Claim Missing Document
Check
Articles

SUPPRESSED EMOTIONS DALAM FILM EKSPERIMENTAL PENDEK Muliandini, Rizkia Raihana; Endriawan, Didit; Rachmawanti, Ranti
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tugas Akhir ini bertujuan untuk memvisualisasikan suppressed emotions didalam karya film eksperimental pendek yang penulis buat berjudul <I’m (Not) Okay= karyaini memiliki tujuan untuk memberikan awareness akan keberadaan cara koping yang tidaksehat yaitu emotion suppression. Metode dari pengkaryaan ini adalah denganmenggunakan medium film eksperimental pendek yang beraspek mixed media sederhana,dan bereksperimen dengan warna visual, frame rate, serta audio atau suara pada filmuntuk memvisualisasikan emosi dari sang pemeran utama serta untuk memvisualisasikanmekanisme koping maladaptif yakni menahan emosi untuk terlihat baik baik saja atausuppressing emotions yang berbahaya jika tidak ditangani ini; Sesuatu yang ada di antarakita terutama rakyat asia, arab, afrika, namun sayangnya keberadaan mekanisme kopingini tidak sering dibicarakan atau didiskusikan karena adanya stigma negatif tentangmasalah mental yang mungkin disebabkan oleh Intergenerational Trauma yang lahirsecara turun temurun, hal ini menyebabkan adanya ketidak pedulian dalam menghadapirintangan mental. Kata kunci: suppressed emotions, Intergenerational Trauma, Film Eksperimental
VISUALISASI GAYA HIDUP REMAJA PADA MALAM HARI DALAM BENTUK KARYA FOTOGRAFI KONSEPTUAL Fitran, Muhammad Raihan; Endriawan, Didit; Trihanondo, Donny
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Selama proses penulisan tugas akhir, banyak mahasiswa sering menghadapi masalah tidur yang berhubungan dengan tekanan yang dihasilkan dari tugas tersebut atau dapat disebut sebagai insomnia. Insomnia merupakan suatu kondisi tidur di mana seseorang mengalami hambatan dalam mulai tidur atau mempertahankan tidur. insomnia pada mahasiswa semakin marak terjadi terutama dalam era modern yang penuh dengan teknologi dan berbagai bentuk hiburan yang mudah diakses. Banyak orang tidak dapat memahami insomnia pada mahasiswa ini. Fotografi konseptual akan menjadi alat untuk menjelajahi dan mengungkap aspek-aspek yang berkaitan dengan insomnia yang dialami oleh mahasiswa tingakt akhir. Dengan menggunakan metode visual, penelitian ini akan mencoba menyampaikan perasaan, emosi, dan perjuangan yang dialami oleh mahasiswa tignkat akhir yang menderita insomnia, serta dampaknya terhadap kualitas hidup mereka. Diharapkan, penelitian ini dapat memberikan kontribusi signifikan dalam memahami insomnia dari perspektif yang berbeda dan inovatif, mahasiswa tingkat akhir yang mengalami insomnia untuk dapat segera bertindak untuk mengurangi masalah insomnia Kata kunci: Fotografi konseptual, Pop Up, Penderita Insomnia
VISUALISASI GUIDED IMAGERY MENGGUNAKAN MIX MEDIA FOTOGRAFI TERHADAP INSOMNIA Nazori, Futrawan; Sadono, Soni; Endriawan, Didit
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa remaja merupakan fase perkembangan yang ditandai dengan serangkaian transisi yang terjadi sebelum mencapai usia dewasa. Setatus dewasa tetapi bukan lagi status kekanak-kanakan. Pemasalahan dalam remaja adalah pola berubah secara dramatis dalam pola tidur, termasuk mengurangi waktu tidur dan menunda waktu tidur, mempengaruhi kualitas waktu tidur pada remaja.ini akan terjadi beberapa perubahan selama masa pubertas, seringkali mengurangi waktu tidur, seperti stres yang mereka alami, akses internet, jadwal kuliah yang padat, aktivitas malam hari yang berlebihan, dll. Mahasiswa masih mengalami kecemasan sebagai masalah kesehatan mental. Setiap orang, pada tahap kehidupan mana pun, mungkin mengalami kecemasan sebagai respons alami terhadap suatu peringatan. Seseorang dengan insomnia akan mengalami penurunan berat badan dan kualitas tidurnya menjadi lebih buruk. Banyak faktor, termasuk penyakit, lingkungan, kelelahan, dan stres, dapat menyebabkan insomnia. Maka dari itu penulis membuat karya yang berjudul Visualisasi Guided imagery terhadap insomnia dalam karya fotografi, karya fotografi ini menggunakan media cat glow in the dark dan sinar ultra violet sebagai simbol terapi buat insomnia. Penulis meciptakan karya ini menjadi karya interaktif agar terjadi interaksi antara audiens dengan karya. Tujuan membuat karya ini adalah menvisualisasikan dengan melampiaskan yang penulis rasakan melalui media fotografi. Kata kunci: guided imagery, insomnia, fotografi, glow in the dark, sinar ultraviolet
VISUALISASI KARYA MENGENAI DISKRIMINASI WARNA KULIT DALAM BENTUK FILM EKSPERIMENTAL Pramudyawardhani, Dyah Ayu Salsabila; Endriawan, Didit; Zen, Adrian Permana
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diskriminasi sering menjadi obrolan hangat atau buah bibir publik di lingkungansosial. Melihat begitu banyak manusia yang sering acuh tak acuh terhadap sesamaberkaitan dengan suatu perkataan, maka hal tersebut dapat menimbulkan adanyapersepsi kontradiktif atau sudut pandang yang berbeda diantara mereka. Seperti halnyadengan adanya rasisme atau diskriminasi yang mengarah pada fisik masing-masing orangcontohnya ialah perbedaan warna kulit. Tindakan rasisme terhadap warna kulit ini, dapatmeresahkan bagi yang memiliki warna kulit yang berbeda dengan warna kulit yang dimilikioleh lawan bicaranya. Pada tugas akhir ini, penulis menciptakan sebuah karya berbentukfilm eksperimental yang berjudul <Visualisasi Karya Mengenai Diskriminasi Warna KulitDalam Bentuk Film Eksperimental=. Pengambilan terhadap medium film eksperimentalberguna untuk menunjukkan bentuk-bentuk visualisasi yang akan dihadirkan didalamkarya, dimana akan merepresentasikan maksud dari topik yang akan diangkat olehpenulis, yaitu tentang diskriminasi terhadap perbedaan warna kulit. Oleh karena itu, padapengkaryaan tugas akhir ini, penulis memiliki tujuan yaitu berusaha untuk menunjukkankepada para audiens bahwa suatu perkataan dan sudut pandang manusia bisa diubahdengan pengelihatan atau penilaian seseorang yang tidak mengharuskan dari fisiknyaatau dari segi warna kulit masing-masing individu. Kata kunci: Diskriminasi, Warna Kulit, Fisik, Film Eksperimental, Visualisasi
VISUALISASI KEKERASAN PADA PEREMPUAN DALAM FILM EKSPERIMENTAL Sukarso, Dwie Alfhyandy; Endriawan, Didit; Sintowoko, Dyah Ayu Wiwid
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada pengkaryaan Tugas Akhir ini membahas isu kekerasan perempuan menarikperhatian banyak pihak dengan dampak besar pada kesehatan masyarakat danpelanggaran hak asasi manusia global. Berbagai bentuk kekerasan, seperti fisik, psikologis,seksual, dan penelantaran, terjadi dengan keberagaman konteks. Khususnya, kekerasanseksual perempuan terjadi tak terduga dalam situasi, lokasi, dan pelaku yang bervariasi.Teknik Sinematografi digunakan menciptakan estetika visual mendukung narasi, emosi,dan pesan dengan teknik seperti pencahayaan, komposisi setting artistik, dan pilihanwarna yang memengaruhi perasaan penonton. Warna gelap, monokromatis, dan tonemerah mengeksplorasi emosi, sementara warna kontras menyoroti elemen pentingdalam adegan. Karya ini mengadopsi dua alur cerita, alur mainstory mengembangkankarakter dan tema, serta alur flashback memberikan informasi konteks dan peristiwakonflik. Tujuannya adalah agar penonton memahami lapisan narasi, menangkap nuansaemosional dan informasi tambahan, serta mendapatkan pengalaman visual yang unik. Isukekerasan perempuan diangkat dengan pesan moral eksplisit dan simbolis, merubahpandangan penonton. Kata kunci : Visualisasi kekerasan pada perempuan, Teknik Sinematografi, Pengalamanvisual, Pesan moral eksplisit dan simbolis
VISUALISASI PEMICU KECEMASAN BERLEBIH DENGAN PENGGAYAAN LUKIS EKSPRESIONISME Maulidya, Zahra; Endriawan, Didit; Yuningsih, Cucu Retno
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gangguan pada kesehatan mental merupakan suatu keadaan yang mencerminkan disfungsi psikologis. Dewasa ini, topik tersebut tidak lagi dianggap hal yang tabu. Ditambah, seni sejak dahulu sering menjadi media penyalur emosi dan perasaaan seseorang. Metode ini dapat meringankan perasaan tidak menyenangkan yang dirasakan. Salah satu gangguan mental yang banyak ditemui adalah gangguan kecemasan, yang bisa bersumber dan dipicu oleh apa saja. Tujuan dari pengkaryaan ini adalah untuk membantu penulis meringkankan ledakan perasaan yang diakibatkan gangguan kecemasan, serta media bagi penulis untuk menyalurkan emosi dan perasaan sehingga lingkungan sekitar bisa sedikit banyaknya melihat secara visual hal yang sedang dialami. Dalam implementasinya, penulis menggunakan media karya seni lukis bercorak ekspresionisme; dengan cat, kuas, dan kanvas berukuran 100 x 80 cm, 70 x 70 cm, dan 80 x 60 cm sebagai alat penunjang. Pengkaryaan dilakukan dimulai dari membuat sketsa digital. Sketsa digital menjadi acuan, dituangkan secara manual pada media kanvas dengan ukuran yang telah ditentukan dan menggunakan modelling paste sebagai dasar, kemudian dicat menggunakan cat akrilik, dan menggunakan campuran modelling paste dengan cat untuk teknik ekspresionisme sebagai proses terakhir. Diharapkan karya seni ini dapat menjadi media terapi penulis sekaligus dapat dinikimati oleh pengamat dan pecinta karya seni. Kata kunci: Gangguan Kecemasan, Kesehatan Mental, Seni Lukis, Ekspresionisme.
VISUALISASI PENGARUH AFEKSI ORANG TUA PADA PERTUMBUHAN ANAK DALAM KARYA FILM EKSPERIMENTAL Firdaus, Muhammad; Endriawan, Didit; Wiguna, Iqbal Prabawa
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengkaryan tugas akhir ini menggambarkan pengaruh afeksi orang tua terhadap pertumbuhan anak melalui medium film eksperimental yang berjudul <Time Is Medicine=.Film eksperimental ini menelusuri kesulitan hubungan orang tua dengan anak dan mencoba berupaya untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya orang tua menunjukan afeksi dan perhatian kepada anak-anak mereka sejak usia dini. Dalam karya ini pentingnya orang tua disorot sebagai faktor penting dalam menentukan identitas dan stabilitas anak. Penggambaran ini dicapai melalui representasi visual yang orisinal dan eksperimental, dengan menggunakan tehnik sinematografi dan editing. Terdapat beberapa unsur semiotika baik metafora dan pesan tersirat yang disampaikan dengan simbol – simbol visual dalam pemaknaan di dalam film eksperimental. Afeksi dari orang tua merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi pertumbuhan anak dan dapat berdampak pada kesehatan mental dan emosional anak dalam jangka waktu yang panjang. Orang tua yang tidak menunjukan kasih sayang atau perhatian yang cukup kepada anak-anaknya dapat menjadi masalah besar yang berdampak pada masa depan anak. Afeksi memainkan peran yang penting dalam perkembangan anak usia dini. Kurangnya afeksi sejak dini akan memiliki efek negatif. Kata kunci: Film Eksperimental, Afeksi, Waktu, Anak, Orang Tua
VISUALISASI QUARTER LIFE CRISIS DENGAN KARYA INSTALASI Amalia, Shalvinna; Endriawan, Didit; Sintowoko, Dyah Ayu Wiwid
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Quarter Life Crisis merupakan sebuah krisis akan kebingungan dan kegelisahanmengenai bagaimana individu tersebut kedepannya yang dapat dialami oleh semuaindividu dengan rentan usia 18-29 tahun menurut Hurlock (1980) atau saat merekasedang berada pada fase emerging adulthood. Quarter life crisis memiliki beberapacabang permasalahan yaitu percintaan, hubungan sosial, pekerjaan, namun pada tugasakhir ini penulis hanya membatasi topik permasalahan seputar karir dan pencapaiandalam sudut pandang penulis. Karya yang dibuat yakni sebuah karya instalasi denganmedium manekin yang berperan sebagai model untuk menyangga atribut-atribut disekitarnya dengan maknanya masing-masing yang merepresentasikan perasaan saatindividu mengalami quarter life crisis. Karya ini menggunakan pendekatan surealismeuntuk merepresentasikan sebuah perasaan yang tidak bisa diungkapkan melalui kata-katadengan didasari teori psikologi dan juga estetika didalamnya. Kata kunci: instalasi, quarter life crisis, surealisme
VISUALISASI SHOPAHOLIC MELALUI MEDIA FILM EKSPERIMENTAL Alifia, Aura Diffa Fata; Endriawan, Didit; Maulana, Teddy Ageng
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring berjalannya waktu, kebiasaan dan gaya hidup setiap manusia telah mengalami perubahan yang sangat pesat dengan kurun waktu yang singkat. Terutama pada seorang remaja. Ketidakstabilan emosi dari seorang remaja yang mendasari dirinya bergaya hidup yang konsumtif atau yang lebih umum dikenal dengan Shopaholic. Walaupun hal itu jelas sangat akan merugikan dirinya sendiri, namun hal tersebut sangat sulit untuk dihindari. Karena adanya faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi seperti keberadaan suatu komunitas, adanya Influencer, dan sebagainya yang menjadikan tolak ukur seorang remaja agar dapat berpenampilan atau bergaya hidup seperti mereka. Upaya-upaya seperti itulah yang akan menjadi dampak buruk dalam keberlangsungan hidup mereka. Seperti pemborosan uang, kecanduan berbelanja sesautu yang tidak penting, dan masih banyak hal lainnya. Maka dari itu, disini penulis mencoba untuk memberikan contoh kisah hidupnya sebagai bentuk karya seni yang dapat diterima masyarakat. Penggunaan imajinasi berfikir kreatif dari penulis, realita kehidupan sekarang, dan beberapa unsur seni yang akan dituangkan dalam karya ini. Dalam karyanya, penulis menggunakan karya seni media film eksperimental. Pembuatan karya seni film eksperimental yang bertujuan untuk merepresentasikan dampak buruk dari seseorang yang mengalami kecanduan Shopaholic. Penggunaan media film semi eksperimental ini diharapkan dapat lebih mudah menyampaikan pesan maupun kesimpulan dari permasalahan yang dialami oleh remaja di luar. Penulis berharap kedepannya agar para remaja yang tumbuh dewasa lebih bijaksana dalam menggunakan uang untuk gaya hidup mereka agar tidak masuk kedalam ranah negatif. Kata kunci: Dampak buruk Shopaholic, Remaja, Film semi eksperimental
ANALISIS PEMANFAATAN APLIKASI ELIXXIER (set.a.light 3D) SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN JARAK JAUH PADA MATA KULIAH FOTOGRAFI STUDIO (Studi Kasus: Mahasiswa Seni Rupa Angkatan 2020 Universitas Telkom Bandung) Apriani, Destia; Endriawan, Didit; Zen, Adrian Permana
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 3 (2024): Juni 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mencoba untuk mengetahui bagaimana masa depan pengguna program Elixxier (set.a.light 3D) untuk pembelajaran jarak jauh, di jurusan fotografi film Universitas Telkom Bandung, khususnya di program studi seni rupa fakultas industri kreatif. Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah bagaimana penggunaan program Elixxier (set.a.light 3D), khususnya tentang persepsi kemudahan penggunaan dan persepsi manfaat yang dirasakan, serta kerangka teori fotografi studio pada mata kuliah pembelajaran jarak jauh. Metodologi studi kasus dan pendekatan kualitatif deskriptif, termasuk observasi langsung melalui wawancara, dan rekaman audio mengumpulkan data untuk penelitian. Hasil penelitian menyatakan bahwa aplikasi Elixxier (set.a.light 3D) memudahkan dalam penggunaan. Selama pandemi, Elixxier (set.a.light 3D) adalah pilihan yang berguna untuk pembelajaran jarak jauh. Elixxier (set.a.light 3D) menyediakan personalisasi ekstensif, yang mencakup opsi pakaian, kosmetik, dan postur. Selain menawarkan banyak template dan contoh komunitas, Elixxier (set.a.light 3D) memiliki keunggulan tidak memerlukan kuota internet yang besar dan memiliki fungsi yang terus diupdate. Hal ini mendorong konsumen untuk lebih mengadopsi dan menggunakan teknologi, sehingga membuat perdebatan dan presentasi dalam pembelajaran jarak jauh menjadi lebih mudah. Sehingga peneliti menyarankan agar kedepannya dapat disempurnakan alat secara realistis, pengguna aplikasi Elixxier (set.a.light 3D) menyertakan fitur Virtual reality (VR) dan dapat mengatur pengaturan berdasarkan tingkat kemampuan dalam linkup fotografi. , serta dapat meningkatkan bakat fotografi pelajar atau masyarakat secara bertahap dari dasar hingga mahir. Kata kunci: pembelajaran jarak jauh, aplikasi Elixxier (set.a.light 3D), media pembelajaran, fotografi studio
Co-Authors Adrian Permana Zen Agus Maolana Hidayat Akbar, Muhammad Rafid Delma Alghifari, Muhammad Raihan Alifia, Aura Diffa Fata Alkautsar, Muhammad Ashiil Rizki Amalia Prameisti, Yusi Amalia, Shalvinna Amalia, Varajuba Suci Apriani, Destia Aqsha, Daffa Muhammad Ariyantiningsih, Aisyiyah Arvi, Rivano Asep Sufyan Muhakik Aufa, Syauqi Yahya Azizah, Alya Nur Azwar, Azwin Carlos Siagian, Fransiscus Cucu Retno Yuningsih Donny Trihandono Donny Trihanondo Dyah Ayu Wiwid Sintowoko Dyah Perwitasari Edwin Buyung Syarif Fadhilla, Alya Fathana, Nur Iman Febriana, Sheva Pahlevi Febriyanti, Siti Annisa Firdaus Azwar Ersyad, Firdaus Azwar Firdaus, Amira Fitran, Muhammad Raihan Ganjar Gumilar Haniif, Raden Ajeng Aszhaafira Farrassayu Harrie Lutfie Haya, Alfatiana Fadia Hernandi, Wira Adhistira Huriyah, Hanin Iqbal Prabawa Wiguna Ircham Kamal, Rahma Zahara Kamal, Rizkia Nurfaiza Kusumanugraha, Sigit Leni Cahyani Lussy, Restu Ayuningtiyas Madjiid, Syahjidan Husien Malik, Yuhendra Maulidya, Zahra Muhammad Firdaus Muliandini, Rizkia Raihana Nabilah, Siti Nurul Nazori, Futrawan Nellyaningsih Nugraha, Farhan Nurmiladiah, Syahda Yaqiq Perdana, Ahmad Zakhi Danang Pramudyawardhani, Dyah Ayu Salsabila Pratama, Febrian Aggy Putra, Ivan Guritno Putra, Muhammad Bayu Eka Qorinsyah Rachmawati, Ranti Rahmadani, Devi Fadlika Wulan Rahmat Hidayat Rahmat Hidayat Ramadhani, Avisha Ersya Ramandiaz, Azmi Rifaldi Ranti Rachmawanti Ridzky, Axel Ramadhan Rizqillah, Aprillayalia Aghnia Rosa Anggraeni, Rosa Salamah, Nadia Afifatus Samhana, Betari Sampurno Wibowo Sari, Nesthi Rasika Setiawan, Rheza Putra Situmorang, Eka Christian Soni Sadono Sukarso, Dwie Alfhyandy Tampaty, Shaddam Alfi Teddy Ageng Maulana Teddy Ageng Maulana Tedjasukmana, Zerlinda Andini Tistian, Erda Zen Tri Haryotedjo Tri Haryotedjo Vega Giri Rohadiat Wicaksana, Rama Satria Zulfahmi, Hafidh Zaky Wahyu