Claim Missing Document
Check
Articles

Increasing Occupational Safety And Health Through A Health Promotion Model And Assistance To Tuban Regency Home Industry Batik Workers: Peningkatan Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Melalui Health Promotion Model Dan Pendampingan Pada Pekerja Home Industrybatik Di Wilayah Kabupaten Tuba SU'UDI; titik sumiatin
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2022): JPM | Maret 2022
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jpm.v8i1.916

Abstract

Risiko kemungkinan terjadinya kecelakaan kerja maupun penyakit akibat kerja selalu ada pada setiap tempat kerja. Besar risiko tergantung jenis industri, teknologi, serta upaya pengendalian risiko yang dilakukan. Studi pendahuluan yang dilakukan pada industri batik yang terdapat di wilayah Desa Sumurgung Kecamatan Tuban Kabupaten Tuban, diketahui bahwa industri batik di Desa Sumurgung merupakan industri rumahan atau yang sering disebut home industry. pekerja batik hanya bekerja saja tanpa peduli keselamatannya tanpa menggunakan APD. Selain itu juga didapatkan kurangnya perhatian tentang keselamatan dan kesehatan kerja oleh pengusaha sehingga memungkinkan untuk terjadinya kecelakaan kerja maupun penyakit akibat kerja. Promosi kesehatan dan pendampingan dilakukan tentang keselamatan dan kesehatan kerja pada pekerja home industrybatik didapatkan hasil dari pengetahuan pekerja tentang K3 berdasarkan nilai rata-rata pre tes 89,5 sedangkan nilai rata-rata pos tes 96,5, terdapat peningkatan kesadaran pekerja dalam menggunakan alat pelindung diri (APD) saat bekerja, juga didapatkan peningkatan motivasi pengusaha didalam menyediakan peralatan keselamatan dan kesehatan kerja. Penyediaan alat pelindung diri (APD) oleh industri harus disesuaikan dengan jumlah pekerja pengerajin batik sehingga tidak ada alasan bagi pekerja untuk tidak menggunakan alat pelindung diri. Pemilik industri juga harus memberi contoh kepada pekerja dan menerapkannya secara ketat karena keselamatan dan kesehatan kerja itu adalah tanggung jawab baik pemilik industri maupun pekerjanya
The Relationship Between Merchants Knowledge and Attitude Toward the Obedience of Mask Use in Preventing Covid-19 Aulia; Titik Sumiatin; Su’udi Su’udi
International Journal of Advanced Health Science and Technology Vol. 2 No. 1 (2022): February
Publisher : Forum Ilmiah Teknologi dan Ilmu Kesehatan (FORITIKES)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.378 KB) | DOI: 10.35882/ijahst.v2i1.1

Abstract

The COVID-19 outbreak began in December 2019. In preventing its transmission, society across the world agrees to use a mask for their safety. However, today, people, primarily some merchants who sell their stuff around the tourism places, still do not obey the regulation to wear a mask. Hence, this study aims to know the relationship between merchant knowledge and attitude toward the obedience of using a mask in preventing the COVID-19 transmission at the religious tourism of Sunan Bonang Tuban. The research design used in this study is the correlation analysis that uses a cross-sectional approach. Moreover, the sampling technique used in this study is Simple Random Sampling with 105 populations and 83 samples of merchants. The data technique used in this study is a questionnaire. Then, the researcher analyzes the questionnaire with a percentage and does a crosstab by using the Spearman Rank Correlation test. The finding of this study presents that most of the merchants at religious tourism of Sunan Bonang Tuban have good knowledge in preventing COVID-19 transmission. It is about Forty-nine people (59,0%). Then, fifty people (60,2%) have a positive attitude. Moreover, the finding presents that almost half of the merchants, thirty-five people (42,2%), obey the regulation to wear the mask. The result of Spearman Rank Correlation test is α =0.00 < 0.05. This result shows the relationship between knowledge and obedience in using the mask. The result of the test is α =0.00 < 0.001 shows there is a relationship between the attitude and the obedience in using the mask of merchants to prevent COVID-19 at the religious tourism of Sunan Bonang Tuban. The knowledge and attitude of merchants influence their obedience in using the mask. It means that the more increased merchants' knowledge and attitude, the more increased merchant obedience. In increasing and encouraging other merchants' knowledge and attitude, the government must have a good strategy. One of the appropriate strategies is doing counseling of using a mask to prevent COVID-19 transmission. 
PENGARUH SIKAP REMAJA TENTANG PERILAKU SEKS DAN NIAT REMAJA DALAM MELAKUKAN PERILAKU SEKS BERESIKO Wahyu Tri Ningsih; Hadi Purwanto; Titik Sumiatin
The Indonesian Journal of Health Science Vol 7, No 1 (2016): THE INDONESIAN JOURNAL OF HEALTH SCIENCE
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/the.v7i1.384

Abstract

Adolescents have high curiosity, including the issue of sexuality. Adolescent curiosity about sexuality due to the development phase of teenagers who enter puberty characterized by the maturation of the reproductive system and the production of sex hormones. This study aims to determine the influence of attitudes about seks behaviortoward adolescent intention of doing risky sexual behavior. This study used analytic design with cross sectional approach. The sample in this study were high school students in the districts of Tuban amounted to 349 people by using simple random sampling. The data collection done by using the a questionnaire. The statistical test used is ordinal logistic regression to examine the influence between variables. The result showed that there was influence adolescent attitudes toward intention in sexual behavior (p = 0.000). If the adolescent attitude positive, the teen has no intention of doing risky sexual behavior. Adolescents can maintain and improve the knowledge and a positive attitude by the way can sort and filter the information gathered from the mass media about sexual behavior
Empowerment Of Family In Treating Odgj (Persons With Mental Disorders) At Home Through Psycoeducation And Assistance As An Effort Relapse Prevention: Pemberdayaan Keluarga Dalam Merawat Odgj (Orang Dengan Gangguan Jiwa) Di Rumah Melalui Psikoedukasi Dan Pendampingan Sebagai Upaya Relapse Prevention ROUDLOTUL JANNAH; TITIK SUMIATIN
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 8 No. 3 (2022): JPM | September 2022
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jpm.v8i3.1236

Abstract

There is no health without mental health, sebagaimana definisi sehat yang dikemukakan oleh World Health Organization bahwa “health as a state of complete physical, mental and social well-being and not merely the absence of disease or infirmity” (WHO, 2013). Neuropsikiatrik menyumbang 13% dari total Disability Adjusted Life Years (DALYs) yang hilang karena semua penyakit dan cedera di dunia diperkirakan akan meningkat hingga 15% pada tahun 2020 (WHO, 2001). Terjadi peningkatan prevalensi orang dengan gangguan jiwa dari 1,7 tiap 1000 rumah tangga di tahun 2013 Riskesdas, (2013) menjadi 7 tiap 1000 mil rumah tangga pada tahun 2018 (Riskesdas, 2018). Penyebab utama disabilitas pada kelompok usia paling produktif (15-44 tahun) adalah gangguan jiwa. Stigma, penolakan, mengucilkan atapun diskriminasi sebagai bentuk dampak sosial, seringkali menimpa orang dengan gangguan jiwa. Hilangnya hari produktif untuk mencari nafkah bagi ODGJ maupun keluarga yang harus merawat, serta tingginya biaya perawatan yang harus ditanggung keluarga maupun masyarakat (Susanto, 2013). Berdasarkan informasi yang diperoleh dari pengelola program pelayanan kesehatan jiwa, diketahui bahwa masih cukup tinggi angka kejadian kekambuhan yang disebabkan putus obat karena keluarga yang merawat sudah jenuh dan merasa tidak ada harapan untuk kesembuhan anggota keluarganya yang mengalami gangguan jiwa, selain itu masih terdapat beberapa posyandu kesehatan jiwa di wilayah kerja Puskesmas Sumurgung yang masih kurang aktif dalam kegiatan pendampingan/kunjungan rumah. Melalui Pelaksanaan kegiatan  Pengabdian masyarakat Program Kemitraan  yang  diselenggarakan oleh Dosen Poltekkes Kemenkes Surabaya Prodi Keperawatan Tuban bekerjasama dengan Puskesmas dan Posyandu wilayah kerja Puskesmas Sumurgung  telah membantu meningkatkan pemahaman keluarga tentang pencegahan kekambuhan dan perawatan keluarga dengan Gangguan Jiwa, keluarga juga mampu mengidentifikasi berbagai maslah yang selama ini dirasakan selama merawat keluarga dengan gangguan jiwa.
Faktor Dominan Terjadinya Hipertensi Di Wilayah Puskesmas Tuban: HIPERTENSI USMAN EFENDI, FRANSISKA DAFA AINAYA EFENDY; Su’udi, Su’udi; Sumiatin, Titik
JURNAL KEPERAWATAN Vol. 18 No. 1 (2024): Jurnal Keperawatan
Publisher : JURUSAN KEPERAWATAN POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/nersbaya.v18i1.101

Abstract

ABSTRAK   Kenaikan kasus covid-19 disebabkan karena tingginya mobilitas dan kurangnya pengetahuan, kesadaran masyarakat dalam upaya pencegahan penularan Covid-19.Berdasarkan survei awal di Kelurahan Sidorejo masyarakat tidak melakukan 5M yaitu memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan menggunakan sabun, menjauhi kerumunan, membatasi mobilisasi dan interaksi dengan baik dan benar.  Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara karakteristik usia dengan tingkat pengetahuan masyarakat tentang pencegahan penularan Covid-19. Desain penelitian yang digunakan adalah studi korelasi analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Kepala Keluarga RT : 03 Kelurahan Sidorejo dengan jumlah 150 dengan sampel 109 orang yang diambil dengan teknik Purposive Sampling. Variable dependendalam penelitian ini adalah pengetahuan dalam pencegahan penularan Covid-19, sedangkan variabel independen adalah karakteristik usia. Cara pengambilan data dengan menggunakan kuesioner yang kemudian dianalisis dengan menggunaka uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat berusia 17-45 Tahun (56,9 %), hampir setengahnya  (44,4%) memiliki pengetahuan tentang pencegahan covids 19 yang kurang .kelurahan sidorejo yaitu sebanyak tingkat pengetahuan masyarakat terbanyak berpengetahuan kurang dan cukup. Ada hubungan p=0,000  (p< 0,05) antara karakteristik usia dengan pengetahuan masyarakat tentang pencegahan penularan Covid-19, dimana masyarakat  yang berusia dibawah 46 tahun cenderung memiliki pengetahuan yang lebih baik dibanding yang berusia di atas 46 tahun. Masyarakat diharapkan mendapatkan penyuluhan atau sosialisasi menggunakan media promosi yang disesuaikan dengan tingkat usia dan tingkat pendidikan masyarakat.           Kata kunci : Karakteristik Usia, Pengetahuan, Covid-19   ABSTRACT The increase in covid-19 cases is due to high mobility and lack of knowledge, public awareness in efforts to prevent Covid-19 transmission. Based on an initial survey in Sidorejo Village, people did not do the 5Ms, namely wearing masks, maintaining distance, washing hands using soap, staying away from crowds, limiting mobilization and interaction properly and correctly.  This study aims to determine the relationship between age characteristics and the level of community knowledge about preventing Covid-19 transmission. The research design used was an analytic correlation study with a cross sectional approach. The population in this study were all heads of families of RT: 03 Sidorejo Village with a total of 150 with a sample of 109 people taken with purposive sampling technique. The dependent variable in this study is knowledge in preventing Covid-19 transmission, while the independent variable is age characteristics. How to collect data using a questionnaire which was then analyzed using the Chi Square test. The results showed that most of the people aged 17-45 years (56.9%), almost half (44.4%) had knowledge about the prevention of covids 19 which was lacking. There is a relationship of p=0.000 (p<0.05) between age characteristics and community knowledge about preventing Covid-19 transmission, where people under 46 years old tend to have better knowledge than those over 46 years old. The community is expected to get counseling or socialization using promotional media tailored to the age level and education level of the community. Keywords: Age Characteristics, Knowledge, Covid-19
Pengetahuan Dengan Sikap Penderita Dalam Pencegahan Penularan Tuberkulosis Paru Di Puskesmas Tuban Ahmad Yusuf Armanda; Sumiatin, Titik; ., Su’udi
JURNAL KEPERAWATAN Vol. 18 No. 2 (2024): .
Publisher : JURUSAN KEPERAWATAN POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/nersbaya.v18i2.167

Abstract

ABSTRAK  Kemenkes RI menyusun eliminasi TB Paru tahun 2020-2030 dan menargetkan penurunan insiden TB Paru pada tahun 2030 dengan 65 kasus per 100.000. Saat ini, Indonesia berada pada posisi ke-2 dengan jumlah TB Paru terbanyak di dunia setelah India. Hal ini terjadi karena salah satu faktornya adalah rendahnya tingkat pengetahuan yang memicu pada sikap dan perilaku pasien pada penyakit TB Paru. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan pengetahuan dengan sikap pasien dalam pencegahan penularan TB Paru. Desain penelitian ini adalah kolerasi dengan pendekatan Crossectional. Sampel penelitian ini adalah 63 pasien TB Paru yang berobat  di Puskesmas Tuban yang dipilih dengan accidental sampling.  Variabel dalam penelitian ini adalah pengetahuan dan sikap pasien tentang pencegahan penularan TB.  Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan analisis data menggunakan Spearman rank test. Hasil penelitian menunjukkan hampir seluruhnya (85,7%) pasien memiliki pengetahuan baik dan sikap baik  (90,5%)  tentang pencegahan penularan TB Paru. Tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan sikap pasien dalam tindakan mencegah penularan TB Paru (p = 0,301). Diharapkan pasien TB paru mempertahankan pengetahuan dan sikap pencegahan penularan TB, dan dijalankan secara rutin hingga memutus rantai penularan dan  tercapai kesembuhan secara total. Kata Kunci : Pengetahuan, Sikap, Pencegahan Penularan, Tuberkulosis   ABSTRACT  The Indonesian Ministry of Health has developed a pulmonary TB elimination plan for 2020-2030 and aims to reduce the incidence of pulmonary TB by 2030 to 65 cases per 100,000. Currently, Indonesia is in 2nd place with the highest number of Lung TB in the world after India. This happens because one of the factors is the low level of knowledge that triggers the patient's attitude and behavior in Lung TB disease. The purpose of this study was to determine the relationship between knowledge and patient attitudes in preventing the transmission of Pulmonary TB. This research design is a correlation with a Crossectional approach. The sample of this study were 63 patients with pulmonary tuberculosis who sought treatment at the Tuban Community Health Center selected by accidental sampling.  The variables in this study were patients' knowledge and attitudes about preventing TB transmission.  The research instrument used a questionnaire and data analysis using Spearman rank test. The results showed that almost all (85.7%) patients had good knowledge and good attitudes (90.5%) about preventing pulmonary TB transmission. There is no relationship between knowledge and patient attitudes in preventing pulmonary TB transmission (p = 0.301). It is expected that pulmonary TB patients maintain knowledge and attitudes to prevent TB transmission, and carry out routinely to break the chain of transmission and achieve complete recovery.  Keywords: Knowledge, Attitude, Prevention of Transmission, Tuberculosis
THE MAKING OF LIQUID ORGANIC FERTILIZER FROM GINGER WASTE BY HIGH SCHOOL STUDENTS AT AL HIDAYAH DLANGGU MOJOKERTO Yusuf, Ah; Rizki Fitryasari; Kotijah, Siti; Manalu, Novita Verayanti; Nayluzzuharo', Fanny; Verantika Setya Putri; Sumiatin, Titik; Surya, Ronal
Jurnal Pengabdian Masyarakat Dalam Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jpmk.v6i1.53807

Abstract

Introduction: After the production of "Hidayah" ginger drinks, there has been a significant accumulation of ginger waste around AL Hidayah High School. This waste has led to unpleasant odors, attracting flies and creating an unsightly environment. This community service program aims to repurpose ginger waste into something beneficial, such as liquid organic fertilizer. Methods: The community service project employed an educational approach followed by practical sessions in producing organic liquid fertilizer through a biorefinery system. All students at AL Hidayah High School in Dlanggu Mojokerto were involved in this activity, which took place on May 25, 2023. Results: The outcome of this initiative was the production of organic liquid fertilizer using biorefinery methods. Conclusion: The liquid organic fertilizer derived from ginger waste through biorefinery methods has the potential to mitigate several associated issues. It proves to be advantageous for the local community, serving as a plant nutrient and potentially contributing to the school's economic growth if produced in sufficient quantities for market distribution. Furthermore, this endeavor nurtured creativity and entrepreneurial skills among the students.
Gambaran Gaya Hidup Yang Menyebabkan Penyakit Ginjal Kronik Di Ruang Hemodialisa RSUD Dr. R. Koesma Tuban Pratikaning Sari, Reza Sukma; Sumiatin, Titik; Su’udi; Novita Agnes, Yeni Lutfiana
Jurnal Mahasiswa Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2023): OKTOBER 2023
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jumakes.v5i1.4943

Abstract

Di Indonesia penyakit ginjal kronik mengalami peningkatan. Faktor gaya hidup yang menyebabkan terjadinya penyakit Ginjal Kronik diantaranya adalah, mengkonsumsi obat herbal, mengkonsumsi  alkohol, kebiasaan merokok, kurang minum air putih, dan sering mengkonsumsi suplemen berenergi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran faktor gaya hidup yang menyebabkan terjadinya penyakit ginjal kronik. Desain penelitian yaitu analisis deskriptif, dengan menggunakan pendekatan waktu cross sectional dengan teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling dengan sampel yang berjumlah 92 responden yaitu pasien di Ruang Hemodialisa. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisa data dengan uji frequencies.. Jenis penelitian ini menunjukkan dari 120 orang terdapat 92 orang yang sering mengkonsumsi minuman suplemen berenergi. Analisa deskriptif menggunakan tabel distribusi frekuensi dan presentase. variabel dependen dalam penelitian ini, yaitu kebiasaan mengonsumsi obat herbal, yaitu kebiasaan minum obat herbal, alkohol, kebiasaan merokok, kurang minum air, dan mengkonsumsi suplemen ber-energi. Berdasarkan Hasil Analis Deskriptif dengan menggunakan uji frequencies dari 92 responden ditemukan bahwa hampir seluruhnya pasien di Ruang Hemodialisa mengkonsumsi minuman suplemen yang berjumlah 75 orang (81,5%). Pada pasien penyakit ginjal kronik, penting bagi semua orang mengetahui memahami dan menerapkan gaya hidup yang sehat seperti mengetahui frekuensi mengkonsumsi obat herbal, minuman alkohol yang diperbolehkan dalam sehari, mengurangi kebiasaan merokok serta minum air putih yang cukup (8 gelas/hari) agar bisa mengurangi kejadian Penyakit Ginjal Kronik.
Pengetahuan Tentang Kebersihan Gigi Dan Mulut Dengan Gangguan Kesehatan Gigi Dan Mulut Di SDN Palang Tuban Zuly Ernanda, Intan; Sumiatin, Titik; Su’udi; Kotijah, Siti
Jurnal Mahasiswa Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2023): OKTOBER 2023
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jumakes.v5i1.4988

Abstract

Kesehatan gigi dan mulut adalah kondisi gigi, jaringan pendukung, serta mulut terbebas dari nyeri serta penyakit, tetapi saat ini kasus gangguan kesehatan gigi serta mulut anak  masih tergolong tinggi, dikhawatirkan dapat menjadi peluang masuknya bakteri dan kuman penyebab gangguan organ tubuh lainnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan tentang kebersihan gigi dan mulut dengan gangguan kesehatan gigi dan mulut pada siswa SDN Palang Tuban.           Desain penelitian menggunakan Analisis Korelasi dengan pendekatan Cross Sectional, dalam penelitian ini populasi adalah siswa SDN Palang Tuban, pada penelitian ini jumlah sampel sebanyak 103 siswa, Metode analisa data yang digunakan adalah chi-square, Teknik sampling yang di gunakan adalah Total sampling, Instrument penelitian ini menggunakan kuesioner pengetahuan tentang kebersihan gigi dan mulut dan lembar observasi gangguan kesehatan gigi dan mulut.           Hasil penelitian ini menunjukan tingkat pengetahuan baik dengan presentase 68,9% dan siswa mengalami gangguan kesehatan gigi dan mulut sebanyak 63,1% sehingga dari uji chi-square didapatkan nilai p-value 0,601 (tidak signifikan > 0,05), menunjukan tidak terdapat hubungan terikat antara pengetahuan tentang kebersihan gigi dan mulut dengan gangguan kesehatan gigi dan mulut di SDN palang tuban.           Kesehatan gigi dan mulut tidak dapat ditentukan dari pengetahuan saja tetapi perlu diimbangi dengan perilaku kebersihan gigi dan mulut, penyuluhan kesehatan tentang pengertian, penyebab, dampak dan cara menjaga kebersihan gigi dan mulut, dan pemberian motivasi mengenai dampak yang terjadi ketika tidak merawat kesehatan gigi serta mulut, diharapkan perilaku mempunyai keselarasan dengan pengetahuan, sehingga terbebas dari gangguan atau masalah kesehatan gigi  mulut.
Mother's Knowledge Level About Providing Mp-Asi With Nutritional Status To Babies Aged 6 – 24 Months In Banjarworo Village, Working Area Of Bangilan Puskesmas SETYORINI, INDAH; Su’udi; Sumiatin, Titik
JOSAR (Journal of Students Academic Research) Vol 9 No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Islam Balitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35457/josar.v9i1.3246

Abstract

Nutritional knowledge is knowledge related to food that affects a person's nutritional status. Nutritional status is still a major problem in Indonesia with cases of undernutrition and malnutrition in children being found. One of the factors that affect nutritional status is the provision of MP-ASI. This study aims to determine the relationship between mother's level of knowledge about complementary feeding with nutritional status in infants aged 6 – 24 months in Banjarworo Village.The research design used is analytical correlation with a crosssectional approach. The residents of the study are all mothers with 6 – 24 month old babies in the flood Banjarworo village, which number 116 mothers with 90 samples obtained from simple randomly sample collecting techniques. The method of data collection is to distribute questionnaires and analyze using a test correlation spear.The results showed that almost half of mothers who had babies aged 6-24 months in Banjarworo Village had good knowledge of 35 mothers (38.9%) and almost half of infants in Banjarworo Village had poor nutritional status as many as 26 infants (28.9%). From the results of the Spearman Rank Correlation test, it was found that p = 0.004 with p< 0.05 indicating a positive relationship (0.299) between mother's knowledge about complementary feeding and nutritional status in infants aged 6-24 months in Banjarworo Village, Bangilan Health Center working area.Mother's knowledge about good complementary feeding can affect good nutritional status, if given correctly and appropriately. Not only that, mothers can also take part in counseling conducted by cadres to increase knowledge about the provision of MP-ASI with nutritional status in order to increase mother's knowledge about giving MP-ASI.
Co-Authors ., Su’udi Aby Yazid Al Busthomy Ro i’i Aby Yazid Al Busthomy Rofi’i Adi Prayoga, Adi Afifa, Sholihatun Ah Yusuf, Ah Ahmad Yusuf Armanda Al Busthomy, Aby Yazid Amalia Mutiara Fadhila Anggraini , Jelita Nur Ariza Anggraini, Jelita Nur Ariza Apriyanto, Willy Ikhwan Ardena Regita Pramesti Arifah Nursanti Ariska Ristiani Aulia Berfilda, Valda Klisa Binti Yunariyah Binti Yunariyah Binti Yunariyah, Binti Dari, Tanty Wulan Denny Eka Prasetyawan Diana Eka Elina Putri Dinda Ailsa Vania Fahmana, Nur Lutfiyah Fitria Nurul Mazidah Hadi Purwanto Hidayati, Virly Ana Indah Muthi’atul Istiqomah Irmanda Mufida Isnin Nur Khodiroh1 Jaquelyn Jasmine Jayuputri, Sadira Reiko Jiesa Zayyina Zahra Julia Novita Putri Juliarti Indah Putri Khusnul Maisaroh Kotijah , Siti Lailatul Khotimah Larissa Eka Afianti MINARTI Mirna Tri Cahyani Moch. Bahrudin Moch. Bahrudin Muhammad Kamalul Kahfi mustainah, amirotun Nadya Khoirun Nisa Nasution, Annio Indah Lestari Nayluzzuharo', Fanny Noviatul Nurjanah Novita Agnes, Yeni Lutfiana Novita Verayanti Manalu Nugraheni, Wahyuningsih Triana Nur Cahyo, Hendy Biyan Nurvita, Dwi P, Teresia Retna Padoli Pratikaning Sari, Reza Sukma Pratiwi, Alvinda Purwanto, Hadi Purwanto, Hadi Putri Dwi Yanti Putri Riza Azuwin Putri, Sabillah Darma Rahmalia Alia Farida Retna Puspitadewi, Teresia Retna, Teresia Risa Nur Fadila Rofi’i, Aby Yazid Al Busthorni Rohmatul Jannah, Avivah Roudhlotul Jannah Roudlotul Jannah Roudlotul Jannah Salsabilla Dyah Arifin Savitri, ike Prita Setyorini, Indah Shinta Nurul Fadhila Siti Kotijah Siti Maimuna Siti Maimuna Siti Munawaroh SITI NURUL, SITI SRI UTAMI SU'UDI SU'UDI Su'udi, Su'udi Su,udi Surya, Ronal Sutomo Sutomo Su’udi Su’udi Su’udi Su’udi, Su’udi Syavira Aulia Mentari Tanty Wulan Dari Teresia Retna Puspita Dewi Tety Fajiro Tri Ningsih, Wahyu Triana, Wahyuningsih Ul Anggi Kumalasari1 USMAN EFENDI, FRANSISKA DAFA AINAYA EFENDY Utami, Emy Nur Vega, Afina Dela Verantika Setya Putri Virnavanka Greslanda Putri Wahyu Tri Ningsih Wahyu Tri Ningsih, Wahyu Tri Wahyuningsih Triana Nugrahaeni Wahyurianto, Yasin Wahyurianto, Yasin Widyawati Maratus Soleha Yasin Wahyu Riyanto Yasin Wahyuriyanto Zuly Ernanda, Intan