Claim Missing Document
Check
Articles

Penguatan Kompetensi Literasi Sebagai Proteksi Sebaran Hoaks melalui Pelatihan Debat dengan Metode Simulasi bagi Santri PPTQM Luqman Al Hakim Putri Febriani, Meina; Setyaningsih, Nas Haryati; Yuniawan, Tommi; Alfatimi, Nailul Akhla
Varia Humanika Vol 2 No 1 (2021): Article In Press
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/vh.v2i1.42718

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini bergayut dengan visi UNNES berwawasan Konservasi dan Rencana Induk Pengembangan LP2M UNNES. Program Pengabdian kepada Masyarakat yang diusulkan ini akan bermitra dengan lembaga pendidikan, yaitu PPTQM Luqman Alhakim Putri dengan lokasi kegiatan di Pondok Pesantren Luqman Alhakim. Sasaran kegiatan ini adalah santri PPTQM Luqman Alhakim Putri. Tujuan utama dan target khusus pengabdian kepada masyarakat ini yaitu: (1) memetakan tingkat pemahaman literasi lisan bagi santri PPTQM Luqman Alhakim Putri, (2) meningkatkan kompetensi literasi lisan sebagai upaya proteksi serangan hoaks, dan (3) membentuk wadah untuk pengembangan berkelanjutan upaya penguatan literasi lisan melalui komunitas debat di PPTQM Luqman Alhakim Putri. Literasi merupakan bagian yang sangat penting dalam komunikasi manusia karena memungkinkan pelakunya berperan secara aktif dalam proses berpikir kritis, mengungkapkan sekaligus mempertanggungjawabkan gagasan yang diungkapkan. Literasi dapat dibangun melalui kompetensi debat Bahasa Indonesia. Interaksi verbal (lisan) dalam ajang debat Bahasa Indonesia terbukti mampu memberikan pengalaman-pengalaman berbahasa secara kritis, cerdas dan beretika sehingga mampu sebagai sebuah upaya proteksi berita hoaks yang saat ini sangat gencar beredar. Oleh sebab itu, diperlukan pelatihan bagi santri sebagai calon penerus masa depan bangsa. Harapannya, terjadi penguatan literasi bagi santri yang nantinya menjadi tokoh dalam pembangunan masyarakat. Pelatihan debat menggunakan metode simulasi. Adapun metode pelaksanaan pengabdian ini menggunakan metode PALS dengan prosedur sebagai berikut: (1) penyadaran, (2) pengkapasitasan, (3) pendampingan, dan (4) pelembagaan. Kegiatan yang dilakukan akan menghasilkan peningkatan kompetensi literasi melalui debat untuk mencegah beredarnya berita hoaks yang dapat dipahami santri. Kata kunci: debat, literasi lisan, hoaks, metode simulasi
PENGARUH KETERAMPILAN MENYIMAK DAN MEMBACA CERPEN TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS CERPEN Alifa, Nur; Setyaningsih, Nas Haryati
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9 No 2: November 2020
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpbsi.v9i2.39634

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh keterampilan menyimak dan membaca cerpen terhadap keterampilan menulis cerpen. Penelitian ini menggunakan jenis korelasi sebab akibat karena variabel satu berpengaruh terhadap variabel yang lain. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian adalah sebagai berikut. Pertama, keterampilan menyimak memberikan pengaruh yang positif dan siginifikan terhadap keterampilan menulis. Keterampilan menyimak cerpen memberikan sumbangan efektif sebesar 14,77% dan sumbangan relatif sebesar 27,86% terhadap keterampilan menulis cerpen. Kedua, keterampilan membaca memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap keterampilan menulis. Keterampilan membaca cerpen memberikan sumbangan efektif sebesar 38,21% dan sumbangan relatif sebesar 72,09% terhadap keterampilan menulis cerpen. Ketiga, keterampilan menyimak dan membaca cerpen berpengaruh terhadap keterampilan menulis cerpen. Pengaruh yang diberikan keterampilan menyimak dan membaca cerpen terhadap menulis cerpen sebesar 53%. Kata kunci : menyimak cerpen;membaca cerpen;menulis cerpen ABSTRACT This study aims to determine the effect of short story listening and reading skills on short story writing skills. This study uses a causal correlation because one variable influences the other variables. The data analysis technique used is multiple linear regression analysis. The results of the study are as follows. First, listening skills have a positive and significant influence on writing skills. Short story listening skills provide an effective contribution of 14.77% and a relative contribution of 27.86% to the short story writing skills. Second, reading skills have a positive and significant influence on writing skills. Short story reading skills gave an effective contribution of 38.21% and a relative contribution of 72.09% to the short story writing skills. Third, listening and reading short story skills affect the short story writing skills. The influence given to listening and reading short story skills on writing short stories was 53%. Keywords : listening to short stories, reading short stories, writing short stories
Penyejajaran Diri Tokoh Perempuan Novel Cintaku di Kampus Biru Karya Ashadi Siregar Septianingrum, Erisa; Setyaningsih, Nas Haryati
Jurnal Sastra Indonesia Vol 9 No 2 (2020): July
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jsi.v9i2.36011

Abstract

Penelitian berjudul Penyejajaran Diri Tokoh Perempuan Novel Cintaku di Kampus Biru Karya Ashadi Siregar ini membahas feminisme dengan menguraikan kesejajaran gender dalam novel Cintaku di Kampus Biru. Penelitian ini dilakukan karena adanya pandangan kesejajaran gender tokoh perempuan sebagai bagian dari budaya populer yang menarik untuk dikaji. Selain itu, problematika asmara mahasiswa tingkat akhir sebagai ciri sastra populer memiliki keunikan yang tidak terdapat pada novel lain yaitu hubungan asmara mahasiswa dengan mahasiswa dan mahasiswa dengan dosen. Adapun teori yang digunakan untuk yang digunakan dalam penelitian ini adalah feminisme dan kesejajaran gender. Hasil penelitian ini berupa paparan mengenai: 1) penggambaran tokoh perempuan dalam novel Cintaku di Kampus Biru karya Ashadi Siregar sebagai upaya menyejajarkan diri dengan laki-laki, 2) reaksi tokoh laki-laki dalam novel Cintaku di Kampus Biru karya Ashadi Siregar melihat usaha penyejajaran diri yang dilakukan tokoh perempuan, dan 3) sikap pengarang terhadap feminisme berdasarkan penyajian cerita di dalam Novel Cintaku Di Kampus Biru. A study entitled “Penyejajaran Diri Tokoh Perempuan Novel Cintaku di Kampus Biru Karya Ashadi Siregar” discussed the feminism by describing gender aligment in the novel entitled Cintaku di Kampus Biru. The study was aimed at showing the female gender alignment was a part of a popular culture that was interesting to explore. Moreover, the problematic of the final degree college student as the character in the popular literature which has uniqueness that wasn’t in other novel novels was the love relationship between college students and college student or college student and their lecturer. So the purpose of this study is to analyze feminism in the novel Cintaku on Kampus Biru by Ashadi Siregar, written in 1972. The theories used in this study were feminism and gender alignment. This study resulted in several findings which exposed about: 1) The description of the woman character in the novel entitled Cintaku di Kampus Biru karya Ashadi Siregar as an effort to align herself with men, 2) The reaction of the man character in novel entitled Cintaku di Kampus Biru karya Ashadi Siregar when he noticed the effort of gender alignment that the woman did, and 3) The author’s attitude with feminism based on the presentation of the story in the novel entitled Cintaku di Kampus Biru. The benefits of this research are revealing feminism in Ashadi Siregar's novel Cintaku on Kampus Biru as well as being a reference for other researchers in studying feminism.
Implementation of Social Value Inculcation in Building Fifth Graders' Characters At Primary School Through Social Study Learning Hidayat, Dharma Try Kusuma; Raharjo, Tri Joko; Haryati Setyaningsih, Nas
Educational Management Article In Press April 2021
Publisher : Educational Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research discusses the social value inculcation implementation in building the fifth graders' characters at primary schools through social study learning. Living together in a society requires a particular value as a reference to interact with other people. This value is called as a social value. The family has a role in fostering human based on social value. Social value inculcation at school covers practical aspects. However, unfortunately, learning at schools mostly emphasizes the cognitive aspect. The objectives of this research were: 1) finding out the social value inculcation implementation in Social study learning for fifth graders of primary schools. 2) finding out the inhibiting factors and solution experienced by the teachers in instilling social values through social study learning for fifth graders of primary school. 3) finding out the outcomes of social value inculcation implementation in building the fifth graders' characters of primary school through social study. This research applies a qualitative descriptive method. Qualitative study is a study to understand a particular experienced phenomenon by research subjects, such as behaviours, perceptions, motivation, actions, and so on holistically by describing them into words and languages. It is done in a specific scientific context by using various scientific methods. The findings showed (1) the teachers' attitudes toward the fifth graders of Public Primary School 1 Terban and Public Primary School 6 Terban were innovative. Their attitudes reflected social study learning; (2) the inhibiting matters during the learning were from the teachers, learning materials, and learning media. The attempts to overcome the hindrances were providing training for social study teachers that was not their field of expertise; (3) the teachers were successful in instilling social-affective values based on the given indicators. The research implication showed excellent social-affective inculcation for the students through social study. Teachers were successful in instilling social-affective values based on the given indicators. Honesty, Politeness, Discipline, Tolerance, and Cooperative
Peningkatan Kompetensi Penulis Buku Nonfiksi Profesional Bagi Komunitas Penulis Pemula “Omera Pustaka” Di Kabupaten Banyumas Febriani, Meina; Setyaningsih, Nas Haryati; Nugroho, Azis
Varia Humanika Vol 2 No 2 (2021): Publish
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/vh.v2i2.50158

Abstract

Sasaran kegiatan ini adalah penulis pemula di Kabupaten Banyumas (Omera Pustaka). Tujuan utama pengabdian kepada masyarakat ini antara lain: (1) memetakan tingkat kompetensi penulisan naskah nonfiksi bagi penulis pemula di Omera Pustaka, (2) meningkatkan kompetensi menulis naskah nonfiksi sebagai indikator penulis profesional, dan (3) menghasilkan luaran produk buku sebagai upaya penguatan kompetensi penulisan buku nonfiksi. Sebagai penerbit pemula, Omera Pustaka menghadapi beberapa tantangan, salah satunya adalah kualitas buku yang diterbitkan agar mampu bersaing di pasaran. Salah satu aspek yang menentukan kualitas buku adalah peran penulis. Penulis adalah setiap orang yang menulis naskah buku untuk diterbitkan dalam bentuk Buku (UU Nomor 3 Tahun 2017). Penulis memerlukan kaidah kerja yang baku untuk menghasilkan buku yang bermutu. Dengan demikian, penguatan kompetensi penulis profesional sangat penting dimiliki oleh para penulis. Penulis profesional dapat memastikan naskah yang dipublikasikan memiliki keterbacaan yang baik sehingga memiliki daya tarik dan daya saing di pasaran. Oleh sebab itu, melalui kegiatan ini diharapkan kompetensi penulis profesional dapat terwujud secara optimal. Program pengabdian kepada masyarakat ini telah selesai dilaksanakan 100%. Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat menggunakan empat strategi yakni: (1) penyadaran, (2) pengkapasitasan, (3) pendampingan, dan (4) pelembagaan. Kegiatan ini memberikan hasil berupa peningkatan keterampilan menulis buku nonfiksi melalui kegiatan praktik menulis serta pengkapasitasan berupa jejaring komunitas belajar penyunting pemula
Penyejajaran Diri Tokoh Perempuan Novel Cintaku di Kampus Biru Karya Ashadi Siregar Septianingrum, Erisa; Setyaningsih, Nas Haryati
Jurnal Sastra Indonesia Vol 9 No 2 (2020): July
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jsi.v9i2.36011

Abstract

Penelitian berjudul Penyejajaran Diri Tokoh Perempuan Novel Cintaku di Kampus Biru Karya Ashadi Siregar ini membahas feminisme dengan menguraikan kesejajaran gender dalam novel Cintaku di Kampus Biru. Penelitian ini dilakukan karena adanya pandangan kesejajaran gender tokoh perempuan sebagai bagian dari budaya populer yang menarik untuk dikaji. Selain itu, problematika asmara mahasiswa tingkat akhir sebagai ciri sastra populer memiliki keunikan yang tidak terdapat pada novel lain yaitu hubungan asmara mahasiswa dengan mahasiswa dan mahasiswa dengan dosen. Adapun teori yang digunakan untuk yang digunakan dalam penelitian ini adalah feminisme dan kesejajaran gender. Hasil penelitian ini berupa paparan mengenai: 1) penggambaran tokoh perempuan dalam novel Cintaku di Kampus Biru karya Ashadi Siregar sebagai upaya menyejajarkan diri dengan laki-laki, 2) reaksi tokoh laki-laki dalam novel Cintaku di Kampus Biru karya Ashadi Siregar melihat usaha penyejajaran diri yang dilakukan tokoh perempuan, dan 3) sikap pengarang terhadap feminisme berdasarkan penyajian cerita di dalam Novel Cintaku Di Kampus Biru. A study entitled “Penyejajaran Diri Tokoh Perempuan Novel Cintaku di Kampus Biru Karya Ashadi Siregar” discussed the feminism by describing gender aligment in the novel entitled Cintaku di Kampus Biru. The study was aimed at showing the female gender alignment was a part of a popular culture that was interesting to explore. Moreover, the problematic of the final degree college student as the character in the popular literature which has uniqueness that wasn’t in other novel novels was the love relationship between college students and college student or college student and their lecturer. So the purpose of this study is to analyze feminism in the novel Cintaku on Kampus Biru by Ashadi Siregar, written in 1972. The theories used in this study were feminism and gender alignment. This study resulted in several findings which exposed about: 1) The description of the woman character in the novel entitled Cintaku di Kampus Biru karya Ashadi Siregar as an effort to align herself with men, 2) The reaction of the man character in novel entitled Cintaku di Kampus Biru karya Ashadi Siregar when he noticed the effort of gender alignment that the woman did, and 3) The author’s attitude with feminism based on the presentation of the story in the novel entitled Cintaku di Kampus Biru. The benefits of this research are revealing feminism in Ashadi Siregar's novel Cintaku on Kampus Biru as well as being a reference for other researchers in studying feminism.
Keefektifan Model Osbron dan Cycle Learning dalam Pembelajaran Menganalisis Unsur-Unsur Cerita Pendek di Kelas XI Widyastuti, Meissy; Setyaningsih, Nas Haryati
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10 No 1: Mei 2021
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpbsi.v10i1.45162

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui keefektifan pembelajaran menggunakan model Osbron dan Cycle Learning dalam pembelajaran menganalisis unsur-unsur pembangun cerita pendek, pada peserta didik kelas XI SMA. Metode penelitian kuantitatif dengan jenis eksperimen desain quasi experimental. Penelitian dilakukan di SMA Mas’Udiyyah Bandungan dengan sampel kelas XI IPS 1 kelas eksperimen 1 perlakuan model Osbron dan kelas XI IPS 2 kelas eksperimen 2 perlakuan model Cycle Learning. Hasil uji-t eksperimen 1 model Osbron menunjukkan hasil signifikansi 0,000 < 0,05 Ha diterima, pembelajaran menggunakan model Osbron efektif. Hasil uji-t eksperimen 2 model Cycle Learning menunjukkan hasil signifikansi 0,000 < 0,05 Ha diterima, pembelajaran menggunakan model Cycle Learning efektif. Hasil uji-t tes akhir model Osbron dan Cycle Learning diperoleh nilai signifikansi 0,004 sehingga nilai signifikansi < 0,05 terdapat perbedaan signifikan. Rata-rata nilai tes akhir model Osbron 83,25 dan model Cycle Learning87,25 ada selisih 4,75. Disimpulkan model Cycle Learning lebih efektif daripada model Osbron dalam pembelajaran menganalisis unsur-unsur pembangun cerita pendek di SMA. Kata kunci: cerita pendek; model osbron ; model cycle learning ABSTRACT The research aims to determine the effectiveness of learning process using the Osbron and Cycle Learning in learning process to analyze the building elements of short story towards the class XI high scholl participants. Quantitative research method with quasi exsperimental design. The research was conducted in SMA Mas’Uddiyah Bandungan with sample class 2 with cycle learning model treatment. The result of t-test of the eksperimental model 1 Osbron showed significant result 0,000 < 0,05 Ha accepted, Learning process with method effective. The result of t-test the experiment model 2 Cycle Learning showed significant result 0,000 < 0,05 Ha accepted, learning process with cycle learning method effective. The t-test result of the Osbron model and Cycle Learning model t-test obtained a significance value of 0,004 so the significance value <0,05 there is a significant difference. Average of the final Osbron Scores 83,25 and Cycle Learning model 87,25 there is a difference 4,75. Conclude than the Cycle Learning model is more effective than the Osbron model im learning process to analyze the elements that build shot story in high school. Keywords : short story, osbron model, cycle learning model
Konstruksi Baru Identitas Banyumasan dalam Penggunaan Bahasa Pada Generasi Y: Studi Kasus Platform Instagram Febriani, Meina; Setyaningsih, Nas Haryati; Nugroho, Azis
Jurnal Sastra Indonesia Vol 11 No 1 (2022): Maret
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jsi.v11i1.54126

Abstract

Transformasi kehidupan abad 21 makin mengubah pola komunikasi masyarakat menuju komunikasi virtual berbasis siber. Platform Instagram menjadi salah satu wahana ekspresi bahasa yang sebagian besar digunakan oleh Generasi Y/Milenial kelahiran 1981-1995. Tantangan terbesar dalam komunikasi berbasis siber ialah ketika identitas kultural yang melekat dalam penggunaan bahasa (salah satunya bahasa Jawa dialek Banyumas yang berciri cablaka) harus dihadapkan pada ekosistem siber. Inilah problematik bahasa di media sosial. Penelitian ini berfokus pada penjelasan konstruksi identitas Banyumasan dalam komunikasi di Instagram, sebagai fenomena pemertahanan bahasa di satu segi dan fenomena masyarakat global di segi yang lain. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui analisis konten digital dengan menggunakan observasi virtual sebagai taknik utamanya serta didukung dengan kajian dokumen digital dalam komunikasi siber. Secara metodologis, analisis data akan dilakukan menggunakan model alir dengan mencakup tiga alir terpadu, yaitu: (1) reduksi data, (2) penyajian data, dan (3) verifikasi. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretik berupa pemetaan ruang berbahasa Jawa dialek Banyumas (BJB) dalam platform Instagram, konstruksi baru identitas Banyumasan dalam penggunaan bahasa di ruang virtual, dan eksistensi bahasa Jawa dialek Banyumasan di media sosial. Secara praktis, hasil penelitian ini dapat memberi kontribusi langsung bagi masyarakat Banyumas, para peneliti bahasa, serta Badan Perlindungan dan Pengembangan Bahasa dalam upaya pemertahanan kekayaan kultural pada era industri 4.0. The transformation of life in the 21st century is increasingly changing people's communication patterns towards cyber-based virtual communication. The Instagram platform is a vehicle for language expression, which is mostly used by Generation Y/Millennials born in 1981-1995. The biggest challenge in cyber-based communication is when the cultural identity inherent in the use of language (one of which is the Banyumas Javanese dialect which is characterized by cablaka) must be faced with the cyber ecosystem. This is the language problem in social media. This study focuses on explaining the construction of Banyumasan identity in communication on Instagram, as a phenomenon of language defense on the one hand and a phenomenon of global society on the other. This study uses a qualitative approach through digital content analysis using virtual observation as the main technique and is supported by the study of digital documents in cyber communication. Methodologically, data analysis will be carried out using a flow model that includes three integrated flows, namely: (1) data reduction, (2) data presentation, and (3) verification. This research provides a theoretical contribution in the form of mapping the Javanese language space with the Banyumas dialect (BJB) on the Instagram platform, the new construction of the Banyumasan identity in the use of language in virtual spaces, and the existence of the Banyumasan Javanese dialect on social media. Practically, the results of this study can make a direct contribution to the Banyumas community, language researchers, and the Language Protection and Development Agency in an effort to maintain cultural wealth in the industrial era 4.0.
Kebutuhan Pengembangan Buku Ajar Analisis Kesalahan Berbahasa berdasarkan Kompetensi Abad 21 Meilan Arsanti; Oktarina Puspita Wardani; Ida Zulaeha; Subyantoro Subyantoro; Nas Haryati Setyaningsih; Cahyo Hasanudin
Jurnal Pendidikan Edutama Vol 9, No 1 (2022): January 2022
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/jpe.v9i1.2242

Abstract

Abstract: To support teaching of languange error analysis, textbook; which is suitable with the 21st century competences; is needed. This study is a form of research and development with several stages. In this stage, the researchers describe the needs for developing extbook of language error analysis viewed from students' and lecturer's point of views. The research instruments are questionnaire, observation, and interview to the students and lecturer at Language and Literature Education Department of FKIP UNISSULA. The total students is 45 persons in  the even semester. The results of study reveal that 1) students and lecturer have many troubles such as there is no textbook of Language error analysis which is suitable with the 21st century competence. 2. Textbook which is needed by students can support the learning objectives. 3. The materials in the textbook consist of language error analysis, types of error, aspects of error in 4 language competences, the implementation of language error analysis. 4. Textbook is developed based on completeness if content, attractiveness of presentation, language, and graphics. 5. Textbook is developed using 6 criteria: valid, significance, interesting, consistency, adequacy, and basic pattern of developed teaching materials. 6. Textbook is printed and can be accessed digitally Keywords: Need analysis, textbook development, language error analysis, 21st century competences  Abstrak: Untuk menunjang perkuliahan Analisis Kesalahan Berbahasa, maka dibutuhkan buku ajar yang sesuai dengan kompetensi abad 21. Penelitian ini merupakan penelitian RnD dengan beberapa tahapan. Pada tahap ini peneliti mendeskripsikan kebutuhan pengembangan buku ajar Analisis Kesalahan Berbahasa dari sisi mahasiswa dan dosen. Instrumen yang digunakan berupa angket kebutuhan, observasi, dan wawancara kepada mahasiswa dan dosen di Program studi PBSI, FKIP Unissula sebanyak 45 mahasiswa semester genap angkatan 2020. Hasil penelitian nenunjukkan bahwa 1) mahasiswa dan dosen mengalami kendala dalam perkuliahan, yaitu belum adanya buku ajar Analisis Kesalahan Berbahasa yang sesuai dengan kompetensi abad 21, 2) buku ajar yang diperlukan oleh mahasiswa adalah yang dapat menunjang tujuan pembelajaran, 3) materi di dalam buku ajar berisi tentang: analisis kesalahan berbahasa, jenis dan daerah kesalahan, kesalahan berbahasa pada 4 aspek keterampilan berbahasa, dan penerapan dan pemanfaatan analisis kesalahan berbahasa, 4) buku ajar dikembangkan berdasarkan aspek kelengkapan isi, kemenarikan penyajian, kebahsaan, dan kegrafikaan, 5) buku ajar dikembangkan dengan 6 kriteria atau prinsip : benar dan sahih (valid), kebermanfaatan, menarik, konsistensi, adekuasi (kecukupan), dan landasan pola-pola pengembangan bahan ajar, serta 6) buku ajar dikemas tidak hanya dalam bentuk buku cetak, tetapi bisa diakses secara digital. Kata Kunci: analisis kebutuhan, pengembangan buku ajar, analisis kesalahan berbahasa, kompetensi abad 21
Kelayakan Novel Anak Rantau Karya Ahmad Fuadi sebagai Bahan Ajar Apresiasi Sastra Rifky Yulistiawan; Nas Haryati Setyaningsih
DWIJA CENDEKIA: Jurnal Riset Pedagogik Vol 3, No 2 (2019): DWIJA CENDEKIA: Jurnal Riset Pedagogik
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.85 KB) | DOI: 10.20961/jdc.v3i2.34536

Abstract

Kurangnya penggunaan novel baru sebagai bahan ajar sastra di SMA menjadi latar belakang penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan novel Anak Rantau karya Ahmad Fuadi sebagai bahan ajar apresiasi sastra untuk SMA. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan datanya menggunakan teknik dokumentasi, sedangkan teknik analisis datanya menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini menunjukkan, jika ditinjau dari aspek kebahasaan, psikologi pembaca, latar belakang budaya, dan kesesuaiannya dengan tuntutan kurikulum 2013 Bahasa Indonesia (KD dan pendidikan karakter), novel Anak Rantau layak dijadikan bahan ajar apresiasi sastra untuk SMA. Berdasarkan hasil penelitian yang demikian, dapat disimpulkan novel Anak Rantau karya Ahmad Fuadi layak dijadikan sebagai bahan ajar apresiasi sastra untuk SMA.