Claim Missing Document
Check
Articles

Dinamika Pemaknaan Audiens pada Album Man’s Best Friend di Media Sosial X Raissa Anargya; Sisca Aulia
Koneksi Vol. 10 No. 2 (2026): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v10i2.38925

Abstract

The album Man’s Best Friend by Sabrina Carpenter sparked controversy on social media due to its cover, which features a provocative pose and an ambiguous title. This study analyzes audience reception to understand how listeners interpret the album’s visual and musical messages using Audience Reception Theory and Stuart Hall’s Encoding–Decoding model. A descriptive qualitative method with a reception case study approach was applied through in-depth interviews with four active listeners and one key informant from the music industry. The findings show that audiences occupy three reading positions: dominant-hegemonic, which accepts the album as an artistic exploration; negotiated, which agrees with the concept but questions its visual representation; and oppositional, which rejects the objectification of women. Social media platform X plays a significant role as a discursive arena where collective meaning is shaped. Audience reception is dynamic and influenced by interactions between the media text, personal context, and digital environment. The study demonstrates that audiences actively engage in meaning-making through critical interpretation based on their values and experiences. The diversity of interpretations among informants is not an inconsistency, but a reflection of the complex nature of audience reception in the digital era, characterized by high information accessibility, active online social engagement, and diverse audience backgrounds. Album Man’s Best Friend karya Sabrina Carpenter memicu kontroversi di media sosial karena sampul yang menampilkan pose kontroversial dengan judul ambigu. Analisis resepsi audiens dilakukan untuk memahami bagaimana audiens memaknai pesan visual dan musikal album menggunakan Teori Resepsi Audiens dan model Encoding–Decoding Stuart Hall. Metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus resepsi dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap empat informan pendengar aktif Sabrina Carpenter dan satu key informan dari industri musik. Hasil menunjukkan audiens menempati tiga posisi pembacaan: dominan-hegemonik yang menerima album sebagai eksplorasi artistik, negosiasi yang menerima konsep namun mempertanyakan representasi visual, dan oposisi yang menolak objektifikasi perempuan. Media sosial X berperan signifikan sebagai ruang diskusi pembentukan makna kolektif. Resepsi bersifat dinamis dan dipengaruhi interaksi antara teks media, konteks personal audiens, dan lingkungan digital. Audiens terbukti aktif dalam proses pemaknaan dengan melakukan interpretasi kritis berdasarkan nilai dan pengalaman mereka. Keberagaman interpretasi yang muncul dari keempat informan bukan merupakan anomali atau inkonsistensi, melainkan refleksi akurat dari kompleksitas resepsi audiens terhadap karya budaya populer di era digital yang ditandai oleh aksesibilitas informasi yang tinggi, interaksi sosial yang intens di media online, dan keberagaman latar belakang serta nilai yang dibawa audiens dalam proses pemaknaan.
Analisis Keheningan Perempuan dalam Kompetisi Valorant Asia Tenggara Valencia Jane; Sisca Aulia
Koneksi Vol. 10 No. 2 (2026): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v10i2.38929

Abstract

Female player participation in Southeast Asian e-sports continues to increase, including in Valorant competitions. However, the dominance of masculine culture in FPS games still creates gender stereotypes that impact their playing experience and position in the competitive environment. This study aims to analyze the forms of stereotypes experienced by female players, their impact on in-game performance and communication, and the strategies they use to survive in the competitive arena. The study used a qualitative approach with a case study method through in-depth interviews with female players and coaches who have participated in official tournaments such as VCT Game Changers and FSL. Analysis was conducted through open coding and triangulation. This study used Representation Theory (Stuart Hall) to examine the construction of stereotypes, the Spiral of Silence Theory (Noelle-Neumann) to understand players' communication responses, and Motivation Theory Deci & Ryan to explain the factors that keep them competing. The results show that female players face verbal harassment, doubts about their abilities, and objectification, which affect their playing comfort and confidence. However, team support, competitive achievements, and intrinsic motivation are factors that encourage them to persist in Valorant competitions. Partisipasi pemain perempuan dalam e-sports Asia Tenggara terus meningkat, termasuk pada kompetisi Valorant. Namun, dominasi budaya maskulin dalam permainan FPS masih menimbulkan stereotip gender yang memengaruhi pengalaman bermain dan posisi mereka dalam lingkungan kompetitif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk stereotip yang dialami pemain perempuan, dampaknya terhadap performa dan komunikasi dalam game, serta strategi yang mereka gunakan untuk bertahan di ranah kompetitif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi melalui wawancara mendalam kepada pemain perempuan dan pelatih yang pernah mengikuti turnamen resmi seperti VCT Game Changers dan FSL. Analisis dilakukan melalui open coding dan triangulasi. Penelitian ini menggunakan Teori Representasi (Stuart Hall) untuk melihat konstruksi stereotip, Teori Spiral Keheningan (Noelle-Neumann) untuk memahami respons komunikasi pemain, serta Teori Motivasi (Deci & Ryan) untuk menjelaskan faktor yang membuat mereka tetap berkompetisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemain perempuan menghadapi pelecehan verbal, keraguan atas kemampuan, dan objektifikasi yang memengaruhi kenyamanan bermain serta kepercayaan diri. Meskipun demikian, dukungan tim, pencapaian kompetitif, dan motivasi intrinsik menjadi faktor yang mendorong mereka tetap bertahan di kompetisi Valorant.
Co-Authors Albansyah, Raihan Alviera, Evely Alvina Damaiyanti Mulyawan Angelie, Chelvie Audrey Manurung Aura Diva Maria Br Simanjorang Aviny, Pratita Ayu Pratiwi Az’zahra, Azlina Bernadett, Fiona CH Brigitta Pricilia Fongesta Bryan Latumanuwy Cahyani, Regita Emelia Cervia Ferdiana Chai, Vanesa Minardi Chellsy Christine Afandi Christina Christina Christy, Silvia Clara, Shindy Claudia Dinata Darmawan, Melly Eko Harry Susanto Erdiansyah, Rezi Evely Alviera Faiza Khairunnisa Amani Taufik Fanny Dwi Anggreany Farid Farid, Farid Farras Natasya Gilang Putra Ramadhan Harry Darmawan Helena Aurora Herman, Sylvia Hertanto, Danessa Valerie Himawan Himawan Jackson Jacqueline Annabell Jessica Tee Jesvanny Jesvanny Joenice, Aneesa Jonathan Kuswandy Jovita Padmasari Junita Sari Kathline Alexandra Thedianto Keira Djauwvanka Kurniawan Kelvin Kevin S Kezia Angelina Ayumi Krisjanto Kusuma, Angelina Maria Kristi Monika Lee, Willy Christian Leonard, Glessya Vynika Lishia Wudjud Livia Gracely Wahyu Marcella, Cherise Marcelyn, Aviana Margareta, Vita Martin Martin Marvella Marvella Maulana, Azzahra Putri Meicella, Fioren Montera, Visca Muharizal Rizki, Aditiya Mustika, Yolanda Aileen Mutongi, Chipo Nanda, Bayu Dwi Natasha, Angelie Alice Nathaniel Christianto Kariodimedjo Novianti, Dian Olivia Laurensa Priscilla, Cherise Raissa Anargya Reinardus, Mitchelle Rezi Erdiansyah Ria Chandra Rinaldi, Keyza Baby Riris Loisa Rizky Adiguna Iswanto Putra Rusdi, Farid Sasa Sendjaja Selina Kurnia Setyanto, Yugih Setyanto, Yugih Simanjuntak, Bintang Samuel Sinta Paramita Sissy, Cecilia Stenly Bambang Yeremia Wantah Surya, Elizabeth Sutandi, Sania Tanasia, Valen Tanoto, Olivia Tedjo, Alessandro Angelo Teodorus, Reynald Adril Valencia Jane Veronika, Rika Viona Marcella Willy Willy Winendy Kuswanto Winston Yohanes, Geraldi Yovianty, Livia