p-Index From 2021 - 2026
8.757
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Public Health Science (IJPHS) International Journal of Evaluation and Research in Education (IJERE) Jurnal Pendidikan Vokasi Jurnal Kesehatan Lingkungan indonesia Jurnal Vektor Penyakit Journal of Education and Learning (EduLearn) Disease Prevention and Public Health Journal Jurnal Kesehatan Masyarakat JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT VANOS Journal of Mechanical Engineering Education BAGIMU NEGERI : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Jurnal Penelitian Pendidikan IPA (JPPIPA) Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat SYUKUR (Jurnal Inovasi Sosial dan Pengabdian Masyarakat) Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) International Journal of Community Service Learning Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Logista: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat) Jurnal Kesehatan Jurnal Psikologi : Jurnal Ilmiah Fakultas Psikologi Universitas Yudharta Pasuruan J-Kesmas: Jurnal Kesehatan Masyarakat (Indonesian Journal of Public Health) Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Psychopreneur Journal ARTERI : Jurnal Ilmu Kesehatan JUMANTIK: Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan Jurnal REKSA: Rekayasa Keuangan, Syariah dan Audit JURPIKAT (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Prima Abdika: Jurnal Pengabdian Masyarakat Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat Sanitasi: Jurnal Kesehatan Lingkungan Jurnal Kesehatan dan Pengelolaan Lingkungan IJCOSIN : Indonesian Journal of Community Service and Innovation ABDIMAYUDA: Indonesian Journal of Community Empowerment for Health JHeS (Journal of Health Studies) Aurelia: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Jurnal Inovasi Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Jurnal Keperawatan Profesional (KEPO) PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (SNPPM) UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO Promotor: Jurnal Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Bagimu Negeri : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Prosiding Seminar Nasional Unimus Kesmas: Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional (National Public Health Journal)
Claim Missing Document
Check
Articles

Pengembangan Desa Peduli Lingkungan di Desa Ngalang Gedangsari Gunungkidul Mulasari, Surahma Asti; Andrianty, Athika Ayu; Az Zahra, Zharifatul Ulya; Alhanani, Syahrul Akbar; Djamil, Setia Nanda Nabila; Nafiati, Lu'lu' Asti; Yuliansyah, Herman Asti; Tentama, Fatwa Asti; Sulistyawati, Sulistyawati; Sukesi, Tri Wahyuni
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 4, No 2 (2025): July 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v4i2.6727

Abstract

This community service activity aims to develop an environmentally conscious village (Desa Peduli Lingkungan) in Ngalang Village, Gedangsari, Gunungkidul, through the introduction and implementation of sustainable waste and resource management practices. The program focused on four key interventions: (1) utilization of maggot (Hermetia illucens) as an alternative feed for catfish to reduce feed costs and enhance growth, (2) application of stacked bucket systems for household organic waste composting to produce liquid organic fertilizer, (3) education on the importance and development of domestic wastewater drainage systems (SPAL), and (4) household waste management using the 3R approach (Reduce, Reuse, Recycle). The method involved educational sessions, distribution of pamphlets, pre- and post-tests to assess knowledge improvement, and practical demonstrations. Results showed significant increases in participants’ knowledge and skills across all topics, supported by strong engagement from community members and students involved in the KKN program. These integrated actions promote environmental awareness, support food security, and foster community empowerment using locally appropriate and sustainable technologies.Keywords: maggot, compost, wastewater, waste management, community empowerment
Hubungan Penerapan Personal hygiene dan Kondisi Lingkungan dengan Potensi Penularan Skabies Sukesi, Tri Wahyuni; Nisa, Khairun; Fitri, Rika Yulianti
Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia Vol 24, No 3 (2025): Oktober 2025
Publisher : Master Program of Environmental Health, Faculty of Public Health, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jkli.72728

Abstract

Latar belakang: Salah satu penyakit tropis terabaikan yang cukup umum, terutama di tempat-tempat dengan sanitasi yang buruk, adalah kudis atau scabies. Kontak langsung kulit ke kulit dan pertukaran pakaian dan handuk yang terinfeksi adalah dua cara penyakit ini dapat menyebar dengan cepat. Anak-anak di sekolah sangat rentan terhadap kudis, yang dapat berdampak pada prestasi akademik dan kualitas hidup mereka secara keseluruhan. Kebersihan pribadi yang tidak memadai dan lingkungan yang tidak sehat pada siswa sekolah dasar dapat menimbulkan  potensi tinggi terhadap penularan scabies. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana hubungan antara personal hygiene dan kondisi lingkungan terhadap potensi penularan skabies..Metode : Penelitian ini menggunakan metodologi cross-sectional dan desain analitik observasional. Sebanyak 54 siswa di kelas tiga hingga enam yang dipilih melalui total sampling menjadi sampel. Kuesioner yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas digunakan untuk mengumpulkan data. Dalam analisis bivariat, digunakan uji Chi-Square, dan dalam analisis multivariat, digunakan teknik regresi logistik.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebersihan badan (p=0,014; PR=4,571), kebersihan tangan (p=0,025; PR=3,837), kebersihan handuk (p=0,006; PR=4.792) dan kontak fisik (p=0,025; PR=3,837) memiliki hubungan dengan kejadian skabies. Sedangkan kebersihan pakaian (p=0.206) dan kebersihan air (p=0.416) tidak memiliki hubungan dengan kejadian skabies. Faktor paling berhubungan adalah kebersihan handuk (Exp(B)=9.587; p=0,038).Simpulan: Personal hygiene yang buruk berkontribusi terhadap penularan skabies. Edukasi kebersihan diri, peningkatan fasilitas sanitasi, dan perbaikan lingkungan sekolah diperlukan untuk menurunkan angka kejadian skabies. ABSTRACT Title: The Relationship Between Personal hygiene Practices and Environmental Conditions with the Potential for Scabies TransmissionBackground: This neglected tropical disease was widespread, particularly in areas with inadequate sanitation. The illness spread rapidly through direct skin-to-skin contact and the sharing of contaminated clothing and towels. School-age children were especially susceptible to scabies, which affected both their academic performance and overall well-being. The potential for scabies transmission can be caused by inadequate personal hygiene and an unhealthy environment in elementary school students.. This study aimed to examine the relationship between environmental factors, personal hygiene, with the likelihood of scabies transmission.Method: An observational analytical design and a cross-sectional approach were employed in this study. A total of 54 pupils in grades three through six were selected as samples using total sampling. Data was collected using a questionnaire that had passed validity and reliability assessments. The Chi-Square test was used for the bivariate analysis, while the logistic regression approach was applied in the multivariate analysis.Result: The findings showed that the incidence of scabies was associated with body hygiene (p=0.014; PR=4.571), hand hygiene (p=0.025; PR=3.8367), towel hygiene (p=0.006; PR=4.792), and physical contact (p=0.025; PR=3.8367). However, no significant correlation was found between the incidence of scabies and water hygiene (p=0.416) or garment hygiene (p=0.206). Towel hygiene was identified as the most relevant factor (Exp(B)=9.587; p=0.038).Conclusion: Poor personal hygiene contributed to scabies transmission. Personal hygiene education, improved sanitation facilities, and school environmental improvements were necessary to reduce the incidence of scabies.  
Efektivitas Air Perasan Kulit Jeruk Manis sebagai Larvasida Nyamuk Aedes aegypti Nurhaifah, Dita; Sukesi, Tri Wahyuni
Kesmas Vol. 9, No. 3
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam berdarah dengue ditularkan nyamuk Aedes aegypti yang dapat dicegah dengan temefos. Penggunaan yang berkelanjutan berdampak pada resistensi nyamuk dan kerusakan lingkungan. Untuk itu perlu larvasida alami dengan menggunakan air perasan kulit jeruk manis. Tujuan penelitian untuk membuktikan efektivitas air perasan kulit jeruk manis dalam membunuh larva uji dilihat dari nilai LC50 dan LT50 serta perbedaan efektivitasnya dengan temefos. Sampel 25 larva Aedes aegypti setiap gelas media dengan kriteria inklusi instar III yang aktif dan kriteria eksklusi larva instar I, II dan yang telah menjadi pupa/mati. Larva uji diamati selama 24 jam dengan tiga kali pengulangan. Desain penelitian adalah eksperimental murni. Tempat penelitian di Laboratorium Entomologi Universitas Ahmad Dahlan pada Juni 2014. Larvasida alami dibuat dengan menghaluskan kulit jeruk manis dan disaring sampai diperoleh sarinya. Konsentrasi yang digunakan adalah 0,05%; 0,2%; 0,4%; 0,6%; 0,8%; 1%; 1,2%; dan 1,4%. Penetapan konsentrasi berdasarkan pada uji pendahuluan, kematian larva tertinggi pada konsentrasi 1% dan terendah pada 0%. Pengolahan data dengan analisis regresi linear dan regresi probit. Air perasan kulit jeruk manis efektif sebagai larvasida nyamuk Aedes aegypti. Nilai LC50 adalah 0,731% dan nilai LT50 adalah 13.211 jam. Kelompok perlakuan yang dibandingkan dengan temfos (kontrol positif) menghasilkan perbedaan yang signifikan pada konsentrasi 0,05% ; 0,2%; 0,4% dan 0,6%. Dengue hemorrhagic fever is transmitted by Aedes aegypti mosquito that can be prevented with temefos. Sustainable use affects on mosquito resistance and environmental damage. Therefore, it needs natural larvasides by using sweet orange peel juice. The study aimed to prove the effectivity of sweet orange peel juice in killing test larvae seen from the LC50 and LT50 value as well as any difference of its effectivity with temefos. Samples were 25 Aedes aegypti larvae in each glass medium active instar III inclusion criterion and instar I, II, and which had become pupa / die exclusion criteria. Tested larvae were observed for 24 hours with three times repetition. The study desaign was true experimental. The place of study was in Entomology Laboratory of Universitas Ahmad Dahlan on June 2014. Natural larvasides was made from sweet orange peel juice. Concentration used was of 0.05%, 0.2%, 0.4%, 0.6%, 0.8%, 1%, 1.2%, and 1.4%. Determination of concentration based on preliminary test where the highest larva mortality 1% and the lowest at 0%. Processing of data was conducted using linear regression analysis and probit regression. Juice of sweet orange peel was effective as the Aedes aegypti mosquito larvicides. LC50 value was 0,731% and LT50 value was 13.211 hours. Group of treatment compared to temfos (control positive) resulted a significant difference in the concentration of 0.05%, 0.2%, 0.4%, and 0.6%.
Description of the COVID-19 Incident Based on Regional and Individual Characteristics (Case Study in Sleman Regency in The First Year of the Pandemic) Ariyani, Novia; Sunarti, Sunarti; Sukesi, Tri Wahyuni
J-Kesmas: Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat (The Indonesian Journal of Public Health) Vol 11, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/j-kesmas.v11i1.8490

Abstract

COVID-19 is a disease caused by the SAR virus, which can be transmitted from human to human and, in severe cases, lead to fatalities. Sleman Regency holds the highest number of COVID-19 cases in the Special Region of Yogyakarta (DIY). This research aims to describe characteristic regions and individual COVID incidents in Sleman regency during the first year of the pandemic period. Region’s characteristic is observed based on population density, even though the individual characteristic includes age, gender, and mobility. This descriptive research methodology relies on secondary data reports on COVID-19 cases in Sleman District Health Service. The research result showed COVID incidents in the first year of the pandemic is dominated by regions with population density. The highest case in Depok is as much as 18.4%. COVID cases in males in the age group 31-45 years old were 14.4%. The productive ages group also had a prevalence higher than 25.7%. In summary, the highest number of COVID-19 cases in the region with high population density, on male gender and productive age additionally the asymptomatic symptom group.
Pencegahan Stunting dengan Inovasi Teknologi berupa Modifikasi Timbangan Digital Terkoneksi Android Sudarsono, Bambang; Sukesi, Tri Wahyuni; Tentama, Fatwa; Mutmainah, Nur Fitri; Yuliansyah, Herman; Mulasari, Surahma Asti; Nafiati, Lu’lu’; Sulistyawati, Sulistyawati; Ghozali, Fanani Arief
Prima Abdika: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 4 (2023): Volume 3 Nomor 4 Tahun 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Flores Ende

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/abdika.v3i4.3176

Abstract

Stunting is a problem that has a negative impact on society and can last for a long time. This community service program aims to increase the knowledge and skills of partner communities in preventing stunting by using innovative technology called the "Tas Stunting Kit." This activity involves creating appropriate technology, training health cadres, and evaluating technological innovation. The digital scale is modified to connect to an Android tablet via Bluetooth and is packaged in a bag. This community service program was attended by 29 participants, all of whom were health cadres, with the implementing team consisting of the chief proposer, additional proposers, and a second team consisting of lecturers and students. This technological innovation was evaluated with the Software Usability Scale (SUS) as a series of modifications to digital scales and Android applications, with the results having an acceptable acceptability range. The subsequent follow-up is developing a more integrated data collection system as a basis for the village government to make data-based decisions.
Gambaran Kesiapan Berwirausaha Pada Pelaku UMKM Pasca Pandemi Covid-19 Tentama, Fatwa; Kurniawati, Kurniawati; Mulasari, Surahma Asti; Sukesi, Tri Wahyuni; Sulistyawati, Sulistyawati
ILMU PSIKOLOGI Vol 11 No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/jip.v11i1.4364

Abstract

Faktor kesiapan berwirausaha yang rendah akan menjadi penghambat bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dalam menjalankan usahanya secara berkelanjutan. Tujuan penelitian untuk mengetahui fenomena kesiapan berwirausaha pada pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Desa Ngalang pasca Pandemi Covid-19. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Metode pengumpulan data diambil dengan melakukan wawancara semi-terstruktur. Responden penelitian berjumlah 6 pelaku UMKM yang dipilih menggunakan purposive sampling dengan karakteristik berusia 20-40 tahun, memiliki usaha yang sudah berjalan minimal lima tahun, terdampak usaha saat pandemi Covid-19 selama dua tahun. Penelitian ini menggunakan teknik analisis isi dengan hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaku UMKM yang mengalami krisis, putus asa dan mengalami kebangkrutan hingga hampir tutup usahanya saat ini sudah mulai memiliki kesiapan berwirausaha kembali. Hal ini dapat dilihat dari responden memiliki aspek kesiapan berwirausaha yaitu keterampilan individu, ketakutan akan kegagalan, jaringan sosial, persepsi terhadap peluang. Temuan aspek lain pada responden tampak pada penyiapan fisik, mental, dan spiritual individu, penyiapan kepribadian, penyiapan perkembangan kepribadian, penyiapan kegiatan usaha, dan penyiapan kemampuan pemasaran produk. Pelaku UMKM memiliki kemampuan untuk siap berwirausaha pasca Pandemi Covid-19 ini.
FACTORS INFLUENCING HAND HYGIENE COMPLIANCE IN HYGIENE STAFF AT GRHASIA YOGYAKARTA HOSPITAL Mahdar, Mahdar; Sukesi, Tri Wahyuni; Ruliyandari, Rochana
Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 8 No. 4 (2024): DESEMBER
Publisher : LPPM Univ. Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/abdidos.v8i4.2510

Abstract

Hospitals are health facilities that provide outpatient and inpatient services to patients. In addition, hospitals can be a source of infection transmission for staff, patients, and other visitors. To prevent nosocomial infections in health workers, hospitals have the responsibility to protect all health workers, one of the efforts is to implement hand hygiene practices. Hand hygiene compliance in hospital settings in particular is influenced by several factors, including predisposing, enabling, and reinforcing elements, as well as support from management and the chief hygienist. The purpose of this study was to determine the relationship between predisposing, enabling, and reinforcing factors. The method used was quantitative correlation with a cross-sectional approach. The population of this study were 36 janitors, with a sample size of 36 respondents who were still active as janitors at Grhasia Hospital. Sample selection using the Total sampling method, using an analysis system carried out using Chi-Square. From the results of the bivariate test, there were the results of the highest number of respondents with early adult age as much as 63.9%. Gender 97.2% p-value 1000. Tenure is 80.6% p-value 0.163. Education as much as 97.2% p-value 1000. Good knowledge as much as 75% p-value 0.255. Positive attitude 58.3% p-value 0.626. Complete facilities 86.1% p-value 0.466. Motivation 58.3% p-value 1000. so that with these results there is a relationship between age, gender, tenure, education, attitude, facilities and motivation with an α value <0.05. While the results of the multivariate test obtained the results Age, tenure and attitude have a great opportunity to increase hand hygiene compliance in janitors. Hand hygiene compliance in janitors can be influenced by the age of janitors, length of service and positive attitudes in janitors.
ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN GEJALA NEROTOKSIK PADA PENGRAJIN KULIT DI DESA MANDING KABUPATEN BANTUL Bambang Indra Subekti; Tri Wahyuni Sukesi; Dyah Suryani
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol. 17 No. 2 (2025)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51712/7wkhtw81

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara ventilasi ruang kerja dan penggunaan alat pelindung diri (APD) dengan gejala neurotoksik pada pengrajin kulit di Desa Manding, Kabupaten Bantul. Latar belakang dari studi ini berangkat dari kondisi lingkungan kerja pengrajin kulit yang masih minim penerapan keselamatan dan kesehatan kerja, padahal mereka terpapar bahan kimia berbahaya seperti pelarut organik dan logam berat yang dapat menimbulkan gangguan sistem saraf. Kurangnya ventilasi dan rendahnya penggunaan APD diduga berkontribusi terhadap tingginya kejadian gejala neurotoksik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara ventilasi ruang kerja dan penggunaan alat pelindung diri (APD) dengan gejala neurotoksik pada pengrajin kulit di Desa Manding, Kabupaten Bantul. Metode: Metode yang digunakan adalah penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional. Sampel terdiri dari 92 pengrajin kulit yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan lembar observasi, kemudian dianalisis secara bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa 57,6% responden mengalami gejala neurotoksik. Sebanyak 40,2% responden bekerja di ruang dengan ventilasi yang kurang baik dan 78,3% tidak menggunakan APD. Uji bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara ventilasi ruang kerja (p < 0,05) dan penggunaan APD (p < 0,05) dengan gejala neurotoksik. Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa ventilasi ruang kerja yang tidak memadai dan rendahnya penggunaan APD berhubungan signifikan dengan kejadian gejala neurotoksik. Oleh karena itu, diperlukan intervensi berupa edukasi keselamatan kerja, penyediaan APD yang sesuai, dan perbaikan sistem ventilasi untuk menurunkan risiko gangguan kesehatan akibat paparan bahan kimia. Kata kunci: Gejala Neurotoksik, Ventilasi Ruang Kerja, Alat Pelindung Diri, Pengrajin Kulit, Bahan Kimia   ABSTRACT Background: The background of this study stems from the working environment of leather craftsmen, which still lacks adequate implementation of occupational health and safety measures. These workers are exposed to hazardous chemicals such as organic solvents and heavy metals that can cause nervous system disorders. Poor ventilation and low use of PPE are suspected to contribute to the high incidence of neurotoxic symptoms. Methods: The method used was an analytical observational study with a cross-sectional design. The sample consisted of 92 leather craftsmen selected using purposive sampling. Data were collected through questionnaires and observation sheets, then analyzed bivariately using the chi-square test. Results: The results showed that 57.6% of respondents experienced neurotoxic symptoms. A total of 40.2% of respondents worked in poorly ventilated spaces, and 78.3% did not use PPE. Bivariate analysis showed a significant relationship between workplace ventilation (p < 0.05) and the use of PPE (p < 0.05) with neurotoxic symptoms. Conclusion: The conclusion of this study is that inadequate workplace ventilation and low use of PPE are significantly associated with the occurrence of neurotoxic symptoms. Therefore, interventions such as occupational safety education, provision of appropriate PPE, and improvements in ventilation systems are necessary to reduce the risk of health problems due to chemical exposure.  Keywords: Neurotoxic symptoms, Workplace ventilation, Personal protective equipment (PPE), Leather craftsmen, Chemical substances
Pelatihan Pembuatan Nugget Lele Dan Nila Untuk Pencegahan Stunting di Kalurahan Tegalrejo Sukesi, Tri Wahyuni; Andini, Risnaida Ratri; Mutmainah, Nur Fitri; Tentama, Fatwa; Sudarsono, Bambang; Mulasari, Surahma Asti; Sulistyawati, Sulistyawati; Ghazali, Fanani Arief
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 5, No 1 (2026): January 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v5i1.7027

Abstract

Stunting masih menjadi salah satu permasalahan gizi kronis yang berdampak pada tumbuh kembang anak di Indonesia, termasuk di Kabupaten Gunung Kidul. Salah satu upaya pencegahan adalah melalui diversifikasi olahan pangan berbasis protein hewani yang mudah diakses masyarakat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kader kesehatan mengenai pengolahan nugget ikan lele dan nila sebagai alternatif pangan bergizi dalam pencegahan stunting. Metode yang digunakan adalah pelatihan partisipatif dengan teknik praktik langsung. Subjek kegiatan adalah 20 kader kesehatan di Kalurahan Tegalrejo, Gunung Kidul. Pengukuran pengetahuan dilakukan menggunakan pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor dari 69,8 sebelum pelatihan menjadi 81,25 sesudah pelatihan. Temuan ini membuktikan bahwa pelatihan mampu meningkatkan pengetahuan kader dalam pemanfaatan olahan ikan sebagai upaya promotif dan preventif pencegahan stunting.
Factors Contributing to the Successful Tuberculosis Preventive Treatment in Latent Tuberculosis: Literature Review Saputra, Randi Jaya; Sulistyawati, Sulistyawati; Sukesi, Tri Wahyuni
Jurnal Keperawatan Profesional (KEPO) Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6 Nomor 2 November 2025
Publisher : Sarana Ilmu Indonesia (salnesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36590/kepo.v6i2.1545

Abstract

In Indonesia, the coverage of tuberculosis preventive treatment in household contacts has not reached the national target (58%) of 2,6%. In the age group <5 years and other risk groups, the coverage was 5,1% and 3,1% , and the coverage in PLHIV was 6% with a national target of 50%. This literature review aimed to explore the factors that determine successful completion of TB preventive treatment. The literature review approach was conducted using databases from PubMed, Google Scholar, and ProQuest. Articles selected were full text, open access, between 2015 and 2025, and not a literature review, systematic review, or meta-analysis. From 487,952 articles based on keywords, 16 articles were selected that met the objectives and inclusion criteria of this study. The 16 articles were then entered into a matrix table to identify research results that were factors associated with the completion rate of tuberculosis preventive treatment (TPT) in patients with pulmonary tuberculosis. High TPT completion was supported by demographic factors, safe treatment regimens with minimal side effects, technology-based community approaches, improved access and adherence, tuberculosis education, social support, integrated health care systems and health policies.
Co-Authors - Sulistyawati Adam Abdul Malik Adela, Fatia Rizka Adelia Adelia Adelia Saharani Afifah Nur Salsabila Agustika Ahmad Fanani Ghazali Albarusi, Ratna Gumintang Alhanani, Syahrul Akbar Ananda Devi Puspitawati Andini, Risnaida Ratri Andrianty, Athika Ayu Andriyanto, Arif Anisah Anisah Apriyani, Dessy Arfiani Nur Khusna Arihni Arihatal Jannah Ariko Efendi Ariyani, Novia Arkana Januarti Atikah Mulyawati Az Zahra, Zharifatul Ulya Azizah Irjayanti Azizan Umi Hamilda Azzira, Deanisa Bahtiar Wilantara Bambang Indra Subekti Bambang Sudarsono Bambang Sudarsono Bambang Sudarsono Betty Epy Andani Budi Aji Cincin Tri Astuti Damaiwanti, Auril Desta Risky Kusuma Deta Amelia Hasri Dewi Mustika Khoirun Nisa Diana Andriyani Pratamawati Dita Nurhaifah Dita Nurhaifah, Dita Djamil, Setia Nanda Nabila Dyah Ayu Puspita Sari Dyah Suryani Dyah Suryani Efendi, Ariko Elsa Nurdyah Puspitarini Elysanti Toring Elma Bura Erviana, Vera Yuli Fanani Arief Ghazali Fanani Arief Ghozali Fanani Arief Ghozali Fanani Arief Ghozali Fanani Arif Ghozali Fatwa Tentama Fitrah Hidayahturrahmat M. H Fitri, Rika Yulianti Ghaitsa Al Ghefira , Ashifa Ghazali, Fanani Arief Ghozali, Fanani Arief Hadi Suyono Hapsari, Sekarsih Dyah Herman Yuliansyah Herman Yuliansyah Herman Yuliansyah Herman Yuliansyah Herman Yuliansyah Herman Yuliansyah Herman Yuliansyah Herman Yuliansyah, Herman Herminarto Sofyan Hidayat, Muhammad Syamsu Indah Indah Indriani, Nur Safani Irjayanti, Azizah Isna Rahma Maurizka Ita Latiana Damayanti Kahar, Mir Vindahati Kartika, Rizka Wahyu Khairun Nisa Kurniawati Kurniawati Kurniawati Kusuma, Desta Rizki Labiba, Khusna Linda Putri Darwamati Lu&#039;lu&#039; Nafiati Lu&#039;lu&#039; Nafiati Lu'lu' Nafiati Lu'lu' Nafiati Lu'lu' Nafiati Lu'lu' Nafiati Lu'lu' Nafiati Lu’lu’ Nafiati Lu’Lu’ Nafiati Lu’lu’ Nafiyati Lu’lu’ Nafiyati Mahdar, Mahdar Mahendra, Lalu Riza Mait, Tesya Oktavia Malik, Adam Abdul Maulana, Fadil Sidiq Dwika Maulana, Muchsin Maurizka, Isna Rahma Mir Vindahati Kahar Mubarok, Putri Prastiti Muchsin Maulana Mujiyono Mujiyono Mulyawati, Atikah Mutmainah, Nur Fitri Nabiila Adhelia Sarasati Nabila Putri Larasati Nafiati, Lu'lu' Nafiati, Lu'lu' Asti Nafiati, Lu’lu’ Noho, Atikah Aulia Ramadhani Nur Safani Indriani Nurfitriyani, Nurfitriyani Olivi Sabilla Sa'dani Prabandari Listyaningrum Pratiwi, Ratih Dian Prayudha Putri Anisa Widyastuti Putri Anisa Widyastuti Putri Edenia Parawansa Qomar, Nurul Izzah Al Qonita Qisthina Rachmawati, Wiwik Suci Ratih Dian Pratiwi Renni Renni Rika Yulianti Fitri Rindiani, Maisye Rokhmayanti Rokhmayanti Rujiаti, Rujiati Ruliyandari, Rochana Santi Santi Santri, Ichtiarini Nurullita Saputra, Randi Jaya Sari, Dyah Ayu Puspita Sari, Melita Putri W. Sekarsih Dyah Hapsari Septiani, Cezaratania Ayu Siska Handayani Siska Handayani Siti Kurnia Widi Hastuti Siti Nurhayati Sitti Nur Djannah Sitti Nur Djannah Siwi Pramatama Mars Wijayanti Siwi Pramatama Mars Wijayanti Solikhah Solikhah Subardjo Subardjo Subardjo, Subardjo Sudarsono, Bambang Sulistyawati Sulistyawati Sulistyawati Sulistyawati Sulistyawati Sunarti Supriyati Surahma Asri Mulasari Surahma Asti M Surahma Asti Mulasari Surahma Asti Mulasari Surahma Asti Mulasari Surahma Asti Mulasari Surahma Asti Mulasari Syahputra, Alpin Salam Tentama, Fatwa Asti Theresia Aprilia Girsang Tri Baskoro Tunggul Satoto Ulinnuha Yudiansa Putra Ummul Khair Vera Yuli Erviana Vicky Dita Ambarwati Wegig Pratama Widodo Hariyono Wijirahayu, Sucinah Ximenes, Adriano Yeni Yuliani Yohannes Didik Setiawan Yuli Patmasari YULIANI, YENI Yuliansyah, Herman Asti