p-Index From 2021 - 2026
6.899
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Public Health Science (IJPHS) International Journal of Evaluation and Research in Education (IJERE) Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Journal of Educational, Health and Community Psychology Disease Prevention and Public Health Journal Jurnal Kesehatan Masyarakat The Indonesian Journal of Public Health Journal of Health Education BERDIKARI : Jurnal Inovasi dan Penerapan Ipteks Jurnal SOLMA Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat KACANEGARA Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Jurnal Kreativitas PKM Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Unnes Journal of Public Health JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat) GEMASSIKA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Journal of Public Health Research and Community Health Development (JPH RECODE) JUMANTIK: Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan JOURNAL OF COMMUNITY MEDICINE AND PUBLIC HEALTH RESEARCH Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Insights in Public Health Journal Epidemiology and Society Health Review (ESHR) Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat Jurnal Kesehatan dan Pengelolaan Lingkungan JKKI : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Public Health and Preventive Medicine Archive Ahmad Dahlan Medical Journal International Journal of Healthcare Research Periodicals of Occupational Safety and Health Health Dynamics GEMASSIKA: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat (SENDAMAS) Journal Of Health Science Community Strada Jurnal Ilmiah Kesehatan (SJIK)
Claim Missing Document
Check
Articles

Pemberdayaan Remaja Melalui Pembentukan PIK-R di Lereng Merapi sebagai Upaya Pencegahan Pernikahan Dini Oktaviana, Ardyawati Wira; Sofiana, Liena; Wahyuningrum, Desi; Wulandari, Isnaini Yogiana; Murtianingsih, Fepriyani; Yudho, Adam Rekso; Gustina, Erni; Ayu, Suci Musivita; Nurhaliza, Alfida Aulia Rahma Firdausy; Waruwu, Arjuna Pratama; Guzali, Adi
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v6i2.707

Abstract

Pernikahan dini masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang berdampak pada kesehatan reproduksi, keberlanjutan pendidikan, serta kesejahteraan sosial remaja. Wilayah lereng Merapi menghadapi kerentanan khusus akibat faktor budaya, ekonomi, dan keterbatasan akses informasi kesehatan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan remaja melalui pembentukan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) sebagai upaya pencegahan pernikahan dini. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif berbasis masyarakat di Dusun Besalen, Desa Glagaharjo, Kecamatan Cangkringan, dan melibatkan 23 remaja berusia 14–24 tahun. Tahapan kegiatan meliputi pelatihan kader dan Duta PIK-R, pembentukan struktur organisasi, penyusunan program kerja, serta evaluasi melalui pre–posttest. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan proporsi remaja dengan tingkat pengetahuan baik dari 21,74% sebelum kegiatan menjadi 52,17% setelah kegiatan, disertai terbentuknya kepengurusan PIK-R yang aktif melaksanakan edukasi sebaya. Pemberdayaan remaja melalui PIK-R berpotensi menjadi strategi promotif dan preventif yang berkelanjutan dalam pencegahan pernikahan dini dan stunting di wilayah lereng Merapi serta mendukung terwujudnya generasi muda yang sehat dan berkualitas.
Gambaran Pengetahuan Remaja tentang Diabetes Melitus sebagai Dasar Pelaksanaan Edukasi Kesehatan Rosyidah Rosyidah; Liena Sofiana; Ummul Khair; Erni Gustina; Yuniar Wardani; Ahmad Ahid Mudayana; Suci Musvita Ayu; Ardyawati Wira Oktaviana; Ratna Muliyaningsih; Muhammad Miftah Rais
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 5 (2026): Volume 9 Nomor 5 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i5.25475

Abstract

ABSTRAK Diabetes melitus merupakan penyakit tidak menular yang terus meningkat dan memerlukan upaya pencegahan sejak dini melalui edukasi kesehatan. Pengetahuan remaja dan mahasiswa tentang diabetes melitus menjadi dasar penting dalam penyusunan materi edukasi yang tepat sasaran. Mengetahui gambaran pengetahuan mahasiswa tentang diabetes melitus sebagai dasar pelaksanaan edukasi kesehatan. Kegiatan dilaksanakan pada 15 Desember di Kampus 3 Universitas Ahmad Dahlan dengan melibatkan 165 mahasiswa. Metode yang digunakan berupa pengisian kuesioner pengetahuan tentang diabetes melitus yang terdiri atas 15 item pertanyaan, kemudian dilanjutkan dengan edukasi kesehatan oleh Dinas Kesehatan. Data dianalisis secara deskriptif. Mayoritas peserta berjenis kelamin perempuan sebanyak 141 orang (85,50%), sedangkan laki-laki sebanyak 24 orang (14,50%). Sumber informasi terbanyak berasal dari guru sebanyak 71 orang (43,00%). Tingkat pengetahuan peserta secara umum tergolong sangat baik, ditunjukkan oleh tingginya proporsi jawaban benar pada hampir seluruh item pertanyaan. Pengetahuan mahasiswa tentang diabetes melitus tergolong sangat baik, tetapi masih terdapat beberapa aspek yang perlu diperkuat. Edukasi kesehatan penting dilakukan untuk meningkatkan pemahaman secara lebih menyeluruh dan mendukung pembentukan perilaku hidup sehat. Kata Kunci: Diabetes Melitus, Pengetahuan, Mahasiswa, Edukasi Kesehatan.  ABSTRACT Diabetes mellitus is a non-communicable disease that continues to increase and requires early prevention efforts through health education. The knowledge of adolescents and university students about diabetes mellitus is an important basis for developing appropriate and targeted educational materials. To identify the level of students’ knowledge about diabetes mellitus as a basis for implementing health education. This activity was conducted on December 15 at Campus 3 of Universitas Ahmad Dahlan and involved 165 students. The method used consisted of administering a diabetes mellitus knowledge questionnaire with 15 items, followed by health education provided by the Health Office. The data were analyzed descriptively. Most participants were female, with 141 students (85.50%), while 24 students (14.50%) were male. The main source of information was teachers, reported by 71 students (43.00%). Overall, the participants’ level of knowledge about diabetes mellitus was very good, as shown by the high proportion of correct answers on almost all questionnaire items. Students’ knowledge about diabetes mellitus was generally very good, although several aspects still need improvement. Health education is important to enhance students’ understanding more comprehensively and to support the development of healthy lifestyle behaviors. Keywords: Diabetes Mellitus, Knowledge, Students, Health Education.
Risk Perceptions, Self-Efficacy, Response Efficacy and Premarital Intimacy Behavior among Adolescents: A PLS-Sem Approach Erni Gustina; Yuniar Wardani; Liena Sofiana; Suci Musvita Ayu; Kania Valentia Febriana; Ardyawati Wira Oktaviana; Baiq Qatrunnada Hariyanti
Journal of Educational, Health and Community Psychology VOL 15 NO 2 JUNE 2026
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jehcp.vi.31982

Abstract

Premarital intimacy behavior among adolescents is a significant reproductive health concern, however, the cognitive pathways linking risk perception to such behavior are not yet fully understood. This cross-sectional study, conducted in schools within Bantul District, Yogyakarta (n=288), examined the correlations among perceived severity, perceived vulnerability, response effectiveness, self-efficacy, and premarital intimacy behavior using PLS-SEM. The outcome was operationalized using indicators of mild affectionate/intimacy behaviors, rather than sexual intercourse or broader sexual risk behaviors. Structural findings show that severity markedly enhances response efficacy (β=0.480; T-Value=5.870) and self-efficacy (β=0.407; T-Value=3.460), whereas vulnerability similarly elevates response efficacy (β=0.285; T-Value=3.456) and self-efficacy (β=0.337; T-Value=3.149). These findings suggest that risk perception operates indirectly through self-efficacy and response efficacy; however, risk perception was associated with higher response efficacy and self-efficacy, which in turn decreases adolescent premarital intimacy behavior. Increasing self-efficacy is crucial for understanding and reducing premarital intimacy behavior among adolescents in educational settings. A more adaptive, empowering, and sustainable sex education program is expected to improve risk perception and self-efficacy, thereby reducing premarital intimacy behavior among adolescents.
Penguatan perilaku hidup bersih di masjid: mewujudkan ibadah nyaman dan masyarakat produktif Liena Sofiana; Yuniar Wardani; Erni Gustina; Ardyawati Wira Oktaviana; Kania Valentia Febriana; Baiq Qatrunnada Hariyanti
KACANEGARA Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol 9, No 3 (2026): Agustus
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/kacanegara.v9i3.3387

Abstract

Masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga berperan dalam membentuk perilaku hidup bersih dan sehat di masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman takmir dan marbot mengenai kebersihan masjid sebagai faktor penting dalam menciptakan kenyamanan ibadah, menjaga kesehatan jamaah, dan mendukung produktivitas. Pengabdian dilaksanakan melalui edukasi menggunakan kuesioner deskriptif yang mencakup tiga indikator utama, yaitu kebersihan fasilitas dan lingkungan masjid, hubungan kebersihan dengan kesehatan, ibadah, dan produktivitas, serta edukasi dan keteladanan dalam menjaga kebersihan. Sebanyak 24 responden terlibat dalam kegiatan ini. Hasil menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan responden terbagi sama antara kategori baik (50%) dan buruk (50%). Edukasi yang diberikan mampu meningkatkan kesadaran mengenai nilai kebersihan, meskipun masih terdapat kesenjangan antara pengetahuan konseptual dan praktik nyata. Kesimpulannya, penguatan perilaku hidup bersih di masjid tidak hanya bergantung pada fasilitas, tetapi juga pada edukasi, internalisasi nilai agama, serta keteladanan pengurus. Kegiatan lanjutan disarankan untuk mengintegrasikan metode partisipatif dan pembiasaan agar perilaku kebersihan dapat terinternalisasi secara berkelanjutan.
Level of Knowledge, Attitude, and Family Support in Pulmonary TB Patients in Compliance with Taking Anti-Tuberculosis Drugs Lisa Pramugita; Liena Sofiana; Ardyawati Wira Oktaviana
Insights in Public Health Journal Vol 6 No 2 (2025): Insights in Public Health Journal
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Health Sciences, Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.iphj.2025.6.2.16889

Abstract

Background: Tuberculosis (TB) is a disease caused by the bacteria Mycobacterium tuberculosis. TB is one of the top 13 causes of death in the world. This research aims to determine the level of knowledge, attitudes and family support for pulmonary TB sufferers in compliance with taking OAT in the Depok III Health Center working area, Sleman Regency. Methods: This research is descriptive research with quantitative descriptive methods. This research was conducted at the Depok III Community Health Center, Sleman Regency with a sample of 33 respondents. The sampling technique uses total sampling and univariate analysis to describe each research variable. Results: This study showed that of the 33 respondents with compliance in taking medication in the compliant category of 75.8%, the level of knowledge of pulmonary TB sufferers regarding compliance with taking OAT was highest in respondents with good knowledge and compliance with taking medication (42.4%), attitude Pulmonary TB sufferers who adhere most to taking OAT have a positive attitude and adhere to taking medication (39.4%). Meanwhile, family support for pulmonary TB sufferers in adherence to taking OAT was highest among respondents with good family support and adherents to taking medication (45.5%). Conclusions: Based on the research results, it can be concluded that the level of adherence to taking OAT in pulmonary TB sufferers is (75.8%) adherent to taking medication. Description of the knowledge of pulmonary TB sufferers regarding adherence to taking OAT. Most of them have good knowledge and are obedient to taking OAT. The attitude of pulmonary TB sufferers in taking OAT is mostly positive, but only 39.4% adhere to taking medication. Likewise, with the support of families of pulmonary TB sufferers in compliance with taking OAT, the majority have good family support and are adherent to taking medication.
Descriptive Epidemiology of Tuberculosis-Diabetes Mellitus Co-Infection in Respira Paru Hospital: A Study of Incidence from 2021 to 2023 Bunga Bilbina Rizkika; Liena Sofiana; Ardyawati Wira Oktaviana
Health Dynamics Vol 2, No 1 (2025): January 2025
Publisher : Knowledge Dynamics

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/hd20103

Abstract

Background: Tuberculosis (TB) and Diabetes Mellitus (DM) are global problems, especially in countries with high TB endemicity. The relationship between TB and DM is more dominant in developing countries where TB is endemic, and the prevalence of DM is increasing. The risk of death during TB treatment and the risk of relapse after treatment is higher in TB patients with comorbid DM. More than 10% of TB patients are also known to have DM. This study aims to determine the epidemiological picture of TB-DM incidence based on time, place and person. Methods: This study uses a descriptive quantitative design with a case study approach; the analysis used is univariate analysis using proportions. The population of TB-DM patients in 2021-2023 was recorded in medical records, with a purposive sampling technique obtained from 110 people. Results: The epidemiological picture of TB-DM cases based on the characteristics of the person is age ≥ 45 years (80.9%), male gender (71.8%), type of pulmonary TB (98.2%), bacteriologically confirmed TB diagnosis (73.6%), the final result of TB treatment is cured (52.7%), type of DM therapy is insulin injection (76.4%) and high random blood sugar levels > 200 mg/dL (64.5%). Conclusions: The epidemiological picture of TB-DM cases for three years (2021-2023) has an upward trend and the highest cases in 2022; the majority of TB-DM cases are male, aged > 45 years, with the most cases coming from Bantul Regency.
MEDICATION COMPLIANCE AND THE ROLE OF MEDICATION SUPERVISOR BASED ON THE PERCEPTION OF TUBERCULOSIS PATIENTS: A DESCRIPTIVE STUDY Dinarsih Ayuning Wulan; Liena Sofiana; Ardyawati Wira Oktaviana
Journal of Public Health Research and Community Health Development Vol. 9 No. 2 (2026): March
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran dan Ilmu Alam (FIKKIA), Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jphrecode.v9i2.75538

Abstract

Background: The success of tuberculosis (TB) treatment largely depends on patient adherent to Anti-Tuberculosis Drugs. Medication supervisors play a crucial role in supporting adherence through the Directly Observed Treatment Short course. Purpose: This study aims to describe medication adherence and the role of medication supervisors based on TB patients’ perceptions. Methods: This descriptive quantitative study involved a population of 35 tuberculosis patients undergoing treatment at Depok III Health Center (27 cases) and Godean I Health Center (8 cases) from May to October 2023. A total of 31 patients with consent were included as respondents using a total sampling technique. Data on medication adherence and perceptions of the role of medication supervisors were collected through a structured questionnaire tested for validity and reliability, then analyzed descriptively. Results: The majority of respondents were male, aged 15–39 years and demonstrated a high level of medication adherence (96.8%). Respondents perceived medication supervisors as effective in reminding them to take medication and explaining treatment procedures, but less optimal in providing direct assistance, family education, and information about side effects. Conclusion: Medication adherence among TB patients in the study area was high. However, the role of medication supervisors needs to be strengthened in direct assistance, family education, and side effect management. Capacity building through structured training and supervision is required to increase the success of TB treatment.
Kebiasaan Makan, Durasi Tidur dan Kejadian Anemia pada Remaja Putri : Case Control Study: Eating Habits, Sleep Duration and Anemia Incidence in Adolescent Girls : Case Control Study Wella, Widyani; Gustina, Erni; Febriana, Kania Valentia; Oktaviana, Ardyawati Wira; Sofiana, Liena; Wardani, Yuniar; Hariyanti, Baiq Qatrunnada
Jumantik Vol 13 No 1 (2026): JUMANTIK : Jurnal Mahasiswa dan Penelitian Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia pada remaja masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Berdasarkan Riset kesehatan Dasar tahuan 2018, prevalensi anemia pada kelompok usia 12-24 tahun mencapai 48,9%. Kondisi ini berpotensi menimbulkan dampak jangka panjang, termasuk meningkatnya risiko komplikasi kehamilan seperti persalinan premature, bati berat lahir rendah (BBLR), dan kematian ibu. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan pola hidup remaja yang berpotensi menyebabkan anemia, meliputi kebiasaan makan dan durasi tidur pada remaja putri di wilayah kerja UPT Puskesmas Rawat Inap Alabio. Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan rancangan penelitian case control. Sampel terdiri dari 22 orang kelompok kasus dan 22 orang kelompok kontrol. Instrumen penelitian yang digunakan adalah angket. Proses pengumpulan data dilakukan pada bulan Agustus-September 2021 melalui google form dan data status anemia diperoleh dari hasil pemeriksaan Hb yang dilakukan pada bulan Februari 2020. Hasil penelitian ini berdasarkan uji Chi-Square diketahui hubungan kebiasaan makan dengan kejadian anemia memiliki nilai p-value = 1,00; OR =1; CI=0,31-3,26. Hubungan durasi tidur dengan kejadian anemia memiliki nilai p-value=0,73; OR=0,78; CI=0,2-3,08. Tidak terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara kebiasaan makan dan durasi tidur dengan kejadian anemia pada remaja putri.
A Family-Based Tuberculosis Education Module: Development, Expert Validity Assessment, and Feasibility Testing in a Limited Field Study Liena Sofiana; Marsiana Wibowo; Erni Gustina; Yuniar Wardani; Suci Musvita Ayu; Ardyawati Wira Oktaviana; Kania Valentia Febriana; Baiq Qatrunnada Hariyanti
Journal of Educational, Health and Community Psychology VOL 15 NO 3 SEPTEMBER 2026
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jehcp.vi.31981

Abstract

Tuberculosis (TB) remains a major public health burden, and treatment success is strongly influenced by sustained adherence supported by family caregivers. This study developed a family-based tuberculosis education module (“Empowering Families to Learn More About Tuberculosis”), assessed its content validity through expert judgment, and examined feasibility through a limited field trial. A quasi-experimental one-group pretest–posttest design was applied among family members accompanying TB patients. Seven experts (TB, health promotion media, and language) evaluated module feasibility using Aiken’s V, yielding an average value of 0.80. Knowledge scores significantly increased after module use (mean 12.87 to 15.32; median 15 to 16), with Wilcoxon signed-rank test indicating a significant improvement (p<0.001). The module is valid, acceptable, and practical for implementation in primary and community care settings to strengthen family support in TB care.
Determinants of Work Fatigue: The Role of Workload and Noise Among Convection Tailors Aulia Syafaruddin; Liena Sofiana; Ardyawati Wira Oktaviana; Ahmad Ahid Mudayana
Periodicals of Occupational Safety and Health Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/posh.v5i1.14564

Abstract

Background: Occupational fatigue is a variety of conditions accompanied by a decrease in efficiency and endurance at work. Work fatigue is a critical problem that needs to be adequately addressed, as it has adverse effects, including loss of efficiency at work, decreased productivity, and reduced work capacity. Work fatigue can be caused by environmental factors such as noise and lighting. Individual factors, such as nutritional status, lifestyle, and health, as well as work factors like workload, work duration, and monotonous work. Methods: This study employs a quantitative approach using a cross-sectional research design, with Chi-Square Analysis and Fisher's Exact Test as the primary statistical tests. The sample of this study consisted of 32 tailors at Wijaya Convection, selected using the total sampling technique. The instruments used were questionnaires and observation sheets. Results: The results showed a significant relationship between workload (p-value 0.024) and fatigue in tailors in Kauman, Yogyakarta. In contrast, there was no significant relationship between noise (p-value 1.000) and fatigue in tailors in Kauman, Yogyakarta. Conclusion: There is a relationship between workload and occupational fatigue among tailors in Kauman, Yogyakarta.
Co-Authors Abdul Haris R Pangulu Adiningsih, Putri Ahmad Ahid Mudayana Ahmad Ahid Mudayana Aisa, Nabila Nama Alfadhila Khairil Sinatrya Amelia, Diratul Amir Fauzi Aniq Diya Nata Maula Aprilia, Putri Siska Ardana, Gunadi Ardhitya Sejati Ardyawati Wira Oktaviana Ardyawati Wira Oktaviana Ardyawati Wira Oktaviana Arfiani Nur Khusna Arfiani Nur Khusna Arib Cahyo Saputro Aulia Syafaruddin Ayu, Suci Musivita Azhar Alwi Zakaria Azhari, Muhammad Atqia Azizah, Anggi Rahmatul Baiq Qatrunnada Hariyanti Baiq Qatrunnada Hariyanti Baiq Sandi Kartika Sari Bunga Bilbina Rizkika Bura, Elysanti Toring Elma Caesar Zainur Barik Cahyani, Adinda Widya Deliar Yudhantara Aditya Desi Nurfita Devi Stefani Dewi Ariyani Wulandari, Dewi Ariyani Diah Safitri Diana Maisyaroh Kusumaningrum Dina Ayu Martantika Dinarsih Ayuning Wulan Dinda Dwi Hadianti Diyah Setyorini Dody Hartanto Dwi Afrilianti Dwi Astuti Dwi Putri S Retni Sari Erni Gustiina Erni Gustina Erni Gustina Erni Gustina Estianingsih Eka Pratiwi Evelyn Puspaningrum Falasifah Ani Yuniarti, Falasifah Ani Fardhiasih Dwi Astuti Febriana, Kania Valentia Fortuna Indira Amari Gustiana, Erni Guzali, Adi Hariyanti, Baiq Qatrunnada Haryanto, Yus Ika Handayani Putri Kania Valentia Febriana Kania Valentia Febriana Kania Valentia Febriana Kelen, Mayang Sumira Jewana Khafidhotul Amaliah Khopipah, Siti Nur Kusumaningrum, Diana Maisyaroh Laksono Trisnantoro Lasari, Ditra Irna Lating, Noval Ali Linda Putri Darmawati Lisa Pramugita Marfuah, Siti Marsiana Wibowo Marsiana Wibowo Martini Martini Mateus Sakundarno Adi, Mateus Sakundarno Maula, Aniq Diya Nata Moh. Irma Sukarelawan Muhammad Atqia Azhari Muhammad Miftah Rais Muhammad Surya Rahman, Muhammad Surya Mursid Raharjo Murtianingsih, Fepriyani Muthi'ah, Tis'a Salma Muthiah, Tisa Salma Muthiah, Tis’a Salma Nindy Fadellah Wulan Safitri Noval Ali Lating Nurhaliza, Alfida Aulia Rahma Firdausy Nurkholis Ammi Majid, Nurkholis Ammi Nurul Karina Sabrina Oktaviana, Ardywati Wira Oktaviani, Nadia Pangulu, Abdul Haris R Permatasari, Puput Septian Puratmadja, Yudha Puspita, Lukyana Dinar Putri Arum Sholekhati Putri Siska Aprilia Putri, Ika Handayani Putri, Nawwara Qulubil Maalikie, Roudhotan Rachmadita, Yolanda Rahmahdhani, Andini Rahmawati, Dwy Desy Rasyida, Zahra Ratna Muliyaningsih Rokhmayanti Rokhmayanti Rokhmayanti, Rokhmayanti Rosita, Diah Ayu Rosmawati, Elly Rosyidah Rosyidah Sabrina, Nurul Karina Safitri, Aqna Aulya Salsabila, Alya Martiana Saputro, Arib Cahyo Sari, Baiq Sandi Kartika Sari, Dwi Putri S Retni Satria, Faudyan Eka Satriawan Jaohandhy Muhtori Sa’diyah, Umi Septian Emma Dwi Jatmika Setiya Sari, Mitra Tasya Siti Marfuah, Siti Siti Nur Khopipah Sri Achadi Nugraheni Stefani, Devi Suci Musvita Ayu Sukatin, Sukatin Sulistyawati Sulistyawati Titih Huriah Tiur Dianawati Trisno Agung Wibowo Trisno Agung Wibowo Ummul Khair Wahyuni, Dwi Wahyuni, Dwi Wahyuningrum, Desi Wardani, Inggrid Dwita Waruwu, Arjuna Pratama Wella, Widyani Widiantika, Maradella Wilda Apriyani Wira Okta Viana Wulandari, Isnaini Yogiana Yolanda Rachmadita Yudha Puratmadja Yudho, Adam Rekso Yuniar Wardani Yuniar Wardani Yusni Nuryanti Yusni Nuryanti Zafirah, Kamilah Zulkarnain, Ahmad Aditya Sidik