Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Satire dalam Program "In My Sotoy Opinion" di Narasi TV pada Bulan Februari Tahun 2022: Satire Analysis in "The In My Sotoy Opinion" Program on Narasi TV in February 2022 Fitriyatullaili, Fitriyatullaili; Putikadyanto, Agus Purnomo Ahmad; Efendi, Agik Nur; Effendy, Moh Hafid
Kibas Cenderawasih Vol. 20 No. 1 (2023): Kibas Cenderawasih, April 2023
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/kc.v20i1.346

Abstract

Satire is a style of language that is used to satirize someone about something or the form of argument given by someone which often invites laughter. This article aims to find out the form of satire In My Sotoy Opinion program on Narasi TV in Februari 2022. This research uses a descriptive qualitative approach. The data from this study are transcripts of satirical utterances from YouTube in My Sotoy Opinion program on Narasi TV in Februari 2022. Data collection techniques used download, listening, and note-taking techniques, while data analysis in this study was carried out by identifying data, data classification, and data description. The results of the study show that the satirical sentences uttered by Devan Yulio Setiawan as the host of this program generally discuss social phenomena that are being discussed virally on social media. It can be concluded that the majority is dominated by satire in the form of irony. The findings of satire in the In My Sotoy Opinion Program form an attraction to the audience because it is motivational content that has a different concept from motivational content in general.
IMPLEMENTATION OF ISLAMIC EDUCATION CURRICULUM MANAGEMENT BASED ON PESANTREN LOCAL WISDOM IN THE ERA OF DISRUPTION Effendy, Moh Hafid; Putikadyanto, Agus Purnomo Ahmad; Rizam, Masyithah Maghfirah
re-JIEM (Research Journal of Islamic Education Management) Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : Prodi MPI Fakultas Tarbiyah IAIN Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/re-jiem.v7i1.10607

Abstract

This research is motivated by the development of Islamic religious education at Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata, where the curriculum patterns have become increasingly diverse over time. The purpose of this study is to describe the implementation of Islamic education curriculum management based on the local wisdom of the pesantren. A qualitative approach with a phenomenological type is used. Data was collected through interviews, observations, and documentation. Data analysis was conducted through the stages of reduction, data display, and conclusion drawing/verification. The results of the study show that the curriculum is implemented through the stages of planning, curriculum implementation, structured program arrangements, assignment of teaching duties, and curriculum evaluation or assessment. Meanwhile, the subjects programmed by the pesantren are integrated into the learning process at Madrasah Aliyah, consisting of two majors: Science and Social Studies, including Science, Taruna, Research, Regular, and Intensive classes.
Analisis Penggunaan Bahasa Vulgar Kalangan Anak Milenial pada Game Mobile Legends di Desa Larangan Luar Larangan Pamekasan As Syawaliyah, St. Suhaimah; Putikadyanto, Agus Purnomo Ahmad; Efendi, Agik Nur; Effendy, Moh. Hafid
Lingua Skolastika Vol 2 No 1 (2023): LINGUA SKOLASTIKA: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya (LINS
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/linsko.v2i1.38675

Abstract

Vulgar merupakan variasi sosial yang ciri-cirinya berupa pemakaian bahasa oleh kalangan yang kurang terpelajar atau dari kalangan yang tidak berpendidikan sesuai tingkat intelektual penuturnya. Oleh karena itu bahasa yang digunakan adalah bahasa dengan kata-kata kasar. Kata kasar inilah yang menjadi ciri khas bahasa vulgar. Penelitian mengenai penggunaan bahasa vulgar terjadi pada kalangan anak milenial pada game mobile legends ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan jenis bahasa vulgar yang dituturkan anak milenial Larangan Luar, Larangan, Pamekasan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Sumber data diperoleh melalui data primer yaitu kalangan anak milenial pemain game mobile legends dan data sekunder bisa berupa jurnal, buku, foto maupun internet yang terkait dengan penelitian. Prosedur pengumpulan data melalui metode simak dengan beberapa teknik dasar berupa teknik sadap, teknik simak bebas libat cakap, dan teknik catat serta dokumentasi. Analisis data melalui reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data dilakukan melalui uji kredibilitas dengan teknik triangulasi sumber. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan. Pertama, adanya bentuk-bentuk bahasa vulgar yang biasa digunakan dalam permainan game mobile legends, bentuknya diklasifikasikan pada dua bentuk bahasa vulgar berupa bentuk vulgar bahasa Indonesia dan bentuk vulgar bahasa Daerah atau bahasa Madura. Kedua, jenis bahasa vulgar yang sering digunakan anak milenial dalam permainan game terdapat 8 penggunaan jenis yang berbeda ketika bertutur kata, meliputi keadaan, binatang, makhluk halus, benda-benda, bagian tubuh, kekerabatan, aktivitas, profesi. Namun dari 8 jenis tersebut hanya 1 yang tidak digunakan yaitu jenis kekerabatan.
Multilingualisme dan Kesetiaan Berbahasa Indonesia: Studi Lanskap Linguistik di Ruang Publik Pamekasan, Madura Agus Purnomo Ahmad Putikadyanto; M. Arifin Alatas; Albaburrahim Albaburrahim; Mochammad Ilyas Junjunan
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 13, No 1 (2024): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v13i1.4584

Abstract

This study aims to describe the types of languages used and the loyalty to the Indonesian language in public spaces in Pamekasan. The research data consists of 704 linguistic objects in public spaces in Pamekasan such as street names, brand names, and business establishments, names of places of worship, names of trade complexes, names of offices, names of educational institutions, names of hospitals, building names, organization names, names of public facilities, road signs, and banners and product service advertisements. The results revealed the use of multiple languages in public spaces in Pamekasan, with eight language variations, including Indonesian, Indonesian and English, Indonesian and Arabic, English, Indonesian and Javanese, Indonesian and Madurese, Madurese, and other languages. Language loyalty to Indonesian in public spaces in Pamekasan was found to be relatively high, with pure Indonesian language use at 63%, Indonesian and other languages at 28%, and the use of regional and foreign languages at 9%. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis bahasa dan bagaimana kesetiaan berbahasa Indonesia di ruang publik Pamekasan. Data penelitian ini sejumlah 704 objek linguistik di ruang publik Pamekasan seperti nama jalan, merk dagang & lembaga usaha, nama tempat ibadah, nama kompleks perdagangan, nama perkantoran, nama lembaga pendidikan, nama rumah sakit, nama gedung, nama organisasi, nama fasilitas umum, nama rambu umum & penunjuk jalan, dan nama spanduk dan iklan layanan produk. Hasilnya ditemukan multilingualisme penggunaan bahasa di ruang publik Pamekasan dengan 8 jenis variasi bahasa yakni bahasa Indonesia, bahasa Indonesia & Inggris, bahasa Indonesia & Arab, bahasa Inggris, bahasa Indonesia & Jawa, bahasa Indonesia & Madura, bahasa Madura, dan bahasa lainnya. Kesetiaan berbahasa Indonesia di ruang publik Pamekasan ditemukan masih cukup tinggi. Penggunaan bahasa Indonesia murni ditemukan sebanyak 63%, bahasa Indonesia dan bahasa lain 28%, dan bahasa daerah dan bahasa asing sebanyak 9%.
Implementasi Penilaian Berdiferensiasi dalam Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Era Kurikulum Merdeka pada Siswa Kelas XII di SMK Negeri 3 Pamekasan Hamlatus Sa’adah; Agik Nur Efendi; Liana Rochmatul Wachidah; Agus Purnomo Ahmad Putikadyanto
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 7, No 3 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v7i3.91656

Abstract

Penilaian menjadi aspek penting dalam pembelajaran, upaya pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan yang ada di Indonesia salah satunya dengan pembelajaran berdiferensiasi yang menjadi salah satu upaya pengembangan konsep merdeka. Oleh karena itu, ingin dikaji lebih lanjut bagaimana penerapan pembelajaran berdiferensiasi serta pelaksanaan penilaian sumatif dan formatif dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia era kurikulum merdeka pada kelas XII di SMK Negeri 3 Pamekasan. Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data penelitian diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis dengan teknik analisis data interaktif terdiri dari tiga kegiatan yang saling berkaitan, yakni reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dan verifikasi. Berdasarkan pemaparan analisis data hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat beberapa tahapan yang harus terpenuhi dalam pembelajaran berdiferensiasi yaitu mengetahui terlebih dahulu terkait gaya belajar yang siswa sukai, minat dan bakat peserta didik agar jenis pembelajaran berdiferensiasi dapat bekerja secara efektif dan optimal. Selain tentang pembelajaran berdiferensiasi, hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa pelaksanaan penilaian sumatif dan formatif dalam kelas, sudah dipasrahkan penuh kepada guru pengajar.
Budaya Literasi Membaca pada Siswa SMKN 3 Pamekasan Farida Herlina; Agus Purnomo Ahmad Putikadyanto; Liana Rochmatul Wachidah
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 7, No 3 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v7i3.91630

Abstract

Literasi membaca merupakan salah satu keterampilan yang harus dibudayakan. Membaca adalah Langkah awal untuk menguasai semua keterampilan berbahasa. Melalui membaca individu lebih mudah mendapatkan informasi dan bisa berpikir kritis, sehingga meningkatkan kualitas dirinya. Tujuan dalam penelitian ini adalah mendeskripsikan penerapan e-book dan e-learning serta pelaksanaan budaya literasi membaca pada siswa di SMKN 3 Pamekasan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Deskriptif kualitatif digunakan untuk menemukan data atau fonomena terkait budaya literasi membaca pada siswa SMKN 3 Pamekasan, dengan cara mewawancarai guru bahasa indonesia. Data dianalisis dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa SMKN 3 Pamekasan merapkan e-book dan e-learning untuk memudahkan siswa dalam belajar serta membudayakan literasi membaca selama 10 menit  untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa. Sehingga siswa dapat membuat karangan kata-kata maupun kalimat yang indah dan membuat cerpen.
Analisis Tes Subjektif sebagai Evaluasi Pembelajaran Menulis Teks Cerita Inspiratif pada Siswa Kelas IX MTs Hidayatut Thalibin Siti Romlah El Busthami; Liana Rochmatul Wachidah; Agus Purnomo Ahmad Putikadyanto
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 7, No 3 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v7i3.92275

Abstract

Dalam proses pembelajaran guru harus mampu menentukan tes yang cocok untuk digunakan dalam menilai kemampuan siswa dalam memahami materi yang diajarkan. Dimana, instrumen penilaian. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan hasil dari penggunaan tes subjektif dalam evaluasi pembelajaran bahasa Indonesia pada materi keterampilan menulis teks cerita isnpiratif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif berupa penjelasan mengenai penggunaan tes subjektif sebagai evaluasi keterampilan menulis teks cerita isnpiratif. Sumber data utama dalam penelitian ini yaitu siswa kelas IX MTs Hidayatut Thalibin. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan proses tes dan wawancara singkat. Hasil analisis data dalam penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan penggunaan tes subjektif merupakan penilaian utama dalam pembelajaran cerita inspiratif, guna mengetahui kemampuan menuulis teks cerita inspiratif mulai dari kesesuaian isi dengan tema, pengorganisasian struktur, dan penggunaan diksi. Data yang didapat akan dianalisis, secara kualitatif melalui proses menulis, pengamatan, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam evaluasi pembelajaran Bahasa Indonesia pada materi cerita inspiratif dengan penggunaan tes subjektif ini hasil yang di dapat mencerminkan kemampuan peserta didik yang sebenarnya.
Model Pembelajaran Berdiferensiasi pada Materi Transformasi Cerpen Menjadi Puisi Siswa Kelas XI-TKJ di SMKN 1 Tlanakan Maulinda Safitri; Moh. Hafid Effendy; Agus Purnomo Ahmad Putikadyanto
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 7, No 3 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v7i3.92403

Abstract

Keunikan dan perbedaan gaya belajar siswa menuntut guru untuk memiliki kemampuan dalam memilih secara tepat model pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa dan tujuan yang hendak dicapai. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran berdiferensiasi pada materi transformasi cerpen menjadi puisi yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan hasil dari penerapan model pembelajaran berdiferensiasi. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Instrumen penelitian yang berperan dalam proses pengumpulan data adalah peneliti sendiri. Sampel dalam penelitian ini yaitu guru bahasa Indonesia dan siswa kelas XI-TKJ. Informasi yang diperlukan diperoleh secara langsung dari informan tersebut. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Tahapan analisis data yang dilakukan meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran berdiferensiasi pada materi transformasi cerpen menjadi puisi efektif digunakan, namun pada indikator keberhasilan belum sepenuhnya menyeluruh. Penerapan model pembelajaran berdiferensiasi pada materi transformasi teks cerpen menjadi puisi mencakup beberapa aspek, yaitu diferensiasi konten, proses, dan produk. Simpulan dari penelitian ini yaitu dengan penerapan model pembelajaran berdiferensiasi maka peserta didik merasa senang dan merasa mendapatkan perhatian yang lebih dengan dipenuhinya kebutuhan dalam kegiatan pembelajaran.
Menciptakan Generasi Peduli Lingkungan: Inovasi Ekokurikulum Berbasis Kearifan Lokal Madura di SMP Pamekasan Putikadyanto, Agus Purnomo Ahmad; Wachidah, Liana Rochmatul; Sari, Sifa Yunita
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 2024: SPECIAL EDITION: LALONGET V
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.vi.17180

Abstract

The present curriculum emphasizes contextual learning, which can be used to shape a generation that appreciates the environment and develops character based on ecological principles. The purpose of this study is to describe the innovation of implementing Madurese local wisdom eco-curriculum at Pamekasan Middle School. This study uses a qualitative research method. The data sources for this study were 4 principals of Pamekasan Middle Schools, the deputy head of curriculum, teachers, and students. The research data were in the form of observation results, interviews, and documentation. The results of this study are (1) the preparation of an independent curriculum with Madurese local wisdom integrated with environmental values ​​at Palengaan 2 Middle School, Larangan 1 Middle School, Pameksan 4 Middle School, and Gro’om Middle School, which includes a series of systematic and planned steps, starting from learning planning to developing teaching modules. Awareness of the importance of protecting the environment can be instilled through a learning approach that is relevant to the local context. All activities are designed by considering the Learning Components, Learning Objectives, and Learning Tools. The challenges faced are very diverse and complex, covering various aspects that affect the effectiveness of curriculum implementation. The potential of the Merdeka Curriculum with Madura's local wisdom in creating a generation that cares about the environment is significant. This is reflected through cultural values, which are needed to become agents of change who are committed to environmental conservation.
Ekofeminisme Spritual Starhawk: Hubungan Spiritual Alam pada Novel Mantan Ledek Tayub Karya Dandang A Dahlan Badriya, Noer Lailatul; Putikadyanto, Agus Purnomo Ahmad
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 2024: SPECIAL EDITION: LALONGET V
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.vi.17861

Abstract

This research is motivated by the existence of elements of spiritual ecofeminism in the Starhawk perspective in the novel Former Ledek Tayub by Dandang A. Dahlan. The purpose of this study is to describe the form of abuse of nature carried out to oppress Ganis characters, classify the categories of spiritual ecofeminism violations experienced by Ganis characters using the Starhawk perspective, and the relationship between Ganis characters and nature. This research is a qualitative descriptive research. With data collection techniques using reading and recording techniques. The results of the research include the form of misuse of nature carried out to oppress the character of Ganis, namely witchcraft, classifying the category of violations of spiritual ecofeminism experienced by the character Ganis in the perspective of Starhawk, namely the violation of interconnection, and the relationship of the character of Ganis with nature, namely the union of Ganis with nature with meditation in tritisan that is carried out and carrying out traditions of gratitude to the Creator of nature such as ruwatan. It can be concluded that spiritual ecofeminism from the perspective of Starhawk, spiritual ecofeminism exists as a form of self-control in utilizing the surrounding nature so that this will prevent the nature of mastery and a form of awareness that humans need to be one with nature to be close to God and create peace of heart and mind.