Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Pelatihan Teater Menggunakan Metode Dramatic Reading Untuk Meningkatkan Minat Baca di SMA Negeri 3 Takalar Saputra, Andi Taslim; Akmal, Muhammad Syafruddin; Ramli, Asia; Fiddienika, Arief; Najamuddin, Faisal
Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat SEMINAR NASIONAL 2025:PROSIDING EDISI 1
Publisher : Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak – Bahasa Indonesia Siswa di SMA 3 Takalar masih menunjukkan minat baca yang rendah, terutama dalam memahami teks. Sampai hari ini tidak adanya aktivitas belajar membaca dengan menghadirkan imajinasi dan bahkan lebih jauh itu persoalan dramatic reading dalam pembacaannya belum pernah dilakukan. Persoalan ini ditandai dengan pembacaan yang dilakukan kurang menarik dan tidak relevan dengan perasaan yang dialami oleh siswa. Pada prakteknya, solusi yang ditawarkan dengan mensosialisasikan pelatihan teater dan menggunakan metode dramatic reading untuk meningkatkan minat baca secara praktik pertunjukan sederhana. kegiatan sosialisasi dilaksanakan tentunya mereka diarahkan untuk melanjutkan ke sesi selanjutnya yang berhubungan dengan kegiatan praktik secara langsung. Praktik ini adalah praktik dramatic reading. Pembelajaran dengan menggunakan metode praktikal ini semakin memberikan pengetahuan yang beragam. Sehingga dengan model pelatihan yang mengeksplorasi ruang baca dengan dialog yang menggambarkan penokohan dan peristiwa berlangsung efektif dalam meningkatkan minat baca dari peserta pelatihan di SMA Negeri 3 Takalar.Kata kunci: Pelatihan; Teater; Dramatic Reading; Minat Baca
Analisis Kontrastif Sistem Kasus Dalam Bahasa Arab: Kajian Morfosintaksis Achmad, Abd. Kasim; Fiddienika, Arief; Randy, Randy; TM, Ahmad Rais
Seminar Nasional LP2M UNM SEMINAR NASIONAL 2025 : PROSIDING EDISI 4
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Penelitian ini penting untuk dilakukan sebab bahasa Arab merupakan bahasa asing yang saat ini banyak dipelajari di berbagai jenjang pendidikan baik formal maupun non formal di Indonesia. Sistem kasus merupakan aspek fundamental dalam morfosintaksis yang berperan dalam menunjukkan hubungan gramatikal dalam suatu kalimat. Bahasa Arab memiliki sistem kasus yang kompleks. Studi kontrastif terhadap bahasa ini diperlukan untuk memahami struktur serta fungsinya. Studi ini penting untuk membantu pengajar dan pelajar memahami perbedaan morfosintaksis serta mengembangkan metode pembelajaran yang lebih efektif. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan sistem kasus dalam Bahasa Arab secara morfosintaksis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis kontrastif. Data diperoleh dari sumber primer seperti buku tata bahasa, jurnal ilmiah, serta korpus kalimat dalam kedua bahasa. Teknik analisis meliputi identifikasi, kategorisasi, dan struktur kasus dalam Bahasa Arab. Luaran yang diharapkan dari penelitian ini adalah publikasi ilmiah pada jurnal nasional terakreditasi. Kata Kunci: Analisis; Kontrastif; Kasus; Arab
Sistem Kasus dalam Bahasa Arab dan Bahasa Jerman: Studi Kontrastif Ahmad, Abdul Kasim; Fiddienika, Arief; Randy, Randy; TM, Ahmad Rais
Al-Fashahah: Journal of Arabic Education, Linguistics, and Literature Vol 5, No 2 (2025): Al-Fashahah: Journal of Arabic Education, Linguistics, and Literature
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/al-fashahah.v5i2.81299

Abstract

Penelitian ini penting untuk dilakukan sebab bahasa Arab dan bahasa Jerman merupakan dua bahasa asing yang saat ini banyak dipelajari di berbagai jenjang pendidikan baik formal maupun non formal di Indonesia. Sistem kasus merupakan aspek fundamental dalam morfosintaksis yang berperan dalam menunjukkan hubungan gramatikal dalam suatu kalimat. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran komprehensif mengenai sistem kasus dalam bahasa Arab dan bahasa Jerman melalui pendekatan morfosintaksis dan analisis kontrastif. Fokus kajian diarahkan pada identifikasi kategori kasus, fungsi sintaksis, serta realisasi morfologis yang membedakan kedua bahasa tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa Arab menerapkan perubahan vokal akhir (i‘rab) sebagai mekanisme utama dalam menandai fungsi sintaktis, sedangkan bahasa Jerman menggunakan perubahan artikel, deklinasi nomina, dan rektion preposisi untuk menandai kasus gramatikal. Secara kontrastif, ditemukan bahwa kedua bahasa memiliki kesamaan dalam penandaan fungsi sintaktis inti, tetapi berbeda secara tipologis dalam strategi morfologisnya. Temuan ini memiliki implikasi langsung terhadap pembelajaran bahasa asing, terutama dalam aspek pemahaman struktur kalimat, analisis gramatikal, dan strategi penerjemahan.
Analisis Struktural dan Nilai-Nilai Pendidikan pada Novel Żirā‘ Yumnā As-Siḥriyyah Karya Dina Afifi Ameliana, Ameliana; Saleh, Nurming; Fiddienika, Arief; Ernawati, Ernawati
Al-Fashahah: Journal of Arabic Education, Linguistics, and Literature Vol 5, No 2 (2025): Al-Fashahah: Journal of Arabic Education, Linguistics, and Literature
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/al-fashahah.v5i2.73817

Abstract

Novel Żirā‘ Yumnā As-Siḥriyyah karya Dina Afifi merupakan salah satu novel yang terbit di Mesir pada tahun 2022. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur dan nilai pendidikan dalam novel Żirā‘ Yumnā As-Siḥriyyah karya Dina Afifi. Penelitian ini adalah penelitian sastra yang menggunakan metode kualitatif. Data pada penelitian ini berbentuk kalimat dalam novel Żirā‘ Yumnā As-Siḥriyyah karya Dina Afifi. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Żirā‘ Yumnā Al-Siḥriyyah karya Dina Afifi. Hasil penelitian ini  menunjukkan bahwa novel ini memiliki struktur yang utuh sebagai sebuah novel. Struktur tersebut meliputi tema, alur, penokohan, latar, gaya bahasa, sudut pandang, dan amanat. Selanjutnya, novel Żirā‘ Yumnā As-Siḥriyyah karya Dina Afifi juga memuat nilai pendidikan seperti a) nilai religius yang meliputi bertawakal kepada Allah dan bersyukur, b) nilai moral yang meliputi ketekunan dan kejujuran, c) nilai sosial yang meliputi tolong menolong dan persahabatan, d) nilai budaya yang meliputi cinta terhadap bahasa Arab dan puisi dan penghormatan kepada orang yang lebih tua.
ANCAMAN PERGESERAN BAHASA DAERAH DALAM ERA GLOBALISASI: TINJAUAN KASUS DI KABUPATEN BARRU Inriani Rani; Arief Fiddienika
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 9 No. 4 (2024): JURNAL BASTRA EDISI OKTOBER 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v9i4.533

Abstract

This study aims to describe the threat of language shift occurring among the youth in Barru regency in the era of globalization. the method used is a qualitative approach that combines observation and interviews to explore changes in the use of the Bugis language among the youth in Barru Regency amid the currents of globalization. the data analysis method employed is thematic analysis, where patterns and themes emerging from the observation and interview data will be identified and analyzed. Respondents were deliberately selected, each aged 16, 19, and 21 years old, from Barru Regency. This selection aims to provide a better depiction of age variation within the studied population. The results of the study indicate that the youth in Barru Regency predominantly use the regional language in their daily interactions; however, there is a shift when interacting on social media, where Indonesian or trendy social media languages are more dominant. they also tend to perceive the regional language as less interesting and modern compared to more commonly used languages, such as Indonesian or foreign languages. additionally, the use of foreign words within the regional language has become a trend among the youth in Barru Regency. these findings highlight the influence of social media in altering language preferences and demonstrate the challenges in maintaining the sustainability of regional language usage in the era of globalization.
INTERFERENSI FONOLOGIS PENUTUR BAHASA TAE’ DALAM PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA DI DESA BASSIANG TIMUR KABUPATEN LUWU Fauziyah Ramadhani; Arief Fiddienika
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 9 No. 4 (2024): JURNAL BASTRA EDISI OKTOBER 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v9i4.534

Abstract

Interference is commonly found in communities that use two languages, often referred to as bilingual communities. The contact between two languages, namely the first language and the second language, leads to this phenomenon. Similarly, in regions in Indonesia that have their own regional languages, Luwu Regency also has its regional language, namely the Tae' language, used as the first language, while Indonesian is used as the second language. In the application of these two languages, some individuals are capable of using them according to the language rules, while others may not be proficient in their application. Therefore, this study aims to describe the phonemes in Indonesian that experience interference due to language contact with the Tae' language. This research adopts a qualitative analysis approach. The data collection techniques used are observation and in-depth interviews with informants. The results of the study reveal three phonological interferences, namely addition interference, reduction interference, and substitution interference.
Kajian Sosiolinguistik terhadap Persepsi Kekasaran dalam Gaya Berbicara Masyarakat Makassar Andi Nurrahmi Azani Alwi; Arief Fiddienika; Dyah Adila Perdana
ETNOREFLIKA: Jurnal Sosial dan Budaya Vol 14 No 3 (2025): Volume 14, Issue 3, October 2025
Publisher : Laboratory of Anthropology Department, Faculty of Humanity, Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/etnoreflika.v14i3.3037

Abstract

This research examines the perception of roughness in the speaking style of the Makassar community through a sociolinguistic approach. The distinctive speaking style of the Makassar community, characterized by high intonation, assertive tone, and the use of address terms such as "ji" and "ko," is often perceived differently by people from outside the region. Using a qualitative method with an online survey of 15 respondents from various regions in Indonesia, this research reveals that perceptions of roughness are more influenced by intonation and tone of voice rather than word choice. The findings indicate that cultural background, interaction experience, and communication context play significant roles in shaping one's perception of the Makassar community's speaking style. Respondents from regions with similar linguistic characteristics or those who have long interacted with the Makassar community tend not to view this speaking style as a form of roughness, but rather as an expression of cultural identity. The research results also reveal generational variations, where younger generations are perceived as using a "rougher" speaking style compared to older generations. The Makassar community itself views their speaking style as part of their cultural identity, not a form of roughness, and shows resistance to negative stereotypes. This research contributes to the development of sociolinguistic theory concerning the relationship between language, identity, and linguistic stereotypes, as well as provides practical implications for language education and intercultural communication in Indonesia's multicultural context. These findings emphasize the importance of a cultural relativism approach in understanding language variation, where the assessment of a linguistic practice must consider the norms and values prevailing in the community.