Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

REDUPLIKASI SEMANTIS DALAM PEMBENTUKAN KATA BAHASA REMPUNG KAJIAN PERSPEKTIF DIAKRONIS Muzianti, Yeni; Mahsun, Mahsun; Sukri, Muhammad
El-Tsaqafah : Jurnal Jurusan PBA Vol. 23 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/tsaqafah.v23i1.9873

Abstract

The study investigates semantic reduplication in the Rempung language, aiming to elucidate its forms, functions, and meanings. Employing a qualitative descriptive approach, the research gathers data in the form of words or phrases that exhibit semantic reduplication. Data analysis methods include introspection and the speech method, encompassing direct and indirect speech, note-taking, and recording. With a diachronic perspective, the research utilizes the intralingual Equivalence method, employing both basic and advanced comparison techniques. The analysis results are presented formally and informally. The study draws upon the Simatupang theory and identifies seven forms of semantic reduplication across three categories. Semantic reduplication in the Rempung language serves two functions: inflection and derivation, each carrying nuanced meanings
Implementasi Aspek Hukum dan Etika dalam Pengembangan Perpustakaan Digital: Studi Kasus Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur Ayuni, Ervina; Sukri, Muhammad; Anugrah, Alfiani; Mulyadi, Irvan
Maktabatun: Jurnal Perpustakaan dan Informasi Vol 4 No 1 (2024): Maktabatun: Jurnal Perpustakaan dan Informasi
Publisher : Prodi Perpustakaan dan Sains Informasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang Implementasi aspek hukum dan etik dalam pengembangan perpustakaan digital. Dengan fokus pada repository perpustakaan universitas Muhammadiyah kalimatan timur (UMKT). Perpustakaan digital memiliki beberapa tantangan yang terkait dengan hak cipta, hak kekayaan intelektual, dan etika dalam digitalisasi konten. Studi kasus ini menganalisa tentang kebijakan dalam pengembangan perpustakaan digital dan upaya mengurangi plagiarisme yang sering terjadi dikalangan mahasiswa saat ini. Penelitian ini juga menyoroti pentingnya izin dari penulis sebelum mengunggah koleksi digital ke aplikasi Sspace untuk menghindari adanya pelanggaran hukum. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan melakukan wawancara secara mendalam ke pustakawan yang memegang hak akses aplikasi Repository Dspace di Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur. Berdasarkan hasil penelitian di perpustakaan universitas Kalimantan timur diketahui Publikasi karya harus berdasarkan izin dari pemilik hak cipta. Perpustakaan telah menerapkan langkah keamanan seperti autentikasi multi-faktor dan enkripsi data untuk menjaga integritas dan keamanan informasi pengguna. Selain itu langkah antisipasi menutup bab-bab tertentu untuk menjaga adanya plagiarisme yang dilakukan oleh pengguna. Kepatuhan akan aspek hukum dan etika dalam perpustakaan digital telah diterapkan dengan benar sehingga dengan demikian pelanggaran hukum sudah diantisipasi.
Sistemic Literature Review: Prinsip Ontologi, Epistemologi, Dan Aksiologi Tataran Fonologi Bahasa Indonesia: Kajian Filsafat Ilmu Al Faruq, Suhaib; Sukri, Muhammad
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 6 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kerangka berpikir filsafat merupakan metode berpikir untuk menciptakan pengetahuan di atas konprehensifitas pengetahuan yang ada saat ini. Dalam pada itu, dari berbagai macam prinsip yang dapat digunakan untuk menakar eksistensi fonologi, diperlukan kajian khusus dengan menggunakan prinsip filsafat. Adapun prinsip filsafat yang menjadi tolak ukur kajian ini adalah ontology, epistemology, dan aksiologi. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan atau systemic literature review. systemic literature review berpokus pada menganalisis berbagai artikel yang memiliki kesamaan penelitian. Hasil penelitian yang diperoleh adalah Pertama, prinsip ontology yang mewadahi esensi atau hakikat keberadaan sebuah interdisipliner tercermin melalui fonologi. Hal ini dibuktikan dengan berbagai fakta sejarah maupun riset yang telah dilakukan oleh peneliti terdahulu, baik mengungkap berbagai definisi, teori, dan hubung banding antara fonologi dengan ilmu lainnya. Kedua, epistemology yang mewadahi cara atau proses didapatkannya sebuah pengetahuan sehingga dapat disebut sebagai ilmu pengetahuan. Fonologi sebagai salah satu cabang ilmu linguistic yang mewadahi kerangka berpikir keberadaan bunyi-bunyi bahasa sebagai unsur yang paling kecil dalam menciptakan konstituen yang lebih besar. Ketiga, aksiologi yang mewadahi nilai dari pengetahuan. Prinsip ketiga ini berkaitan langsung dengan berbagai cabang ilmu tanpa terkecuali.
KARAKTERISTIK PENDERITA DEMAM TIFOID PADA ANAK Sukri, Muhammad; Darma, Sidrah; Badruddin, Kartini
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.35270

Abstract

Di Indonesia terjadi peningkatan angka kejadian demam tifoid dengan kejadian sekitar 500 per 100.000 penduduk. Jumlah kejadian tertinggi demam tifoid terjadi pada pada anak-anak dengan usia 5-15 tahun, bahwa jumlah kejadian demam tifoid sebesar 81,7 insidensi tiap 100.000 penduduk per tahun. Tinjauan literature review dilakukan dengan memanfaatkan berbagai basis data elektronik seperti PubMed, Scopus, dan Web of Science. Pencarian difokuskan pada artikel yang diterbitkan dalam rentang waktu 2014 hingga 2024 dengan menggunakan kata kunci anak, demam, tifoid, dan karakteristik. Kriteria inklusi yang digunakan mencakup studi retrospektif, cross-sectional, dan observasional yang ditulis dalam bahasa Inggris. Dari 500 artikel yang awalnya ditemukan, sebanyak 25 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis secara menyeluruh. Karakteristik penderita demam tifoid pada anak didapatkan bahwa anak yang paling sering terkena demam tifoid rata – rata berumur 5 - 15 tahun berjenis kelamin laki – laki  lebih banyak daripada perempuan. Gejala klinis terbanyak adalah demam dan gejala gastrointestinal seperti mual, muntah dan diare. Demam tifoid juga berhubungan dengan personal hygiene dan persediaan air bersih. Diangnosis ditegakkan dengan pemeriksaan widal test, tatalaksana antibiotik yang menjadi pilihan adalam ceftriaxone dan cefixime. Anak – anak lebih rentan terkena demam tifoid karena cenderung belum memahami atau tidak menjaga kebersihan pribadi. Oleh karena itu, penting untuk memberikan edukasi kepada orang tua tentang pentingnya menjaga dan mengajarkan prinsip hidup bersih dan sehat kepada anak – anak mereka untuk mencegah penyakit demam tifoid.
Exclusivity in the Name of Inclusivity: Religious Moderation in Indonesia from Utopia to Oxymora Sukri, Muhammad; Hariyanto, Ishak
MORALITY: Jurnal Ilmu Hukum Vol 10 No 2 (2024): Morality : Jurnal Ilmu Hukum
Publisher : Fakultas Hukum Universitas PGRI Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52947/morality.v10i2.1032

Abstract

Religious moderation is the common hope of mankind in this world; therefore, we must hate violence in any name, be it religion or humanity. We must respect, accept, respect, and uphold human values. This article explores how religious moderation as a utopian idea transformed into an oxymora-filled practice. Oxymora in the sense refers to concepts that seem to be contradictory or opposite to each other but, if examined more deeply, can produce new meanings with nuances of irony and paradox. This oxymoron can be seen in the social, political, and cultural realities in Indonesia by giving birth to the diction of "religious moderation" that aspires to inclusivity but, in reality, actually strengthens exclusivity or a certain domination. With a critical approach from Habermas' point of view, this study highlights how moderation narratives are often instrumentalized for specific interests, thus losing their communicative essence that should be inclusive and dialogical. This study also examines the role of communicative actions as formulated by Jürgen Habermas in presenting a more authentic and rational religious moderation. In this framework, religious moderation is not only understood as a normative slogan but as a dialogue process that builds consensus based on rationality, honesty, and openness between individuals and groups. The results of the study show that the failure to apply these principles often results in a form of pseudo-moderation that only deepens the polarization and dominance of power in religious discourse
The Relationship Between Knowledge and Attitudes of Pregnant Women and the Incidence of Hyperemesis Gravidarum at the Tangeban Community Health Center, Masama District, Banggai Regency Istiqomah, Nur; Syahriani, Syahriani; Qadhawijayanti , Suci; Sukri, Muhammad; Ariani Saputri , Chandra
Genius Midwifery Journal Vol. 4 No. 2 (2025): GENIUS MIDWIFERY JOURNAL
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/genmj.v4i2.833

Abstract

Introduction: Hyperemesis gravidarum is a condition of excessive nausea and vomiting that occurs in the first trimester of pregnancy. It can cause dehydration, electrolyte imbalances, weight loss, and even affect fetal growth if not properly managed (Ministry of Health of the Republic of Indonesia, 2023). In Indonesia, based on the Indonesian Health Profile (2023), the prevalence of HEG is reported to be around 1–3% of all pregnancies, with higher cases occurring in young pregnant women and primigravidas. Objective: To determine the relationship between knowledge and attitudes of pregnant women with the incidence of hyperemesis gravidarum at the Tangeban Community Health Center, Masama District, Banggai Regency. Method: This study used an observational analytical design with a cross-sectional approach. The sample in this study was 34 pregnant women respondents. The sampling technique used total sampling. The instrument used was a questionnaire. Data analysis used univariate and bivariate data. Result: Univariate analysis showed that the majority of pregnant women who experienced hyperemesis gravidarum were 21 people (61.8%), had a good level of knowledge about hyperemesis gravidarum, namely 22 respondents (64.7%), and had a positive attitude towards hyperemesis gravidarum as many as 24 respondents (70.6%). Bivariate analysis showed a relationship between knowledge and the incidence of hyperemesis gravidarum in pregnant women at the Tangeban Community Health Center, Masama District (p-value 0.040), and there was a relationship between attitude and the incidence of hyperemesis gravidarum in pregnant women at the Tangeban Community Health Center, Masama District (p-value 0.020). Conclusion: There is a relationship between knowledge and attitude and the incidence of hyperemesis gravidarum in pregnant women at the Tangeban Community Health Center, Masama District.
Khazanah Leksikon Tradisi Adat Pengangkatan Datu Rajamuda Kesultanan Sumbawa Muhaimin, Ahmad Helmi; Aswandikari, Aswandikari; Burhanuddin, Burhanuddin; Setiawan, Irma; Sukri, Muhammad
Cetta: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 8 No 4 (2025)
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37329/cetta.v8i4.4949

Abstract

Language is an essential part of cultural heritage that represents the values, knowledge, and collective identity of a society. This study aims to examine the forms and meanings of lexicons used in the coronation tradition of Datu Rajamuda in the Sultanate of Sumbawa as representations of culture, value systems, and power structures within the Samawa community. It also seeks to reveal how language functions as a medium for preserving local values and strengthening collective identity within the royal cultural context. The study employs ethnolinguistic and anthropolinguistic approaches with a descriptive qualitative method through observation, in-depth interviews, and field documentation at Bala Kuning Palace, Sumbawa. The data were analyzed interactively through stages of data reduction, presentation, and conclusion drawing to obtain a deep cultural understanding. The findings reveal 35 lexical data, consisting of 9 single-word forms and 26 phrase forms, each carrying lexical and cultural meanings. Lexicons such as kantar, badong, ai kadewa, and cilo datu rajamuda function not only as tools of communication but also as symbols embodying philosophical, moral, and spiritual values that reflect legitimacy of power and the social order of the Sultanate of Sumbawa. Each lexicon demonstrates the integration between language, custom, and value systems that have been inherited across generations. Culturally, the lexicons in the Datu Rajamuda coronation tradition reflect religious, social, and moral values such as loyalty, empathy, responsibility, and purity as the foundation of traditional leadership. This research emphasizes that language in the Samawa cultural context plays a vital role as a medium for preserving identity, social legitimacy, and character education based on local wisdom. Thus, the Datu Rajamuda coronation tradition is not merely a customary ritual but a manifestation of harmony between culture, religion, and social order that sustains the continuity and cohesion of the Samawa community amid modern changes.
Keragaman Jenis HHBK Kelompok Pangan pada Kawasan Hutan Buttu Puang di Desa Mirring Kabupaten Polewali Mandar Sukri, Muhammad; Irundu, Daud
Pangale Journal of Forestry and Environment Vol 1 No 2 (2021): Pangale
Publisher : Program Studi Kehutanan Fakultas Pertanian dan Kehutanan Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/pangale.v1i2.1770

Abstract

Food is a need that must be met which then becomes the basis for determining the quality of the nation's human resources (HR) and the socio-political stability of a country. In this case, food is the most important supporting thing in a country, but it is often found that there are several food problems in an area. Forest food crops need to be introduced to overcome this problem. Mirring Village is one of the villages in Polewali Mandar Regency which has abundant food potential. This research is focused on the exploration and identification of food plant species, so that the exploration can describe areas that have the potential for sustainable food crops. This study aims to determine the Importance Value Index (INP) and the value of the Diversity Index of Food Plant Species and the utilization of food plants in the KTH Buttu Puang area. This research is a quantitative descriptive study with a census procedure. There are 30 types of food plants, with the highest IVI value of 85.27% for cocoa and the lowest value of 1.38% for dragon fruit. The diversity index value (H') is 2.02. Thus, intensive management of food plants needs to be done to maintain their sustainability.
VARIASI BAHASA WHATSAPP MAHASISWA MAGISTER BAHASA INDONESIA UNIVERSITAS MATARAM 2021 Atmanegara, Lalu Kusnendar; Sukri, Muhammad; Burhanuddin, Burhanuddin
Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) Vol 8, No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Mandala Education (April)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jime.v8i2.3281

Abstract

The research with the title Whatsapp Language Variations for Indonesian Masters Students at the University of Mataram aimed to find out the variations of the language used in conducting written communication through social media in the form of a Whatsapp account. This research was a qualitative type. The data in this study were the results of Whatsapp conversations and the data source was from student Whatsapp conversations. The data collection by observation and Screenshoot messages that entered in Whatsapp group and analyzing by collected the messages from Whatsapp, entered data into language variations, and made conclusions. The results showed that there were three variations of the language used: acronyms,slang and code mixing. Thus, it can be said that the use of language variations is caused by different backgrounds, mastery of language, as well as social factors and the desire to follow language developments.
KEMAMPUAN MEMPRODUKSI TEKS EKSPOSISI SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 SANGGAR Kamil, Abdul; Sukri, Muhammad; Burhanuddin, Burhanuddin
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan memproduksi teks eksposisi siswa kelas X SMA Negeri 1 Sanggar berdasarkan struktur, piranti kebahasaan dan strategi linguistik. Metode yang dgunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif dan kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah cakap (wawancara) dan dokumentasi. Teknik analis data yang digunakan adalah teknik analisis kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan penelitian terdapat 19 siswa menggunakan tiga struktur, 9 siswa menggunakan dua struktur dan 2 siswa menggunakan satu struktur. Terdapat 4 siswa menggunakan enam piranti kebahasaan, 5 siswa menggunakan lima piranti kebahasaan, 15 siswa menggunakan empat piranti kebahasaan, 6 siswa menggunakan tiga piranti kebahasaan. Terdapat 30 siswa menggunakan dua piranti penguhubung intrakalimat. Terdapat 25 siswa menggunakan dua piranti penghubung antarkalimat dan 5 siswa menggunakan satu piranti penghubung antarkalimat. Terdapat 10 siswa menggunakan dua piranti penghubung antarparagraf dan 20 siswa menggunakan satu piranti penghubung antaraparagraf. Terdapat 1 siswa mendapatkan predikat sangat baik. Terdapat 15 siswa mendapatkan predikat baik. Terdapat 13 siswa mendapatkan predikat cukup. Terdapat 1 siswa mendapat predikat kurang. Total nilai sebanyak 2.342 dengan nilai rata rata 78 kategori cukup. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa kemampuan memproduksi teks eksposisi siswa kelas X SMA Negeri 1 Sanggar berada pada kategori cukup