Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Peran Lingkungan Sekolah dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa di SMKN 1 Ciruas Sofiyah, Sofiyah; Eniyah, Eniyah; Siti Silfina; Sulastri, Sulastri; Karsikah, Karsikah; Dede Sulaeman; Izdad Iarsyadillah Fauzang
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 2 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/emdrpj96

Abstract

Pendidikan memegang peranan krusial dalam pembangunan bangsa, dan motivasi belajar siswa merupakan salah satu faktor kunci yang mempengaruhi kualitas pendidikan. Lingkungan belajar memiliki pengaruh signifikan terhadap motivasi belajar siswa. Lingkungan belajar yang positif, aman dan mendukung akan menciptakan suasana kondusif yang mendorong siswa untuk lebih aktif dan bersemangat dalam proses pembelajaran. Dengan menciptakan lingkungan belajar yang positif, diharapkan motivasi belajar siswa akan meningkat, yang pada akhirnya akan berdampak positif pada prestasi akademik dan perkembangan siswa secara keseluruhan. Terdapat banyak sekolah di Ciruas, salah satunya ialah di SMKN 1 Ciruas yang pada kegiatan ini kami jadikan sample penelitian. Kegiatan ini dilaksanakan dengan bimbingan serta bantuan dari para dosen yaitu Ibu Karsikah SE., MM ,bapak Dede Sulaeman, S.M.,M.M dan bapak Izdad Irsyadillah Fauzan, S.M., M.M selaku dosen pembimbing. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada tanggal 24 April 2025 yang bertempat di salah satu anyaman bambu di Sekolah SMKN 1 Ciruas. Penulis memberikan pemahaman mengenai pentingnya menciptakan lingkungan yang aman dan inklusif. Lingkungan sekolah yang aman dan bebas dari diskriminasi atau bullying sangat penting untuk menciptakan rasa percaya diri dan motivasi belajar siswa. Memberikan dukungan emosional kepada siswa, siswa perlu merasa diterima, dihargai, dan didukung secara emosional untuk tetap termotivasi dalam belajar.
Alternatif Strategi Pengembangan Usahatani Jamur Tiram Putih di Kabupaten Kotawaringin Barat: Alternative Strategy for White Oyster Mushroom Farming Development in West Kotawaringin Regency Rizkiyah, Noor; Laily, Dona Wahyuning; Roidah, Ida Syamsu; Rozci, Fatchur; Sofiyah, Sofiyah; Purwanto, Eko
Jurnal Ilmiah Manajemen Agribisnis Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Manajemen Agribisnis - Juli 2024
Publisher : Program Studi Magister Agribisnis Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jimaemagri.v12i2.30

Abstract

This study aims to identify internal and external factors, specifically the company's strengths, weaknesses, opportunities, and threats, to formulate strategies for business development. This research adopts a descriptive qualitative approach to analyze and interpret the data systematically. Data collection techniques include interviews with the company owner and employees, as well as direct observations at the company site. he strategy formulation process utilizes internal and external factors through a SWOT analysis. The SWOT analysis results yield IFAS and EFAS scores, which are further analyzed using the Internal-External (IE) matrix. Based on the findings, the recommended strategies for the company include market penetration, market development, product and technology development.
Competency Development Strategy for Management Trainee Programs at Sharia Banking in Indonesia Sofiyah, Sofiyah; Kartika, Lindawati
International Journal of Management and Digital Business Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Asosiasi Dosen Peneliti Ilmu Ekonomi dan Bisnis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54099/ijmdb.v4i2.1547

Abstract

Purpose – This study aims to develop competency strategies in the sharia banking sector to align with industry needs, addressing the high unemployment rate among Indonesia’s 20–24 age group (2,527,741 people) caused mainly by a skills mismatch. With the sector recording 15.6 percent yoy asset growth, sharia banking offers strong potential to absorb young talent. Methodology/approach – The research applies the Analytical Hierarchy Process (AHP) and descriptive analysis to identify key competencies, priority areas, and strategic actions for talent development in sharia banking. Findings – Knowledge, particularly in sharia banking, is the top priority competency, with HR Directors as the main decision-makers and building competitive leadership teams as the ultimate goal. The highest-ranked strategy is creating a positive work culture. Descriptive results highlight the importance of sales skills, experiential learning, and active mentoring as critical components of talent development. Novelty/value – This study provides the foundation for a management trainee program designed to produce young leaders who are competent, adaptable, and grounded in sharia values through an integrated learning process combining assessment, field practice, intensive mentoring, and career mapping.
Pemberian Madu untuk Mengatasi Diare pada Anak Balita: Studi Kasus Auliana, Nisfi Laeli; Murniati, Murniati; Sofiyah, Sofiyah
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 6 (2024): Desember 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i6.3614

Abstract

Diare adalah suatu penyakit infeksi saluran pencernaan yang dijadikan sebagai permasalahan kesehatan di dunia khususnya di Indonesia. Diare menyumbang kematian sejumlah 14,5% dalam kelompok anak berusia 29 hari-11 bulan. Kasus diare balita yang ditangani dan ditemui pada kabupaten Tegal tahun 2022 terdapat 31,6%. Permasalahan keperawatan yang biasa dialami anak yaitu diare. Salah satu upaya untuk mengatasi diare yaitu dengan memberikan madu. Madu memiliki efek antibakteri dan juga bermanfaat untuk mengganti kehilangan cairan tubuh sebab diare. Tujuan studi kasus untuk menganalisa intervensi keperawatan yang diberikan yaitu pemberian madu sebagai solusi diare oleh anak balita. Peneliti menerapkan metode studi kasus melalui pengambilan 1 kasus balita diare (an.T) yang dirawat di ruang Wijayakusuma RSUD Kardinah Tegal. Hasil pengkajian didapatkan bahwa An. T mengalami masalah keperawatan diare dengan data berupa sejak 5 hari yang lalu anak mengalami diare, frekuensi BAB 5 kali/hari, muntah sebanyak 4 kali, dan anak tidak mau makan. Hasil studi kasus menunjukkan bahwa sesudah mendapatkan asuhan keperawatan melalui tindakan pemberian madu murni sebanyak 5 ml selama 3 hari didapatkan eliminasi fekal pasien lebih baik melalui indikator konsistensi feses membaik, peristaltik usus membaik dan frekuensi defekasi membaik,. Hal ini menunjukkan bahwa pemberian madu dapat membantu memperbaiki masalah keperawatan diare pada anak balita.
Implementasi Corporate Social Responsibility PT Indonesia Power Saguling POMU dalam Program Bamboo Corner Trianingrum, Suci; Sofiyah, Sofiyah; Kurniawan, Taufan
International Journal of Demos (IJD) Volume 4 Issue 3 (2022)
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/ijd.v4i3.296

Abstract

AbstractThis article aims to describe the implementation of the Corporate Social Responsibility program carried out by  Indonesia Power Saguling POMU Ltd in the Bamboo Corner Program. This study uses a qualitative approach with data collection techniques through interviews, observations and literature studies. This research shows that  Indonesia Power Saguling POMU Ltd has a CSR policy. This policy is the result of the embodiment of government regulations and the company's vision and mission to participate in sustainable development. The implementation of the Bamboo Corner Empowerment Program carried out by PT Indonesia Power POMU was carried out using a program innovation strategy, namely the bamboo oven. This innovation was carried out after researching the problems, potentials and prospects to increase the added value of bamboo. From this innovation, the assisted groups can save on bamboo processing operations by 53.33% and in 2022, the fostered partners can increase their income by an average of IDR 2,109,091.Keywords: Bamboo Corner, CSR, Empowerment Program Implementation, Innovation. AbstrakArtikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi program Corporate Social Responsibility yang dilakukan oleh PT. Indonesia Power Saguling POMU dalam Program Bamboo Corner. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan studi pustaka. Penelitian ini menunjukan bahwa PT. Indonesia Power Saguling POMU mempunyai kebijakan CSR. kebijakan ini merupakan hasil dari ejawantahan peraturan pemerintah serta visi misi perusahaan untuk turut dalam pembangunan berkelanjutan. Implementasi Program Pemberdayaan Bamboo Corner yang dilakukan oleh PT Indonesia Power POMU ini dilaksanakan menggunakan strategi inovasi program yaitu oven bambu. Inovasi ini dilakukan setelah melakukan riset masalah, potensi serta prospek untuk meningkatkan nilai tambah (added value) bambu. Dari inovasi ini, kelompok binaan dapat menghemat operasional pengolahan bambu sebesar 53,33% dan di tahun 2022 ini, mitra binaan rata-rata dapat meningkatkan pendapatan sebesar Rp 2.109.091.Kata Kunci: Bamboo Corner, CSR, Implementasi Program Pemberdayaan, Inovasi.
Penyuluhan Kesehatan Mengenai Bahaya dan Cara Pengolahan Limbah Rumah Tangga di Desa Kalosi Alau, Dua Pitue, Kabupaten Sidenreng Rappang Mardhatillah, Mardhatillah; Said, Sunandar; Sulaiman, Zulkarnain; Febrianti, Devy; Ramlan, Pratiwi; Adri, Khaeriyah; Fauziah, Syifa; Syarifuddin, Alfiah; Sofiyah, Sofiyah; Asysyam, Mutiara; Napa, Rizka Magfirah
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Darma Bakti Teuku Umar Vol 6, No 2 (2024): Juli-Desember
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/baktiku.v6i2.9132

Abstract

Waste comes from human, animal, and natural activities. Food scraps or wet waste, dry waste, plastic, paper, and so on are types of waste that we often encounter in society. This is a common occurrence in modern-day life. Household waste encompasses waste from various sources such as the kitchen, bathroom, laundry, industrial waste, and human waste. A positive and healthy environment is essential to support human survival. The process of disease is an interaction between disease agents, humans (hosts), and the surrounding environment. The aim of this activity is to provide health information to the public regarding the dangers of household waste and how to manage it through a community approach. The sample for this service was 62 heads of families. Delivery of the material was carried out at the Kalosi Alau Village office through direct practice on how to manage household waste, lectures, and discussions. Wet (organic) waste disposal yielded the highest percentage results, with open trash bins accounting for 77.4%, and closed trash bins accounting for 22.6%. Lack of public knowledge of waste disposal impacts is the cause. We hope that this activity will help the public understand the proper management and utilization of household waste.
Contact Investigation Strategies for Detecting Active Tuberculosis Cases at Rappang Primary Health Center Sidenreng Rappang Regency Sofiyah, Sofiyah; Febrianti, Devy; Sulaiman, Zulkarnain
Jurnal Kesehatan Vol 18, No 3 (2025): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jk.v18i3.11689

Abstract

Pendahuluan: Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang kompleks di Indonesia. Strategi investigasi kontak digunakan untuk mendeteksi kasus TB aktif secara dini melalui pelacakan individu yang memiliki riwayat kontak erat dengan pasien. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas implementasi strategi tersebut di UPT Puskesmas Rappang, Kabupaten Sidenreng Rappang. Metode: Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan dokumentasi. Informan terdiri dari pengelola program TB, pendamping, kepala puskesmas, dan pasien TB. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek struktur, pelaksanaan program masih terkendala oleh keterbatasan alat skrining, logistik lapangan, dan jumlah tenaga kesehatan. Beberapa kegiatan bahkan tertunda karena tidak tersedianya obat atau perlengkapan saat dibutuhkan. Pada aspek proses, investigasi kontak telah dilakukan secara konsisten, namun partisipasi masyarakat masih rendah. Penolakan dari pasien atau keluarga terhadap pemeriksaan kontak erat kerap terjadi, dipengaruhi oleh stigma, rasa takut, dan kurangnya pemahaman. Edukasi telah diberikan, namun perubahan sikap masyarakat belum signifikan. Pada aspek hasil, strategi ini tetap memberikan dampak positif dengan meningkatkan jumlah temuan kasus TB aktif. Sebagian besar pasien juga menunjukkan penerimaan yang baik dan merasa nyaman terhadap pelayanan yang diberikan. Kesimpulan: Dengan demikian, strategi investigasi kontak merupakan pendekatan yang efektif dalam mendeteksi kasus TB secara dini. Namun, keberlanjutan dan efektivitasnya perlu diperkuat melalui dukungan fasilitas, tenaga, dan pendekatan edukatif yang lebih intensif.   Introduction: Tuberculosis (TB) remains a complex public health problem in Indonesia. The contact investigation strategy is implemented as an early detection effort to identify active TB cases by tracing individuals who have had close contact with TB patients. This study aims to describe the implementation of the contact investigation strategy in detecting active TB cases at the Rappang Primary Health Center, Sidenreng Rappang Regency. Method: This research employed a descriptive qualitative method with data collected through semi-structured interviews, observations, and documentation. The informants consisted of TB program managers, TB supporters, the head of the health center, and TB patients. Results: The results showed that in terms of structure, the implementation was constrained by limited screening tools, field logistics, and the number of health workers, causing several activities to be delayed due to the unavailability of medicines or equipment. In terms of process, contact investigation has been carried out consistently, but community participation remains low due to rejection from patients or their families influenced by stigma and a lack of understanding. Although education has been provided, changes in community attitudes have not been significant. In terms of outcomes, this strategy has had a positive impact by increasing active case findings and improving patient acceptance of the services provided. Conclusion: In conclusion, the implementation of contact investigation needs to be continuously strengthened through the provision of adequate facilities, increased human resources, and sustained community education to support TB elimination efforts at the primary care level.  
Hubungan Antara Penerimaan Diri Dengan Depresi Pada Penderita Diabetes Melitus (Tipe Ii) Sofiyah, Sofiyah
Insight: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol. 18 No. 2: Agustus 2016
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.218 KB) | DOI: 10.26486/psikologi.v18i2.397

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Penerimaan Diri dengan Depresi pada Penderita Diabetes Melitus. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan negatif antara Penerimaan Diri dengan Depresi pada Penderita Diabetes Mellitus. Semakin tinggi penerimaan diri, maka semakin rendah depresi pada penderita diabetes mellitus, demikian sebaliknya semakin rendah penerimaan diri, maka semakin tinggi depresi pada penderita diabetes mellitus. Subjek penelitian ini adalah penderita Diabetes Melitus sebanyak 51 orang dan tidak ditentukan umur. Alat pengumpulan data menggunakan skala yaitu Skala Penerimaan Diri dan Skala Depresi. Hasil analisis dengan uji korelasi product moment diperoleh rᵪᵧ sebesar – 0,283 (p<0,05). Hal ini menunjukan adanya hubungan negatif yang sangat signifikan antara penerimaan diri dengan depresi pada penderita diabetes mellitus, hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini dapat diterima. Koefisien determinasi (R²) yang diperoleh = 0,080, artinya penerimaan diri dalam penelitian ini mampu memberikan sumbangan sebesar 8,0% terhadap depresi pada penderita diabetes mellitus. Hal ini sekaligus menegaskan pengaruh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini sebesar 92%. Â