Claim Missing Document
Check
Articles

Faktor-faktor yang mempengaruhi Gangguan Mental Emosional Remaja di Kabupaten Tuban Titik Sumiatin; Indah Muthi’atul Istiqomah; Su'udi
Global Ten Public Health and Nursing Journal Vol. 1 No. 2 (2023): June
Publisher : Prodi keperawatan sidoarjo, politeknik kesehatan kemenkes surabaya indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gtphnj.v1i2.77

Abstract

Permasalahan kesehatan jiwa seperti gangguan mental emosional telah menimbulkan beban kesehatan yang signifikan karena jumlah kasus yang cukup besar dan terus mengalami peningkatan. Berdasarkan hasil riset kesehatan dasar tahun 2018, kasus gangguan mental emosional pada usia 15 tahun keatas secara nasional mengalami peningkatan sebesar 3,8%, sedangakan di Kabupaten Tuban mengalami peningkatan kasus sebesar 1,51%. Penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi gangguan mental emosional pada remaja di Kabupaten Tuban. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian diskriptif, teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan populasi sejumlah 285 dan sampel sejumlah 167 remaja. Teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner Strenght and Difficulties Questionnaire (SDQ) dan kuisioner faktor yang dibuat sendiri oleh peneliti. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar remaja (64,7%) mengalami gangguan mental emosional, dan faktor biologis, faktor psikologis dan faktor social dengan kejadian Gangguan Mental Emosional pada remaja. Pada masa remaja banyak hal yang dapat mempengaruhi kondisi gangguan mental emosional, baik karena faktor biologis , psikologis maupun social sehingga diperlukan banyak dukungan berbagai pihak seperti pelayanan kesehatan, konseling remaja, orang tua, guru dan lingkungan untuk mencegah kasus gangguan mental emosional semakin meningkat.
SOCIAL FACTORS WITH THE INCIDENCE OF MENTAL EMOTIONAL DISORDERS IN THE ELDERLY IN THE TUBAN HEALTH CENTER WORK AREA Titik Sumiatin; Ul Anggi Kumalasari1; Su'udi; Yasin Wahyu Riyanto
Global Ten Public Health and Nursing Journal Vol. 1 No. 2 (2023): June
Publisher : Prodi keperawatan sidoarjo, politeknik kesehatan kemenkes surabaya indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gtphnj.v1i2.78

Abstract

Permasalahan kesehatan jiwa seperti gangguan mental emosional telah menimbulkan beban kesehatan yang signifikan karena jumlah kasus yang cukup besar. Menurut World Health Organization prevalensi global gangguan mental emosional pada lansia di dapatkan hasil 15%. Berdasarkan hasil Riskesdas 2018, presentase tertinggi kasus gangguan mental emosional terdapat pada usia 75 tahun keatas yaitu sebesar 15,8% diikuti usia 65-74 sebesar 28,6% usia 55-64 sebesar 11%, sedangkan di Kabupaten Tuban kasus gangguan mental emosional pada kelompok semua umur sebesar 3,71%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara faktor sosial dengan kejadian gangguan mental emosional pada lansia di wilayah kerja puskesmas tuban. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian analisis korelasi, dengan pendekatan  crossectional, teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan populasi anggota posyandu lansia kelurahan sidorejo wilayah kerja puskesmas Tuban sejumlah 120 orang dan sampel sejumlah 100 orang. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah Gangguan Mental Emosional dan variabel independen adalah faktor sosial lansia yang memengaruhi gangguan mental emosional. Hasil penelitian menunjukkan hampir setengah lansia memiliki faktor sosial cukup kondusif (38%) dan sebagian besar lansia (62%) mengalami gangguan mental emosional. Berdasarkan hasil uji Chi-square diperoleh p = 0,002 yang menunjukkan adanya hubungan antara faktor sosial dengan kejadian gangguan mental emosional. Pada lansia berbagai perubahan menyebabkan lansia rentan mengalami gangguan mental emosional, pada lansia jika terjadi konflik didalam faktor sosial akan menyebabkan lansia mengalami gangguan mental emosional. Oleh karena itu, diperlukan dukungan dari faktor sosial untuk mencegah terjadinya peningkatan kejadian gangguan mental emosional pada lansia. 
Pemberdayaan Kader Kesehatan dalam Mengelolah Penyakit Hipertensi dan Komplikasinya di Desa Kedungringin Kec. Beji Kabupaten Pasuruan Moch Bahrudin; Tanty Wulan Dari; Siti Maimuna; Titik Sumiatin; Wahyu Tri Ningsih; Sutomo Sutomo
Jurnal Abdi Medika Vol 3 No 2 (2023): Jurnal Abdi Medika Desember 2023
Publisher : INSTITUT TEKNOLOGI SAINS DAN KESEHATAN INSAN CENDEKIA MEDIKA JOMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jam.v3i2.1234

Abstract

Penyakit darah tinggi merupakan salah satu penyebab komplikasi ke penyakit diantaranya gagal ginjal dan stroke serta penyebab kematian tertinggi, kondisi ini perlu untuk dilakukan pencegahan dan pengobatan terhadap penyakit darah tinggi. Berdasarkan hasil survey, bahwa hampir di setiap rumah tangga terdapat pasien hipertensi. Situasi seperti ini diperlukan pendekatan di tatanan Kesehatan keluarga, tenaga Kesehatan yang paling dekat dengan keluarga adalah kader Kesehatan. Kader Kesehatan sebagai tenaga sukarela bidang kesehatan di tingkat dasar diantaranya membantu merawat ditatanan keluarga dengan masalah penyakit darah tinggi pilar kekuatan Kesehatan di tatanan Desa atau rukun warga, sehingga kader kesetan ikut berperan menjaga Kesehatan diwilayahnya, terutama dengan masalah penyakit darah tinggi, Perbedaan pengelolahan penyakit darah tinggi akan menimbulkan komplikasi, maka kader kesehatan perlu diberikan pengetahuan dan ketrampilan tentang pengelolahan penyakit darah tinggi. dalam situasi ini, posisi kader Kesehatan sangat menentukan perawatan penyakit darah tinggi. Tujuan kegiatan ini adalah pemberdayaan kader Kesehatan dalam pengolahan penyakit penyakit darah tinggi di Desa kedungringin. Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi, tanya jawab dan simulasi pengukuran tekanan darah. Hasil dari kegiatan ini adalah Sebagian besar peserta kegaiatan ini memahami tentang pengertian, penyebab, tanda dan gejala, pengobatan ringan dari penyakit darah tinggi. Ada 5 pertanyaan dari peserta diantaranya adalah pengolahan makanan yang harus dihindari, pengobatan ringan bila penyakit darah tinggi dan cara minum obat darah tinggi. Berdasarkan kegiatan pengabdian masyarakat akan dapat memenuhi kebutuhan keluarga adalah adanya standart yang sama untuk bisa digunakan kader kesehatan dalam menentukan tindakan dalam pengolahan penyakit penyakit darah tinggi di rumah tangga, yang pada akhirnya menurunkan jumlah komplikasi yang diakibatkan oleh tekanan darah tinggi.
Pengetahuan Dengan Sikap Penderita Dalam Pencegahan Penularan Tuberkulosis Paru Di Puskesmas Tuban Ahmad Yusuf Armanda; Sumiatin, Titik; ., Su’udi
JURNAL KEPERAWATAN Vol. 18 No. 2 (2024)
Publisher : JURUSAN KEPERAWATAN POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/nersbaya.v18i2.167

Abstract

ABSTRAK  Kemenkes RI menyusun eliminasi TB Paru tahun 2020-2030 dan menargetkan penurunan insiden TB Paru pada tahun 2030 dengan 65 kasus per 100.000. Saat ini, Indonesia berada pada posisi ke-2 dengan jumlah TB Paru terbanyak di dunia setelah India. Hal ini terjadi karena salah satu faktornya adalah rendahnya tingkat pengetahuan yang memicu pada sikap dan perilaku pasien pada penyakit TB Paru. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan pengetahuan dengan sikap pasien dalam pencegahan penularan TB Paru. Desain penelitian ini adalah kolerasi dengan pendekatan Crossectional. Sampel penelitian ini adalah 63 pasien TB Paru yang berobat  di Puskesmas Tuban yang dipilih dengan accidental sampling.  Variabel dalam penelitian ini adalah pengetahuan dan sikap pasien tentang pencegahan penularan TB.  Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan analisis data menggunakan Spearman rank test. Hasil penelitian menunjukkan hampir seluruhnya (85,7%) pasien memiliki pengetahuan baik dan sikap baik  (90,5%)  tentang pencegahan penularan TB Paru. Tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan sikap pasien dalam tindakan mencegah penularan TB Paru (p = 0,301). Diharapkan pasien TB paru mempertahankan pengetahuan dan sikap pencegahan penularan TB, dan dijalankan secara rutin hingga memutus rantai penularan dan  tercapai kesembuhan secara total. Kata Kunci : Pengetahuan, Sikap, Pencegahan Penularan, Tuberkulosis   ABSTRACT  The Indonesian Ministry of Health has developed a pulmonary TB elimination plan for 2020-2030 and aims to reduce the incidence of pulmonary TB by 2030 to 65 cases per 100,000. Currently, Indonesia is in 2nd place with the highest number of Lung TB in the world after India. This happens because one of the factors is the low level of knowledge that triggers the patient's attitude and behavior in Lung TB disease. The purpose of this study was to determine the relationship between knowledge and patient attitudes in preventing the transmission of Pulmonary TB. This research design is a correlation with a Crossectional approach. The sample of this study were 63 patients with pulmonary tuberculosis who sought treatment at the Tuban Community Health Center selected by accidental sampling.  The variables in this study were patients' knowledge and attitudes about preventing TB transmission.  The research instrument used a questionnaire and data analysis using Spearman rank test. The results showed that almost all (85.7%) patients had good knowledge and good attitudes (90.5%) about preventing pulmonary TB transmission. There is no relationship between knowledge and patient attitudes in preventing pulmonary TB transmission (p = 0.301). It is expected that pulmonary TB patients maintain knowledge and attitudes to prevent TB transmission, and carry out routinely to break the chain of transmission and achieve complete recovery.  Keywords: Knowledge, Attitude, Prevention of Transmission, Tuberculosis
Tingkat Pengetahuan Remaja tentang Kesehatan Mental di SMP Negeri 2 Tuban Putri Riza Azuwin; Sumiatin, Titik; Su’udi; Triana, Wahyuningsih
JURNAL KEPERAWATAN Vol. 18 No. 2 (2024)
Publisher : JURUSAN KEPERAWATAN POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/nersbaya.v18i2.189

Abstract

Menurut kutipan SDGS Indonesia pada “Policy Dialogue; Renewed Challenges, Exploring Solutions 2023” menuturkan bahwa krusialnya kesehatan mental masyarakat Indonesia untuk menggapai pembangunan berkelanjutan serta Indonesia maju. Sampai saat ini masalah terkait kesehatan mental khususnya pada remaja mengalami penambahan kasus dari tahun ke tahun. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan gambaran tingkat pengetahuan remaja tentang kesehatan mental di SMP Negeri 2 Tuban. Desain penelitian mempergunakan deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ialah keseluruhan siswa SMP Negeri 2 Tuban Tahun Ajaran 2023/2024 yang berjumlah 760 siswa. Sampel 262 siswa. Teknik sampling yang diterapkan simple random sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner google formulir. Hasil Penelitian didapatkan sebagian besar siswa SMP Negeri 2 Tuban berusia 15 tahun dan berjenis kelamin perempuan. Hampir seluruhnya siswa SMP Negeri 2 Tuban memiliki tingkat pengetahuan kategori baik. Sebagian siswa SMP Negeri 2 Tuban yang memiliki tingkat pengetahuan baik hampir seluruhnya berusia 15 tahun dan berjenis kelamin perempuan. Pengetahuan memainkan peran penting dalam mempengaruhi perilaku individu terkait kesehatan mental. Artinya, semakin baik pengetahuan remaja, semakin rendah pula tingkat krisis kesehatan mental pada remaja karena dengan pengetahuan yang baik, remaja mampu mengetahui, memahami, dan mengaplikasikan sehingga terwujud perilaku yang sehat.
PEMBERDAYAAN KADER KESEHATAN TENTANG PENYAKIT HIPERTENSI DALAM UPAYA PREVENTIF KASUS GAGAL GINJAL KRONIK DI DESA JAMBANGAN KECAMATAN JAMBANGAN DI KABUPATEN SIDOARJO Bahrudin, Moch; Dari, Tanty Wulan; Maimuna, Siti; Sumiatin, Titik; Tri Ningsih, Wahyu; Su'udi, Su'udi
Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Abdi Masyarakat November 2024
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jaim.v8i1.5726

Abstract

Implementation of community service regarding hypertension in an effort to prevent cases of chronic kidney failure in Jambangan Village, Jambangan sub-district, Sidoarjo district for health cadres which was carried out in April-July 2024, which was attended by 46 health cadre mothers. which began with singing the song Indonesia Raya. Which was continued with remarks from the Village Head and followed by remarks from Mrs. Tanty Wulan Dari, S.Kep, Ns, M.Kes. The service method uses the empowerment of health cadres through lectures, practice and joint exercise.  Before the main event, the community service team conducted a pre-test with the aim of finding out the knowledge of female health cadres about hypertension and complications of chronic kidney failure and their management for 15 minutes. 
Respon Psikologis pada Pasien yang Menjalani Terapi Hemodialisis di Ruang Hemodialisa RSUD Dr. R. Koesma Tuban Rohmatul Jannah, Avivah; Sumiatin, Titik; Su'udi, Su'udi
Mutiara: Multidiciplinary Scientifict Journal Vol. 2 No. 9 (2024): Mutiara: Multidiciplinary Scientifict Journal
Publisher : Al Makki Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57185/mutiara.v2i9.258

Abstract

Terapi hemodialisis merupakan pengganti fungsi ginjal yang rusak dan seringkali menyebabkan pasien mengalami gangguan psikologis seperti depresi dan kecemasan. Penelitian ini penting untuk memahami dampak psikologis dari terapi ini pada pasien. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 92 pasien hemodialisis di RSUD Dr. R. Koesma Tuban yang diambil melalui purposive sampling. Pengukuran depresi dan kecemasan dilakukan menggunakan kuesioner DASS (Depression Anxiety Stress Scale). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon psikologis (depresi dan kecemasan) pasien yang menjalani terapi hemodialisis di RSUD Dr. R. Koesma Tuban serta mengidentifikasi faktor-faktor demografis yang berpengaruh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 53,3% pasien tidak mengalami depresi, sementara 2,2% mengalami depresi berat. Dalam hal kecemasan, 42,4% pasien berada dalam kategori normal, dengan 9,8% mengalami kecemasan sangat berat. Terdapat hubungan signifikan antara tingkat depresi dan kecemasan dengan karakteristik demografis seperti jenis kelamin dan pendidikan. Sebagian besar pasien hemodialisis di RSUD Dr. R. Koesma Tuban tidak mengalami depresi dan kecemasan yang berat. Dukungan keluarga dan pendidikan tentang terapi hemodialisis dapat berkontribusi dalam meminimalisir masalah psikologis ini.
Penggunaan Gadget Dengan Prestasi Belajar Remaja Di SMA Negeri 4 Tuban Ardena Regita Pramesti; Titik Sumiatin; Su’udi; Teresia Retna Puspitadewi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 9 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i9.1892

Abstract

Perkembangan teknologi informasi, terutama gadget, telah memberikan dampak signifikan terhadap kehidupan remaja, termasuk dalam hal prestasi belajar. Penggunaan gadget yang tidak terkontrol berpotensi menyebabkan kecanduan dan memengaruhi konsentrasi serta performa akademik siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penggunaan gadget dengan prestasi belajar pada remaja di SMA Negeri 4 Tuban. Penelitian ini menggunakan desain korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh remaja sebanyak 250 orang. Sampel penelitian ini Sebagian 156 remaja yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Penelitian ini menggunakan dua variabel, variabel independent penggunaan gadget dan variabel dependen prestasi belajar remaja. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner penggunaan gadget dan dokumentasi nilai rapor sebagai data prestasi belajar. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat penggunaan gadget dengan prestasi belajar siswa (p < 0,05). Siswa dengan tingkat penggunaan gadget tinggi cenderung memiliki prestasi belajar yang lebih rendah dibandingkan dengan siswa yang penggunaan gadgetnya lebih rendah. Penggunaan gadget berkaitan erat dengan prestasi belajar remaja. Artinya, saat remaja penggunaan gadget yang tinggi, maka kemungkinan besar prestasi belajar remaja kurang baik. Oleh karena itu, diperlukan peran aktif orang tua dan pihak sekolah dalam membatasi dan mengarahkan penggunaan gadget secara bijak agar tidak mengganggu proses belajar.
Hygiene Genitalia Wanita Dengan Kejadian Fluor Albus Pada Remaja Putri Di Program Studi Keperawatan Tuban Program Diploma Tiga Arifah Nursanti; Su’udi; Titik Sumiatin; Teresia Retna Puspitadewi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 9 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i9.1894

Abstract

Masalah kesehatan remaja yang umum ditemukan merupakan permasalahan kesehatan reproduksi berupa peradangan vagina rasa gatal hingga keputihan. Saat ini, banyak wanita khususnya remaja putri masih mengalami keputihan. Beberapa perempuan, terutama remaja putri, sering mengalami keputihan. Keputihan ini bisa bersifat fisiologis (normal) atau patologis. Menjaga kebersihan pribadi, terutama kebersihan genital, merupakan langkah awal menuju kesehatan reproduksi. Penelitian ini bermaksud untuk menganalisis hubungan antara kejadian keputihan dan kebersihan genital perempuan pada remaja putri yang terdaftar dalam Program Studi Diploma Tiga Keperawatan Tuban. Pendekatan penelitian kuantitatif yang dipakai ialah analisis korelasi cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini ialah 187 perempuan muda. Penelitian ini menggunakan pendekatan sampel acak langsung untuk 128 perempuan muda. Variabel dependen dalam penelitian ini ialah Kejadian Fluor Albus pada remaja putri, sedangkan variabel independen yakni Hygiene Genitalia Wanita. Data dikumpulkan melalui survei menggunakan metode uji Chi-Square. Hasil uji statistic Chi-Square nilai signifikansi p-value=0,001 dengan p- value=<0,05, maka bisa dikatakan bahwa ada korelasi antara Hygiene Genitalia Wanita dengan Kejadian Fluor Albus pada Remaja Putri di Program Studi Keperawatan Tuban Program Diploma Tiga. Diskusi: Prevalensi fluor albus pada remaja putri berkorelasi signifikan dengan kebersihan genital perempuan. Untuk mencegah fluor albus, penting untuk meningkatkan kesadaran serta memberikan edukasi tentang pentingnya menjaga kebersihan genital.
Aktivitas Fisik Dengan Kualitas Hidup Lansia Penderita Hipertensi Di Puskesmas Tuban Kecamatan Tuban Kabupaten Tuban Salsabilla Dyah Arifin; Su’udi; Titik Sumiatin; Wahyu Tri Ningsih
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 9 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i9.1898

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang meningkat pada lansia, berdampak pada risiko komplikasi dan kualitas hidup. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dengan kualitas hidup lansia penderita hipertensi di Puskesmas Tuban Kabupaten Tuban. Desain penelitian ini adalah korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh lansia penderita hipertensi yang rutin mengikuti program PROLANIS di Puskesmas Tuban, dengan jumlah populasi 40 orang dan sampel sejumlah 36 orang yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Variabel independen adalah aktivitas fisik, diukur dengan kuesioner Baecke. Variabel dependen adalah kualitas hidup, diukur dengan kuesioner WHOQOL-BREF. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan akan dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir setengahnya (33,3%) lansia anggota program prolanis yang beraktifitas fisik berat memiliki kualitas hidup yang baik. Setelah dilakukan uji Chi-Square antara aktivitas fisik dengan kualitas hidup lansia anggota program prolanis menunjukkan nilai P-value = <0,001, Dimana nilai P-value<a (0,05). Hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan kualitas hidup lansia penderita hipertensi. Hubungan antara aktivitas fisik dan kualitas hidup pada lansia penderita hipertensi bersifat timbal balik dan saling menguatkan. Aktivitas fisik yang memadai dapat meningkatkan kontrol tekanan darah, mengurangi risiko komplikasi, dan memperbaiki kesehatan fisik secara keseluruhan, yang akan meningkatkan kemampuan fungsional, kemandirian, dan kesejahteraan psikologis. Dengan demikian, promosi aktivitas fisik yang sesuai menjadi strategi kunci dalam upaya komprehensif untuk meningkatkan kualitas hidup lansia penderita hipertensi.
Co-Authors ., Su’udi Aby Yazid Al Busthomy Ro i’i Aby Yazid Al Busthomy Rofi’i Adi Prayoga, Adi Afifa, Sholihatun Ah Yusuf, Ah Ahmad Yusuf Armanda Al Busthomy, Aby Yazid Amalia Mutiara Fadhila Anggraini , Jelita Nur Ariza Anggraini, Jelita Nur Ariza Apriyanto, Willy Ikhwan Ardena Regita Pramesti Arifah Nursanti Ariska Ristiani Aulia Berfilda, Valda Klisa Binti Yunariyah Binti Yunariyah Binti Yunariyah, Binti Dari, Tanty Wulan Denny Eka Prasetyawan Diana Eka Elina Putri Dinda Ailsa Vania Fahmana, Nur Lutfiyah Fitria Nurul Mazidah Hadi Purwanto Hidayati, Virly Ana Indah Muthi’atul Istiqomah Irmanda Mufida Isnin Nur Khodiroh1 Jaquelyn Jasmine Jayuputri, Sadira Reiko Jiesa Zayyina Zahra Julia Novita Putri Juliarti Indah Putri Khusnul Maisaroh Kotijah , Siti Lailatul Khotimah Larissa Eka Afianti MINARTI Mirna Tri Cahyani Moch. Bahrudin Moch. Bahrudin Muhammad Kamalul Kahfi mustainah, amirotun Nadya Khoirun Nisa Nasution, Annio Indah Lestari Nayluzzuharo', Fanny Noviatul Nurjanah Novita Agnes, Yeni Lutfiana Novita Verayanti Manalu Nugraheni, Wahyuningsih Triana Nur Cahyo, Hendy Biyan Nurvita, Dwi P, Teresia Retna Padoli Pratikaning Sari, Reza Sukma Pratiwi, Alvinda Purwanto, Hadi Purwanto, Hadi Putri Dwi Yanti Putri Riza Azuwin Putri, Sabillah Darma Rahmalia Alia Farida Retna Puspitadewi, Teresia Retna, Teresia Risa Nur Fadila Rofi’i, Aby Yazid Al Busthorni Rohmatul Jannah, Avivah Roudhlotul Jannah Roudlotul Jannah Roudlotul Jannah Salsabilla Dyah Arifin Savitri, ike Prita Setyorini, Indah Shinta Nurul Fadhila Siti Kotijah Siti Maimuna Siti Maimuna Siti Munawaroh SITI NURUL, SITI SRI UTAMI SU'UDI SU'UDI Su'udi, Su'udi Su,udi Surya, Ronal Sutomo Sutomo Su’udi Su’udi Su’udi Su’udi, Su’udi Syavira Aulia Mentari Tanty Wulan Dari Teresia Retna Puspita Dewi Tety Fajiro Tri Ningsih, Wahyu Triana, Wahyuningsih Ul Anggi Kumalasari1 USMAN EFENDI, FRANSISKA DAFA AINAYA EFENDY Utami, Emy Nur Vega, Afina Dela Verantika Setya Putri Virnavanka Greslanda Putri Wahyu Tri Ningsih Wahyu Tri Ningsih, Wahyu Tri Wahyuningsih Triana Nugrahaeni Wahyurianto, Yasin Wahyurianto, Yasin Widyawati Maratus Soleha Yasin Wahyu Riyanto Yasin Wahyuriyanto Zuly Ernanda, Intan