Claim Missing Document
Check
Articles

Menentukan Strategi Komunikasi Tim dalam Game Online Mobile Legends (Studi Kasus Tim INFINITY) Leonardo, Leonardo; Pandrianto, Nigar
Kiwari Vol. 3 No. 4 (2024): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v3i4.33080

Abstract

Technology use is really reflected in games. Every year, there is evidence to suggest that the evolution of video games has a huge impact on society. The advent of online games has made it possible for an infinite number of players to play these games simultaneously at the same time. Among them is the MOBA-style game Mobile Legends, which is playable on smartphones. In the classic 5v5 battle game Mobile Legends, players must devise a plan of attack in order to win each match and advance to the next round. Moreover, the Mobile Legends game is a team game that involves more than one person who is required to have the same vision and mission when in a match to achieve victory. However, due to a lack of language and speech, player-to-player communication is frequently hindered and misinterpreted. This is one of the negative things that must be avoided during matches because it can have a fatal effect that ends in defeat for the team. This is an example of the lack of communication strategies experienced by communities and teams that compete professionally. In this research, researchers used descriptive qualitative research methods using a case study approach. The results of this research are that planning communication strategies and conveying information between members is very influential in increasing the winning percentage in a match. Penggunaan teknologi sangat tercermin dalam game. Setiap tahun, terdapat bukti yang menunjukkan bahwa evolusi video game berdampak besar pada masyarakat. Munculnya game online telah memungkinkan pemain dalam jumlah tak terbatas untuk memainkan game-game ini secara bersamaan pada waktu yang sama. Diantaranya adalah game ala MOBA Mobile Legends yang bisa dimainkan di smartphone. Dalam game pertarungan klasik 5v5 Mobile Legends, pemain harus menyusun rencana serangan agar dapat memenangkan setiap pertandingan dan melaju ke babak berikutnya. Terlebih lagi permainan Mobile Legends merupakan permainan tim yang melibatkan lebih dari satu orang yang dituntut memiliki visi dan misi yang sama ketika dalam suatu pertandingan untuk mencapai kemenangan. Namun, karena kurangnya bahasa dan ucapan, komunikasi antar pemain sering kali terhambat dan disalahartikan. Ini merupakan salah satu hal negatif yang harus dihindari saat bertanding karena bisa berakibat fatal yang berujung pada kekalahan bagi tim. Hal ini merupakan contoh kurangnya strategi komunikasi yang dialami oleh komunitas dan tim yang bersaing secara profesional. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil dari penelitian ini adalah perencanaan strategi komunikasi dan penyampaian informasi antar anggota sangat berpengaruh dalam meningkatkan persentase kemenangan dalam suatu pertandingan.
Media Sosial Instagram @Campaign.id sebagai Alat untuk Mendorong Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental Anak Muda Setiawan, Ichsan; Pandrianto, Nigar
Kiwari Vol. 3 No. 4 (2024): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v3i4.33114

Abstract

Focusing on the @campaign.id account, this research investigates the role of Instagram in increasing mental health awareness among Indonesian youth. This research analyzes the qualitative content of posts and user interactions on the @campaign.id account to see how the account engages audiences and encourages actions that contribute to social change towards a stronger mental health discourse in discussions about stigma and mental health management. The results show that @campaign.id utilizes Instagram effectively to promote community support and encourage proactive attitudes towards mental health. The platform serves as a driver of social change by emphasizing that it can influence positive behavior among youth. The campaign uses emotional imagery and compelling narratives to challenge the stigma surrounding mental health, encouraging young individuals to seek professional help rather than self-diagnose. Findings show that the campaign successfully used social media to create meaningful engagement and raise mental health awareness, leveraging emotional resonance and informational content to mobilize youth. Berfokus pada akun @campaign.id, penelitian ini menyelidiki peran Instagram dalam meningkatkan kesadaran kesehatan mental di kalangan pemuda Indonesia. Penelitian ini menganalisis konten kualitatif dari postingan dan interaksi pengguna di akun @campaign.id untuk melihat bagaimana akun tersebut melibatkan audiens dan mendorong tindakan yang berkontribusi pada perubahan sosial menuju diskursus kesehatan mental yang lebih kuat dalam diskusi tentang stigma dan manajemen kesehatan mental. Hasilnya menunjukkan bahwa @campaign.id memanfaatkan Instagram secara efektif untuk mempromosikan dukungan komunitas dan mendorong sikap proaktif terhadap kesehatan mental. Platform ini berfungsi sebagai penggerak perubahan sosial dengan menekankan bahwa itu dapat memengaruhi perilaku positif di kalangan pemuda. Kampanye ini menggunakan imajeri emosional dan narasi yang menarik untuk menantang stigma seputar kesehatan mental, mendorong individu muda untuk mencari bantuan profesional daripada mendiagnosis diri. Temuan menunjukkan bahwa kampanye menggunakan media sosial untuk menciptakan keterlibatan yang bermakna dan meningkatkan kesadaran kesehatan mental, memanfaatkan resonansi emosional dan konten informasi untuk memobilisasi pemuda.
Differentiating Through USP: Strategi Komunikasi Digital pada Akun Instagram @adiandfriendsorganizer Amelia, Dhea; Pandrianto, Nigar
Kiwari Vol. 4 No. 1 (2025): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v4i1.33738

Abstract

Instagram has become a primary strategy for companies in reaching audiences, so that product or service promotion activities can be carried out effectively and efficiently. This study aims to analyze the application of content based on unique selling point (USP) as a marketing communication strategy to win the marketing competition in the Wedding Organizer industry, with a case study on the Instagram account @adiandfriendsorganizer. The research uses a qualitative approach with a case study research method. Data collection in this study involves in-depth interviews, non-participatory observation, document analysis, and literature study. The research focuses on analyzing the strategy of content on the @adiandfriendsorganizer Instagram account and how Adi & Friends Wedding Organizer communicates its USP through consistent content marketing to attract audience attention. The result show that the use of USP in each piece of content posted on Adi & Friends Instagram is highly effective in strengthening brand identity and increasing audience engagement. Through a communication strategy that consistently uses USP-based content, Adi & Friends Wedding Organizer has successfully built a stronger market position, enhanced customer loyalty, and gained a competitive advantage in the increasingly tight competition. Instagram menjadi strategi utama bagi perusahaan dalam menjangkau audiens, sehingga aktivitas promosi produk atau jasa dapat dilakukan secara efektif dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan konten berbasis unique selling pointsebagai strategi komunikasi pemasaran dalam memenangkan persaingan pemasaran di industri wedding organizer, dengan studi kasus pada akun Instagram @adiandfriendsorganizer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian studi kasus. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara mendalam, observasi non-partisipatif, dokumen analisis serta studi kepustakaan. Dengan menganalisis strategi konten di Instagram Adi & Friends serta berfokus pada cara Adi & Friends Wedding Organizer dalam mengkomunikasikan unique selling point melalui konten marketing yang konsisten untuk menarik perhatian audiens. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan USP dalam setiap konten yang diunggah di Instagram @adiandfriendsorganizer sangat efektif dalam memperkuat identitas merek dan membangun keterlibatan audiens yang lebih tinggi. Dengan strategi komunikasi menggunakan konten berbasis USP yang dilakukan secara konsisten, Adi & Friends Wedding Organizer berhasil membangun posisi yang lebih kuat di pasar, memperkuat loyalitas pelanggan dan memperoleh keunggulan yang kompetitif dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat.
Development Model of Tourism Communication and Creative Economy Based on Local Culture in East Sumba Sari, Wulan Purnama; Pandrianto, Nigar; Sukendro, Gregorius Genep; Azeharie, Suzy; Irena, Lydia
Jurnal Komunikasi Vol. 15 No. 2 (2023): Jurnal Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jk.v15i2.26251

Abstract

As something unique, local culture can be utilized in various fields, one of which is tourism. The development of the tourism industry is characterized by several things, for example there is an increase in community participation to advance the local tourism industry, and the use of the creative economy. This research itself was carried out by looking at the potential that Indonesia has in the tourism and creative economy sectors which still have great potential to be developed further while still supporting the preservation of Indonesia's local culture. The research was carried out at a location in East Sumba, because it has a natural attraction for tourism which is already worldwide, but its development so far has not been optimal. Apart from having natural potential for tourism development, Sumba also has local culture and creative economy products, such as woven fabrics. This research was conducted with the main aim of producing a model for the development of tourism and creative economy based on local culture. This research itself will focus on the use of local culture in the tourism sector and the creative economy in tourism communication studies. The research was conducted using a qualitative approach and case study method. Data was obtained through FGD and interviews with resource persons. Based on the research results, it can be concluded that East Sumba has potential in terms of tourism development, the potential is in the form of natural resources, creative economic products, local culture and infrastructure suggestions. Developing this potential must receive support from the government in the form of development and policy making that favors local communities. Apart from that, tourism development also requires the development of human resources, which therefore requires collaboration between the government and local communities.
Implementasi Brand Activation melalui Konser Musik untuk Membangun Minat Pengunjung PosBloc Hinandra, Alvin Christian; Pandrianto, Nigar
Prologia Vol. 9 No. 1 (2025): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v9i1.33215

Abstract

Jakarta, with its long historical background, possesses numerous cultural heritages, including historical buildings such as PosBloc. PosBloc has transformed into a creative hub that integrates art, culture, and entertainment. One of its main strategies is utilizing music concerts as brand activation to attract visitors. This study aims to analyze the role of music concerts as a marketing communication tool in building visitor interest in PosBloc and its contribution to heritage preservation. This research employs a qualitative approach with a case study method. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation studies involving visitors, organizers, and relevant practitioners. Analysis was conducted using source triangulation to ensure data validity. The findings indicate that music concerts at PosBloc enhance brand awareness, create emotional engagement, and strengthen visitor loyalty, particularly among younger generations. However, visitor numbers remain limited, and the effectiveness of marketing strategies needs improvement through social media and the integration of cultural elements. This study underscores the importance of cross-sector collaboration to optimize the social, economic, and cultural benefits of PosBloc. Jakarta, dengan usia sejarah panjang, memiliki banyak warisan budaya, termasuk bangunan bersejarah seperti PosBloc. PosBloc telah bertransformasi menjadi pusat ruang kreatif yang menggabungkan seni, budaya, dan hiburan. Salah satu strategi utamanya adalah menggunakan konser musik sebagai brand activation untuk menarik minat pengunjung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran konser musik sebagai alat komunikasi pemasaran dalam membangun minat pengunjung PosBloc, serta kontribusinya terhadap pelestarian heritage. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi dari pengunjung, penyelenggara, dan praktisi terkait. Analisis dilakukan menggunakan triangulasi sumber untuk memastikan validitas data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konser musik di PosBloc meningkatkan kesadaran merek, menciptakan keterlibatan emosional, dan memperkuat loyalitas pengunjung, terutama generasi muda. Namun, jumlah pengunjung masih terbatas, dan efektivitas strategi pemasaran perlu ditingkatkan melalui media sosial dan integrasi elemen budaya. Penelitian ini menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mengoptimalkan manfaat sosial, ekonomi, dan kultural PosBloc.
Perbedaan Pandangan Antargenerasi dalam Film Pendek Ngaheot Jakaria, Delinda Amelia; Pandrianto, Nigar
Koneksi Vol. 9 No. 1 (2025): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v9i1.33279

Abstract

Taboo is something that cannot be separated from society. Pamali functions to influence the obedience of the surrounding community. One of the taboos that developed in Sundanese society is forbidden to whistle at night. The short film Ngaheot was chosen because it approaches the problem that today’s young generation tends to ignore their own culture. Therefore, this research aims to find out how the construction of whistle as myth is maintained in the short film Ngaheot. This research uses the concepts of mass communication, film, social reality construction, myth, and Roland Barthes semiotic model. This research uses a qualitative research method using Roland Barthes semiotic text analysis method. The subject of this study are scenes in the film and the objects of this study are scenes or texts that have signs of myth in the film. The results of this study indicate that there is a myth constructed between parents who are considered old-fashioned and young people representing thoughts that follow the generation in the short film Ngaheot. Even though it has entered the modern era, myth still has a role in human life. The purpose of the myth itself is as a form to respect each other. Pamali merupakan suatu hal yang tidak bisa lepas dari kalangan masyarakat. Pamali berfungsi untuk memengaruhi ketaatan masyarakat sekitar. Salah satu kepercayaan yang terdapat dalam masyarakat Sunda adalah larangan untuk bersiul di malam hari. Film pendek Ngaheot dipilih karena film ini memiliki pendekatan tentang masalah di mana generasi muda sekarang ini cenderung mengabaikan budayanya sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana konstruksi siul sebagai pamali yang dipertahankan dalam film pendek Ngaheot. Penelitian ini menggunakan konsep komunikasi massa, film, konstruksi realitas sosial, mitos, dan semiotika model Roland Barthes. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan menggunakan metode analisis teks semiotika Roland Barthes. Subjek dari penelitian ini adalah adegan-adegan dalam film yang memiliki tanda-tanda konstruksi siul sebagai pamali yang dipertahankan dan objek dari penelitian ini adalah adegan atau teks yang memiliki tanda-tanda mitos dalam film. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat konstruksi mitos antara orang tua yang dianggap kolot dan anak muda mewakili pemikiran yang mengikuti generasi dalam film pendek Ngaheot. Meskipun sudah memasuki era yang semakin berkembang, mitos mengenai pamali masih tetap berperan penting dalam kehidupan masyarakat. Tujuan dari pamali sendiri adalah sebagai bentuk saling menghormati kepada satu sama lain.
Memperkuat Warisan Budaya Tionghoa melalui Media Sosial di Kalangan Generasi Muda Gio, Gio; Pandrianto, Nigar
Koneksi Vol. 9 No. 1 (2025): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v9i1.33287

Abstract

This study analyzes the role of the Instagram account @Chinese_Server in introducing and preserving Chinese cultural values among young Chinese-Indonesian generations. Using a qualitative approach with a case study method, the research explores how social media serves as an effective cultural communication tool in the fast-paced digital era. Data were collected through in-depth interviews with the account manager, cultural academics, social media specialists, and followers of @Chinese_Server. Additionally, observations were conducted on the account’s content to examine various types of posts, including Chinese history, traditions, culinary arts, and cultural celebrations, as well as audience interactions through interactive features. The findings reveal that Instagram, as a visually driven platform, effectively conveys cultural information through creative, engaging, and educational content. The account successfully fosters cultural awareness, engagement, and pride among younger generations of Chinese Indonesians. This study offers new insights into the use of social media for cultural preservation, emphasizing digital communication strategies and their critical role in promoting cultural identity amidst globalization and modernization trends. Penelitian ini menganalisis peran akun Instagram @Chinese_Server dalam pengenalan dan pelestarian nilai-nilai budaya Tionghoa di kalangan generasi muda keturunan Tionghoa di Indonesia. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana media sosial dimanfaatkan sebagai alat komunikasi budaya di era digital yang serba cepat. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan pengelola akun, akademisi budaya, Social Media Specialist, serta pengikut akun @Chinese_Server. Selain itu, observasi terhadap konten akun dilakukan untuk menganalisis jenis unggahan, seperti sejarah, tradisi, kuliner, dan perayaan budaya Tionghoa, serta keterlibatan audiens melalui fitur interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Instagram sebagai platform berbasis visual sangat efektif dalam menyampaikan informasi budaya melalui konten yang kreatif, menarik, dan edukatif. Akun ini berhasil membangun kesadaran, keterlibatan, serta kebanggaan budaya di kalangan generasi muda Tionghoa Indonesia. Penelitian ini memberikan wawasan baru tentang pemanfaatan media sosial sebagai sarana pelestarian budaya, strategi komunikasi digital, serta perannya dalam memperkenalkan identitas budaya di tengah derasnya arus globalisasi dan modernisasi.
Penyelenggaraan Event Premium Music Experience sebagai Kunci Kepuasan Nasabah Bank OCBC Chang, Keith Prasethio; Pandrianto, Nigar
Kiwari Vol. 4 No. 2 (2025): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v4i2.34979

Abstract

This study examines marketing communication through events that aim to associate products with popular activities such as sports, concerts, bazaars, or festivals. Premium Music Experience (PME) is an exclusive music concert event held by OCBC for its customers as part of its marketing communication strategy. This study aims to measure the influence of PME event marketing communication and event quality on OCBC Bank customer satisfaction. The study uses the theory of marketing communication, event marketing, event quality, and customer satisfaction. A quantitative approach with a correlational method was applied through a questionnaire survey to 100 OCBC customers who had participated in PME. The results of the study indicate that PME event marketing communication has a positive and significant influence on customer satisfaction. In addition, event quality also has a positive and significant influence. These findings confirm that organizing quality events, with effective communication, can meet customer expectations, increase satisfaction, create memorable experiences, and encourage customer loyalty. Such events allow companies to build emotional relationships with customers, improve brand image, and encourage recommendations from customers to other parties. This study provides practical insights for companies in designing event-based marketing communication strategies. Penelitian ini mengkaji komunikasi pemasaran melalui event yang bertujuan mengasosiasikan produk dengan aktivitas populer seperti olahraga, konser, bazar, atau festival. Premium Music Experience (PME) adalah acara konser musik eksklusif yang diadakan OCBC bagi nasabah sebagai bagian dari strategi komunikasi pemasaran. Penelitian ini bertujuan mengukur pengaruh event marketing komunikasi PME dan kualitas acara (event quality) terhadap kepuasan nasabah Bank OCBC. Penelitian menggunakan teori komunikasi pemasaran, event marketing, event quality, dan kepuasan pelanggan. Pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional diterapkan melalui survei kuesioner kepada 100 nasabah OCBC yang pernah mengikuti PME. Hasil penelitian menunjukkan bahwa event marketing komunikasi PME memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan nasabah. Selain itu, event quality juga berpengaruh positif dan signifikan. Temuan ini menegaskan bahwa penyelenggaraan acara yang berkualitas, dengan komunikasi yang efektif, dapat memenuhi harapan pelanggan, meningkatkan kepuasan, menciptakan pengalaman berkesan, serta mendorong loyalitas pelanggan. Acara semacam ini memungkinkan perusahaan untuk membangun hubungan emosional dengan nasabah, meningkatkan citra merek, serta mendorong rekomendasi dari pelanggan kepada pihak lain. Penelitian ini memberikan wawasan praktis bagi perusahaan dalam merancang strategi komunikasi pemasaran berbasis event.
Makna Kritik Sosial dalam Lirik Lagu “5” .Feast Putra, Dimas Maulana; Pandrianto, Nigar
Kiwari Vol. 4 No. 2 (2025): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v4i2.34997

Abstract

Communication is an activity that humans have always done. Communication can be done  verbally or non-verbally. One form of communication that is developing at this time is the art  of music. Music is a very influential medium for voicing social and political criticism.  Therefore, music is often used as a tool of resistance, exposing social realities and injustice.  This research aims to analyze the meaning of social criticism contained in the lyrics of the  song "5" by .Feast using Ferdinand de Saussure's semiotic analysis. Through analysis of the  signs in the verses of the lyrics of the song "5" this research finds that the lyrics contain strong  social criticism. This research uses qualitative approach with semiotic methods to explore the  meaning of each lyric based on the concept of signifier and signified which produces deeper  significance or meaning. Primary data in the form of the lyrics of the song "5" are analyzed  by connecting them to the socio-political context that lyrics This song contains various social  criticisms that focus on the government's failure to fulfill people's expectations, political cycles  that do not provide meaningful change, and propaganda that deceives the public.  Komunikasi merupakan kegiatan yang selalu dilakukan manusia. Komunikasi itu bisa  dilakukan secara verbal ataupun nonverbal. Salah satu bentuk komunikasi yang berkembang  pada saat ini adalah seni musik. Musik menjadi salah satu medium yang sangat berpengaruh  dalam menyuarakan kritik sosial dan politik. Maka dari itu musik sering kali dijadikan alat  perlawanan, mengungkap realitas sosial, serta ketidakadilan. Penelitian ini bertujuan untuk  menganalisis makna kritik sosial terkandung dalam lirik lagu “5” karya .Feast menggunakan  analisis semiotika Ferdinand de Saussure melalui analisis tanda-tanda pada bait lirik lagu "5”  penelitian ini menemukan bahwa lirik tersebut mengandung kritik sosial yang kuat. Penelitian  ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode semiotika untuk menggali makna dari  setiap lirik berdasarkan konsep signifier (penanda) dan signified (petanda) yang menghasilkan  signifikasi atau makna lebih mendalam. Data primer berupa lirik lagu "5" dianalisis dengan  menghubungkannya pada konteks sosial-politik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lirik  lagu ini memuat berbagai kritik sosial yang berfokus pada kegagalan pemerintah dalam  memenuhi harapan rakyat, siklus politik yang tidak memberikan perubahan berarti, serta  propaganda yang memperdaya masyarakat. 
Standar Kecantikan dalam Film Imperfect: Sebuah Pendekatan Semiotika Angelika, Alena Bella; Pandrianto, Nigar
Kiwari Vol. 4 No. 3 (2025): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v4i3.35406

Abstract

This research aims to analyze the representation of beauty standards in the film Imperfect through Roland Barthes semiotic approach. The background to this research focuses on how beauty standards prevailing in society are often influenced by the media, including films, which can shape individual perceptions and expectations regarding physical appearance. The film Imperfect depicts the main character's journey in facing social pressure regarding physical appearance. Using the concepts of denotation and connotation, this analysis identifies how visual and narrative elements shape meanings of beauty that are often unrealistic. Barthes emphasized that signs in films not only represent physical beauty, but also create myths that influence people's perceptions. The results of the analysis show that this film functions as a critique of rigid beauty standards, as well as highlighting the importance of self-acceptance and diversity. Through complex representation, Imperfect invites the audience to reflect on the beauty values ​​that exist in society, while simultaneously challenging the norms that often oppress individuals, especially women. This research provides new insights into the relationship between media, culture, and identity construction. It is hoped that the results of this research will provide a deeper understanding of the influence of media on perceptions of beauty and how the film Imperfect reflects and criticizes beauty standards that apply in society, especially in the context of career, love and social pressure related to physical appearance. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi standar kecantikan dalam film Imperfect melalui pendekatan semiotika Roland Barthes. Fokus kajian penelitian ini berfokus pada bagaimana standar kecantikan yang berlaku di masyarakat sering kali dipengaruhi oleh media, termasuk film, yang dapat membentuk persepsi dan harapan individu terhadap penampilan fisik. Film Imperfect menggambarkan perjalanan karakter utama dalam menghadapi tekanan sosial terkait penampilan fisik. Dengan menggunakan konsep denotasi dan konotasi dalam semiotika Roland Barthes, analisis ini mengidentifikasi bagaimana elemen visual dan naratif membentuk makna kecantikan yang sering kali tidak realistis dengan menggunakan metode penelitian semiotika. Barthes menekankan bahwa tanda-tanda dalam film tidak hanya merepresentasikan kecantikan secara fisik, tetapi juga menciptakan mitos yang memengaruhi persepsi masyarakat. Hasil analisis menunjukkan bahwa film ini berfungsi sebagai kritik terhadap standar kecantikan yang kaku, serta menyoroti pentingnya penerimaan diri dan keberagaman. Melalui representasi yang kompleks, Imperfect mengajak penonton untuk merefleksikan nilai-nilai kecantikan yang ada dalam masyarakat, sekaligus menantang norma-norma yang sering kali menekan individu, terutama perempuan. Penelitian ini memberikan wawasan baru tentang hubungan antara media, budaya, dan konstruksi identitas. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman lebih dalam mengenai pengaruh media terhadap persepsi kecantikan serta bagaimana film Imperfect merefleksikan dan mengkritisi standar kecantikan yang berlaku di masyarakat, khususnya dalam konteks karier, cinta, dan tekanan sosial terkait penampilan fisik.