Claim Missing Document
Check
Articles

PERENCANAAN DAN KALIBRASIBATANGPELURUS BERDASARKANSTANDARJISB7514 Joko Prihartono; Purwo Subekti
Jurnal APTEK Vol. 6 No. 2 (2014): APLIKASI TEKNOLOGI
Publisher : Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.004 KB) | DOI: 10.30606/aptk.v6i2.100

Abstract

In the measurement process on a machine tool alignment required an alignment as the reference standard.In this case the rod straightener is a measurement tool that is commonly used in metrology laboratories. Inplanning and the alignment rod calibration followed standard JIS B7514, which is described in the standardspecification of the alignment rod which include dimensions, quality and tolerance limits. From the results ofthe calibration are performed on the alignment rod has a classification according to JIS B7514 standardclass (grade) B. Thus the alignment rod can only be used for testing machine tools with high level ofaccuracy that is not high (conventional).
Penentuan Nilai Hirarki Rancang Bangun Reaktor Pembuat Foaming Agent Pemadam Kebakaran Lahan Gambut Menggunakan AHP dengan Aplikasi Expert Choice Purwo Subekti
Aptek Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 13, No. 01, Januari 2021
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/aptek.v13i1.533

Abstract

Usaha untuk memudahkan proses pengambilan keputusan dalam rancang bangun pembuatan reaktor pembuat foaming agent pemadam kebakaran lahan gambut, perlu ditentukan bobot struktur setiap tahapan kegiatan yang dilakukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan nilai masin-masing kriteria dan alternatif untuk mempercepat proses pengambilan keputusan setiap aktivitas kegiatan rancang bangun. Hierarki kriteria tersebut adalah studi referensi, pengembangan data perancangan, gambar dan simulasi, manufaktur, kommisioning dan validasi. Sedangkan untuk hierarki alternatif adalah handal, safety, operasional mudah. Metode yang digunakan untuk menentukan nilai bobot tersebut adalah menggunakan AHP (Analytic Hierarchy Process), dengan aplikasi Expert Choice. Hasil pengolahan data penilaian bobot prioritas tertinggi adalah kriteria manufaktur nilainya 0.313, kemudian hasil bobot alternatif tertinggi adalah handal nilainya 0.417. Hasil analisis konsistensi tingkat kriteria adalah 4%, karena nilai konsistensinya di bawah 10% maka penilaian prioritas kriteria dapat diterima. Dari hasil tersebut terlihat bahwa kriteria manufaktur merupakan prioritas yang perlu mendapat perhatian dalam proses rancang bangun pembuatan reaktor pembuat foaming agent, dengan hasil produk yang dihasilkan dituntut memiliki tingkat kehandalan yang perlu diperhatikan.
Analisis Penggunaan Bahan Bakar Premium, Pertalite Dan Pertamax Pada Uji Kinerja Mobil Tipe Urban Concept Jusri; Purwo Subekti; Aprizal
ENOTEK : Jurnal Energi dan Inovasi Teknologi Vol. 1 No. 2 (2022): ENOTEK : Jurnal Energi dan Inovasi Teknologi
Publisher : Program Studi Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/enotek.v1i2.1270

Abstract

Motor bensin 4-tak (langkah) yang ada di Indonesia pada umumnya menggunakan bahan bakar minyak (BBM) yang memiliki spesifikasi berbeda misalnya premium, pertalite dan pertamax 92. Nilai oktan termasuk spesifikasi yang membedakan bahan bakar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan memahami daya konsumsi bahan bakar spesifik. Jenis bahan bakar yang digunakan pada mobil tipe urban concept yaitu premium, pertalite dan pertamax 92. Setiap jenis bahan bakar di uji dengan cara mengendarai mobil tipe urban concept dengan rasio jarak yang telah ditentukan yaitu 400 meter, 500 meter, dan 600 meter. Hasil pengujian pemakaian bahan bakar disetiap titik yang ditentukan merupakan konsumsi bahan bakar. Bahan bakar Pertamax 92 merupakan bahan bakar dengan hasil penelitian daya tertinggi dibandingkan dengan pertalite dan premium. Pertamax 92 dengan jarak rasio tempuh 600 meter mengasilkan daya tertinggi 1,1615 HP. Pertamax 92 merupakan konsumsi bahan bakar spesifik yang paling sedikit menghabiskan bahan bakar dengan jarak rasio tempuh 400 meter 33,125 mL/Km. Dari hasil t-Test konsumsi ketiga bahan bakar pada jarak tempuh 400 m tidak ada perbedaan yang nyata di buktikan dengan nilai probality premium-pertalite sebesar 0,118 untuk premium-pertamax 92 sebesar 0,103 untuk pertalite-pertamax 92 sebesar 0,211 dari tingkat kesalahan 5% (0,05). Dari hasil t-Test daya ketiga bahan bakar pada jarak tempuh 600 m terdapat perbedaan yang nyata di buktikan dengan nilai probality untuk pertalite-pertamax 92 sebesar 0,002 dari tingkat kesalahan 5% (0,05)
Rancang Bangun Prototype Pembangkit Listrik Tenaga Piko Hidro Terapung Dengan Metode Pahl And Beitz Doly brata siregar; Heri suripto; Purwo Subekti
ENOTEK : Jurnal Energi dan Inovasi Teknologi Vol. 1 No. 2 (2022): ENOTEK : Jurnal Energi dan Inovasi Teknologi
Publisher : Program Studi Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/enotek.v1i2.1271

Abstract

Air merupakan salah satu sumber energy terbarukan yang murah dan relative mudah didapatkan. Pada penelitian ini dilakukan perancangan dan pembuatan prototype pembangkit listrik tenaga piko hidro terapung yang memanfaatkan adanya suatu aliran irigasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Pahl and Beitz, adapun tahapan-tahapan dalam metode pahl and beitz ini di antaranya sebagai berikut: a) perancangan dan penjelasan tugas, b) perancangan konsep produk, c) perancangan bentuk produk, d) perancangan detail. Hasil rancang bangun prototype pembangkit listrik tenaga piko hidro terapung ini di peroleh: Ukuran geometris alat ini adalah 150 cm x 173 cm x 60 cm. Dengan dimensi pendukung: Diameter kincir 60 cm, panjang kincir 80 cm, lebar sudu 10 cm, putaran kincir 33Rpm, memiliki 3 transmisi dengan putaran akhir sebesar: 730 Rpm, dan generator 1894 Rpm dan output: 250 Watt. Serta hasil maksimum tegangan rata-rata sebesar: 39,61Volt, daya rata-rata sebesar: 5,90Watt, dan kuat arus rata-rata sebesar: 0,60 ampere maka didapatkan ukuran pelampung yang sesuai untuk menahan beban alat ini yaitu pelampung yang berupa jerigen berjumlah 4 unit dengan ukuran 30 liter. Komponen alat ini terdiri dari : kincir, kerangka, pelampung, transmisi, generator, volt meter, dan bearing
Article Review: Analisis Jenis-Jenis Teknik Pengecoran Logam Berdasarkan Jenis Cetakannya Ayup Tri Andika
ENOTEK : Jurnal Energi dan Inovasi Teknologi Vol. 1 No. 2 (2022): ENOTEK : Jurnal Energi dan Inovasi Teknologi
Publisher : Program Studi Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/enotek.v1i2.1272

Abstract

Pengecoran logam adalah salah satu metode untuk pembuatan suatu benda. Ditinjau dari jenis cetakan nya dapat digolongkan menjadi metode pengecoran cetakan tetap dan metode pengecoran tidak tetap. Metode pengecoran logam dengan cetakan sekali pakai dimana terdapat 7 teknik pengecoran untuk cetakan sekali pakai diantaranya : sand casting, shell molding, vacuum molding, expanded polystyrene casting, investment casting, plaster mold casting dan ceramic mold casting. untuk cetakan permanen terdapat 9 teknik pengecoran diantaranya : permanent mold casting, semi-permanent mold casting, slush casting, low pressure casting, vacuum permanent mold casting, die casting, squeeze casting, semi-solid metal casting dan centrifugal casting
Article Review: Konsep Dasar Termodinamika Raihan
ENOTEK : Jurnal Energi dan Inovasi Teknologi Vol. 1 No. 2 (2022): ENOTEK : Jurnal Energi dan Inovasi Teknologi
Publisher : Program Studi Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/enotek.v1i2.1274

Abstract

Dalam melakukan penelitian kita perlu mengikuti aturan atau kaidah yang berlaku, agar hasil penelitian yang diperoleh dapat dikatakan valid. Dan kali ini saya akan menggunakan metode penelitian yang mana akan memudahkan untuk menyelesaikan jurnal saya, dengan cara mencari sumber-sumber yang menjurus kepada tinjauan pustaka dari konsep dasar termodinamika yang mana dalam pencarian ini sangat penting dan sangat dibutuhkan. Dalam metode ini saya berusaha memaksimalkan pencarian tentang sifat pengertian sistem termodinamika mencari daftar pustaka yang jelas dengan jurnal yang berisi tentang termodinamika. Setelah itu saya memilah kalimat menggunakan kalimat saya agar tidak terjadi plagiat dalam pembuatan jurnal ini
Kajian Sifat Mekanis Sprocket Gear Sepeda Motor Pada Proses Electroplating CrO3 dan H2SO4 Yose Rizal; Ahmad Fathoni; Heri Suripto; Purwo Subekti; Aprizal; Saiful Anwar
Aptek Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 15, No. 01, Desember 2022
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/aptek.v15i1.1637

Abstract

Sprocket gear atau istilah umum rodagigi penggerak pada sepeda motor yang berfungsi meneruskan putaran ke rodagigi belakang melalui transmisi rantai. Sehingga dalam operasionalnya sprocket gear selalu bergesekan dengan rantai yang menyebabkan keausan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat mekanis Sprocket gear berupa ketahanan aus dan kekerasan HVN (Hardness Vickers Number) setelah electroplating CrO3 dan H2SO4. Metodologi yang digunakan dengan melakuan electroplating menggunakan CrO3 (Kromium Karbida) dan H2SO4 (Asam Sulfat) pada sprocket gear dengan lama waktu pencelupan 30, 45 dan 60 menit, dan pengetsaan mengunakan larutan NaOH (Natrium Hidroksida) dan ZnO (Seng Oksida) kemudian menguji nilai kekerasan HVN menggunakan standard ASTM E92 dan ketahanan aus menggunakan alat uji aus type YC90S-4 standard ASTM G65. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kekerasan tertinggi 733 HVN dengan lama waktu 60 menit, dan nilai Ketahanan Aus mengalami penurunan dengan lama waktu pelapisan 60 menit yaitu sebesar 0,00013289 gram/km. Kesimpulan penelitian bahwa perlakuan electroplating terhadap sprocket gear berpengarauh terhadap sifat mekanisnya.
Identifikasi Potensi Sumber Energi Berkelanjutan Berbasis Tanaman Perkebunan dari Suku Arecaceae Menggunakan AHP dengan Aplikasi Expert Choice Purwo Subekti; Defidelwina; Defidelwina; Eddy Elfiano; Arif Rahman Saleh; Siswo Pranoto
Aptek Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 15, No. 01, Desember 2022
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/aptek.v15i1.1639

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi sumber bahan baku untuk energi berkelanjutan berbasis tanaman perkebunan dari suku arecacea, menggunakan AHP dengan aplikasi expert choice. Tanaman yang dipilih sebagai kriteria adalah kelapa dalam, kelapa hibrida, kelapa sawit, pinang, aren dan sagu. Sedangkan untuk komponen tanaman yang dipilih sebagai sub kriteria adalah buah, batang dan pelepah. Sementara itu, struktur tujuan yang diharapkan dari kriteria dan sub kriteria adalah bio oil, bahan bakar langsung, bahan bakar campuran, bio gas, bahan peredam panas dan bio arang. Hasil analisis kriteria adalah kelapa sawit dengan nilai bobot tertinggi sebesar 48%, dilanjutkan tanaman sagu 25%, aren 13%, kelapa dalam 7,3%, kelapa hibrida 4,7% dan pinang 2,1%. Kemudian dari hasil analisis tujuan, bio gas merupakan prioritas utama dengan nilai pembobotan 22,5%, sedangkan untuk prioritas selanjutnya bahan bakar langsung 19,9%, bio arang 18%, bio oil 17,2%, bahan peredam panas 11,2%, dan bahan bakar campuran 10,7%. Sedangkan dari hasil analisis sub kriteria, buah merupakan prioritas utama sebagai sediaan bahan baku dengan nilai bobot sebesar 53,2%, kemudian disusul batang 35,4%, dan pelepah 11,4%. Berdasarkan analisis sensitivitas, metrik penilaian prioritas dari elemen kriteria, sub kriteria dan tujuan bisa diterima dan diandalkan. Hal tersebut dibuktikan dengan nilai konsistensi kriteria sebesar 0%, konsistensi sub kriteria 8%, dan nila konsistensi tujuan 4%.
Studi Literatur:Mekanika Lagrange Yulinda Ariyanti; Raniati; Purwo Subekti; Hamid Syahropi
Aptek Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 15, No. 01, Desember 2022
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/aptek.v15i1.1654

Abstract

Metode Lagrange merupakan suatu metode yang terdiri dari Energi Kinetik dan Energi Potensial. Dalam perumusannya koordinat yang digunakan adalah posisi dan kecepatan. Dalam mekanika Lagrange, alur benda didapat dengan mencari jalur yang meminimkan aksi, sebuah kuantitas yang merupakan integral dari Lagrangean sejalan dengan waktu. Lagrangean untuk mekanika klasik dibedakan dengan energi kinetik dan energi potensial. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Adapun pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah studi pustaka dari hasil penelitian terdahulu yang berkaitan dengan Mekanika Lagrange. Melalui penelitian dengan metode studi pustaka yang terkait, diharapkan artikel ini dapat dikembangkan dan menjadi rujukan bagi penulis berikutnya. MekanikaLagrange merupakan suatu metode penyelesaian persoalan mekanika yang tidak mudah diselesaikan dengan Mekanika Newton. Posisi partikel di dalam satu ruang dapat ditentukan melalui 3 koordinat. Koordinat tersebut dapat berupa koordinat kartesan, koordinat bola atau koordinat silinder.
Optimasi Pembuatan Briket Berdasarkan Analisis Kalor Menggunakan Arang Tempurung Kelapa Dan Hazelnut Oil Heri Suripto; Purwo Subekti; Yose Rizal; Saiful Anwar
Aptek Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 15, No. 02, Juni 2023
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/aptek.v15i2.1929

Abstract

Briket telah dikembangkan sebagai solusi untuk memenuhi kebutuhan energi di daerah yang memiliki keterbatasan akses terhadap sumber daya energi konvensional seperti listrik atau gas alam. Briket ini merupakan alternatif energi yang lebih terjangkau dan tersedia secara lokal. Biasanya, briket dibuat dari limbah biomassa seperti biomassa, limbah pertanian, serbuk kayu, atau tempurung kelapa. Untuk meningkatkan nilai kalor atau kandungan energi briket sebagai sumber energi alternatif, beberapa langkah dapat diambil, seperti memilih bahan baku dengan nilai kalor yang tinggi, menggunakan bahan tambahan yang memiliki sifat pembakaran baik, meningkatkan densitas briket, dan mengatur parameter proses produksi seperti suhu, tekanan, dan waktu pembakaran. Dalam penelitian ini, tahapannya melibatkan pembuatan briket dengan kombinasi arang tempurung kelapa dan hazelnut oil dalam perbandingan 3:1, serta menggunakan komposisi perekat 90:10%, 85:15%, 80:20%, dan 75:25%. Hasil pengujian menunjukkan bahwa nilai kalor optimal terdapat pada sampel B, yaitu sebesar 6061 kJ. Hal ini menunjukkan bahwa sampel B memiliki potensi energi yang paling tinggi dibandingkan dengan sampel lainnya. Briket tersebut memiliki kandungan debu sebesar 4,3% dan kandungan air sebesar 4,7%. Waktu bakar untuk briket tersebut adalah 1,6 g/menit.