p-Index From 2021 - 2026
9.961
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Indonesian Journal of Geography Jurnal Planologi Sultan Agung Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha Tunas Geografi Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian International Journal of Education Majalah Geografi Indonesia JTSL (Jurnal Tanah dan Sumberdaya Lahan) Jurnal Master Pariwisata (JUMPA) Journal of Regional and City Planning Forum Geografi Abjadia, International Journal of Education GEA, Jurnal Pendidikan Geografi Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Jurnal Pendidikan Geografi: Kajian, Teori, dan Praktik dalam Bidang Pendidikan dan Ilmu Geografi Jurnal Geocelebes Sumatra Journal of Disaster, Geography and Geography Education Jurnal Pendidikan dan Ilmu Geografi Jurnal Geografi Jurnal Geografi, Edukasi dan Lingkungan Jurnal Geografi Bawal : Widya Riset Perikanan Tangkap JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT Creative Research Journal J SIG (Jurnal Sains Informasi Geografi) Spatial : Wahana Komunikasi dan Informasi Geografi Tourism Scientific Journal ULIN: Jurnal Hutan Tropis GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Losari : Jurnal Arsitektur, Kota dan Pemukiman Jurnal Geosains dan Remote Sensing (JGRS) Jurnal Samudra Geografi Jurnal Kewarganegaraan Jurnal Kependidikan: Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Pembelajaran These proceedings represent the work of researchers participating in The International Conference on Elementary Education (ICEE) which is being hosted by the Elementary Education Study Programme School of Postgraduate Studies, Universitas Pendidikan Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan GEOGRAPHIA: Jurnal Pendidikan dan Penelitian Geografi JPIG Sosio-Didaktika: Social Science Education Journal JURNAL HUTAN TROPIS Research and Development in Education (RaDEn) Jurnal Pendidikan Geosfer Majalah Ilmiah METHODA Jurnal Spasial: Penelitian, Terapan Ilmu Geografi dan Pendidikan Geografi Indonesian Journal of Environment and Disaster Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia Geosfera Indonesia Jurnal Pendidikan MIPA
Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Risiko Bencana Pada Lokasi Wisata Di Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat Listiana; Enok Maryani; Lili Somantri; Iwan Setiawan
Jurnal Geografi, Edukasi dan Lingkungan (JGEL) Vol. 7 No. 1 (2023): Edisi Bulan Januari
Publisher : Pendidikan Geografi Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jgel.v7i1.10322

Abstract

Pariwisata rentan terhadap bencana alam, sehingga analisis risiko bencana di lokasi pariwisata menjadi isu penting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat risiko multi bencana (gempa bumi, kebakaran hutan, gunung api, dan longsor) pada lokasi wisata di Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Unit analisis penelitian adalah 25 lokasi wisata alam di Kecamatan Lembang dengan menggunakan Sistem Informasi Geografis. Indikator yang digunakan adalah tingkat bahaya, tingkat kerentanan dan tingkat kapasitas. Tingkat risiko bencana ditentukan berdasarkan tabel matriks dengan tiga klasifikasi rendah, sedang dan tinggi. Berdasarkan hasil analisis terdapat 12 lokasi wisata dengan risiko tinggi gempa bumi, 12 lokasi wisata berisiko rendah gempa bumi, satu wisata berisiko rendah gempa bumi, satu lokasi wisata berisiko sedang kebakaran hutan, lima lokasi wisata berisiko rendah kebakaran hutan, enam lokasi wisata berisiko sedang terdampak bencana gunung api, enam lokasi wisata berisiko rendah gunung api, sepuluh wisata berisiko tinggi longsor, satu lokasi wisata berisiko sedang longsor dan satu lokasi wisata berisiko rendah longsor. Risiko bencana di lokasi wisata perlu disertai kesiapsiagaan pengelola dan wisatawan dalam menghadapi bencana guna mengurangi dampak bencana.
Effects of webGIS-based spatial intelligence training on Geography teacher's spatial skills Lili Somantri; Siti Hamidah
Jurnal Pendidikan Geografi: Kajian, Teori, dan Praktek dalam Bidang Pendidikan dan Ilmu Geografi Vol 28, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um017v28i12023p75-83

Abstract

The inadequate spatial intelligence of teachers culminates in students’ minimum spatial intelligence. As teachers carry the role of learning facilitators and instruments, spatial intelligence training is highly substantial for geographic teachers. This study aims to identify the effects of spatial intelligence training based on webGIS on the geographic teachers’ spatial intelligence. This study used a quantitative method with a pre-experimental design and a one-group pretest-postest with paired sample T-test data analysis. Our analysis results using T-test showed Sig. (2-tailed) 0.00 less than 0.05, indicating the influence of spatial intelligence training based on webGIS on geography teachers’ spatial intelligence. Besides, the increase in teachers’ spatial intelligence is also shown by their increasing average test scores by 28.24 percent.
PEMANFAATAN PENGINDERAAN JAUH DAN TEKNOLOGI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK ANALISIS PEMETAAN LAHAN KRITIS DI KECAMATAN BELINYU KABUPATEN BANGKA Syahrial Fahmi; Lili Somantri; Riki Ridwana
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 11, No 1 (2023): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v11i1.13914

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memetakan persebaran wilayah lahan kritis secara spasial, dan mengkaji parameter fisik yang mempengaruhi lahan kritis dengan memanfaatkan Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode Forest Canopy Density. Data penginderaan jauh yang digunakan, yaitu citra sentinel-2A. Pengolahan dan analisis data menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan cara pembobotan (scoring) dan overlay sehingga menghasilkan sebaran wilayah lahan kritis. Parameter yang digunakan dalam penelitian ini meliputi parameter tutupan lahan (kerapatan tajuk), erosi, kemiringan lereng, dan manajemen lahan. Berdasarkan hasil analisis yang diperoleh wilayah Kecamatan Belinyu didominasi klasifikasi lahan agak kritis dengan luas sebesar 26808.931 Ha. Adapun klasifikasi lahan kritis yang terdapat di Kecamatan Belinyu terdiri dari lahan yang terkategori tidak kritis seluas 3325.71 Ha, potensial kritis seluas 21945.27 Ha, agak kritis seluas 26808.931 Ha, klasifikasi lahan kritis seluas 1617.08 Ha, dan klasifikasi lahan sangat kritis seluas 30.22 Ha di Kecamatan Belinyu. Wilayah dengan tingkat lahan kritis dan sangat kritis paling tinggi berlokasi di Desa Riding Panjang dengan luas lahan kritis dan sangat kritis sebesar 561.78 Ha dan 20.29 Ha. Hasil analisis peta lahan kritis di Kecamatan Belinyu diharapkan dapat memberikan rekomendasi kepada berbagai pihak sebagai arah prioritas rehabilitasi lahan kritis.  Abstract: This study aims to map the spatial distribution of critical land areas and examine the physical parameters that affect critical land by utilizing Remote Sensing and Geographic Information Systems. The method used in this research is method Forest Canopy Density. The remote sensing data used is sentinel-2A imagery. Processing and analysis of data using Geographic Information System (GIS) by way of weighting(scoring) andoverlay thus producing a distribution of critical land areas. The parameters used in this study include land cover parameters (canopy density), erosion, slope, and land management. Based on the analysis results obtained, the Belinyu District area is dominated by the classification of rather critical land with an area of 26,808,931 Ha. The classification of critical land in Belinyu District consists of 3325.71 Ha of non-critical land, 21945.27 Ha of potential critical, 26808.931 Ha of moderately critical, 1617.08 Ha of critical land classification, and 30.22 Ha of very critical land classification in Belinyu District. Areas with the highest levels of critical and very critical land are located in Riding Panjang Village with critical and very critical land areas of 561.78 Ha and 20.29 Ha. The results of the analysis of critical land maps in Belinyu District are expected to provide recommendations to various parties as a priority direction for rehabilitation of critical lands. 
Penggunaan Metode Multiple Ring Buffer Untuk Pemodelan Spasial Area Terdampak Ledakan Jaringan Pipa Minyak Dan Gas Di Kecamatan Kedokanbunder Kabupaten Indramayu Reza Rahmat Djunaedi Junyar; Lili Somantri; Iwan Setiawan
Jurnal Geografi, Edukasi dan Lingkungan (JGEL) Vol. 4 No. 2 (2020): Edisi Bulan Juli
Publisher : Pendidikan Geografi Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29405/jgel.v4i2.5119

Abstract

Banyaknya instalasi jaringan pipa minyak dan gas bawah tanah di Indonesia memiliki potensi bencana gagal teknologi yaitu potensi ledakan sesuai dengan tingkat risikonya. Untuk itu, tujuan artikel ini mengkaji pemodelan spasial area terdampak ledakan jaringan pipa minyak dan gas di Kecamatan Kedokanbunder Kabupaten Indramayu. Pada penelitian ini digunakan metode analisis Multiple Ring Buffer sebagai analisis spasial. Teknik yang digunakan untuk memodelkan besaran dan luasan area pemukiman terdampak terhadap potensi ledakan pipa, dengan membuat peta sebaran wilyah terdampak potensi ledakan dengan memperhatikan besaran elemen risiko terkait kerugian. Dari proses analisis dilakukan zonasi pada wilayah terdampak yang diatributkan berdasarkan pewarnaan. Hasil menunjukkan daerah zona berwarna merah terdapat empat desa yang masuk dalam radius 100 meter dari pipa gas, yaitu Desa Jayawinangun, Desa Kedokan Agung, Desa Kedokanbunder, dan Desa Kedokan Wetan. Sedangkan untuk pemukiman yang masuk dalam wilayah zona warna kuning dan warna hijau radius 300 dan 500 meter dari pipa gas terdapat lima desa, yaitu Desa Jayawinangun, Desa Cangkingan, Kedokanagung, Desa Kedokanbunder, dan Desa Kedokanwetan. Selanjutnya tingkatan eskalasi untuk potensi ledakan dijadikan acuan untuk menentukan radius dan zonasi area terdampak yaitu berat, sedang, dan rendah.
Model Pembelajaran Penginderaan Jauh Di Sekolah Menengah Atas Lili Somantri; Riki Ridwana
Jurnal Geografi, Edukasi dan Lingkungan (JGEL) Vol. 5 No. 2 (2021): Edisi Bulan Juli
Publisher : Pendidikan Geografi Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jgel.v5i2.6890

Abstract

Pembelajaran penginderaan jauh di sekolah menengah atas belum mampu dilakukan secara maksimal. Dikarenakan berbagai keterbatasan diantaranya guru kurang memahami materi yang behubungan dengan penerapan atau aplikasi dari konsep penginderaan jauh, guru kurang menguasai penggunaan perangkat lunak penginderaan jauh, guru masih menggunakan metode ceramah dan tugas, dan guru menggunakan media pembelajaran yang kurang lengkap. Untuk memberikan solusi pada permasalahan pembelajaran penginderaan jauh di sekolah, maka artikel ini akan mencoba memaparkan hasil penelitian tentang model pembelajaran penginderaan jauh yang paling tepat agar dapat diterapkan oleh guru dan meningkatkan kualitas pembelajaran. Artikel ini memaparkan model pembelajaran penginderaan jauh di sekolah dengan metode mengulas beberapa hasil penelitian. Analisis pembahasan dilakukan dengan cara mendeskripsikan model pembelajaran penginderaan jauh, pendekatan pembelajaran, dan metode pembelajaran yang sesuai dengan materi kurikulum 2013. Hasil kajian menunjukkan bahwa model pembelajaran untuk materi penginderaan jauh kelas X paling tepat menggunakan model pembelajaran berbasis proyek (project based learning), kelas XI menggunakan model pembelajaran berbasis masalah (problem based learning), dan kelas XII paling tepat menggunakan model pembelajaran berbasis penelitian (research based learning). Hasil temuan model pembelajaran ini dapat diterapkan pada materi penginderaan jauh berdasarkan jenjang Pendidikan.
Analisis Risiko Bencana Pada Lokasi Wisata Di Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat Listiana; Enok Maryani; Lili Somantri; Iwan Setiawan
Jurnal Geografi, Edukasi dan Lingkungan (JGEL) Vol. 7 No. 1 (2023): Edisi Bulan Januari
Publisher : Pendidikan Geografi Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jgel.v7i1.10322

Abstract

Pariwisata rentan terhadap bencana alam, sehingga analisis risiko bencana di lokasi pariwisata menjadi isu penting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat risiko multi bencana (gempa bumi, kebakaran hutan, gunung api, dan longsor) pada lokasi wisata di Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Unit analisis penelitian adalah 25 lokasi wisata alam di Kecamatan Lembang dengan menggunakan Sistem Informasi Geografis. Indikator yang digunakan adalah tingkat bahaya, tingkat kerentanan dan tingkat kapasitas. Tingkat risiko bencana ditentukan berdasarkan tabel matriks dengan tiga klasifikasi rendah, sedang dan tinggi. Berdasarkan hasil analisis terdapat 12 lokasi wisata dengan risiko tinggi gempa bumi, 12 lokasi wisata berisiko rendah gempa bumi, satu wisata berisiko rendah gempa bumi, satu lokasi wisata berisiko sedang kebakaran hutan, lima lokasi wisata berisiko rendah kebakaran hutan, enam lokasi wisata berisiko sedang terdampak bencana gunung api, enam lokasi wisata berisiko rendah gunung api, sepuluh wisata berisiko tinggi longsor, satu lokasi wisata berisiko sedang longsor dan satu lokasi wisata berisiko rendah longsor. Risiko bencana di lokasi wisata perlu disertai kesiapsiagaan pengelola dan wisatawan dalam menghadapi bencana guna mengurangi dampak bencana.
Analisis Penentuan Lokasi Rumah Sakit Tipe C Baru Menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) di Kabupaten Sumedang Andre Wirapati Prasasta Natsir; Iwan Setiawan; Lili Somantri
LOSARI Jurnal Arsitektur, Kota dan Permukiman Vol 6 No 1 Februari 2021
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/losari.v6i1.268

Abstract

Laju pertumbuhan penduduk yang terus meningkat berjalan seiringan dengan permintaan masyarakat pada suatu fasilitas pelayanan di bidang kesehatan, khususnya rumah sakit. Kabupaten Sumedang merupakan salah satu wilayah di Provinsi Jawa Barat, Indonesia yang memiliki jumlah penduduk cukup tinggi. Namun berdasarkan standar rasio tempat tidur rumah sakit dengan jumlah penduduk 1:1.000 yang dirilis oleh Kementerian Kesehatan, Kabupaten Sumedang belum memenuhi standar rasio tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi sebaran rumah sakit eksisting dan menentukan alternatif lokasi rumah sakit tipe C baru yang ideal. Metode yang digunakan adalah metode Sistem Informasi Geografis dengan pembobotan AHP (Analytical Hierarchy Process). Teknik analisis data berupa analisis spasial deskriptif, network analyst service area dan overlay. Hasil penelitian menunjukan bahwa kondisi sebaran rumah sakit eksisting mampu menjangkau 13 Kecamatan dari 26 Kecamatan di Kabupaten Sumedang berdasarkan radius 10 km. Alternatif lokasi rumah sakit baru terbagi menjadi lima kelas yakni klasifikasi sangat tidak sesuai tertinggi berada di Kecamatan Buahdua dengan luas 73,27 km2, klasifikasi tidak sesuai tertinggi berada di Kecamatan Jatigede dengan luas 47,74 km2, klasifikasi agak sesuai tertinggi berada di Kecamatan Buahdua dengan luas 34,63 km2, klasifikasi sesuai tertinggi berada di Kecamatan Sumedang Utara dengan luas 11,33 km2, dan klasifikasi sangat sesuai tertinggi berada di Kecamatan Jatinangor dengan luas 6,83 km2. Penelitian ini bermanfaat bagi masyarakat, pihak swasta, hingga pemerintah yang berkaitan dengan perencanaan pembangunan rumah sakit baru di suatu daerah.
Analisis Perubahan Lahan Di Kecamatan Parongpong Menggunakan Citra Satelit Sentinel.2 Akhmad E Firlli Dimyati; Lili Somantri; Nanin Trianawati S
LOSARI Jurnal Arsitektur, Kota dan Permukiman Vol.7 No.1, Februari 2022
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Parongpong sub-district is a suburban area where this area is one of the favorite areas in selecting residential areas, on the other hand, this area is still dominated by agricultural land. The importance of monitoring land change in an area, especially in suburban areas is very important. The use of medium-resolution satellite imagery data would be a good choice because of the easy access and availability of free data. Sentinel-2 is one of the free medium resolution satellite imagery which has a spatial resolution of 10 meters in the visible channel. The method used is remote sensing with the OBIA (Object-Based Image Analysis) approach with temporal data for two years from 2017-to 2019. The image accuracy test resulted in an Overal Accuracy value of 94.8% and a Kappa Accuracy value of 95.04%. The results of the study show that the rate of land-use change that occurred in the Parongpong Subdistrict over a period of two years, starting in 2017 to 2019, has a rate of change in the value range between -0.21% to 0.17%. The largest reduction in land use was in scrub and empty land by -8.9 Ha and the largest increase in land use for Settlements and Activities by 7.27 Ha. . Patterns of change that occur are only in four types of forest land use, bush scrub, where the pattern of change that occurs is the use of forest land to settlement and fields. Meanwhile, shrubs become fields and settlements
Administrative Unit Proliferation Through Spatial Interaction Approach: Case Study of Lembang City Region Lili Somantri; Iqbal Eko Noviandi; Agil Akbar Fahrezi; Muhammad Arrafi
Journal of Regional and City Planning Vol. 34 No. 2 (2023)
Publisher : The Directorate for Research and Community Services, Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jpwk.2023.34.2.1

Abstract

Administrative unit proliferation is a decision that needs to be taken based on several considerations based on research. The proposed Lembang City region is an area that will develop into a city in the next few years. For this reason, this research attempted to evaluate the proposed area’s ability to become an administrative city using various spatial aspects. The analytical approaches used in this study were: spatial interaction analysis, which helps to determine the regional economic center; thematic overview analysis, implementing village SDGs through a spatial analysis approach; and SWOT analysis to identify Lembang City region’s strengths, weaknesses, opportunities, and threats in qualitative terms. The study results show that the proposed Lembang City area has excellent potential as a city region. Through a spatial analysis approach supported by geographic information system tools, this research was conducted as a consideration in deciding to expand Lembang Regency may provide significant assistance to the government in its work related to this decision.
Zoning of Social Vulnerability for Tidal Flood Disaster in Medan Belawan District, Medan City Based on Remote Sensing and Geographic Information Systems Budi Rahmah Panjaitan; Lili Somantri; Eka Wulan Safriani; Arifin (United Kingdom)
Tunas Geografi Vol 12, No 1 (2023): JURNAL TUNAS GEOGRAFI
Publisher : Department of Geography Education, Faculty of Social Sciences, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/tgeo.v12i1.46711

Abstract

This study aims to 1) identify the social vulnerability of tidal floods in Medan Belawan District and 2) produce a zoning map of social vulnerability to tidal floods in Medan Belawan District descriptive quantitative type research. The variable used refers to Regulation of the Head of BNPB No. 2 of 2012 with changes covering population density, sex ratio, ratio of persons with disabilities, land use, and existing tidal flooding. The social vulnerability variable is then classified using a scoring technique. Data collection techniques in this study were document studies of secondary data obtained from various agencies. The results showed that five urban villages (83%) in Medan Belawan District had high tidal flood social vulnerability, and only one urban town (17%) was classified as having moderate social vulnerability. The urban villages with high tidal flood social vulnerability are Bagan Deli urban village, Belawan Bahagia urban village, Belawan Bahari urban village, Belawan I urban village, and Belawan II urban village. Meanwhile, the urban village with a moderate level of social vulnerability to tidal floods is the Belawan Sicanang Village. Belawan I Village occupies the highest tidal flood social vulnerability class, and the lowest tidal flood social vulnerability class is populated by Belawan Sicanang urban village.Keywords: Social Vulnerability, Tidal Flood, Disaster 
Co-Authors Abdulah, Agung Hamdan Adhil Nur Muhammad Adifa, Safitri Fara Adilla Musyafa Aditya Candra Taruna Agil Akbar Fahrezi Agung Dwi Rahmawan Agung Fathony Agung Mi'raj Fajar ahmad yani Ahmad Yani Akhmad E Firlli Dimyati Akhmad E Firlli Dimyati Alamsah, Shakti Aulia Aliyan, Silmi Afina Alviandi, Rifqi Ambarwati, Artanty Basilia Andara Aulia Andien - Rahmalia Andini, Dava Novita Andre Wirapati Prasasta Natsir Anisa Frismadhanti Anita Widia Sari ANNISA JOVIANI ASTARI Arif Ismail Arifin (United Kingdom) Arifin, A Arry Sakti Al Faridzi Permana As, Muhammad Dwi Apriansyah Astri Indriyani Ayu Innadya Aziza, Sitty Nur Budi Rahmah Panjaitan Darsiharjo Dasiharjo Dede Rohmat Dede Sugandi Destiana, Mutia Dewi, Ratri Purnama Diki Wahyudi Din Haq, Harun Dini Adha Pawestri Dzulfikar, Faiz Eka Wahyu Ningsih Eka Wulan Safriani Eka Wulan Safriani El Syifa Putri Enok Maryani Fadhillah, Ghina Fahmi Subhan Fauzan Fakhra Annaba Piawai Fakhriyah, Rafifah Adinda Fanesya Noer Salsabila Faqikh, Achmad Farizkhar Fatima, Kalita Adelpha Febriansyah Dharma Fahreza Fellix Rimba Ferryandy, Muhamad Firdaus, Rival Akbar Fitriana, Almala Nur Fyndiani, Saskia Syafinda Ghina Yusriyyah Salma Habibie Daud Syafaat Pasha Harum Khusnul Khotimah Hendro Murtianto, Hendro Henry Munandar Manik Hernita Pasongli Himayah, Shafira Ihsan, Haikal Muhammad Ika Kartikasari, Ika Ilham Maulana Iqbal Eko Noviandi Iwan Satiawan Iwan Setiawan Iwan Setiawan Iwan Setiawan Iwan Setiawan Jupri Jupri K. Krimayanti Kamaluddin, Muhammad Rinaldi Kamila, Tazkia Najwa Karim, Rizal Aldian Kartiwa, Kartiwa Keylila Hanan Zhafrani Krimayanti, K. Kurnia, Liqa Wapiq Larasaty, Dwi Listiana M Yusup Mamat Ruhimat, Mamat Maruddani, Rizki Feroza Mega Nurzihan, Yanti Mochammad Fauzan Mutawally Mohamad Tusam Muhamad Aditya Nugraha Muhamad Ferryandy Muhammad Arrafi Muhammad Arrafi Muhammad Ikhsan Nabila, Salsa Hasna Nandi Nandi Nanin Trianawati S Naufal Azmi nazat tyas mestika Nofita Hari Nyokro Mukti Wijaya Pamungkas, Totok Doyo Panjaitan, Budi Rahmah Panjaitan, Frandica Pasha, Habibie Daud Syafaat Pawestri, Dini Adha Putra, Aditya Akasha Putri, El Syifa Rafifah Adinda Fakhriyah Rahmawan, Agung Dwi Raihan Cahara Winaya Adiwiria Reza Rahmat Djunaedi Junyar Rian Trian Diana Mahar Ridwan Saidi, Ridwan Ridwana, Riki Rinzani, Alayka Rizal Aldian Karim Roihan Muhammad Derajat Salamah, Sheren Siti Saragih, Lenda Janed Sari, Anita Widia Septian, Yoga Ganteng Setiawan, Muhammad Ridwan Setiyawidi Setiyawidi, Setiyawidi Sipayung, Wendy Yudistira Siti Hamidah Sitty Nur Aziza Sugand, Dede Sugito, Nanin Trianawati Suherman, Anang Surianto Sitepu Surianto Sitepu Susilo, Khairunnisa Syahnie Pratama Syahrial Fahmi Syahrial Fahmi Tasya Alifah Khansa Tusam, Mohamad Ummah, Elva Ni'matal Vini Yuliawati Ware, Yohanes Wendy Yudistira Sipayung Windra, Alivio Yakub Siahaan Yusifa Muzri