Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS JENIS, BENTUK, DAN FUNGSI TINDAK TUTUR BERITA UTAMA PADA KORAN BALI POST Purnamentari, Luh Yuli; Suandi, I Nengah; Wisudariani, Ni Made Rai
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 8, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v8i1.20239

Abstract

Penelitian deskriptif ini bertujuan untuk mengetahui (1) jenis tindak tutur yang terdapat dalam berita utama pada koran Bali Post, (2) bentuk tindak tutur yang terdapat dalam berita utama pada koran Bali Post, dan (3) fungsi tindak tutur yang terdapat dalam berita utama pada koran Bali Post. Subjek penelitian ini adalah tuturan yang terdapat dalam berita utama pada koran Bali Post. Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui metode dokumentasi dengan instrumen kartu data. Berdasarkan analisis yang dilakukan, hasil penelitian ini menunjukkan (1) berita utama pada koran Bali Post mengandung tindak tutur lokusi dan ilokusi, (2) bentuk yang dominan digunakan dalam berita utama adalah bentuk deklaratif sebanyak 27 bentuk, (3) berita utama mengandung fungsi tindak tutur, fungsi asertif sebanyak 27, fungsi direktif sebanyak 4, fungsi ekspresif sebanyak 1, fungsi deklarasi sebanyak 1 dan tidak ada fungsi komisif. Di antara fungsi tersebut terdapat fungsi yang lebih dominan digunakan pada berita utama yaitu fungsi asertif. Fungsi asertif dapat dibagi menjadi tiga, yaitu asertif menegaskan, asertif mengumumkan, dan asertif menduga. Fungsi asertif lebih dominan digunakan karena fungsi tersebut berguna sebagai ungkapan untuk tuturan menegaskan, menduga, dan mengumumkan sesuatu kepada mitra tutur.
Tindak Komunikasi Verbal Dan Tindak Komunikasi Nonverbal Dalam Pemakaian Sor Singgih Basa Bali dan Pembelajarannya Suandi, I Nengah
Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol 43, No 2 (2010): Juli, 2010
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.943 KB) | DOI: 10.23887/jppundiksha.v43i2.1719

Abstract

Masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah sejauh manakah keserasian TKV (Tindak Komunikasi Verbal) dan TKNV (Tindak Komunikasi Nonverbal) yang menyertainya dalam pemakaian tuturan bentuk hormat Bahasa Bali. Keserasian ini ditinjau dari segi fungsi makro dan mikro bahasa. Penelitian dilakukan pada empat desa di Bali, yaitu Desa Aan dan Desa Selat (Kabupaten Klungkung) serta Kelurahan Liligundi dan Desa Sawan (Kabupaten Buleleng). Data yang berupa TKV dan TKNV yang menyertai tuturan dikumpulkan dengan metode wawan-cara. Untuk memperkuat hasil wawancara, data juga diperoleh dengan metode observasi non-partisipasi. Bersamaan dengan pelaksanaan wawancara dan observasi, dilakukan dijangkau oleh alat rekam. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan metode analisis deskriptif kualitatif. Berdasarkan analisis data yang dilakukan, tidak semua TKV yang tergolong bentuk hormat/halus  serasi atau disertai oleh TKNV bentuk hormat. Keserasian terutama tampak pada fungsi makro bahasa yang tergolong ekspresif.Kata kunci: tindak komunikasi verbal dan tindak komunikasi nonverbal
UPAYA PELESTARIAN BAHASA DAN BUDAYA BALI MELALUI PENGEMBANGAN KAMUS SENI TARI BALI Suandi, I Nengah; Mudana, I Wayan
Jurnal Komunikasi Hukum (JKH) Vol 6, No 1 (2020): Februari, Jurnal Komunikasi Hukum
Publisher : Jurusan Ilmu Hukum Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jkh.v6i1.24659

Abstract

Dalam upaya pelestarian bahasa  dan budaya Bali, kehadiran kamus seni tari Bali yang inovatif sangat penting dan mendesak untuk dilakukan. Berdasarkan latar dasar pikiran  di atas, permasalahan yang diangkat dalam makalah ini adalah (1) Bagaimanakah pengembangan kamus seni tari Bali dalam upaya pelestarian bahasa dan budaya Bali? dan (2) Mengapa pengembangan kamus seni tari Bali  dapat dijadikan sebagai salah satu upaya pelestarian bahasa dan budaya Bali? Berdasarkan analisis terhadap sejumlah data pustaka dan data di lapanan, dapat ditarik dua buah simpulan. Pertamapengembangan kamus seni tari Bali  dapat dilakukan melalui penerapan model penelitian pengembangan yang diadaptasi dari pengembangan perangkat pembelajaran model 4-D, yang meliputi Define, Design, Develop, danDisseminate.Kegiatan pada tahap define terdiri atas (1) melakukan analisis kebutuhan dengan mengadakan survai terhadap aneka kamus bahasa Bali, khususnya kamus seni tari; (2) mengumpulkan data mentah berupa kata-kata atau istilah-istilah seni dari berbagai sumber (lisan dan tertulis) dan ditulis ke dalam daftar kata; (3) melakukan klasifikasi data secara alfabetis kemudian menggabungkannya menjadi satu satuan daftar kata. Kegiatan pada tahap design(perancangan)  terdiri atas 1) menyusun draf kamus dengan langkah-langkah (1) menyusun lema  (kata/istilah) yang tergolong istilah seni tari Bali sesuai urutan abjad berdasarkan data yang sudah dihasilkandan (2)melakukan rekaman gerak tari; (3) mendeskripsikan makna istilah tari Bali ke dalam bahasa Indonesia da bahasa Inggris;i; 2) Melakukan FGD untuk penyempurnaan draf kamus dengan mengundang (1) perwakilan dinas kebudayan provinsi dan kodya/kabupaten se-Bali, (2) pakar perkamusan dari unsur perguruan tinggi, (3) pakar media, (4) pakar budaya,  (5) pakar seni tari dan (6) pakar bahasa (bahasa Bali, bahasa Indonesia; 4) melakukan vaildasi ahli dengan mengundang pakar perkamusan, pakar bahasa Bali, pakar bahasa Indonesia, dan pakar bahasa Inggris; dan 5) menyusun draf  Kamus Seni Tari Bali Berbasis Teknologi Android(Bali—Indonesia—Inggris) hasil validasi ahli. Kegiatan pada tahap developdilakukan dengan langkah-langkah  (mengembangkan kamus baik dari segi kuantitas maupun secara kualitas; (2) melakukan FGD untuk mendapatkan masukan terkait dengan pengembangan di atas; (3) melakukan uji efektivitas kamus  Kegiatas pada tahap disseminate meliputi distribusi kamus baik yang cetak maupun yang android. Kedua  penyusunan kamus seni tari Bali dapat dijadikan sebagai salah satu upaya peletarian bahasa dan budaya Bali karena (1)kamus ini memiliki beberapa kelebihan yaitu menggunakan media gambar; berbasis teknologi android; dan menggunakan tiga bahasa (Bali, Indonesia, dan Inggris). Dengan menggunakan media gambar, makna suatu istilah tari akan menjadi semakin jelas.  Dengan dua keunggulan ini, seseorang akan lebih mudah belajar tari Bali. Kedua keunggulan ini juga mampu memotivasi  pembelajar tari di Bali,  khususnya, untuk membaca kamus seni tari dan belajar tari Bali; dan secara tidak langsung dapat menumbuhkembangkan rasa cinta terhadap bahasa Bali. Rasa cinta terhadap bahasa Bali sebagai salah satu cerminan sikap positif terhadap bahasa Bali merupakan modal utama untuk melestarikan bahasa Bali sekaligus budaya Bali. Hal ini bisa dipahami karena bahasa Bali merupakan salah satu unsur  budaya Bali sekaligus pembentuk  budaya Bali dan (2) Keberadaankamus seni tari semacam itu tidak hanya dalam rangka memperluas wawasan terhadap berbagai ungkapan simbolik seni budaya Bali, tetapi juga dalam rangka penguatan benteng budaya, pelestarian budaya, dan strategi budaya Bali. Hal ini terkait dengan keberadaan seni sebagai fenomena budaya yang dapat menginspirasi bagi pengembangan seni budaya dan pembentuk kepribadian masyarakat Bali.
PEMAKAIAN BAHASA BERASOSIASI PORNOGRAFI PADA TEKS LAGU BALI POPULER Sari, Ni Putu Vina Novita; Suandi, I Nengah
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish-undiksha.v9i1.24518

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan (1) karakteristik asosiasi pornografi, (2) teknik penciptaan asosiasi pornografi, dan (3) fungsi asosiasi pornografi. Penelitian ini berjenis deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa teks lagu. Data diperoleh melalui sumber berupa kaset, CD, atau situs-situs daring yang memuat file lagu Bali populer. Lagu dipilih secara acak berdasarkan pertimbangan (1) teks lagu Bali, (2) lagu sempat populer di masyarakat, dan (3) teks lagu mengandung asosiasi pornografi. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan tiga hal berikut. Pertama, karakteristik asosiasi pornorgrafi teks lagu Bali populer (1) mengasosiasikan alat kelamin, (2) mengasosiasikan aktivitas berhubungan seksual, (3) mengasosiasikan hasrat seksual, dan (4) mengasosiasikan aktivitas perselingkuhan. Kedua, teknik penciptaan asosiasi pornografi dalam teks lagu Bali populer meliputi teknik (1) metafora, (2) pemotongan kata, (3) pengaburan makna, dan (4) repetisi. Ketiga, fungsi asosiasi pornografi dalam lirik lagu Bali populer, meliputi (1) menarik perhatian, (2) menghibur, (3) membuat rasa penasaran, dan (4) mengecoh pendengar.  yang dapat direkomendasikan (1) bagi pengguna bahasa Bali hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan bacaan untuk melihat fenomena penggunaan Bali kekinian dari sudut pandang lirik lagu, (2) bagi penulis teks lagu Bali populer sebaiknya tidak melupakan identitas kebalian  lagu Bali, dan (3) meneliti tentang ada  asosiasi yang muncul pada benak pembaca yang memiliki latar pendidikan atau usia berbeda.Kata kunci: lagu Bali populer, pornografi, makna asosiasi
PENYUSUNAN KAMUS SERAPAN DALAM BAHASA BALI Suandi, I Nengah
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish-undiksha.v4i2.6387

Abstract

Penelitian pengembangan ini bertujuan mendeskripsikan dan mengklasifikasi daftar kata serapan yang akan dijadikan bahan penyusunan Kamus Serapan dalam Bahasa Bali (KSBB) ditinjau dari segi sumber atau asal bahasanya dan  kelas katanya. Penelitian ini dilakukan dalam tiga tahap dengan luaran masing-masing tahap sebagai berikut. Pada tahap I, produk yang diharapkan berupa (1) daftar kata/istilah yang akan menjadi lema untuk bahan Kamus Serapan Bahasa Bali , yang mencakup seluruh bidang kajian  dan (2) artikel ilmiah rangkuman hasil penelitian yang siap diterbitkan pada jurnal nasional. Penelitian ini dirancang mengikuti alur pemikiran penelitian pengembangan (Research and Development) yang diadaptasi dari pengembangan perangkat pembelajaran model 4-D (Define, Design, Develop, dan Disseminate). Subjek dalam penelitian ini adalah  (1) berbagai dokumen berbahasa Bali seperti kamus berbahasa Bali, majalah berbahasa Bali, dan Orti Bali (berita berbahasa Bali pada Program Sisipan Koran Bali Post Minggu) dan (2)  siaran berbahasa Bali di media elektromik baik yang berupa radio maupun televisi (RRI Stasiun Singaraja dan Bali TV). Dari semua sumber data itulah, dikumpulkan kata-kata atau istilah-istilah dalam berbagai bidang kehidupan yang berasal dari luar bahasa Bali (bahasa Indonesia dan bahasa asing terutama bahasa Inggris sebagai bahasa internasional) dan secara emperis digunakan dalam setiap tuturan berbahasa Bali baik secara lisan maupun secara tertulis. Data dikumpulkan dengan metode dokumentassi kemudian dianalisis dengan metode analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 1.772 kata atau istilah yang merupakan kata serapan dalam bahasa Bali. Jumlah kata serapan sebanyak itu sebagian besar berasal dari bahasa  Indonesia, yaitu sebanyak 1.699 buah (95.88%). Sisanya berasal dari bahasa Inggris sebanyak  68 buah (3.84%) dan  dari bahasa Sansekerta sebanyak 5 buah (0.28 %). Jika dirinci dari segi kelas katanya, jumlah kata serapan sebanyak 1.772  buah itu berasal dari kata benda sebanyak 1.162 buah (65.58%), kata kerja sebanyak 214 buah (12.07%), dan kata sifat  396 buah (22.35%).
Nilai Pendidikan Karakter dalam Dialog Tokoh Cenk-Blonk dalam Lakon Gatutkaca Duta dan Penerapannya Oleh Guru pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Suyasa, Pt. Agus; Suandi, I Nengah
Indonesian Values and Character Education Journal Vol 1, No 2 (2018): October
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ivcej.v1i2.20317

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) nilai pendidikan karakter dalam dialog tokoh Cenk dan Blonk dalam wayang Cenk Blonk berjudul Gatutkaca Duta, dan (2) Mendeskripsikan penerapan nilai-nilai pendidikan karakter dalam dialog tokoh Cenk dan Blonk oleh guru di SMP 3 Denpasar baik dalam perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan evaluasi pembelajaran. .Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kualitatif. Subjek penelitian ini adalah guru Bahasa Indonesia kelas VII, VIII, dan IX SMPN 3 Denpasar, dan objek penelitian ini adalah dialog-dialog tokoh Cenk dan Blonk yang bernilai pendidikan karakter dan alternatif materi pembelajaran nilai-nilai pendidikan karakter dalam dalam perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan evaluasi pembelajaran. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode dokumentasi (untuk memeroleh data dialog tokoh Cenk dan Blonk), observasi (untuk memeroleh data alternatif materi pembelajaran nilai-nilai pendidikan karakter dalam dialog tokoh Cenk dan Blonk oleh guru di SMP 3 Denpasar baik dalam perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan evaluasi pembelajaran), dan metode wawancara (untuk memeroleh data hambatan guru dalam menerapkan nilai pendidikan karakter dalam pembelajaran Bahasa Indonesia).Metode analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif.  
PERBEDAAN HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA MENGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN E-LEARNING DENGAN MENGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KONVENSIONAL PADA SISWA KELAS 10 Gunarianta, Komang; Artawan, Gde; Suandi, I Nengah
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 10, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v10i2.29132

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan perbedaan hasil belajar Bahasa Indonesia materi teks biografi pada siswa kelas 10 SMA Negeri 4 Singaraja. Adapun cakupannya: 1. Hasil belajar bahasa indonesia materi teks biografi mengunakan model pembelajaran berbasis aplikasi googel classroom pada siswa kelas 10 SMA Negeri 4 Singaraja, 2. Hasil belajar Bahasa Indonesia materi teks biografi yang mengunakan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas 10 SMA Negeri 4 Singaraja, dan 3. Untuk  mendeskripsikan antara kedua kelas ada tidaknya perbedaan hasil belajar Bahasa Indonesia materi teks biografi. Penelitian ini memakai rancangan eksperimen post-test only control group design. Dalam pengumpulan data memakai metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis dengan statistik deskriptif dan analisis inferensial. Hasil belajar Bahasa Indonesia materi teks biografi kelas eksperimen tinggi, sedangkan kelas kontrolnya rendah. Terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar berupa ulangan Bahasa Indonesia materi teks biografi, yang menggunakan model pembelajaran berbasis aplikasi googel classroom dengan yang menggunakan pembelajaran konvensional pada umumnya ialah hasil dari penelitian penulis. Simpulannya, e-learning memberikan perbedaan positif dari sisi hasil belajar berupa ulangan Bahasa Indonesia materi teks biografi. Adapun saran dalam penelitian ini menjadi salah satu alternatif penggunaan e-learning untuk diterapkan guna menciptakan serta menunjang pembelajaran yang inovatif.Kata kunci: Model Pembelajaran E-learning, Hasil Belajar Bahasa Indonesia, Model Pembelajaran Konvensional.
The Development of KlikMPK as an Affective Evaluation Platform for Indonesian Personality Development Course Kadek Wirahyuni; I Nengah Suandi; I Nengah Martha; I Nyoman Sudiana
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 14, No 1 (2022): AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (604.391 KB) | DOI: 10.35445/alishlah.v14i1.1134

Abstract

This research aimed to describe and analyze the results of developing an instrument, and an effective evaluation platform for Indonesian courses as a Personality and Development Courses at Universitas Pendidikan Ganesha called KlikMPK. This research was a type of research and development with the ADDIE model. This research involved two media experts. Research data were obtained from observations and questionnaires, then analyzed qualitatively and quantitatively. The results of this study indicated that 1) the advantages of the KlikMPK platform are that it is open-source, flexible and easy to use, secure and integrated;  has plugin support and is easy to customize;  as well as mobile-friendly and laptop support. 2) KlikMPK affective evaluation platform has a valid validity level with a score of 94.64.  3) The stages of development carried out include five stages in accordance with the ADDIE model. Thus, this platform can be used to evaluate the affective domain of students in Indonesian learning as Personality and Development Courses.
Tindak Komunikasi Verbal Dan Tindak Komunikasi Nonverbal Dalam Pemakaian Sor Singgih Basa Bali dan Pembelajarannya I Nengah Suandi
Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol 43 No 2 (2010): Juli, 2010
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.943 KB) | DOI: 10.23887/jppundiksha.v43i2.1719

Abstract

Masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah sejauh manakah keserasian TKV (Tindak Komunikasi Verbal) dan TKNV (Tindak Komunikasi Nonverbal) yang menyertainya dalam pemakaian tuturan bentuk hormat Bahasa Bali. Keserasian ini ditinjau dari segi fungsi makro dan mikro bahasa. Penelitian dilakukan pada empat desa di Bali, yaitu Desa Aan dan Desa Selat (Kabupaten Klungkung) serta Kelurahan Liligundi dan Desa Sawan (Kabupaten Buleleng). Data yang berupa TKV dan TKNV yang menyertai tuturan dikumpulkan dengan metode wawan-cara. Untuk memperkuat hasil wawancara, data juga diperoleh dengan metode observasi non-partisipasi. Bersamaan dengan pelaksanaan wawancara dan observasi, dilakukan dijangkau oleh alat rekam. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan metode analisis deskriptif kualitatif. Berdasarkan analisis data yang dilakukan, tidak semua TKV yang tergolong bentuk hormat/halus  serasi atau disertai oleh TKNV bentuk hormat. Keserasian terutama tampak pada fungsi makro bahasa yang tergolong ekspresif.Kata kunci: tindak komunikasi verbal dan tindak komunikasi nonverbal
Meningkatkan Keterampilan Menulis Karya Ilmiah Melalui Teknik Sispem Pada Siswa SMAN 1 Singaraja I Nengah Suandi; Ni Made Halustini; Nyoman Widiarsini
Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol 42 No 2 (2009)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.181 KB) | DOI: 10.23887/jppundiksha.v42i2 Jul.1738

Abstract

Masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana teknik sispem dapat meningkatkan keterampilan menulis karya ilmiah pada siswa kelas XI SMAN 1 Singaraja. Penelitian ini tergolong penelitian tindakan kelas dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek penelitiannya adalah siswa kelas XI SMAN1 Singaraja tahun 2008. Data yang telah dikumpulkan dengan metode observasi, kuesioner, dan pemberian tugas kemudian dianalisis dengan metode deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik sispem dapat meningkatkan keterampilan menulis karya ilmiah pada siswa kelas XI SMAN1 Singaraja. Secara kuantitatif, hal ini tampak dari perolehan nilai rata-rata dari 6,8 pada siklus I naik menjadi 7.9 pada siklus II, sedangkan secara kualitatif, hal ini tampak dari hasil pengamatan dan hasil wawancara yang  dilakukan bahwa sebagian besar siswa menyatakan senang terhadap penggunaan teknik sispem dalam pembelajaran menulis karya ilmiah dan cukup memudahkan dalam memahami materi pembelajaran menulis karya ilmiah.Kata kunci: keterampilan menulis, teknik sispem
Co-Authors Ananda Aura Sifa Andiani, Dyah Ardeni, Made Sri Ayu Putu Purnami, Ida Budi, Imanuel Setyo Christina Purwanti Desak Made Yoniartini Dewa Bagus Sanjaya Dewa Nyoman Sudana Dewantara , I Putu Mas Drs. I Wayan Mudana,M.Si. . Elly, Kadek Fathorrahman Zairazi Gde Artawan Gunarianta, Komang Halena Gena, Engel Bertha I Dewa Gede Budi Utama I Gede Satria Aditya Wibawa I Gusti Agung Galuh Wismadewi I Gusti Ayu Niken Launingtia, I Gusti Ayu Niken I KADEK ADHI DWIPAYANA . I Kadek Fendy Permana Merta I Ketut Sudita I Nengah Martha I Nyoman Yasa I Putu Gede Sutrisna . I Putu Lanang Wijidyatmika I Putu Mas Dewantara I Wayan Kertayasa I Wayan Wendra Ida Ayu Putu Purnami Ida Bagus Putrayasa Januarta, Anak Agung Gede Aditya Kadek Wirahyuni Kami, Kanisius Kertayasa, I Wayan Komang Gunarianta Luh Yuli Purnamentari M.Pd Prof. Dr. I Nyoman Sudiana . Made Sri Ardeni Made Sri Indriani Negara, I Komang Astra Ni Made Halustini Ni Made Rai Wisudariani Ni Made Siska Ery Swandini Ni Putu Diana Sari Ni Putu Vina Novita Sari Nurul Humairah Nyoman Widiarsini Pande Gede Brahmandika Pande Made Denny Sanjaya Petrus Sepi Kogoya Prof. Dr. I Made Sutama,M.Pd . Prof. Dr. I Wayan Rasna,M.Pd . Purnamentari, Luh Yuli Purwa, Ida Bagus Putri, Ida Ayu Puti Rika Wibawanti Putu Andyka Putra Gotama Putu Sugihartini Sang Ayu Putu Sriasih Sari, Ni Putu Vina Novita Sifa, Ananda Aura Sitepu, Alex Marganta Sukrin, Sukrin Susianti, Hartanti Woro Suyasa, Pt. Agus Swadarma Putra, I Nyoman Arya SYAIFUL BAHRI Tantri, Ade Asih Susiari Wijidyatmika, I Putu Lanang