Claim Missing Document
Check
Articles

Membangun Brand Awareness Melalui Strategi Konten di Media Sosial Adi and Friends Wedding Organizer Kennixson; Nigar Pandrianto
Kiwari Vol. 4 No. 3 (2025): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v4i3.35415

Abstract

This study draws on New Media Theory, which highlights the role of digital technology in shaping new patterns of communication, and Social Media Theory, which emphasizes the importance of two-way interaction in building relationships with audiences. The high-quality visual content strategy implemented by Adi & Friends Wedding Organizer aligns with Brand Awareness Theory, as such content effectively enhances brand visibility and recognition. Active engagement through comments and direct messages reflects the role of audience interaction in strengthening emotional bonds and building trust. Additionally, the use of customer testimonials aligns with Viral Theory, as authentic customer experiences can broaden audience reach and reinforce brand credibility. These strategies demonstrate that social media functions not only as a promotional tool but also as a platform for building long-term, sustainable relationships with audiences. The findings affirm the practical application of these theories in optimizing brand awareness through social media strategies. Penelitian ini merujuk pada Teori Media Baru yang menyoroti peran teknologi digital dalam membentuk pola komunikasi yang baru, serta Teori Media Sosial yang menekankan pentingnya interaksi dua arah dalam membangun hubungan dengan audiens. Strategi konten visual berkualitas tinggi yang diterapkan oleh Adi & Friends Wedding Organizer sejalan dengan Teori Kesadaran Merek (Brand Awareness), karena mampu meningkatkan visibilitas dan pengenalan merek secara efektif. Keterlibatan aktif melalui komentar dan pesan langsung mencerminkan peran interaksi audiens dalam memperkuat ikatan emosional dan membangun kepercayaan. Selain itu, penggunaan testimoni pelanggan selaras dengan Teori Viralitas, karena pengalaman autentik dari pelanggan dapat memperluas jangkauan audiens dan memperkuat kredibilitas merek. Strategi ini menunjukkan bahwa media sosial tidak hanya berfungsi sebagai alat promosi, tetapi juga sebagai platform untuk membangun hubungan jangka panjang yang berkelanjutan dengan audiens. Temuan ini menegaskan penerapan teori-teori tersebut dalam strategi media sosial guna mengoptimalkan kesadaran merek.
Konstruksi Tragedi sebagai Humor dalam Film Agak Laen (Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough) Davilia, Feilyn; Pandrianto, Nigar
Koneksi Vol. 9 No. 2 (2025): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v9i2.33280

Abstract

A movie interprets and constructs societal realities, often embedding significant insights and issues. In comedy, humor is central to entertaining and attracting audiences, sometimes derived from tragedy. Tragedy and humor, as two sides of the same coin, can provide significant insight and issues, leading to critical reflections. The horror-comedy film Agak Laen demonstrates this discourse by portraying the struggles of the main characters as representing the difficulties of the lower class in the form of humor. This research investigates the construction of tragedy as humor and its moral messages using Norman Fairclough's critical discourse analysis, focusing on language, power, and societal representation. The study identifies 15 scenes that frame tragedy as humor dominated by power, aiming to make subtle critiques of unresolved social structures and capitalist interests. It also highlights the importance of appropriate framing and boundaries by filmmakers to prevent ambiguity or misunderstanding. The findings emphasize that interpreting societal realities as humor requires careful construction to positively impact society. Sebuah film diproduksi dengan memaknai dan mengkonstruksikan realitas yang terjadi dalam masyarakat. Dalam genre komedi, film memiliki humor sebagai konten utama untuk menghibur, mencari dan menarik perhatian. Humor dapat berasal dari terjadinya tragedi. Tragedi dan humor diibaratkan sebagai dua sisi diatas koin yang mampu memberikan wawasan dan isu-isu yang signifikan. Pengemasan tragedi sebagai humor dapat ditemukan pada film horror-komedi Agak Laen yang menggabungkan tragedi para tokoh utama dengan merepresentasikan kesulitan masyarakat kelas bawah dalam bentuk humor. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan proses konstruksi tragedi sebagai humor dan pesan-pesan moral yang terkandung didalamnya. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis wacana kritis Norman Fairclough yang berfokus pada bahasa dengan mengkaji proses kekuasaan dan berbagai tindakan representasi yang ada dalam masyarakat. Dalam penelitian ini, penulis menemukan 15 adegan yang merepresentasikan bentuk tragedi sebagai humor yang didominasi kekuasaan bertujuan memberikan kritikan halus terhadap sistem sosial dan kepentingan kapitalis. Penulis juga menemukan pentingnya bagi  para sineas untuk membuat pembingkaian yang tepat dan batasan-batasan agar pemaknaan tidak rancu atau menimbulkan kesalahpahaman dalam masyarakat. Dapat disimpulkan, konstruksi tragedi sebagai humor dalam film Agak Laen dimaknai dari realitas masyarakat sehingga memerlukan riset yang mendalam dan konstruksi yang tepat untuk membawa dampak yang positif bagi masyarakat.
Simulasi Era Disrupsi dalam Iklan Apple “Crush” Budhiman, Arief; Pandrianto, Nigar
Koneksi Vol. 9 No. 2 (2025): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v9i2.33282

Abstract

Technological progress is something that has a significant aspect of human life, one example is social media. Companies use these media to share messages with audiences. Every advertisement has a message meaning, either implicit or explicit, that it wants to convey to the audience and each audience has a different view in understanding the meaning contained in the advertisement. To find out the implied meaning in a message, help from semiotics is needed. One company that conveys interesting implied messages in advertising is Apple, which conveys the theme of change. Researchers want to examine further the meaning of the implied messages in the elements contained in the iPad Pro advertisement by carrying out semiotic analysis according to Roland Barthes through the meaning of connotation and meaning of denotation, disruption theory which discusses how change changes the order of human life, as well as assistance from the internet to strengthen the data needed to support the results of this research. Through the method used in this research, there are forms of digital representation in the Apple iPad Pro advertisement with the title "crush" which can be mentioned in three points, namely simple, addition, and revolution. Kemajuan teknologi merupakan hal yang memilki aspek signifikan terhadap kehidupan manusia, salah satu contohnya media sosial. Perusahaan menggunakan media tersebut untuk berbagi pesan kepada audiens. Setiap iklan memiliki makna pesan baik secara tersirat atau tersurat yang ingin disampaikan kepada audiens dan setiap audiens memiliki pandangan yang berbeda dalam memahamai makna yang terkandung dalam iklan, untuk mengetahui makna tersirat dalam suatu pesan diperlukannya bantuan dari semiotika. Salah satu perusahaan yang membawakan makna pesan tersirat yang menarik pada iklan adalah Apple, yang membawakan tema perubahan. Peneliti ingin menelaah lebih lanjut mengenai makna pesan tersirat pada elemen-elemen yang terkandung di dalam iklan iPad Pro dengan melakukan analisis semiotik menurut Roland Barthes melalui makna konotasi dan makna denotasi, teori disrupsi yang membahas bagaimana perubahan mengubah tatanan hidup manusia, serta bantuan dari internet untuk memperkuat data yang diperlukan agar mendukung hasil dari penelitian ini. Melalui metode yang digunakan dalam penelitian ini terdapat bentuk-bentuk representasi digital pada iklan Apple iPad Pro dengan judul “crush” yang dapat disebutkan dengan tiga poin, yaitu simpel, penambahan, serta revolusi.
Harmoni Antarbudaya dalam Secangkir Teh: Kajian Gong Fu Cha Pantjoran Tea House Nathania, Angela Cheryl; Pandrianto, Nigar
Koneksi Vol. 9 No. 2 (2025): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v9i2.33325

Abstract

Harmony in society is the key to peaceful and positive coexistence. Gong Fu Cha has great potential as a bridge of intercultural communication to support the harmonization of multicultural Indonesian society. The problem examined in this research centers on the practice of Gong Fu Cha as a bridge of Chinese cultural communication carried out by Pantjoran Tea House and as a form of marketing communication that makes its business differentiation. This research uses Intercultural Communication Theory and Marketing Communication Theory to observe the harmony between its participants that strengthens cross-cultural understanding and appreciation. This research employs a qualitative approach with ethnographic methods, utilizing data collection techniques such as participatory observation and in-depth interviews, complemented by literature reviews. Thematic analysis was used to identify patterns of social interaction and data triangulation was utilized to ensure data validity. The outcome of this research is that Gong Fu Cha at Pantjoran Tea House is an effective means of marketing communication in communicating Chinese culture through direct experience, opening space for dialogue, and building harmony between its participants, especially in terms of tolerance between ethnicities. Gong Fu Cha can be a symbol of equality, enabling harmonious interactions for its participants and enhancing appreciation in a multicultural society. Harmoni dalam masyarakat adalah kunci hidup berdampingan secara damai dan positif. Gong Fu Cha memiliki potensi besar sebagai jembatan komunikasi antarbudaya untuk mendukung harmonisasi masyarakat Indonesia yang multikultural. Permasalahan yang ingin dikaji dalam penelitian ini berfokus pada praktik Gong Fu Cha sebagai jembatan komunikasi budaya Tionghoa yang dilakukan Pantjoran Tea House serta sebagai bentuk komunikasi pemasarannya yang menjadikan diferensiasi bisnisnya. Penelitian ini menggunakan Teori Komunikasi Antarbudaya dan Teori Komunikasi Pemasaran dalam mengamati harmoni antar partisipannya yang tercipta serta memperkuat pemahaman dan penghargaan lintas budaya. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi, menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi partisipatif dan wawancara mendalam, serta dilengkapi dengan studi literatur. Data dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi pola interaksi sosial dan memastikan validitas data melalui triangulasi data. Hasil dari penelitian ini adalah Gong Fu Cha di Pantjoran Tea House menjadi sarana efektif sebagai komunikasi pemasaran dalam mengkomunikasikan budaya Tionghoa melalui pengalaman langsung, membuka ruang dialog, dan membangun keharmonisan antar partisipannya terutama dalam segi toleransi antar etnis. Gong Fu Cha dapat menjadi simbol kesetaraan, memungkinkan interaksi harmonis bagi partisipannya serta meningkatkan apresiasi dalam hidup bermasyarakat yang multikultural.
Praktik Kambing Hitam Sebagai Gambaran Ketidakadilan dalam Masyarakat (Studi Pada Film Penyalin Cahaya) Valanchie, Blinda; Pandrianto, Nigar
Koneksi Vol. 9 No. 2 (2025): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v9i2.33327

Abstract

Films are an effective medium of communication for addressing social issues. Generally, films play a significant role in shaping societal mindsets and influencing awareness about the topics they portray. In the effort to reveal the social problems, the film Photocopier (Penyalin Cahaya) tells the story of the main character, Suryani, who strives to seek justice but is ignored by the relevant parties. The purpose of this study is to explore the theory of scapegoating and identify the practice of scapegoating in Photocopier, focusing on how it resolves conflicts from the victim's perspective. The theories used in this research include film theory, social construction, power, Rene Girard's scapegoat theory, and Roland Barthes' semiotics. This study employs a qualitative research approach using Roland Barthes' semiotic analysis technique. The research data is derived from scenes or texts in the film, film observation, documentation, and literature studies. This research concludes that the scapegoating mechanism is unavoidable. Society needs a vulnerable party to be marginalized and excluded for the sake of collective interests. Film merupakan sarana komunikasi yang efektif dalam mengungkapkan isu-isu sosial. Pada umumnya, film memiliki peran yang signifikan dalam pembentukan pola pikir masyarakat serta memengaruhi kesadaran mengenai suatu hal yang disampaikan melalui film. Dalam upaya mengungkapkan isu sosial, film Penyalin Cahaya menceritakan tokoh utama, Suryani yang berusaha untuk mencari keadilan namun diabaikan oleh pihak-pihak yang bersangkutan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui mengenai teori Kambing Hitam dan menemukan praktik Kambing Hitam dalam film Penyalin Cahaya dalam menyelesaikan konflik dari sudut pandang korban. Teori yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah film, konstruksi sosial, kekuasaan, teori Kambing Hitam menurut Rene Girard dan semiotika Roland Barthes. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan teknik analisis semiotika Roland Barthes. Data penelitian diperoleh dari adegan-adegan atau teks pada film, observasi pada film, dokumentasi dan studi kepustakaan. Kesimpulan pada penelitian ini adalah praktik Kambing Hitam merupakan praktik yang tidak bisa dihindari. Masyarakat membutuhkan pihak lemah untuk diasingkan dan dikucilkan demi kepentingan bersama.
Peran “Konten Makeover” pada Tiktok Rucas.co dalam Membangun Loyalitas Merek Khairunnisa, Julia; Pandrianto, Nigar
Prologia Vol. 9 No. 2 (2025): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v9i2.33202

Abstract

Tiktok is one of the most popular social media with total users ranking in the top four. Implementing a good strategy in promotional activities on Tiktok can increase Brand Loyalty. This study analyzes “makeover” content on Tiktok as a strategy in building Brand Loyalty in Rucas.co. This research was carried out with a qualitative analysis that referred to the discourse analysis (DA) method from Teun A. Van Dijk. Data was obtained through observation and identification of content through video narratives and social media trends. Content analysis is focused on content that includes makeovers of foreigners with high audience engagement based on the highest number of likes, views and comments. The amount of content taken for analysis was five contents. The research results show that the role of the Rucas brand's collaborative content with street strangers (parking attendants & scavengers) succeeded in providing a strong experience or emotional attachment to the audience with strategies including selecting collaborators/influencers, marketing virality with visualization and storytelling of video content which was then built with the right context. humanist. Tiktok merupakan salah satu media sosial yang paling populer dengan total pengguna menempati urutan empat besar. Penerapan strategi yang baik dalam kegiatan promosi di Tiktok dapat meningkatkan Brand Loyalty. Penelitian ini menganalisis konten “makeover” di Tiktok sebagai strategi dalam membangun Brand Loyalty pada Rucas.co. Penelitian ini dilakukan dengan analisis kualitatif yang mengacu metode analisis wacana atau Discourse Analysis (DA) dari Teun A. Van Dijk. Data diperoleh melalui observasi dan identifikasi konten melalui narasi video serta tren media sosial. Analisis konten difokuskan pada konten yang menyertakan makeover orang asing dengan engagement penonton yang tinggi berdasarkan jumlah likes, views dan comment terbanyak. Jumlah konten yang diambil untuk dianalisis yaitu lima konten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran konten kolaborasi brand Rucas dengan orang asing jalanan (tukang parkir & pemulung) berhasil memberikan pengalaman atau keterikatan emosional yang kuat kepada penonton dengan strategi diantaranya pemilihan kolaborator/influencer, viralitas marketing dengan visualisasi serta storytelling konten video kemudian dibangun dengan konteks yang humanis. 
Live Shopping Tiktok sebagai Upaya Meningkatkan Minat Beli Konsumen Beatrice, Dea Amalia; Pandrianto, Nigar
Prologia Vol. 9 No. 2 (2025): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v9i2.35340

Abstract

The development of the times must be followed by new innovations to encourage a better direction, in other words adaptation must be done efficiently and effectively. This digitalization era gave birth to many social media platforms with various function and purposes. In everyday life, humans buy and sell goods and/or services to meet their needs. Technological advances realize the fulfillment of the needs of human life easily. Social media is not only used as a means of exchanging information and communication, but now people can take advantage of social media in the field of buying and selling online or what is often called online transactions. Therefore, researchers chose the topic of the influence of the attractiveness of Tiktok live shopping on consumer buying interest. The approach uses a quantitative approach. The sampling technique uses Non-Probability Sampling. Data collection method through questionnaries. The total respondents in the study amounted to 30 respondents for the pre-test and 100 respondents for the post-test. The population in the study was the social media followers of Tiktok @BARENBLISS_ID. The study found a pearson correlation value that there was a significant relationship between the influence of Tiktok live shopping attractiveness of 0,806 on buying interest. Perkembangan zaman haruslah diikuti dengan inovasi baru untuk mendorong ke arah yang lebih baik, dengan arti lain adaptasi harus dilakukan dengan efisien dan efektif. Era digitalisasi ini melahirkan banyak platform media sosial dengan berbagai fungsi dan tujuannya. Dalam kehidupan sehari-hari, manusia melakukan jual beli barang dan/atau jasa demi memenuhi kebutuhan hidupnya. Kemajuan teknologi mewujudkan terpenuhinya kebutuhan hidup manusia dengan mudah. Media sosial tidak hanya dimanfaatkan sebagai sarana bertukar informasi dan komunikasi, namun saat ini masyarakat dapat memanfaatkan media sosial dalam bidang jual beli online atau yang sering disebut transaksi online. Oleh karena itu peneliti memilih topik pengaruh daya tarik live shopping Tiktok pada minat beli konsumen. Pendekatan menggunakan pendekatan kuantitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan Non-Probability Sampling. Metode pengumpulan data melalui kuesioner. Total responden dalam penelitian berjumlah 30 responden untuk pre-test dan 100 responden post-test. Populasi dalam penelitian adalah pengikut media sosial Tiktok @BARENBLISS_ID. Penelitian menemukan nilai pearson correlation bahwa terdapat hubungan signifikan diantara pengaruh daya tarik live shopping Tiktok sebesar 0,806 terhadap minat beli.
Implementasi Teori Interaksi Simbolik Player Saat Memainkan Game Mobile Legends Sonia, Widiana; Pandrianto, Nigar
Kiwari Vol. 3 No. 1 (2024): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v3i1.29424

Abstract

The researcher prepared a list of questions for informants where interviews with informants in the Mobile Legend player category were conducted at the Central Park mall and interviews with academics category informants were conducted at Tarumanagara University. Data collection through interviews, observation, and case studies. From the results of these interviews, Mobile Legends players also use the features available in Mobile Legends to communicate between players during gameplay and apply interpersonal communication and symbolic interaction theory. Symbolic interaction can occur when language or behavior or nonverbal images or symbols have the same meaning, but when the resulting meanings are different, this does not rule out the possibility of symbolic interaction. By playing Mobile Legends for a long time, besides making new friends in cyberspace, or expanding social networks, players still maintain good relations with old players, players also feel that their leadership skills are developing and are useful for making decisions in the real world, or work environment. The author hopes that the results of this study will not be misused. Peneliti menyiapkan daftar pertanyaan untuk informan dimana wawancara dengan informan kategori Mobile Legend player dilakukan di mall Central Park dan wawancara dengan informan kategori akademisi dilakukan di Universitas Tarumanagara. Pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan studi kasus. Dari hasil wawancara tersebut, para pemain Mobile Legends juga menggunakan fitur yang tersedia dalam Mobile Legends untuk berkomunikasi antar player selama bermain game dan menerapkan komunikasi interpersonal serta teori interaksi simbolik. Interaksi simbolik dapat terjadi ketika bahasa atau perilaku atau citra atau simbol nonverbal memiliki makna yang sama, tetapi ketika makna yang dihasilkan berbeda, hal ini tidak menutup kemungkinan terjadinya interaksi simbolik. Dengan bermain Mobile Legends dalam waktu yang lama, selain menambah teman baru di dunia maya atau memperluas jejaring sosial, pemain tetap menjaga hubungan baik dengan pemain lama, pemain juga merasa kemampuan kepemimpinan mereka berkembang dan berguna untuk mengambil keputusan di dunia nyata, atau lingkungan kerja.
Analisis Peran Push Notification dalam Mendorong Pembelian Peralatan Rokok Elektrik di E-Commerce Antony, Kevin; Pandrianto, Nigar
Kiwari Vol. 3 No. 2 (2024): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v3i2.30172

Abstract

Technological developments have now made the existence of electric cigarettes increasingly popular, demand for them continues to increase in various countries including Indonesia, as well as developments in information technology such as the internet which have created new marketing techniques, one of these techniques is push notifications, a marketing instrument that can be considered effective. if its existence is able to influence individuals to be interested in the products offered and ultimately make purchasing decisions, therefore this study aims to understand how the role of push notifications influences purchasing decisions for e-cigarette equipment, especially in the Tokopedia application. The research method used to find data is a case study with observation and in-depth interviews as a data collection technique, then the collected data will be processed into interview transcripts. The results of this study indicate that the reaction of each individual in responding to push notifications is found to be different, it depends on their preferences in enabling the feature, besides that this research also shows that push notifications as a marketing tool have an influence on purchasing decisions for Foom products in Tokopedia, however, to make push notifications sent more effective, notifications must be adjusted to user preferences and needs. Perkembangan teknologi kini membuat keberadaan rokok elektrik menjadi semakin populer, peminatnya terus meningkat di berbagai negara termasuk Indonesia, begitu pun dengan perkembangan teknologi informasi seperti internet yang telah menciptakan teknik-teknik marketing baru. Teknik tersebut adalah push notification. Sebuah instrumen marketing dapat dianggap efektif jika keberadaannya mampu memengaruhi individu untuk tertarik pada produk yang ditawarkan dan akhirnya melakukan keputusan pembelian. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana peran push notification dalam mendorong keputusan pembelian perlengkapan rokok elektrik terkhusus pada aplikasi e-commerce Tokopedia. Metode penelitian yang digunakan untuk mencari data adalah studi kasus dengan observasi dan wawancara mendalam sebagai teknik pengumpulan data. Setelah itu data-data tersebut akan diolah menjadi transkrip wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa reaksi setiap individu dalam menanggapi push notification ditemukan berbeda-beda, bergantung pada preferensi mereka dalam memfungsikan fitur tersebut. Selain, itu penelitian ini juga menunjukkan bahwa push notification sebagai sebuah alat marketing memiliki pengaruh pada pembuatan keputusan pembelian produk Foom di Tokopedia, namun untuk membuat push notification yang dikirimkan semakin efektif, notifikasi harus disesuaikan dengan preferensi dan kebutuhan pengguna.
Considering the Effectiveness of Circulars: Finding Alternative of Medium Public Communication Rasji, Rasji; Paramita, Sinta; Pandrianto, Nigar
Jurnal Komunikasi Vol. 14 No. 1 (2022): Jurnal Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jk.v14i1.18185

Abstract

Indonesia has laws and regulations that regulate people's behavior. Therefore, the government must communicate effectively with the community, so that they can obey it. In order for the implementation of legislation to be more effective, the government issues circulars addressed to the public. This circular contains technical information or messages that need to be carried out by the public. This article discusses the effectiveness of government legal communication to the public through circulars. This research approach is quantitative by conducting surveys and normative observations of secondary data in the form of circulars, expert views from various references, and regulations related to circulars. The results showed that the government's legal communication to the public through circulars was mostly effective. This is because circulars made by government officials are more of a regulatory nature (as a regulation), and a small part are stipulating (as a stipulation). This circular is a one-sided message from government officials to other officials or the general public as communicants. The nature of regulating circular letters can be in the form of orders or recommendations that are mandatory or which can be carried out by the communicant. However, the public has the right not to implement the government's message if the contents of the circular contradict the applicable regulations. This is done through a judicial review process. However, in general, government circulars are understood, accepted and implemented by the public