Articles
Penyuluhan Fisioterapi Komunitas dalam Meningkatkan Pengetahuan Terkait Frozen Shoulder pada Posyandu Lansia UPTD Puskesmas Kendalsari Kota Malang
Aprilia, Uun Dian;
Wardojo, Sri Sunaringsih Ika;
Suharto, Bonita
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 8 (2025): Oktober
Publisher : Amirul Bangun Bangsa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59837/jpmba.v3i8.3216
Kapsulitis adhesif atau frozen shoulder adalah gangguan muskuloskeletal yang ditandai nyeri, kekakuan, dan keterbatasan gerak bahu, dengan prevalensi tinggi pada usia 40–60 tahun dan lebih sering dialami wanita. Penyuluhan kesehatan menjadi langkah preventif penting untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat, khususnya lansia. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas penyuluhan fisioterapi komunitas dalam meningkatkan pemahaman lansia tentang frozen shoulder di Posyandu Lansia RW 11 Kelurahan Tulusrejo, Kota Malang. Kegiatan dilaksanakan pada 14 September 2025 dengan melibatkan 15 lansia menggunakan desain pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pengetahuan peserta setelah penyuluhan. Sebelum kegiatan, mayoritas lansia belum memahami definisi, faktor risiko, maupun pencegahan frozen shoulder, sedangkan setelahnya sebagian besar mampu menjelaskan kembali dengan baik. Dengan demikian, penyuluhan fisioterapi komunitas terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan lansia terkait frozen shoulder.
Exploring Tangible Factors Influencing the Choice of Physiotherapy Services
Lubis, Zidni Imanurrohmah;
Kumalasari, Septy;
Wardojo, Sri Sunaringsih Ika
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 7 No 4 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37287/ijghr.v7i4.5406
Physical evidence (tangibles) encompasses various aspects such as physical facilities, equipment, and the appearance of personnel, all of which serve as indicators of healthcare service quality and influence patients' choices when selecting healthcare facilities. In the context of physiotherapy services, patient satisfaction often arises from their experiences and perceptions of these tangible elements. Specifically, physical evidence plays a critical role in shaping the quality of service, thereby affecting patient satisfaction levels. This relationship underscores the significance of tangible factors in assessing the overall quality of healthcare services and their impact on patient experiences. This study aims to investigate the relationship between the factors of physical evidence (tangibles) and the selection of physiotherapy services in Malang City. This research employs an analytical observational design with a cross-sectional approach. The study population consists of residents of Malang City, with a sample size of 105 respondents selected through purposive sampling techniques. The results of the Chi-Square test revealed a significant value of 0.026 (p < 0.05), indicating a relationship between the factors of physical evidence (tangibles) and the selection of physiotherapy services in Malang City. There exists a relationship between the factors of physical evidence (tangibles) and the selection of physiotherapy services in Malang City.
HUBUNGAN FUNGSI KOGNITIF DENGAN ACTIVITY DAILY LIVING PADA LANSIA DI POSYANDU LANSIA SUMBERSARI KOTA MALANG
Rosidatussholikhah, Rosidatussholikhah;
Wardojo, Sri Sunaringsih Ika;
Rahmawati, Nurul Aini
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jkt.v5i1.25850
Lansia merupakan tahapan ataupun fase akhir dari kehidupan manusia dan merupakan kelompok usia yang terjadi pada seseorang yang mengalami penuaan atau aging. Pada tahap ini, fungsi fisik maupun kepribadian seseorang secara bertahap akan menurun. Diperkirakan sekitar 75% lansia pada tahun 2050 akan mengalami atau menderita penyakit degeneratif, dan penurunan fungsi kognitif adalah salah satu dampak dari penyakit tersebut. Fungsi kognitif sangat penting untuk kualitas hidup manusia di setiap negara. Namun, ketika fungsi kognitif seseorang menurun, hal tersebut akan mempengaruhi cara mereka dalam menjalani kesehariannya. Penelitian ini memiliki tujuan yaitu untuk memahami bagaimana aktivitas sehari-hari lansia berhubungan dengan fungsi kognitif mereka. Studi ini memanfaatkan metode cross-sectional. Lansia yang berada di Posyandu Lansia Sumbersari Kota Malang terlibat. Dengan menggunakan teknik deskriptif analitik, peneliti menemukan bahwa 35 individu memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Fungsi kognitif dan activity daily living lansia pada penelitian ini diukur dengan Mini Mental State Examination (MMSE) dan Katz Index. Tujuan dari analisis data ini untuk memahami apakah ada korelasi antara fungsi kognitif dan activity daily living mereka. Uji fisher’s test dilakukan dalam penelitian ini. Hasil studi menunjukkan H1 disetujui dan H0 disangkal, dengan nilai p-value 0,04 yang bisa disimpulkan bahwa fungsi kognitif dan aktivitas sehari-hari lansia di Posyandu Lansia Sumbersari Kota Malang memiliki hubungan. Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas sehari-hari lansia akan lebih bagus apabila fungsi kognitif mereka bagus.
HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DENGAN KUALITAS TIDUR PADA LANSIA HIPERTENSI DI POSYANDU LANSIA SUMBERSARI KOTA MALANG
Choerunnisa, Nurul Fajri;
Wardojo, Sri Sunaringsih Ika;
Wardojo, Nurul Aini
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jkt.v5i1.25851
Gejala manifestasi klinis pada lansia yang telah mengalami hipertensi selama bertahun-tahun termasuk sakit kepala, mual, muntah, penglihatan kabur, nocturia, dan edema dependen. Orang lanjut usia dengan hipertensi sulit melakukan aktivitas fisik seperti olahraga ataupun aktivitas fisik lainya karena detak jantungnya tinggi dan otot jantung harus bekerja lebih keras untuk berkontraksi. Aktivitas fisik dapat mempengaruhi kualitas tidur pada orang lanjut usia karena orang lanjut usia yang terlalu banyak berolahraga atau melakukan aktivitas fisik akan merasakan lelah, sehingga berdampak pada kuantitas dan kualitas tidur setiap orang. Untuk mengetahui adanya hubungan antara aktivitas fisik dan kualitas tidur pada orang lanjut usia yang menderita hipertensi. Pendekatan yang dipakai pada penelitian ini berupa cross sectional studi dan sampelnya terdiri dari 39 orang lanjut usia yang menderita hipertensi. Dalam penelitian ini, Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ) digunakan untuk mengukur aktivitas fisik. Sementara itu, kualitas tidur diukur dengan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Untuk menganalisis data penelitian ini, uji korelasi tepat Fisher. Ditemukan korelasi yang signifikan antara aktivitas fisik dan kualitas tidur pada lansia yang mengalami hipertensi, dengan p = 0,000 <0,05. Terdapat korelasi yang signifikan antara aktivitas fisik dan kualitas tidur pasien dengan hipertensi di Posyandu Lansia Sumbersari Kota Malang.
HUBUNGAN ANTARA FUNGSI KOGNITIF DENGAN TINGKAT KESEIMBANGAN DINAMIS PADA LANSIA DI GRIYA LANSIA HUSNUL KHATIMAH
Dwiyanti, Reni;
Wardojo, Sri Sunaringsih Ika;
Rahmawati, Nurul Aini
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jkt.v5i2.29920
Lansia akan mengalami kemunduran fisik dan psikologis. Kemunduran ini yang terlihat pada lansia ditandai dengan berkurangnya kapasitas berpikir abstrak, serta tantangan dalam memperoleh pengetahuan baru dan membuat penilaian. Kemunduran psikologis pada lansia menyebabkan perubahan dalam kepribadian dan perilaku mereka, yang berpotensi menghasilkan masalah pada lansia. Masalah kognitif sering terlihat pada lansia. Gangguan kognitif menyebabkan kurangnya kapasitas untuk melakukan tugas sehari-hari, sehingga mengakibatkan ketergantungan penuh pada bantuan orang lain bagi lansia. Lansia mengalami penurunan fungsi kognitif, yang mengakibatkan persepsi, respons sensorik dan motorik yang lebih buruk, serta lebih sedikitnya reseptor proprioseptif di sistem saraf pusat. Faktor-faktor ini dapat berkontribusi pada kelainan postural. Penelitian ini menggunakan pendekatan analitik observasional dengan desain cross-sectional untuk mengetahui hubungan antara fungsi kognitif dan tingkat keseimbangan dinamis pada lansia yang bertempat tinggal di Griya Lansia Husnul Khatimah. Penelitian ini difokuskan pada kelompok yang terdiri dari 30 orang lansia yang tinggal di Griya Lansia Husnul Khatimah. Penelitian ini menggunakan strategi pengambilan sampel non-probabilistik, yaitu teknik sampel purposif. Untuk mengukur fungsi kognitif pada lansia, penelitian ini memanfaatkan Mini Mental State Examination (MMSE). Alat lain untuk mengukur keseimbangan dinamis pada lansia adalah Time Up and Go-Test (TUG). Selain itu, pengolahan data menggunakan Fischer's Exact Test. Perolehan dari uji Fisher’s exact test ini menghasilkan p-value sebesar 0,033 < 0.05. Berdasarkan uji yang telah dilakukan peneliti dapat menyimpulkan bahwa adanya hubungan antara keseimbangan dinamis dengan fungsi kognitif pada lansia di Griya Lansia Husnul Khatimah.
EDUKASI PROGRAM LATIHAN OSTEOARTHRITIS KNEE PADA LANSIA DI POSYANDU ORO-ORO DOWO KOTA MALANG
Afifah, Luthfiana Nur;
Ika Wardojo, Sri Sunaringsih
Jurnal Pengabdian Masyarakat Fisioterapi dan Kesehatan Indonesia Vol 3 No 01 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Fisioterapi dan Kesehatan Indonesia
Publisher : IFI cabang Kota Bekasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59946/jpmfki.2024.336
Osteoarthritis of the knee (OA) is a degenerative joint disease associated with cartilage damage of the joint, where there is a complex interactive degradation process of joints, consisting of repair processes in cartilages, bones, and sinovium followed by secondary components of the inflammatory process. Therefore, the level of understanding about the disease of knee osteoarthritis needs to be increased. An understanding that needs to be at the centre of attention is to know what knee osteoarthritis is, signs and symptoms that can be felt, as well as how to prevent and treat its physiotherapy. The methods used in this examination are physiotherapy education, health promotion and exercise that can be done independently using leaflets to improve elderly knowledge about knee osteoarthritis. The diagnosis work went well and smoothly, resulting in an evaluation of knowledge improvement from 0% to 100%. This activity has improved the understanding of the elderly about the treatment of knee osteoarthritis.
Effect Of Neurodynamic Mobilization On Reducing Sensori neural Symptopms In Dawung Village Wood Craftsmen With The Risk Of Hand Arm Vibartion Syndrome (HAVS)
Dina Azizah Wulandari;
Siti Ainun Ma'rufa;
Sri Sunaringsih Ika Wardojo
JURNAL KEPERAWATAN DAN FISIOTERAPI (JKF) Vol. 6 No. 1 (2023): Jurnal Keperawatan dan Fisioterapi (JKF)
Publisher : Fakultas Keperawatan dan Fisioterapi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35451/jkf.v6i1.1772
Hand Arm Vibration Syndrome (HAVS) is a disease caused by working with tools that produce vibrations that are transmitted to the arms and hands. Prolonged use of vibrating devices can cause sensorineural disturbances with complaints of numbness, tingling and decreased sensitivity. This is due to damage to the mechanoreceptors of myelinated A-? afferent nerve fibers due to exposure to vibration when working with vibrating tools. Neurodynamic mobilization functions to restore the plasticity of the nervous system and the ability of the nervous system. This study aims to determine the effect of neurodynamic mobilization on reducing sensorineural symptoms with the risk of HAVS in wood craftsmen in Dawung Village. The design of this study used a pre-experimental one group pretest-posttest design method. There are 15 samples of wood craftsmen who meet the criteria. The research instrument used the Stockholm workshop scale with data analysis using the Wilcoxon test. The results of the statistical test showed that the final result was p = 0.000, (p <0.05) which means that the effect of neurodynamic mobilization on reducing sensorineural symptoms in wood craftsmen in Dawung Village is at risk of HAVS. These results indicate that the neurodynamic mobilization intervention has effectiveness in increasing blood circulation in the nerves. The conclusion obtained is that neurodynamic mobilization has an effect on reducing sensorineural symptoms in wood craftsmen in Dawung Village with the risk of HAVS.
GAMBARAN TINGKAT STRESS PADA LANSIA DI PUSKESMAS KENDALSARI MALANG
Faldreza Annalinta R;
Sri Sunaringsih Ika Wardojo
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 1 No. 1 (2023): Oktober
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62017/jkmi.v1i1.125
Lansia mengalami proses penuaan alami yang tidak dapat dihindari. Proses menua pada lansia tentunya memberikan dampak pada berbagai aspek kehidupan, baik sosial, ekonomi, dan terutama kesehatan, karena dengan bertambahnya usia maka fungsi organ-organ tubuh akan menurun baik karena faktor alam maupun karena penyakit. Stres merupakan reaksi non-spesifik manusia terhadap rangsangan atau tekanan. Stres dapat menyebabkan perubahan fisiologi, psikologi, dan perilaku pada individu yang berakibat pada berkembangnya suatu penyakit. Lansia yang mengalami stres disertai penyakit fisik salah satunya hipertensi dapat menyebabkan beratnya dan komplikasi hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gambaran tingkat stres di Puskesmas Kendalsari Malang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Teknik pengambilan sampel penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 20 lansia yang berada di Puskesmas Kendalsari Malang. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner DASS 42. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lansia di Puskesmas Kendalsari Malang sebagian besar tergolong normal yaitu sebanyak 15 orang (75%), tingkat ringan sebanyak 5 orang (25%), tingkat sedang, tingkat berat, tingkat sangat parah, total lansia hasilnya 0 (0 )
PENYULUHAN PENYULUHAN FISIOTERAPI ERGONOMI TERKAIT POSTUR TUBUH PADA SISWA SDN 1 CANDIMULYO
Nada, Anisa Qurrotun;
Wardojo, Sri Sunaringsih Ika;
Darwi
Jurnal Abdimas Universitas Insan Pembangunan Indonesia Vol. 3 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Insan Pembangunan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58217/jabdimasunipem.v3i2.147
Fisioterapi merupakan suatu pelayanan kesehatan yang ditujukan untuk individu atau kelompok untuk mengembalikan, memelihara, dan memulihkan gerak dan fungsi tubuh selama kehidupan dengan menggunakan latihan manual, peningkatan gerak, dan peralatan khusus fisioterapi (Kartiyani et al., 2023). Pada fisioterapi juga berfokus pada bidang ergonomi yang menerapkan seni serta teknologi untuk menyeimbangkan dan menyelaraskan semua aktivitas dengan kemampuan dan keterbatasan manusia yang dapat meningkatkan kualitas hidup seseorang (Hizza et al., 2024). Kegiatan ini diikuti oleh siswa kelas 4 dan 5 yang berjumlah 23 siswa. Materi yang diberikan berupa definisi, faktor penyebab, tanda gejala, edukasi pencegahan, dan edukasi latihan mandiri. Sebelum melakukan pemaparan materi, penulis membagikan kuesioner Pre-Test dan setelah pemeparan materi selesai penulis membagikan Post-Test. Berdasarkan hasil analisis di atas terdapat perbedaan yang signifikan dari nilai pengetahuan siswa mengenai postur tubuh yang baik dan benar. Hal ini sesuai dengan penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa adanya peningkatan secara signifikan mengenai pengetahuan siswa tentang postur tubuh yang baik dan benar. Hasil yang didapatkan dari penyuluhan tersebut pengetahuan siswa tentang postur tubuh yang baik dan benar meningkat secara signifikan setelah dilakukan penyuluhan.
Edukasi Peran Fisioterapi Upaya Mengurangi Nyeri pada Kasus Low Back Pain terhadap Petani di Dusun Bulakrejo Kabupaten Ngawi
Dewi Hapsari;
Sri Sunaringsih Ika Wardojo
Solusi Bersama : Jurnal Pengabdian dan Kesejahteraan Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2025): November:Solusi Bersama : Jurnal Pengabdian dan Kesejahteraan Masyarakat
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62951/solusibersama.v2i4.2378
Low back pain is a discomforting condition that can cause various disorders and potentially disrupt a person's quality of life, such as causing decreased work productivity. Therefore, it is important for the community, especially farmers in Bulakrejo Hamlet, Ngawi Regency. To improve understanding of low back pain, efforts are needed to expand farmers' knowledge regarding this condition, including its definition, prevention, and treatment in Bulakrejo Hamlet. The method applied was providing physiotherapy education through health promotion about low back pain using leaflets as a medium for information delivery. A question and answer session was also conducted to measure the level of understanding of farmers in Bulakrejo Hamlet and provide exercises that can address problems of weakness, stiffness, limitations and pain in the back muscles. The activity ran smoothly and the material was easily understood by farmers in Bulakrejo Hamlet. Evaluation results showed an increase in farmers' knowledge, from 40% to 90%. The extension activity proved effective in increasing farmers' understanding of low back pain cases.