Claim Missing Document
Check
Articles

IMPLIKATUR SINDIRAN DALAM TUTURAN ALFIANSYAH KOMENG DAN RELEVANSINYA DENGAN PEMBELAJARAN TEKS ANEKDOT: IMPLICATION OF SATIRE IN ALFIANSYAH KOMENG'S SPEECH AND ITS RELEVANCE TO THE LEARNING OF ANECDOTE TEXTS Januarta, Anak Agung Gede Aditya; Indriani, Made Sri; Suandi, I Nengah
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 15 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbsi.v15i3.100546

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan makna implikatur sindiran dalam tuturan Alfiansyah Komeng serta relevansinya dengan pembelajaran teks anekdot di SMA. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data dokumentasi dan simak, dan teknik catat. Dari sepuluh video yang dianalisis ditemukan 24 data tuturan berimplikatur sindiran, didominasi oleh tuturan langsung tidak literal dan tuturan tidak langsung tidak literal. Makna implikatur yang muncul umumnya berupa sindiran halus terhadap isu sosial, disampaikan dengan gaya humor yang khas. Tuturan tersebut mencerminkan ciri teks anekdot, yaitu unsur lucu, sindiran, dan pesan moral. Hasil penelitian ini relevan dengan capaian pembelajaran bahasa Indonesia dan dapat dimanfaatkan sebagai alternatif bahan ajar yang kontekstual dan menarik untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, memahami makna implisit, dan keterampilan berbahasa peserta didik.
KESANTUNAN BERBAHASA NETIZEN INDONESIA DALAM POSTINGAN POLITIK PADA INSTAGRAM DETIKCOM: Indonesian Netizens' Politeness in Using Language in Political Posts on Instagram Detikcom Sitepu, Alex Marganta; Martha, I Nengah; Suandi, I Nengah
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 15 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbsi.v15i3.102359

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pematuhan dan pelanggaran prinsip kesantunan berbahasa netizen Indonesia dalam komentar pada postingan politik di akun Instagram @detikcom. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah komentar netizen Indonesia pada postingan politik akun Instagram @detikcom, sedangkan objek penelitiannya adalah kesantunan berbahasa. Data dikumpulkan melalui metode dokumentasi dengan teknik simak dan catat, dilengkapi dengan instrumen berupa kartu data. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan simpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pematuhan terhadap prinsip kesantunan masih ditemukan sebanyak 101 komentar, dengan pematuhan terbanyak pada maksim penghargaan (53 komentar); (2) pelanggaran prinsip kesantunan ditemukan lebih dominan, yaitu sebanyak 199 komentar, dengan pelanggaran terbanyak juga pada maksim penghargaan (179 komentar); (3) secara keseluruhan, pelanggaran terhadap prinsip kesantunan berbahasa lebih banyak dibandingkan pematuhan, yang menunjukkan bahwa dalam konteks diskusi politik di Instagram @detikcom, netizen Indonesia cenderung menggunakan bahasa yang menghina, merendahkan, dan kurang menghormati pihak lain. Temuan ini mencerminkan rendahnya penerapan etika berbahasa dalam ruang diskusi politik daring di media sosial.
UPAYA PELESTARIAN BAHASA DAN BUDAYA BALI MELALUI PENGEMBANGAN KAMUS SENI TARI BALI Suandi, I Nengah; Mudana, I Wayan
Jurnal Komunikasi Hukum Vol 6 No 1 (2020): Februari, Jurnal Komunikasi Hukum
Publisher : Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jkh.v6i1.24659

Abstract

Dalam upaya pelestarian bahasa  dan budaya Bali, kehadiran kamus seni tari Bali yang inovatif sangat penting dan mendesak untuk dilakukan. Berdasarkan latar dasar pikiran  di atas, permasalahan yang diangkat dalam makalah ini adalah (1) Bagaimanakah pengembangan kamus seni tari Bali dalam upaya pelestarian bahasa dan budaya Bali? dan (2) Mengapa pengembangan kamus seni tari Bali  dapat dijadikan sebagai salah satu upaya pelestarian bahasa dan budaya Bali? Berdasarkan analisis terhadap sejumlah data pustaka dan data di lapanan, dapat ditarik dua buah simpulan. Pertamapengembangan kamus seni tari Bali  dapat dilakukan melalui penerapan model penelitian pengembangan yang diadaptasi dari pengembangan perangkat pembelajaran model 4-D, yang meliputi Define, Design, Develop, danDisseminate.Kegiatan pada tahap define terdiri atas (1) melakukan analisis kebutuhan dengan mengadakan survai terhadap aneka kamus bahasa Bali, khususnya kamus seni tari; (2) mengumpulkan data mentah berupa kata-kata atau istilah-istilah seni dari berbagai sumber (lisan dan tertulis) dan ditulis ke dalam daftar kata; (3) melakukan klasifikasi data secara alfabetis kemudian menggabungkannya menjadi satu satuan daftar kata. Kegiatan pada tahap design(perancangan)  terdiri atas 1) menyusun draf kamus dengan langkah-langkah (1) menyusun lema  (kata/istilah) yang tergolong istilah seni tari Bali sesuai urutan abjad berdasarkan data yang sudah dihasilkandan (2)melakukan rekaman gerak tari; (3) mendeskripsikan makna istilah tari Bali ke dalam bahasa Indonesia da bahasa Inggris;i; 2) Melakukan FGD untuk penyempurnaan draf kamus dengan mengundang (1) perwakilan dinas kebudayan provinsi dan kodya/kabupaten se-Bali, (2) pakar perkamusan dari unsur perguruan tinggi, (3) pakar media, (4) pakar budaya,  (5) pakar seni tari dan (6) pakar bahasa (bahasa Bali, bahasa Indonesia; 4) melakukan vaildasi ahli dengan mengundang pakar perkamusan, pakar bahasa Bali, pakar bahasa Indonesia, dan pakar bahasa Inggris; dan 5) menyusun draf  Kamus Seni Tari Bali Berbasis Teknologi Android(Bali—Indonesia—Inggris) hasil validasi ahli. Kegiatan pada tahap developdilakukan dengan langkah-langkah  (mengembangkan kamus baik dari segi kuantitas maupun secara kualitas; (2) melakukan FGD untuk mendapatkan masukan terkait dengan pengembangan di atas; (3) melakukan uji efektivitas kamus  Kegiatas pada tahap disseminate meliputi distribusi kamus baik yang cetak maupun yang android. Kedua  penyusunan kamus seni tari Bali dapat dijadikan sebagai salah satu upaya peletarian bahasa dan budaya Bali karena (1)kamus ini memiliki beberapa kelebihan yaitu menggunakan media gambar; berbasis teknologi android; dan menggunakan tiga bahasa (Bali, Indonesia, dan Inggris). Dengan menggunakan media gambar, makna suatu istilah tari akan menjadi semakin jelas.  Dengan dua keunggulan ini, seseorang akan lebih mudah belajar tari Bali. Kedua keunggulan ini juga mampu memotivasi  pembelajar tari di Bali,  khususnya, untuk membaca kamus seni tari dan belajar tari Bali; dan secara tidak langsung dapat menumbuhkembangkan rasa cinta terhadap bahasa Bali. Rasa cinta terhadap bahasa Bali sebagai salah satu cerminan sikap positif terhadap bahasa Bali merupakan modal utama untuk melestarikan bahasa Bali sekaligus budaya Bali. Hal ini bisa dipahami karena bahasa Bali merupakan salah satu unsur  budaya Bali sekaligus pembentuk  budaya Bali dan (2) Keberadaankamus seni tari semacam itu tidak hanya dalam rangka memperluas wawasan terhadap berbagai ungkapan simbolik seni budaya Bali, tetapi juga dalam rangka penguatan benteng budaya, pelestarian budaya, dan strategi budaya Bali. Hal ini terkait dengan keberadaan seni sebagai fenomena budaya yang dapat menginspirasi bagi pengembangan seni budaya dan pembentuk kepribadian masyarakat Bali.
PILIHAN BAHASA DAN SIKAP BAHASA DALAM SITUASI INFORMAL PADA SISWA SMA DAN SMK DI KABUPATEN KARANGASEM Negara, I Komang Astra; Putrayasa, Ida Bagus; Suandi, I Nengah
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 12 No. 1 (2025)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/dialektika.v12i1.45442

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pilihan dan sikap bahasa yang digunakan oleh siswa SMA dan SMK di Kabupaten Karangasem ketika berkomunikasi dalam situasi informal, baik di lingkungan sekolah maupun lingkungan keluarga di rumah. Analisis meliputi pilihan bahasa ketika berbicara dengan orang tua, saudara, dan teman sebaya. Selain itu, penelitian ini juga mengkaji sikap bahasa mereka terhadap penggunaan bahasa Bali dalam situasi informal tersebut. Dengan menggunakan teknik cluster sampling, 262 siswa kelas XI SMA dan SMK di Kecamatan Karangasem, Bebandem, dan Manggis dilibatkan. Penelitian ini dirancang dalam bentuk deskriptif kualitatif dan kualitatif. Data yang telah dikumpulkan dengan menggunakan instrumen kuesioner terbuka, wawancara, dan observasi lapangan kemudian dianalisis dengan menggunakan proses kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan (1) pilihan bahasa siswa ketika berkomunikasi dengan orang tua hanya sebagian kecil yang menggunakan bahasa Bali yaitu rata-rata 30% yang disebabkan oleh adanya tingkatan bahasa atau tatwaning anggah-ungguh bahasa Bali yang membuat siswa merasa takut salah, pilihan bahasa siswa berbeda ketika berkomunikasi dengan saudara kandung yaitu rata-rata 90% menggunakan bahasa Bali yang disebabkan oleh adanya hubungan horisontal yang ditandai dengan kedudukan yang setara, pilihan bahasa siswa ketika berkomunikasi dengan teman sebaya yaitu bahasa Bali. Bahasa Bali menjadi pilihan utama sebagai bahasa sehari-hari karena memudahkan untuk mencapai tujuan komunikasi. (2) Sikap siswa terhadap keberadaan bahasa Bali adalah positif. Hal ini ditandai dengan rasa bangga siswa terhadap keterlibatan menggunakan bahasa Bali dalam kategori selalu dan sering, semangat yang mencapai 70% untuk melestarikan bahasa Bali, dan meningkatkan keterlibatan menggunakan bahasa Bali di rumah untuk memperkuat identitas sebagai orang Bali. 
Implementasi Model Project Based Learning Berbantuan Media Audio Visual dan Video Editing untuk Meningkatkan Keterampilan Berbicara dalam Pembelajaran Teks Berita pada Siswa Kelas VII B SMP PGRI 1 Denpasar Sifa, Ananda Aura; Sutama, I Made; Suandi, I Nengah
EDUKASIA Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 1 (2024): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62775/edukasia.v5i1.1067

Abstract

This study aims to describe the implementation, improvement of learning outcomes, and student responses to speaking skills through the application of the Project-Based Learning (PBL) model, supported by audio-visual media and video editing, in the teaching of news texts in Grade VII B at SMP PGRI 1 Denpasar during the 2023/2024 academic year. This classroom action research involved 33 students, with a focus on Indonesian language learning outcomes. Data were collected through observation, learning outcome tests, and student response questionnaires, and then analyzed descriptively, both qualitatively and quantitatively. The findings indicate a significant improvement in students' speaking skills. The average class score in the pre-test was only 54.69%, which increased to 70% in the first cycle with the implementation of the PBL model assisted by audio-visual media. Further improvement was observed in the second cycle, where the average score reached 80.15% with the addition of video editing support, and all students met the criteria for learning objectives achievement. The success of this research was also corroborated by positive student responses to the PBL model.
Analisis Kritis terhadap Konsep Linguistik Tradisional : Sebuah Kajian Teoretis Christina Purwanti; I Nengah Suandi; Ida Bagus Putrayasa
Jurnal Riset Rumpun Ilmu Bahasa Vol. 4 No. 1 (2025): April : Jurnal Riset Rumpun Ilmu Bahasa (JURRIBAH)
Publisher : Pusat riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurribah.v4i1.4804

Abstract

Traditional linguistics has been an important foundation in language studies for decades. However, with the development of the times and technological advances, traditional linguistics has faced challenges and criticism from various parties. The purpose of this study is to critically analyze traditional linguistics, identify advantages and disadvantages, and its relationship to culture as an inseparable part of traditional linguistics. This study uses a qualitative approach to deeply understand traditional linguistics through library research by analyzing various sources of literature relevant to traditional linguistics and various journals directly related to traditional linguistics. The results of the study indicate that traditional linguistics has advantages and disadvantages. It is hoped that this study can be a reference for other researchers who are interested in the topic of traditional linguistics to better understand language and culture.
Kejahatan dalam Berbahasa pada Akun Twitter @CB: Kajian Linguistik Forensik Wijidyatmika, I Putu Lanang; Suandi, I Nengah; Martha, I Nengah
JURNALISTRENDI : JURNAL LINGUISTIK, SASTRA, DAN PENDIDIKAN Vol 8 No 1 (2023): Edisi April 2023
Publisher : Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jurnalistrendi.v8i1.1466

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (a) menganalisis bentuk satuan–satuan bahasa dan jenis kejahatan dalam berbahasa yang dilakukan oleh akun Twitter @CB dan (b) menganalisis identitas pengguna akun Twitter @CB yang ditinjau dari bahasa (idiolek/dialek/sosiolek). Penelitian ini berjenis deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah akun Twitter @CB, sedangkan objek dalam penelitian ini adalah (a) bentuk satuan–satuan bahasa, (b) jenis kejahatan dalam berbahasa pada akun Twitter @CB, dan (c) identitas pengguna akun Twitter @CB. Data dikumpulkan dengan teknik simak (teknik lanjutan: simak bebas libat cakap) dan tahapan screenshot, dengan kartu data. Data dianalisis dengan metode analisis interaktif. Hasil penelitian meliputi (a) terdapat tiga bentuk satuan bahasa, yakni satu buah kata, tiga buah frasa, dan 13 buah kalimat; (b) empat jenis kejahatan dalam berbahasa, yakni sebelas buah defamasi, empat buah hasutan, satu buah ujaran kebencian, dan satu buah ancaman; dan (c) terduga pelaku terindikasi berasal dari Indonesia dan menetap di Indonesia atau berasal dari Indonesia dan menetap di Australia. Hal ini didasari atas beberapa ciri–ciri, seperti (1) adanya bendera Federasi Negara Australia dan Canberra, (2) beragama Kristen; (3) mengetahui dan menggunakan bahasa Indonesia dan dialek Jawa, <nek>, <mbok>, <numplek>, dan <toh>; (4) memahami fenomena sosial yang sedang terjadi di Indonesia; (5) menggunakan bahasa Inggris dalam beberapa unggahan; dan (6) foto profil seorang gadis berambut pirang.
ANALISIS WACANA KRITIS TEUN A. VAN DIJK PADA LIRIK LAGU “TAKSU BALI” KARYA HARMONIA FEAT GUS TEJA Ayu Putu Purnami, Ida; I Nyoman Sudiana; I Nengah Suandi; I Putu Mas Dewantara
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 02 (2025): Volume 10 No. 02 Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i02.26918

Abstract

Bali is rich in natural beauty and culture, one of which is Balinese music. Balinese music with local themes is often overlooked by the public, even though it has deep meaning and specific objectives from the creator. Researchers are interested in conducting a critical discourse analysis of the lyrics of the Balinese song “Taksu Bali” by Harmonia feat Gus Teja using Teun A. Van Dijk's theory. The research method used is a qualitative descriptive method, involving reading, analyzing, and classifying the lyrics of the song “Taksu Bali” by Harmonia feat. Gus Teja using Teun A. Van Dijk's approach. The results obtained from this study are that the macro-level structural elements of the song's topic are the cultural identity crisis of Bali in the era of modernization. The superstructure contains schematic elements such as introduction, verse, pre-chorus, chorus, refrain, bridge, modulation, ending, and coda. The macro-level structure includes setting, performance, implied meaning, word choice, and metaphor usage. The results of critical discourse analysis help reveal implied messages that may not be noticed by listeners, thereby increasing critical awareness of popular cultural content. This research can serve as an important reference for researchers and cultural practitioners in exploring the hidden social and political meanings in traditional and modern musical works.
A Systemic-Functional Model for Foreign Language Instruction in Tourism Service Contexts Susianti, Hartanti Woro; Suandi, I Nengah; Putrayasa, Ida Bagus
Interference: Journal of Language, Literature, and Linguistics Vol 6, No 2 (2025): INTERFERENCE
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/interference.v6i2.74073

Abstract

Abstract. Foreign language learning in vocational tourism institutions, such as the Bali Tourism Polytechnic, still faces challenges in developing students’ communicative competence that is both contextual and functional. This study aims to describe the fundamental principles of Systemic Functional Linguistics (SFL) and to design an SFL-based German language learning model tailored to the professional communication needs of the tourism sector. Employing a descriptive qualitative approach, the research was conducted through three main stages: a literature review, content analysis of authentic German tourism texts (e.g., hotel reservation dialogues, brochures, service emails, and spoken interactions), and the design of a learning model. The research instrument consisted of an SFL-based analytical grid covering ideational, interpersonal, and textual metafunctions to identify how language is used in professional tourism contexts. The findings demonstrate that integrating SFL into learning enables students to produce oral and written texts that are more contextual, communicative, and professionally appropriate, such as handling hotel reservations, providing travel information, and responding to customer complaints. The novelty of this study lies in applying SFL to German language learning within vocational tourism education, a field that has received little attention compared to English. Its broader implication is that an SFL-based learning model can serve as a framework for developing foreign language curricula in vocational education that are more practical, adaptive, and aligned with the demands of the global tourism industry. Keywords: German, Systemic-Functional Linguistics, vocational learning, tourism, text genres
An Analysis of Sentence Effectiveness in Thesis Abstracts of Undergraduate Nursing Students I Putu Gede Sutrisna; Ida Bagus Putrayasa; I Nengah Suandi
Journal of Practice Learning and Educational Development Vol. 5 No. 4 (2025): Journal of Practice Learning and Educational Development (JPLED)
Publisher : Global Action and Education for Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58737/jpled.v5i4.581

Abstract

Writing effective sentences is essential in academic writing, particularly in abstract sections which serve as the initial summary of a research work. This study aims to analyze the effectiveness of sentences used in abstracts of undergraduate nursing students’ theses at ITEKES Bali. Using a descriptive qualitative approach, the data consisted of 30 thesis abstracts from the 2024 academic year, selected through purposive sampling. The analysis was based on five criteria of effective sentences according to Ramlan (2005): unity, coherence, conciseness, accuracy, and logical structure. The results showed that out of 428 analyzed sentences, only 221 (51.6%) were considered effective, while 207 (48.4%) were ineffective. The most frequent issues were lack of coherence (28.5%), verbosity (21.7%), and weak sentence unity (18.4%). These findings indicate a significant gap between the expected academic writing standards and students' linguistic abilities. It also suggests a need for reinforced instruction on scientific writing and sentence construction in the academic curriculum. This research contributes to the development of targeted language teaching strategies to enhance the academic literacy of nursing students in higher education settings.
Co-Authors Ananda Aura Sifa Andiani, Dyah Ardeni, Made Sri Ayu Putu Purnami, Ida Budi, Imanuel Setyo Christina Purwanti Desak Made Yoniartini Dewa Bagus Sanjaya Dewa Nyoman Sudana Dewantara , I Putu Mas Drs. I Wayan Mudana,M.Si. . Elly, Kadek Fathorrahman Zairazi Gde Artawan Gunarianta, Komang Halena Gena, Engel Bertha I Dewa Gede Budi Utama I Gede Satria Aditya Wibawa I Gusti Agung Galuh Wismadewi I Gusti Ayu Niken Launingtia, I Gusti Ayu Niken I KADEK ADHI DWIPAYANA . I Kadek Fendy Permana Merta I Ketut Sudita I Nengah Martha I Nyoman Yasa I Putu Gede Sutrisna . I Putu Lanang Wijidyatmika I Putu Mas Dewantara I Wayan Kertayasa I Wayan Wendra Ida Ayu Putu Purnami Ida Bagus Putrayasa Januarta, Anak Agung Gede Aditya Kadek Wirahyuni Kami, Kanisius Kertayasa, I Wayan Komang Gunarianta Luh Yuli Purnamentari M.Pd Prof. Dr. I Nyoman Sudiana . Made Sri Ardeni Made Sri Indriani Negara, I Komang Astra Ni Made Halustini Ni Made Rai Wisudariani Ni Made Siska Ery Swandini Ni Putu Diana Sari Ni Putu Vina Novita Sari Nurul Humairah Nyoman Widiarsini Pande Gede Brahmandika Pande Made Denny Sanjaya Petrus Sepi Kogoya Prof. Dr. I Made Sutama,M.Pd . Prof. Dr. I Wayan Rasna,M.Pd . Purnamentari, Luh Yuli Purwa, Ida Bagus Putri, Ida Ayu Puti Rika Wibawanti Putu Andyka Putra Gotama Putu Sugihartini Sang Ayu Putu Sriasih Sari, Ni Putu Vina Novita Sifa, Ananda Aura Sitepu, Alex Marganta Sukrin, Sukrin Susianti, Hartanti Woro Suyasa, Pt. Agus Swadarma Putra, I Nyoman Arya SYAIFUL BAHRI Tantri, Ade Asih Susiari Wijidyatmika, I Putu Lanang