Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Foot Exercises in Controlling Blood Sugar Levels in Elderly People with DM at the Baraka Community Health Center, Enrekang Regency, South Sulawesi Rosdiana, Rosdiana; Rasyid, Djusmadi; Djunaedi, Djunaedi; Noviar, Rizki Andita
International Journal of Health Sciences Vol. 2 No. 1 (2024): IJHS : International Journal of Health Sciences
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/ijhs.v2i1.265

Abstract

The aging process in the elderly is followed by a decrease in the function of various organs or tissues in the body, including pancreatic beta cells, the effect of which is causing insulin production to decrease, causing blood sugar levels to increase. Diabetes mellitus occurs due to decreased sensitivity to insulin (insulin resistance) or due to a decrease in the amount of insulin produced. To prevent this, one of the pillars of diabetes management is physical exercise or exercise, namely foot exercises. This research method uses a quasi-experimental design with a one group pretest post test design. The aim of this research was to determine the effect of leg exercises on blood sugar levels in elderly people with diabetes mellitus at the Baraka Community Health Center. The sampling technique was carried out using simple random sampling with a sample size of 13 people. The results of the research using the paired t-test showed that the p-value = 0.000 < α = 0.05. This research shows the influence of leg exercises on blood sugar levels in elderly people with diabetes mellitus at the Baraka Community Health Center. The conclusion is that elderly people with diabetes mellitus who carry out foot exercises according to indications and pay attention to contraindications with a frequency of 3 times a week for 30 minutes will have their blood sugar levels under control.
PEMANFAATAN SAMPAH PLASTIK DENGAN METODE ECOBRICK: SOLUSI KREATIF UNTUK LINGKUNGAN Rasyid, Djusmadi; Rante, Anshar; M, Warda
Jurnal Pengabdian Masyarakat Medika Vol 5. No. 2, September 2025
Publisher : Universitas Muhamamdiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jpmmedika.v5i2.6498

Abstract

ABSTRAK Pandangan umum mengenai sampah sering kali menganggapnya sebagai barang yang tidak memiliki nilai. Pengelolaan sampah melalui pemisahan antara sampah organik dan nonorganik sangat penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem. Metode ecobrick merupakan salah satu upaya kreatif dalam mengelola sampah plastik menjadi produk yang bermanfaat, serta mengurangi pencemaran dan risiko racun. Pondok Tahfizh Daarul Furqon (Bagian Putri) menghadapi tantangan dalam manajemen pengolahan sampah. Kurangnya kesadaran dan pemahaman tentang pentingnya pemilahan serta pengelolaan sampah yang tepat telah menciptakan kondisi yang kurang ideal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan dalam pengolahan sampah nonorganik dan penerapan metode ecobrick, yang dilengkapi dengan pre-test dan post-test untuk mengukur efektivitas intervensi sebagai upaya untuk mengubah sampah menjadi nilai ekonomis. Pelaksanaan kegiatan ini melibatkan 40 peserta berusia 12-19 tahun. Hasil yang diperoleh menunjukkan peningkatan skorkategori baik  yang signifikan setelah intervensi (post test), aspek pengetahuan 25% menjadi, 87,5%, skor pada aspek sikap dari 30.0% menjadi 32.5%, aspek perilaku tetap 2.5% dan aspek pola asuh dari 77.5% menjadi 82.5%. Peningkatan pengetahuan, sikap, dan perilaku ini memerlukan komitmen untuk menjaga konsistensi santri dalam pengelolaan sampah. Pentingnya monitoring dan evaluasi, serta inovasi produk, termasuk pengembangan produk, harus diperhatikan agar nilai ekonomis dapat lebih bermakna. Saran ke depan adalah untuk membentuk bank sampah atau bermitra dengan kelompok warga di lingkungan pondok.   ABSTRACT The general view on waste often considers it as something without value. Waste management through separation between organic and non-organic waste is very important to maintain the balance of the ecosystem. The ecobrick method is one creative effort in managing plastic waste into useful products, as well as reducing pollution and the risk of toxins. Pondok Tahfizh Daarul Furqon (Female Section) faces challenges in waste management. Lack of awareness and understanding of the importance of sorting and proper waste management has created less than ideal conditions. This community service activity aims to provide knowledge and skills in managing non-organic waste and implementing the ecobrick method, which is complemented by pre-tests and post-tests to measure the effectiveness of the intervention as an effort to turn waste into economic value. The implementation of this activity involves 40 participants aged 12-19 years. The results obtained indicate a significant improvement in the category scores following the intervention (post-test). The knowledge aspect increased from 25% to 87.5%, the attitude aspect rose from 30.0% to 32.5%, the behaviour aspect remained at 2.5%, and the parenting aspect improved from 77.5% to 82.5%. This increase in knowledge, attitude, and behavior requires a commitment to maintain the consistency of santri in waste management. The importance of monitoring and evaluation, as well as product innovation, including product development, should be considered so that economic value can be more meaningful. Suggestions for the future are to establish a waste bank or partner with community groups in the pondok environment.
Tekhnik Relaksasi Benson Terhadap Pemenuhan Kebutuhan Istirahat dan Tidur Pada Lansia Di Panti Jompo Nursiah, Andi; Pannyiwi, Rahmat; Juwariah, Siti; Samila, Samila; Rasyid, Djusmadi
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 1 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i1.8792

Abstract

Lanjut usia (lansia) merupakan tahap akhir dari siklus kehidupan. Hal ini merupakan salah satu kenyataan dan tidak dapat dihindari, dimana seseorang mengalami perubahan secara biologis, psikologis, maupun sosial. Tujuan penelitian adalah menjelaskan pengaruh tehnik relaksasi benson terhadap pemenuhan kebutuhan tidur pada lansia. Metode penelitian ini adalah seluruh dari perencanaan untuk menjawab pertanyaan penelitian dan mengantisipasi beberapa kesulitan yang mungkin timbul selama proses penelitian. Dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian Quasy Eksperiment Design dengan melibatkan kelompok kontrol disamping kelompok eksperimental. Dalam rancangan ini, kelompok eksperimental diberi perlakuan sedangkan kelompok kontrol tidak. Pada kedua kelompok diawali dengan pre test dan setelah pemberian perlakuan diadakan pengukuran kembali (post test). Populasi dari penelitian ini adalah semua lansia yang mengalami gangguan dalam pemenuhan kebutuhan tidur yang ada di Panti Jompo Sampel adalah sebagian dari keseluruhan obyek yang diteliti dan dianggap mewakili seluruh populasi. Kesimpulan bahwa Pemenuhan kebutuhan tidur lansia sebelum pemberian teknik relaksasi benson menunjukkan kurang (80%), sedangkan pada kelompok kontrol sebagian besar juga dalam kategori kurang (90%) dalam memenuhi kebutuhan tidurnya baik kualitas maupun kuantitasnya. Sesudah pemberian teknik relaksasi benson pada kelompok perlakuan terjadi peningkatan pemenuhan kebutuhan tidur menjadi baik (100%), sedangakan pada kelompok kontrol hanya sebagian kecil yang kebutuhan tidurnya terpenuhi (20%).
Optimalisasi Pengelolaan Sampah Sekolah dan Pemberdayaan Siswa Melalui Teknik Kompos Takakura: Pengabdian Djusmadi Rasyid; Anshar Rante; Warda M; Ratri Dwi Utami; Dian Ulfiana
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 3 Nomor 4 (April 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v3i4.465

Abstract

Pengelolaan sampah di lingkungan sekolah berbasis asrama, seperti Pondok Tahfizh Al-Qur’an Daarul Furqon Palopo, menghadapi tantangan serius akibat akumulasi sampah organik yang dapat berdampak negatif terhadap kesehatan dan lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan intervensi yang sistematis untuk memberdayakan santri dalam pengelolaan sampah melalui metode yang efisien dan ramah lingkungan, seperti kompos Takakura. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan santri dalam mengelola sampah organik melalui edukasi, pelatihan, dan pendampingan yang dilengkapi dengan pre-test dan post-test untuk mengukur efektivitas intervensi. Pelaksanaan melibatkan 41 peserta berusia 12-19 tahun yang mayoritas adalah siswa setingkat SMP. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan setelah intervensi, dimana sebelum edukasi, 85,4% peserta berada pada kategori pengetahuan cukup, sementara setelah pelatihan, 100% peserta mencapai kategori pengetahuan baik. Uji Wilcoxon menghasilkan p value = 0.00, yang menunjukkan adanya pengaruh signifikan dari edukasi dan pelatihan. Pengelolaan sampah yang berkelanjutan di lingkungan asrama dapat dicapai melalui edukasi dan pelatihan intensif yang melibatkan santri sebagai agen perubahan.
Efektivitas Terapi Aktivitas Kelompok terhadap Peningkatan Kemandirian Lansia Ariyanti, Sri; Rasyid, Djusmadi; Rosida, Rosida
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2025): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v4i1.900

Abstract

Decreased physical and psychological abilities in the elderly often lead to a decreased level of independence in performing daily activities. Group activity therapy (GAT) is a nursing intervention aimed at improving the social, psychological, and independence abilities of the elderly through collaborative activities. This study aimed to determine the effectiveness of group activity therapy in increasing the independence of the elderly. The study used a quasi-experimental design with a pre-test, post-test, one-group design. The population in this study was all elderly people in nursing homes, with a sample of 30 people selected using a purposive sampling technique. The instrument used was an independence observation sheet based on the Katz Index of Independence in Activities of Daily Living (ADL). Data analysis used the Wilcoxon Signed Rank Test. The results showed a significant difference between the level of independence before and after group activity therapy (p = 0.000 < 0.05). Conclusion: Group activity therapy is effective in increasing the independence of the elderly. This intervention is recommended as a routine activity program in nursing homes and community settings.
Program Senam Lansia Terstruktur untuk Meningkatkan Kebugaran Lansia di Panti Jompo Rezqiqah Aulia Rahmat; Vivi Adriana Suardi; Djusmadi Rasyid
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Juni)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v4i3.1176

Abstract

Abstract The elderly are an age group vulnerable to declining physical function and fitness. Lack of physical activity can increase the risk of degenerative diseases and reduce their quality of life. Elderly exercise is a safe and effective form of physical activity to improve fitness. This community service activity aims to improve the fitness of the elderly through a structured elderly exercise program. Implementation methods include counseling, exercise training, and regular mentoring. Results indicate an increase in the fitness and participation of the elderly in physical activity. This program is effective in improving the health and quality of life of the elderly in nursing homes. Keywords: Elderly, Elderly Exercise, Fitness, Health Promotion Abstrak Lansia merupakan kelompok usia yang rentan mengalami penurunan fungsi fisik dan kebugaran. Kurangnya aktivitas fisik dapat meningkatkan risiko penyakit degeneratif serta menurunkan kualitas hidup lansia. Senam lansia merupakan salah satu bentuk aktivitas fisik yang aman dan efektif untuk meningkatkan kebugaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kebugaran lansia melalui program senam lansia terstruktur. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan, pelatihan senam, serta pendampingan rutin. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kebugaran dan partisipasi lansia dalam aktivitas fisik. Program ini efektif dalam meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup lansia di panti jompo. Kata Kunci: Lansia, Senam Lansia, Kebugaran, Promosi Kesehatan
Relationship Between Functional Independence and Fall Risk in Indonesian Community-Dwelling Elderly Djusmadi Rasyid; Anshar Rante; Warda Warda; Ismunandar Ismunandar; Hardianto Dg. Salimung
Poltekita: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 20 No. 1 (2026)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jik.v20i1.4293

Abstract

Background: Falls among older adults remain a leading cause of injury and loss of independence worldwide. Early detection of functional decline is essential to prevent fall-related complications. This study aimed to examine the correlation between functional independence and fall risk among older adults by employing the Barthel Index and the Timed Up and Go Test (TUGT). Given projections that the global elderly population will surpass 2 billion by 2050, these findings emphasize the importance of integrating functional independence screening into community-based fall prevention programs. Methods: This observational analytical study with a cross-sectional design was conducted in Saronda Village, North Sulawesi, Indonesia, involving 32 community-dwelling elderly aged 60 years and above. Functional independence was assessed using the Barthel Index, while fall risk was evaluated with the TUGT. Data were analyzed using the Spearman rank correlation test. Ethical approval was obtained from the Health Research Ethics Committee of STIKES Kamus Arunika, and all participants provided informed consent. Results: The majority of participants (56.25%) demonstrated functional independence; however, 59.38% were identified as having a high fall risk. Statistical analysis revealed a significant negative correlation between Barthel Index scores and TUGT completion time (r = –0.904; p < 0.001), indicating that higher functional independence was associated with lower fall risk. Conclusion: Greater functional independence is significantly associated with a reduced risk of falls among elderly. These findings highlight the importance of regular functional assessments using the Barthel Index and TUGT as practical tools for early identification of fall risk and for guiding gerontological nursing interventions in community settings.
Karakteristik Distres Spiritual pada Pasien HIV/AIDS di RSU Sawerigading Palopo: Characteristics of Spiritual Disstres in HIV/AIDS Patients in Sawerigading RSU Palopo Anshar Rante; Djusmadi Rasyid; Warda M; Ema Julita; Nur Afifah; M. Khalid Freedy Saputra; Rahmat Pannyiwi
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 12 (2023)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i12.3763

Abstract

Latar belakang: Setelah seseorang dinyatakan positif terkena HIV, maka hidupnya akan berjalan pada jalur yang berbeda dari rencana hidup sebelumnya. Beratnya permasalahan yang dirasakan oleh pasien HIV/AIDS mempengaruhi aspek psikologis, sosial dan spiritual. Pasien bisa mengalami masalah finansial, berduka berkepanjangan, frustasi, merasa bersalah, depresi dan ketakutan menghadapi kematian. Tujuan: Untuk mengetahui karakteristik distress spiritual pada Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) RSU Sawerigading Palopo. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif yang bertujuan untuk melihat karakteristik spiritual pada pasien dengan HIV/AIDS ODHA di RSU Sawerigading Palopo Sampel di ambil dengan teknik proposive sampling yaitu cara mengambil sampel diantara populasi sesuai dengan yang dikehendaki peneliti sehingga mewakili karakteristik populasi sejumlah 35 sampel. Hasil: Penelitian menunjukkan Menunjukkan sebanyak 16 responden (46%) Merasa bersalah pada diri sendiri pada aspek hubungan dengan orang lain responden merasa diasingkan , tidak ingin berinteraksi dengan keluarga, Saya memisahkan diri dari kelompok agama di masyarakat sebanyak 2 responden (6%) kemudian pada aspek hubungan dengan hubungan dengan seni ,musik dan literatur alam sebanyak 4 responden (11%) tidak suka membaca literatur spiritual (kitab suci,buku agama).Pada aspek hubungan dengan pencipta (Tuhan) paling banyak sekitar 49 % responden yang butuh nasehat dari pemimpin atau tokoh agama. Kesimpulan: Karakteristik distres spiritual pada pasien HIV/AIDS di Rumah Sakit Sawerigading Kota Palopo paling banyak pada aspek hubungan dengan tuhan pada pernyataan Saya ingin/saya butuh nasehat dari pemimpin atau tokoh agama.
Terapi Non Farmakologi dalam Pengendalian Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi: Literature Review: Non-Pharmacologic Therapy in Blood Pressure Control in Hypertensive Patients: Literature Review Adriani Salangka; Anshar Rante; Djusmadi Rasyid
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 5 (2024)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i5.4995

Abstract

Latar belakang: Hipertensi juga dikenal sebagai tekanan darah tinggi yaitu kondisi umum dimana tekanan dalam darah meningkat di atas normal 140/90 mmHg. Hal ini menyebabkan jantung bekerja harus lebih cepat dari biasanya untuk memompa darah melalui pembuluh darah. Tujuan: Mendapatkan gambaran dalam pemberian terapi non farmakologi terhaadap penhemdalian tekanan darah pada hipertensi KKata Kunci: Terapi Non Farmakologi; Hipertensi Abstract Inintroduction: Hypertension also known as high blood pressure is a common condition where the pressure in the blood rises above the normal 140/90 mmHg. This causes the heart to work faster than usual to pump blood through the blood vessels. Objective: To get an overview of the provision of non-pharmacological therapy to control blood pressure in hypertension. MMethod: Literature Review, the data source for the database is google scholar with the relevance of 2018-2023 in accordance with the subject of writing published in Indonesian and English. Strategy method used to search for articles using the PICO framework with keywords that match the subject related to the analysis of non-pharmacological therapy in controlling blood pressure in hypertensive patients. Articles were selected according to the title, reviewing the abstract or full text according to the comparative approach before being included in the review and conducted a review. Result: from the five journals, it was found that there was a decrease in blood pressure after the administration of non-pharmacological therapy. Conclusion: from the findings of the analysis using data from several articles that non-pharmacological treatment of back massage therapy, warm water foot soak therapy, carrot juice administration, young coconut water administration and bay leaf decoction water administration are effective in controlling blood pressure for hypertensive patients. K Keywords: Non-pharmacological Therapy; Hypertension Metode: Literature Review, sumber data untuk database yaitu google scholar dengan relevansi tahun 2018-2023 yang sesuai dengan subjek penulisan yang di terbitkan dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa inggris. Metode Strategi yang digunkan untuk mencari artikel menggunakan PICO framework dengan kata kunci yang sesuai dengan subjek terkait analisis terapi non farmakologi dalam pengendalian tekanan darah pada pasien hipertensi. Artikel dipilih sesuai judul, peninjauan pada abstrak atau teks lengkap sesuai dengan pendekatan komperatif sebelum dimasukkan dalam ulasan dan dilakukan review. analisis dengan menggunakan data dari beberapa artikel yang bahwa pengobatan non farmakologi terapi pijat punggung, terapi rendam kaki air Hasil: Dari kelima jurnal didapatkan bahwa adanya penurunan tekanan darah setelah pemberian terapi non farmakologi. Kesimpulan: Dari temuan hangat, pemberian jus wortel, pemberian air kelapa muda dan pemberian air rebusan daun salam efektir dalam pengendalian tekanan darah untuk pasien hipertensi
Faktor Yang Berhubungan Dengan Healthy Aging Pada Lanjut Usia (Lansia) Di Komunitas Djusmadi Rasyid; Rezqiqah Aulia Rahmat
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1412

Abstract

Latar Belakang: Peningkatan angka harapan hidup menyebabkan jumlah penduduk lanjut usia (lansia) terus meningkat. Kondisi tersebut diikuti oleh meningkatnya kebutuhan terhadap upaya untuk mencapai healthy aging, yaitu proses mempertahankan kemampuan fungsional yang memungkinkan lansia tetap sehat, mandiri, aktif, dan memiliki kualitas hidup yang baik. Healthy aging dipengaruhi oleh berbagai faktor biologis, psikologis, sosial, ekonomi, gaya hidup, serta akses terhadap pelayanan kesehatan. Identifikasi faktor-faktor tersebut penting sebagai dasar penyusunan program intervensi yang mendukung penuaan sehat di tingkat komunitas. Tujuan: Menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan healthy aging pada lansia di komunitas. Metode: Penelitian menggunakan mixed methods dengan desain Sequential Explanatory Design. Tahap pertama menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional terhadap 300 lansia yang dipilih menggunakan multistage random sampling. Analisis dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji Chi-square, dan multivariat menggunakan regresi logistik. Tahap kedua menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam terhadap 15 informan yang dipilih secara purposif untuk menjelaskan hasil kuantitatif. Hasil: Sebagian besar lansia memiliki kategori healthy aging yang baik (64,3%). Analisis multivariat menunjukkan bahwa aktivitas fisik (OR=4,12; p<0,001), status gizi (OR=3,54; p=0,002), dukungan keluarga (OR=3,26; p=0,003), penyakit kronis (OR=2,87; p=0,007), partisipasi sosial (OR=2,61; p=0,012), dan akses pelayanan kesehatan (OR=2,18; p=0,024) berhubungan signifikan dengan healthy aging. Hasil wawancara menunjukkan bahwa dukungan keluarga, lingkungan yang ramah lansia, dan keikutsertaan dalam kegiatan masyarakat menjadi faktor utama dalam mempertahankan kesehatan fisik maupun psikososial lansia. Kesimpulan: Healthy aging dipengaruhi oleh kombinasi faktor individu, keluarga, lingkungan sosial, dan pelayanan kesehatan. Pendekatan multidisiplin berbasis komunitas diperlukan untuk meningkatkan kualitas hidup lansia.