Claim Missing Document
Check
Articles

Fostering 21st-Century Skills for Sustainable Education through Language Learning Beliefs and Practices: A Narrative Inquiry Rahmawati, Fithriyah; Putikadyanto, Agus Purnomo Ahmad; Efendi, Agik Nur
Entita: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Ilmu-Ilmu Sosial Special Edition: Renaisans 1st International Conference of Social Studies
Publisher : IAIN Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ejpis.v1i.19130

Abstract

Moving further to the 21st century, education needs to provide students with essential knowledge and the abilities required for succeeding in a global interconnection and sustainable environment. The role of foreign language education is crucial in this transformation, but the perceptions of teachers and students regarding language learning are just as significant. Through narrative inquiry, this study explored the foreign language teachers' beliefs toward language learning and a story of how the beliefs foster 21st-century skills- like critical thinking, communication, and global awareness- within a sustainable education context. The analysis revealed two topics of discussion: 1) the influence of personal beliefs on teaching practices and 2) the emphasis on 21st-century skills in classroom practice for sustainable education. The study provides implications for teachers, practitioners, educational institutions, and stakeholders.
EcoEduLitera SDGs: Pendidikan Lingkungan dalam Karya Sastra Cerita Rakyat Madura Ki Ageng Tarub Firnanda, Aldi; Alatas, Mochamad Arifin; Putikadyanto, Agus Purnomo Ahmad
Entita: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Ilmu-Ilmu Sosial Special Edition: Renaisans 1st International Conference of Social Studies
Publisher : IAIN Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ejpis.v1i.19137

Abstract

Pendidikan lingkungan masih sering terabaikan dalam pembelajaran sastra, padahal karya sastra dapat menjadi media efektif untuk menyampaikan nilai ekologis. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pendidikan lingkungan, sastra lingkungan dan SDGs dalam cerita rakyat Madura Ki Ageng Tarub. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan data utama cerita rakyat Madura Ki Ageng Tarub, dikumpulkan melalui teknik simak catat. Analisis menggunakan teori sistem terbuka, organisasi selalu berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Hasil penelitian cerita ini mengandung pesan konservasi lingkungan dalam menjaga keseimbangan lingkungan melalui penghijauan. Selain itu, mencerminkan sastra lingkungan hubungan manusia dengan alam disimbolkan melalui reboisasi, perlindungan flora dan fauna, serta kelestarian air. Cerita ini memiliki tujuan berkelanjutan seperti SDG 3, SDG 6, SDG 8, SDG 13, dan SDG 15..
Program Makan Bergizi Gratis: Analisis Kritis Transformasi Pendidikan Indonesia Menuju Generasi Emas 2045 Albaburrahim, Albaburrahim; Putikadyanto, Agus Purnomo Ahmad; Efendi, Agik Nur; Alatas, Mochamad Arifin; Romadhon, Sahrul; Wachidah, Liana Rochmatul
Entita: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Ilmu-Ilmu Sosial Special Edition: Renaisans 1st International Conference of Social Studies
Publisher : IAIN Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ejpis.v1i.19191

Abstract

This research analyzes the Free Nutritious Meal Program (MBG) which is one of Prabowo Subianto's programs as a strategic effort to accelerate the transformation of Indonesian education to achieve the vision of the Golden Generation 2045. This research used a qualitative approach with a case study design. Data were collected through interviews with principals, parents, teachers, and students in schools that received the program. Analysis of policy documents and evaluation reports, as well as direct observation of program implementation, were used to gain a thorough understanding. This research shows that the program can generally improve health, academic achievement, and the golden generation of 2045. However, there are various challenges to the program, namely: First, the distribution of logistics in remote areas. Secondly, the lack of health standardization, sustainable financing, and changes in the behavior of the Indonesian people.
Strategi Permintaan Maaf dalam Interaksi Jual Beli Etnis Madura: Kajian Etnocyberpragmatik Putikadyanto, Agus Purnomo Ahmad; Djodjok Soepardjo; Mulyono; Savitri, Agusniar Dian
Entita: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Ilmu-Ilmu Sosial Special Edition: Renaisans 1st International Conference of Social Studies
Publisher : IAIN Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ejpis.v1i.19225

Abstract

This study examines the apology speech strategies in online buying and selling interactions within the Madurese ethnic community using an ethnocyberpragmatic approach. Apologies are a crucial aspect of interpersonal communication, reflecting politeness, ethics, and efforts to maintain social harmony. In the context of cattle trading conducted via social media platforms such as YouTube, the Madurese people display distinct linguistic practices. The data were collected through non-participant observation of 200 YouTube Shorts videos depicting cattle trading interactions uploaded on the “Dunia Sapi” social media account. The findings reveal that the apology strategies employed include expressions of regret, direct apologies, reasoning, acknowledgment of fault, as well as newly identified strategies such as warnings and reproaches—elements not found in the CCSARP (Cross-Cultural Speech Act Realization Project) model. These results indicate that digital media does not erase local cultural traces but instead serves as a new space for expressing cultural values in online communication. This study underscores the importance of understanding linguistic dynamics in digitally mediated social interactions and expands cross-cultural pragmatic studies through an approach that integrates ethnographic and pragmatic analysis in the context of ethnic online communication.
Lanskap Linguistik pada Ruang Publik Makam Waliyullah di Madura: Bentuk dan Fungsi Penggunaan Bahasa Adriana, Iswah; Putikadyanto, Agus Purnomo Ahmad; Efendi, Agik Nur; Aulia, Nora Erika
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.v7i1.18751

Abstract

Public spaces in the waliyullah gravesites in Madura are deeply embedded with religious and cultural meanings, as reflected in the use of language on signboards, prayers, and other symbolic representations. This study aims to analyze the forms and functions of language use in the public spaces of waliyullah tombs in Madura. The tombs that serve as the focus of this research include the tomb of Syaikhona Cholil in Bangkalan, the tomb of Ratu Ibu in Sampang, the Batu Ampar tomb in Pamekasan, and the Asta Tinggi tomb in Sumenep. This study employs a qualitative approach with data collection techniques including observation, interviews, and documentation. The findings indicate that Indonesian predominantly dominates language use in the public spaces of waliyullah tombs, while Arabic and Madurese are used to represent religious and local cultural identities. The functions of language in these public spaces include an informative function, which provides guidance and regulations, and a symbolic function, which reinforces religious and cultural identities.
Analisis Wacana Posisi Pembaca Pada Pemberitaan Kekerasan Seksual Di Media Daring Tik Tok : Perspektif Sara Mills Nadia, Nurun Nafilah; Putikadyanto, Agus Purnomo Ahmad
Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/ejip.v4i4.2446

Abstract

Maraknya pemberitaan mengenai kejadian kekerasan seksual yang ada pada media massa dan media daring (Online), termasuk dalam platform TikTok menunjukkan urgensi untuk menelaah terhadap representasi isu tersebut secara lebih kritis. Media memiliki suatu peran strategis dalam membentuk suatu konstruksi sosial dan realitas, termasuk didalamnya dalam membingkai terhadap wacana kasus terhadap kekerasan seksusal. Namun dalam kenyataannya wacana atau pemberitaan seringkali sarat dengan bias dan berpotensi mendeskriminasikan korban. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konstruksi pembaca dalam wacana atau pemberitaan kekerasan seksual di TikTok menggunakan persepektif Sara Mills.. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan menggunakan teknik observasi dan pencacatan terhadap sejumlah konten vedio terkait kekerasan seksual di TikTok. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik simak dengan teknik lanjutan bebas libat cakap. Hasil analisis menunjukkan bahwasanya teks dan komentar di TikTok membentuk posisi pembaca sebagai agen moral, saksi pasif, atau partisipan dalam wacana gender. Variasi posisi ini dipengaruhi oleh faktor sosial, terutama gender yang nantinya menghasilkan perbedaan respon terhadap narasi. Representasi korban dan pelaku menunjukkan peran bahasa dalam membentuk suatu persepsi publik, empati, dan normalisasi kekerasan. Temuan ini menegaskan pentingnya kesadaran kritis terhadap framing media daring (online) dan urgensi pembangunan narasi yang berpihak pada korban.
BAHASA PRESIDEN JOKO WIDODO SELAMA PANDEMI COVID-19: KORELASI DENGAN STRES, KESEJAHTERAAN, EMOSI NEGATIF, DAN POLITIK Efendi, Agik Nur; Putikadyanto, Agus Purnomo Ahmad; Adriana, Iswah; Kurniawati, Erika
Salingka Vol 19, No 1 (2022): SALINGKA, Edisi Juli 2022
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/salingka.v19i1.602

Abstract

Artikel ini membahas tentang bahasa Presiden Joko Widodo selama pandemi Covid-19. Kami mencoba menyoroti bagaimana seorang pemimpin negara mengkonstruksi bahasa guna menciptakan kedamaian dan ketenangan pada masyarakat di tengah kepanikan akibat pandemi Covid-19. Data penelitian ini berasal dari akun Youtube Sekretariat Negara berjudul Penjelasan Presiden Joko Widodo Terkait Larangan Mudik (rilis 16 April 2021). Studi ini menyelidiki bahasa berdasarkan model metadiscourse Hyland. Hasil penelitian menunjukkan bahwa frekuensi transisi paling tinggi diikuti self-mentions.Penyebutan self-mentions menjadi titik penting dalam metadiscourse Presiden Joko Widodo terkait dengan unsur politik dan mengelolah emosi. Ini mengindikasikan bahwa Presiden Joko Widodo menarik simpati melalui ajakan secara bersama-sama untuk menjaga kondusivitas daerah akibat Covid. Presiden Joko Widodo juga seolah-olah menunjukkan kehadirannya melalui perasaan yang sama seperti yang dialami masyarakat. Bahasa-bahasa ini berkorelasi dengan aspek kebahagiaan, kesejahteraan, dan memuat unsur politis guna memberikan ketenangan. Meskipun aspek tersebut guna meredam sisi emosi dan stress yang dialami masyarakat.
Diversitas dan Dialog Lintas Agama: Konstruksi Wacana Perdamaian Pada Siswa Multi-Agama di Sidoarjo Agik Nur Efendi; Agus Purnomo Ahmad Putikadyanto; Moh. Arif Susanto
NUANSA: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam Vol. 20 No. 1 (2023)
Publisher : Research Institute and Community Engagement of UIN MADURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/nuansa.v20i1.8111

Abstract

This article examines the use of children's language in religious dialogue in schools. Language is a means of communication and a means of forming one's understanding. Through language, they are able to respond to and explore various religious ideas of each other. This study uses the conceptual theory of dialogueism from Mikhail Bakhtin on the assimilation of language and meaning which is a feature of children's religious discourse construction. In addition, Martin and Bartlett's concept of positive discourse and Fairclough's lingual device were also used in this study. This research was conducted in one of the private elementary schools in Sidoarjo Regency. . The choice of location cannot be separated from the fact that the school has diverse students and teachers, both in terms of ethnicity, religion, economy, and background. Students at the school are synonymous with diversity. Observations and interviews were used for data collection in this article. The results showed that children's language got various concepts and language related to religion. They engage with narratives of various beliefs and position their own understanding of religion in confluence with the words and meanings they have assimilated from the encounters of each of these traditions. In addition, the various features of language that children show positive and diverse words, This article is important to review language for religious education from a broader understanding of children's religious dialogue. (Artikel ini mengkaji penggunaan bahasa anak dalam dialog keagamaan di sekolah. Bahasa menjadi sarana komunikasi dan sarana membentuk pemahaman seseorang. Melalui bahasa, mereka mampu menanggapi dan mengeksplorasi berbagai ide agama masing-masing. Penelitian ini menggunakan teori konsepsi tentang dialogisme dari Mikhail Bakhtin pada asimilasi bahasa dan makna yang merupakan ciri konstruksi wacana keagamaan anak-anak. Selain itu, konsep wacana positif Martin dan Bartlett serta piranti lingual Fairclough turut digunakan dalam penelitian ini. Penelitian ini dilakukan di salah satu Sekolah Dasar Swasta yang ada di Kabupaten Sidoarjo. Pemilihan lokasi tidak terlepas bahwa sekolah tersebut memiliki siswa dan guru yang beragam, baik dari segi etnis, agama, ekonomi, dan latar belakang. Siswa di sekolah identik dengan keberagaman. Observasi dan wawancara digunakan untuk pengumpulan data pada artikel ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa anak-anak mendapatkan berbagai konsep dan bahasa terkait dengan agama. Mereka terlibat dengan narasi berbagai kepercayaan dan memposisikan pemahaman agama mereka sendiri dalam kaitannya dengan kata-kata dan makna yang telah mereka asimilasi dari pertemuan dengan masing-masing tradisi tersebut. Selain itu, berbagai fitur lingual yang diungkapkan oleh anak-anak menunjukkan kosa kata yang positif dan membangun keberagaman, Artikel ini penting untuk meninjau implikasi bahasa bagi pendidikan agama dari pemahaman yang lebih luas tentang proses membangun makna dalam dialog keagamaan anak.)
Mewujudkan Sekolah Ramah Anak: Implementasi Disiplin Positif dalam Kurikulum Merdeka Putikadyanto, Agus Purnomo Ahmad; Amin, Moh. Badruddin; Wachidah, Liana Rochmatul
Kiddo: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini SPECIAL EDITION: ARAKSA I
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/kiddo.v1i1.12766

Abstract

This article discusses the implementation of positive discipline as an approach to creating child-friendly schools in the context of the Merdeka Curriculum. The research aims to identify effective strategies for implementing positive discipline to enhance a supportive learning environment for the holistic development of children in schools, as well as its successes and challenges. The research method used is qualitative study with a descriptive analytical approach. Data were collected through participatory observation, interviews with teachers and principals, as well as analysis of school policy documents and curriculum. The results show that the implementation of positive discipline in the Merdeka Curriculum can help create an inclusive, collaborative, and supportive school culture that promotes the social-emotional development of children despite challenges in its implementation. This article provides insights into the importance of positive discipline approaches in creating child-friendly schools and offers recommendations for the development of more supportive practices and policies at the school level.
Kesantunan Positif Interaksi Jual Beli Akun Dewi Ck di Tiktok: Analisiss Siber Pragmatik Perspektif Brown dan Levinson Wardani, Mila Ayu Sri; Putikadyanto, Agus Purnomo Ahmad; Nur Efendi, Agik; Firnanda , Aldi
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia SPECIAL EDITION: LALONGET VI
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.vi.21729

Abstract

Penelitian ini membahas penerapan strategi kesantunan positif dalam interaksi jual beli daring yang dilakukan oleh masyarakat Madura melalui platform TikTok, dengan pendekatan siber pragmatik. Strategi kesantunan positif dipahami sebagai upaya menjaga wajah positif (positive face) mitra tutur melalui sikap menghargai, menunjukkan kesamaan, dan membangun keakraban dalam komunikasi. Penelitian bertujuan untuk menelaah dan menguraikan berbagai bentuk strategi kesantunan positif berdasarkan kerangka teori Brown dan Levinson serta prinsip-prinsip kesantunan menurut Geoffrey Leech. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif dan menggunakan tuturan sebagai bahan kajian pembeli dan penjual pada kolom komentar pada video interaksi jual beli di akun “Dewi Ck” di TikTok. Data dikumpulkan melalui observasi nonpartisipatif terhadap praktik jual beli produk lokal seperti cushion, skincare, deodorant, dan suplemen diet. Hasil analisis menunjukkan bahwa strategi yang dominan digunakan meliputi: memberi perhatian atau ungkapan kesukaan, penggunaan penanda identitas kelompok, menyatakan persetujuan, serta memberikan dan menanyakan alasan. Temuan ini menunjukkan bahwa strategi tersebut tidak hanya merefleksikan keharmonisan sosial, tetapi juga menegaskan pelestarian identitas budaya Madura dalam komunikasi digital. Oleh karena itu, platform seperti TikTok Shop tidak sekadar menjadi ruang transaksi, tetapi juga medium bagi praktik berbahasa yang santun, inklusif, dan berakar pada nilai-nilai budaya lokal.