p-Index From 2021 - 2026
14.339
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

GAMBARAN FAKTOR HIPOTENSI PADA PASIEN SPINAL ANESTESI DI RSUD KOTA BANDUNG Abdurrohman Rasyid; Wilis Sukmaningtyas; Thopan Heri Wibowo
Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. 3 No. 6: Februari 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipotensi merupakan komplikasi tersering selama anestesi spinal dengan insidensi yang mencapai lebih dari 80%. Angka kejadian hipotensi tersebut tetap tinggi meskipun telah diberikan cairan preloading, posisi pasien left lateral tilt, dan penggunaan vasopressor. Penelitian bertujuan untuk mengetahui gambaran faktor hipotensi pada pasien spinal anestesi di RSUD Kota Bandung. Metode penelitian ini adalah deskriptif dengan rancangan retrospektif. Tehnik sampling dengan consecutive sampling didapatkan 30 responden. Analisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan 70% pasien spinal anestesi mengalami hipotensi yaitu 21 orang (70%), berumur antara 56-65 tahun (26,7%), jenis kelamin laki-laki orang (53,3%), menjalani puasa kurang dari 2 jam dan mengalami hipotensi yaitu 12 orang (40%).
GAMBARAN INDEKS MASSA TUBUH DAN KEJADIAN HIPOTERMI PADA PASIEN SECTIO CAESAREA (SC) DENGAN SPINAL ANESTESI DI RSUD dr. R GOETENG TAROENADIBRATA PURBALINGGA Ocha Rajabia Rahmah; Sukmaningtyas, Wilis; Wirakhmi, Ikit Netra
Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. 4 No. 1: September 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sectio caesarea merupakan suatu cara pengeluaran fetus melalui sebuah irisan pembedahan yang menembus abdomen seorang ibu dan uterus untuk dapat mengeluarkan satu bayi atau lebih. Anestesi spinal merupakan suatu cara yang memiliki sifat analgetik yang dapat menghilangkan nyeri tetapi pasien tetap sadar. Dikarenakan anestesi spinal memiliki tingkat efektifitas keamanan yang baik serta biaya yang terjangkau. Setiap pasien yang menjalani operasi berada dalam risiko mengalami kejadian hipotermi, faktor resiko anestesi pada pasien yang mengalami hipotermi meliputi lama operasi, kondisi fisik ASA, usia, jenis kelamin, status gizi, dan IMT yang rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran indeks massa tubuh dan kejadian hipotermi pada pasien sectio caesarea (SC) dengan spinal anestesi di RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, jenis penelitian deskriptif observasional dengan desain cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 80 responden. Pengambilan sampel dengan total sampling. Teknik analisis menggunakan analisis univariat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pasien sectio caesarea dengan spinal anestesi paling banyak berada dalam kategori IMT normal yaitu sebanyak 47 (58,8%). Berdasarkan kejadian hipotermi yang dialami oleh pasien sectio caesarea dengan spinal anestesi yaitu sebanyak 50 (62,5%). Kesimpulan pada penelitian ini didapatkan distribusi frekuensi kejadian hipotermi pada responden dengan IMT kategori normal.
Gambaran Kejadian Hipotermi Pada Pasien Sectio Caesarea di Rumah Sakit Umum Daerah Brebes Yanrin, Adzana Salsabila Nezga Pratama; Sukmaningtyas, Wilis; Burhan, Asmat; Adriani, Prasanti
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 10 No 10 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.11313844

Abstract

Latar Belakang: Sectio caesarea merupakan tindakan pembedahan untuk melahirkan janin dengan membuka dinding perut dan dinding rahim. Operasi dilakukan dengan tujuan agar keselamatan ibu dan bayi dapat tertangani dengan baik. Hipotermi adalah suatu kondisi dimana mekanisme tubuh untuk pengaturan suhu kesulitan mengatasi tekanan suhu dingin. Hipotermi juga dapat didefinisikan sebagai suhu bagian dalam tubuh di bawah 36°C. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan kuantitatif. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional. Hasil: Penelitian ini menunjukan bahwa sebagian besar responden yang menjalani operasi section caesarea berusia 20-25 tahun sebanyak 15 responden (45,5%), sedangkan yang berusia 26-35 tahun sebanyak 18 responden (54,5%). Kesimpulan: Usia dan indeks massa tubuh sangat berpengaruh terhadap kejadian hipotermi.
Gambaran Pengetahuan Tentang Penanganan Pertama Kegawatdaruratan (PPGD) Pada Mahasiswa Angkatan 2020 Prodi Keperawatan Anestesiologi Program Sarjana Terapan sinta desiyanti; Wilis Sukmaningtyas; Magenda Bisma Yudha
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 9 No 2 (2024): Vol. 9 No. 2 Desember 2024
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v9i2.1717

Abstract

Penanganan kasus gawat darurat tenaga Kesehatan dan calon tenaga Kesehatan diwajibkan untuk mempunyai ketangkasan dan skill yang kompeten. Salah satu pengetahuan yang penting bagi tenaga Kesehatan adalah tentang kegawat daruratan. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi tingkatan pengetahuan Penanganan Pertama Kegawat daruratan (PPGD) berdasarkan usia pada mahasiswa Angkatan 2020 Prodi Keperawatan Anestesiologi Program Sarjana Terapan Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional dan bersifat survei deskriptif. Hasil menunjukkan kategori baik pengetahuan responden tertinggi berada pada usia 22 tahun sejumlah 34 responden (65,4%) dan kategori baik tertinggi berjenis kelamin perempuan sejumlah 46 responden (62,5%) dibandingkan dengan laki-laki sejumlah 28 (80%) responden. Dapat disimpulkan bahwa ingkat pengetahuan mahasiswa Universitas Harapan Bangsa tentang Penangan pertama kegawat daruratan di dominasi oleh umur 22 tahun dan perempuan berkatgeori baik.
Implementasi Relaksasi Autogenik untuk Menurunkan Nyeri pada Pasien Pasca Operasi Sectio Caesarea Areksah, Recy; Sukmaningtyas, Wilis; Haniyah, Siti
Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 6 (2025): Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/kolaborasi.v5i6.687

Abstract

Introduction: Caesarean section, also known as sectio caesarea (SC), is a significant surgical procedure that often causes anxiety and pain, especially during the recovery period. This pain can stem from the incision wound, uterine contractions, and psychological factors such as stress and emotional tension. Objective: This study aimed to investigate the effectiveness of autogenic relaxation as a non-pharmacological method for reducing pain in patients after a caesarean section. Method This pre-experimental study applied a one-group pretest–posttest design conducted at Goeteng Taroenadibrata General Hospital, Purbalingga, involving 30 postoperative SC patients. Pain levels were assessed using the Numeric Rating Scale (NRS) before and after the implementation of autogenic relaxation. The intervention was performed in several structured steps: patients were educated on the importance of relaxation and provided with instructional leaflets, guided autogenic relaxation sessions were conducted for approximately 20 minutes in a calm environment, focusing on breathing and self-suggestion techniques to promote body awareness and relaxation, and pain intensity was reassessed five minutes after the intervention. Result: The research results showed a significant decrease in pain levels after patients practiced autogenic relaxation. Before the intervention, most patients experienced moderate to severe pain. However, after the therapy, 90% of patients reported mild pain, and no one experienced severe pain anymore. A significant decrease in pain levels was observed after autogenic relaxation was administered. Conclusion Autogenic relaxation proved effective in reducing postoperative pain among caesarean section patients. This technique can serve as a complementary non-pharmacological intervention in nursing practice to enhance patient comfort, promote relaxation, and support the overall recovery process.
Hubungan Self Efficacy Dengan Tingkat Kecemasan Pasien Pre Operasi Spinal Anestesi Di Rumah Sakit Emanuel Banjarnegara Talakua, Yoan Tika; Wibowo, Tophan Heri; Sukmaningtyas, Wilis
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 2.B (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingginya tingkat kecemasan yang dialami pasien sebelum menjalani prosedur operasi, khususnya pada anestesi spinal. Kecemasan ini dapat mempengaruhi kondisi fisik dan psikologis pasien, serta berpotensi mengganggu proses anestesi dan pemulihan pasca operasi. Self efficacy, yang merupakan keyakinan individu terhadap kemampuannya untuk mengatasi situasi tertentu, diharapkan dapat berperan dalam mengurangi tingkat kecemasan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan self efficacy dengan tingkat kecemasan pasien pre operasi spinal anestesi di Rumah Sakit Emanuel Banjarnegara. Jenis penelitian kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross sectional didapatkan melalui penelitian langsung di lapangan dalam waktu 27 maret – 27 april 2025. Teknik sampling purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 77 pasien pre operasi spinal anestesi. Instrumen penelitian menggunakan kuisioner General self efficacy scale (GSE) dan Hamiliton Rating Scale (HARS). Self efficacy pasien dengan kategori sedang (61%), tinggi (39%). Kecemasan pasien pre operasi dengan kategori tidak cemas (49,4%),ringan (20,8%), sedang (15,6%), berat (11,7%), sangat berat (2,6%). Hasil pengujian statistik menggunakan uji Spearman Rank menunjukkan nilai p-value 0,005 yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara self efficacy dengan tingkat kecemasan pasien pre operasi spinal anestesi di Rumah Sakit Emanuel Banjarnegara. Nilai koefisien korelasi adalah -0,315 dengan tingkat keeratan hubungan cukup kuat. Nilai negatif menandakan hubungan kedua variabel tersebut bersifat berlawanan arah, dengan demikian dapat diartikan bahwa semakin tinggi self efficacy pasien maka kecemasan yang dialami semakin rendah.
HUBUNGAN ANTARA JENIS KELAMIN DAN PROGRAM STUDI DALAM MEMPENGARUHI PENGETAHUAN BANTUAN HIDUP DASAR PADA MAHASISWA: RELATIONSHIP BETWEEN GENDER AND STUDY PROGRAM IN AFFECTING BASIC LIFE SUPPORT KNOWLEDGE IN STUDENTS Wahyu Dwi Rahmawati; Wilis Sukmaningtyas; Refa Teja Muti
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 4 No. 1 (2022)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v4i1.49

Abstract

Henti jantung terjadi pada saat sistem listrik jantung mengalami malfungsi dan tiba-tiba menjadi sangat tidak beraturan. Jantung berdenyut cepat, otot ventrikel mengalami fibrilasi sehingga darah tidak bisa diteruskan ke seluruh tubuh. Pengetahuan Bantuan Hidup Dasar sangat penting dimiliki oleh masyarakat terutama masyarakat awam khusus seperti mahasiswa Fakultas Kesehatan yang merupakan ujung tombak tim medis dimasa yang akan datang, sehingga penting bagi mahasiswa Fakultas Kesehatan apabila mempunyai pengetahuan untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan yang mumpuni dalam melakukan Bantuan Hidup Dasar pada kejadian henti jantung. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara jenis kelamin dan program studi dalam mempengaruhi pengetahuan Bantuan Hidup Dasar pada mahasiswa. Metode penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif korelasi dengan metode pendekatan cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik sampling purposive sampling pada mahasiswa Fakultas Kesehatan Universitas Harapan Bangsa sejumlah 111 mahasiswa. Analisis data yang digunakan dalam penelitian yaitu analisis univariate dan bivariate. Hasil penelitian menunjukan adanya hubungan yang bermakna antara jenis kelamin dan program studi dengan pengetahuan Bantuan Hidup Dasar pada mahasiswa Fakultas Kesehatan Universitas Harapan Bangsa dengan nilai p-value jenis kelamin (0,001) dan program studi (0,024) kurang dari 0,05.
Efektifitas Buli-Buli Hangat Untuk Meningkatkan Suhu Tubuh Pada Pasien Hipotermi Pasca Operasi Hikmal Akbar; Septian Mixrova Sebayang; Wilis Sukmaningtyas
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v7i1.87

Abstract

Salah satu komplikasi yang muncul setelah tindakan anestesi adalah hipotermi salah satu penghangatan dengan konduksi panas adalah dengan menggunakan terapi kompres hangat. Buli-buli hangat untukpengembalian suhu tubuh. Penelitian tentang efektivitas pemberian buli-buli terhadap hipotermia pada pasien post operasi. Pemberian kompres hangat pada daerah tubuh akan memberikan sinyal ke hipotalamus melalui spinal cord. Ketika reseptor yang peka terhadap panas di hipotalamus dirangsang, sistem efektor mengeluarkan sinyal yang memulai berkeringat dan vasodilatasi perifer. Perubahan ukuran pembuluh darah akan memperlancar sirkulasi oksigenisasi mencegah terjadinya spasme otot, memberikan rasa hangat. Program ini bertujuan untuk mengetahui seberapa efektif pemberian buli-buli hangat pada pasien hipotermi pasca operasi dan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan keluarga pasien dalam menangani hipotermia melalui metode ceramah, demonstrasi, dan penggunaan media visual seperti video. Jumlah peserta yang terlibat sebanyak 30 Pasien yang diberi pre-test dan post-test untuk mengevaluasi peningkatan suhu tubuh pasien. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan dalam peningkatan suhu tubuh setelah pemberian buli-buli hangat. Dengan adanya program ini, diharapkan dapat meningkatkankeselamatan pada pasien yang mengalami hipotermia post operasi. Selain itu, program ini juga menghasilkan media edukasi seperti video untuk digunakan oleh masyarakat luas.
Gambaran Terjadinya Nyeri Tenggorokan Pasca Anastesi General Yang Diberikan Dexametasone Di Charitas Hospital Palembang Ria Anggrina; Septian Mixrova Sebayang; Wilis Sukmaningtyas
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v7i1.89

Abstract

General anestesi merupakan tindakan menghilangkan rasa sakit secara sentral disertai hilangnya kesadaran (reversible). Tindakan general anestesi terdapat beberapa teknik yang dapat dilakukan adalah general anestesi denggan teknik intravena anestesi dan general anestesi dengan inhalasi yaitu dengan face mask (sungkup muka) dan dengan teknik intubasi yaitu pemasangan endotrecheal tube atau gabungan keduanya inhalasi dan intravena. penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran terjadinya nyeri tenggorokan pasca general anastesi yang diberikan dexametasone di Charitas Hospital Palembang. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan sampel 72 responden post general anastesi.dari hasil penelitian ini menunjukan bahwa responden dengan rentang usia adalah dewasa muda 20-44 tahun sebanyak 72 peserta (100.0%). Jenis kelamin sebagian besar responden adalah perempuan sebanyak 61 peserta (84.7%) dan laki-laki sebanyak 11 responden (15.3%). Ukuran ETT sebagian besar responden adalah ukuran 7 sebanyak 61 peserta (84.7%) dan ukuran ETT nomor 7,5 sebanyak 11 responden (15.3%), responden dengan nyeri ringan sebanyak 68 responden (94,4%), responden dengan nyeri sedang sebanyak 4 responden (5,6%). Diharapakan pasien dengan post operasi dengan general anastesi menggunakan ETT tidak mengalami nyeri hebat sehingga pasien lebih Nyaman.
Hubungan Status Fisik Asa (American Socety Of Anesthesiologist) Dengan Waktu Pencapaian Bromage Score 2 Pada Pasien Pasca Anestesi Spinal Di RS Khusus Bedah Jatiwinangun Purwokerto Rahmat Danus; Wilis Sukmaningtyas; Adiratna Sekar Siwi
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v7i2.106

Abstract

Spinal Anestesi Spinal anestesi merupakan blok regional dengan menyuntikkan obat anestesi ke dalam ruang subarachnoid. Anestesi dapat berdampak pada sistem syaraf pusat. Efek pada sistem syaraf pusat lainnya termasuk mengantuk, kepala terasa ringan, gangguan visual dan pendengaran, dan kecemasan. Faktor- faktor yang mempengaruhi pemulihan motorik ekstermitas inferior pasien pasca anestesi spinal, adalah jenis dan dosis obat anestesi, penyebaran obat, efek vasokontriksi, lengkung tulang belakang, umur, jenis kelamin, obesitas, posisi operasi serta status fisik America Society of Anesthesiologist (ASA). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan status fisik America Society of Anesthesiologist (ASA) dengan waktu pencapaian bromage score 2 pada pasien spinal anestesi di ruang pemulihan. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode observasional analitik. Jenis penelitian ini menggunakan desain penelitian korelasi analitik dengan pendekatan crossectional. Sampel yang digunakan sebanyak 56 sampel. Analisa data menggunakan uji korelasi spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua kelompok data tersebut memiliki hubungan karena nilai signifikansi p-value= 0,000 yaitu kurang dari 0,05, artinya hubungan antara status fisik (ASA) dan waktu pencapaian bromage score 2 signifikan secara statistik. Kesimpulannya adalah terdapat hubungan status fisik (ASA) dengan waktu pencapaian bromage score 2 dan semakin tinggi ASA maka semakin lama waktu pencapaian bromage score 2
Co-Authors Abdurrohman Rasyid Achmad Fadilah, Rizal Adiratna Sekar Siwi Adriani, Prasanti Adriyani, Fauziyah Hanum Nur Agus Dwi Yulianto Agustriliani, Ricke Pramesti Alfarizi, M Rizqy Diaz Alifiani, Azizah Putri Amin Susanto Amin Susanto Apriyanti, Meli Ardan, Achmad Area Dhiatamaa, Sketsa Areksah, Recy Ariani Putri Hidayat Asmat Burhan Asmat Burhan Assyifa, Ibnu Atun Raudotul Awal Tunis Yantoro Awal Tunis Yantoro Ayunda Frisqi Herlianingsih Azizah, Wafa Nur Bunga Evaliana Burhan, Asmat Danang Tri Yudhono Dea Oktria Nur Dedi, Dedi Irawan Depi Anggara Devi Ratna Puspitasari Dewi, Hefty Kusuma Didik Dhani Irawan Dilla Ainun Nurjanah Divya Deynilisa Dwi Atika Safitri Dwi Novitasari Dwi Septi Wulandari Dwi Wahyuni Dzuhuri, Muh Adnan Elfi Aprilia Farhan Fawwaz Febriyanti, Vivin Dwi Feti Kumala Dewi Fhadilah Putri Syiva Alifa Fifi Sephia Nika Firdaus, Eza Kemal Fitrianingsih Fitrianingsih Gangsar Haryo Narendra Gita Afriyani R Gulo, Sinansari Hanum NA, Fauziah Hapsari, Amelya Prabawati Heriyani Heriyani Hikmal Akbar Hikmal Akbar Hikmanti, Arlyana Hilda Nesa Dwiningrum Hilda Nesa Dwiningrum ibadillah yusmana Ibrahim, Nawal Iis Setiawan Ikhlas Mapolawa Ikhwan Yuda Kusuma Ikit Netra W Indri Heri Susanti Irawan, Didik Dhani Jaylening Wintri Dao Juarsa, Salsabila Saila Karmana, Dede Linda Yanti M Rizqy Diaz Alfarizi Made Suandika Madyo Maryoto Madyo Maryoto Magenda Bisma Yudha Marfuatus Solikhah Maria Paulina Irma Susanti Mariah Ulfah Maya Safitri Maya Safitri Meliana Hardian Rahmawati Mixrova Sebayang, Septian Muhamad Iksan Ramadhansyah Muhammad Def Muhammad Pandu Wira Sena Isnantopo, Noor Nensyi Ardiani Lorensa Nika, Fifi Sephia Nofyanto, Deden Noor Rochmah Ida Ayu TP Novita Sari Nur Ardiyani, Fauziah Hanum Nur Wahyuni Nuraeni Nuraeni Nurinnisa Shiddiqiyah Nurmalita Ayu Savitri Ocha Rajabia Rahmah Pramudya Gurensky, Ganea Rada, Muh Husein Rafi Dwi Kusuma Rahmanto, Edwin Teguh Rahmat Danus Rahmat Danus Rahmawati, Arni Nur Rahmi Zahra Akyunin Ramlan Ramlan Refa Teja Muti Reni Dwi Setyaningsih Restu Pujianto Retno Kristanti Retno Monicha Sari Ria Anggrina Ria Anggrina Ricky Irawan Riski Ardi Saputro Riski Saputra Risky Hidayat Riyan Makhfudin Rizki Fauzi Rizkiaturrahma, Farah Rizqi Nur Azkiyah Roro Lintang Suryani S.Pd. M Kes I Ketut Sudiana . Sahrani, Atifah Syifa Salsabila Putri Hendrila Sari, Finda Antika Savitri, Nurmalita Ayu Sekar Pertiwi Sekar Siwi, Adiratna Septi Ajeng Nur Prihatini Septian Mixrova Sebayang Septian Mixrova Sebayang Setyawati, Martyarini Budi Shiddiqiyah, Nurinnisa sinta desiyanti Sintya Dwi Utami Siti Haniyah Siti Robi'ah Yuniatun Sri Rahayu Sri Wahyuni suci khasanah Suci Khasanah Sugiharti, Rosi Kurnia Sulistianingrum, Andini Suryo Ediyono Susanto, Amin Susilo Rini Talakua, Yoan Tika Thopan Heri Wibowo Tiara Octa Afrilya Tin Utami Tin Utami Topan Heri Wibowo Tophan Heri Wibowo Tophan Heri Wibowo Tophan Heri Wibowo Tri Rastuti Tri Sumarni Tri Sumarni Triyudono, Danang Ulfah , Mariah Wahyu Dwi Rahmawati Wahyu Hidayat Wahyuni, Tika Wasis Eko Kurniawan Wibowo, Tophan Heri Wijaya, Aditya Windiarti, Prahesti Anita Wirakhmi, Ikit Netra Wiwit Arif Hidayat Wulandari, Dwi Septi Yanrin, Adzana Salsabila Nezga Pratama Yantoro, Awal Tunis Yudono, Danang Tri Yunita Bonis Zidan, Fahmi