Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Adopsi Cloud Computing pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Mardiyati, Sri; Alfin, Edward; Pramarta, Pandhu
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 1 (2025): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i1.712

Abstract

Transformasi digital telah menjadi kebutuhan mendesak bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk tetap kompetitif dalam lanskap bisnis yang semakin terdigitalisasi. Salah satu teknologi kunci yang menawarkan efisiensi, skalabilitas, dan fleksibilitas operasional bagi UMKM adalah cloud computing. Studi ini bertujuan untuk menyintesis literatur terkait adopsi cloud computing pada UMKM, dengan menggunakan pendekatan systematic literature review. Hasil tinjauan mengidentifikasi bahwa keputusan adopsi dipengaruhi oleh tiga kelompok faktor utama, yakni faktor teknologi (kemudahan penggunaan, keamanan, keandalan), faktor organisasi (kompetensi SDM, dukungan manajemen, budaya inovatif), dan faktor lingkungan eksternal (dukungan pemerintah, infrastruktur internet, tekanan kompetitif). Meskipun cloud computing menawarkan berbagai manfaat seperti efisiensi biaya dan peningkatan kapabilitas digital, tantangan seperti keterbatasan literasi digital, kekhawatiran keamanan data, dan infrastruktur yang belum merata masih menjadi hambatan signifikan. Studi ini memberikan kontribusi konseptual bagi pengambil kebijakan, pelaku usaha, serta peneliti dengan memetakan dinamika adopsi cloud pada UMKM secara komprehensif. Diharapkan hasil kajian ini dapat menjadi dasar bagi formulasi strategi digitalisasi UMKM yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Saringan Sampah TB Simatupang sebagai benteng Ekologis Ciliwung: Kajian Etika Lingkungan dan Pembangunan Berkelanjutan Setiawan, Ade; Andani, Chairiah; Rahayu, Dewi; Prawanti, Diah Amalia; Destiana, Fadya; Humairoh Humairoh; Mutia, Rahma; Alfin, Edward
JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA Vol 3 No 4 (2025): Agustus
Publisher : Kampus Akademik Publiser

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jipm.v3i4.1192

Abstract

Sungai Ciliwung merupakan salah satu sungai utama yang melintas di wilayah Bogor, Depok dan Jakarta namun kini Sungai Ciliwung mengalami tekanan ekologis akibat pencemaran dan pembangunan di sekitarnya. Artikel ini membahas peran Saringan Sampah TB. Simatupang (SSTBS) sebagai benteng ekologis dalam menjaga kelestarian sungai. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus, data diperoleh dari observasi lapangan, dokumentasi dan wawancara dengan pengawas teknik, pengawas lapangan dan warga sekitar. Hasil penelitian menunjukkan SSTBS berkontribusi signifikan dalam mengendalikan aliran sampah sungai ciliwung, dengan menangani sampah sebanyak 200-300 ton per minggu. Selain itu, pengelolaan yang melibatkan partisipasi masyarakat mencerminkan penerapan prinsip etika lingkungan, keberadaan SSTBS juga mendukung pembangunan berkelanjutan dengan mengintegrasikan aspek ekologis, sosial, dan ekonomi. Meskipun menghadapi berbagai tantangan, SSTBS menunjukkan potensi sebagai model pengelolaan lingkungan urban yang etis dan berkelanjutan. Temuan ini dapat menjadi rujukan bagi pengelolaan sampah di kawasan sungai lainnya.
PENGARUH KEMAMPUAN METAKOGNITIF TERHADAP HASIL BELAJAR PENGETAHUAN MAHASISWA SEMESTER 5 UNIVERSITAS INDRAPRASTA PGRI Alfin, Edward; Rizkiyah, Nur; Mardiyati, Sri
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 4 (2024): Special Issue Vol. 7 No. 4 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i4.39231

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kemampuan metakognitif terhadap hasil belajar pengetahuan mahasiswa semester 5 Universitas Indraprasta PGRI. Kemampuan metakognitif mencakup kemampuan untuk merencanakan, mengelola, dan mengevaluasi proses berpikir yang berperan penting dalam meningkatkan pemahaman dan hasil belajar mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode regresi untuk menganalisis hubungan antara kemampuan metakognitif dengan hasil belajar pengetahuan mahasiswa. Hasil uji signifikansi menunjukkan bahwa nilai p-value sebesar 0.005, yang lebih kecil dari 0.05, menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara kedua variabel tersebut. Semakin baik kemampuan metakognitif mahasiswa, semakin tinggi hasil belajar pengetahuan yang dicapai. Temuan ini memberikan bukti bahwa pengembangan kemampuan metakognitif harus menjadi fokus dalam strategi pembelajaran di perguruan tinggi, guna meningkatkan kualitas hasil belajar mahasiswa
PENDAMPINGAN TEKNIS PRODUKSI TEMPE UNTUK MENDORONG PERTUMBUHAN UMKM DI DESA PENDARINGAN, BANJAR, CIAMIS Mardiyati, Sri; Pujiastuti; Alfin, Edward; Pramarta, Pandhu
Jurnal Akselerasi Merdeka Belajar dalam Pengabdian Orientasi Masyarakat (AMPOEN): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2025): AGUSTUS-NOVEMBER 2025
Publisher : UNIVERSITAS SERAMBI MEKKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/ampoen.v3i2.3939

Abstract

Tempe merupakan salah satu produk pangan fermentasi kedelai yang memiliki permintaan pasar tinggi dan peluang besar sebagai basis pengembangan UMKM pangan di Indonesia, termasuk di wilayah Jawa Barat. Meskipun proses produksinya dikenal luas, pelaku usaha skala mikro masih sering menghadapi kendala dalam konsistensi mutu fermentasi, aspek sanitasi produksi, dan penerapan standar operasional yang terdokumentasi. Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan oleh Tim Abdimas Universitas Indraprasta PGRI dengan tujuan memberikan pendampingan teknis produksi tempe, membangun pembiasaan proses produksi higienis, serta mendorong kesiapan formalisasi UMKM pangan fermentasi melalui pengurusan NIB dan PIRT. Pendekatan yang digunakan dalam kegiatan ini adalah participatory empowerment berbasis praktik langsung (learning by doing), meliputi survei kebutuhan, workshop produksi, pendampingan fermentasi 24–48 jam, evaluasi mutu produk tempe, dan penyusunan rencana tindak lanjut usaha. Pendampingan dilaksanakan bersama 2 kelompok pengrajin tempe lokal, masing-masing terdiri dari 5 anggota, dengan total 8 batch produksi uji coba yang dipantau. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 87,5% batch berhasil difermentasi secara optimal. Kelompok G1 mencapai 100% keberhasilan, sementara G2 75%, di mana kegagalan minor pada 1 batch awal kelompok G2 dapat dikoreksi melalui evaluasi proses dan perbaikan desain pencampuran ragi serta aerasi kemasan. Selain luaran produksi, implikasi program terlihat pada peningkatan pemahaman SOP higienitas produksi, efisiensi alur kerja ±15%, dan kesiapan kelompok mitra dalam memulai pengurusan legalitas formal UMKM pangan. Kegiatan ini menegaskan bahwa pendampingan teknis berbasis kelompok yang disertai monitoring fermentasi dan umpan balik korektif mampu meningkatkan keberhasilan proses produksi tempe sekaligus memperkuat kesiapan pertumbuhan UMKM pangan fermentasi yang berkelanjutan di Pendaringan, Ciamis, Jawa Barat.
Pelatihan Canva untuk Guru SD Sekecamatan Majenang Kabupaten Cilacap Zainal Arifin; Tri Angkarini; Nini Adelina Tanamal; Edward Alfin; Ricky Eka Sanjaya
Indonesia Berdampak: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2025): JULI-DESEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/ckm0sw73

Abstract

This training program was designed to improve the competence of elementary school teachers in creating visual-based instructional media using the Canva application. Held for teachers in Majenang District, Cilacap Regency, the training combined theoretical lectures, live demonstrations, and hands-on practice to ensure comprehensive understanding and skill acquisition. At the outset, a pre-test was conducted to assess the participants’ initial knowledge and digital design skills. The results showed an average score of 58.3, indicating limited experience with design tools and low literacy in visual media creation. Following the training, a significant improvement was observed. A total of 90% of the participants successfully produced at least two educational media products, such as posters, infographics, and activity cards. The post-test results revealed an average score of 86.7, demonstrating a substantial increase in understanding and practical ability. Additionally, the satisfaction survey showed that 92% of participants were very satisfied with the content, delivery method, and technical assistance provided during the sessions. This outcome highlights the effectiveness of the training in empowering teachers to utilize Canva for innovative and engaging learning materials. The participants are now better equipped to apply these skills in their classrooms, contributing to a more visually appealing and interactive learning environment.
PENYULUHAN SAMPAH YANG INOVATIF DI SMAN 6 KOTA BOGOR Edward Alfin; Sri Mardiyati; Pandhu Pramarta; Nur Rizkiyah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) Vol. 2 No. 1 (2024): Oktober
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jpmi.v2i1.2513

Abstract

Program Penyuluhan Sampah yang Inovatif di SMAN 6 Kota Bogor dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan kesadaran siswa mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Kegiatan ini melibatkan edukasi tentang prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dan pelatihan praktis terkait inovasi daur ulang sampah. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan dan perubahan perilaku siswa dalam memilah dan mengelola sampah di lingkungan sekolah. Selain itu, program ini berhasil membentuk bank sampah sekolah dan menciptakan produk-produk kreatif dari sampah. Dukungan penuh dari pihak sekolah dan pendekatan partisipatif menjadi faktor kunci keberhasilan program ini. Namun, tantangan terkait keterbatasan fasilitas dan konsistensi siswa masih memerlukan perhatian lebih lanjut. Program ini diharapkan dapat berkelanjutan dan menjadi model bagi sekolah lain dalam upaya menjaga kebersihan lingkungan.
Dampak Pengelolaan Sampah Yang Tidak Maksimal Serta Kurangnya Kesadaran Masyarakat Di Wilayah Cempaka Putih Barat Ai Dianti; Renata Santoso; Dinda Andriyani; Mulyadi; Muhammad Imron; Stevani Priscila; Edward Alfin
JURIHUM : Jurnal Inovasi dan Humaniora Vol. 2 No. 6 (2025): JURIHUM : Jurnal Inovasi dan Humaniora
Publisher : CV. Shofanah Media Berkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan pengelolaan sampah di wilayah Cempaka Putih Barat, Jakarta Pusat, masih menjadi tantangan serius akibat kurangnya kesadaran masyarakat dan belum optimalnya pelaksanaan program pengelolaan sampah berbasis komunitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kondisi aktual pengelolaan sampah di RW 02 Kelurahan Cempaka Putih Barat, termasuk partisipasi warga dan dampak lingkungan yang ditimbulkan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun program Bak Sampah telah memberikan manfaat ekonomi bagi warga, partisipasi masyarakat belum merata, dan perilaku membuang sampah sembarangan masing sering terjadi. Rendahnya pemahaman tentang dampak lingkungan serta lemahnya penegakan hukum turut memperparah kondisi tersebut. Oleh karena itu, diperlukan upaya kolaboratif yang mencakup edukasi lingkungan, peningkatan frekuensi pengumpulan sampah, serta penegakan aturan secara konsisten guna membangun budaya peduli lingkungan yang berkelanjutan.
Water Quality River Estuary of Batang Hari, Musi Banyuasin District, the Province of South Sumatera Ramla Hartini Melo; Edward Alfin; Alim S Niode
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 10 No 5 (2024): May
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v10i5.6223

Abstract

This study aims to determine the water quality of the estuary of the Batangharileko River based on factors of physics, chemistry and biology. The results showed that the water quality of the estuary of the Batangharileko River by physical factors already meets the criteria of raw water for class I, II , III and IV. While chemical parameters already meet the criteria class III water quality standards. Water Appropriation Category I is for the raw water of drinking water, class II for facilities/infrastructure recreation and freshwater fish breeding, class III for fishery cultivation and watering the plants, the Group IV for watering plants. Biological parameters in this case is the abundance, diversity index and dominance index, Batangharileko River estuary has undergone minor contamination although physiologically not appear on macrozoobenthos life
OPTIMASI WAKTU DAN SUHU FERMENTASI UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS TEMPE DI DESA PADARINGAN KEC. PURWADADI KAB. CIAMIS JAWA BARAT Sri Mardiyati; Pujiastuti Pujiastuti; Pandhu Pramarta; Edward Alfin
Journal of Information System, Applied, Management, Accounting and Research Vol 10 No 2 (2026): JISAMAR (May 2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Jayakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52362/jisamar.v10i2.2430

Abstract

This study investigates the optimization of fermentation time and temperature to improve tempe quality produced by household-scale artisans in Padaringan Village, Purwadadi District, Ciamis Regency, Indonesia. A descriptive qualitative approach was employed through direct observation over four consecutive days, with measurements recorded every three hours for temperature, relative humidity, and physical–sensory characteristics of tempe. The results demonstrate that fermentation follows a biological progression consisting of adaptation, active growth, optimal maturation, and degradation phases. During the first 24 hours, microbial adaptation and early mycelial growth occurred under temperatures of 27–32°C and humidity levels of 72–91%, producing soft texture and mild aroma. Optimal quality was achieved between 24–48 hours at stable temperatures of 27–29°C and humidity of 80–88%, characterized by uniform white mycelium, compact texture, and pleasant characteristic aroma. Beyond 48 hours, quality gradually declined as metabolic degradation intensified, indicated by texture softening, discoloration, and sharper odor. By 72–96 hours, tempe entered a post-optimal phase unsuitable for consumption. These findings confirm that fermentation duration is the most practical control factor for maintaining consistent quality in traditional production systems. Adjusting fermentation time according to environmental conditions provides an effective, low-cost strategy to enhance product quality, stability, and competitiveness among small-scale tempe producers.
Perencanaan Taman Warga RT. 22 RW. 02 Kecamatan Lebakwangi, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat Bambang Perkasa Alam; Pujiastuti Pujiastuti; Pandhu Pramarta; Edward Alfin
AJAD : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Divisi Riset, Lembaga Mitra Solusi Teknologi Informasi (L-MSTI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59431/ajad.v6i1.719

Abstract

The Community Park Planning Program in RT 22 RW 02, Lebakwangi District, Kuningan Regency, West Java, was designed to develop a functional and sustainable green public space to support social interaction, recreation, and residential environmental quality improvement. The planning process covers site condition analysis, community needs identification, park spatial layout design, vegetation selection, and provision of supporting facilities—including playgrounds, pedestrian pathways, and seating areas—using an eco-friendly approach based on local materials and climate-adaptive plants. Community participation was emphasized across all stages: planning, implementation, and maintenance, in order to build collective ownership of the space. Pre-test and post-test results from 20 respondents recorded a 68% increase in public understanding of green space functions. The program is expected to improve residential environmental quality, strengthen social cohesion among residents, and support the local government's agenda for sustainable green area development in Kuningan Regency.