Maternal Mortality Rate (MMR) and Infant Mortality Rate (IMR) remain significant health issues in Indonesia. According to the Semarang District Health Office (2023), there were 7 maternal deaths (58.20 per 100,000 live births), mainly due to hemorrhage and preeclampsia. One of the effective strategies to reduce MMR and IMR is providing continuous midwifery care (Continuity of Care/CoC). This case study aims to describe comprehensive midwifery care during pregnancy, childbirth, postpartum, newborn, and family planning for Mrs. L, aged 24 years, G1P0A0, at Bringin Public Health Center, Semarang Regency. This study used a descriptive case study approach. Data were collected through interviews, observation, and physical examinations from April to August 2025. The subject was Mrs. L, a primigravida with a pregnancy of 33 weeks, who received continuous midwifery care from pregnancy to family planning. The pregnancy progressed physiologically without complications. Delivery occurred spontaneously with a live baby, weighing 3200 grams and measuring 50 cm in length, with a strong cry. The postpartum period proceeded normally, with good uterine involution and exclusive breastfeeding initiation. The mother chose a 3-month injectable contraceptive. Continuity of Care (CoC) ensures consistent midwifery services that help detect complications early, maintain maternal and infant health, and improve family well-being. Abstrak Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) masih menjadi masalah utama di Indonesia. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang tahun 2023, terdapat 7 kasus kematian ibu (58,20 per 100.000 kelahiran hidup) dengan penyebab utama perdarahan dan preeklamsia. Salah satu upaya efektif untuk menurunkan AKI dan AKB adalah melalui pelayanan kebidanan berkesinambungan (Continuity of Care/CoC). Studi kasus ini bertujuan untuk menggambarkan asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. L usia 24 tahun G1P0A0 di Puskesmas Bringin Kabupaten Semarang yang meliputi masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, dan keluarga berencana. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan pemeriksaan fisik dari bulan April sampai Agustus 2025. Subjek studi kasus adalah Ny. L usia kehamilan 33 minggu yang mendapatkan asuhan kebidanan berkesinambungan mulai dari masa kehamilan hingga KB. Kehamilan Ny. L berlangsung fisiologis tanpa komplikasi. Persalinan terjadi secara spontan dengan bayi lahir hidup, berat badan 3200 gram, panjang badan 50 cm, dan menangis kuat. Masa nifas berjalan normal dengan kontraksi uterus baik dan ibu berhasil memberikan ASI eksklusif. Pada masa KB, ibu memilih kontrasepsi suntik 3 bulan. Pelayanan Continuity of Care (CoC) menunjukkan pentingnya kesinambungan asuhan kebidanan untuk menjaga kesehatan ibu dan bayi serta meningkatkan kesejahteraan keluarga.