Claim Missing Document
Check
Articles

Implementasi Relaksasi Autogenik untuk Menurunkan Nyeri pada Pasien Pasca Operasi Sectio Caesarea Areksah, Recy; Sukmaningtyas, Wilis; Haniyah, Siti
Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 6 (2025): Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/kolaborasi.v5i6.687

Abstract

Introduction: Caesarean section, also known as sectio caesarea (SC), is a significant surgical procedure that often causes anxiety and pain, especially during the recovery period. This pain can stem from the incision wound, uterine contractions, and psychological factors such as stress and emotional tension. Objective: This study aimed to investigate the effectiveness of autogenic relaxation as a non-pharmacological method for reducing pain in patients after a caesarean section. Method This pre-experimental study applied a one-group pretest–posttest design conducted at Goeteng Taroenadibrata General Hospital, Purbalingga, involving 30 postoperative SC patients. Pain levels were assessed using the Numeric Rating Scale (NRS) before and after the implementation of autogenic relaxation. The intervention was performed in several structured steps: patients were educated on the importance of relaxation and provided with instructional leaflets, guided autogenic relaxation sessions were conducted for approximately 20 minutes in a calm environment, focusing on breathing and self-suggestion techniques to promote body awareness and relaxation, and pain intensity was reassessed five minutes after the intervention. Result: The research results showed a significant decrease in pain levels after patients practiced autogenic relaxation. Before the intervention, most patients experienced moderate to severe pain. However, after the therapy, 90% of patients reported mild pain, and no one experienced severe pain anymore. A significant decrease in pain levels was observed after autogenic relaxation was administered. Conclusion Autogenic relaxation proved effective in reducing postoperative pain among caesarean section patients. This technique can serve as a complementary non-pharmacological intervention in nursing practice to enhance patient comfort, promote relaxation, and support the overall recovery process.
Hubungan Self Efficacy Dengan Tingkat Kecemasan Pasien Pre Operasi Spinal Anestesi Di Rumah Sakit Emanuel Banjarnegara Talakua, Yoan Tika; Wibowo, Tophan Heri; Sukmaningtyas, Wilis
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 2.B (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingginya tingkat kecemasan yang dialami pasien sebelum menjalani prosedur operasi, khususnya pada anestesi spinal. Kecemasan ini dapat mempengaruhi kondisi fisik dan psikologis pasien, serta berpotensi mengganggu proses anestesi dan pemulihan pasca operasi. Self efficacy, yang merupakan keyakinan individu terhadap kemampuannya untuk mengatasi situasi tertentu, diharapkan dapat berperan dalam mengurangi tingkat kecemasan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan self efficacy dengan tingkat kecemasan pasien pre operasi spinal anestesi di Rumah Sakit Emanuel Banjarnegara. Jenis penelitian kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross sectional didapatkan melalui penelitian langsung di lapangan dalam waktu 27 maret – 27 april 2025. Teknik sampling purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 77 pasien pre operasi spinal anestesi. Instrumen penelitian menggunakan kuisioner General self efficacy scale (GSE) dan Hamiliton Rating Scale (HARS). Self efficacy pasien dengan kategori sedang (61%), tinggi (39%). Kecemasan pasien pre operasi dengan kategori tidak cemas (49,4%),ringan (20,8%), sedang (15,6%), berat (11,7%), sangat berat (2,6%). Hasil pengujian statistik menggunakan uji Spearman Rank menunjukkan nilai p-value 0,005 yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara self efficacy dengan tingkat kecemasan pasien pre operasi spinal anestesi di Rumah Sakit Emanuel Banjarnegara. Nilai koefisien korelasi adalah -0,315 dengan tingkat keeratan hubungan cukup kuat. Nilai negatif menandakan hubungan kedua variabel tersebut bersifat berlawanan arah, dengan demikian dapat diartikan bahwa semakin tinggi self efficacy pasien maka kecemasan yang dialami semakin rendah.
HUBUNGAN ANTARA JENIS KELAMIN DAN PROGRAM STUDI DALAM MEMPENGARUHI PENGETAHUAN BANTUAN HIDUP DASAR PADA MAHASISWA: RELATIONSHIP BETWEEN GENDER AND STUDY PROGRAM IN AFFECTING BASIC LIFE SUPPORT KNOWLEDGE IN STUDENTS Wahyu Dwi Rahmawati; Wilis Sukmaningtyas; Refa Teja Muti
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 4 No. 1 (2022)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v4i1.49

Abstract

Henti jantung terjadi pada saat sistem listrik jantung mengalami malfungsi dan tiba-tiba menjadi sangat tidak beraturan. Jantung berdenyut cepat, otot ventrikel mengalami fibrilasi sehingga darah tidak bisa diteruskan ke seluruh tubuh. Pengetahuan Bantuan Hidup Dasar sangat penting dimiliki oleh masyarakat terutama masyarakat awam khusus seperti mahasiswa Fakultas Kesehatan yang merupakan ujung tombak tim medis dimasa yang akan datang, sehingga penting bagi mahasiswa Fakultas Kesehatan apabila mempunyai pengetahuan untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan yang mumpuni dalam melakukan Bantuan Hidup Dasar pada kejadian henti jantung. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara jenis kelamin dan program studi dalam mempengaruhi pengetahuan Bantuan Hidup Dasar pada mahasiswa. Metode penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif korelasi dengan metode pendekatan cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik sampling purposive sampling pada mahasiswa Fakultas Kesehatan Universitas Harapan Bangsa sejumlah 111 mahasiswa. Analisis data yang digunakan dalam penelitian yaitu analisis univariate dan bivariate. Hasil penelitian menunjukan adanya hubungan yang bermakna antara jenis kelamin dan program studi dengan pengetahuan Bantuan Hidup Dasar pada mahasiswa Fakultas Kesehatan Universitas Harapan Bangsa dengan nilai p-value jenis kelamin (0,001) dan program studi (0,024) kurang dari 0,05.
Efektifitas Buli-Buli Hangat Untuk Meningkatkan Suhu Tubuh Pada Pasien Hipotermi Pasca Operasi Hikmal Akbar; Septian Mixrova Sebayang; Wilis Sukmaningtyas
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v7i1.87

Abstract

Salah satu komplikasi yang muncul setelah tindakan anestesi adalah hipotermi salah satu penghangatan dengan konduksi panas adalah dengan menggunakan terapi kompres hangat. Buli-buli hangat untukpengembalian suhu tubuh. Penelitian tentang efektivitas pemberian buli-buli terhadap hipotermia pada pasien post operasi. Pemberian kompres hangat pada daerah tubuh akan memberikan sinyal ke hipotalamus melalui spinal cord. Ketika reseptor yang peka terhadap panas di hipotalamus dirangsang, sistem efektor mengeluarkan sinyal yang memulai berkeringat dan vasodilatasi perifer. Perubahan ukuran pembuluh darah akan memperlancar sirkulasi oksigenisasi mencegah terjadinya spasme otot, memberikan rasa hangat. Program ini bertujuan untuk mengetahui seberapa efektif pemberian buli-buli hangat pada pasien hipotermi pasca operasi dan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan keluarga pasien dalam menangani hipotermia melalui metode ceramah, demonstrasi, dan penggunaan media visual seperti video. Jumlah peserta yang terlibat sebanyak 30 Pasien yang diberi pre-test dan post-test untuk mengevaluasi peningkatan suhu tubuh pasien. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan dalam peningkatan suhu tubuh setelah pemberian buli-buli hangat. Dengan adanya program ini, diharapkan dapat meningkatkankeselamatan pada pasien yang mengalami hipotermia post operasi. Selain itu, program ini juga menghasilkan media edukasi seperti video untuk digunakan oleh masyarakat luas.
Gambaran Terjadinya Nyeri Tenggorokan Pasca Anastesi General Yang Diberikan Dexametasone Di Charitas Hospital Palembang Ria Anggrina; Septian Mixrova Sebayang; Wilis Sukmaningtyas
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v7i1.89

Abstract

General anestesi merupakan tindakan menghilangkan rasa sakit secara sentral disertai hilangnya kesadaran (reversible). Tindakan general anestesi terdapat beberapa teknik yang dapat dilakukan adalah general anestesi denggan teknik intravena anestesi dan general anestesi dengan inhalasi yaitu dengan face mask (sungkup muka) dan dengan teknik intubasi yaitu pemasangan endotrecheal tube atau gabungan keduanya inhalasi dan intravena. penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran terjadinya nyeri tenggorokan pasca general anastesi yang diberikan dexametasone di Charitas Hospital Palembang. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan sampel 72 responden post general anastesi.dari hasil penelitian ini menunjukan bahwa responden dengan rentang usia adalah dewasa muda 20-44 tahun sebanyak 72 peserta (100.0%). Jenis kelamin sebagian besar responden adalah perempuan sebanyak 61 peserta (84.7%) dan laki-laki sebanyak 11 responden (15.3%). Ukuran ETT sebagian besar responden adalah ukuran 7 sebanyak 61 peserta (84.7%) dan ukuran ETT nomor 7,5 sebanyak 11 responden (15.3%), responden dengan nyeri ringan sebanyak 68 responden (94,4%), responden dengan nyeri sedang sebanyak 4 responden (5,6%). Diharapakan pasien dengan post operasi dengan general anastesi menggunakan ETT tidak mengalami nyeri hebat sehingga pasien lebih Nyaman.
Hubungan Status Fisik Asa (American Socety Of Anesthesiologist) Dengan Waktu Pencapaian Bromage Score 2 Pada Pasien Pasca Anestesi Spinal Di RS Khusus Bedah Jatiwinangun Purwokerto Rahmat Danus; Wilis Sukmaningtyas; Adiratna Sekar Siwi
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v7i2.106

Abstract

Spinal Anestesi Spinal anestesi merupakan blok regional dengan menyuntikkan obat anestesi ke dalam ruang subarachnoid. Anestesi dapat berdampak pada sistem syaraf pusat. Efek pada sistem syaraf pusat lainnya termasuk mengantuk, kepala terasa ringan, gangguan visual dan pendengaran, dan kecemasan. Faktor- faktor yang mempengaruhi pemulihan motorik ekstermitas inferior pasien pasca anestesi spinal, adalah jenis dan dosis obat anestesi, penyebaran obat, efek vasokontriksi, lengkung tulang belakang, umur, jenis kelamin, obesitas, posisi operasi serta status fisik America Society of Anesthesiologist (ASA). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan status fisik America Society of Anesthesiologist (ASA) dengan waktu pencapaian bromage score 2 pada pasien spinal anestesi di ruang pemulihan. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode observasional analitik. Jenis penelitian ini menggunakan desain penelitian korelasi analitik dengan pendekatan crossectional. Sampel yang digunakan sebanyak 56 sampel. Analisa data menggunakan uji korelasi spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua kelompok data tersebut memiliki hubungan karena nilai signifikansi p-value= 0,000 yaitu kurang dari 0,05, artinya hubungan antara status fisik (ASA) dan waktu pencapaian bromage score 2 signifikan secara statistik. Kesimpulannya adalah terdapat hubungan status fisik (ASA) dengan waktu pencapaian bromage score 2 dan semakin tinggi ASA maka semakin lama waktu pencapaian bromage score 2
Hubungan Usia Dan Lama Operasi Dengan Waktu Pulih Sadar Pada Pasien Post General Anestesi Di RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga Hilda Nesa Dwiningrum; Tophan Heri Wibowo; Wilis Sukmaningtyas
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.189

Abstract

Pulih sadar post anestesi umum merupakan tahap penting pada post operasi. Penelitian ini dilakukan di RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga, untuk melihat bagaimana usia dan durasi operasi memengaruhi waktu pemulihan kesadaran pasien setelah anestesi umum. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan 185 responden yang dipilih melalui quota sampling. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi dan Aldrete Score. Hasilnya menunjukkan bahwa mayoritas responden berusia dewasa (19-59 tahun) yaitu 136 responden dan sebagian besar menjalani operasi berdurasi sedang (60-120 menit), yaitu 78 responden. Dan sebagian besar pasien (134 responden) menunjukkan pemulihan kesadaran yang cepat. Analisis statistik menggunakan uji Spearman Rank menunjukkan adanya hubungan signifikan antara usia (p=0,000; rsp = 0,445) dan durasi operasi (p=0,000; rsp = 0,461) dengan waktu pemulihan kesadaran. Hubungan ini bersifat positif sedang, yang artinya semakin tua usia pasien dan semakin lama durasi operasi, semakin lambat waktu yang dibutuhkan untuk pulih sadar.
Efektivitas Preloading Koloid Terhadap Kejadian Hipotensi Pada Pasien Sectio Caesarea Dengan Spinal Anestesi Di Rumah Sakit Islam Purwokerto Meliana Hardian Rahmawati; Tophan Heri Wibowo; Wilis Sukmaningtyas
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.259

Abstract

Prosedur persalinan yang paling umum dilakukan di dunia medis adalah sectio caesarea dengan anestesi spinal. Komplikasi yang paling seringkali ditemukan pada pasien yang menjalani tindakan sectio caesarea dengan spinal anestesi adalah hipotensi. Hipotensi atau tekanan darah rendah ialah ketika tekanan darah < 90/60 mmHg. Tujuan studi ini yaitu untuk mengetahui efektivitas preloading koloid dalam mencegah terjadinya hipotensi pada pasien yang menjalani sectio caesarea dengan spinal anestesi. Penelitian ini menerapkan desain penelitian kuantitatif melalui pre eksperimen dengan metode Posttest Only Control Group. Populasi penelitian sebanyak 92 pasien. Teknik sampling menggunakan total sampling sebanyak 30 pasien sectio caesarea dengan spinal anestesi. Temuan penelitian mengungkapkan bahwasanya kejadian hipotensi pada kelompok intervensi (diberi preloading koloid) tidak terjadi, hampir seluruhnya normal sejumlah 14 partisipan (93,3%). Pada kelompok kontrol (tidak diberi preloading koloid) sebagian besar mengalami kejadian hipotensi sebanyak 8 responden (53,3%). Uji Mann Whitney U diperoleh hasil Z = -4.669 dan p = 0,000 (p ≤ 0,05). Hal ini menandakan ada efektivitas preloading koloid pada kejadian hipotensi pada pasien sectio caesarea dengan spinal anestesi. Saran bagi peneliti berikutnya diharapkan untuk melaksanakan riset lanjutan dengan cakupan yang lebih luas, baik dari segi jumlah sampel, variasi karakteristik pasien, maupun jenis cairan koloid yang digunakan.
Hubungan Usia dan Lama Puasa dengan Kejadian Hipotensi Pada Pasien dengan Anestesi Spinal di RSUD Kardinah Tegal M Rizqy Diaz Alfarizi; Wilis Sukmaningtyas; Maya Safitri
Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2025): Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/medika.v5i2.1014

Abstract

Hypotension is the most common complication that occurs following spinal anesthesia and can be influenced by various factors, including age and the duration of preoperative fasting. Untreated hypotension may lead to decreased tissue perfusion, reduced consciousness, organ ischemia, and even shock. This study aims to determine the relationship between age and fasting duration with the incidence of hypotension in patients undergoing spinal anesthesia at Kardinah Regional Hospital, Tegal. A quantitative approach was employed using a descriptive correlational design with a cross-sectional method. A total of 98 respondents were selected through purposive sampling. Data were collected using observation sheets and analyzed using the Chi-Square test. The results showed that the majority of respondents were in the 46–55 year age group (43.9%) and had fasted for more than 8 hours (58.2%). A total of 64.3% of respondents experienced hypotension after spinal anesthesia. Statistical analysis revealed a significant relationship between age and the incidence of hypotension (p = 0.000), as well as between fasting duration and the incidence of hypotension (p = 0.000). It can be concluded that the older the patient and the longer the fasting duration, the higher the risk of developing hypotension.
Pengaruh Guided Imagery Terhadap Skala Nyeri pada Pasien Post Operasi Fraktur di RSUD Ajibarang Rizki Fauzi; Wilis Sukmaningtyas; Tin Utami
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 7 (2025): Volume 7 Nomor 7 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i7.20747

Abstract

ABSTRACT Surgery is the most common solution for fracture patients. Pain during fracture surgery, which is often felt two hours after the procedure, is one of the most common complaints expressed by patients. For those who suffer from pain, the application of non-pharmacological methods has a major influence on pain management. Guided imagery is one of the most popular non-pharmacological pain management methods. The purpose of this study was to determine the effect of guided imagery on the pain scale in patients who had undergone fracture surgery at Ajibarang Hospital. This research method was a pre-experimental with one group pre-post test design. The sampling technique used was purposive sampling of 38 post-fracture surgery respondents. Before and after guided imagery therapy, the pain scale was measured using a numeric rating scale (NRS). With a p value of 0.000, the findings indicate that guided imagery therapy has an impact on the pain scale in patients who have undergone fracture surgery. As a result, in addition to medical therapy, guided imagery therapy can be used as an additional method for pain management. Keywords : Guided Imagery, Pain, Fracture, Post-Operative  ABSTRAK Operasi merupakan solusi yang paling sering digunakan bagi penderita patah tulang. Rasa nyeri selama operasi patah tulang, yang sering kali dirasakan dua jam setelah prosedur, merupakan salah satu keluhan yang paling sering diutarakan oleh pasien. Bagi mereka yang menderita nyeri, penerapan metode nonfarmakologis memiliki pengaruh yang besar terhadap penanganan nyeri. Guided imagery merupakan salah satu metode penanganan nyeri nonfarmakologis yang paling populer. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh guided imagery terhadap skala nyeri pada pasien yang telah menjalani operasi fraktur di RSUD Ajibarang. Metode penelitian ini adalah pra eksperimen dengan one group pre-post test design. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive samplingsebanyak 38 responden post operasi fraktur. Sebelum dan setelah terapi imajinasi terbimbing, skala nyeri diukur menggunakan numeric rating scale (NRS). Dengan nilai p 0,000, temuan tersebut menunjukkan bahwa terapi imajinasi terbimbing berdampak pada skala nyeri pada pasien yang telah menjalani operasi fraktur. Hasilnya, selain terapi medis, terapi imajinasi terbimbing dapat digunakan sebagai metode tambahan untuk manajemen nyeri. Kata Kunci: Guided Imagery, Nyeri, Fraktur, Post Operasi
Co-Authors Abdurrohman Rasyid Achmad Fadilah, Rizal Adiratna Sekar Siwi Adriani, Prasanti Adriyani, Fauziyah Hanum Nur Afrilya, Tiara Octa Agustriliani, Ricke Pramesti Alfarizi, M Rizqy Diaz Alifa, Fhadilah Putri Syiva Alifiani, Azizah Putri Amin Susanto Amin Susanto Apriyanti, Meli Ardan, Achmad Area Dhiatamaa, Sketsa Areksah, Recy Asmat Burhan Assyifa, Ibnu Awal Tunis Yantoro Ayunda Frisqi Herlianingsih Azizah, Wafa Nur Bisma Yudha, Magenda Burhan, Asmat Danang Tri Yudhono Dea Oktria Nur Dedi, Dedi Irawan Depi Anggara Devi Ratna Puspitasari Dewi, Hefty Kusuma Didik Dhani Irawan Dwi Atika Safitri Dwi Novitasari Dwi Septi Wulandari Dwi Wahyuni Dzuhuri, Muh Adnan Elfi Aprilia Farhan Fawwaz Febriyanti, Vivin Dwi Feti Kumala Dewi Fifi Sephia Nika Firdaus, Eza Kemal Fitrianingsih Fitrianingsih Gita Afriyani R Gulo, Sinansari Hanum NA, Fauziah Hapsari, Amelya Prabawati Hikmal Akbar Hikmal Akbar Hikmanti, Arlyana Hilda Nesa Dwiningrum Hilda Nesa Dwiningrum ibadillah yusmana Ibrahim, Nawal Iis Setiawan Ikhwan Yuda Kusuma Irawan, Didik Dhani Jaylening Wintri Dao Juarsa, Salsabila Saila Karmana, Dede Linda Yanti M Rizqy Diaz Alfarizi Made Suandika Madyo Maryoto Madyo Maryoto Magenda Bisma Yudha Marfuatus Solikhah Maria Paulina Irma Susanti Mariah Ulfah Maya Safitri Maya Safitri Meliana Hardian Rahmawati Mixrova Sebayang, Septian Muhammad Def Muhammad Pandu Wira Sena Isnantopo, Noor Narendra, Gangsar Haryo Nika, Fifi Sephia Nofyanto, Deden Noor Rochmah Ida Ayu TP Novita Sari Nur Ardiyani, Fauziah Hanum Nur Wahyuni Nuraeni Nuraeni Nurinnisa Shiddiqiyah Nurjanah, Dilla Ainun Ocha Rajabia Rahmah Pramudya Gurensky, Ganea Rada, Muh Husein Rahmanto, Edwin Teguh Rahmat Danus Rahmat Danus Ramlan Ramlan Refa Teja Muti Reni Dwi Setyaningsih Restu Pujianto Retno Kristanti Retno Monicha Sari Ria Anggrina Ria Anggrina Ricky Irawan Riski Ardi Saputro Riski Saputra Risky Hidayat Riyan Makhfudin Rizki Fauzi Rizkiaturrahma, Farah Rizqi Nur Azkiyah Roro Lintang Suryani S.Pd. M Kes I Ketut Sudiana . Sahrani, Atifah Syifa Sari, Finda Antika Savitri, Nurmalita Ayu Sekar Pertiwi Sekar Siwi, Adiratna Septian Mixrova Sebayang Septian Mixrova Sebayang Setyawati, Martyarini Budi Setyawati, Martyarini Budi Shiddiqiyah, Nurinnisa sinta desiyanti Sintya Dwi Utami Siti Haniyah Siti Robi'ah Yuniatun Sri Rahayu Sri Wahyuni Suci Khasanah suci khasanah Sugiharti, Rosi Kurnia Sulistianingrum, Andini Suryo Ediyono Susanto, Amin Susilo Rini Talakua, Yoan Tika Thopan Heri Wibowo Tin Utami Tin Utami Tophan Heri Wibowo Tophan Heri Wibowo Tri Sumarni Tri Sumarni Triyudono, Danang Ulfah , Mariah Wahyu Dwi Rahmawati Wahyu Hidayat Wahyuni, Tika Wasis Eko Kurniawan Wibowo, Tophan Heri Wijaya, Aditya Windiarti, Prahesti Anita Wirakhmi, Ikit Netra Wulandari, Dwi Septi Yanrin, Adzana Salsabila Nezga Pratama Yantoro, Awal Tunis Yudha, Magenda Bisma Yudono, Danang Tri Yunita Bonis Zidan, Fahmi