Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PERFORMANCE EXPECTANCY, EFFORT EXPECTANCY, HEDONIC MOTIVATION DAN HABIT TERHADAP BEHAVIORAL INTENTION PENGGUNAAN PLN MOBILE PADA GENERASI Z DI WILAYAH SOLO RAYA Shofi Nurbaiti; Dhiyan Septa Wihara; Ratih Amelia; Hafid Kholidi Hadi
Jurnal Ilmiah Manajemen, Ekonomi, & Akuntansi (MEA) Vol 10 No 2 (2026): Edisi Mei - Agustus 2026
Publisher : LPPM STIE Muhammadiah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31955/mea.v10i2.7796

Abstract

PLN terus mengembangkan layanan digital melalui aplikasi PLN Mobile untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan. Keberhasilan transformasi digital tersebut dipengaruhi oleh niat pengguna untuk terus memanfaatkan aplikasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Performance Expectancy, Effort Expectancy, Hedonic Motivation, dan Habit terhadap Behavioral Intention penggunaan PLN Mobile pada Generasi Z di Solo Raya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 150 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring dengan skala Likert 5 poin dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Performance Expectancy, Effort Expectancy, dan Habit berpengaruh positif dan signifikan terhadap Behavioral Intention, sedangkan Hedonic Motivation tidak berpengaruh signifikan. Variabel Habit menjadi prediktor paling dominan, sementara model penelitian mampu menjelaskan 47,9% variasi Behavioral Intention. Temuan ini menunjukkan bahwa manfaat, kemudahan penggunaan, dan kebiasaan merupakan faktor utama yang mendorong keberlanjutan penggunaan PLN Mobile oleh Generasi Z, sedangkan unsur kesenangan belum menjadi pertimbangan utama pada aplikasi layanan kelistrikan.
PERAN MEDIASI IMPOSTOR SYNDROME DALAM PENGARUH PERBANDINGAN SOSIAL DI LINKEDIN TERHADAP KECEMASAN MENGHADAPI DUNIA KERJA PADA MAHASISWA GENERASI Z DI SURABAYA Naila Alviana Nur; Hafid Kholidi Hadi; Hujjatullah Fazlurrahman
Jurnal Ilmiah Manajemen, Ekonomi, & Akuntansi (MEA) Vol 10 No 2 (2026): Edisi Mei - Agustus 2026
Publisher : LPPM STIE Muhammadiah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31955/mea.v10i2.7798

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh perbandingan sosial di LinkedIn terhadap kecemasan menghadapi dunia kerja dengan mempertimbangkan impostor syndrome sebagai mekanisme mediasi pada mahasiswa Generasi Z semester menengah hingga akhir di Kota Surabaya. Penelitian menerapkan pendekatan kuantitatif berdesain eksplanatori melalui cross-sectional survey. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner daring dari 209 responden yang dipilih dengan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria sebagai mahasiswa aktif Generasi Z, memiliki akun LinkedIn serta memanfaatkan platform tersebut untuk mendukung pengembangan karier. Analisis dilakukan menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan SmartPLS versi 4.1.1.8 melalui evaluasi model pengukuran dan model struktural. Hasil analisis menegaskan bahwa kecenderungan melakukan perbandingan sosial di LinkedIn berkaitan dengan meningkatnya kecemasan mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja. Hubungan tersebut berlangsung melalui munculnya impostor syndrome, yaitu keraguan terhadap kompetensi diri yang berkembang setelah mahasiswa mengevaluasi pencapaian profesionalnya berdasarkan informasi yang ditampilkan pengguna lain. Penelitian ini memperluas kajian mengenai perilaku mahasiswa pada media sosial profesional dengan menjelaskan impostor syndrome sebagai mekanisme psikologis yang menghubungkan peningkatan perbandingan sosial di LinkedIn dengan kecemasan menghadapi dunia kerja. Temuan penelitian juga memberikan implikasi bagi perguruan tinggi dan career center dalam mengembangkan program persiapan karier yang tidak hanya berfokus pada peningkatan kompetensi, tetapi juga pada penguatan kesiapan psikologis mahasiswa dalam mempersiapkan diri mememasuki dunia kerja professional.
Penguatan Kapasitas UMKM Ngoro Apik Mojokerto melalui Iklan Digital dan Optimasi Penjualan Online Menuju Transformasi Bisnis Berkelanjutan Muhammad Febrilian Dwi Syahputra Febri; Dhiyan Septa Wihara; Muhammad Fachmi; Renny Sari Dewi; Hafid Kholidi Hadi; Nadia Asandimitra Haryono
Abimanyu : Jornal of Community Engagement Vol 7 No 2 (2026): August 2026 (In Press)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Marketing capacity and product competitiveness remain major challenges for Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Indonesia, as most business actors still rely on conventional promotion and have not optimized digital advertising and online sales channels. This Community Service Program was conducted for MSMEs affiliated with the Ngoro Apik community in Ngoro Sub-district, Mojokerto Regency, East Java, Indonesia, with the objective of strengthening MSME marketing capacity through digital advertising and online sales optimization. The program employed an educative, participatory, and mentoring approach consisting of needs identification, preparation of training materials, digital marketing training, hands-on assistance in digital advertising and online sales, and monitoring and evaluation. Participants were guided from product branding, business account and marketplace setup, content planning, to running paid digital ad campaigns (Meta Ads, TikTok Ads, Google Ads) and basic performance evaluation. The results indicate that participants were able to build active business accounts, produce scheduled promotional content, and run measurable digital ad campaigns, while gaining a better understanding of data-based marketing decision-making. The implementation of digital advertising and online sales optimization also improved product visibility, expanded market reach, and strengthened brand image. These findings demonstrate that digital advertising and online sales optimization can serve as a practical, low-cost solution to support the sustainable digital transformation of MSME marketing.