Claim Missing Document
Check
Articles

Implementasi Relaksasi Genggam Jari pada Pasien Post Hernia Inguinalis Lateralis Sinistra dengan Masalah Gangguan Nyeri dan Ketidaknyamanan Irawan, Didik Dhani; Wulandari, Dwi Septi; Sukmaningtyas, Wilis
Journal of Management Nursing Vol. 1 No. 4 (2022): Journal of Management Nursing
Publisher : Scipro Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53801/jmn.v1i4.69

Abstract

Latar Belakang: Hernia inguinalis merupakan hernia yang terjadi penonjolan dibawah inguinalis, di daerah selangkangan atau skrotum. Pembedahan untuk menangani hernia menjadi salah satu cara yang lebih efektif karena metodenya yang konservatif (reposisi isi hernia inguinalis ke tempat semula). Nyeri menjadi salah satu masalah yang timbul pada pasien setelah dilakukan herniotomi dan hernioraphi selain gangguan mobilitas fisik, intoleransi aktivitas, dan resiko infeksi. Penatalaksanaan nyeri pada post operasi hernia dapat dilakukan secara non farmakoligis. Salah satu teknik relaksasi yang digunakan adalah teknik relaksasi genggam jari. Tujuan: Mengetahui pengaruh relaksasi genggam jari terhadap nyeri post operasi pada asuhan keperawatan Tn.T dengan diagnosis Hernia Inguinalis Lateralis Sinistra (HILS) di Ruang Cendrawasih Bawah RSUD Ajibarang Metode: Desain penelitian deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan yang terdiri dari pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi dengan memfokuskan implementasi keperawatan pada nyeri post Hernia Inguinalis Lateralis Sinistra (HILS) dengan memberikan relaksasi genggam jari. Adapun subjek studi kasus berjumlah satu kasus dengan masalah keperawatan nyeri post Hernia Inguinalis Lateralis Sinistra (HILS) di RSUD Ajibarang. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan skala nyeri pasien sebelum diberikan implementasi sebesar 5 sedangkan skala nyeri setelah diberikan implementasi relaksasi genggam jari selama 3 x 24 jam menjadi 3. Kesimpulan: Tindakan keperawatan yang perlu dilakukan pada pasien meliputi mengidentifikasi lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas, intensitas nyeri, mengidentifikasi skala nyeri, mengidentifikasi respons nyeri non verbal, berikan teknik non farmakologis untuk mengurangi nyeri. Dari penelitian ini dapat disimpulkan implementasi keperawatan relaksasi genggam jari 3x24 jam dapat menurunkan skala nyeri pada pasien post operasi.
Asuhan Keperawatan Nyeri Akut dengan Hipertensi di Wilayah Puskesmas Kalibagor Kabupaten Banyumas Sari, Finda Antika; Sukmaningtyas, Wilis; Ulfah , Mariah
Journal of Management Nursing Vol. 2 No. 1 (2022): Journal of Management Nursing
Publisher : Scipro Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53801/jmn.v2i1.78

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi adalah suatu keadaan dimana terjadi peningkatan tekanan darah didalam arteri diatas 140/90 mmHg. Tekanan darah tinggi dapat terjadi seiring dengan bertambahnya usia. Hipertensi merupakan salah satu faktor risiko dari penyakit seperti jantung, gagal ginjal, diabetes dan stroke. Masalah keperawatan yang sering muncul pada penderita hipertensi yaitu nyeri akut. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan asuhan keperawatan pada pasien hipertensi dengan nyeri akut. Metode: Penelitian ini dirancang menggunakan metode deskriptif kualitatif berbentuk studi kasus. Asuhan keperawatan diberikan kepada Tn. S selama 3 hari. Teknik pengumpulan data diperoleh dari hasil wawancara, observasi, dokumentasi/ catatan dan pemeriksaan fisik. Hasil: Hasil didapatkan bahwa pasien mengeluh kepala terasa sangat sakit atau nyeri sampai leher terasa cengeng sudah 2 hari. Pasien memiliki riwayat hipertensi yang tidak terkontrol. Tekanan darah 160/90 mmHg, nadi 83 kali per menit, irama nafas 23 kali per menit, suhu 36,5o C. Diagnosa medis tertulis pasien mengalami hipertensi. Kesimpulan: Berdasarkan data yang didapatkan, pasien mengalami nyeri akut. Peneliti memberikan intervensi teknik relaksasi nafas dalam selama 3 hari. Teknik relaksasi nafas dalam terbukti efektif dilakukan untuk mengatasi nyeri akut pada penderita hipertensi. Ini ditunjukan dengan adanya peningkatan nyeri dari cukup berat menjadi sedang pada hari ke-1 hingga ke-3. Sehingga asuhan keperawatan pada pasien hipertensi dengan nyeri akut di wilayah puskesmas kalibagor banyumas dapat teratasi sebagian.
Asuhan Keperawatan Gangguan Mobilitas Fisik dengan Stroke Non Hemoragik di Wilayah Puskesmas Sumbang Banyumas Sahrani, Atifah Syifa; Sukmaningtyas, Wilis; Khasanah, Suci
Journal of Management Nursing Vol. 2 No. 2 (2023): Journal of Management Nursing
Publisher : Scipro Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53801/jmn.v2i2.97

Abstract

Latar Belakang: Stroke merupakan suatu sindrom dengan tanda dan gejala kehilangan fungsi saraf pusat fokal (atau global) yang berkembang dengan cepat dalam detik atau menit. Tanda dan gejala ini berlangsung lebih dari 24 jam atau dapat menyebabkan kematian. Masalah keperawatan yang sering ditemukan adalah gangguan mobilitas yaitu keterbatasan dalam gerak fisik atau lebih ekstremitas secara mandiri. Kelemahan atau kelumpuhan akan menimbulkan gangguan mobilitas fisik dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa asuhan keperawatan pada pasien stroke non hemoragik yang mengalami gangguan mobilitas fisik. Metode: Penelitian ini dirancang dengan metode deskriptif kualitatif berbentuk studi kasus. Asuhan keperawatan diberikan kepada Tn. W selama 3 hari. Teknik pengumpulan data diperoleh dari hasil wawancara, observasi, dan pemeriksaan fisik. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukan pasien mengalami gangguan mobilitas fisik dimana hasil pemeriksaan fisik menunjukan pasien tidak dapat menggerakan tangan dan kaki kiri (ekstremitas kiri), pasien menggunakan kursi roda untuk berpindah, pasien memiliki riwayat hipertensi sejak 1 tahun yang lalu, pasien memiliki riwayat stroke 6 bulan yang lalu, tekanan darah 160/100 mmHg, suhu 36,8 °C, nadi 80 kali per menit, laju pernafasan 24 kali per menit, pasien sulit menelan makanan. Dari hasil pemeriksaan diatas diagnosa medis pasien mengalami stroke non hemoragik. Mobilitas pasien mengalami perbaikan setelah diberikan terapi ROM yang dibuktikan dengan pergerakan, kekuatan otot, rentan gerak awal 1 akhir 3. Gerak otot, gerak sendi, bergerak dengan mudah, pergelangan tangan, siku kiri, bahu kiri, pergelangan kaki kiri, lutut kiri awal 2 akhir 4. Pergelangan tangan kanan, siku kanan, bahu kanan, pergelangan kaki kanan awal 4 menjadi 5. Kesimpulan: Berdasarkan data yang didapat, terapi ROM terbukti efektif untuk meningkatkan kemampuan mobilitas fisik pada pasien yang mengalami stroke non hemoragik. Peneliti memberikan intervensi ROM selama 3 hari. Tindakan ROM selama 3 hari menunjukan adanya perubahan teradap nilai rentang dari pasien.
Gambaran Tingkat Pengetahuan Tentang Anestesi Spinal Pada Ibu Hamil Dengan Rencana Sectio Caesarea Di RSUD Brebes Wijaya, Aditya; Tophan Heri Wibowo; Wilis Sukmaningtyas
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses melahirkan janin baik secara pervaginam maupun dengan pembedahan Sectio Caesarea menjadi momen yang sangat berharga bagi pasangan suami dan istri. Persalinan SC adalah proses pembedahan dinding perut dan uterus, selain tidak memerlukan obat induksi proses pemulihannya tergolong cepat. Badan Pusat Statistik di Kabupaten Brebes menyatakan sebanyak 537 persalinan dengan SC terjadi pada tahun 2019. Anestesi spinal adalah proses memasukan obat lewat tulang belakang. Walaupun mempunyai efektifitas dan tingkat keamanan yang baik, namun ada berbagai macam komplikasi yang tentunya dapat menimbulkan kecemasan bagi ibu yang akan melakukan SC. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan tentang anestesi spinal pada ibu hamil dengan rencana sectio caesarea di RSUD Brebes. Hasil penelitian berdasarkan karakteristik responden ditemukan bahwa mayoritas responden yang berusia 25-35 tahun memliki tingkat pengetahuan baik sebanyak 8 responden (22,9%). Responden dengan pekerjaan IRT mayoritas memiliki tingkat pengetahuan baik yaitu sebanyak 11 responden (31,4%). Berdasarkan tingkat pendidikan diketahui sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan baik dengan pendidikan terakhir perguruan tingg yaitu sebanyak 7 responden (28,6%). Responden dengan riwayat SC sebelumnya mayoritas memiliki tingkat pengetahuan baik sebanyak 18 responden (51,4%). Tingkat pengetahuan berdasarkan riwayat anestesi spinal sebagian besar memiliki tingkat pengetahuan baik bagi responden yang pernah melakukan anestesi spinal sebanyak 19 responden (54,3%).
Pelatihan Bantuan Hidup Dasar pada Kegawatdaruratan Bayi Saat Tersedak Menggunakan Teknik Back Blow di Desa Ledug Hidayat, Ariani Putri; Sukmaningtyas, Wilis; Firdaus, Eza Kemal
Jurnal Inovasi Global Vol. 2 No. 8 (2024): Jurnal Inovasi Global
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jig.v2i8.149

Abstract

Tersedak merupakan suatu kegawatdaruratan yang sangat berbahaya, karena dalam beberapa menit akan terjadi kekurangan oksigen secara general atau menyeluruh sehingga hanya dalam hitungan menit klien akan kehilangan reflek nafas, denyut jantung dan kematian secara permanen dari batang otak. Penanganan tersedak pada anak sangat tergantung pada peran orangtua. Pengetahuan orangtua yang berbeda akan mengakibatkan penanganan tersedak pada anak yang berbeda pula. Perlu ada pendidikan untuk mengubah atau mempengaruhi perilaku orangtua tentang penanganan tersedak, salah satunya melalui penyuluhan. Hasil yang telah dilakukan menghasilkan pre test dengan kategori cukup 10 peserta (33%) dan kategori kurang 20 peserta (66,7%) setelah pemaparan materi meningkat menjadi kategori baik 14 peserta (46,7%) dan kategori cukup 16 (53,3%). Sementara itu di keterampilan para peserta cukup menguasai dengan dibuktikannya sebelum di demonstarikan dalam kategori tidak terampil hamper semua peserta. Berdasarkan hal tersebut, penulis mendemonstrasikan tindakan back blow menggunakan pantom lalu menerangkan kembali melalui audio visual keterampilan para peserta menjadi cukup baik di dalam kategori terampil sebanyak 27 peserta (90%) dan tidak terampil 3 peserta (10%).
Edukasi Kesehatan Tentang Penanganan Pertama Kegawatdaruratan Kejang demam pada Anak di Desa Ledug Hendrila, Salsabila Putri; Sukmaningtyas, Wilis; Firdaus, Eza Kemal
Jurnal Inovasi Global Vol. 2 No. 10 (2024): Jurnal Inovasi Global
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jig.v2i10.183

Abstract

Penanganan pertama kejang demam pada anak merupakan tindakan krusial yang perlu diketahui oleh orang tua untuk mencegah komplikasi lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur efektivitas edukasi kesehatan dalam meningkatkan pengetahuan orang tua mengenai penanganan pertama kejang demam pada anak usia 6 bulan hingga 5 tahun. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu dengan desain pre-test dan post-test pada 30 responden di Desa Ledug. Edukasi diberikan melalui metode ceramah dan demonstrasi menggunakan media visual seperti video dan PowerPoint. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan responden setelah edukasi, dengan nilai pre-test pada kategori baik sebesar 63,3% meningkat menjadi 93,3% pada post-test. Kesimpulannya, edukasi kesehatan ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan orang tua mengenai penanganan kejang demam, sehingga dapat mengurangi risiko komplikasi pada anak yang mengalami kejang demam.
Hubungan Lama Operasi dengan Hipotermi pada Pasien Pascaspinal Anestesi Rahmanto, Edwin Teguh; Novitasari, Dwi; Sukmaningtyas, Wilis
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 4 (2024): Agustus 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i4.2687

Abstract

Hipotermi diantaranya penyebab keterlambatan waktu pulih sadar. Kejadian hipotermia mayoritas responden menjalani operasi besar (>60menit). Durasi anestesi dan operasi yang lama membuat suhu tubuh semakin rendah yang mengakibatkan shivering. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan lama operasi dengan hipotermi pada pasien pascaspinal anestesi di RSUD dr.H. Soemarno Sosroatmodjo Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara. Metode penelitian kuantitatif deskriptif korelasional dengan cross sektional. Jumlah populasi penelitian 82 pasien operasi spinal anestesi, jumlah sampel 67 orang dengan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian dengan lembar observasidan Termometer aksila digital (Thermo One) untuk mengukur suhu badan dengan nilai uji validitas 0,000 dan reliabilitas 0,671 dinyatakan valid dan reliable. Analisa data univariat dan bivariat Uji Chi-Square. Hasil observasi didapatkan lama operasi responden mayoritas 1-2 jam (sedang) (65,7%). Responden mayoritas mengalami hipotermi sedang (47,8%). Berdasarkan analisis data menggunakan uji chi-square menunjukkan nilai signifikansi.003. Kesimpulan yaitu terdapat hubungan lama operasi dan hipotermi pasien pascaspinal anestesi. Saran sebagai intervensi alternatif dalam melakukan asuhan keperawatan untuk mengatasi lama operasi dan hipotermi yang dirasakan pasien pascaspinal anestesi.
Gambaran Kenyamanan dan Kualitas Tidur pada Pasien Pasca Operasi Sulistianingrum, Andini; Suandika, Made; Sukmaningtyas, Wilis
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 6 (2024): Desember 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i6.4486

Abstract

Kenyamanan merupakan perasaan seseorang yang bersifat subjektif yang bisa dirasakan terhadap lingkungan. Kualitas tidur pada pasien dapat berdampak terhadap kenyamanan. Pola tidur yang buruk dapat mengakibatkan gangguan keseimbangan psikologis dalam diri seseorang yang mempengaruhi kualitas tidur seringkali mempunyai lebih satu penyebab yaitu faktor sosiodemografi yang terdiri dari jenis kelamin dan usia. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui gambaran kenyamanan dan kualitas tidur pada pasien pasca operasi Di Rumah Sakit Khusus Bedah Jatiwinangun Purwokerto. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional dan jenis studi observasional. Teknik sampling pada penelitian ini menggunakan puposive sampling dengan jumlah sebanyak 88 responden. Pada penelitian ini menggunakan data primer melalui pengisian kuesioner oleh responden, serta analisis data menggunakan analisis univariat. Hasil Penelitian sebagian besar pasien berusia 46-65 tahun memiliki kualitas tidur yang buruk sebanyak 26 (29,5%) pasien dan merasa tidak nyaman sebanyak 23 (26,1%) pasien. Pada pasien laki-laki sebagian besar memiliki kualitas tidur yang buruk sebanyak 41 (46,6%) pasien dan merasa tidak nyaman sebanyak 38 (43,2%) pasien. Pada jenis operasi general sebagai besar memiliki kualitas tidur yang buruk sebanyak 40 (45,5%) pasien dan merasa tidak nyaman sebanyak 36 (40,9%) pasien. Berdasarkan hasil penelitian berdasarkan seluruh aspek usia, jenis kelamin, dan jenis operasi didapatkan sebagian besar responden mengalami kualitas tidur yang buruk dan merasa tidak nyaman pasca operasi.
Gambaran Faktor Penyebab Kejadian Ketuban Pecah Dini di RSU Ananda Purwokerto Shiddiqiyah, Nurinnisa; Utami, Tin; Sukmaningtyas, Wilis
Viva Medika Vol 16 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/vm.v16i1.862

Abstract

Premature rupture of membranes (PROM) is one of the causes of infection which poses a serious threat to the welfare and health of the mother and fetus. It is proven in Indonesia that PROM is the highest disorder in childbirth complications. Several factors cause PROM such as parity, fetal position abnormalities, anemia, and so on. This study aims to describe the causes of premature rupture of membranes at Ananda General Hospital, Purwokerto. This research method is descriptive quantitative in retrospective approach. The population in this study is all medical record data for mothers giving birth with premature rupture of membranes at Ananda General Hospital Purwokerto in 2021, namely a total of 113 respondents using the total sampling technique so that the sample is 113 respondents. The type of data used is secondary data. The data analysis used is univariate analysis. Based on the results of the study, it was found that the majority age factor was mothers aged 20-35 years (92%), the majority parity factor was primiparous mothers (56.6%), the majority gestational age factor was term pregnancy (≥ 37 weeks) as many as ( 88.5%), the majority of fetal position abnormalities were head presentation (89.4%), the majority of anemia factors were not anemia (65.5%). There is still a high incidence of PROM from various causative factors, therefor it is hoped that health workers can provide the latest counseling from the results of this study and it is hoped that pregnant women will routinely carry out antenatal care in health services
A Cross-Sectional Study on the Relationship Between Age, Surgery Duration, and Post-Anesthesia Hypothermia Incidenc: English Narendra, Gangsar Haryo; Sukmaningtyas, Wilis; Burhan, Asmat
Viva Medika Vol 16 No 4 (2023)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/vm.v16i4.1101

Abstract

Background: Hypothermia is a post-anesthesia complication commonly found in the recovery room after general and regional anesthesia. Patients undergoing surgery are at risk of hypothermia. Hypothermia can be defined as a body temperature of less than 36oC. Objective: to identify the relationship between age and length of surgery with the incidence of post-anesthesia hypothermia at Hospital dr.R.Goeteng Taroenadibrata Methods: This research method uses a quantitative approach with a cross-sectional approach. A sample of 86 post-anesthesia respondents with a purposive sampling technique and chi-square test to analyze the data. Results: This study shows a relationship between age and the incidence of hypothermia with a chi-square value with a probability value of 0.001 <0.05. This study also shows a connection between the length of surgery and the incidence of hypothermia at 69% with an X2 value with a probability value of p = 0.001. Conclusion: We confirmed that age and duration of surgery significantly affect patients' thermoregulation after general anaesthesia and regional anaesthesia, resulting in various signs and symptoms.
Co-Authors Abdurrohman Rasyid Achmad Fadilah, Rizal Adiratna Sekar Siwi Adriani, Prasanti Adriyani, Fauziyah Hanum Nur Afrilya, Tiara Octa Agustriliani, Ricke Pramesti Alfarizi, M Rizqy Diaz Alifa, Fhadilah Putri Syiva Alifiani, Azizah Putri Amin Susanto Apriyanti, Meli Ardan, Achmad Area Dhiatamaa, Sketsa Areksah, Recy Asmat Burhan Assyifa, Ibnu Ayunda Frisqi Herlianingsih Azizah, Wafa Nur Bisma Yudha, Magenda Burhan, Asmat Danang Tri Yudhono Dea Oktria Nur Dedi, Dedi Irawan Depi Anggara Devi Ratna Puspitasari Dewi, Hefty Kusuma Didik Dhani Irawan Dwi Atika Safitri Dwi Novitasari Dwi Septi Wulandari Dwi Wahyuni Dzuhuri, Muh Adnan Elfi Aprilia Farhan Fawwaz Fauzi, Rizki Febriyanti, Vivin Dwi Feti Kumala Dewi Firdaus, Eza Kemal Fitrianingsih Fitrianingsih Gita Afriyani R Gulo, Sinansari Hanum NA, Fauziah Hapsari, Amelya Prabawati Hendrila, Salsabila Putri Hidayat, Ariani Putri Hikmal Akbar Hikmanti, Arlyana Hilda Nesa Dwiningrum ibadillah yusmana Ibrahim, Nawal Iis Setiawan Ikhwan Yuda Kusuma Irawan, Didik Dhani Juarsa, Salsabila Saila Karmana, Dede Kemal Firdaus, Eza Linda Yanti Made Suandika Madyo Maryoto Madyo Maryoto Magenda Bisma Yudha Marfuatus Solikhah Maria Paulina Irma Susanti Mariah Ulfah Martyarini Budi Setyawati Maya Safitri Maya Safitri Mixrova Sebayang, Septian Muhammad Def Muhammad Pandu Wira Sena Isnantopo, Noor Narendra, Gangsar Haryo Nika, Fifi Sephia Nofyanto, Deden Noor Rochmah Ida Ayu TP Novita Sari Nur Ardiyani, Fauziah Hanum Nur Wahyuni Nuraeni Nuraeni Nurinnisa Shiddiqiyah Nurjanah, Dilla Ainun Ocha Rajabia Rahmah Pramudya Gurensky, Ganea Rada, Muh Husein Rahmanto, Edwin Teguh Rahmat Danus Ramlan Ramlan Refa Teja Muti Reni Dwi Setyaningsih Restu Pujianto Retno Kristanti Retno Monicha Sari Ria Anggrina Ricky Irawan Riski Ardi Saputro Riski Saputra Risky Hidayat Riyan Makhfudin Rizkiaturrahma, Farah Rizqi Nur Azkiyah Roro Lintang Suryani S.Pd. M Kes I Ketut Sudiana . Sahrani, Atifah Syifa Sari, Finda Antika Savitri, Nurmalita Ayu Sekar Pertiwi Sekar Siwi, Adiratna Septian Mixrova Sebayang Setyawati, Martyarini Budi Shiddiqiyah, Nurinnisa sinta desiyanti Sintya Dwi Utami Siti Haniyah Siti Robi'ah Yuniatun Sri Rahayu Sri Wahyuni suci khasanah Suci Khasanah Sugiharti, Rosi Kurnia Sulistianingrum, Andini Suryo Ediyono Susanto, Amin Susilo Rini Thopan Heri Wibowo Tin Utami Tin Utami Tophan Heri Wibowo Tophan Heri Wibowo Tri Sumarni Tri Sumarni Triyudono, Danang Ulfah , Mariah Wahyu Dwi Rahmawati Wahyu Hidayat Wahyuni, Tika Wasis Eko Kurniawan Wibowo, Tophan Heri Wijaya, Aditya Windiarti, Prahesti Anita Wirakhmi, Ikit Netra Wulandari, Dwi Septi Yanrin, Adzana Salsabila Nezga Pratama Yantoro, Awal Tunis Yudha, Magenda Bisma Yudono, Danang Tri Yunita Bonis Zidan, Fahmi