muljadi Felix Pandan Nugrahanto W Firdaus, Rafli Faisal Fitri, Anggun Okta Friska Finalia Sitohang Fuzie Priatamphatie, Fuzie Gifari, Akbar Romadhona Gisha Navitasari Grace Olivia Hanifah Fitri Izzati Hapsari, Chaterine Alvina Prima Hariz Setyawan Hendy Tantono Heny Puspasri Herry Suliantoro Heru Prastawa Hery Suliantoro Ikhada Fatati Irawan, Dhindi Oxiana Irene Eka Putri Khalwa Nur Faiqoh Kharisma Ningrum Klara F. Marpaung L.Tobing, Yineka Oktaviyanti Lakshita Pritandari M. Mujiya Ulkhaq Marudut Mujur Masruroh, Anisa Zakiyatul Maximilian T. Tutuarima Mayang Delima Mega Inayati Rif’ah Mellysa Mellysa Mochammad Agung Wibowo Muhamad Firman Prayogi Muhammad Baihaqi Muhammad Fauzan Marantama Raharjo Muhammad Iqbal Fasa Muhammad Rezza Kurniawan Muhammad Taufik Aditya Mukhammad Faizal Ridho, Mukhammad Faizal Muthiah Hanifah Naniek U. Handayani Naniek Utami Handayani Nartadhi, Rizal Luthfi Nartadhi, Rizal Luthfi Naufal, Teuku Reyhan Naurah Witriannisa Nia Budi Puspitasari Novie Susanto Paramestha, Dominico Laksma Pradhana, Claudha Alba Pratiwi, Icha Putri Puji Handayani Kasih Purnawan Adi Wicaksono Putra Pratama, Fernadiksa Rasta Radhit Pamungkas Oetomo Raditya Rahman Rahma, Atheea Annisa Rahmad Agustian Tambunan Rani Rumita Ranjani, Elvri Ratih Hapsari Mawantika Renaldi, Stellya V. Ria Dwi Lisyanti Riandika Windiasari Rifda Ilahy Rosihan Rifqi, Abid Masluhir Rohim, Ainun Nur Roosita Maryani Roosita Maryani, Roosita Sari Aji Dwijayanti Sari Veronica Jantitya Satria, Yoga Septiana Puji Lestari Seto Ari Kusumo Siahaan, Yessyca Efirani Siti Umiyatun Sri Hartini Sri Hartini Sri Hartini Hartini Sriyanto Sriyanto Sulistya, Cahya Farradita Susatyo Nugroho W.P Susatyo Nugroho W.P. Susatyo Nugroho W.P. Susatyo Nugroho WP Tjioe Calvin Tri Setyo Wicaksono Tri Setyo Wicaksono Wandhansari Sekar Jatiningrum Widharto, Yusuf Widharto, Yusuf Winda Rahmawati Wiwik Budiawan Wiwik Budiawan Yudhistira Ardana, Yudhistira Yusuf Widharto Zahra, Lutfia