Claim Missing Document
Check
Articles

Comparison of Mean Arterial Pressure (MAP) Values in Elderly Patients Undergoing Transurethral Resection of the Prostate (TURP) with Regional Anesthesia at Banjarnegara Islamic Hospital in 2023. Alifa, Fhadilah Putri Syiva; Setyawati, Martyarini Budi; Sukmaningtyas, Wilis; Yantoro, Awal Tunis
Viva Medika Vol 16 No 4 (2023)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/vm.v16i4.1175

Abstract

Basic Health Research (2017) stated that around 50% of men aged 50 years in Indonesia suffered from BPH (Benign Prostate Hyperplasia). One of the treatments for BPH is TURP (Transurethral Resection of the Prostate) using spinal anesthesia. A high degree of blockade (≥ T5) and elderly are the two main factors of complication causing changes in MAP (Mean Arterial Pressure) values ​​after spinal anesthesia, which is about 15.3 to 33%. MAP monitoring is very important because MAP describes the status of cerebral perfusion. The research purpose was to determine the comparison of MAP in each age group of the elderly undergoing TURP at Bajarnegara Islamic Hospital. The researcher applied a comparative analytic method with cross sectional approach. The research was conducted in March 2023 with 31 respondents. The samples were taken by using convenience sampling technique. The independent sample t test results showed (p = 0,870). Therefore, there were no significant differences of MAP in each age group of the elderly undergoing TURP at Bajarnegara Islamic Hospital.
Description of The Incident of Hypotension in Elderly Receiving Spinal Anesthesia at Cilacap Regional Hospital Nurjanah, Dilla Ainun; Setyawati, Martyarini Budi; Sukmaningtyas, Wilis
Viva Medika Vol 16 No 4 (2023)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/vm.v16i4.1211

Abstract

Spinal anesthesia is a type of regional anesthesia performed by injecting local anesthetic drugs into the subarachnoid space which can cause hypotension with an incidence of 16% - 33%. Hypotension is a drop in systolic blood pressure below 90mmHg. Risk factors that can increase the incidence of hypotension in spinal anesthesia include age. In young adults, hypotension is usually less severe than the elderly with the same high spinal anesthesia. The purpose of this study was to determine the picture of hypotension events in the elderly who received spinal anesthesia techniques at the Central Surgical Installation of Cilacap Hospital. The design of this study is quantitative descriptive with sampling using convenience sampling techniques. The study was conducted in June 2023. The sample of this study was elderly >60 years old totaling 52 respondents. The results of this study showed the incidence of hypotension as many as 38 respondents (67.3%) and not hypotension 17 respondents (32.7%). This study shows that the elderly are one of the factors in the incidence of post-spinal anesthesia hypotension.
Overview Of Postoperative Nausea and Vomiting (Ponv) in Caesarean Section Patients with Spinal Anesthesia at Fatimah Islam Hospital, Cilacap. Afrilya, Tiara Octa; Sukmaningtyas, Wilis; Burhan, Asmat
Viva Medika Vol 16 No 4 (2023)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/vm.v16i4.1220

Abstract

Spinal anesthesia has been established as the most effective and safest procedure for Sectio Caesarea. One of the most common side effects of spinal anesthesia is operative Nausea and Vomiting (PONV) or Nausea vomiting, which typically occurs within the first 24 hours after surgery. This study seeks to determine the description of Operative Nausea and Vomiting (PONV) based on age, surgery duration, and fasting duration in patients undergoing Caesarean section at RSI Fatimah Cilacap under spinal anesthesia. This research method employs quantitative analytic observation with a cross-sectional design and convenience sampling. The results revealed that the majority of respondents were between the ages of 20 and 35 (90.6%), with an incidence of PONV of 58.6%; the duration of surgery was between one and two hours (90.6%), with an incidence of 51.7%; and fasting duration was less than six hours (50%) with an incidence of 87.7%. This study found that 53.1% of participants experienced Operative Nausea and Vomiting (PONV).
Gambaran Tingkat Kemandirian Lansia dengan Rheumatoid Arthritis dalam Pemenuhan Activity Daily Living (ADL) Savitri, Nurmalita Ayu; Sukmaningtyas, Wilis; Wibowo, Tophan Heri
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 2 No. 7 (2022): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v2i7.426

Abstract

Elderly is someone who has entered the age of more than 60 years and over. Arthritis (arthritis) or rheumatism is the number two disease that attacks the elderly in Indonesia. Pain in rheumatoid arthritis patients appears and will cause discomfort and will also be hampered in carrying out various activities. The purpose of this study was to describe the level of independence of the elderly with rheumatoid arthritis in fulfilling daily living (ADL) activities. This research uses descriptive research method. The descriptive method in this study uses a literature review design (Library Study). The search strategy method to find journals used the keywords “Independence OR Independence AND Elderly OR Elderly AND Rheumatoid arthritis OR Rheumatic Disease AND Daily Activity OR Daily Activity OR Activity of Daily Living”. The results of the literature review are known from 7 journals, it can be concluded that 42,8% show that most of the elderly have a level of independence, in the category of moderate dependence, 7 journals show that most of the elderly are >60 years old, 71,4% of journals show that most of the gender of the elderly are women.
GAMBARAN KEJADIAN POST OPERATIVE NAUSEA AND VOMITING (PONV) PADA PASIEN PASCA GENERAL ANESTESI DI RUMAH SAKIT UMUM Hj. ANNA LASMANAH BANJARNEGARA Depi Anggara; Wilis Sukmaningtyas; Ikit Netra Wirakhmi
Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. 3 No. 6: Februari 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Efek samping umum yang biasanya muncul setelah operasi adalah mual, muntah, atau PONV pasca operasi. Kondisi ini terutama menyerang pasien yang melakukan prosedur anestesi umum. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami gejala mual dan muntah yang muncul setelah operasi pada pasien yang mendapat anestesi umum. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif observasional untuk mengukur PONV selama dua sampai enam jam operasi. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 103 responden. Penelitian ini dilakukan di Bangsal Bedah RSUD Hj. Anna Lasmanah Banjarnegara pada tanggal 3 September hingga 28 September 2023. Mayoritas responden tidak mengalami PONV 55 (53,4%); mayoritas responden mengalami PONV pada rentang usia 56–65 tahun sebanyak 17 responden (16,5%); mayoritas responden yang mengalami PONV yaitu perempuan sebanyak 25 responden (25,3%) dan mayoritas responden mengalami PONV yaitu pada responden yang memiliki riwayat PONV sebanyak 35 responden (33%). Temuan ini berdasarkan analisis data univariat yang dilakukan dengan menggunakan SPSS Versi 2023
GAMBARAN FAKTOR HIPOTENSI PADA PASIEN SPINAL ANESTESI DI RSUD KOTA BANDUNG Abdurrohman Rasyid; Wilis Sukmaningtyas; Thopan Heri Wibowo
Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. 3 No. 6: Februari 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipotensi merupakan komplikasi tersering selama anestesi spinal dengan insidensi yang mencapai lebih dari 80%. Angka kejadian hipotensi tersebut tetap tinggi meskipun telah diberikan cairan preloading, posisi pasien left lateral tilt, dan penggunaan vasopressor. Penelitian bertujuan untuk mengetahui gambaran faktor hipotensi pada pasien spinal anestesi di RSUD Kota Bandung. Metode penelitian ini adalah deskriptif dengan rancangan retrospektif. Tehnik sampling dengan consecutive sampling didapatkan 30 responden. Analisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan 70% pasien spinal anestesi mengalami hipotensi yaitu 21 orang (70%), berumur antara 56-65 tahun (26,7%), jenis kelamin laki-laki orang (53,3%), menjalani puasa kurang dari 2 jam dan mengalami hipotensi yaitu 12 orang (40%).
GAMBARAN INDEKS MASSA TUBUH DAN KEJADIAN HIPOTERMI PADA PASIEN SECTIO CAESAREA (SC) DENGAN SPINAL ANESTESI DI RSUD dr. R GOETENG TAROENADIBRATA PURBALINGGA Ocha Rajabia Rahmah; Sukmaningtyas, Wilis; Wirakhmi, Ikit Netra
Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. 4 No. 1: September 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sectio caesarea merupakan suatu cara pengeluaran fetus melalui sebuah irisan pembedahan yang menembus abdomen seorang ibu dan uterus untuk dapat mengeluarkan satu bayi atau lebih. Anestesi spinal merupakan suatu cara yang memiliki sifat analgetik yang dapat menghilangkan nyeri tetapi pasien tetap sadar. Dikarenakan anestesi spinal memiliki tingkat efektifitas keamanan yang baik serta biaya yang terjangkau. Setiap pasien yang menjalani operasi berada dalam risiko mengalami kejadian hipotermi, faktor resiko anestesi pada pasien yang mengalami hipotermi meliputi lama operasi, kondisi fisik ASA, usia, jenis kelamin, status gizi, dan IMT yang rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran indeks massa tubuh dan kejadian hipotermi pada pasien sectio caesarea (SC) dengan spinal anestesi di RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, jenis penelitian deskriptif observasional dengan desain cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 80 responden. Pengambilan sampel dengan total sampling. Teknik analisis menggunakan analisis univariat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pasien sectio caesarea dengan spinal anestesi paling banyak berada dalam kategori IMT normal yaitu sebanyak 47 (58,8%). Berdasarkan kejadian hipotermi yang dialami oleh pasien sectio caesarea dengan spinal anestesi yaitu sebanyak 50 (62,5%). Kesimpulan pada penelitian ini didapatkan distribusi frekuensi kejadian hipotermi pada responden dengan IMT kategori normal.
Pengaruh Guided Imagery Terhadap Skala Nyeri pada Pasien Post Operasi Fraktur di RSUD Ajibarang Fauzi, Rizki; Sukmaningtyas, Wilis; Utami, Tin
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 7 (2025): Volume 7 Nomor 7 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i7.20747

Abstract

ABSTRACT Surgery is the most common solution for fracture patients. Pain during fracture surgery, which is often felt two hours after the procedure, is one of the most common complaints expressed by patients. For those who suffer from pain, the application of non-pharmacological methods has a major influence on pain management. Guided imagery is one of the most popular non-pharmacological pain management methods. The purpose of this study was to determine the effect of guided imagery on the pain scale in patients who had undergone fracture surgery at Ajibarang Hospital. This research method was a pre-experimental with one group pre-post test design. The sampling technique used was purposive sampling of 38 post-fracture surgery respondents. Before and after guided imagery therapy, the pain scale was measured using a numeric rating scale (NRS). With a p value of 0.000, the findings indicate that guided imagery therapy has an impact on the pain scale in patients who have undergone fracture surgery. As a result, in addition to medical therapy, guided imagery therapy can be used as an additional method for pain management. Keywords : Guided Imagery, Pain, Fracture, Post-Operative  ABSTRAK Operasi merupakan solusi yang paling sering digunakan bagi penderita patah tulang. Rasa nyeri selama operasi patah tulang, yang sering kali dirasakan dua jam setelah prosedur, merupakan salah satu keluhan yang paling sering diutarakan oleh pasien. Bagi mereka yang menderita nyeri, penerapan metode nonfarmakologis memiliki pengaruh yang besar terhadap penanganan nyeri. Guided imagery merupakan salah satu metode penanganan nyeri nonfarmakologis yang paling populer. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh guided imagery terhadap skala nyeri pada pasien yang telah menjalani operasi fraktur di RSUD Ajibarang. Metode penelitian ini adalah pra eksperimen dengan one group pre-post test design. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive samplingsebanyak 38 responden post operasi fraktur. Sebelum dan setelah terapi imajinasi terbimbing, skala nyeri diukur menggunakan numeric rating scale (NRS). Dengan nilai p 0,000, temuan tersebut menunjukkan bahwa terapi imajinasi terbimbing berdampak pada skala nyeri pada pasien yang telah menjalani operasi fraktur. Hasilnya, selain terapi medis, terapi imajinasi terbimbing dapat digunakan sebagai metode tambahan untuk manajemen nyeri. Kata Kunci: Guided Imagery, Nyeri, Fraktur, Post Operasi
Gambaran Kejadian Hipotermi Pada Pasien Sectio Caesarea di Rumah Sakit Umum Daerah Brebes Yanrin, Adzana Salsabila Nezga Pratama; Sukmaningtyas, Wilis; Burhan, Asmat; Adriani, Prasanti
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 10 No 10 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.11313844

Abstract

Latar Belakang: Sectio caesarea merupakan tindakan pembedahan untuk melahirkan janin dengan membuka dinding perut dan dinding rahim. Operasi dilakukan dengan tujuan agar keselamatan ibu dan bayi dapat tertangani dengan baik. Hipotermi adalah suatu kondisi dimana mekanisme tubuh untuk pengaturan suhu kesulitan mengatasi tekanan suhu dingin. Hipotermi juga dapat didefinisikan sebagai suhu bagian dalam tubuh di bawah 36°C. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan kuantitatif. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional. Hasil: Penelitian ini menunjukan bahwa sebagian besar responden yang menjalani operasi section caesarea berusia 20-25 tahun sebanyak 15 responden (45,5%), sedangkan yang berusia 26-35 tahun sebanyak 18 responden (54,5%). Kesimpulan: Usia dan indeks massa tubuh sangat berpengaruh terhadap kejadian hipotermi.
Gambaran Pengetahuan Tentang Penanganan Pertama Kegawatdaruratan (PPGD) Pada Mahasiswa Angkatan 2020 Prodi Keperawatan Anestesiologi Program Sarjana Terapan sinta desiyanti; Wilis Sukmaningtyas; Magenda Bisma Yudha
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 9 No 2 (2024): Vol. 9 No. 2 Desember 2024
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v9i2.1717

Abstract

Penanganan kasus gawat darurat tenaga Kesehatan dan calon tenaga Kesehatan diwajibkan untuk mempunyai ketangkasan dan skill yang kompeten. Salah satu pengetahuan yang penting bagi tenaga Kesehatan adalah tentang kegawat daruratan. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi tingkatan pengetahuan Penanganan Pertama Kegawat daruratan (PPGD) berdasarkan usia pada mahasiswa Angkatan 2020 Prodi Keperawatan Anestesiologi Program Sarjana Terapan Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional dan bersifat survei deskriptif. Hasil menunjukkan kategori baik pengetahuan responden tertinggi berada pada usia 22 tahun sejumlah 34 responden (65,4%) dan kategori baik tertinggi berjenis kelamin perempuan sejumlah 46 responden (62,5%) dibandingkan dengan laki-laki sejumlah 28 (80%) responden. Dapat disimpulkan bahwa ingkat pengetahuan mahasiswa Universitas Harapan Bangsa tentang Penangan pertama kegawat daruratan di dominasi oleh umur 22 tahun dan perempuan berkatgeori baik.
Co-Authors Abdurrohman Rasyid Achmad Fadilah, Rizal Adiratna Sekar Siwi Adriani, Prasanti Adriyani, Fauziyah Hanum Nur Afrilya, Tiara Octa Agustriliani, Ricke Pramesti Alfarizi, M Rizqy Diaz Alifa, Fhadilah Putri Syiva Alifiani, Azizah Putri Amin Susanto Apriyanti, Meli Ardan, Achmad Area Dhiatamaa, Sketsa Areksah, Recy Asmat Burhan Assyifa, Ibnu Ayunda Frisqi Herlianingsih Azizah, Wafa Nur Bisma Yudha, Magenda Burhan, Asmat Danang Tri Yudhono Dea Oktria Nur Dedi, Dedi Irawan Depi Anggara Devi Ratna Puspitasari Dewi, Hefty Kusuma Didik Dhani Irawan Dwi Atika Safitri Dwi Novitasari Dwi Septi Wulandari Dwi Wahyuni Dzuhuri, Muh Adnan Elfi Aprilia Farhan Fawwaz Fauzi, Rizki Febriyanti, Vivin Dwi Feti Kumala Dewi Firdaus, Eza Kemal Fitrianingsih Fitrianingsih Gita Afriyani R Gulo, Sinansari Hanum NA, Fauziah Hapsari, Amelya Prabawati Hendrila, Salsabila Putri Hidayat, Ariani Putri Hikmal Akbar Hikmanti, Arlyana Hilda Nesa Dwiningrum ibadillah yusmana Ibrahim, Nawal Iis Setiawan Ikhwan Yuda Kusuma Irawan, Didik Dhani Juarsa, Salsabila Saila Karmana, Dede Kemal Firdaus, Eza Linda Yanti Made Suandika Madyo Maryoto Madyo Maryoto Magenda Bisma Yudha Marfuatus Solikhah Maria Paulina Irma Susanti Mariah Ulfah Martyarini Budi Setyawati Maya Safitri Maya Safitri Mixrova Sebayang, Septian Muhammad Def Muhammad Pandu Wira Sena Isnantopo, Noor Narendra, Gangsar Haryo Nika, Fifi Sephia Nofyanto, Deden Noor Rochmah Ida Ayu TP Novita Sari Nur Ardiyani, Fauziah Hanum Nur Wahyuni Nuraeni Nuraeni Nurinnisa Shiddiqiyah Nurjanah, Dilla Ainun Ocha Rajabia Rahmah Pramudya Gurensky, Ganea Rada, Muh Husein Rahmanto, Edwin Teguh Rahmat Danus Ramlan Ramlan Refa Teja Muti Reni Dwi Setyaningsih Restu Pujianto Retno Kristanti Retno Monicha Sari Ria Anggrina Ricky Irawan Riski Ardi Saputro Riski Saputra Risky Hidayat Riyan Makhfudin Rizkiaturrahma, Farah Rizqi Nur Azkiyah Roro Lintang Suryani S.Pd. M Kes I Ketut Sudiana . Sahrani, Atifah Syifa Sari, Finda Antika Savitri, Nurmalita Ayu Sekar Pertiwi Sekar Siwi, Adiratna Septian Mixrova Sebayang Setyawati, Martyarini Budi Shiddiqiyah, Nurinnisa sinta desiyanti Sintya Dwi Utami Siti Haniyah Siti Robi'ah Yuniatun Sri Rahayu Sri Wahyuni Suci Khasanah suci khasanah Sugiharti, Rosi Kurnia Sulistianingrum, Andini Suryo Ediyono Susanto, Amin Susilo Rini Thopan Heri Wibowo Tin Utami Tin Utami Tophan Heri Wibowo Tophan Heri Wibowo Tri Sumarni Tri Sumarni Triyudono, Danang Ulfah , Mariah Wahyu Dwi Rahmawati Wahyu Hidayat Wahyuni, Tika Wasis Eko Kurniawan Wibowo, Tophan Heri Wijaya, Aditya Windiarti, Prahesti Anita Wirakhmi, Ikit Netra Wulandari, Dwi Septi Yanrin, Adzana Salsabila Nezga Pratama Yantoro, Awal Tunis Yudha, Magenda Bisma Yudono, Danang Tri Yunita Bonis Zidan, Fahmi