Claim Missing Document
Check
Articles

Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) pada Ny. B Umur 23 Tahun di Puskesmas Banyubiru Farida Anif Zanuwar; Heni Setyowati
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Continuity of care or continuity of midwifery care is an approach that is carried out continuously from pregnancy, childbirth, postpartum, to newborn care. This aims to improve the quality of maternal and infant health and ensure optimal monitoring. This care aims to provide an overview of continuity of care midwifery care for Mrs. B, 23 years old. The method in providing Continuity Of Care care uses a case study approach with direct observation and recording of care provided from the first trimester of pregnancy to the third trimester of pregnancy, childbirth, postpartum, infant care to family planning. Data were collected through interviews, observations, and documentation. The results of continuous midwifery care succeeded in increasing maternal compliance in undergoing prenatal care, minimizing complications during childbirth, and providing better knowledge about newborn care. The mother showed good health conditions during and after the delivery process, and the baby was born healthy. Conclusion: The continuity of care approach to Mrs. B showed positive results, providing a significant impact in improving maternal and infant health. Continuous midwifery care is highly recommended to be implemented in health facilities to ensure holistic monitoring of maternal and infant health.   Abstrak Continuity of Care atau kesinambungan asuhan kebidanan adalah pendekatan yang dilakukan secara terus menerus dari masa kehamilan, persalinan, nifas, hingga perawatan bayi baru lahir. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan bayi serta memastikan pemantauan yang optimal. Asuhan ini bertujuan untuk memberikan gambaran asuhan kebidanan Continuity Of Care pada Ny. B usia 23 Tahun . Metode dalam memberikan asuhan Continuity Of Care ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan observasi langsung dan pencatatan asuhan yang diberikan dari kehamilan trimester Pertama sampai hamil trimester ke 3, Persalinan, masa nifas, perawatan bayi sampai dengan KB. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil dari Asuhan kebidanan yang berkesinambungan berhasil meningkatkan kepatuhan ibu dalam menjalani perawatan prenatal, meminimalkan komplikasi saat persalinan, serta memberikan pengetahuan yang lebih baik mengenai perawatan bayi baru lahir. Ibu menunjukkan kondisi kesehatan yang baik selama dan setelah proses persalinan, dan bayi lahir dengan sehat. Kesimpulan: Pendekatan Continuity Of Care pada Ny. B  menunjukkan hasil yang positif, memberikan dampak signifikan dalam meningkatkan kesehatan ibu dan bayi. Asuhan kebidanan berkesinambungan sangat dianjurkan untuk  diterapkan di fasilitas kesehatan guna memastikan pemantauan kesehatan ibu dan bayi secara holistik.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care (CoC) pada Ny. L Usia 24 Tahun G1P0A0 di Puskesmas Bringin Kabupaten Semarang Sri Sutarti; Heni Setyowati
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal Mortality Rate (MMR) and Infant Mortality Rate (IMR) remain significant health issues in Indonesia. According to the Semarang District Health Office (2023), there were 7 maternal deaths (58.20 per 100,000 live births), mainly due to hemorrhage and preeclampsia. One of the effective strategies to reduce MMR and IMR is providing continuous midwifery care (Continuity of Care/CoC). This case study aims to describe comprehensive midwifery care during pregnancy, childbirth, postpartum, newborn, and family planning for Mrs. L, aged 24 years, G1P0A0, at Bringin Public Health Center, Semarang Regency. This study used a descriptive case study approach. Data were collected through interviews, observation, and physical examinations from April to August 2025. The subject was Mrs. L, a primigravida with a pregnancy of 33 weeks, who received continuous midwifery care from pregnancy to family planning. The pregnancy progressed physiologically without complications. Delivery occurred spontaneously with a live baby, weighing 3200 grams and measuring 50 cm in length, with a strong cry. The postpartum period proceeded normally, with good uterine involution and exclusive breastfeeding initiation. The mother chose a 3-month injectable contraceptive. Continuity of Care (CoC) ensures consistent midwifery services that help detect complications early, maintain maternal and infant health, and improve family well-being.   Abstrak Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) masih menjadi masalah utama di Indonesia. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang tahun 2023, terdapat 7 kasus kematian ibu (58,20 per 100.000 kelahiran hidup) dengan penyebab utama perdarahan dan preeklamsia. Salah satu upaya efektif untuk menurunkan AKI dan AKB adalah melalui pelayanan kebidanan berkesinambungan (Continuity of Care/CoC). Studi kasus ini bertujuan untuk menggambarkan asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. L usia 24 tahun G1P0A0 di Puskesmas Bringin Kabupaten Semarang yang meliputi masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, dan keluarga berencana. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan pemeriksaan fisik dari bulan April sampai Agustus 2025. Subjek studi kasus adalah Ny. L usia kehamilan 33 minggu yang mendapatkan asuhan kebidanan berkesinambungan mulai dari masa kehamilan hingga KB. Kehamilan Ny. L berlangsung fisiologis tanpa komplikasi. Persalinan terjadi secara spontan dengan bayi lahir hidup, berat badan 3200 gram, panjang badan 50 cm, dan menangis kuat. Masa nifas berjalan normal dengan kontraksi uterus baik dan ibu berhasil memberikan ASI eksklusif. Pada masa KB, ibu memilih kontrasepsi suntik 3 bulan.  Pelayanan Continuity of Care (CoC) menunjukkan pentingnya kesinambungan asuhan kebidanan untuk menjaga kesehatan ibu dan bayi serta meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Asuhan Kebidanan Continuity Of Care (COC) pada Ny. F Umur 29 Tahun di PKD Desa Nyatnyono Lailiyatul Mufarikhah; Heni Setyowati
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Continuity of Care (CoC) is midwifery care provided from the third trimester of pregnancy, followed by support during labor, postpartum, newborn care, and family planning. This care aims to improve the quality of maternal and infant health and ensure optimal monitoring. This care aims to provide an overview of Continuity of Care midwifery care for Mrs. F, age 29. The method used in providing CoC care used a case study approach with direct observation and recording of care provided from the first trimester of pregnancy to the third trimester, delivery, the postpartum period, infant care, and contraceptive use. Data were collected through interviews, observation, and documentation. The results of this continuity of midwifery care successfully increased maternal compliance with prenatal care, minimized complications during delivery, and provided better knowledge regarding newborn care. The mother demonstrated good health during and after delivery, and the baby was born healthy. Conclusion: The CoC approach for Mrs. F demonstrated positive results, having a significant impact on improving maternal and infant health. Continuous midwifery care is highly recommended to be implemented in health facilities to ensure holistic monitoring of maternal and infant health.   Abstrak Continuity of Care (CoC) merupakan asuhan kebidanan yang dilakukan sejak masa kehamilan dilanjutkan pendampingan saat persalinan, nifas, bayi baru lahir dan keluarga berencana. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan bayi serta memastikan pemantauan yang optimal. Asuhan ini bertujuan untuk memberikan gambaran asuhan kebidanan Continuity Of Care pada Ny. F usia 29 tahun. Metode dalam memberikan asuhan CoC ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan observasi langsung dan pencatatan asuhan yang diberikan dari kehamilan trimester pertama sampai hamil trimester ketiga, persalinan, masa nifas, perawatan bayi sampai dengan penggunaan alat kontrasepsi. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil dari asuhan kebidanan yang berkesinambungan berhasil meningkatkan kepatuhan ibu dalam menjalani perawatan prenatal, meminimalkan komplikasi saat persalinan, serta memberikan pengetahuan yang lebih baik mengenai perawatan bayi baru lahir. Ibu menunjukkan kondisi kesehatan yang baik selama dan setelah proses persalinan, dan bayi lahir dengan sehat. Pendekatan CoC pada Ny. F menunjukkan hasil yang positif, memberikan dampak signifikan dalam meningkatkan kesehatan ibu dan bayi. Asuhan kebidanan berkesinambungan sangat dianjurkan untuk diterapkan difasilitas kesehatan guna memastikan pemantauan kesehatan ibu dan bayi secara holistik.
Peningkatan Pengetahuan Ibu Hamil tentang Prenatal Yoga melalui Edukasi dan Praktik di Puskesmas Tanjung Palas Nurhidayati; Setyowati, Heni; Novi Aryani
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pregnancy is a physiological process that often causes physical discomfort and psychological stress in pregnant women. Prenatal yoga is a non-pharmacological intervention that can improve physical comfort, reduce anxiety, and enhance maternal readiness for childbirth. However, pregnant women’s knowledge regarding prenatal yoga remains limited. This study aimed to determine the effect of health education on pregnant women’s knowledge about prenatal yoga. This study employed a pre-experimental design using a one-group pretest–posttest approach. The participants consisted of 10 pregnant women who attended a prenatal yoga health education program at the community health center area. Knowledge levels were measured using a structured questionnaire administered before (pretest) and after (posttest) the health education intervention. Data were analyzed descriptively and presented in the form of frequency distributions, tables, and diagrams. The results showed an improvement in pregnant women’s knowledge after receiving health education. Before the intervention, most respondents had insufficient to moderate knowledge regarding prenatal yoga. After the intervention, the majority of respondents demonstrated good knowledge. The increase was observed across all knowledge indicators, including the definition, benefits, appropriate timing, breathing techniques, safe movements, contraindications, and precautions during prenatal yoga practice.Health education significantly improved pregnant women’s knowledge about prenatal yoga. Therefore, prenatal yoga education is recommended to be routinely integrated into antenatal care programs to enhance maternal health and childbirth preparedness.   Abstrak Kehamilan menyebabkan perubahan fisik dan psikologis yang sering menimbulkan keluhan pada ibu hamil. Prenatal yoga merupakan salah satu bentuk aktivitas fisik yang aman dan bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan ibu hamil, namun tingkat pengetahuan ibu hamil tentang prenatal yoga masih beragam. Artikel ini bertujuan menganalisis pengaruh edukasi dan praktik prenatal yoga terhadap peningkatan pengetahuan ibu hamil. Penelitian ini merupakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan desain pre-eksperimental menggunakan pendekatan one group pre-test dan post-test. Subjek kegiatan adalah 10 ibu hamil trimester II dan III di wilayah kerja puskesmas. Intervensi berupa edukasi kesehatan, demonstrasi, dan praktik prenatal yoga. Pengukuran pengetahuan dilakukan menggunakan kuesioner terstruktur sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data dilakukan secara deskriptif. Hasil pre-test menunjukkan sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan kategori kurang dan cukup. Setelah diberikan edukasi dan praktik prenatal yoga, terjadi peningkatan pengetahuan dengan 90% responden berada pada kategori pengetahuan baik. Edukasi dan praktik prenatal yoga efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu hamil. Program prenatal yoga dapat dijadikan intervensi promotif dan preventif dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak.