Claim Missing Document
Check
Articles

Edukasi Hipertensi Pada Pasien Pascaoperasi Dengan Riwayat Hipertensi Di RSUD Dr. Soedirman Kebumen Juarsa, Salsabila Saila; Sukmaningtyas, Wilis; Utami, Tin
Jurnal Pengabdian Masyarakat - PIMAS Vol. 4 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/pimas.v4i3.1926

Abstract

Hipertensi adalah kondisi kronis dengan tekanan darah melebihi 140/90 mmHg yang berisiko menimbulkan komplikasi serius. Pada pasien pascaoperasi, hipertensi sering terjadi akibat respons stres tubuh, nyeri, atau kurangnya kontrol faktor risiko. Edukasi perioperatif penting untuk meningkatkan kepatuhan terhadap pengobatan, pemantauan tekanan darah, dan perubahan gaya hidup. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan pasien pascaoperasi dengan riwayat hipertensi melalui edukasi menggunakan buku saku. Metode yang digunakan adalah edukasi individu kepada 20 peserta, dievaluasi dengan kuesioner sebelum dan sesudah edukasi. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan: sebelum edukasi, peserta dengan kategori cukup dan baik masing-masing sebanyak 10 peserta (50%), dan tidak ada yang masuk kategori kurang. Setelah edukasi, seluruh peserta (100%) masuk kategori baik. Rata-rata pengetahuan meningkat dari 72% menjadi 88%. edukasi dengan media sederhana seperti buku saku terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman pasien terhadap hipertensi pascaoperasi.
Gambaran tingkat kecemasan pasien preoperasi sectio caesarea Ibrahim, Nawal; Sukmaningtyas, Wilis; Yanti, Linda
Health Sciences and Pharmacy Journal Vol. 9 No. 2 (2025)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hspj.v9i2.1191

Abstract

Kecemasan praoperasi pada pasien sectio caesarea dapat dipicu oleh stres terkait prosedur pembedahan. Tingkat kecemasan yang berlebihan berpotensi menghambat proses penyembuhan dan memperburuk kondisi pasien selama operasi. Penelitian ini bertujuan menggambarkan tingkat kecemasan pasien sectio caesarea praoperasi di RST Wijaya Kusuma Purwokerto. Desain penelitian menggunakan deskriptif observasional kuantitatif dengan pendekatan Cross-sectional. Penelitian dilaksanakan di ruang rawat inap Gayatri RST Wijaya Kusuma Purwokerto pada 1–29 November 2023. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling dengan jumlah sampel 35 pasien. Instrumen penelitian berupa kuesioner Amsterdam Preoperative Anxiety and Information Scale (APAIS), sedangkan analisis data dilakukan menggunakan analisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 17 responden (48,6%) berusia antara 17 sampai 25 tahun, mereka yang disurvei, 25 (71,6%) belum pernah menjalani operasi, sedangkan 10 (28,4%) sebelumnya pernah menjalani operasi penyelamatan. Dari mereka yang disurvei, 11 (31,4%) memiliki pendidikan SMP dan sebanyak 18 responden (51,4%) menggolongkan kecemasan sebelum operasi sectio caesarea sebagai kecemasan dengan tingkat sedang. Dari. Penelitian ini disimpulkan sebagian besar responden tingkat kecemasan preoperasi pada pasien sectio caesarea berada pada kategori sedang, belum pernah menjalani tindakan pembedahan, meskipun terdapat sebagian kecil yang memiliki riwayat pembedahan. Dari segi latar belakang pendidikan, sebagian besar responden memiliki tingkat pendidikan terakhir setara Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Gambaran Saturasi Oksigen Pada Pasien Perokok Pasca Anestesi Umum Di Recovery Room Rumah Sakit Khusus Bedah Jatiwinangun Rizkiaturrahma, Farah; Sukmaningtyas, Wilis; Firdaus, Eza Kemal
Action Research Literate Vol. 8 No. 10 (2024): Action Research Literate
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/arl.v8i11.620

Abstract

Tindakan anestesi khususnya general anestesi inhalasi mempunyai risiko yang cukup besar mengalami desaturasi atau penurunan saturasi oksigen dari nilai normal. Saturasi oksigen adalah presentasi total oksigen dalam darah yang terikat oleh hemoglobin atau jumlah oksigen yang diangkut oleh hemoglobin (Malawat & Cahyadi, 2018). Saturasi oksigen pasca anestesi, khususnya anestesi umum inhalasi juga sangat berpengaruh pada keadaan sistem kesehatan paru. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi karakteristik saturasi oksigen pada pasien perokok pasca anestesi umum berdasarkan usia, durasi operasi dan frekuensi perokok. Penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional analitik. Teknik sampling pada penelitian ini menggunakan teknik non-probability sampling dengan teknik consecutive sampling. Populasi penelitian 75 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan usia responden dewasa awal memiliki nilai kategori saturasi oksigen Normal terdapat 17 responden (22,7%) dan pada lansia akhir memiliki nilai kategori saturasi oksigen Hipoksia terdapat 5 responden (6,7%). Berdasarkan durasi operasi kecil nilai kategori saturasi oksigen Normal terdapat 44 responden (58,7%). Untuk kategori saturasi oksigen Hipoksia keduanya memiliki kejadian hipoksia yang sama yaitu 3 responden (4%) operasi kecil dan 3 responden (4%) operasi sedang. Berdasarkan frekuensi perokok pada perokok ringan nilai kategori saturasi oksigen Normal terdapat 53 responden (70,7%) dan perokok sedang nilai kategori saturasi oksigen Hipoksia terdapat 6 responden (8%). Berdasarkan hasil tersebut, dapat diambil kesimpulan adanya penurunan saturasi oksigen pada pasien perokok pasca anestesi umum di recovery room Rumah Sakit Khusus Bedah Jatiwinangun. Hal ini dipengaruhi oleh keberagaman karakteristik para responden baik dari sisi usia, durasi operasi dan frekuensi perokok.
Gambaran kejadian postoperative nausea vomiting (PONV) pada pasien general dan regional anestesi Apriyanti, Meli; Sukmaningtyas, Wilis; Safitri, Maya
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 6 (2025): Volume 19 Nomor 6
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i6.1044

Abstract

Background: Postoperative nausea and vomiting (PONV) is a common complication after anesthetic procedures, both general and regional. This condition can cause discomfort, prolong recovery time, and increase healthcare costs. Purpose: To determine the incidence of postoperative nausea and vomiting (PONV) in patients undergoing surgery under general and regional anesthesia. Method: This was a quantitative descriptive study with a cross-sectional approach. The sample consisted of 75 patients undergoing surgery under general or regional anesthesia. Data were collected through observation and questionnaires regarding patient characteristics and the incidence of PONV within 24 hours after surgery. Results: Most respondents were aged 26–45 years (34.7%), predominantly female (62.7%), undergoing major surgery (77.3%) lasting 30–60 minutes (89.3%), and were non-smokers (73.3%). PONV occurred in 39 respondents (52.0%). Regional anesthesia was the most commonly used type of anesthesia (50.7%). Conclusion: PONV occurs more frequently in patients undergoing surgery under general anesthesia compared to patients undergoing regional anesthesia. This may be due to various factors, such as age, gender, type of surgery, duration of surgery, smoking history, and type of anesthesia. Suggestion: More effective prevention and management of PONV is needed, especially in patients undergoing general anesthesia, through the administration of prophylactic antiemetics and preoperative education.   Keywords: Anesthesia; General; Postoperative Nausea and Vomiting (PONV); Regional.   Pendahuluan: Postoperative Nausea and Vomiting (PONV) merupakan komplikasi umum setelah prosedur anestesi, baik general maupun regional. Kondisi ini dapat menyebabkan ketidaknyamanan, memperpanjang waktu pemulihan, dan meningkatkan biaya perawatan. Tujuan: Untuk mengetahui gambaran kejadian postoperative nausea and vomiting (PONV) pada pasien yang menjalani operasi dengan general anestesi dan regional anestesi. Metode: Penelitian desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 75 pasien yang menjalani operasi dengan general atau regional anestesi. Data dikumpulkan melalui observasi dan kuesioner mengenai karakteristik pasien serta kejadian PONV dalam 24 jam pascaoperasi. Hasil: Sebagian besar responden berusia 26–45 tahun (34.7%), mayoritas berjenis kelamin perempuan (62.7%), menjalani bedah mayor (77.3%) dengan durasi operasi 30–60 menit (89.3%), dan tidak merokok (73.3%). Kejadian PONV terjadi pada 39 responden (52.0%). Regional anestesi merupakan jenis anestesi yang paling banyak digunakan (50.7%). Simpulan: Kejadian PONV lebih banyak terjadi pada pasien yang menjalani operasi dengan general anestesi dibandingkan regional anestesi. Hal ini dapat disebabkan karena berbagai faktor, seperti faktor usia, jenis kelamin, jenis operasi, lama pembedahan, riwayat perokok, dan jenis anestesi. Saran: Diperlukan upaya pencegahan dan penanganan PONV yang lebih efektif, terutama bagi pasien dengan general anestesi, melalui pemberian antiemetik profilaksis dan edukasi praoperatif.   Kata Kunci: Anestesi; General; Post Operative Nausea and Vomiting (PONV); Regional.
Hubungan Usia dan Lama Puasa dengan Kejadian Hipotensi Pada Pasien dengan Anestesi Spinal di RSUD Kardinah Tegal Alfarizi, M Rizqy Diaz; Sukmaningtyas, Wilis; Safitri, Maya
Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 5 No 2 (2025): Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/medika.v5i2.1014

Abstract

Hypotension is the most common complication that occurs following spinal anesthesia and can be influenced by various factors, including age and the duration of preoperative fasting. Untreated hypotension may lead to decreased tissue perfusion, reduced consciousness, organ ischemia, and even shock. This study aims to determine the relationship between age and fasting duration with the incidence of hypotension in patients undergoing spinal anesthesia at Kardinah Regional Hospital, Tegal. A quantitative approach was employed using a descriptive correlational design with a cross-sectional method. A total of 98 respondents were selected through purposive sampling. Data were collected using observation sheets and analyzed using the Chi-Square test. The results showed that the majority of respondents were in the 46–55 year age group (43.9%) and had fasted for more than 8 hours (58.2%). A total of 64.3% of respondents experienced hypotension after spinal anesthesia. Statistical analysis revealed a significant relationship between age and the incidence of hypotension (p = 0.000), as well as between fasting duration and the incidence of hypotension (p = 0.000). It can be concluded that the older the patient and the longer the fasting duration, the higher the risk of developing hypotension.
Implementasi Relaksasi Genggam Jari pada Pasien Post Hernia Inguinalis Lateralis Sinistra dengan Masalah Gangguan Nyeri dan Ketidaknyamanan Irawan, Didik Dhani; Wulandari, Dwi Septi; Sukmaningtyas, Wilis
Journal of Management Nursing Vol. 1 No. 4 (2022): Journal of Management Nursing
Publisher : Scipro Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53801/jmn.v1i4.69

Abstract

Latar Belakang: Hernia inguinalis merupakan hernia yang terjadi penonjolan dibawah inguinalis, di daerah selangkangan atau skrotum. Pembedahan untuk menangani hernia menjadi salah satu cara yang lebih efektif karena metodenya yang konservatif (reposisi isi hernia inguinalis ke tempat semula). Nyeri menjadi salah satu masalah yang timbul pada pasien setelah dilakukan herniotomi dan hernioraphi selain gangguan mobilitas fisik, intoleransi aktivitas, dan resiko infeksi. Penatalaksanaan nyeri pada post operasi hernia dapat dilakukan secara non farmakoligis. Salah satu teknik relaksasi yang digunakan adalah teknik relaksasi genggam jari. Tujuan: Mengetahui pengaruh relaksasi genggam jari terhadap nyeri post operasi pada asuhan keperawatan Tn.T dengan diagnosis Hernia Inguinalis Lateralis Sinistra (HILS) di Ruang Cendrawasih Bawah RSUD Ajibarang Metode: Desain penelitian deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan yang terdiri dari pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi dengan memfokuskan implementasi keperawatan pada nyeri post Hernia Inguinalis Lateralis Sinistra (HILS) dengan memberikan relaksasi genggam jari. Adapun subjek studi kasus berjumlah satu kasus dengan masalah keperawatan nyeri post Hernia Inguinalis Lateralis Sinistra (HILS) di RSUD Ajibarang. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan skala nyeri pasien sebelum diberikan implementasi sebesar 5 sedangkan skala nyeri setelah diberikan implementasi relaksasi genggam jari selama 3 x 24 jam menjadi 3. Kesimpulan: Tindakan keperawatan yang perlu dilakukan pada pasien meliputi mengidentifikasi lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas, intensitas nyeri, mengidentifikasi skala nyeri, mengidentifikasi respons nyeri non verbal, berikan teknik non farmakologis untuk mengurangi nyeri. Dari penelitian ini dapat disimpulkan implementasi keperawatan relaksasi genggam jari 3x24 jam dapat menurunkan skala nyeri pada pasien post operasi.
Asuhan Keperawatan Nyeri Akut dengan Hipertensi di Wilayah Puskesmas Kalibagor Kabupaten Banyumas Sari, Finda Antika; Sukmaningtyas, Wilis; Ulfah , Mariah
Journal of Management Nursing Vol. 2 No. 1 (2022): Journal of Management Nursing
Publisher : Scipro Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53801/jmn.v2i1.78

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi adalah suatu keadaan dimana terjadi peningkatan tekanan darah didalam arteri diatas 140/90 mmHg. Tekanan darah tinggi dapat terjadi seiring dengan bertambahnya usia. Hipertensi merupakan salah satu faktor risiko dari penyakit seperti jantung, gagal ginjal, diabetes dan stroke. Masalah keperawatan yang sering muncul pada penderita hipertensi yaitu nyeri akut. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan asuhan keperawatan pada pasien hipertensi dengan nyeri akut. Metode: Penelitian ini dirancang menggunakan metode deskriptif kualitatif berbentuk studi kasus. Asuhan keperawatan diberikan kepada Tn. S selama 3 hari. Teknik pengumpulan data diperoleh dari hasil wawancara, observasi, dokumentasi/ catatan dan pemeriksaan fisik. Hasil: Hasil didapatkan bahwa pasien mengeluh kepala terasa sangat sakit atau nyeri sampai leher terasa cengeng sudah 2 hari. Pasien memiliki riwayat hipertensi yang tidak terkontrol. Tekanan darah 160/90 mmHg, nadi 83 kali per menit, irama nafas 23 kali per menit, suhu 36,5o C. Diagnosa medis tertulis pasien mengalami hipertensi. Kesimpulan: Berdasarkan data yang didapatkan, pasien mengalami nyeri akut. Peneliti memberikan intervensi teknik relaksasi nafas dalam selama 3 hari. Teknik relaksasi nafas dalam terbukti efektif dilakukan untuk mengatasi nyeri akut pada penderita hipertensi. Ini ditunjukan dengan adanya peningkatan nyeri dari cukup berat menjadi sedang pada hari ke-1 hingga ke-3. Sehingga asuhan keperawatan pada pasien hipertensi dengan nyeri akut di wilayah puskesmas kalibagor banyumas dapat teratasi sebagian.
Asuhan Keperawatan Gangguan Mobilitas Fisik dengan Stroke Non Hemoragik di Wilayah Puskesmas Sumbang Banyumas Sahrani, Atifah Syifa; Sukmaningtyas, Wilis; Khasanah, Suci
Journal of Management Nursing Vol. 2 No. 2 (2023): Journal of Management Nursing
Publisher : Scipro Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53801/jmn.v2i2.97

Abstract

Latar Belakang: Stroke merupakan suatu sindrom dengan tanda dan gejala kehilangan fungsi saraf pusat fokal (atau global) yang berkembang dengan cepat dalam detik atau menit. Tanda dan gejala ini berlangsung lebih dari 24 jam atau dapat menyebabkan kematian. Masalah keperawatan yang sering ditemukan adalah gangguan mobilitas yaitu keterbatasan dalam gerak fisik atau lebih ekstremitas secara mandiri. Kelemahan atau kelumpuhan akan menimbulkan gangguan mobilitas fisik dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa asuhan keperawatan pada pasien stroke non hemoragik yang mengalami gangguan mobilitas fisik. Metode: Penelitian ini dirancang dengan metode deskriptif kualitatif berbentuk studi kasus. Asuhan keperawatan diberikan kepada Tn. W selama 3 hari. Teknik pengumpulan data diperoleh dari hasil wawancara, observasi, dan pemeriksaan fisik. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukan pasien mengalami gangguan mobilitas fisik dimana hasil pemeriksaan fisik menunjukan pasien tidak dapat menggerakan tangan dan kaki kiri (ekstremitas kiri), pasien menggunakan kursi roda untuk berpindah, pasien memiliki riwayat hipertensi sejak 1 tahun yang lalu, pasien memiliki riwayat stroke 6 bulan yang lalu, tekanan darah 160/100 mmHg, suhu 36,8 °C, nadi 80 kali per menit, laju pernafasan 24 kali per menit, pasien sulit menelan makanan. Dari hasil pemeriksaan diatas diagnosa medis pasien mengalami stroke non hemoragik. Mobilitas pasien mengalami perbaikan setelah diberikan terapi ROM yang dibuktikan dengan pergerakan, kekuatan otot, rentan gerak awal 1 akhir 3. Gerak otot, gerak sendi, bergerak dengan mudah, pergelangan tangan, siku kiri, bahu kiri, pergelangan kaki kiri, lutut kiri awal 2 akhir 4. Pergelangan tangan kanan, siku kanan, bahu kanan, pergelangan kaki kanan awal 4 menjadi 5. Kesimpulan: Berdasarkan data yang didapat, terapi ROM terbukti efektif untuk meningkatkan kemampuan mobilitas fisik pada pasien yang mengalami stroke non hemoragik. Peneliti memberikan intervensi ROM selama 3 hari. Tindakan ROM selama 3 hari menunjukan adanya perubahan teradap nilai rentang dari pasien.
Gambaran Tingkat Pengetahuan Tentang Anestesi Spinal Pada Ibu Hamil Dengan Rencana Sectio Caesarea Di RSUD Brebes Wijaya, Aditya; Tophan Heri Wibowo; Wilis Sukmaningtyas
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses melahirkan janin baik secara pervaginam maupun dengan pembedahan Sectio Caesarea menjadi momen yang sangat berharga bagi pasangan suami dan istri. Persalinan SC adalah proses pembedahan dinding perut dan uterus, selain tidak memerlukan obat induksi proses pemulihannya tergolong cepat. Badan Pusat Statistik di Kabupaten Brebes menyatakan sebanyak 537 persalinan dengan SC terjadi pada tahun 2019. Anestesi spinal adalah proses memasukan obat lewat tulang belakang. Walaupun mempunyai efektifitas dan tingkat keamanan yang baik, namun ada berbagai macam komplikasi yang tentunya dapat menimbulkan kecemasan bagi ibu yang akan melakukan SC. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan tentang anestesi spinal pada ibu hamil dengan rencana sectio caesarea di RSUD Brebes. Hasil penelitian berdasarkan karakteristik responden ditemukan bahwa mayoritas responden yang berusia 25-35 tahun memliki tingkat pengetahuan baik sebanyak 8 responden (22,9%). Responden dengan pekerjaan IRT mayoritas memiliki tingkat pengetahuan baik yaitu sebanyak 11 responden (31,4%). Berdasarkan tingkat pendidikan diketahui sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan baik dengan pendidikan terakhir perguruan tingg yaitu sebanyak 7 responden (28,6%). Responden dengan riwayat SC sebelumnya mayoritas memiliki tingkat pengetahuan baik sebanyak 18 responden (51,4%). Tingkat pengetahuan berdasarkan riwayat anestesi spinal sebagian besar memiliki tingkat pengetahuan baik bagi responden yang pernah melakukan anestesi spinal sebanyak 19 responden (54,3%).
Hubungan Lama Operasi dengan Hipotermi pada Pasien Pascaspinal Anestesi Rahmanto, Edwin Teguh; Novitasari, Dwi; Sukmaningtyas, Wilis
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 4 (2024): Agustus 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i4.2687

Abstract

Hipotermi diantaranya penyebab keterlambatan waktu pulih sadar. Kejadian hipotermia mayoritas responden menjalani operasi besar (>60menit). Durasi anestesi dan operasi yang lama membuat suhu tubuh semakin rendah yang mengakibatkan shivering. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan lama operasi dengan hipotermi pada pasien pascaspinal anestesi di RSUD dr.H. Soemarno Sosroatmodjo Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara. Metode penelitian kuantitatif deskriptif korelasional dengan cross sektional. Jumlah populasi penelitian 82 pasien operasi spinal anestesi, jumlah sampel 67 orang dengan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian dengan lembar observasidan Termometer aksila digital (Thermo One) untuk mengukur suhu badan dengan nilai uji validitas 0,000 dan reliabilitas 0,671 dinyatakan valid dan reliable. Analisa data univariat dan bivariat Uji Chi-Square. Hasil observasi didapatkan lama operasi responden mayoritas 1-2 jam (sedang) (65,7%). Responden mayoritas mengalami hipotermi sedang (47,8%). Berdasarkan analisis data menggunakan uji chi-square menunjukkan nilai signifikansi.003. Kesimpulan yaitu terdapat hubungan lama operasi dan hipotermi pasien pascaspinal anestesi. Saran sebagai intervensi alternatif dalam melakukan asuhan keperawatan untuk mengatasi lama operasi dan hipotermi yang dirasakan pasien pascaspinal anestesi.
Co-Authors Abdurrohman Rasyid Achmad Fadilah, Rizal Adiratna Sekar Siwi Adriani, Prasanti Adriyani, Fauziyah Hanum Nur Afrilya, Tiara Octa Agustriliani, Ricke Pramesti Alfarizi, M Rizqy Diaz Alifa, Fhadilah Putri Syiva Alifiani, Azizah Putri Amin Susanto Apriyanti, Meli Ardan, Achmad Area Dhiatamaa, Sketsa Areksah, Recy Asmat Burhan Assyifa, Ibnu Ayunda Frisqi Herlianingsih Azizah, Wafa Nur Bisma Yudha, Magenda Burhan, Asmat Danang Tri Yudhono Dea Oktria Nur Dedi, Dedi Irawan Depi Anggara Devi Ratna Puspitasari Dewi, Hefty Kusuma Didik Dhani Irawan Dwi Atika Safitri Dwi Novitasari Dwi Septi Wulandari Dwi Wahyuni Dzuhuri, Muh Adnan Elfi Aprilia Farhan Fawwaz Fauzi, Rizki Febriyanti, Vivin Dwi Feti Kumala Dewi Firdaus, Eza Kemal Fitrianingsih Fitrianingsih Gita Afriyani R Gulo, Sinansari Hanum NA, Fauziah Hapsari, Amelya Prabawati Hikmal Akbar Hikmal Akbar Hikmanti, Arlyana Hilda Nesa Dwiningrum Hilda Nesa Dwiningrum ibadillah yusmana Ibrahim, Nawal Iis Setiawan Ikhwan Yuda Kusuma Irawan, Didik Dhani Juarsa, Salsabila Saila Karmana, Dede Kemal Firdaus, Eza Linda Yanti Made Suandika Madyo Maryoto Madyo Maryoto Magenda Bisma Yudha Marfuatus Solikhah Maria Paulina Irma Susanti Mariah Ulfah Maya Safitri Maya Safitri Meliana Hardian Rahmawati Mixrova Sebayang, Septian Muhammad Def Muhammad Pandu Wira Sena Isnantopo, Noor Narendra, Gangsar Haryo Nika, Fifi Sephia Nofyanto, Deden Noor Rochmah Ida Ayu TP Novita Sari Nur Ardiyani, Fauziah Hanum Nur Wahyuni Nuraeni Nuraeni Nurinnisa Shiddiqiyah Nurjanah, Dilla Ainun Ocha Rajabia Rahmah Pramudya Gurensky, Ganea Rada, Muh Husein Rahmanto, Edwin Teguh Rahmat Danus Rahmat Danus Ramlan Ramlan Refa Teja Muti Reni Dwi Setyaningsih Restu Pujianto Retno Kristanti Retno Monicha Sari Ria Anggrina Ria Anggrina Ricky Irawan Riski Ardi Saputro Riski Saputra Risky Hidayat Riyan Makhfudin Rizkiaturrahma, Farah Rizqi Nur Azkiyah Roro Lintang Suryani S.Pd. M Kes I Ketut Sudiana . Sahrani, Atifah Syifa Sari, Finda Antika Savitri, Nurmalita Ayu Sekar Pertiwi Sekar Siwi, Adiratna Septian Mixrova Sebayang Septian Mixrova Sebayang Setyawati, Martyarini Budi Setyawati, Martyarini Budi Shiddiqiyah, Nurinnisa sinta desiyanti Sintya Dwi Utami Siti Haniyah Siti Robi'ah Yuniatun Sri Rahayu Sri Wahyuni Suci Khasanah suci khasanah Sugiharti, Rosi Kurnia Sulistianingrum, Andini Suryo Ediyono Susanto, Amin Susilo Rini Talakua, Yoan Tika Thopan Heri Wibowo Tin Utami Tin Utami Tophan Heri Wibowo Tophan Heri Wibowo Tri Sumarni Tri Sumarni Triyudono, Danang Ulfah , Mariah Wahyu Dwi Rahmawati Wahyu Hidayat Wahyuni, Tika Wasis Eko Kurniawan Wibowo, Tophan Heri Wijaya, Aditya Windiarti, Prahesti Anita Wirakhmi, Ikit Netra Wulandari, Dwi Septi Yanrin, Adzana Salsabila Nezga Pratama Yantoro, Awal Tunis Yudha, Magenda Bisma Yudono, Danang Tri Yunita Bonis Zidan, Fahmi