p-Index From 2021 - 2026
14.339
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Gambaran kejadian postoperative nausea vomiting (PONV) pada pasien general dan regional anestesi Apriyanti, Meli; Sukmaningtyas, Wilis; Safitri, Maya
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 6 (2025): Volume 19 Nomor 6
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i6.1044

Abstract

Background: Postoperative nausea and vomiting (PONV) is a common complication after anesthetic procedures, both general and regional. This condition can cause discomfort, prolong recovery time, and increase healthcare costs. Purpose: To determine the incidence of postoperative nausea and vomiting (PONV) in patients undergoing surgery under general and regional anesthesia. Method: This was a quantitative descriptive study with a cross-sectional approach. The sample consisted of 75 patients undergoing surgery under general or regional anesthesia. Data were collected through observation and questionnaires regarding patient characteristics and the incidence of PONV within 24 hours after surgery. Results: Most respondents were aged 26–45 years (34.7%), predominantly female (62.7%), undergoing major surgery (77.3%) lasting 30–60 minutes (89.3%), and were non-smokers (73.3%). PONV occurred in 39 respondents (52.0%). Regional anesthesia was the most commonly used type of anesthesia (50.7%). Conclusion: PONV occurs more frequently in patients undergoing surgery under general anesthesia compared to patients undergoing regional anesthesia. This may be due to various factors, such as age, gender, type of surgery, duration of surgery, smoking history, and type of anesthesia. Suggestion: More effective prevention and management of PONV is needed, especially in patients undergoing general anesthesia, through the administration of prophylactic antiemetics and preoperative education.   Keywords: Anesthesia; General; Postoperative Nausea and Vomiting (PONV); Regional.   Pendahuluan: Postoperative Nausea and Vomiting (PONV) merupakan komplikasi umum setelah prosedur anestesi, baik general maupun regional. Kondisi ini dapat menyebabkan ketidaknyamanan, memperpanjang waktu pemulihan, dan meningkatkan biaya perawatan. Tujuan: Untuk mengetahui gambaran kejadian postoperative nausea and vomiting (PONV) pada pasien yang menjalani operasi dengan general anestesi dan regional anestesi. Metode: Penelitian desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 75 pasien yang menjalani operasi dengan general atau regional anestesi. Data dikumpulkan melalui observasi dan kuesioner mengenai karakteristik pasien serta kejadian PONV dalam 24 jam pascaoperasi. Hasil: Sebagian besar responden berusia 26–45 tahun (34.7%), mayoritas berjenis kelamin perempuan (62.7%), menjalani bedah mayor (77.3%) dengan durasi operasi 30–60 menit (89.3%), dan tidak merokok (73.3%). Kejadian PONV terjadi pada 39 responden (52.0%). Regional anestesi merupakan jenis anestesi yang paling banyak digunakan (50.7%). Simpulan: Kejadian PONV lebih banyak terjadi pada pasien yang menjalani operasi dengan general anestesi dibandingkan regional anestesi. Hal ini dapat disebabkan karena berbagai faktor, seperti faktor usia, jenis kelamin, jenis operasi, lama pembedahan, riwayat perokok, dan jenis anestesi. Saran: Diperlukan upaya pencegahan dan penanganan PONV yang lebih efektif, terutama bagi pasien dengan general anestesi, melalui pemberian antiemetik profilaksis dan edukasi praoperatif.   Kata Kunci: Anestesi; General; Post Operative Nausea and Vomiting (PONV); Regional.
Implementasi Relaksasi Genggam Jari pada Pasien Post Hernia Inguinalis Lateralis Sinistra dengan Masalah Gangguan Nyeri dan Ketidaknyamanan Irawan, Didik Dhani; Wulandari, Dwi Septi; Sukmaningtyas, Wilis
Journal of Management Nursing Vol. 1 No. 4 (2022): Journal of Management Nursing
Publisher : Scipro Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53801/jmn.v1i4.69

Abstract

Latar Belakang: Hernia inguinalis merupakan hernia yang terjadi penonjolan dibawah inguinalis, di daerah selangkangan atau skrotum. Pembedahan untuk menangani hernia menjadi salah satu cara yang lebih efektif karena metodenya yang konservatif (reposisi isi hernia inguinalis ke tempat semula). Nyeri menjadi salah satu masalah yang timbul pada pasien setelah dilakukan herniotomi dan hernioraphi selain gangguan mobilitas fisik, intoleransi aktivitas, dan resiko infeksi. Penatalaksanaan nyeri pada post operasi hernia dapat dilakukan secara non farmakoligis. Salah satu teknik relaksasi yang digunakan adalah teknik relaksasi genggam jari. Tujuan: Mengetahui pengaruh relaksasi genggam jari terhadap nyeri post operasi pada asuhan keperawatan Tn.T dengan diagnosis Hernia Inguinalis Lateralis Sinistra (HILS) di Ruang Cendrawasih Bawah RSUD Ajibarang Metode: Desain penelitian deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan yang terdiri dari pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi dengan memfokuskan implementasi keperawatan pada nyeri post Hernia Inguinalis Lateralis Sinistra (HILS) dengan memberikan relaksasi genggam jari. Adapun subjek studi kasus berjumlah satu kasus dengan masalah keperawatan nyeri post Hernia Inguinalis Lateralis Sinistra (HILS) di RSUD Ajibarang. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan skala nyeri pasien sebelum diberikan implementasi sebesar 5 sedangkan skala nyeri setelah diberikan implementasi relaksasi genggam jari selama 3 x 24 jam menjadi 3. Kesimpulan: Tindakan keperawatan yang perlu dilakukan pada pasien meliputi mengidentifikasi lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas, intensitas nyeri, mengidentifikasi skala nyeri, mengidentifikasi respons nyeri non verbal, berikan teknik non farmakologis untuk mengurangi nyeri. Dari penelitian ini dapat disimpulkan implementasi keperawatan relaksasi genggam jari 3x24 jam dapat menurunkan skala nyeri pada pasien post operasi.
Asuhan Keperawatan Nyeri Akut dengan Hipertensi di Wilayah Puskesmas Kalibagor Kabupaten Banyumas Sari, Finda Antika; Sukmaningtyas, Wilis; Ulfah , Mariah
Journal of Management Nursing Vol. 2 No. 1 (2022): Journal of Management Nursing
Publisher : Scipro Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53801/jmn.v2i1.78

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi adalah suatu keadaan dimana terjadi peningkatan tekanan darah didalam arteri diatas 140/90 mmHg. Tekanan darah tinggi dapat terjadi seiring dengan bertambahnya usia. Hipertensi merupakan salah satu faktor risiko dari penyakit seperti jantung, gagal ginjal, diabetes dan stroke. Masalah keperawatan yang sering muncul pada penderita hipertensi yaitu nyeri akut. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan asuhan keperawatan pada pasien hipertensi dengan nyeri akut. Metode: Penelitian ini dirancang menggunakan metode deskriptif kualitatif berbentuk studi kasus. Asuhan keperawatan diberikan kepada Tn. S selama 3 hari. Teknik pengumpulan data diperoleh dari hasil wawancara, observasi, dokumentasi/ catatan dan pemeriksaan fisik. Hasil: Hasil didapatkan bahwa pasien mengeluh kepala terasa sangat sakit atau nyeri sampai leher terasa cengeng sudah 2 hari. Pasien memiliki riwayat hipertensi yang tidak terkontrol. Tekanan darah 160/90 mmHg, nadi 83 kali per menit, irama nafas 23 kali per menit, suhu 36,5o C. Diagnosa medis tertulis pasien mengalami hipertensi. Kesimpulan: Berdasarkan data yang didapatkan, pasien mengalami nyeri akut. Peneliti memberikan intervensi teknik relaksasi nafas dalam selama 3 hari. Teknik relaksasi nafas dalam terbukti efektif dilakukan untuk mengatasi nyeri akut pada penderita hipertensi. Ini ditunjukan dengan adanya peningkatan nyeri dari cukup berat menjadi sedang pada hari ke-1 hingga ke-3. Sehingga asuhan keperawatan pada pasien hipertensi dengan nyeri akut di wilayah puskesmas kalibagor banyumas dapat teratasi sebagian.
Asuhan Keperawatan Gangguan Mobilitas Fisik dengan Stroke Non Hemoragik di Wilayah Puskesmas Sumbang Banyumas Sahrani, Atifah Syifa; Sukmaningtyas, Wilis; Khasanah, Suci
Journal of Management Nursing Vol. 2 No. 2 (2023): Journal of Management Nursing
Publisher : Scipro Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53801/jmn.v2i2.97

Abstract

Latar Belakang: Stroke merupakan suatu sindrom dengan tanda dan gejala kehilangan fungsi saraf pusat fokal (atau global) yang berkembang dengan cepat dalam detik atau menit. Tanda dan gejala ini berlangsung lebih dari 24 jam atau dapat menyebabkan kematian. Masalah keperawatan yang sering ditemukan adalah gangguan mobilitas yaitu keterbatasan dalam gerak fisik atau lebih ekstremitas secara mandiri. Kelemahan atau kelumpuhan akan menimbulkan gangguan mobilitas fisik dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa asuhan keperawatan pada pasien stroke non hemoragik yang mengalami gangguan mobilitas fisik. Metode: Penelitian ini dirancang dengan metode deskriptif kualitatif berbentuk studi kasus. Asuhan keperawatan diberikan kepada Tn. W selama 3 hari. Teknik pengumpulan data diperoleh dari hasil wawancara, observasi, dan pemeriksaan fisik. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukan pasien mengalami gangguan mobilitas fisik dimana hasil pemeriksaan fisik menunjukan pasien tidak dapat menggerakan tangan dan kaki kiri (ekstremitas kiri), pasien menggunakan kursi roda untuk berpindah, pasien memiliki riwayat hipertensi sejak 1 tahun yang lalu, pasien memiliki riwayat stroke 6 bulan yang lalu, tekanan darah 160/100 mmHg, suhu 36,8 °C, nadi 80 kali per menit, laju pernafasan 24 kali per menit, pasien sulit menelan makanan. Dari hasil pemeriksaan diatas diagnosa medis pasien mengalami stroke non hemoragik. Mobilitas pasien mengalami perbaikan setelah diberikan terapi ROM yang dibuktikan dengan pergerakan, kekuatan otot, rentan gerak awal 1 akhir 3. Gerak otot, gerak sendi, bergerak dengan mudah, pergelangan tangan, siku kiri, bahu kiri, pergelangan kaki kiri, lutut kiri awal 2 akhir 4. Pergelangan tangan kanan, siku kanan, bahu kanan, pergelangan kaki kanan awal 4 menjadi 5. Kesimpulan: Berdasarkan data yang didapat, terapi ROM terbukti efektif untuk meningkatkan kemampuan mobilitas fisik pada pasien yang mengalami stroke non hemoragik. Peneliti memberikan intervensi ROM selama 3 hari. Tindakan ROM selama 3 hari menunjukan adanya perubahan teradap nilai rentang dari pasien.
Gambaran Tingkat Pengetahuan Tentang Anestesi Spinal Pada Ibu Hamil Dengan Rencana Sectio Caesarea Di RSUD Brebes Wijaya, Aditya; Tophan Heri Wibowo; Wilis Sukmaningtyas
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses melahirkan janin baik secara pervaginam maupun dengan pembedahan Sectio Caesarea menjadi momen yang sangat berharga bagi pasangan suami dan istri. Persalinan SC adalah proses pembedahan dinding perut dan uterus, selain tidak memerlukan obat induksi proses pemulihannya tergolong cepat. Badan Pusat Statistik di Kabupaten Brebes menyatakan sebanyak 537 persalinan dengan SC terjadi pada tahun 2019. Anestesi spinal adalah proses memasukan obat lewat tulang belakang. Walaupun mempunyai efektifitas dan tingkat keamanan yang baik, namun ada berbagai macam komplikasi yang tentunya dapat menimbulkan kecemasan bagi ibu yang akan melakukan SC. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan tentang anestesi spinal pada ibu hamil dengan rencana sectio caesarea di RSUD Brebes. Hasil penelitian berdasarkan karakteristik responden ditemukan bahwa mayoritas responden yang berusia 25-35 tahun memliki tingkat pengetahuan baik sebanyak 8 responden (22,9%). Responden dengan pekerjaan IRT mayoritas memiliki tingkat pengetahuan baik yaitu sebanyak 11 responden (31,4%). Berdasarkan tingkat pendidikan diketahui sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan baik dengan pendidikan terakhir perguruan tingg yaitu sebanyak 7 responden (28,6%). Responden dengan riwayat SC sebelumnya mayoritas memiliki tingkat pengetahuan baik sebanyak 18 responden (51,4%). Tingkat pengetahuan berdasarkan riwayat anestesi spinal sebagian besar memiliki tingkat pengetahuan baik bagi responden yang pernah melakukan anestesi spinal sebanyak 19 responden (54,3%).
Hubungan Lama Operasi dengan Hipotermi pada Pasien Pascaspinal Anestesi Rahmanto, Edwin Teguh; Novitasari, Dwi; Sukmaningtyas, Wilis
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 4 (2024): Agustus 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i4.2687

Abstract

Hipotermi diantaranya penyebab keterlambatan waktu pulih sadar. Kejadian hipotermia mayoritas responden menjalani operasi besar (>60menit). Durasi anestesi dan operasi yang lama membuat suhu tubuh semakin rendah yang mengakibatkan shivering. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan lama operasi dengan hipotermi pada pasien pascaspinal anestesi di RSUD dr.H. Soemarno Sosroatmodjo Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara. Metode penelitian kuantitatif deskriptif korelasional dengan cross sektional. Jumlah populasi penelitian 82 pasien operasi spinal anestesi, jumlah sampel 67 orang dengan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian dengan lembar observasidan Termometer aksila digital (Thermo One) untuk mengukur suhu badan dengan nilai uji validitas 0,000 dan reliabilitas 0,671 dinyatakan valid dan reliable. Analisa data univariat dan bivariat Uji Chi-Square. Hasil observasi didapatkan lama operasi responden mayoritas 1-2 jam (sedang) (65,7%). Responden mayoritas mengalami hipotermi sedang (47,8%). Berdasarkan analisis data menggunakan uji chi-square menunjukkan nilai signifikansi.003. Kesimpulan yaitu terdapat hubungan lama operasi dan hipotermi pasien pascaspinal anestesi. Saran sebagai intervensi alternatif dalam melakukan asuhan keperawatan untuk mengatasi lama operasi dan hipotermi yang dirasakan pasien pascaspinal anestesi.
Gambaran Kenyamanan dan Kualitas Tidur pada Pasien Pasca Operasi Sulistianingrum, Andini; Suandika, Made; Sukmaningtyas, Wilis
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 6 (2024): Desember 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i6.4486

Abstract

Kenyamanan merupakan perasaan seseorang yang bersifat subjektif yang bisa dirasakan terhadap lingkungan. Kualitas tidur pada pasien dapat berdampak terhadap kenyamanan. Pola tidur yang buruk dapat mengakibatkan gangguan keseimbangan psikologis dalam diri seseorang yang mempengaruhi kualitas tidur seringkali mempunyai lebih satu penyebab yaitu faktor sosiodemografi yang terdiri dari jenis kelamin dan usia. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui gambaran kenyamanan dan kualitas tidur pada pasien pasca operasi Di Rumah Sakit Khusus Bedah Jatiwinangun Purwokerto. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional dan jenis studi observasional. Teknik sampling pada penelitian ini menggunakan puposive sampling dengan jumlah sebanyak 88 responden. Pada penelitian ini menggunakan data primer melalui pengisian kuesioner oleh responden, serta analisis data menggunakan analisis univariat. Hasil Penelitian sebagian besar pasien berusia 46-65 tahun memiliki kualitas tidur yang buruk sebanyak 26 (29,5%) pasien dan merasa tidak nyaman sebanyak 23 (26,1%) pasien. Pada pasien laki-laki sebagian besar memiliki kualitas tidur yang buruk sebanyak 41 (46,6%) pasien dan merasa tidak nyaman sebanyak 38 (43,2%) pasien. Pada jenis operasi general sebagai besar memiliki kualitas tidur yang buruk sebanyak 40 (45,5%) pasien dan merasa tidak nyaman sebanyak 36 (40,9%) pasien. Berdasarkan hasil penelitian berdasarkan seluruh aspek usia, jenis kelamin, dan jenis operasi didapatkan sebagian besar responden mengalami kualitas tidur yang buruk dan merasa tidak nyaman pasca operasi.
Gambaran Faktor Penyebab Kejadian Ketuban Pecah Dini di RSU Ananda Purwokerto Shiddiqiyah, Nurinnisa; Utami, Tin; Sukmaningtyas, Wilis
Viva Medika Vol 16 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/vm.v16i1.862

Abstract

Premature rupture of membranes (PROM) is one of the causes of infection which poses a serious threat to the welfare and health of the mother and fetus. It is proven in Indonesia that PROM is the highest disorder in childbirth complications. Several factors cause PROM such as parity, fetal position abnormalities, anemia, and so on. This study aims to describe the causes of premature rupture of membranes at Ananda General Hospital, Purwokerto. This research method is descriptive quantitative in retrospective approach. The population in this study is all medical record data for mothers giving birth with premature rupture of membranes at Ananda General Hospital Purwokerto in 2021, namely a total of 113 respondents using the total sampling technique so that the sample is 113 respondents. The type of data used is secondary data. The data analysis used is univariate analysis. Based on the results of the study, it was found that the majority age factor was mothers aged 20-35 years (92%), the majority parity factor was primiparous mothers (56.6%), the majority gestational age factor was term pregnancy (≥ 37 weeks) as many as ( 88.5%), the majority of fetal position abnormalities were head presentation (89.4%), the majority of anemia factors were not anemia (65.5%). There is still a high incidence of PROM from various causative factors, therefor it is hoped that health workers can provide the latest counseling from the results of this study and it is hoped that pregnant women will routinely carry out antenatal care in health services
Gambaran Tingkat Kemandirian Lansia dengan Rheumatoid Arthritis dalam Pemenuhan Activity Daily Living (ADL) Savitri, Nurmalita Ayu; Sukmaningtyas, Wilis; Wibowo, Tophan Heri
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 2 No. 7 (2022): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v2i7.426

Abstract

Elderly is someone who has entered the age of more than 60 years and over. Arthritis (arthritis) or rheumatism is the number two disease that attacks the elderly in Indonesia. Pain in rheumatoid arthritis patients appears and will cause discomfort and will also be hampered in carrying out various activities. The purpose of this study was to describe the level of independence of the elderly with rheumatoid arthritis in fulfilling daily living (ADL) activities. This research uses descriptive research method. The descriptive method in this study uses a literature review design (Library Study). The search strategy method to find journals used the keywords “Independence OR Independence AND Elderly OR Elderly AND Rheumatoid arthritis OR Rheumatic Disease AND Daily Activity OR Daily Activity OR Activity of Daily Living”. The results of the literature review are known from 7 journals, it can be concluded that 42,8% show that most of the elderly have a level of independence, in the category of moderate dependence, 7 journals show that most of the elderly are >60 years old, 71,4% of journals show that most of the gender of the elderly are women.
GAMBARAN KEJADIAN POST OPERATIVE NAUSEA AND VOMITING (PONV) PADA PASIEN PASCA GENERAL ANESTESI DI RUMAH SAKIT UMUM Hj. ANNA LASMANAH BANJARNEGARA Depi Anggara; Wilis Sukmaningtyas; Ikit Netra Wirakhmi
Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. 3 No. 6: Februari 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Efek samping umum yang biasanya muncul setelah operasi adalah mual, muntah, atau PONV pasca operasi. Kondisi ini terutama menyerang pasien yang melakukan prosedur anestesi umum. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami gejala mual dan muntah yang muncul setelah operasi pada pasien yang mendapat anestesi umum. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif observasional untuk mengukur PONV selama dua sampai enam jam operasi. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 103 responden. Penelitian ini dilakukan di Bangsal Bedah RSUD Hj. Anna Lasmanah Banjarnegara pada tanggal 3 September hingga 28 September 2023. Mayoritas responden tidak mengalami PONV 55 (53,4%); mayoritas responden mengalami PONV pada rentang usia 56–65 tahun sebanyak 17 responden (16,5%); mayoritas responden yang mengalami PONV yaitu perempuan sebanyak 25 responden (25,3%) dan mayoritas responden mengalami PONV yaitu pada responden yang memiliki riwayat PONV sebanyak 35 responden (33%). Temuan ini berdasarkan analisis data univariat yang dilakukan dengan menggunakan SPSS Versi 2023
Co-Authors Abdurrohman Rasyid Achmad Fadilah, Rizal Adiratna Sekar Siwi Adriani, Prasanti Adriyani, Fauziyah Hanum Nur Agus Dwi Yulianto Agustriliani, Ricke Pramesti Alfarizi, M Rizqy Diaz Alifiani, Azizah Putri Amin Susanto Amin Susanto Apriyanti, Meli Ardan, Achmad Area Dhiatamaa, Sketsa Areksah, Recy Ariani Putri Hidayat Asmat Burhan Asmat Burhan Assyifa, Ibnu Atun Raudotul Awal Tunis Yantoro Awal Tunis Yantoro Ayunda Frisqi Herlianingsih Azizah, Wafa Nur Bunga Evaliana Burhan, Asmat Danang Tri Yudhono Dea Oktria Nur Dedi, Dedi Irawan Depi Anggara Devi Ratna Puspitasari Dewi, Hefty Kusuma Didik Dhani Irawan Dilla Ainun Nurjanah Divya Deynilisa Dwi Atika Safitri Dwi Novitasari Dwi Septi Wulandari Dwi Wahyuni Dzuhuri, Muh Adnan Elfi Aprilia Farhan Fawwaz Febriyanti, Vivin Dwi Feti Kumala Dewi Fhadilah Putri Syiva Alifa Fifi Sephia Nika Firdaus, Eza Kemal Fitrianingsih Fitrianingsih Gangsar Haryo Narendra Gita Afriyani R Gulo, Sinansari Hanum NA, Fauziah Hapsari, Amelya Prabawati Heriyani Heriyani Hikmal Akbar Hikmal Akbar Hikmanti, Arlyana Hilda Nesa Dwiningrum Hilda Nesa Dwiningrum ibadillah yusmana Ibrahim, Nawal Iis Setiawan Ikhlas Mapolawa Ikhwan Yuda Kusuma Ikit Netra W Indri Heri Susanti Irawan, Didik Dhani Jaylening Wintri Dao Juarsa, Salsabila Saila Karmana, Dede Linda Yanti M Rizqy Diaz Alfarizi Made Suandika Madyo Maryoto Madyo Maryoto Magenda Bisma Yudha Marfuatus Solikhah Maria Paulina Irma Susanti Mariah Ulfah Maya Safitri Maya Safitri Meliana Hardian Rahmawati Mixrova Sebayang, Septian Muhamad Iksan Ramadhansyah Muhammad Def Muhammad Pandu Wira Sena Isnantopo, Noor Nensyi Ardiani Lorensa Nika, Fifi Sephia Nofyanto, Deden Noor Rochmah Ida Ayu TP Novita Sari Nur Ardiyani, Fauziah Hanum Nur Wahyuni Nuraeni Nuraeni Nurinnisa Shiddiqiyah Nurmalita Ayu Savitri Ocha Rajabia Rahmah Pramudya Gurensky, Ganea Rada, Muh Husein Rafi Dwi Kusuma Rahmanto, Edwin Teguh Rahmat Danus Rahmat Danus Rahmawati, Arni Nur Rahmi Zahra Akyunin Ramlan Ramlan Refa Teja Muti Reni Dwi Setyaningsih Restu Pujianto Retno Kristanti Retno Monicha Sari Ria Anggrina Ria Anggrina Ricky Irawan Riski Ardi Saputro Riski Saputra Risky Hidayat Riyan Makhfudin Rizki Fauzi Rizkiaturrahma, Farah Rizqi Nur Azkiyah Roro Lintang Suryani S.Pd. M Kes I Ketut Sudiana . Sahrani, Atifah Syifa Salsabila Putri Hendrila Sari, Finda Antika Savitri, Nurmalita Ayu Sekar Pertiwi Sekar Siwi, Adiratna Septi Ajeng Nur Prihatini Septian Mixrova Sebayang Septian Mixrova Sebayang Setyawati, Martyarini Budi Shiddiqiyah, Nurinnisa sinta desiyanti Sintya Dwi Utami Siti Haniyah Siti Robi'ah Yuniatun Sri Rahayu Sri Wahyuni suci khasanah Suci Khasanah Sugiharti, Rosi Kurnia Sulistianingrum, Andini Suryo Ediyono Susanto, Amin Susilo Rini Talakua, Yoan Tika Thopan Heri Wibowo Tiara Octa Afrilya Tin Utami Tin Utami Topan Heri Wibowo Tophan Heri Wibowo Tophan Heri Wibowo Tophan Heri Wibowo Tri Rastuti Tri Sumarni Tri Sumarni Triyudono, Danang Ulfah , Mariah Wahyu Dwi Rahmawati Wahyu Hidayat Wahyuni, Tika Wasis Eko Kurniawan Wibowo, Tophan Heri Wijaya, Aditya Windiarti, Prahesti Anita Wirakhmi, Ikit Netra Wiwit Arif Hidayat Wulandari, Dwi Septi Yanrin, Adzana Salsabila Nezga Pratama Yantoro, Awal Tunis Yudono, Danang Tri Yunita Bonis Zidan, Fahmi