Claim Missing Document
Check
Articles

IMPLEMENTATION OF ISLAMIC EDUCATION CURRICULUM MANAGEMENT BASED ON PESANTREN LOCAL WISDOM IN THE ERA OF DISRUPTION Effendy, Moh Hafid; Putikadyanto, Agus Purnomo Ahmad; Rizam, Masyithah Maghfirah
re-JIEM (Research Journal of Islamic Education Management) Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : Prodi MPI Fakultas Tarbiyah IAIN Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/re-jiem.v7i1.10607

Abstract

This research is motivated by the development of Islamic religious education at Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata, where the curriculum patterns have become increasingly diverse over time. The purpose of this study is to describe the implementation of Islamic education curriculum management based on the local wisdom of the pesantren. A qualitative approach with a phenomenological type is used. Data was collected through interviews, observations, and documentation. Data analysis was conducted through the stages of reduction, data display, and conclusion drawing/verification. The results of the study show that the curriculum is implemented through the stages of planning, curriculum implementation, structured program arrangements, assignment of teaching duties, and curriculum evaluation or assessment. Meanwhile, the subjects programmed by the pesantren are integrated into the learning process at Madrasah Aliyah, consisting of two majors: Science and Social Studies, including Science, Taruna, Research, Regular, and Intensive classes.
Analisis Penggunaan Bahasa Vulgar Kalangan Anak Milenial pada Game Mobile Legends di Desa Larangan Luar Larangan Pamekasan As Syawaliyah, St. Suhaimah; Putikadyanto, Agus Purnomo Ahmad; Efendi, Agik Nur; Effendy, Moh. Hafid
Lingua Skolastika Vol 2 No 1 (2023): LINGUA SKOLASTIKA: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya (LINS
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/linsko.v2i1.38675

Abstract

Vulgar merupakan variasi sosial yang ciri-cirinya berupa pemakaian bahasa oleh kalangan yang kurang terpelajar atau dari kalangan yang tidak berpendidikan sesuai tingkat intelektual penuturnya. Oleh karena itu bahasa yang digunakan adalah bahasa dengan kata-kata kasar. Kata kasar inilah yang menjadi ciri khas bahasa vulgar. Penelitian mengenai penggunaan bahasa vulgar terjadi pada kalangan anak milenial pada game mobile legends ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan jenis bahasa vulgar yang dituturkan anak milenial Larangan Luar, Larangan, Pamekasan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Sumber data diperoleh melalui data primer yaitu kalangan anak milenial pemain game mobile legends dan data sekunder bisa berupa jurnal, buku, foto maupun internet yang terkait dengan penelitian. Prosedur pengumpulan data melalui metode simak dengan beberapa teknik dasar berupa teknik sadap, teknik simak bebas libat cakap, dan teknik catat serta dokumentasi. Analisis data melalui reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data dilakukan melalui uji kredibilitas dengan teknik triangulasi sumber. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan. Pertama, adanya bentuk-bentuk bahasa vulgar yang biasa digunakan dalam permainan game mobile legends, bentuknya diklasifikasikan pada dua bentuk bahasa vulgar berupa bentuk vulgar bahasa Indonesia dan bentuk vulgar bahasa Daerah atau bahasa Madura. Kedua, jenis bahasa vulgar yang sering digunakan anak milenial dalam permainan game terdapat 8 penggunaan jenis yang berbeda ketika bertutur kata, meliputi keadaan, binatang, makhluk halus, benda-benda, bagian tubuh, kekerabatan, aktivitas, profesi. Namun dari 8 jenis tersebut hanya 1 yang tidak digunakan yaitu jenis kekerabatan.
Multilingualisme dan Kesetiaan Berbahasa Indonesia: Studi Lanskap Linguistik di Ruang Publik Pamekasan, Madura Agus Purnomo Ahmad Putikadyanto; M. Arifin Alatas; Albaburrahim Albaburrahim; Mochammad Ilyas Junjunan
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 13, No 1 (2024): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v13i1.4584

Abstract

This study aims to describe the types of languages used and the loyalty to the Indonesian language in public spaces in Pamekasan. The research data consists of 704 linguistic objects in public spaces in Pamekasan such as street names, brand names, and business establishments, names of places of worship, names of trade complexes, names of offices, names of educational institutions, names of hospitals, building names, organization names, names of public facilities, road signs, and banners and product service advertisements. The results revealed the use of multiple languages in public spaces in Pamekasan, with eight language variations, including Indonesian, Indonesian and English, Indonesian and Arabic, English, Indonesian and Javanese, Indonesian and Madurese, Madurese, and other languages. Language loyalty to Indonesian in public spaces in Pamekasan was found to be relatively high, with pure Indonesian language use at 63%, Indonesian and other languages at 28%, and the use of regional and foreign languages at 9%. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis bahasa dan bagaimana kesetiaan berbahasa Indonesia di ruang publik Pamekasan. Data penelitian ini sejumlah 704 objek linguistik di ruang publik Pamekasan seperti nama jalan, merk dagang & lembaga usaha, nama tempat ibadah, nama kompleks perdagangan, nama perkantoran, nama lembaga pendidikan, nama rumah sakit, nama gedung, nama organisasi, nama fasilitas umum, nama rambu umum & penunjuk jalan, dan nama spanduk dan iklan layanan produk. Hasilnya ditemukan multilingualisme penggunaan bahasa di ruang publik Pamekasan dengan 8 jenis variasi bahasa yakni bahasa Indonesia, bahasa Indonesia & Inggris, bahasa Indonesia & Arab, bahasa Inggris, bahasa Indonesia & Jawa, bahasa Indonesia & Madura, bahasa Madura, dan bahasa lainnya. Kesetiaan berbahasa Indonesia di ruang publik Pamekasan ditemukan masih cukup tinggi. Penggunaan bahasa Indonesia murni ditemukan sebanyak 63%, bahasa Indonesia dan bahasa lain 28%, dan bahasa daerah dan bahasa asing sebanyak 9%.
Fostering 21st-Century Skills for Sustainable Education through Language Learning Beliefs and Practices: A Narrative Inquiry Rahmawati, Fithriyah; Putikadyanto, Agus Purnomo Ahmad; Efendi, Agik Nur
Entita: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Ilmu-Ilmu Sosial Special Edition: Renaisans 1st International Conference of Social Studies
Publisher : IAIN Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ejpis.v1i.19130

Abstract

Moving further to the 21st century, education needs to provide students with essential knowledge and the abilities required for succeeding in a global interconnection and sustainable environment. The role of foreign language education is crucial in this transformation, but the perceptions of teachers and students regarding language learning are just as significant. Through narrative inquiry, this study explored the foreign language teachers' beliefs toward language learning and a story of how the beliefs foster 21st-century skills- like critical thinking, communication, and global awareness- within a sustainable education context. The analysis revealed two topics of discussion: 1) the influence of personal beliefs on teaching practices and 2) the emphasis on 21st-century skills in classroom practice for sustainable education. The study provides implications for teachers, practitioners, educational institutions, and stakeholders.
EcoEduLitera SDGs: Pendidikan Lingkungan dalam Karya Sastra Cerita Rakyat Madura Ki Ageng Tarub Firnanda, Aldi; Alatas, Mochamad Arifin; Putikadyanto, Agus Purnomo Ahmad
Entita: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Ilmu-Ilmu Sosial Special Edition: Renaisans 1st International Conference of Social Studies
Publisher : IAIN Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ejpis.v1i.19137

Abstract

Pendidikan lingkungan masih sering terabaikan dalam pembelajaran sastra, padahal karya sastra dapat menjadi media efektif untuk menyampaikan nilai ekologis. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pendidikan lingkungan, sastra lingkungan dan SDGs dalam cerita rakyat Madura Ki Ageng Tarub. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan data utama cerita rakyat Madura Ki Ageng Tarub, dikumpulkan melalui teknik simak catat. Analisis menggunakan teori sistem terbuka, organisasi selalu berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Hasil penelitian cerita ini mengandung pesan konservasi lingkungan dalam menjaga keseimbangan lingkungan melalui penghijauan. Selain itu, mencerminkan sastra lingkungan hubungan manusia dengan alam disimbolkan melalui reboisasi, perlindungan flora dan fauna, serta kelestarian air. Cerita ini memiliki tujuan berkelanjutan seperti SDG 3, SDG 6, SDG 8, SDG 13, dan SDG 15..
Program Makan Bergizi Gratis: Analisis Kritis Transformasi Pendidikan Indonesia Menuju Generasi Emas 2045 Albaburrahim, Albaburrahim; Putikadyanto, Agus Purnomo Ahmad; Efendi, Agik Nur; Alatas, Mochamad Arifin; Romadhon, Sahrul; Wachidah, Liana Rochmatul
Entita: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Ilmu-Ilmu Sosial Special Edition: Renaisans 1st International Conference of Social Studies
Publisher : IAIN Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ejpis.v1i.19191

Abstract

This research analyzes the Free Nutritious Meal Program (MBG) which is one of Prabowo Subianto's programs as a strategic effort to accelerate the transformation of Indonesian education to achieve the vision of the Golden Generation 2045. This research used a qualitative approach with a case study design. Data were collected through interviews with principals, parents, teachers, and students in schools that received the program. Analysis of policy documents and evaluation reports, as well as direct observation of program implementation, were used to gain a thorough understanding. This research shows that the program can generally improve health, academic achievement, and the golden generation of 2045. However, there are various challenges to the program, namely: First, the distribution of logistics in remote areas. Secondly, the lack of health standardization, sustainable financing, and changes in the behavior of the Indonesian people.
Strategi Permintaan Maaf dalam Interaksi Jual Beli Etnis Madura: Kajian Etnocyberpragmatik Putikadyanto, Agus Purnomo Ahmad; Djodjok Soepardjo; Mulyono; Savitri, Agusniar Dian
Entita: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Ilmu-Ilmu Sosial Special Edition: Renaisans 1st International Conference of Social Studies
Publisher : IAIN Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ejpis.v1i.19225

Abstract

This study examines the apology speech strategies in online buying and selling interactions within the Madurese ethnic community using an ethnocyberpragmatic approach. Apologies are a crucial aspect of interpersonal communication, reflecting politeness, ethics, and efforts to maintain social harmony. In the context of cattle trading conducted via social media platforms such as YouTube, the Madurese people display distinct linguistic practices. The data were collected through non-participant observation of 200 YouTube Shorts videos depicting cattle trading interactions uploaded on the “Dunia Sapi” social media account. The findings reveal that the apology strategies employed include expressions of regret, direct apologies, reasoning, acknowledgment of fault, as well as newly identified strategies such as warnings and reproaches—elements not found in the CCSARP (Cross-Cultural Speech Act Realization Project) model. These results indicate that digital media does not erase local cultural traces but instead serves as a new space for expressing cultural values in online communication. This study underscores the importance of understanding linguistic dynamics in digitally mediated social interactions and expands cross-cultural pragmatic studies through an approach that integrates ethnographic and pragmatic analysis in the context of ethnic online communication.
Analisis Wacana Posisi Pembaca Pada Pemberitaan Kekerasan Seksual Di Media Daring Tik Tok : Perspektif Sara Mills Nadia, Nurun Nafilah; Putikadyanto, Agus Purnomo Ahmad
Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/ejip.v4i4.2446

Abstract

Maraknya pemberitaan mengenai kejadian kekerasan seksual yang ada pada media massa dan media daring (Online), termasuk dalam platform TikTok menunjukkan urgensi untuk menelaah terhadap representasi isu tersebut secara lebih kritis. Media memiliki suatu peran strategis dalam membentuk suatu konstruksi sosial dan realitas, termasuk didalamnya dalam membingkai terhadap wacana kasus terhadap kekerasan seksusal. Namun dalam kenyataannya wacana atau pemberitaan seringkali sarat dengan bias dan berpotensi mendeskriminasikan korban. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konstruksi pembaca dalam wacana atau pemberitaan kekerasan seksual di TikTok menggunakan persepektif Sara Mills.. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan menggunakan teknik observasi dan pencacatan terhadap sejumlah konten vedio terkait kekerasan seksual di TikTok. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik simak dengan teknik lanjutan bebas libat cakap. Hasil analisis menunjukkan bahwasanya teks dan komentar di TikTok membentuk posisi pembaca sebagai agen moral, saksi pasif, atau partisipan dalam wacana gender. Variasi posisi ini dipengaruhi oleh faktor sosial, terutama gender yang nantinya menghasilkan perbedaan respon terhadap narasi. Representasi korban dan pelaku menunjukkan peran bahasa dalam membentuk suatu persepsi publik, empati, dan normalisasi kekerasan. Temuan ini menegaskan pentingnya kesadaran kritis terhadap framing media daring (online) dan urgensi pembangunan narasi yang berpihak pada korban.
BAHASA PRESIDEN JOKO WIDODO SELAMA PANDEMI COVID-19: KORELASI DENGAN STRES, KESEJAHTERAAN, EMOSI NEGATIF, DAN POLITIK Efendi, Agik Nur; Putikadyanto, Agus Purnomo Ahmad; Adriana, Iswah; Kurniawati, Erika
Salingka Vol 19, No 1 (2022): SALINGKA, Edisi Juli 2022
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/salingka.v19i1.602

Abstract

Artikel ini membahas tentang bahasa Presiden Joko Widodo selama pandemi Covid-19. Kami mencoba menyoroti bagaimana seorang pemimpin negara mengkonstruksi bahasa guna menciptakan kedamaian dan ketenangan pada masyarakat di tengah kepanikan akibat pandemi Covid-19. Data penelitian ini berasal dari akun Youtube Sekretariat Negara berjudul Penjelasan Presiden Joko Widodo Terkait Larangan Mudik (rilis 16 April 2021). Studi ini menyelidiki bahasa berdasarkan model metadiscourse Hyland. Hasil penelitian menunjukkan bahwa frekuensi transisi paling tinggi diikuti self-mentions.Penyebutan self-mentions menjadi titik penting dalam metadiscourse Presiden Joko Widodo terkait dengan unsur politik dan mengelolah emosi. Ini mengindikasikan bahwa Presiden Joko Widodo menarik simpati melalui ajakan secara bersama-sama untuk menjaga kondusivitas daerah akibat Covid. Presiden Joko Widodo juga seolah-olah menunjukkan kehadirannya melalui perasaan yang sama seperti yang dialami masyarakat. Bahasa-bahasa ini berkorelasi dengan aspek kebahagiaan, kesejahteraan, dan memuat unsur politis guna memberikan ketenangan. Meskipun aspek tersebut guna meredam sisi emosi dan stress yang dialami masyarakat.
Diversitas dan Dialog Lintas Agama: Konstruksi Wacana Perdamaian Pada Siswa Multi-Agama di Sidoarjo Agik Nur Efendi; Agus Purnomo Ahmad Putikadyanto; Moh. Arif Susanto
NUANSA: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam Vol. 20 No. 1 (2023)
Publisher : Research Institute and Community Engagement of UIN MADURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/nuansa.v20i1.8111

Abstract

This article examines the use of children's language in religious dialogue in schools. Language is a means of communication and a means of forming one's understanding. Through language, they are able to respond to and explore various religious ideas of each other. This study uses the conceptual theory of dialogueism from Mikhail Bakhtin on the assimilation of language and meaning which is a feature of children's religious discourse construction. In addition, Martin and Bartlett's concept of positive discourse and Fairclough's lingual device were also used in this study. This research was conducted in one of the private elementary schools in Sidoarjo Regency. . The choice of location cannot be separated from the fact that the school has diverse students and teachers, both in terms of ethnicity, religion, economy, and background. Students at the school are synonymous with diversity. Observations and interviews were used for data collection in this article. The results showed that children's language got various concepts and language related to religion. They engage with narratives of various beliefs and position their own understanding of religion in confluence with the words and meanings they have assimilated from the encounters of each of these traditions. In addition, the various features of language that children show positive and diverse words, This article is important to review language for religious education from a broader understanding of children's religious dialogue. (Artikel ini mengkaji penggunaan bahasa anak dalam dialog keagamaan di sekolah. Bahasa menjadi sarana komunikasi dan sarana membentuk pemahaman seseorang. Melalui bahasa, mereka mampu menanggapi dan mengeksplorasi berbagai ide agama masing-masing. Penelitian ini menggunakan teori konsepsi tentang dialogisme dari Mikhail Bakhtin pada asimilasi bahasa dan makna yang merupakan ciri konstruksi wacana keagamaan anak-anak. Selain itu, konsep wacana positif Martin dan Bartlett serta piranti lingual Fairclough turut digunakan dalam penelitian ini. Penelitian ini dilakukan di salah satu Sekolah Dasar Swasta yang ada di Kabupaten Sidoarjo. Pemilihan lokasi tidak terlepas bahwa sekolah tersebut memiliki siswa dan guru yang beragam, baik dari segi etnis, agama, ekonomi, dan latar belakang. Siswa di sekolah identik dengan keberagaman. Observasi dan wawancara digunakan untuk pengumpulan data pada artikel ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa anak-anak mendapatkan berbagai konsep dan bahasa terkait dengan agama. Mereka terlibat dengan narasi berbagai kepercayaan dan memposisikan pemahaman agama mereka sendiri dalam kaitannya dengan kata-kata dan makna yang telah mereka asimilasi dari pertemuan dengan masing-masing tradisi tersebut. Selain itu, berbagai fitur lingual yang diungkapkan oleh anak-anak menunjukkan kosa kata yang positif dan membangun keberagaman, Artikel ini penting untuk meninjau implikasi bahasa bagi pendidikan agama dari pemahaman yang lebih luas tentang proses membangun makna dalam dialog keagamaan anak.)