Claim Missing Document
Check
Articles

Pelatihan Penanganan Awal pada Kegawatdaruratan Kejang Demam pada Anak Dengan Teknik Tepid Water Sponge di Balai Desa Ledug Kembaran Banyumas Hapsari, Amelya Prabawati; Sukmaningtyas, Wilis; Sekar Siwi, Adiratna
Jurnal Abdimas Kesehatan (JAK) Vol. 7 No. 2 (2025): Juni
Publisher : Universitas Baiturrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36565/jak.v7i2.890

Abstract

Febrile convulsions are seizures that occur in children aged 6 months to 5 years who experience an increase in body temperature above 38 ℃. Tepid water sponge is a warm compress with a wipe technique given to patients who have high fever to reduce or reduce body temperature, so that with controlled body temperature will reduce the risk of seizures. The purpose of this community service is to implement the provision of training so as to increase the knowledge and skills of mothers in the initial handling of febrile seizures in children with tepid water sponge techniques. The methods used in this training activity are pre-test and post-test questionnaire methods, lectures, demonstrations, and discussions after the implementation of training activities. A total of 30 mothers in Ledug Village on 5 June 2024 became participants who were given a pre test and post test to determine their level of knowledge. The results of measuring the knowledge and skills of mothers after the training showed that the majority of mothers could understand well related to the management of early management of febrile seizures as many as 21 people (70%). Evaluation of skill level was also given to the parents. The results showed that before the training, all 28 participants fell into the incompetent category. After the training, there was an increase in skills with the majority being in the highly competent category as many as 13 people (42.8%). This activity proved to be effective in improving the knowledge and skills of parents in Ledug Village about the initial handling of febrile seizures in children.
Pelatihan Bantuan Hidup Dasar Pada Kegawatdaruratan Bayi Saat Tersedak Menggunakan Teknik Chest Thrust di Desa Ledug Wahyuni, Tika; Sukmaningtyas, Wilis; Hanum NA, Fauziah
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 4, No 1 (2025): April
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.15335855

Abstract

Background: Infants are a population that is vulnerable to health problems. Health problems experienced by infants become emergencies if not handled properly. One of the emergencies that is often experienced by infants is choking. Choking is a condition where a foreign object blocks the throat for various reasons, blocking the flow of air. Handling of infants aged 0-1 years using the chest thrust technique. Objective: This Community Service aims to identify the level of knowledge and skills of pregnant women and mothers who have babies in providing basic life support in the event of a choking baby emergency. Method: This Community Service uses lecture and demonstration methods. Participants who attended and participated in the activity were 25 people. The activity was carried out at the Ledug Purwokerto Village Hall on Friday, September 30, 2024. The media used were in the form of powerpoint, leaflets and videos.  Results: The level of knowledge before education was carried out, 8 participants (32.0%) had insufficient knowledge, 4 participants (16.0%) had sufficient knowledge and 13 participants (52.0%) had good knowledge. Meanwhile, after being given education, 25 participants (100%) were in the good category. The skill level before being given education and demonstration, all participants were unskilled, 25 participants (100.0%). Meanwhile, after being given education and demonstration, 22 participants (65.6%) had skilled skills and 3 people (12.0%) had poor skills. Output: This community service is in the form of leaflets, videos, and journal publications.
Pelatihan Bantuan Hidup Dasar Pada Kegawatdaruratan Bayi Saat Tersedak Menggunakan Teknik Chest Thrust di Desa Ledug Wahyuni, Tika; Sukmaningtyas, Wilis; Hanum NA, Fauziah
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 4, No 1 (2025): April
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.15335855

Abstract

Background: Infants are a population that is vulnerable to health problems. Health problems experienced by infants become emergencies if not handled properly. One of the emergencies that is often experienced by infants is choking. Choking is a condition where a foreign object blocks the throat for various reasons, blocking the flow of air. Handling of infants aged 0-1 years using the chest thrust technique. Objective: This Community Service aims to identify the level of knowledge and skills of pregnant women and mothers who have babies in providing basic life support in the event of a choking baby emergency. Method: This Community Service uses lecture and demonstration methods. Participants who attended and participated in the activity were 25 people. The activity was carried out at the Ledug Purwokerto Village Hall on Friday, September 30, 2024. The media used were in the form of powerpoint, leaflets and videos.  Results: The level of knowledge before education was carried out, 8 participants (32.0%) had insufficient knowledge, 4 participants (16.0%) had sufficient knowledge and 13 participants (52.0%) had good knowledge. Meanwhile, after being given education, 25 participants (100%) were in the good category. The skill level before being given education and demonstration, all participants were unskilled, 25 participants (100.0%). Meanwhile, after being given education and demonstration, 22 participants (65.6%) had skilled skills and 3 people (12.0%) had poor skills. Output: This community service is in the form of leaflets, videos, and journal publications.
Implementasi Relaksasi Otot Progresif Terhadap Penurunan Tingkat Kecemasan Pasien Pre Sectio Caesarea Alifiani, Azizah Putri; Sukmaningtyas, Wilis; Utami, Tin
Jurnal Pengabdian Masyarakat - PIMAS Vol. 4 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/pimas.v4i3.1860

Abstract

Sectio caesarea semakin banyak dilakukan di negara berkembang, berdasarkan data Kemenkes RI 2019, persentase persalinan dengan SC di Provinsi Jawa Tengah mencapai 17,1%.Tingginya tingkat kecemasan adalah salah satu tantangan utama yang dihadapi pasien selama menjalani operasi, karena dapat memengaruhi proses persalinan serta kondisi fisik dan mental baik ibu maupun janin. Terapi relaksasi otot progresif terbukti berhasil mengurangi kecemasan pasien sebelum operasi dengan cara merilekskan ketegangan otot dan meningkatkan produksi hormon endorfin. Tujuan dari PkM ini adalah mengimplementasikan relaksasi otot progresif pada pasien pre sectio caesarea dengan anestesi spinal untuk menurunkan tingkat kecemasan. Metode yang diterapkan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dengan mengimplementasikan relaksasi otot progresif selama 10 menit pada 30 peserta dengan menggunakan instrument kecemasan APAIS. Hasil kegiatan ini menunjukkan sebelum pelaksanaan relaksasi otot progresif terdeteksi adanya kecemasan ringan pada 8 peserta (26,7%) dan kecemasan sedang pada 22 peserta (73,3%). Setelah dilakukannya implementasi, mayoritas peserta mengalami tingkat kecemasan ringan dengan jumlah 25 peserta (83,3%) dan kecemasan sedang sebanyak 5 peserta (16,7%). Pengurangan kecemasan peserta melalui relaksasi otot progresif tercatat sebesar 49,1%, dan setelah implementasi, hasilnya mencapai 32%, dengan selisih sebesar 17,1%.   Kata kunci : kecemasan pre operasi, relaksasi otot progresif, sectio caesarea  
Edukasi Hipertensi Pada Pasien Pascaoperasi Dengan Riwayat Hipertensi Di RSUD Dr. Soedirman Kebumen Juarsa, Salsabila Saila; Sukmaningtyas, Wilis; Utami, Tin
Jurnal Pengabdian Masyarakat - PIMAS Vol. 4 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/pimas.v4i3.1926

Abstract

Hipertensi adalah kondisi kronis dengan tekanan darah melebihi 140/90 mmHg yang berisiko menimbulkan komplikasi serius. Pada pasien pascaoperasi, hipertensi sering terjadi akibat respons stres tubuh, nyeri, atau kurangnya kontrol faktor risiko. Edukasi perioperatif penting untuk meningkatkan kepatuhan terhadap pengobatan, pemantauan tekanan darah, dan perubahan gaya hidup. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan pasien pascaoperasi dengan riwayat hipertensi melalui edukasi menggunakan buku saku. Metode yang digunakan adalah edukasi individu kepada 20 peserta, dievaluasi dengan kuesioner sebelum dan sesudah edukasi. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan: sebelum edukasi, peserta dengan kategori cukup dan baik masing-masing sebanyak 10 peserta (50%), dan tidak ada yang masuk kategori kurang. Setelah edukasi, seluruh peserta (100%) masuk kategori baik. Rata-rata pengetahuan meningkat dari 72% menjadi 88%. edukasi dengan media sederhana seperti buku saku terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman pasien terhadap hipertensi pascaoperasi.
Gambaran tingkat kecemasan pasien preoperasi sectio caesarea Ibrahim, Nawal; Sukmaningtyas, Wilis; Yanti, Linda
Health Sciences and Pharmacy Journal Vol. 9 No. 2 (2025)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hspj.v9i2.1191

Abstract

Kecemasan praoperasi pada pasien sectio caesarea dapat dipicu oleh stres terkait prosedur pembedahan. Tingkat kecemasan yang berlebihan berpotensi menghambat proses penyembuhan dan memperburuk kondisi pasien selama operasi. Penelitian ini bertujuan menggambarkan tingkat kecemasan pasien sectio caesarea praoperasi di RST Wijaya Kusuma Purwokerto. Desain penelitian menggunakan deskriptif observasional kuantitatif dengan pendekatan Cross-sectional. Penelitian dilaksanakan di ruang rawat inap Gayatri RST Wijaya Kusuma Purwokerto pada 1–29 November 2023. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling dengan jumlah sampel 35 pasien. Instrumen penelitian berupa kuesioner Amsterdam Preoperative Anxiety and Information Scale (APAIS), sedangkan analisis data dilakukan menggunakan analisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 17 responden (48,6%) berusia antara 17 sampai 25 tahun, mereka yang disurvei, 25 (71,6%) belum pernah menjalani operasi, sedangkan 10 (28,4%) sebelumnya pernah menjalani operasi penyelamatan. Dari mereka yang disurvei, 11 (31,4%) memiliki pendidikan SMP dan sebanyak 18 responden (51,4%) menggolongkan kecemasan sebelum operasi sectio caesarea sebagai kecemasan dengan tingkat sedang. Dari. Penelitian ini disimpulkan sebagian besar responden tingkat kecemasan preoperasi pada pasien sectio caesarea berada pada kategori sedang, belum pernah menjalani tindakan pembedahan, meskipun terdapat sebagian kecil yang memiliki riwayat pembedahan. Dari segi latar belakang pendidikan, sebagian besar responden memiliki tingkat pendidikan terakhir setara Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Hubungan Usia Dan Lama Operasi Dengan Waktu Pulih Sadar Pada Pasien Post General Anestesi Di RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga Hilda Nesa Dwiningrum; Tophan Heri Wibowo; Wilis Sukmaningtyas
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.189

Abstract

Pulih sadar post anestesi umum merupakan tahap penting pada post operasi. Penelitian ini dilakukan di RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga, untuk melihat bagaimana usia dan durasi operasi memengaruhi waktu pemulihan kesadaran pasien setelah anestesi umum. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan 185 responden yang dipilih melalui quota sampling. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi dan Aldrete Score. Hasilnya menunjukkan bahwa mayoritas responden berusia dewasa (19-59 tahun) yaitu 136 responden dan sebagian besar menjalani operasi berdurasi sedang (60-120 menit), yaitu 78 responden. Dan sebagian besar pasien (134 responden) menunjukkan pemulihan kesadaran yang cepat. Analisis statistik menggunakan uji Spearman Rank menunjukkan adanya hubungan signifikan antara usia (p=0,000; rsp = 0,445) dan durasi operasi (p=0,000; rsp = 0,461) dengan waktu pemulihan kesadaran. Hubungan ini bersifat positif sedang, yang artinya semakin tua usia pasien dan semakin lama durasi operasi, semakin lambat waktu yang dibutuhkan untuk pulih sadar.
Gambaran Saturasi Oksigen Pada Pasien Perokok Pasca Anestesi Umum Di Recovery Room Rumah Sakit Khusus Bedah Jatiwinangun Rizkiaturrahma, Farah; Sukmaningtyas, Wilis; Firdaus, Eza Kemal
Action Research Literate Vol. 8 No. 10 (2024): Action Research Literate
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/arl.v8i11.620

Abstract

Tindakan anestesi khususnya general anestesi inhalasi mempunyai risiko yang cukup besar mengalami desaturasi atau penurunan saturasi oksigen dari nilai normal. Saturasi oksigen adalah presentasi total oksigen dalam darah yang terikat oleh hemoglobin atau jumlah oksigen yang diangkut oleh hemoglobin (Malawat & Cahyadi, 2018). Saturasi oksigen pasca anestesi, khususnya anestesi umum inhalasi juga sangat berpengaruh pada keadaan sistem kesehatan paru. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi karakteristik saturasi oksigen pada pasien perokok pasca anestesi umum berdasarkan usia, durasi operasi dan frekuensi perokok. Penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional analitik. Teknik sampling pada penelitian ini menggunakan teknik non-probability sampling dengan teknik consecutive sampling. Populasi penelitian 75 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan usia responden dewasa awal memiliki nilai kategori saturasi oksigen Normal terdapat 17 responden (22,7%) dan pada lansia akhir memiliki nilai kategori saturasi oksigen Hipoksia terdapat 5 responden (6,7%). Berdasarkan durasi operasi kecil nilai kategori saturasi oksigen Normal terdapat 44 responden (58,7%). Untuk kategori saturasi oksigen Hipoksia keduanya memiliki kejadian hipoksia yang sama yaitu 3 responden (4%) operasi kecil dan 3 responden (4%) operasi sedang. Berdasarkan frekuensi perokok pada perokok ringan nilai kategori saturasi oksigen Normal terdapat 53 responden (70,7%) dan perokok sedang nilai kategori saturasi oksigen Hipoksia terdapat 6 responden (8%). Berdasarkan hasil tersebut, dapat diambil kesimpulan adanya penurunan saturasi oksigen pada pasien perokok pasca anestesi umum di recovery room Rumah Sakit Khusus Bedah Jatiwinangun. Hal ini dipengaruhi oleh keberagaman karakteristik para responden baik dari sisi usia, durasi operasi dan frekuensi perokok.
Gambaran kejadian postoperative nausea vomiting (PONV) pada pasien general dan regional anestesi Apriyanti, Meli; Sukmaningtyas, Wilis; Safitri, Maya
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 6 (2025): Volume 19 Nomor 6
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i6.1044

Abstract

Background: Postoperative nausea and vomiting (PONV) is a common complication after anesthetic procedures, both general and regional. This condition can cause discomfort, prolong recovery time, and increase healthcare costs. Purpose: To determine the incidence of postoperative nausea and vomiting (PONV) in patients undergoing surgery under general and regional anesthesia. Method: This was a quantitative descriptive study with a cross-sectional approach. The sample consisted of 75 patients undergoing surgery under general or regional anesthesia. Data were collected through observation and questionnaires regarding patient characteristics and the incidence of PONV within 24 hours after surgery. Results: Most respondents were aged 26–45 years (34.7%), predominantly female (62.7%), undergoing major surgery (77.3%) lasting 30–60 minutes (89.3%), and were non-smokers (73.3%). PONV occurred in 39 respondents (52.0%). Regional anesthesia was the most commonly used type of anesthesia (50.7%). Conclusion: PONV occurs more frequently in patients undergoing surgery under general anesthesia compared to patients undergoing regional anesthesia. This may be due to various factors, such as age, gender, type of surgery, duration of surgery, smoking history, and type of anesthesia. Suggestion: More effective prevention and management of PONV is needed, especially in patients undergoing general anesthesia, through the administration of prophylactic antiemetics and preoperative education.   Keywords: Anesthesia; General; Postoperative Nausea and Vomiting (PONV); Regional.   Pendahuluan: Postoperative Nausea and Vomiting (PONV) merupakan komplikasi umum setelah prosedur anestesi, baik general maupun regional. Kondisi ini dapat menyebabkan ketidaknyamanan, memperpanjang waktu pemulihan, dan meningkatkan biaya perawatan. Tujuan: Untuk mengetahui gambaran kejadian postoperative nausea and vomiting (PONV) pada pasien yang menjalani operasi dengan general anestesi dan regional anestesi. Metode: Penelitian desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 75 pasien yang menjalani operasi dengan general atau regional anestesi. Data dikumpulkan melalui observasi dan kuesioner mengenai karakteristik pasien serta kejadian PONV dalam 24 jam pascaoperasi. Hasil: Sebagian besar responden berusia 26–45 tahun (34.7%), mayoritas berjenis kelamin perempuan (62.7%), menjalani bedah mayor (77.3%) dengan durasi operasi 30–60 menit (89.3%), dan tidak merokok (73.3%). Kejadian PONV terjadi pada 39 responden (52.0%). Regional anestesi merupakan jenis anestesi yang paling banyak digunakan (50.7%). Simpulan: Kejadian PONV lebih banyak terjadi pada pasien yang menjalani operasi dengan general anestesi dibandingkan regional anestesi. Hal ini dapat disebabkan karena berbagai faktor, seperti faktor usia, jenis kelamin, jenis operasi, lama pembedahan, riwayat perokok, dan jenis anestesi. Saran: Diperlukan upaya pencegahan dan penanganan PONV yang lebih efektif, terutama bagi pasien dengan general anestesi, melalui pemberian antiemetik profilaksis dan edukasi praoperatif.   Kata Kunci: Anestesi; General; Post Operative Nausea and Vomiting (PONV); Regional.
Hubungan Usia dan Lama Puasa dengan Kejadian Hipotensi Pada Pasien dengan Anestesi Spinal di RSUD Kardinah Tegal Alfarizi, M Rizqy Diaz; Sukmaningtyas, Wilis; Safitri, Maya
Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 5 No 2 (2025): Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/medika.v5i2.1014

Abstract

Hypotension is the most common complication that occurs following spinal anesthesia and can be influenced by various factors, including age and the duration of preoperative fasting. Untreated hypotension may lead to decreased tissue perfusion, reduced consciousness, organ ischemia, and even shock. This study aims to determine the relationship between age and fasting duration with the incidence of hypotension in patients undergoing spinal anesthesia at Kardinah Regional Hospital, Tegal. A quantitative approach was employed using a descriptive correlational design with a cross-sectional method. A total of 98 respondents were selected through purposive sampling. Data were collected using observation sheets and analyzed using the Chi-Square test. The results showed that the majority of respondents were in the 46–55 year age group (43.9%) and had fasted for more than 8 hours (58.2%). A total of 64.3% of respondents experienced hypotension after spinal anesthesia. Statistical analysis revealed a significant relationship between age and the incidence of hypotension (p = 0.000), as well as between fasting duration and the incidence of hypotension (p = 0.000). It can be concluded that the older the patient and the longer the fasting duration, the higher the risk of developing hypotension.
Co-Authors Abdurrohman Rasyid Achmad Fadilah, Rizal Adiratna Sekar Siwi Adriani, Prasanti Adriyani, Fauziyah Hanum Nur Afrilya, Tiara Octa Agustriliani, Ricke Pramesti Alfarizi, M Rizqy Diaz Alifa, Fhadilah Putri Syiva Alifiani, Azizah Putri Amin Susanto Apriyanti, Meli Ardan, Achmad Area Dhiatamaa, Sketsa Areksah, Recy Asmat Burhan Assyifa, Ibnu Ayunda Frisqi Herlianingsih Azizah, Wafa Nur Bisma Yudha, Magenda Burhan, Asmat Danang Tri Yudhono Dea Oktria Nur Dedi, Dedi Irawan Depi Anggara Devi Ratna Puspitasari Dewi, Hefty Kusuma Didik Dhani Irawan Dwi Atika Safitri Dwi Novitasari Dwi Septi Wulandari Dwi Wahyuni Dzuhuri, Muh Adnan Elfi Aprilia Farhan Fawwaz Fauzi, Rizki Febriyanti, Vivin Dwi Feti Kumala Dewi Firdaus, Eza Kemal Fitrianingsih Fitrianingsih Gita Afriyani R Gulo, Sinansari Hanum NA, Fauziah Hapsari, Amelya Prabawati Hendrila, Salsabila Putri Hidayat, Ariani Putri Hikmal Akbar Hikmanti, Arlyana Hilda Nesa Dwiningrum ibadillah yusmana Ibrahim, Nawal Iis Setiawan Ikhwan Yuda Kusuma Irawan, Didik Dhani Juarsa, Salsabila Saila Karmana, Dede Kemal Firdaus, Eza Linda Yanti Made Suandika Madyo Maryoto Madyo Maryoto Magenda Bisma Yudha Marfuatus Solikhah Maria Paulina Irma Susanti Mariah Ulfah Martyarini Budi Setyawati Maya Safitri Maya Safitri Mixrova Sebayang, Septian Muhammad Def Muhammad Pandu Wira Sena Isnantopo, Noor Narendra, Gangsar Haryo Nika, Fifi Sephia Nofyanto, Deden Noor Rochmah Ida Ayu TP Novita Sari Nur Ardiyani, Fauziah Hanum Nur Wahyuni Nuraeni Nuraeni Nurinnisa Shiddiqiyah Nurjanah, Dilla Ainun Ocha Rajabia Rahmah Pramudya Gurensky, Ganea Rada, Muh Husein Rahmanto, Edwin Teguh Rahmat Danus Ramlan Ramlan Refa Teja Muti Reni Dwi Setyaningsih Restu Pujianto Retno Kristanti Retno Monicha Sari Ria Anggrina Ricky Irawan Riski Ardi Saputro Riski Saputra Risky Hidayat Riyan Makhfudin Rizkiaturrahma, Farah Rizqi Nur Azkiyah Roro Lintang Suryani S.Pd. M Kes I Ketut Sudiana . Sahrani, Atifah Syifa Sari, Finda Antika Savitri, Nurmalita Ayu Sekar Pertiwi Sekar Siwi, Adiratna Septian Mixrova Sebayang Setyawati, Martyarini Budi Shiddiqiyah, Nurinnisa sinta desiyanti Sintya Dwi Utami Siti Haniyah Siti Robi'ah Yuniatun Sri Rahayu Sri Wahyuni suci khasanah Suci Khasanah Sugiharti, Rosi Kurnia Sulistianingrum, Andini Suryo Ediyono Susanto, Amin Susilo Rini Thopan Heri Wibowo Tin Utami Tin Utami Tophan Heri Wibowo Tophan Heri Wibowo Tri Sumarni Tri Sumarni Triyudono, Danang Ulfah , Mariah Wahyu Dwi Rahmawati Wahyu Hidayat Wahyuni, Tika Wasis Eko Kurniawan Wibowo, Tophan Heri Wijaya, Aditya Windiarti, Prahesti Anita Wirakhmi, Ikit Netra Wulandari, Dwi Septi Yanrin, Adzana Salsabila Nezga Pratama Yantoro, Awal Tunis Yudha, Magenda Bisma Yudono, Danang Tri Yunita Bonis Zidan, Fahmi