Mariani Mariani
Program Studi Agribisnis/Jurusan SEP, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat

Published : 63 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Kelayakan Usaha Keripik Pisang Lumer di Kelurahan Loktabat Utara Kecamatan Banjarbaru Utara (Studi Kasus Usaha Rumah Tangga Keripik Pisang Lumer “Bana-Nation” Dari Markas Snack) Sulis Kirana Murni; Mariani Mariani; Karimal Arum Shafriani
Frontier Agribisnis Vol 8, No 4 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i4.14588

Abstract

Komoditas pisang merupakan komoditas tanaman hortikultura terbesar di Indonesia dengan 34,65% lebih banyak dibandingkan dengan komoditas lainnya. Dalam penelitian ini dipilih keripik pisang lumer yang diproduksi oleh Markas Snack. Pada umumnya, suatu usaha dirikan untuk memperoleh keuntungan besar dengan meminimalkan biaya. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Menganalisis besarnya biaya, penerimaan dan keuntungan pembutan keripik pisang lumer “Bana-Nation” pada usaha rumah tangga Markas Snack. (2) Menganalisis tingkat kelayakan usaha keripik pisang lumer “Bana-Nation” pada usaha rumah tangga Markas Snack. (3) Mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi dalam usaha keripik pisang lumer pada industri rumah tangga Markas Snack. Berdasarkan hasil penelitian, biaya total yang dikeluarkan dari usaha pengolahan keripik pisang lumer “Bana-Nation” dari Markas Snack pada bulan Januari-April 2023 sebesar Rp6.904.443,50 dengan penerimaan total sebesar Rp8.624.000,00 dan keuntungan yang diperoleh sebesar Rp1.719.556,50. Kelayakan pada usaha pengolahan keripik pisang lumer “Bana-Nation” dari Markas Snack pada bulan Januari-April 2023 yaitu sebesar 1,25. Hal ini menunjukan bahwa usaha pengolahan keripik pisang lumer “Bana-Nation” dari Markas Snack menguntungkan dan layak untuk dilanjutkan. Permasalah yang dihadapi usaha pengolahan keripik pisang lumer “Bana-Nation” dari Markas Snack adalah kurangnya permodalan, sulitnya mencari bahan baku dan masih menggunakan alat tradisional.
Tingkat Kesejahteraan Keluarga Petani Karet Rakyat di Desa Karang Indah Kecamatan Angsana Kabupaten Tanah Bumbu Dani Rian Rahmadi; Eka Radiah; Mariani Mariani
Frontier Agribisnis Vol 6, No 4 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i4.7823

Abstract

Tujuan penelitan ini adalah untuk mengetahui tingkat kesejahteraan keluarga petani karet rakyat dan permasalahan apa yang dihadapi petani karet di Desa Karang Indah Kecamatan Angsana Kabupaten Tanah Bumbu. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode simple random sampling dan dianalisis dengan teknik analisis deskriptif kuantitatif Skala Guttman dengan analisis persentase untuk menjelaskan tingkat kesejahteraan keluarga petani. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat kesejahteraan keluarga petani karet rakyat di Desa Karang Indah terbanyak berada pada tingkat keluarga sejahtera III sebanyak 11 orang dengan indikator terpenuhi 18 indikator (85,71%). Sedangkan tingkat kesejahteraan keluarga terkecil berada pada keluarga sejahtera III plus sebanyak 3 orang, dengan indikator terpenuhi sebanyak 21 indikator dengan persentase sebesar 100%. Hal ini menunjukan bahwa sebagian besar keluarga petani karet yang berada di Desa Karang Indah sudah berada pada tingkat keluarga sejahtera III. Serta permasalahan yang dihadapi para petani karet sebagian besar yaitu gugur daun sebanyak 18 orang dengan persentase 78,26%.
Hubungan Luas Lahan Dengan Tingkat Kesejahteraan Keluarga Petani Padi (Oryza sativa L) di Desa Sumber Sari Kecamatan Pulau Laut Barat Kabupaten Kotabaru Akhmad Yani; Eka Radiah; Mariani Mariani
Frontier Agribisnis Vol 6, No 4 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i4.7849

Abstract

Kesejahteraan keluarga petani sangatlah penting. tinggi rendahnya kesejahteraan petani diduga berhubungan dengan luas lahan garapan yang dimiliki petani. Sehingga tujuan penelitian untuk mengetahui tingkat kesejahteraan keluarga petani padi, mengetahui hubungan antara luas lahan dengan tingkat kesejahteraan keluarga petani padi dan untuk mengetahui permasalahan yang dialami oleh petani padi di Desa Sumber Sari. Pengambilan sampel menggunakan probability random sampling dengan populasi petani padi sebesar 139 orang dengan sampel terpilih sebesar 44 orang. Berdasarkan hasil penelitian, tingkat kesejahteraan keluarga petani padi di Desa Sumber Sari dilihat dari luas lahan garapan keluarga petani yang paling tinggi berada pada kategori KS I dengan persentase sebesar 85,8% yang terdiri dari petani di lahan sempit, sedang maupun luas. Selanjutnya terdapat hubungan yang signifikan antara luas lahan dengan tingkat kesejahteraan keluarga petani di desa Sumber Sari Kecamatan Pulau Laut Barat. Hal tersebut dibuktikan dengan hasil uji t yaitu jika thitung (2,159) > ttabel (1,682) maka hipotesis nol (H0) ditolak dengan kata lain hipotesis alternatif (H1) Diterima. hal ini berarti bahwa luas lahan memiliki hubungan dimana jika luas lahan yang dimiliki petani semakin luas maka semakin baik pula tingkat kesejahteraan keluarga petani. Permasalahan yang dihadapi petani ada 3 yaitu lahan yang dimiliki oleh petani lebih dari 1 ha masih sedikit yaitu sebesar 20,46%, jumlah tanggungan keluarga yang tidak sesuai dengan pendapatan, dan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) yang tidak terkendali. Hal tersebut tentunya dapat menjadi masalah bagi petani dalam memenuhi indikator-indikator tingkat kesejahteraan petani.
Persepsi Konsumen terhadap Kualitas Produk dan Kualitas Pelayanan di Toko Beli Buah Banjarmasin Rizky Gunawan; Yusuf Azis; Mariani Mariani
Frontier Agribisnis Vol 6, No 4 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i4.7828

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis persepsi konsumen terhadap kualitas produk di Toko Beli Buah di Banjarmasin dan mengetahui persepsi konsumen terhadap kualitas pelayanan di Toko Beli Buah Banjarmasin. metode penarikan contoh yang di gunakan adalah non-probability sampling, yaitu teknik pengambilan sampel yang tidak memberi peluang atau kesempatan yang sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel. Metode purposive sampling digunakan untuk menentukan jumlah sampel dalam pe nelitian ini. Purposive sampling dengan jumlah sampel berjumlah 100 responden. Metode pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner secara online untuk mengidentifikasi persepsi konsumen terhadap kualitas produk dan kualitas pelayanan di Toko Beli Buah Banjarmasin, maka digunakan analisis deskriptif, Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi konsumen terhadap kualitas produk di Toko Beli Buah Banjarmasin berada pada kategori baik sebanyak 57 responden (57%) dan persepsi konsumen terhadap kualitas pelayanan berada pada kategori baik sebanyak 57 responden (57%).
PERSEPSI DAN MINAT GENERASI MUDA DESA SUNGAI RANGAS TENGAH KECAMATAN MARTAPURA BARAT KABUPATEN BANJAR TERHADAP BIDANG PERTANIAN Ahmad Jaelani; Mariani Mariani; Masyhudah Rosni
Frontier Agribisnis Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i2.13060

Abstract

Untuk mempertahankan pembangunan pertanian yang berkelanjutan, diperlukan tiga variabel penting: sumber daya alam, sumber daya manusia, dan teknologi yang sesuai. Salah satu komponen penting untuk pembangunan pertanian yang berkelanjutan adalah tenaga kerja yang terdidik dengan baik. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis persepsi serta minat generasi muda Desa Sungai Rangas terhadap bidang pertanian. Metode penarikan populasi yang digunakan yaitu Purposive Sampling dan didapat jumlah populasi sebanyak 178 responden. Dari 178 orang diambil 10% untuk mewakili populasi didapat 18 orang yang dijadikan responden dan menggunakan metode Simple Random Sampling untuk memilih responden yang dijadikan sampel. Metode pengumpulan data yang dilakukan dengan wawancara mealui kuesioner. Analisis yang digunakan adalah Skala Likert. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi generasi muda di Desa Sungai Rangas Tengah dengan skor rata-rata 1.66 termasuk dalam kategori baik. Sedangkan untuk minat generasi muda di Desa Sungai Rangas Tengah terhadap bidang pertanian termasuk dalam kategori berminat dengan skor rata-rata 1.69.
Keragaan Kelas Kemampuan Kelompok Tani Sayuran di Kota Banjarbaru Mariani Mariani; Usamah Hanafie; Harisa Novita Yuliani
AGRIDES: Jurnal Agribisnis Perdesaan Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/agrides.v1i1.21957

Abstract

This research is purposed to learn the vegetables farmers group’s ability class performance in Banjarbaru city according to the good vegetables cultivation guidance and farmer group ability appraisal guidance. it is also aimed to learn about the influencing farmer group performance class factor and also about the problem which is handled by vegetables farmers group in Banjarbaru. Based on the result of data counting and analysis, it is concluded that 1)The vegetables farmers group’s ability class performance in Banjarbaru shows that all farmers group ability on vegetables cultivation is not classified as a firstrate, whereas the ability class is classified as advance (80%) and high (20%). 2) The influencing factor the vegetables farmers group’s ability in Banjarbaru consist of: Cultivation factor and farmers group ability movements. 3) Farmers group’s problem is the limitation of financial capital, hard to have a meeting, limited field, weather condition, less of production facilities, no note and documentation of farmering, pesticides are not according to SOP, not yet use a tested and legal bio-pesticides, and also there is no clear history of filed for one year.
Manajemen Kelompok Tani Petani Sayuran dalam Mendukung Ketahanan Pangan Kota Banjarbaru Mariani Mariani
AGRIDES: Jurnal Agribisnis Perdesaan Vol 2, No 4 (2012)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/agrides.v2i4.21579

Abstract

Banjarbaru Municipality, from a spatial perspective, has a strategic role as a primary node of commodities distribution chain in South Kalimantan Province, because it is located between two main consumption centers, that are: Banjarmasin (the biggest consumption center) and Martapura. Beside as a consumption center, Banjarbaru also plays as an agricultural production center, especially vegetables. The study is purposed to know the management of the vegetable farmer group in order to promote food security in Banjarbaru Municipality. The population in the study was vegetable farmer groups. The samples were selected trough random sampling method. Generally, the management of the vegetable farmer group is in good condition (77.84%), planning (64.66%), organizing (85.89%), actuating (77.13%), and evaluation (65.55%). This shows that farmer group management able to support food security in Banjarbaru. For better management in a vegetable farmer group, it is suggested to increase the capability of planning in yields processing and marketing; and in recording farm activities.
Peran Penyuluh Pertanian Terhadap Adopsi Permanan Teknologi Alat dan Mesin Pertanian oleh Petani di Kecamatan Cempaka Kota Banjarbaru Iis Kasumi; Luthfi Fatah; Mariani Mariani
AGRIDES: Jurnal Agribisnis Perdesaan Vol 3, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/agrides.v3i2.21894

Abstract

The existence of technology has made the fife much easier, and now the technology is inseparable on human fife. By using the appropriate technology in each farming process , the time and labor can be reduced significantly. The study is aimed to explore the potency of farm machinery adoption, the role of extension officer on the adoption process, and co identify the problem faced by the officer on the adoption process. The study was conducted in Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru, involving 40 rice growers as respondents. The study show that the potency level of adoption is high as the score is 90.82%. However, the role of extension officer is low (score 63.92%). This is because of low supervision, less controlling , and less evaluation on the adoption process.
Kajian Sistem Pengembangan Balai Benih Tanaman Kota Banjarbaru Mariani Mariani; Djoko Santoso
AGRIDES: Jurnal Agribisnis Perdesaan Vol 1, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/agrides.v1i2.20358

Abstract

The availability of appropriate production facilities, both on time, right quantity, right quality and right price is a major prerequisite in order to increase productivity. Seed quality is one factor for the weakness of production facilities. The existence of Agricultural Seed Center in certain areas is an effort to get high quality seeds. The purpose of this study is to analyze the capability of Agricultural Seed Center in an effort to produce quality seed, seen from the opportunities, challenges and also strategies to develop Agricultural Seed Center become more advanced. Review of the internal capabilities of Agricultural Seed Center in Banjarbaru covers the physical aspects; aspects of human resources, financial resources and management aspects of Agricultural Seed Center in Banjarbaru. The research of Agricultural Seed Center is anticipatory action in serving the needs of seed food agricultural commodities. But the fundamental weaknesses such as limited water resources, facilities and electrical energy are the bottleneck of this program so it must be revamped thoroughly.
Peran Program Desa Mandiri Pangan dalam Mendukung Ketahanan Pangan Rumah Tangga (Studi Kasus di Desa Panjampang Bahagia Kecamatan Simpur Kabupaten Hulu Sungai Selatan) Bayu Kurniawan; Mariani Mariani; Taufik Hidayat
AGRIDES: Jurnal Agribisnis Perdesaan Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/agrides.v4i1.21911

Abstract

The development of Village Food Resilience Program (DMP), in order to integrate many community food security empowerment programs , requires community participation. It is expected that by this approach all villages capable in achieving food security independently. The study aimed: (1) to explore the role of DMP program in supporting household food security; and (2) to recognize the problem encountered on the DMP program. The survey method is practiced in the study where is 33 respondents were taken as samples. The population is the members of affi nity groups who receive two programs, which are: credit facility program and poultry business improvement program. The study revealed that the DMP program is very important to support household foo d security in the study site. Even though there are many problems to settl e. The infrastructures and human resources are limited to support food security prog rams. Several members of affi nity group are not forward-thinking and less-discipline in returning the credit. In addition, the credit fund also limited and cannot meet the increasing credit demand.