Meskipun memiliki kepentingan strategis dalam perekonomian Indonesia, UMKM terus menghadapi kendala di bidang digitalisasi, literasi keuangan, inovasi, dan pengembangan sumber daya manusia. Melalui pelatihan komprehensif tentang subjek seperti pemasaran AI, manajemen keuangan, pengembangan sumber daya manusia, dan inovasi produk, pengabdian kepada masyarakat ini mengatasi masalah-masalah ini untuk UMKM di Desa Wisata Bojong Rangkas. 39 UMKM dari berbagai industri, termasuk fashion, craft, dan kuliner, berpartisipasi dalam kegiatan tersebut pada tanggal 6 November 2025. Pedekatan yang digunakan adalah ceramah interaktif, demonstrasi, dan praktik langsung sebagaimana dianjurkan dalam model capacity building UMKM (Ainurrokhim, Hati, and Adibta 2024). Evaluasi pasca pelatihan dilakukan melalui kuesioner Likert untuk mengukur empat dimensi utama: AI marketing, keuangan, SDM, dan inovasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa seluruh dimensi memperoleh skor rata-rata tinggi, yaitu 4,20 untuk AI marketing; 4,21 untuk keuangan; 4,37 untuk SDM; dan 4,28 untuk inovasi. Mayoritas peserta juga menunjukkan peningkatan pemahaman terhadap strategi digital, termasuk pengemasan dan promosi produk, yang merupakan bagian penting dalam pengembangan UMKM (Rahmawati et al. 2023). Secara umum, pelatihan terbukti efektif meningkatkan kesiapan digital dan kapasitas manajerial UMKM Bojong Rangkas. Kegiatan ini memberikan gambaran bahwa pendekatan pelatihan yang menggabungkan aspek teknologi, keuangan, SDM, dan inovasi mampu menciptakan transformasi UMKM secara komprehensif. Ke depan, diperlukan pendampingan berkelanjutan dan integrasi dengan ekosistem digital agar peningkatan kapasitas pelaku UMKM dapat terimplementasi secara konsisten.