Claim Missing Document
Check
Articles

VISUALISASI PERASAAN KEHILANGAN ARAH DALAM KARYA LOSING A FATHER’S GUIDANCE Anggraeni, Rosa; Endriawan, Didit; Rohadiat, Vega Giri
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karya fotografi "Losing a Father's Guidance" ini mengkaji pengalamanmendalam individu yang menghadapi kehilangan sosok ayah, suatu peristiwa yangsignifikan memengaruhi pembentukan identitas dan arah hidup. Penelitian inibertujuan menghadirkan representasi visual tentang bagaimana kehilangan ayahtidak hanya memicu kesedihan, tetapi juga memicu pencarian makna dan identitasbaru, serta membangkitkan empati audiens terhadap dampak psikologis kehilanganini. Permasalahan utama yang diangkat adalah bagaimana fotografi dapat secaraefektif menggambarkan kompleksitas kehilangan ayah melalui penggunaan arsipvisual, narasi, dan simbolisme kreatif. Metode yang digunakan dalam proyek iniadalah fotografi dokumenter dan konseptual, memanfaatkan elemen visual sepertipencahayaan, komposisi, dan simbolisme. Proses berkarya meliputi pengarsipankenangan masa kecil dalam nuansa sepia, dokumentasi tempat-tempat bermaknayang menampilkan kesunyian dan kehampaan, serta rekreasi perasaan kehilangan distudio dengan teknik double exposure dan efek shutter speed lambat untukmenggambarkan disorientasi dan transformasi emosional.Kata kunci: Losing A Father Guidance, Fotografi, Identitas, Kenangan, Arsip Visual.
VISUALISASI RASA BERSALAH DAN PENYESALAN DALAM MEDIA VIDEO ANIMASI STOPMOTION SEBAGAI EKSPRESI PSIKOLOGIS Akbar, Muhammad Rafid Delma; endriawan, Didit; gumilar, Ganjar
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam kehidupan modern yang serba cepat saat ini, banyak orang tanpa sadar memikul beban emosional darimasa lalu — salah satu yang paling umum adalah rasa bersalah. Perasaan ini seringkali muncul ketika seseorang menyadarikeputusan atau kesalahan masa lalunya, yang pada akhirnya memengaruhi cara pandangnya terhadap diri sendiri, orang lain, dan masa depannya.Fenomena ini khususnya umum di kalangan generasi muda yang terbiasa dengan budayapencapaian instan: semuanya cepat, semuanya mudah, tetapi seringkali dengan mengorbankan konsekuensi jangka panjang.Melalui proyek akhir saya yang berjudul "The Mistake Whisper," saya mengeksplorasi gejolak batin seseorang yangdihantui rasa bersalah. Karya ini diwujudkan dalam bentuk video stop-motion, dipilih tidak hanya karenadaya tarik visualnya tetapi juga karena kapasitas artistiknya untuk menyampaikan sifat jiwa yang terfragmentasi, hancur, dan retakyang terluka oleh penyesalan. Menggabungkan elemen visual simbolis dengan audio yang dirancang dengan cermat, karya inimengajak penonton untuk merasakan kecemasan, kegelisahan, dan perjalanan sang protagonis menuju pengampunan diri. Harapannya, karya ini dapat berfungsi sebagai pengingat sekaligus pembuka percakapan — tentangbagaimana kita memproses rasa bersalah, bagaimana rasa bersalah memengaruhi hidup kita, dan bagaimana seni dapat menjadi jembatan yang ampuh untuk mengekspresikanperjuangan batin yang seringkali terlalu sulit diungkapkan dengan kata-kata.Kata kunci: bersalah, penyesalan, stopmotion
VISUALISASI RELATIVISME MORAL DALAM SENI INSTALASI SEBAGAI DAMPAK SEKULARISME Situmorang, Eka Christian; Endriawan, Didit; Rachmawanti, Ranti
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena sekularisme ekstrem di masyarakat urban Indonesiamemunculkanrelativisme moral yang mengaburkan batas antara nilai benar dansalah. Peminggiran nilai-nilai spiritual dari kehidupan publik menciptakanketidakseimbangan moral yang berdampak pada krisis identitas dan kehilanganmakna hidup. Penelitian ini bertujuan untuk memvisualisasikan isu relativisme moralmelalui karya seni instalasi interaktif. Metode yang digunakan adalah pendekatanartistik konseptual dengan eksplorasi bentuk, material, dan interaksi partisipatif.Karya berjudul Ruang Netral, Nilai Kabur menggabungkan elemen seperti prismasegienam berlapis cermin distorsi, bola bosu, dan enam tiang C-Stand sebagai simbolkeseimbangan spiritual dan keragaman agama di Indonesia. Hasilnya menunjukkanbahwa interaksi audiens dengan instalasi mampu menciptakan pengalaman reflektifatas disorientasi moral dan pentingnya nilai spiritual dalam kehidupan modern. Karyaini tidak hanya menjadi medium ekspresi artistik, tetapi juga sarana kritik sosial danruang kontemplatif terhadap krisis nilai dalam masyarakat yang semakin sekuler.Kata kunci: instalasi interaktif, relativisme moral, sekularisme, seni konseptual
Co-Authors Adrian Permana Zen Agus Maolana Hidayat Akbar, Muhammad Rafid Delma Alghifari, Muhammad Raihan Alifia, Aura Diffa Fata Alkautsar, Muhammad Ashiil Rizki Amalia Prameisti, Yusi Amalia, Shalvinna Amalia, Varajuba Suci Apriani, Destia Aqsha, Daffa Muhammad Ariyantiningsih, Aisyiyah Arvi, Rivano Asep Sufyan Muhakik Aufa, Syauqi Yahya Azizah, Alya Nur Azwar, Azwin Carlos Siagian, Fransiscus Cucu Retno Yuningsih Donny Trihandono Donny Trihanondo Dyah Ayu Wiwid Sintowoko Dyah Perwitasari Edwin Buyung Syarif Fadhilla, Alya Fathana, Nur Iman Febriana, Sheva Pahlevi Febriyanti, Siti Annisa Firdaus Azwar Ersyad, Firdaus Azwar Firdaus, Amira Fitran, Muhammad Raihan Ganjar Gumilar Haniif, Raden Ajeng Aszhaafira Farrassayu Harrie Lutfie Haya, Alfatiana Fadia Hernandi, Wira Adhistira Huriyah, Hanin Iqbal Prabawa Wiguna Ircham Kamal, Rahma Zahara Kamal, Rizkia Nurfaiza Kusumanugraha, Sigit Leni Cahyani Lussy, Restu Ayuningtiyas Madjiid, Syahjidan Husien Malik, Yuhendra Maulidya, Zahra Muhammad Firdaus Muliandini, Rizkia Raihana Nabilah, Siti Nurul Nazori, Futrawan Nellyaningsih Nugraha, Farhan Nurmiladiah, Syahda Yaqiq Perdana, Ahmad Zakhi Danang Pramudyawardhani, Dyah Ayu Salsabila Pratama, Febrian Aggy Putra, Ivan Guritno Putra, Muhammad Bayu Eka Qorinsyah Rachmawati, Ranti Rahmadani, Devi Fadlika Wulan Rahmat Hidayat Rahmat Hidayat Ramadhan, Axel Ridzky Ramadhani, Avisha Ersya Ramandiaz, Azmi Rifaldi Ranti Rachmawanti Rizqillah, Aprillayalia Aghnia Rosa Anggraeni, Rosa Salamah, Nadia Afifatus Samhana, Betari Sampurno Wibowo Sari, Nesthi Rasika Setiawan, Rheza Putra Situmorang, Eka Christian Soni Sadono Sukarso, Dwie Alfhyandy Tampaty, Shaddam Alfi Teddy Ageng Maulana Tedjasukmana, Zerlinda Andini Tistian, Erda Zen Tri Haryotedjo Vega Giri Rohadiat Wicaksana, Rama Satria Zulfahmi, Hafidh Zaky Wahyu